LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) KERAJINAN KAYU (HANDY CRAFT) DI JATI LANDA ART SHOP SIDOARJO JAWA TIMUR. Oleh: KELLYTAS ANJASMARA NIM.

33  407  Download (14)

Full text

(1)

Oleh:

KELLYTAS ANJASMARA NIM. 130 500 051

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL HUTAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA

SAMARINDA 2016

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Laporan PKL : Kerajinan Kayu ( Handy craft )

Di Jati Landa Art Shop Sidoarjo Jawa Timur

Nama : Kellytas Anjasmara

N I M : 130 500 051

Program Studi : Teknologi Hasil Hutan

Jurusan : Teknologi Pertanian

Pembimbing, Penguji I, Penguji II,

Ir. Sumiati Ir. Andi Yusuf, MP. M. Fikri Hernandi, S.Hut, MP.

NIP. 195906121989032004 NIP. 196210221998031001 NIP. 197011271998021001

Menyetujui/Mengesahkan,

Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Hj. Eva Nurmarini, S.Hut, MP

NIP. 197508081999032002

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur patut penulis panjatkan kepada Allah SWT yang atas nikmat dan ramat serta kasih sayang-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapang pada Jati Landa Art Shop Kec.Porong, Kab. Sidoarjo, Prov. Jawa Timur serta menyusunnya dalam bentuk buku Laporan Praktik Kerja Lapang.

Maka dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

1. Bapak Sugeng Sumedi selaku pimpinan Jati Landa Art Shop Porong Sidoarjo beserta seluruh karyawan yang telah banyak membantu pada saat praktik kerja lapang

2. Ibu Ir. Sumiati selaku dosen dosen pembimbing

3. Dosen Penguji I Bapak. Ir. Andi Yusuf, MP. dan Dosen Penguji II Bapak M. Fikri Hernandi, S.Hut, MP.

4. Ibu Hj. Eva Nurmarini, S.Hut, MP. selaku Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan

5. Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Bapak Hamka, S.TP., MP., M.Sc.

6. Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, yaitu Bapak Ir. Hasanudin, MP.

7. Para staf pengajar, administrasi dan PLP di Program Studi Teknologi Hasil Hutan

8. Seluruh anggota keluarga atas dukungannya serta semua pihak yang tidak disebutkan satu-persatu

9. Semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya laporan ini yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu

Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu berbagai saran beserta kritik akan sangat membantu dalam menyempurnakan laporan ini. Semoga laporan ini dapat memberikan sedikit manfaat, umumnya bagi Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dan khususnya Program Studi Teknologi Hasil Hutan.

Samarinda, 16 Mei 2016

(4)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan Praktek Kerja Lapang (PKL) ... 4

C. Hasil yang Diharapkan ... 4

II. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN ... 5

A. Tinjauan Umum Perusahaan ... 5

B. Manajemen Perusahaan ... 7

C. Lokasi Dan Waktu Kegiatan PKL ... 9

III. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG ... 10

1. Tujuan ... 10

2. Dasar Teori ... 10

3. Alat dan Bahan ... 10

4. Prosedur Kerja ... 15

5. Hasil yang Dicapai ... 17

6. Pembahasan ... 17

IV. KESIMPULAN DAN SARAN ... 18

A. Kesimpulan ... 19

B. Saran ... 19

DAFTAR PUSTAKA ... vii

(5)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Tubuh Utama Halaman

Gambar 1. Struktur Organisasi Jati Landa Art ... 7

Gambar 2. Bahan Baku Kayu Kemiri ... 8

Gambar 3. Produk Kerajinan Kaligrafi ... 8

Lampiran Gambar 4. Bahan Baku Kayu Kemiri ... 20

Gambar 5. Mesn Ketam (Planer) ... 20

Gambar 6. Mesin Circular Saw ... 21

Gambar 7. Mesin Scroll Saw... 21

Gambar 8. Mesin Bor ... 22

Gambar 9. Mesin Cut of Saw ... 23

Gambar 10. Mesin Amplas ... 23

Gambar 11. Alat Bakar Semprot ... 24

Gambar 12. Proses Penyemprotan ... 24

Gambar 13. Proses Penjemuran ... 25

Gambar 14. Proses Perakitan ... 25

Gambar 15. Produk Kerajinan Kaligrafi ... 26

Gambar 16. Produk Kerajinan Kaligrafi ... 27

(6)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dewasa ini kebutuhan manusia semakin lama semakin berkembang sejalan dengan kemajuan zaman yang semakin modern hal ini disebabkan karena adanya perbaikan dalam tingkat pendapatan, pendidikan, hubungan sosial yang lebih luas dan sebagainya. Munculnya kebutuhan tersebut merupakan peluang bagi pengusaha untuk memproduksi barang -barang yang dibutuhkan, yang pada akhirnya memunculkan perusahaan-perusahaan yang saling bersaing untuk mendapatkan pasar.

Dalam persaingan yang ketat seperti ini, kemampuan dalam kegiatan pemasaran, terutama dalam penguasaanstrategi pemasaran akan menentukan berhasil tidaknya suatu perusahaan. Strategi ini tergantung pada kemampuan perusahaan untuk mengenal lingkungannya. Perusahaan harus mampu mengambil kebijaksanaan yang tepat terhadap persaingan yang terjadi jika ingin sukses dan bertahan diantara pesaing-pesaingnya.

Aspek pemasaran berperan penting untuk menentukan strategi apa yang akan digunakan oleh manajer. Strategi tersebut akan mendukung perusahaan dalam perolehan laba, meningkatkan volume penjualan, dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perusahaan memerlukan pengetahuan dan pemahaman mengenai strategi pemasaran yang mampu menopang kondisi persaingan yang terjadi. Perusahaan perlu menganalisis secara hati-hati agar dapat memberikan suatu dasar yang kuat untuk membuat keputusan dan perumusan strategi yang tepat. Selanjutnya strategi tersebut akan dilaksanakan dan dikelola secara efektif dan efisien.

(7)

Untuk melaksanakan strategi tersebut diperlukan adanya keputusan strategis dari manajer. Hal ini akan mendorong perusahaan berlomba untuk menerapkan strategi apa yang paling tepat untuk memasuki dan merebut pasar. Penyusunan strategi yang tepat merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam mewujudkan visi dan misinya.

Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil produk kayu olahan utama di Indonesia. Beberapa jenis produk kayu olahan yang dihasilkan oleh industri pengolahan kayu antara lain adalah kayu lapis, papan partikel, papan serat, kayu gergajian, kayu lamina dan produk moulding kayu lainnya.

Kayu bulat sebagai bahan baku utama pembuatan produk kayu olahan yang berasal dari hutan alam, ketersediaannya terus berkurang dan letaknya semakin jauh di dalam hutan. Hal ini yang menyebabkan kayu bulat tersebut semakin langka dan mahal harganya, sementara itu di lain pihak kebutuhan manusia akan barang-barang produk yang terbuat dari kayu justru cenderung semakin meningkat. Fenomena ini disebabkan oleh barang-barang produk yang berasal dari kayu memiliki sifat khas dan kelebihan tersendiri misalnya memiliki corak serat kayu yang indah, tahan panas, tidak beracun, cukup tahan lama dan sebagainya sehingga tidak dapat digantikan oleh barang-barang produk dari bahan lainnya (plastik, logam, melamin, tanah liat dan sebagainya). Sebagaimana diketahui bahwa hampir semua industri pengolahan kayu saat ini menghadapi kendala yang sama yaitu kelengkapan bahan bak u.

Kegiatan PKL yang dilaksanakan pada semester akhir merupakan salah satu rangkaian utama pelaksanaan pendidikan di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Kegiatan PKL dimaksudkan agar para mahasiswa mendapatkan

(8)

pengalaman yang lebih nyata dalam dunia kerja bahkan boleh jadi memberi wawasan baru dalam dunia wirausaha untuk bekal menciptakan dunia kerja setelah mahasiswa menyelesaikan kuliahnya.

Untuk membekali mahasiswa agar mendapakan keterampilan yang cukup dan pemahaman mengenai wirausaha yang tepat maka mahasiswa diberikan tugas Praktik Kerja Lapang (PKL), salah satu subyek di industri produk kerajinan kayu dimana produk kerajinan kayu ini merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan dan berkembang pesat dewasa ini, sehingga pengetahuan tentang proses pembuatan produk-produk kerajinan kayu menjadi begitu penting dan menarik untuk dipelajari dengan tetap disesuaikan dengan disiplin ilmu yang sedang dijalani sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengertian sesuai dengan bidang keahliannya.

Jati Landa Art Shop Porong Sidoarjo adalah sebuah industri rumahan yang mengerjakan produk kerajinan berupa kaligrafi yang bahan bakunya menggunakan kayu, adapun pemasaran produk kerajinan kaligrafi ini sudah mencapai ke negara Malaysia dan Brunei Darussalam.

Dengan pengalaman praktik di Jati Landa Art Shop ini diharapkan para mahasiswa mampu mengkombinasikan antara pengetahuan akademik yang didapatkan dari bangku kuliah dengan pengetahuan praktis dilapangan tentang pembuatan produk kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kayu

(9)

B. Tujuan Praktek Kerja Lapang (PKL)

Tujuan dari pelaksanaan ini adalah :

1. Mengetahui teknik dasar tentang pembuatan produk kerajinan kaligrafi yang berbahan dasar dari kayu

2. Pengenalan jenis-jenis kayu yang digunakan untuk membuat kerajinan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut 3. Mengetahui dan memahami proses pembuatan kerajinan kaligrafi yang

berbahan dasar dari kayu

C. Hasil yang Diharapkan

Adapun hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan Praktik KerjaLapang di Jati Landa Art Shop Porong Sidoarjo adalah :

1. Dapat memahami teknik dasar dalam pembuatan produk kerajinan kaligrafi dari bahan baku kayu

2. Dapat mengembangkan ide dan wawasan yang lebih luas dalam pemanfaatan bahan baku kayu untuk pembuatan produk kerajinan khususnya kaligrafi

3. Mampu membuat kreasi produk -produk kerajinan sendiri yang nantinya bisa membuka peluang usaha baru

(10)

BAB II

A. Tinjauan Umum Perusahaan 1. Sejarah Berdirinya Perusahaan

Jati Landa Art Shop berdiri sejak tahun 1991 hingga sekarang, awal mulanya pemilik Jati Landa Art Shop ini mencoba keterampilan yang pernah didapat dari salah seorang pamannya yang tinggal di Jakarta. Saat itu waktu setelah lulus dari bangku SMA, beliau berangkat ke Jakarta ingin mencari pekerjaan untuk persiapan masa depannya kelak, dan saat di Jakarta menumpang dirumah pamannya, waktu itu pamannya sudah mengelola pekerjan handcraft kayu, salah satunya ialah membuat tulisan kaligrafi dari bahan baku kayu. Kurang lebih satu tahun bekerja di Jakarta kembalilah beliau ke daerah asal yaitu Kec. Porong, Kab. Sidoarjo, Prov. Jawa Timur.

Dan mulai saat itulah beliau mencoba membuat kerajian sendiri dengan bermodalkan gergaji triplek (playwood), ketam tangan, bor tangan, dan manfaat bahan limbah yang ada disekitar rumahnya seperti kayu limbah peti kemas. Produk kerajinan pertama yang dibuat saat itu adalah gantungan kunci dan dijual kelingkungan sekitar seperti teman dan tetangganya. Setelah mendapat respon yang baik dan menghasilkan uang maka ditekunilah pekerjaan itu sambil terus belajar dan mengembangkan diri hingga akhirnya seperti sekarang ini dapat menciptakan produk kerajinan kaligrafi berkualitas tinggi yang terbuat dari bahan kayu yang pemasarannya sudah sampai ke negara tetangga.

Disamping itu beliau ini seorang yang religius, berjiwa sosial, suka menolong dan membantu, peduli terhadap keadaan sekitar dan suka berbagi terhadap siapa saja. Tujuan didirikannya industri rumahan ini adalah

(11)

terinspirasi dari keinginan untuk menolong anak-anak jalanan yang kebanyakan pengangguran yang suka mabuk -mabukan disek itar rumah dan lingkungannya, timbullah keinginan membuat bengkel kerja kerajinan dari kayu untuk merangkul, menampung dan mengajari keterampilan sekaligus pelan-pelan memberi pencerahan sepiritual untuk membawa kembali mereka menjadi orang yang bermanfaat dalam hidup dan kehidupan.

2. Ketenagakerjaan dan Struktur Organisasi

a. Tenaga kerja

Dikarenakan usaha pada Jati Landa Art Shop ini berbentuk industri rumahan, karyawan yang bekerja di dalamnya sebanyak 8 orang sedangkan untuk pemasarannya ditangani langsung oleh pimpinan, hari kerja pada industri tersebut adalah hari senin - sabtu dari pukul 08.00 - 17.00 WIB, istirahat pukul 12.00 -13.00 WIB.

b. Struktur Organisasi

Struktur organisasi pada Jati Landa Art Shop sangat sederhana sekali yaitu terdiri dari :

1) Pimpinan Direktur

2) Quality Control

3) Pengawas Bengkel Kerja 4) Pengawas Lapangan 5) Karyawan

(12)

Gambar 1. Struktur Organisasi Jati Landa Art Shop

B. Manajemen Perusahaan 1. Bahan Baku

Bahan baku untuk pembuatan kerajinan kaligrafi diperoleh dari pohon tanaman rakyat di daerah Desa Kesambi, Kec. Porong dan sekitarnya dengan cara membeli langsung kepada masyarakat yang mempunyai pohon, khususnya pohon kemiri untuk bahan tulisan kaligrafi, karena kayu kemiri (Aleurites moluccana willd) ini termasuk kayu ringan, mudah pengerjaannya, kerapatannya rendah dan warna kayunya putih kekuning-kuningan dan juga memanfaatkan limbah packing papan peti kemas alat-alat industri yang dikirim dari negara Eropa.

s?GUl?? G?AsY WGYOA?A? >AÐAYOAY Y?Ausl? ŽYl?Žu WGwA?A?AY

GYOUGu <G?uA ASAY AU?

dAlA h?ASA

WGYOA?A? GYOUGu

(13)

Gambar 2. Bahan Baku Kayu Kemiri

2. Produk yang Dihasilkan

Produk yang dihasilkan oleh Jati Landa Art Shop adalah berupa kerajinan kaligrafi dan produk kerajinan lainnya seperti gantungan kunci, aksesoris gantungan mobil, peralatan lab dan lain-lain.

Gambar 3. Produk Kerajinan Kaligrafi

3. Pemasaran

Produk kerajinan yang dihasilkan di Jati Landa Art Shop ini dipasarkan di daerah Surabaya, Blora, Malang, Jakarta dan dipasarkan juga di luar negeri seperti negara Malaysia.

(14)

C. Lokasi dan Waktu Kegiatan PKL 1. Lokasi

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang dilaksanakan di Jati Landa Art Shop Desa Kesambi, Kec. Porong, Kab. Sidoarjo, Prov. Jawa Timur.

2. Waktu

Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan pada tanggal 07 Maret 2016 sampai dengan tanggal 04 Mei 2016 dengan waktu kerja mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB dengan jumlah hari kerja 6 hari dalam 1 minggu.

(15)

BAB III

HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG A. Pembuatan Kerajinan Kaligrafi dari Kayu 1. Tujuan

Membuat kerajinan kaligrafi berbahan dasar kayu dan menampilkan karya seni yang dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya pecinta seni.

2. Dasar teori

Untuk membuat atau mengerjakan kerajinan kaligrafi dari kayu diperlukan pengetahuan dasar moulding terlebih dahulu agar dalam penggunaan kayu yang nantinya digunakan dapat tepat dan benar sesuai peruntukannya yang membawa dampak akan tingkat efisiensi kayu dan efektifitas pengerjaannya.

Kaligrafi adalah ilmu yang mempelajari bermacam-macam bentuk huruf tunggal (mufrad) dan tata letaknya serta metode merangkainya menjadi susunan kata atau cara menuliskannya diatas kertas atau media lainnya.

3. Alat dan Bahan a. Alat

Alat dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan produk kaligrafi antara lain :

1) Ketam Meja (Planner)

Alat ketam meja yang terdapat di Jati Landa Art Shop adalah buatan lokal (hasil rakitan Sendiri), alat ini terdiri dari kerangka besi padat ukuran 5 x 7 cm, dengan ukuran levar meja 40 cm, dengan roler

(16)

PK dengan putaran 2800 rpm. Alat ini berfingsi untuk menyerut atau menghaluskan permukaan papan. Terlihat pada gambar 5.

2) Circular Saw

Mesin gergaji belah/potong yang terdapat di Jati Landa Art Shop adalah buatan lokal (hasil rakitan sendiri), alat ini terdiri dari kerangka meja yang terbuat dari besi bulat padat diameter 1.5 inch, dengan ukuran meja 120 x 200 cm dan diameter gergaji 500 mm, digerakkan dengan mesin Yanmar berkekuatan 2 PK mempunyai putaran 2800 rpm. Alat ini berfungsi untuk memotong dan membelah kayu. Terlihat pada gambar 6.

3) Scroll Saw

Alat ini berfungsi untuk memotong papan yang sudah diberi pola tulisan kaligrafi, dengan ukuran panjang gergaji 15 cm dengan ketebalan 1 mm dan lebar 2 mm, mempunyai kecepatan putaran yang bisa diatur dari 8000 - 2000 rpm dan mampu memotong kayu deng an ketebalan 2,5 - 3,5 cm. Terlihat pada gambar 7

4) Mesin Amplas

Mesin amplas yang terdapat di Jati Landa Art Shop adalah buatan lokal (hasil rakitan sendiri), alat ini adalah hasil modifikasi gurinda merk Makita yang bagian plat gurindanya diambil kemudian diganti dengan plat besi bulat dengan diameter 10 cm yang permukaan platnya dilapisi kertas amplas. Alat ini berfungsi untuk menghaluskan permukaan kayu. Terlihat pada gambar 10.

(17)

5) Mesin Bor

Alat ini berfungsi untuk melobangi bagian-bagian kayu dengan mata bor berdiameter dari 2 - 10 mm dengan kecepatan putaran 1200 rpm. Terlihat pada gambar 8.

6) Alat Bakar Semprot

Alat ini berfungsi untuk membakar lapisan atas dari kayu untuk mendapatkan kesan serat kayu menjadi timbul serta dekorasi menjadi unik. Alat ini modifikasi dari alat las karbit yang dimodifikasi swdimikian rupa dengan tabung gas 3 kg dan selang yang terhubung ke ujung alat tersebut. Terlihat pada gambar 11.

7) Spray Gun

Alat ini berfungsi untuk menyemprot produk kaligrafi yang dihasilkan dengan dibantu oleh kompresor ½ PK. Terlihat pada gambar 12.

b. Bahan

Adapun bahan yang digunakan untuk tulisan dalam pembuatan produk kaligrafi adalah kayu kemiri, sedang untuk alas tulisan berupa papan buatan berasal dari kayu pinus

1) Kayu Kemiri

Kayu kemiri (Aleurites moluccana willd) memiliki karakteristik antara lain warna kayu putih kekuning-kuningan tidak dapat dibedakan antar kayu gubal dan teras, tekstur agak kasar, arah serat lurus, kesa raba agak kesat, permukaan agak mengkilap, pori berbentuk lonjong dan tersebar tata baur, bidang perforasi sederhana, parenkim dua tipe yaitu paratrakeal selulubung tidak lengkap dan apotrakeal berbentuk

(18)

garis-garis tangensial pendek, serta jari-jari hiteroselular berseri satu sampai dua.

Tumbuhan ini menyebar luas mulai dari India dan Cina melewati Asia Tenggara. Di Indonesia, kemiri dikenal dengan banyak nama diantaranya, kembiri, gambiri, hambiri (Bat); kemili (Gayo); kemiling (Lamp.); buah kereh (buah keras, Mink.; Nias); keminting (Day.). Juga

muncang (Sd); pidekan, miri (Jw.); dan lain-lain.

Kemiri sekarang tersebar luas di daerah-daerah tropis. Tanaman ini adalah tumbuhan resmi negara bagian Hawaii.pohonnya besar dengan tinggi mencapai 40 m dan gemang hingga 1,5 m. Pepegan abu-abu, sedikit kasar berlentisel. Daun muda, ranting, dan karangan bunga dihiasi dengan rambut bintang yang rapat, pendek dan berwarna perak mentega, selah bertabur tepung, dari kejauhan tajuk pohon ini nampak keputihan atau keperakan.

Untuk sifat fisiknya kayu kemiri dalam keadaan basah dengan kandungan kadar air rata 109,82%. Berat jenis nominal basah rata-rata 0,33 dan berat jenis kering udara rata-rata-rata-rata 0,39 serta berat jnis kering tanur rata-rata 0,38. Berdasarkan klasifikasi kayu menurut Dumanauw (1982), maka kayu kemiri tergolong kayu ringan dengan berat jenis lebih kecil dari 0,60.

Untuk sifat mekaniknya, kayu kemiri mempunyai keteguhan lentur pada batas proporsi rata-rata 414,21 kg/cm2 , keteguhan lentur pada batas patah 534,63 kg/cm2, modulus elastisitas 17.888 kg/cm2, keteguhan tekan sejajar serat 215,66 kg/cm2, keteguhan tekan tegak lurus serat 48,08 kg/cm2 dan keteguhan pukul 0,47 kg/cm2. Berdasarkan

(19)

nilai-nilai tersebut maka kemiri tergolong kayu kelas kuat IV-III. (Asdar

dan Lempang, 2006)

2) Kayu pinus spp

Pinus adalah sebuah tanaman yang bisa tumbuh disembarang tempat dengan suhu yang agak dingin hingga ekstrim dingin. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat-tempat yang subur dengan drainase yang baik dan curah hujan tahunan sebesar 1000-3000 mm. Pinus juga bisa tumbuh ditempat yang mempunyai suhu berubah setiap bulan sekali. Di alam pohon pinus bisa mencapai ketinggian 25 - 35 m bahkan ada beberapa literatur yang mengatakan dan mengakui bahwa tinggi pohon ini bisa mencapai 60 m.

Kerapatan kayu pinus berkisar antara 0,36 - 0,85 dengan rata-rata 0,57. Kadar air basah berkisar antara 43,96 - 222,88 % dengan rata-rata 103,53 %, sedangkan kadar air kering udara berkisar antara 9,84 - 18, 68 % dengan rata-rata 12,99 %.

Batang pohon pinus juga mengandung minyak yang bisa disadap dan dijadikan sebagai pengencer cat kayu ataupun bisa langsung dipergunakan sebagai vernis. (Anonim, 2006)

3) Kertas pola, mal, lem fox, lem korea, plywood, dempul kayu, bingkai yang terbuat dari fiber cetakan, impra sanding saler, melamin lack,

(20)

4. Prosedur Kerja

Kayu kemiri brntuk papan ukuran 0,8 x 17 x 100 m dikeringkan secara alami dengan cara dijemur dipanas matahari diruang terbuka selama 10 hari, kemudian diketam (dihaluskan) dua sisi hingga mencapai ketebalan 0,5 cm. Selanjutnya dibelah-belah lagi menjadi ukuran 0,5 x 5 x 100 cm, setelah itu kayu yang berukuran 0,5 x 5 x 100 cm ditempeli kertas pola bertuliskan huruf arab, kemudian dipotong-potong ukuran panjangnya sesuai dengan panjang tulisan, lalu digergaji dengan menggunakan alat scroll saw, setelah berbentuk tulisan kayu tersebut di amplas permukaanya.

Langkah berikutnya membuat alas tulisan, dan bahan yang digunakan sebagai alas tulisan berupa plywood (papan peti kemas dari jenis kayu pinus) atau wood wool dengan ukuran 50 x 80 cm, 60 x 120 cm, 120 x 220 cm.

Selanjutnya papan untuk alas tulisan kaligrafi dibakar permukaanya dengan alat semprot bakar untuk mendapatkan permukaan papan yang berdekorasi unik dan pemberian warna coklat tua pada permukaan papan alas. Setelah itu menempel dan menyusun tulisan ke atas playwood atau wood wool dengan menggunakan lem fox, kemudian disemprot dengan menggunakan impra melamin dengan sanding saler dengan perbandingan 1:1 dan dilanjutkan penyemprotan kedua dan ketiga dengan impra melamin

lack dengan clear gloss perbandingan 1 :1 (1 ltr impra : 1 ltr thiner).

Langkah selanjutnya pemberian bangkai yang terbuat dari cetakan fibber dengan ukuran (50 x 80) cm, (60 x 120) cm, (120 x 220) cm. Dan diatasnya diberi kaca 3 mm kemudian dikemas dengan kertas kardus dan dikirim kepada pemesan atau agen penjualan.

(21)

Selanjutnya untuk langkah-langkah pembuatan gantungan dinding dan gantungan kunci, siapkan papan dari kayu kemiri yang tebalnya sudah berukuran 1 x 5 x 15 cm gambar gantungan dinding yang diinginkan pada papan kayu kemiri, lalu digergaji menggunakan scoll saw, lalu untuk mendapatkan sisi tengah agar lebih menjorok kedalam miringkan permukaan scroll saw sekitar 20 derajat, lalu gergaji bagian dalam gantungan dinding dan gantungan kunci, setelah berbentuk gantungan dinding dan gantungan kunci kayu tersebut diamplas permukaannya hingga halus dan dibor bagian atasnya untuk pemberian gantungan.

Langkah berikutnya membuat tulisan nama, dan bahan yang digunakan sebagai alas tulisan berupa playwood, (papan peti kemas dari jenis kayu pinus) dengan ukuran 0,5 x 5 x 10 cm, print kertas yang sudah bernama contohnya kelly, lalu tempeli kertas bertuliskan nama tersebut diatas playwood menggunakan lem kanji, lalu digergaji menggunakan alat

scroll saw mengukuti tulisan yang sudah ada.

Selanjutnya papan untuk alas tulisan nama dibakar permukannya dengan alat semprot bakar untuk mendapatkan permukaan papan yang berdekorasi unik dan pemberian warna coklat tua pada permukaan papan alas, Setelah itu menempel dan menyusun tulisan ke atas gantungan dinding dan gantungan kunci yang sudah ada menggunakan lem fox, kemudian disemprot dengan menggunakan sanding saler dangan perbandingan 1:1 dan dilanjutkan penyemprotan kedua dan ketiga dengan impra melamin lack

clear gloss perbandingan 1:1 (1 ltr impra : 1ltr thiner), lalu dijemur hingga

mengering, lalu siap untuk diberi gantungan kunci dan selanjutnya dikemas dengan kardus dan dikirim kepada pemesan atau agen penjual.

(22)

5. Hasil Yang Dicapai

Hasil yang dicapai dari praktek kerja lapangan pembuatan kerajinan kaligrafi berbahan dasar kayu ini berupa kaligrafi sebagai hiasan dinding dengan ukuran (50 x 80) cm, (60 x 120) cm, (120 x 220) cm.

Untuk hiasan dinding kaligrafi tulisan toyibah ukuran 50 x 80 cm setiap bulannya rata - rata memproduksi 5 buah dengan harga penjualan Rp.1,2 juta/buah sedangkan kaligrafi yang tertuliskan ayat kursi berukuran 60 x 120 cm setiap bulannya rata-rata memproduksi 3 buah dengan harga jual rata-\rata Rp. 3 juta/buah sedangkan yang berukuran 120 x 220 cm harga jual Rp.5 juta/buah.

Jumlah penggunana kayu kemiri setiap bulan volumenya mencapai 2,5 m3 rendemen 40 % dalam kondisi kada air 14 - 17 % , dengan harga Rp.1.800.000,-m3 dalam kondisi basah yang langsung dikirim dari tempat

penggergajian.

Sebagai perbandingan produk kaligrafi yang dijual di online shop melalui internet yang berbahan baku kayu mahoni dan jati dengan ukuran 45 x 45 cm dijual dengan harga Rp. 450.000,/buah, ukuran 70 x 100 cm dijual dengan harga Rp.750.000,-/buah dan ukuran 60 x 110 cm dijual Rp.1.200.000,/buah.

6. Pembahasan

Dari hasil praktik kerja lapang pada Jati Landa Art Shop Sidoarjo, Jawa Timur adalah membuat produk kerajinan kaligrafi tulisan Toyibah dan ayat kursi mengunakan kayu kemiri dan sebagai alasnya menggunakan kayu pinus. Adapun alat yang digunakan dalam proses pembuatan produk kerajinan ini seperti mesin ketam meja, cicular saw, dan alat semprot

(23)

pembakar permukan kayu adalah hasil rakitan sendri, untuk memotong huruf menggunakan mesin scroll saw , sebagai proses akhir disemprot menggunakan sanding saler, melamin lack dan clear gloss.

Sedangkan untuk pemasaran dari hasil produk kerajinan ini dipasarkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, Malang, Blora, Jakarta bahkan sudah mencapai ke negara tetangga seperti Malaysia.

Produk yang dihasilkan adalah hasi l pesanan dari konsumen atau agen penjualan, adapun omset penjualan dalam satu bulan mencapai Rp.30 juta dengan memperkerjakan 8 karyawan.

Kendala datang jika musim penghujan, karena akan mengganggu proses pengeringan kayu yang akhirnya terganggu juga proses produksi, dan kendala yang lain diantaranya adalah minimnya tenaga terampil yang dapat mengoperasikan mesin scroll saw, dalam menanggulangi kendala yang ada pihak industri melatih tenaga kerjanya secara terus menerus khususnya operator mesin scroll saw.

(24)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

1. Hasil kegiatan praktik kerja lapang pada Jati Landa Art Shop Sidoarjo, Jawa Timur adalah kerajinan kaligrafi tulisan huruf Arab toyyibah dan ayat kursi berupa hiasan dinding dari kayu kemiri dan pinus spp

2. Bahan baku yang digunakan adalah kayu kemiri untuk membuat tulisan kaligrafi, dan kayu pinus spp sebagai alas dari tulisan kaligrafi tersebut 3. Pemasaran kerajinan kaligrafi selain di Surabaya, Malang, Blora dan Jakarta

bahkan sudah diekspor ke Malaysia

B. Saran

1. Untuk menghindari serangan jamur pada kayu kemiri dan pinus spp, kayu yang baru datang dari tempat penggergajian harus segera dikeringkan 2. Dianjurkan untuk menggunakan kiln dry dalam proses pengeringan, agar

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1983. Daftar Nama Pohon Kalimantan Timur. Departemen Kehutanan Jakarta

Asdar, M. dan Lempang, M. 2006. Karakteristik Anatomi, Fisik Mekanik Pengeringan dan Keawetan Kayu Kemiri

Budiyanto, D. 2002. Sistem Pengeringan Kayu. Penerbit Kasinius. Yogyakarta

Dumanauw, J.F. 1982. Mengenal Kayu. PT Gramedia. Jakarta

Haygreen, J.G. Dan J.L. Bowyer, 1993. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu. Suatu Pengantar (Terjemahan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Lensufiie, T. 2009. Teknik Pengeringan

Mandang, Y.I. dan IKN. Pandit. 1997. Pedoman Identifikasi Jenis Kayu Dilapangan. Seri Manual. Yayasan Prosea dan Pusdiklat Pegawai dan SDM Kehutanan, Bogor.

Martawijaya, A., I. Karatsujana, K. Kadir. dan S.a. Prawira. 2005. Atlas Kayu Indonesia jilid II. Edisi Revisi. Badan Litbang Kehutanan. Dep. Kehutanan Bogor.

PIKA, 2006. Mengenal Sifat-Sifat Kayu Indonesia dan Penggunaannya. Semarang

(26)

Gambar 4. Bahan Baku Kayu Kemiri

(27)

Gambar 6. Mesin Circular Saw

(28)

Gambar 8. Proses Pengeboran

(29)
(30)

Gambar 11. Proses Pembakaran Menggunakan Alat Bakar Semprot

(31)

Gambar 13. Proses Penjemuran Produk

(32)
(33)

Gambar 16. Produk Kerajinan Kaligrafi

Figure

Gambar 1. Struktur Organisasi Jati Landa Art Shop

Gambar 1.

Struktur Organisasi Jati Landa Art Shop p.12
Gambar 2. Bahan Baku Kayu Kemiri  2.  Produk yang Dihasilkan

Gambar 2.

Bahan Baku Kayu Kemiri 2. Produk yang Dihasilkan p.13
Gambar 3. Produk Kerajinan Kaligrafi  3.  Pemasaran

Gambar 3.

Produk Kerajinan Kaligrafi 3. Pemasaran p.13
Gambar 4. Bahan Baku Kayu Kemiri

Gambar 4.

Bahan Baku Kayu Kemiri p.26
Gambar 5. Proses Pengetaman (Planner)

Gambar 5.

Proses Pengetaman (Planner) p.26
Gambar 6. Mesin  Circular Saw

Gambar 6.

Mesin Circular Saw p.27
Gambar 7. Proses Pemotongan Menggunakan Scroll Saw

Gambar 7.

Proses Pemotongan Menggunakan Scroll Saw p.27
Gambar 8. Proses  Pengeboran

Gambar 8.

Proses Pengeboran p.28
Gambar 9. Mesin Cut of S aw

Gambar 9.

Mesin Cut of S aw p.28
Gambar 11.  Proses Pembakaran Menggunakan Alat Bakar Semprot

Gambar 11.

Proses Pembakaran Menggunakan Alat Bakar Semprot p.30
Gambar 12. Proses Penyemprotan (Spraying)

Gambar 12.

Proses Penyemprotan (Spraying) p.30
Gambar 13. Proses Penjemuran Produk

Gambar 13.

Proses Penjemuran Produk p.31
Gambar 14. Proses Perakitan Produk

Gambar 14.

Proses Perakitan Produk p.31
Gambar 15. Produk Kerajinan Kaligrafi

Gambar 15.

Produk Kerajinan Kaligrafi p.32
Gambar 16. Produk Kerajinan Kaligrafi

Gambar 16.

Produk Kerajinan Kaligrafi p.33
Gambar 17. Produk Kerajinan Kaligrafi

Gambar 17.

Produk Kerajinan Kaligrafi p.33

References

Related subjects : Laporan PKL Jawa Timur

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in