• Tidak ada hasil yang ditemukan

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

Bab I Pendahuluan 1

BAB I PENDAHULUAN

Pengelolaan keuangan salah satu aspek penting didalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Pembangunan Daerah dan Pelayanan Publik. Keberhasilan pengelolaan keuangan menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, tentunya dapat memberikan kontribusi terhadap tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan pengelolaan keuangan RSD Bagas Waras Kabupaten Klaten pada Tahun Anggaran 2019 dengan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD.

Laporan Keuangan RSD Bagas Waras Kabupaten Klaten disusun dan disajikan sebagai perwujudan dari pelaksanaan akuntabilitas publik, serta merupakan pernyataan dari pihak manajemen Rumah Sakit Daerah Kabupaten Klaten dalam menginformasikan kepada pihak terkait, yaitu para pengguna kepentingan (stakeholder) tentang kondisi keuangan RSD Kabupaten Klaten. Laporan Keuangan RSD Bagas Waras disajikan dalam satu periode akuntansi. Laporan keuangan BLUD-RSUD Daerah Kabupaten Klaten meliputi :

1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih ( Laporan Perubahan SAL) 3. Neraca

4. Laporan Operasional (LO) 5. Laporan Arus Kas (LAK)

6. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) 7. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

1. MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Maksud penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja perangkat Daerah adalah untuk mengungkapkan secara wajar dan menyeluruh mengenai kondisi pengelolaan keuangan serta kegiatan RSD Bagas Waras Kabupaten Klaten, pencapaian kinerja dan pemanfaatan sumber daya ekonomis, serta ketaatan terhadap peraturan perundangan yang berlaku. Catatan atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan dapat dipahami oleh pembaca secara luas, tidak terbatas hanya untuk pembaca tertentu maupun manajemen entitas pelaporan, karena Laporan keuangan dapat dimungkinkan mengandung informasi yang mempunyai potensi kesalahpahaman diantara pembacanya.

(2)

Bab I Pendahuluan 2 Untuk menghindari kesalahpahaman tersebut , laporan keuangan harus dibuat Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) yang berisi informasi dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam memahami laporan keuangan.

Tujuannya adalah menyajikan informasi mengenai realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan serta kinerja keuangan, yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi keputusan/ kebijakan mengenai alokasi sumber daya ekonomi, akuntabilitas dan ketaatan entitas terhadap anggaran.

2. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Landasan hukum penyusunan laporan keuangan sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundangan sebagai berikut :

a. Undang- undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; b. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; c. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; d. Undang- undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

e. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

f. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;

h. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah;

j. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah; k. Peraturan Bupati Klaten Nomor 60 Tahun 2018 tentang Kebijakan

Akuntansi Pemerintah Kabupaten Klaten;

(3)

Bab I Pendahuluan 3 Pemerintah Kabupaten Klaten

3. SISTEMATIKA PENULISAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Sistematika penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan

1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan 1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan 1.3 Sistematika penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan

Bab II Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan Dan Pencapaian Target Kinerja APBD

2.1 Ekonomi Makro 2.2 Kebijakan Keuangan

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja Bab III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan Bab IV Kebijakan Akuntansi

4.1 Entitas Pelaporan Keuangan Daerah

4.2 Basis Akuntansi yang mendasari Penyusunan Laporan Keuangan 4.3 Basis Pengukuran yang mendasari penyusunan Laporan Keuangan Bab V Penjelasan pos-pos Laporan Keuangan

5.1

Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos laporan keuangan

5.1.1

Penjelasan pos-pos Laporan Realisasi Anggaran

5.1.2

Penjelasan pos-pos Laporan Operasional

5.1.3

Penjelasan pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas

5.1.4

Penjelasan pos-pos Neraca

Bab VI. Penjelasan atas Informasi- informasi Non Keuangan Bab VI Penutup

(4)

Bab II Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi 4

BAB II

INFORMASI UMUM TENTANG ENTITAS PELAPORAN DAN ENTITAS AKUNTANSI

(5)

Bab III Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 5

BAB III

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

1. EKONOMI MAKRO

Jumlah Penduduk Kabupaten Klaten pada Tahun 2019 sejumlah 1.174.986 jiwa dengan luas wilayah 658,22 km2, terdiri dari 26 Kecamatan. Kabupaten Klaten berbatasan di sisi utara dengan Kabupaten Boyolali, sisi timur dengan Kabupaten Sukoharjo, sisi Selatan dengan Gunung Kidul Yogyakarta dan sisi barat dengan Kabupaten Sleman Yogyakarta

Sesuai dengan visi dan misi yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan dan kinerja RSD Bagas Waras Kabupaten Klaten, maka dana RSD dimanfaatkan untuk peningkatan operasional, sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

2. KEBIJAKAN KEUANGAN

Kebijakan Anggaran Belanja Daerah

2.2.1 Kebijakan Anggaran Pendapatan Daerah

Kebijakan di bidang pendapatan daerah diarahkan pada:

a. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya. b. Efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah

c. Menekan tingkat kebocoran

d. Peningkatan peran serta masyarakat

e. Peningkatan pendapatan asli daerah melalui peran Perusda dan BUMD. 2.2.2 Kebijakan Anggaran Belanja Daerah

Belanja Daerah tahun 2019 diarahkan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di RSD Bagas Waras Kabupaten Klaten bagi masyarakat Kabupaten Klaten pada khususnya dan masyarakat secara umum.

Kebijakan Belanja Daerah meliputi:

a. Peningkatan belanja publik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Klaten sesuai DPA tahun 2019 yaitu: Peningkatan Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Kesehatan, Perbaikan

(6)

Bab III Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 6 dan Peningkatan Gizi Keluarga, Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin, Peningkatan Derajat Kesehatan masyarakat dan Penunjang Operasional Pelayanan Kesehatan.

b. Peningkatan belanja aparatur dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan perbaikan kesejahteraan bagi pegawai diantaranya Tambahan Penghasilan berdasarkan beban kerja, penerimaan THR, penerimaan kenaikan tunjangan jabatan baik struktural maupun fungsional dan penerimaan gaji ke 13.

3. INDIKATOR PENCAPAIAN TARGET KINERJA

Sebagaimana kita ketahui bahwa penyusunan DPA tahun 2019 mengacu pada Penyusunan Anggaran berbasis kinerja yaitu dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk tingkat efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut.

Dalam menyusun anggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, standar biaya, dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan, tingkat kegiatan yang direncanakan, dan standar biaya yang ditetapkan pada permulaan siklus tahunan.

(7)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 7

BAB IV

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

Secara garis besar Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja RSD Bagas Waras tahun 2019 adalah sebagai berikut :

a. Realisasi Pendapatan Rp 54.069.353.850,44

b. Realisasi Belanja Rp 51.993.627.101,68

Surplus / (Defisit) (sisa/kurang lebih tahun berjalan) Rp2.075.726.748,76 c. Realisasi Pembiayaan

- Penerimaan Rp 3.599.095.276,52

- Pengeluaran Rp

-Pembiayaan Netto Rp 3.599.095.276,52

d. Sisa Lebih Perhitungan Tahun Berjalan Rp5.674.822.025,28

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja RSUD Bagas Waras Tahun Anggaran 2019 secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

1. Realisasi Pendapatan

- Dianggarkan sebesar Rp 56.593.193.000,00

- Realisasi Rp 54.069.353.850,44

Kurang dari anggaran sebesar Rp (2.523.839.149,56)

Atau kurang sebesar -4,46%

Realisasi pendapatan RSD Bagas Waras terdiri atas pendapatan dari alokasi APBD dan Pendapatan yang bersumber dari Pelayanan RSD Bagas Waras, dengan perincian sebagai berikut :

a. Pendapatan dari alokasi APBD, yang merupakan pendapatan yang bersumber atas APBD RSD Bagas Waras kabupaten Klaten Tahun 2019.

- Dianggarkan sebesar Rp 16.593.193.000,00

- Realisasi Rp 14.929.141.463,00

Kurang dari anggaran sebesar Rp (1.664.051.537,00)

Atau kurang sebesar -10,03%

Pendapatan dari alokasi APBD sebesar Rp. 14.929.141.463,- digunakan untuk belanja operasi dan belanja modal selama tahun anggaran 2019. Belanja operasi senilai Rp. 13.033.666.463,- dialokasikan atas belanja pegawai yaitu untuk pembayaran gaji dan tunjangan karyawan PNS di lingkungan RSD Bagas Waras sebesar Rp. 6.692.794.242,- dengan rincian sebagai berikut :

(8)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 8

Jumlah (Rp.)

1 Belanja Gaji Pokok PNS/ Uang Representasi 4.514.548.800,00

2 Belanja Tunjangan Keluarga 416.616.944,00

3 Belanja Tunjangan Jabatan 118.600.000,00

4 Belanja Tunjangan Fungsional 459.655.000,00

5 Belanja Tunjangan Fungsional Umum 27.285.000,00

6 Belanja Tunjangan Beras 230.150.760,00

7 Belanja Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus 4.595.603,00

8 Belanja Pembulatan Gaji 67.929,00

9 Belanja Iuran Jaminan Kesehatan 123.738.416,00

10 Belanja Iuran Asuransi Ketenagakerjaan 36.160.790,00 11 Belanja Tambahan Penghasilan Berdasarkan Beban Kerja 721.175.000,00

12 Belanja Uang Lembur PNS 2.500.000,00

13 Belanja Uang Lembur Non PNS 2.500.000,00

14 Belanja Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan. 17.800.000,00 15 Belanja Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen. 11.000.000,00 16 Belanja Honorarium Pejabat Pengadaan Barang Dan Jasa.700.000,00 17 Belanja Honorarium Tim Pemeriksa Barang dan Jasa. 5.700.000,00

Total 6.692.794.242,00 Uraian

No.

Rincian Pe ndapatan dari Alokasi APBD yang digunakan untuk be lanja Pe gawai

dan belanja barang dan jasa senilai Rp. 6.340.872.221,- digunakan untuk belanja ATK, belanja bahan obat-obatan, penggandaan, jilid, makanan dan minuman harian pegawai, makanan dan minuman rapat, perjalanan dinas dalam daerah, perjalanan dinas luar daerah, pembayaran jasa konsultasi pengembangan, pembayaran honorarium tenaga ahli/narasumber/instruktur dan jasa pihak ketiga non konsultansi dengan rincian sebagai berikut :

(9)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 9

Jumlah (Rp.)

1 Belanja Alat Tulis Kantor 8.498.750,00

2 Belanja Bahan obat-obatan 4.718.351.315,00

3 Belanja Penggandaan 20.075.100,00

4 Belanja Jilid 750.000,00

5 Belanja Makanan dan Minuman Harian Pegawai 2.500.000,00

6 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 17.470.000,00

7 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah 6.000.000,00

8 Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah 39.594.990,00

9 Belanja Jasa Konsultansi Pengembangan 10.000.000,00

10 Belanja Honorarium Tenaga Ahli/Narasumber/Instruktur3.500.000,00

11 Jasa Pihak Ketiga Non Konsultansi 1.514.132.066,00

TOTAL 6.340.872.221,00

Uraian No.

Rincian Pe ndapatan dari Alokasi APBD yang digunakan untuk be lanja Barang dan Jasa

Sedangkan pendapatan atas alokasi APBD senilai Rp.1.895.475.000,- dialokasikan untuk belanja modal peralatan dan mesin Rp. 1.885.475.000,- dan belanja Modal Aset Tetap Lainnya senilai Rp.10.000.000,- yang disajikan dalam tabel berikut ini:

Jumlah (Rp.) Be lanja Modal Pe ralatan dan Me sin 1.885.475.000,00

1 Pengadaan Alat Kantor Lainnya 1.815.000.000,00

2 Pengadaan Peralatan Personal Komputer 26.815.000,00

3 Pengadaan Peralatan Jaringan 43.660.000,00

Be lanja Modal Ase t Te tap Lainnya 10.000.000,00

1 Pengadaan Barang-Barang Perpustakaan

Berkas Komputer (Computer Files) 10.000.000,00

Uraian No.

Rincian Pe ndapatan dari Alokasi APBD yang digunakan untuk Be lanja Modal

b. Lain-lain PAD yang Sah, yang merupakan pendapatan atas Jasa Layanan Kesehatan Rumah Sakit Daerah.

- Dianggarkan sebesar

Rp

40.000.000.000,00

- Realisasi

Rp

39.140.212.387,44

Kurang dari anggaran sebesar

Rp

(859.787.612,56)

Atau kurang sebesar

-2,15%

(10)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 10 layanan umum, pendapatan hasil kerja sama dan pendapatan lain-lain BLUD yang sah dengan rincian sebagai berikut :

Jumlah (Rp.)

1 Pendapatan Jasa Layanan Umum 38.397.973.715,00

2 Pendapatan Hasil Kerja Sama 237.409.357,00

3 Pendapatan lain-lain BLUD yang sah 504.829.315,44

TOTAL 39.140.212.387,44 Uraian

No.

Rincian Lain - lain PAD yang Sah

Pendapatan jasa layanan merupakan pendapatan atas penerimaan pasien umum, pemeriksaan haji, klaim BPJS, jampersal, klaim BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, Jamkesmas, dan pendapatan atas klaim rujukan MSCT RS Soejarwadi. Pendapatan hasil kerja sama merupakan pendapatan atas hasil kerja sama Laboratorium, sewa lahan usaha kepada Koperasi Bagas Waras Sejatera, Sewa Ruang ATM dengan bank Jateng, Bank BNI dan Bank Mandiri dan sewa ruangan koperasi. Sedangkan Pendapatan lain-lain BLUD yang sah merupakan pendapatan atas bunga bank atas rekening giro di rekening Bank Jateng, deposito di Bank Jateng dan tabungan bisnis di Bank Mandiri, pendapatan atas praktek/ magang, pendapatan atas pinalti pengembalian gaji karyawan, retur obat, pendapatan kaji banding dari instansi lain, pendapatan sewa ruangan aula dan pendapatan lain-lain.

2. Realisasi Belanja

- Dianggarkan sebesar

Rp

60.192.288.276,52

- Realisasi

Rp

51.993.627.101,68

Kurang dari anggaran sebesar

Rp

(8.198.661.174,84)

Atau lebih kecil

13,62%

Dengan perincian sebagai berikut :

a. Belanja Operasi:

- Dianggarkan sebesar Rp 55.158.192.776,52

- Realisasi Rp 49.398.539.459,68

Kurang dari anggaran sebesar Rp (5.759.653.316,84)

Atau lebih kecil 10,44%

Belanja ini meliputi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa dengan perincian sebagai berikut ini:

(11)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 11 1) Belanja Pegawai

- Dianggarkan sebesar Rp 15.782.424.000,00

- Realisasi Rp 14.684.697.341,00

Kurang dari anggaran sebesar Rp (1.097.726.659,00)

Atau lebih kecil 6,96%

Belanja ini merupakan belanja gaji, tambahan penghasilan dan tunjangan pegawai PNS Honor Pegawai Non PNS, Honor Lembur PNS dan Non PNS, Honor Panitia Pelaksana Kegiatan, honor Pejabat Pembuat Komitmen, honor Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa, Honor Pejabat Pemeriksa Barang dan Jasa di RSD Bagas Waras tahun 2019 dengan perincian sebagai berikut :

Jumlah (Rp.)

1 Belanja Gaji Pokok PNS/ Uang Representasi 4.514.548.800,00

2 Belanja Tunjangan Keluarga 416.616.944,00

3 Belanja Tunjangan Jabatan 118.600.000,00

4 Belanja Tunjangan Fungsional 459.655.000,00

5 Belanja Tunjangan Fungsional Umum 27.285.000,00

6 Belanja Tunjangan Beras 230.150.760,00

7 Belanja Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus 4.595.603,00

8 Belanja Pembulatan Gaji 67.929,00

9 Belanja Iuran Jaminan Kesehatan 123.738.416,00 10 Belanja Iuran Asuransi Ketenagakerjaan 36.160.790,00 11 Belanja Tambahan Penghasilan Berdasarkan Beban Kerja 721.175.000,00

12 Belanja Uang Lembur PNS 5.125.000,00

13 Belanja Uang Lembur Non PNS 42.050.000,00

14 Belanja Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan. 95.700.000,00 15 Belanja Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen. 17.000.000,00 16 Belanja Honorarium Pejabat Pengadaan Barang Dan Jasa. 19.300.000,00 17 Belanja Honorarium Tim Pemeriksa Barang dan Jasa. 13.800.000,00 18 Belanja Honorarorium Pejabat Pemeriksa Barang dan Jasa. 6.150.000,00 19 Belanja Honorarium Pegawai Honorer/Tidak Tetap. 7.832.978.099,00

Total 14.684.697.341,00

Uraian No.

Belanja Pegawai

2) Belanja Barang dan Jasa

- Dianggarkan sebesar Rp 39.375.768.776,52

- Realisasi Rp 34.713.842.118,68

Kurang dari anggaran sebesar Rp (4.661.926.657,84)

Atau lebih kecil 11,84%

Belanja barang dan jasa senilai Rp. 34.713.842.118,68,- digunakan untuk belanja barang dan jasa RSD Bagas Waras selama tahun anggaran 2019 yaitu untuk belanja ATK, belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya, belanja perlatan kebersihan dan bahan pembersih,belanja

(12)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 12 bahan bakar minyak / gas, belanja hadiah, belanja dekorasi dan dokumentasi, belanja linen, belanja bahan obat-obatan, belanja persediaan makanan pokok, belanja bahan pengumuman/ promosi, belanja telepon, belanja listrik, belanja air, belanja surat kabar/majalah, belanja kawat/ faksimili/ internet, belanja sertifikasi, belanja jasa transaksi keuangan, belanja jasa medis, belanja premi asuransi kesehatan, belanja jasa service, belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas, belanja pajak kendaraan bermotor, belanja cetak, belanja penggandaan, belanja jilid, belanja sewa meja kursi, belanja sewa computer dan printer, belanja sewa tenda, belanja sewa sound system, belanja makanan dan minuman harian pegawai, belanja makanan dan minuman rapat, belanja makanan dan minuman tamu, belanja pakaian dinas harian, belanja pakaian olahraga, belanja perjalanan dinas dalam daerah, belanja perjalanan dinas luar daerah, belanja pemeliharaan, belanja jasa konsultansi, belanja bimbingan teknis, belanja honorarium tenaga ahli/narasumber/instruktut dan belanja jasa pihak ketiga non konsultansi. Rincian atas belanja barang dan jasa dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

Jumlah (Rp.)

1 Belanja Alat Tulis Kantor 398.206.850,00

2 Belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya 6.653.400,00 3 Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih 724.531.096,00 4 Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas 631.995.213,00

5 Belanja Hadiah 47.500.000,00

6 Belanja Dekorasi dan Dokumentasi 7.000.000,00

7 Belanja Linen 89.480.776,00

8 Belanja Bahan obat-obatan 8.605.375.704,00

9 Belanja Persediaan Makanan Pokok 950.546.675,00 10 Belanja Bahan Pengumuman / Promosi 207.350.500,00

11 Belanja Telepon 87.394.544,00

12 Belanja Air 180.216.050,00

13 Belanja Listrik 1.268.892.850,00

14 Belanja Surat Kabar/Majalah 5.820.000,00

15 Belanja Kawat/Faksimili/Internet 75.724.814,00

Uraian No.

(13)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 13

Jumlah (Rp.)

16 Belanja Sertifikasi 1.400.000,00

17 Belanja Jasa Transaksi Keuangan 678.667,68

18 Belanja Jasa Medis 11.595.990.500,00

19 Belanja Premi Asuransi Kesehatan 99.902.000,00

20 Belanja Jasa Service 35.745.947,00

21 Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas dan pelumas 2.456.000,00 22 Belanja Pajak Kendaraan Bermotor 9.209.200,00

23 Belanja Cetak 328.728.400,00

24 Belanja Penggandaan 38.374.380,00

25 Belanja Jilid 750.000,00

26 Belanja Sewa Meja Kursi 5.162.500,00

27 Belanja Sewa Komputer dan Printer 97.308.000,00

28 Belanja Sewa Tenda 17.000.000,00

29 Belanja Sewa Sound System 1.800.000,00

30 Belanja Makanan dan Minuman Harian Pegawai 316.898.400,00 31 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 267.262.900,00 32 Belanja Makanan dan Minuman Tamu 39.718.800,00 33 Belanja Pakaian Dinas Harian (PDH) 36.000.000,00

34 Belanja Pakaian Olahraga 52.500.000,00

35 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah 32.745.000,00 36 Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah 179.429.506,00 37 Belanja Pemeliharaan Tanah Untuk Bangunan Bukan Gedung 93.724.749,00 38 Belanja Pemeliharaan Alat Kantor 227.725.100,00 39 Belanja Pemeliharaan Komputer 48.625.500,00 40 Belanja Pemeliharaan Meja dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat 9.755.000,00 41 Belanja Pemeliharaan Alat Kesehatan 568.746.489,00 42 Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung Tempat Kerja 399.652.600,00 43 Belanja Pemeliharaan Instalasi Air Kotor 26.730.150,00 44 Belanja Pemeliharaan Jaringan Air Minum 34.355.945,00 45 Belanja Pemeliharaan Jaringan Listrik 48.865.777,00 46 Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan 22.450.000,00 47 Belanja Jasa Konsultansi Pengembangan 10.000.000,00

48 Belanja Bimbingan Teknis 368.815.111,00

49 Belanja Honorarium Tenaga Ahli/Narasumber/Instruktur 5.500.000,00 50 Jasa Pihak Ketiga Non Konsultansi 6.403.147.025,00

Total 34.713.842.118,68 Uraian

No.

(14)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 14

b. Belanja Modal

- Dianggarkan sebesar Rp 5.034.095.500,00

- Realisasi Rp 2.595.087.642,00

Kurang dari anggaran sebesar Rp (2.439.007.858,00)

Atau lebih kecil 48,45%

Belanja ini meliputi :

1) Belanja Modal Peralatan dan Mesin

- Dianggarkan sebesar

Rp

5.018.003.500,00

- Realisasi

Rp

2.583.137.642,00

Kurang dari anggaran sebesar

Rp

(2.434.865.858,00)

Atau lebih kecil

48,52%

Rincian atas belanja modal peralatan dan mesin dapat dilihat dalam tabel rincian berikut ini :

Jumlah (Rp.)

1 Pengadaan Mesin Bor 330.000,00

2 Pengadaan Perkakas Bengkel Kerja 79.310.000,00

3 Pengadaan Alat Ukur Lainnya 1.705.000,00

4 Pengadaan Mesin Hitung/Jumlah 33.250.000,00

5

Pengadaan Alat Penyimpanan Perlengkapan

Kantor 32.175.000,00

6 Pengadaan Alat Kantor Lainnya 1.933.800.000,00

7 Pengadaan Meubelair 102.012.500,00

8 Pengadaan Alat Pendingin 29.040.000,00

9 Pengadaan Peralatan Personal Komputer 34.165.000,00

10 Pengadaan Peralatan Jaringan 43.660.000,00

11 Pengadaan Alat Kedokteran Umum 129.589.398,00

12 Pengadaan Alat Kedokteran Gigi 1.470.744,00 13 Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Bedah 122.370.000,00 14 Pengadaan Alat Kedokteran Radiologi 40.260.000,00

TOTAL 2.583.137.642,00 Uraian

No.

Belanja Modal Peralatan dan Mesin

2) Belanja Modal Aset Tetap Lainnya

- Dianggarkan sebesar

Rp

16.092.000,00

- Realisasi

Rp

11.950.000,00

Kurang dari anggaran sebesar

Rp

(4.142.000,00)

Atau lebih kecil

25,74%

Belanja modal aset tetap lainnya dipergunakan untuk pengadaan buku ilmu pengetahuan umum dan pengadaan barang-barang perpustakaan berkas (computer files).

(15)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 15

BAB V

KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1

ENTITAS AKUNTANSI KEUANGAN SKPD

Menurut Peraturan Bupati Nomor 60 tahun 2018 tentang Kebijakan Akuntansi, entitas di pemerintah daerah terdiri atas Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi. Entitas Pelaporan adalah pemerintah daerah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggung-jawaban berupa laporan keuangan Pemda. Entitas Akuntansi adalah satuan kerja penguna anggaran/pengguna barang dan PPKD dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Termasuk ke dalam entitas akuntansi adalah SKPD dan PPKD. Entitas akuntansi dianggap sebagai unit yang mandiri dan mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan keuangan sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit pemerintahan dalam pelaporan keuangan

4.2

BASIS AKUNTANSI YANG MENDASARI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah daerah adalah basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam neraca, pengakuan pendapatan-LO dan beban dalam laporan operasional. Dalam hal peraturan perundangan mewajibkan disajikannya laporan keuangan dengan basis kas maka entitas pemerintah daerah wajib menyampaikan laporan demikian

Basis akrual untuk LO berarti pendapatan diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya ekonomi, dan beban diakui pada saat timbulnya kewajiban atau terjadinya konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasarkan basis kas maka LRA disusun berdasarkan basis kas berarti pendapatan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima oleh kas daerah atau entitas pelaporan, serta belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari kas daerah. Pemerintah daerah tidak menggunakan istilah laba, melainkan menggunakan sisa perhitungan anggaran (lebih/kurang) untuk setiap tahun anggaran. Sisa perhitungan anggaran tergantung pada selisih realisasi pendapatan dan pembiayaan penerimaan dengan belanja dan pembiayaan

(16)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 16 pengeluaran.

Basis akrual untuk neraca berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah daerah, bukan pada saat kas diterima atau dibayar oleh kas daerah.

4.3

BASIS PENGUKURAN YANG MENDASARI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan menggunakan nilai perolehan historis. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal yaitu sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban atau nilai sekarang dari jumlah kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.

Kriteria pengakuan pada umumnya didasarkan pada nilai uang akibat peristiwa atau kejadian yang dapat diandalkan pengukurannya. Namun ada kalanya pengakuan didasarkan pada hasil estimasi yang layak. Apabila pengukuran berdasarkan biaya dan estimasi yang layak tidak mungkin dilakukan, maka pengakuan transaksi demikian cukup diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan.

Penundaan pengakuan suatu pos atau peristiwa dapat terjadi apabila kriteria pengakuan baru terpenuhi setelah terjadi atau tidak terjadi peristiwa atau keadaan lain di masa mendatang.

4.4

PENERAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI BERKAITAN DENGAN KETENTUAN YANG ADA DALAM STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PADA SKPD

Kebijakan akuntansi dalam penyusunan Laporan Keuangan RSD Bagas Waras Kabupaten Klaten sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 60 tahun 2018. Kebijakan akuntansi ini berlaku untuk entitas pelaporan dan entitas akuntansi dalam menyusun laporan keuangan. Entitas pelaporan adalah Pemerintah Daerah yang bersangkutan, sedangkan entitas akuntansi yaitu SKPD dan PPKD dalam lingkup Pemerintah Daerah,

(17)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 17 tidak termasuk perusahaan daerah.

(18)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 18

BAB V

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

1.

PENJELASAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran ( LRA ) menggambarkan perhitungan realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan untuk mengetahui Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) selama satu periode pelaporan atau satu tahun anggaran. Perhitungan dimulai dari penentuan surplus (defisit) anggaran, yaitu jumlah realisasi pendapatan dikurangi realisasi belanja. Selanjutnya dilakukan perhitungan pembiayaan netto yaitu jumlah realisasi penerimaan pembiayaan dikurangi jumlah pengeluaran pembiayaan. SiLPA/SiKPA dihitung dengan cara menambahkan surplus (defisit) dengan pembiayaan netto. Jika diperoleh nilai positif, maka merupakan SiLPA dan sebaliknya merupakan SiKPA.

Perhitungan SiLPA/SiKPA atas realisasi RSD Bagas Waras TA 2019 dibanding anggarannya dan realisasi TA 2018 adalah sebagai berikut:

TA 2018

Anggaran Re alisasi Rasio Re alisasi

Rp Rp % Rp a Pendapatan 56.593.193.000,00 54.069.353.850,44 95,54 45.150.566.709,42 b Belanja 60.192.288.276,52 51.993.627.101,68 86,38 48.142.720.013,88 c Surplus / Defisit (3.599.095.276,52) 2.075.726.748,76 (57,67) (2.992.153.304,46) b Penerimaan Pembiayaan 3.599.095.276,52 3.599.095.276,52 100,00 6.591.248.580,98 c Pengeluaran Pembiayaan - - - - d Pembiayaan Netto 3.599.095.276,52 3.599.095.276,52 100,00 6.591.248.580,98 SiLPA ………. 0,00 5.674.822.025,28 0,00 3.599.095.276,52

Laporan Realisasi Anggaran TA 2019

a. PENJELASAN POS-POS PENDAPATAN

Pendapatan RSD Bagas Waras merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meliputi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang sah yang merupakan Pendapatan RSD Bagas Waras yang bersumber dari Kegiatan Operasional RSD Bagas Waras yang terbagi atas Pendapatan Jasa Layanan Umum BLUD, Pendapatan Hasil Kerjasama BLUD dan Pendapatan Lain-Lain BLUD.

Anggaran dan realisasi Pendapatan dalam Tahun Anggaran 2019, sebagai berikut:

(19)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 19 TA 2018

Anggaran Realisasi Rasio Realisasi

Rp Rp % Rp

a Pendapatan Jasa Layanan dari

Masyarakat 38.807.000.000,00 38.397.973.715,00 98,95 28.151.180.531,00 b Pendapatan Hasil Kerja Sama 840.000.000,00 237.409.357,00 28,26 461.573.701,00

c Pendaptan Usaha Lainnya 353.000.000,00 504.829.315,44 143,01 665.813.404,42

d Pendapatan APBD/APBN -LRA 16.593.193.000,00 14.929.141.463,00 89,97 15.871.999.073,00

Jumlah ………. 56.593.193.000,00 54.069.353.850,44 95,54 45.150.566.709,42 Pendapatan Asli Daerah (PAD) :

TA 2019

Pendapatan Jasa Layanan dari masyarakat merupakan pendapatan yang bersumber dari pasien umum, BPJS Kesehatan, Jamkesmas, Jasa raharja, RSJD Soejadwadi, BPJS Tenaga Kerja, dan Jampersal. Pendapatan Hasil Kerja Sama merupakan pendapatan atas kerja sama Laboratorium, Parkir, Sewa Ruang Usaha dan Sewa Ruang ATM. Sedangan Pendapatan Usaha lainnya atau lain-lain pendapatan BLUD yang sah merupakan pendapatan deposito, jasa giro, pendapatan atas praktek/magang, pendapatan atas pengembalian gaji karyawan, retur obat, kaji banding dan lain-lain. Rincian atas pendapatan ini dapat dilihat di Lampiran 1.

Pendapatan dari alokasi APBD merupakan pendapatan atas belanja yang bersumber dari dana APBD selama tahun anggaran 2019. Pendapatan ini dialokasikan untuk belanja operasi yang terdiri atas belanja pegawai dan belanja barang dan jasa dan Belanja modal yang terdiri atas belanja modal peralatan dan mesin, dan belanja modal aset tetap lainnya. Rincian atas pendapatan tersebut dapat dilihat di Lampiran 2.

b. PENJELASAN POS – POS BELANJA

Belanja RSD Bagas Waras terdiri atas Belanja yang bersumber dari APBD Kabupaten Klaten dan bersumber dari Operasional BLUD RSD Bagas Waras. Anggaran dan realisasi TA 2019 dan 2018 masing-masing belanja tersebut adalah sebagai berikut:

TA 2018

Anggaran Re alisasi Rasio Re alisasi

Rp Rp % Rp a. Belanja Operasi…... 55.158.192.776,52 49.398.539.459,68 89,56 42.004.337.161,88 b. Belanja Modal……… 5.034.095.500,00 2.595.087.642,00 51,55 6.138.382.852,00 Jumlah ... 60.192.288.276,52 51.993.627.101,68 86,38 48.142.720.013,88 Belanja : TA 2019

(20)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 20 Rincian dari keseluruhan realisasi belanja adalah sebagai berikut.

1)

Belanja Operasi

TA 2018 Anggaran Re alisasi Rasio Re alisasi

Rp Rp % Rp

1) Belanja Pegawai…… 15.782.424.000,00 14.684.697.341,00 93,04 6.116.970.566,00

2) Belanja Barang & Jasa 39.375.768.776,52 34.713.842.118,68 88,16 35.887.366.595,88

55.158.192.776,52 49.398.539.459,68 89,56 42.004.337.161,88 Belanja Operasi :

TA 2019

Jumlah ...

Belanja pegawai RSD Bagas Waras Tahun Anggaran 2019 merupakan belanja gaji pegawai PNS yang terdiri atas gaji pokok PNS, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan fungsional, tunjangan funsional umum, tunjangan PPh / Tunjangan khusus, Pembulatan Gaji, Iuran Jaminan Kesehatan, Iuran Asuransi Ketenagakerjaan, tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja, Uang lembur PNS dan Non PNS, Honorarium Panitia Pelaksanaan Kegiatan, Honorarium PPKom, Honorarium Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa, Honorarium Tim Pemeriksa Barang dan Jasa, Honorarium Pejabat Pemeriksa Barang dan Jasa, dan Honorarium Pegawai Honorer/Tidak Tetap.

Belanja barang dan jasa senilai Rp. 34.713.842.118,68,- digunakan untuk belanja barang dan jasa RSD Bagas Waras selama tahun anggaran 2019.

Rincian atas belanja operasi dapat dilihat dalam tabel yang di sajikan dalam Lampiran 3 laporan keuangan ini.

2)

Belanja Modal

Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Anggaran dan realisasi Belanja Modal RSD Bagas Waras tahun anggaran 2019 disajikan sebagai berikut:

TA 2018 Anggaran Realisasi Rasio Realisasi

Rp Rp % Rp

1) Belanja Peralatan dan Mesin 5.018.003.500,00 2.583.137.642,00 51,48 1.270.456.218,00

2) Belanja Gedung dan Bangunan 0,00 0,00 0,00 4.794.732.634,00

3) Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 0,00 0,00 0,00 24.494.000,00 4) Belanja Aset Tetap Lainnya 16.092.000,00 11.950.000,00 74,26 48.700.000,00

Jumlah ... 5.034.095.500,00 2.595.087.642,00 51,55 6.138.382.852,00

Belanja Modal :

(21)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 21 Belanja modal peralatan dan mesin senilai Rp. 2.583.137.642,- yang disajikan terperinci sebagai berikut:

Jumlah (Rp.)

1 Pengadaan Mesin Bor 330.000,00

2 Pengadaan Perkakas Bengkel Kerja 79.310.000,00

3 Pengadaan Alat Ukur Lainnya 1.705.000,00

4 Pengadaan Mesin Hitung/Jumlah 33.250.000,00

5 Pengadaan Alat Penyimpanan Perlengkapan Kantor 32.175.000,00

6 Pengadaan Alat Kantor Lainnya 1.933.800.000,00

7 Pengadaan Meubelair 102.012.500,00

8 Pengadaan Alat Pendingin 29.040.000,00

9 Pengadaan Peralatan Personal Komputer 34.165.000,00

10 Pengadaan Peralatan Jaringan 43.660.000,00

11 Pengadaan Alat Kedokteran Umum 129.589.398,00

12 Pengadaan Alat Kedokteran Gigi 1.470.744,00

13 Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Bedah 122.370.000,00 14 Pengadaan Alat Kedokteran Radiologi 40.260.000,00

TOTAL 2.583.137.642,00

Uraian No.

Be lanja Modal Pe ralatan dan Me sin

Rincian atas Belanja Modal Aset Tetap Lainnya senilai Rp. 11.950.000,- adalah sebagai berikut :

Jumlah (Rp.)

1 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya - Pengadaan Buku

Ilmu Pengetahuan Umum 1.950.000,00

2

Belanja Modal Aset Tetap Lainnya - Pengadaan Barang-Barang Perpustakaan Berkas Komputer

(Computer Files) 10.000.000,00

TOTAL 11.950.000,00

Uraian No.

Be lanja Modal Ase t Te tap Lainnya

Pengadaan Buku Ilmu pengetahuan umum tersebut merupakan pengadaan buku ICD-9, ICD-10, Buku akreditasi SNARS edisi 1.1 dan buku instrument survey SNARS Edisi 1.1. Sedangkan untuk barang-barang perpustakaan Berkas Komputer ( computer files) merupakan belanja atas antivirus merk Kaspersky.

c. PENJELASAN SURPLUS (DEFISIT) ANGGARAN

Surplus (defisit ) anggaran merupakan selisih antara pendapatan dengan belanja. Surplus merupakan selisih lebih pendapatan atas belanja dan defisit merupakan selisih kurang pendapatan dan belanja. Pendapatan dan belanja merupakan seluruh pendapatan dan belanja yang telah di ungkapkan pada sub bagian sebelumnya dan di sajikan dalam tabel rekapitulasi sebagai berikut :

(22)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 22

TA 2018 Anggaran Realisasi Rasio Realisasi

Rp Rp % Rp a Pendapatan 56.593.193.000,00 54.069.353.850,44 95,54 45.150.566.709,42 b Belanja 60.192.288.276,52 51.993.627.101,68 86,38 48.142.720.013,88 Surplus / Defisit (3.599.095.276,52) 2.075.726.748,76 - (2.992.153.304,46) Surplus (defisit) Anggaran TA 2019

Selisih antara Realisasi pendapatan dengan belanja Tahun Anggaran 2019 menunjukkan surplus senilai Rp. 2.075.726.748,76 dari anggaran yang menunjukkan defisit senilai Rp. 3.599.095.276,52.

d. PENJELASAN POS – POS PEMBIAYAAN

Pembiayaan adalah setiap penerimaan / pengeluaran yang tidak berpengaruh pada kekayaan bersih entitas yang perlu di bayar kembali dan /atau yang akan di terima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. Anggaran dan realisasi Pembiayaan dalam Tahun Anggaran 2019, sebagai berikut:

TA 2018 Anggaran Realisasi Rasio Realisasi

Rp Rp % Rp

a Penerimaan Pembiayaan 3.599.095.276,52 3.599.095.276,52 100,00 6.591.248.580,98 b Pengeluaran Pembiayaan - - - -

Jumlah ………. 3.599.095.276,52 3.599.095.276,52 100,00 6.591.248.580,98

Pembiayaan TA 2019

Realisasi Penerimaan Pembiayaan RSD Bagas Waras Tahun Anggaran 2019 Sebesar Rp. 3.599.095.276,52 atau 100 % dari anggaran namun turun sebesar Rp.2.992.153.304,46,- atau sebesar 45,39% dari Realisasi Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 6.591.248.580,98. Realisasi Pengeluaran Pembiayaan Tahun 2019 adalah Nihil.

Pembiayaan Netto atau selisih antara Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan menunjukkan nilai positif senilai Rp.3.599.095.276,52 atau 100% dari anggaran senilai Rp.3.599.095.276,52.

e. PENJELASAN POS – POS SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN

Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) menunjukkan lebih atau kurang pembiayaan netto dalam menutup surplus (defisit) anggaran. SiLPA RSD Bagas Waras Tahun 2019 menunjukkan Rp. 5.674.822.025,28. SiLPA merupakan milik RSD Bagas Waras sebagai penambah ekuitas Dana Lancar yang diwujudkan dalam bentuk Kas dan Setara Kas di Rekening Bank dan Kas tunai di bendahara. Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SiLPA) RSD Bagas Waras secara

(23)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 23 ringkas disajikan dalam tabel berikut ini :

TA 2018

Anggaran Realisasi Rasio Realisasi

Rp Rp % Rp a Surplus / Defisit (3.599.095.276,52) 2.075.726.748,76 (57,67) (2.992.153.304,46) b Pembiayaan Netto 3.599.095.276,52 3.599.095.276,52 100,00 6.591.248.580,98 SiLPA (a+b) 0,00 5.674.822.025,28 0,00 3.599.095.276,52 SiLPA TA 2019

2.

PENJELASAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan menyajikan tentang kenaikan dan penurunan ekuitas tahun pelaporan di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Saldo awal merupakan saldo akhir ekuitas atas tahun 2018. Laporan Perubahan Ekuitas dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018

Rp Rp

EKUIT AS AWAL 170.790.405.217,94 180.499.303.034,98

SURPLUS/DEFISIT -LO (11.852.217.872,75) (10.883.487.863,04) DAMPAK KUMULAT IF PERUBAHAN

KEBIJAKAN/KESALAHAN MENDASAR: 1.048.642.622,00 587.295.023,00 Koreksi Nilai Persediaan 3.187.500,00 587.295.023,00 Selisih Revaluasi Aset T etap

Koreksi Ekuitas Lainnya 1.045.455.122,00

EKUITAS AKHIR 161.035.472.589,19 170.790.405.217,94 Laporan Pe rubahan Ekuitas :

2.1 EKUITAS AWAL

Ekuitas Awal yang dimiliki oleh RSD Bagas Waras TA 2019 mengalami

penurunan dibandingkan Ekuitas Awal pada TA 2018 sebesar

Rp.10.296.192.840,04,- atau sebesar 5,70%.

2.2 SURPLUS DEFISIT LO

Surplus defisit LO merupakan selisih lebih / kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan TA 2019. Surplus Defisit – LO TA 2019 mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp.968.730.009,71 dibandingan TA 2018. Surplus (deficit) LO dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Saldo Saldo

2019 2018

KEGIATAN OPERASIONAL

Pendapatan - LO 58.810.022.194,44 51.147.111.442,42

Beban 70.662.240.067,19 61.851.106.033,88

Surplus / Defisit Dari Operasi (11.852.217.872,75) (10.703.994.591,46) KEGIATAN NON OPERASIONAL

Surplus / Defisit Dari Kegiatan Non Operasi - -Surplus / Defisit Sebelum Pos Luar Biasa (11.852.217.872,75) (10.703.994.591,46) Pos Luar Biasa

Surplus / Defisit Dari Pos Luar Biasa - -Surplus / Defisit - LO (11.852.217.872,75) (10.703.994.591,46)

(24)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 24

2.3 DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN/KESALAHAN MENDASAR

Dampak Kumulatif Perubahan kebijakan/Kesalahan Mendasar senilai Rp.1.048.642.622 merupakan jumlah dari koreksi nilai persediaan dan koreksi ekuitas lainnya yang disajikan dalam tabel berikut ini :

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018

Rp Rp

Koreksi Nilai Persediaan 3.187.500,00 587.295.023,00 Selisih Revaluasi Aset T et ap

Koreksi Ekuit as Lainnya 1.045.455.122,00

1.048.642.622,00 587.295.023,00 Dampak Kumul ati f Pe rubahan

Ke bi jakan/Ke sal ahan Me ndasar:

Koreksi nilai Persediaan senilai Rp.3.187.500 merupakan koreksi atas nilai persediaan alat kontrasepsi di tahun 2018 yang belum diakui sebagai persediaan di Laporan Keuangan tahun 2018. Sedangkan Koreksi Ekuitas Lainnya senilai Rp.1.045.455.122 merupakan akumulasi penyusutan atas aset tetap, koreksi atas piutang tahun lalu yang tidak terbayarkan, ekstrakom atas aset tetap, koreksi atas hutang beban tahun lalu yang di bebankan terlalu besar, mutasi masuk atas aset tetap dan koreksi penyusutan aset tetap. Rincian atas Koreksi Ekuitas Lainnya dapat disajikan dalam tabel berikut ini :

No Uraian Jumlah

1 Akumulasi penyusutan aset tetap 1.139.259.012

2 Koreksi atas piutang tahun 2018 yang tidak terbayarkan 251.816.894

3 Ekstakom aset tetap 330.000

4 Koreksi atas hutang beban tahun 2018 yang dibebankan terlalu besar (34.533.400)

5 mutasi masuk aset tetap peralatan dan mesin (12.524.390)

6 mutasi masuk aset tetap gedung dan bangunan (571.211.899)

7 mutasi masuk aset tetap gedung dan bangunan (1.065.255.183)

8 mutasi masuk aset tetap gedung dan bangunan (120.158.721)

9 mutasi masuk aset tetap jalan, irigasi dan jaringan (21.832.629) 10 mutasi masuk aset tetap jalan, irigasi dan jaringan (19.192.866) 11 mutasi masuk aset tetap jalan, irigasi dan jaringan (15.229.240)

Kore ksi Ekuitas Lainnya

2.4 EKUITAS AKHIR

Ekuitas Akhir RSD Bagas Waras TA 2019 terdapat penurunan dibandingkan dengan ekuitas akhir TA 2018 sebesar Rp.9.754.932.628,75 (5,71%).

(25)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 25

3.

PENJELASAN POS-POS NERACA

a. Aset

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah daerah sebagai akibat dari peristiwa masalalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh oleh pemerintah daerah, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Berikut ringkasan atas Aset RSD Bagas Waras TA 2019 :

31 Desember 2019 31 Desember 2018 Tren

Rp Rp % 1) Aset Lancar 24.300.950.975,19 19.041.982.533,94 127,62 2) Aset Tetap 137.717.571.540,00 153.162.253.839,00 89,92 3) Aset Lainnya 277.547.644,00 409.441.604,00 67,79 Jumlah Aset 162.296.070.159,19 172.613.677.976,94 94,02 Aset 1) Aset Lancar

Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset lancar meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, dan persediaan.

a) Kas

Rekening ini menggambarkan saldo Kas dan Setara Kas per 31 Desember 2019 dan 2018 yang dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran, Kas di BLUD, Kas lainnya dan Setara kas pada RSD Bagas Waras dan bendahara Penerimaan, berupa uang tunai, dan rekening giro bank yang seluruhnya merupakan Kas Daerah dengan rincian sebagai berikut:

31 Desember 2019 31 Desember 2018 Tren

Rp Rp %

1) Kas di Bendahara Penerimaan 0 0 0

2) Kas di Bendahara Pengeluaran 0 0 0

3) Kas di BLUD 5.674.822.025,28 3.599.095.276,52 157,67

4) Kas Lainnya 0 0 0

5) Setara Kas 0 0 0

Jumlah 5.674.822.025,28 3.599.095.276,52 0

Kas dan Setara Kas :

Saldo kas di bendahara RSD Bagas Waras meningkat 157,67 % atau senilai Rp.2.075.726.748,76. Saldo Awal Kas atau Saldo Kas pada Tahun 2018 senilai Rp.3.599.095.276,52 berupa saldo kas di bendahara penerimaan, saldo kas di bendahara pengeluaran, kas di Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Jateng dan Deposito di Bank Jateng. Saldo Kas di bendahara RSD Bagas Waras per 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp.5.674.822.025,28. Saldo

(26)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 26 Kas ini terdiri dari penempatan kas bendahara pengeluaran BLUD di kasir, kas di bendahara penerimaan BLUD, dan kas di Bank Jateng dengan Nomor rekening 1009006709 atas nama BLUD RSD Bagas Waras Klaten. Rincian atas Saldo Kas RSD Bagas Waras dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Jumlah

(Rp.)

1 Kas di bendahara penerimaan

5.663.400,00

2 Penempatan Kas bendahara pengeluaran di kasir

6.070.059,00

3 Kas di Bank Jateng

5.663.088.566,00

TOTAL

5.674.822.025,00

Uraian

No.

Rincian Kas RSD Bagas Waras

Terdapat selisih sejumlah Rp, 0,28 rupiah yang merupakan selisih akibat tidak ada pecahan rupiah senilai tersebut. Berita Acara Pemeriksaan kas dan Rekening Koran per 31 Desember 2019 dapat dilihat di Lampiran 4 dan Lampiran 5.

b) Investasi Jangka Pendek

Tidak terdapat Investasi Jangka Pendek di RSD Bagas Waras per tanggal 31 Desember 2019 dan 2018

c) Piutang Pendapatan

Rekening ini menggambarkan hak Pemerintah Daerah atas penerimaan kas, baik yang berasal dari pendapatan yang belum diterima kasnya maupun tagihan lain. Piutang disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value), yaitu selisih antara nilai nominal piutang dengan penyisihan piutang, dengan saldo per 31 Desember 2019 dan 2018 sebagai berikut: 31 Desember 2019 31 Desember 2018 Tren Rp Rp % 1) Piutang Pendapatan ……… 14.674.752.200,00 10.185.900.750,00 144,07 Jumlah 14.674.752.200,00 10.185.900.750,00 144,07 Piutang Daerah :

Rincian piutang terlampir di Lampiran 6 atas Laporan Keuangan ini.

d) Piutang Lainnya

Tidak terdapat penyisihan piutanng lainnya di RSD Bagas Waras per 31 Desember 2019 dan 2018

(27)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 27

e) Penyisihan Piutang

Penyisihan piutang adalah taksiran nilai piutang yang kemungkinan tidak dapat diterima pembayarannya dimasa akan datang dari seseorang dan / atau koperasi dan/atau entitas lain. Penyisihan piutang RSD Bagas Waras 2019 naik Rp.37.343.534,-

31 Desember 2019 31 Desember 2018 Tren

Rp Rp %

1) Penyisihan Piutang (95.142.501,00) (57.798.967,00) 164,61

Jumlah (95.142.501,00) (57.798.967,00) 164,61 Penyisihan Piutang :

f) Piutang di Bayar di Muka g) Persediaan

2) Aset Tetap 3) Aset Lainnya

3.1.1. PIUTANG

3.1.2. PERSEDIAAN

Nilai seluruh persediaan RSD Bagas Waras pada 31 Desember 2019 sejumlah Rp.4.046.519.250,91,-. Nilai Persediaan tersebut terdiri atas persediaan Alat Tulis Kantor, persediaan dokumen / administrasi tender, persediaan alat listik dan elektronik, peralatan kebersihan dan bahan pembersih, persediaan bahan lainnya/Cetakan, persediaan makanan pokok, persediaan suku cadang sarana mobilitas, persediaan obat-obatan, persediaan alat kontrasepsi, persediaan bahan kimia, dan persediaan obat-obatan lainnya. Nilai persediaan per 31 Desember 2019 dan 2018 sebagai berikut:

(28)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 28

31-De s-19 31-De s-18

(Rp) (Rp)

1. Alat Tulis Kantor 20.478.535,00 22.583.400,00

2. Dokumen / Administrasi Tender 9.018.900,00 0,00

3. Alat Listrik dan Elektronik

(Lampu Pijar, Batery) 842.600,00 0,00

4. peralatan kebersihan dan bahan

pembersih 350.570.132,00

5. Bahan Lainnya / Cetakan 36.453.065,00 26.224.950,00

6. Bahan Makanan Pokok 128.704.650,00 0,00

7. Suku Cadang Sarana Mobilitas 5.929.605,00 0,00

8. Persediaan Bahan Obat-obatan 3.459.662.055,91 5.265.635.224,42

9. Alat Kontrasepsi 8.891.462,00 341.900,00

10. Bahan Kimia 3.774.264,00 0,00

11. Persediaan Bahan Obat-obatan

lainnya 22.193.982,00

Jumlah………. 4.046.519.250,91 5.314.785.474,42 Pe rse diaan

5.3.1.1

INVESTASI JANGKA PANJANG

Saldo Investasi Jangka Panjang per 31 Desember 2019 dan 2018 adalah Rp. 0,-. RSD Bagas Waras Tidak memiliki investasi jangka panjang.

Investasi Jangka Panjang :

31 Desember 2019 31 Desember 2018 Tren Rp Rp % a. Investasi Nonpermanen ……… 0,00 0,00 0,00 b. Investasi Permanen ……….. 0,00 0,00 0,00 Jumlah ...………... 00,00 00,00 0,00

5.3.1.2

ASET TETAP

Nilai Aset Tetap milik Pemerintah RSD Bagas Waras per 31 Desember 2019 sejumlah Rp. 157.500.117.759,00 yang dirinci menurut jenisnya. Penjelasan lebih lanjut Aset tetap adalah sebagai berikut:

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018 Tre n

Rp Rp %

a. T anah ………... 615.080.000,00 615.080.000,00 100,00 b. Peralatan dan Mesin ………... 93.627.954.428,00 91.104.921.046,00 102,77 c. Gedung dan Bangunan ……... 110.757.905.951,00 108.924.905.114,00 101,68 d. Jalan, Irigasi dan Jaringan …... 1.055.855.796,00 366.423.635,00 288,15 e. Aset T etap Lainnya …………... 54.488.300,00 52.538.300,00 103,71 f. Konst ruksi Dalam Pengerjaan ... 45.500.000,00 45.500.000,00 100,00 g. Akumulasi Penyusutan ………….. (68.439.212.935,00) (47.947.114.256,00) 142,74 Juml ah... 137.717.571.540,00 153.162.253.839,00 89,92 ASET TETAP :

(29)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 29 Aset tetap tanah pada tahun anggaran 2019 tidak bertambah karena tidak ada pembelian, hibah ataupun mutasi masuk dari OPD lain. Aset tetap peralatan dan mesin bertambah senilai Rp.2.523.033.382,00,- dari tahun 2018. Aset Tetap Peralatan dan Mesin bertambah atas pembelian senilai Rp. 2.583.137.642 dan mutasi masuk senilai Rp. 12.524.390 dan berkurang atas mutasi keluar Rp.72.628.650. Aset tetap gedung dan bangunan bertambah senilai Rp. 1.833.000.837,00 atas mutasi masuk dari OPD lainnya. Aset tetap Jalan Irigasi dan Jaringan bertambah senilai Rp. 689.432.161,00 atas mutasii masuk dari OPD lainnya. Aset tetap lainnya bertambah senilai Rp. 1.950.000,00 yang berasal dari pembelian senilai Rp. 11.950.000,00,- dan berkurang atas mutasi keluar aset senilai Rp.10.000.000,00,- dan aset tetap konstruksi dalam pengerjaan tidak ada penambahan karena pembelian ataupun mutasi dari OPD lainnya.

Rincian atas aset tetap dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Jumlah (Rp.)

1 Tanah untuk bangunan tempat kerja / jasa 615.080.000,00

TOTAL 615.080.000,00 Uraian

No.

Rincian Aset Tetap Bangunan dan Gedung

Jumlah (Rp.)

1 Alat-alat Bantu 82.050.000,00

2 Alat Angkutan Darat Bermotor 2.791.831.489,00 3 Alat Angkutan Darat Tak Bermotor 178.289.059,00 4 Alat Bengkel Bermesin 3.300.000,00 5 Alat Bengkel Tak Bermesin 139.110.260,00

6 Alat Ukur 14.651.553,00

7 Alat Kantor 3.203.623.373,00

8 Alat Rumah Tangga 4.021.224.279,00

9 Komputer 3.352.691.181,00

10 Meja Dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat 29.622.364,00

11 Alat Studio 123.079.611,00 12 Alat Komunikasi 35.004.409,00 13 Peralatan Pemancar 4.955.000,00 14 Alat Kedokteran 76.619.823.142,00 15 Alat Kesehatan 807.736.033,00 16 Unit-Unit Laboratorium 1.832.036.861,00

17 Alat Peraga/Praktek Sekolah 19.522.063,00 18 Radiation Aplication and Non Destructive Testing Laboratory

(BATAM) 216.726.616,00

19 Alat Keamanan dan Perlindungan 152.677.135,00

TOTAL 93.627.954.428,00 Uraian

No.

(30)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 30

Jumlah (Rp.)

1 Bangunan Gedung Kantor 3.982.318.545,00

2 Bangunan Kesehatan 104.271.161.074,00

3 Bangunan Gedung Tempat Ibadah 399.566.520,00

4 Bangunan Gedung Pertokoan/Koperasi/Pasar 138.362.360,00

5 Bangunan Gedung Untuk Pos Jaga 39.148.452,00

6 Bangunan Gedung Garasi/Pool 717.660.483,00

7 Bangunan Kandang Hewan/Ternak 334.428.228,00

8 Bangunan Gedung Tempat Kerja Lainnya 777.790.289,00

9 Tugu Peringatan Lainnya 97.470.000,00

TOTAL 110.757.905.951,00 Uraian

No.

Rincian Aset Tetap Bangunan dan Gedung

Jumlah (Rp.)

1 Jalan Khusus 341.929.635,00

2 Bangunan Pengambilan Pengembangan Sumber Air 182.784.800,00

3 Bangunan Pelengkap Air Bersih/Air Baku 214.245.948,00 4 Bangunan Pembuangan Air Kotor 292.401.413,00

5 Instalasi Pengaman Penangkal Petir 24.494.000,00

TOTAL 1.055.855.796,00 Uraian

No.

Rincian Aset Tetap Jalan, Irigasi dan Jaringan

Jumlah (Rp.)

1 Buku Umum 562.410,00

2 Buku Ilmu Sosial 827.183,00

3 Buku Ilmu Pengetahuan Praktis 4.108.707,00

4 Barang-Barang Perpustakaan Berkas Komputer (Computer Files) 48.700.000,00

5 Barang Bercorak Kebudayaan-Lukisan 290.000,00

TOTAL 54.488.300,00 Uraian

No.

Rincian Aset Tetap Lainnya

Jumlah (Rp.)

1 Konstruksi Dalam Pengerjaan Bangunan Gedung Tempat Kerja Lainnya 45.500.000,00

TOTAL 45.500.000,00 Uraian

No.

Rincian Aset Tetap Konstruksi dalam Pengerjaan

Akumulasi Penyusutan

Nilai akumulasi penyusutan adalah nilai penyusutan aset tetap di RSD Bagas Waras. Nilai Akumulasi Penyusutan per 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut.

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018 Tre n

Rp Rp %

68.439.212.935,00 47.947.114.256,00 142,74

Juml ah... 68.439.212.935,00 47.947.114.256,00 142,7389615

(31)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 31 Rincian atas akumulasi penyusutan tersebut diatas adalah sebagai berikut :

Jumlah (Rp.)

1 Akumulasi Penyusutan Alat-alat Bantu (5.139.286,00)

2 Akumulasi Penyusutan Alat Angkutan Darat Bermotor (1.293.093.031,00)

3 Akumulasi Penyusutan Alat Angkutan Darat Tak Bermotor (168.082.022,00)

4 Akumulasi Penyusutan Alat Bengkel Bermesin (1.375.000,00)

5 Akumulasi Penyusutan Alat Bengkel Tak Bermesin (132.264.261,00)

6 Akumulasi Penyusutan Alat Ukur (8.033.267,00)

7 Akumulasi Penyusutan Alat Kantor (911.296.648,00)

8 Akumulasi Penyusutan Alat Rumah Tangga (2.736.304.306,00)

9 Akumulasi Penyusutan Komputer (2.068.741.553,00)

10 Akumulasi Penyusutan Meja Dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat (22.739.964,00)

11 Akumulasi Penyusutan Alat Studio (97.822.145,00)

12 Akumulasi Penyusutan Alat Komunikasi (17.445.384,00)

13 Akumulasi Penyusutan Peralatan Pemancar (536.792,00)

14 Akumulasi Penyusutan Alat Kedokteran (48.808.940.518,00)

15 Akumulasi Penyusutan Alat Kesehatan (444.662.567,00)

16 Akumulasi Penyusutan Unit-Unit Laboratorium (1.437.846.112,00)

17 Akumulasi Penyusutan Alat Peraga/Praktek Sekolah (7.472.611,00)

18 Akumulasi Penyusutan Radiation Aplication and Non

Destructive Testing Laboratory (BATAM)

(90.449.628,00)

19 Akumulasi Penyusutan Alat Keamanan dan Perlindungan (55.133.409,00)

20 Akumulasi Penyusutan Bangunan Gedung Tempat Kerja (9.980.443.591,00)

21 Akumulasi Penyusutan Bangunan Tugu Peringatan (10.379.996,00)

22 Akumulasi Penyusutan Jalan (64.452.839,00)

23 Akumulasi Penyusutan Bangunan Pengembangan Sumber Air

dan Air Tanah

(27.925.456,00)

24 Akumulasi Penyusutan Bangunan Air Bersih/Baku (24.549.015,00)

25 Akumulasi Penyusutan Bangunan Air Kotor (22.539.276,00)

26 Akumulasi Penyusutan Instalasi Pengaman (1.326.758,00)

27 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap lainnya-Barang Bercorak

Kebudayaan

(217.500,00)

Total (68.439.212.935,00)

Uraian No.

Rincian Akumulasi Penyusutan TA 2019

5.3.1.3

ASET LAINNYA

Nilai Aset Lainnya milik Pemerintah RSD Bagas Waras per 31 Desember 2019 sejumlah Rp. 277.547.644,00,- yang dirinci menurut jenisnya. Penjelasan lebih lanjut Aset Lainnya adalah sebagai berikut:

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018

Rp Rp

a. T agihan Jangka Panjang ………... 0,00 0,00

b Kemitraan dengan Pihak Ketiga ………... 0,00 0,00

c. Aset T idak Berwujud ……... 409.441.604,00 409.441.604,00 d. Aset Lain-Lain………..…...

e. Akumulasi Amort isasi (131.893.960,00)

Juml ah... 277.547.644,00 409.441.604,00 ASET LAINNYA :

(32)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 32 Nilai buku aset tidak berwujud tahun 2019 berkurang karena amortisasi senilai Rp.131.893.960,00. Nilai buku aset tidak berwujud disajikan sejumlah nilai bersihnya setelah dikurangi dengan nilai amortisasi.

5.3.2

KEWAJIBAN

Jumlah kewajiban Pemerintah RSD Bagas Waras per 31 Desember 2019 dan 2018 sebagai berikut:

a. Kewajiban Jangka Pendek

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018 Tre n

Rp Rp %

1) Utang Beban 2.896.535.215,00 2.410.567.782,00 120,16

Jumlah... 2.896.535.215,00 2.410.567.782,00 120,16 Ke wajiban Jangka Pe nde k :

Adapun perincian masing-masing utang tersebut adalah sebagai berikut.

1) Utang Beban

Merupakan jumlah beban di tahun 2019 yang masih harus dibayarkan di tahun anggaran 2020, dengan rincian sebagai berikut:

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018

Rp Rp

a. Beban T elepon 7.065.396,00 7.498.102,00

b. Beban List rik 116.019.382,00 110.154.732,00

c. Beban Air 13.836.250,00 19.035.500,00

d. Beban Gaji dan T unjangan 9.715.927,00 9.795.572,00

e. Beban Pegawai BLUD 0,00 0,00

f. Beban Barang dan Jasa BLUD 0,00 0,00

g. Beban Jasa KSO Laborat orium November 2018 0,00 285.724.716,00 h. Beban Jasa KSO Laborat orium Desember 215.992.360,00 237.831.400,00 i. Beban Jasa Pelayanan November 1.099.981.700,00 850.000.000,00 j. Beban Jasa Pelayanan Desember 1.200.000.000,00 850.000.000,00 k. Beban Jasa Pengambilan darah PMI Desember 57.960.000,00 33.480.000,00 l. Beban Jasa Sewa Mesin Fot okopi Desember 1.625.600,00 1.087.760,00 m. Beban Penggunaan BBM Mobil Dinas Desember 5.760.000,00 5.960.000,00 n. Beban Bahan Obat -Obat an dan BHP 40.328.800,00

o. Beban Jasa Sewa Print er Et iket CV ANUGRAH

KOMPUT ER 66.528.000,00

p. Beban Jasa Sewa Print er Et iket Kalimas Int i Niaga 29.700.000,00

q. Beban biaya pemeriksaan pasien 2.995.000,00

r. Belanja Jasa Pihak ket iga pengendalian serangga dan

Binat ang Pengganggu Lainnya 3.630.000,00

s. Beban Jasa Pengambilan Limbah Medis Desember 2019 25.396.800,00

Jumlah………. 2.896.535.215,00 2.410.567.782,00 Utang Be ban :

b. Kewajiban Jangka Panjang (Nihil)

(33)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 33

5.3.3

EKUITAS

Ekuitas RSD Bagas Waras per 31 Desember 2019 sebesar

Rp.159.399.534.944,19

4.

PENJELASAN POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

5.4.1

PENDAPATAN LO

Pendapatan LO adalah pendapatan yang menjadi hak RSD Bagas Waras dengan realisasi dalam TA 2019 sebagai berikut:

31 De se mbe r 2019 31 De se mbe r 2018 Tre n

Rp Rp %

Pendapatan Jasa Layanan dari Masyarakat …… 43.234.930.239,00 35.275.112.369,42 122,56

Pendapatan Hasil Kerja Sama 141.121.177,00 0,00 0,00

Pendapatan Usaha Lainnya 504.829.315,44 0,00 0,00

Pendapatan APBD ……….. 14.929.141.463,00 15.871.999.073,00 94,06

Jumlah ...………... 58.810.022.194,44 51.147.111.442,42 114,98 Pe ndapatan LO :

Pendapatan Jasa layanan masyarakat bersumber dari keseluruhan pendapatan yang telah di terima RSD Bagas Waras selama tahun 2019 dan penambahan jumlah piutang pendapatan atas tahun lalu.

Pendapatan APBD merupakan pendapatan atas belanja APBD, Rincian atas pendapatan APBD dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

(34)

Bab IV Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan 34

Jumlah (Rp.)

A Pegawai 6.692.794.242,00

1 Belanja Gaji Pokok PNS/ Uang Representasi 4.514.548.800,00 2 Belanja Tunjangan Keluarga 416.616.944,00 3 Belanja Tunjangan Jabatan 118.600.000,00 4 Belanja Tunjangan Fungsional 459.655.000,00 5 Belanja Tunjangan Fungsional Umum 27.285.000,00 6 Belanja Tunjangan Beras 230.150.760,00 7 Belanja Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus 4.595.603,00 8 Belanja Pembulatan Gaji 67.929,00 9 Belanja Iuran Jaminan Kesehatan 123.738.416,00 10 Belanja Iuran Asuransi Ketenagakerjaan 36.160.790,00 11 Belanja Tambahan Penghasilan Berdasarkan Beban Kerja 721.175.000,00 12 Belanja Uang Lembur PNS 2.500.000,00 13 Belanja Uang Lembur Non PNS 2.500.000,00 14 Belanja Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan. 17.800.000,00 15 Belanja Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen. 11.000.000,00 16 Belanja Honorarium Pejabat Pengadaan Barang Dan Jasa. 700.000,00 17 Belanja Honorarium Tim Pemeriksa Barang dan Jasa. 5.700.000,00

B Barang dan Jasa 6.340.872.221,00

1 Belanja Alat Tulis Kantor 8.498.750,00 2 Belanja Bahan obat-obatan 4.718.351.315,00

3 Belanja Penggandaan 20.075.100,00

4 Belanja Jilid 750.000,00

5 Belanja Makanan dan Minuman Harian Pegawai 2.500.000,00 6 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 17.470.000,00 7 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah 6.000.000,00 8 Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah 39.594.990,00 9 Belanja Jasa Konsultansi Pengembangan 10.000.000,00 10 Belanja Honorarium Tenaga Ahli/Narasumber/Instruktur 3.500.000,00 11 Jasa Pihak Ketiga Non Konsultansi 1.514.132.066,00

Uraian No.

Pendapatan dari Alokasi APBD

Jumlah (Rp.)

C Belanja Modal 1.895.475.000,00

1

Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat

Kantor Lainnya 1.815.000.000,00

2

Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Peralatan

Personal Komputer 26.815.000,00

3

Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Peralatan

Jaringan 43.660.000,00

4

Belanja Modal Aset Tetap Lainnya - Pengadaan

Barang-Barang Perpustakaan Berkas Komputer (Computer Files) 10.000.000,00

Uraian No.

Pendapatan dari Alokasi APBD

5.4.2

BEBAN LO

Beban LO merupakan belanja atau beban yang benar-benar sudah dimanfaatkan dan terjadi pada tahun berkenaan, dengan realisasi dalam tahun 2019 sebagai berikut.

5.4.2.1

Beban Pegawai - LO

Beban Pegawai merupakan beban gaji TA 2019 yang harus di bayarkan hingga 31 Desember 2019. Beban pegawai – LO disajikan seperti berikut ini, dengan rincian sebagai berikut:

Referensi

Dokumen terkait

J udul Penelitian : POLA KOMUNIKASI ANTARA GURU DENGAN SISWA SD PENYANDANG DOWN SYNDROM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK DI SEKOLAH INKLUSIF GALUH

Untuk menghindari terjadinya hal-hal tersebut maka dilakukan perancangan dan pembuatan pintu gerbang yang dapat membuka dan menutup secara otomatis.. Cara kerja

Menghukum Penggugat rekonpensi dan Tergugat rekonpensi untuk me- laksanakan pembagian harta bersama pada diktum angka 2.2 di atas de- ngan bagian seperti diktum angka 3 di

Dalam memberikan pembiayaan Bank Syariah Mandiri memiliki prosedur/proses pemberian pemberian pembiayaan yang harus dilalui oleh nasabah apabila akan mengajukan pembiayaan. Hal

Syukur Alhamdulillah penulis haturkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad

Kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan hidup sejahtera lahir dan bathin, tempat tinggal dan lingkungan yang baik dan sehat yang terbebas dari dampak negative

5 Jika saya memperoleh tawaran pekerjaan yang lebih baik di perusahaan lain, saya tidak merasa bahwa tawaran tersebut merupakan alasan yang tepat untuk.

(pemilik bisnis ritel Islam) memiliki strategi yang baik, seperti right product, produk yang ia jual sesuai dengan kriteria Islam dan pelayanan yang ramah,