• Tidak ada hasil yang ditemukan

Utami Dewi_Kebutuhan Tenaga Kerja, Beban Kerja (Reviewed).pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Utami Dewi_Kebutuhan Tenaga Kerja, Beban Kerja (Reviewed).pdf"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1 1

[email protected] [email protected] 2

2 Pembimbing sebagai penulis kedua Pembimbing sebagai penulis kedua (([email protected][email protected]))

TANGERANG BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI TANGERANG BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI

Utami Dewi

Utami Dewi11dan Aryana Satryadan Aryana Satrya22

Jurusan Manajemen SDM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jurusan Manajemen SDM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Abstrak Abstrak

Laporan magang

Laporan magang ini membahas tentang ini membahas tentang perhitungan kebutuhan perhitungan kebutuhan tenaga kerja pada PT tenaga kerja pada PT PLNPLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi. Pentingnya pelaksanaan perhitungan kebutuhan tenaga kerja tersebut Organisasi. Pentingnya pelaksanaan perhitungan kebutuhan tenaga kerja tersebut dilatarbelakangi oleh adanya beban kerja yang tidak merata. Hal tersebut berhasil ditangkap dilatarbelakangi oleh adanya beban kerja yang tidak merata. Hal tersebut berhasil ditangkap dalam hasil survey kepuasan pegawai atau

dalam hasil survey kepuasan pegawai atau  Employee  Employee Engagement Engagement SurveySurvey  (EES) yang  (EES) yang dilaksanakan pada

dilaksanakan pada PT PT PLN (Persero) DPLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan istribusi Jakarta Raya dan Tangerang pada Tangerang pada TriwulanTriwulan III tahun 2012. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka diperlukan adanya perhitungan III tahun 2012. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka diperlukan adanya perhitungan  beban kerja

 beban kerja yang kemudian akan yang kemudian akan menjadi dasar menjadi dasar perhitungan kebutuhan tenaga perhitungan kebutuhan tenaga kerja pada kerja pada PTPT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi. Perhitungan beban kerja menggunakan metode

Organisasi. Perhitungan beban kerja menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE)Full Time Equivalent (FTE).. Metode ini mengukur beban kerja pegawai melalui lama waktu pengerjaan tugas, kemudian Metode ini mengukur beban kerja pegawai melalui lama waktu pengerjaan tugas, kemudian dikonversikan ke dalam indeks nilai FTE. Pengumpulan data berasal dari pengisian form dikonversikan ke dalam indeks nilai FTE. Pengumpulan data berasal dari pengisian form  beban kerja pegawai, wawancara dan sistem

 beban kerja pegawai, wawancara dan sistem daily activitydaily activity online. Daily activity onlineonline. Daily activity online adalah adalah suatu sistem yang diterapkan oleh perusahaan untuk mengetahui pekerjaan yang dilakukan suatu sistem yang diterapkan oleh perusahaan untuk mengetahui pekerjaan yang dilakukan masing-masing pegawai dalam rentang waktu tertentu. Setelah data terkumpul dan beban masing-masing pegawai dalam rentang waktu tertentu. Setelah data terkumpul dan beban kerja pegawai telah diketahui, selanjutnya dilakukan analisis silang menggunakan data

kerja pegawai telah diketahui, selanjutnya dilakukan analisis silang menggunakan data dailydaily activity

activity demi mendapatkan nilai beban kerja yang lebih akurat. Nilai indeks FTE digunakan demi mendapatkan nilai beban kerja yang lebih akurat. Nilai indeks FTE digunakan untuk menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja pada PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta untuk menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja pada PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia & Organisasi. Hasil perhitungan Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia & Organisasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jumlah pegawai saat ini sudah tepat dan tidak membutuhkan tambahan menunjukkan bahwa jumlah pegawai saat ini sudah tepat dan tidak membutuhkan tambahan  pegawai, namun

 pegawai, namun terjadi terjadi ketidakmerataan tketidakmerataan terhadap beban erhadap beban kerja akibat kerja akibat minimnya pengetahuanminimnya pengetahuan tentang deskripsi pekerjaan pegawai, kebijakan manajemen dan adanya faktor kepercayaan tentang deskripsi pekerjaan pegawai, kebijakan manajemen dan adanya faktor kepercayaan atasan yang berlebih kepada pegawai tertentu.

atasan yang berlebih kepada pegawai tertentu. Kata kunci :

Kata kunci :

Kebutuhan Tenaga Kerja, Beban Kerja,

Kebutuhan Tenaga Kerja, Beban Kerja, Full Time Equivallent (FTE),Full Time Equivallent (FTE), Deskripsi PekerjaanDeskripsi Pekerjaan Abstract

Abstract

This internship report discusses about the calculation of workforce requirement on Human This internship report discusses about the calculation of workforce requirement on Human Resource Division PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. The importance Resource Division PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. The importance of the calculation of workforce requirements are motivated by the uneven workload among of the calculation of workforce requirements are motivated by the uneven workload among the employee. It was captured in an employee satisfaction survey or Employee Engagement the employee. It was captured in an employee satisfaction survey or Employee Engagement Survey (EES), which was held on PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Survey (EES), which was held on PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang in the third quarter of 2012. To answer these problems, it is necessary to calculate employee in the third quarter of 2012. To answer these problems, it is necessary to calculate employee workload that would later become the basis for workforce requirements calculation on workload that would later become the basis for workforce requirements calculation on Human Resource Division PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Full Human Resource Division PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Full Time Equivalent (FTE) method was used to calculate employee workload. This method Time Equivalent (FTE) method was used to calculate employee workload. This method measures the workload of employees with long work assignment, then converted it into FTE measures the workload of employees with long work assignment, then converted it into FTE

(2)

index value.

index value. Data c Data collection was carried on using employee workload form filling, interviewsollection was carried on using employee workload form filling, interviews and data of daily activity online system. Daily activity online is a system implemented by the and data of daily activity online system. Daily activity online is a system implemented by the company to acknowledge employees activity within some range of time. After the data is company to acknowledge employees activity within some range of time. After the data is collected and employee workloads are known, further analysis was carried on using collected and employee workloads are known, further analysis was carried on using crosscheck analysis on daily activity data in order to get the more accurate value of employee crosscheck analysis on daily activity data in order to get the more accurate value of employee workload. FTE index value is used to determine the number of workforce requirements on workload. FTE index value is used to determine the number of workforce requirements on Human Resource Division PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. The Human Resource Division PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. The Calculation result shows that the existing employee number is appropriate and does not Calculation result shows that the existing employee number is appropriate and does not require additional employees, but there are still inequality on the employees workload due to require additional employees, but there are still inequality on the employees workload due to the lack of knowledge about the job description, management policies and the manajement the lack of knowledge about the job description, management policies and the manajement excessive reliance on certain employees.

excessive reliance on certain employees.

Keywords : Keywords :

Workforce Requirement, Workload, Full Time Equivallent (FTE), Job Description Workforce Requirement, Workload, Full Time Equivallent (FTE), Job Description

Secara tradisional, perencanaan sumber daya manusia merupakan aktivitas dalam Secara tradisional, perencanaan sumber daya manusia merupakan aktivitas dalam manajemen sumber daya manusia yang digunakan oleh organisasi untuk memastikan bahwa manajemen sumber daya manusia yang digunakan oleh organisasi untuk memastikan bahwa mereka memiliki jumlah dan jenis sumber daya manusia yang tepat, sehingga tumbuh mereka memiliki jumlah dan jenis sumber daya manusia yang tepat, sehingga tumbuh kepastian bahwa mereka melaksanakan pekerjaan pada tempat dan waktu yang tepat demi kepastian bahwa mereka melaksanakan pekerjaan pada tempat dan waktu yang tepat demi memenuhi tujuan

memenuhi tujuan bisnis (Ekwoabbisnis (Ekwoaba, 2012a, 2012). Perencanaan ). Perencanaan sumber daya sumber daya manusia bertujuanmanusia bertujuan untuk menjamin bahwa kebutuhan organisasi akan manusia dapat dipenuhi secara untuk menjamin bahwa kebutuhan organisasi akan manusia dapat dipenuhi secara terus-menerus dan dengan tepat (Stoner dan Wankel, 1986). Pendapat tersebut menyimpulkan menerus dan dengan tepat (Stoner dan Wankel, 1986). Pendapat tersebut menyimpulkan  bahwa perencanaan sumber

 bahwa perencanaan sumber daya manusia daya manusia membutuhkan proyeksi kebutuhan organisasi membutuhkan proyeksi kebutuhan organisasi akanakan sumber daya manusia dan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhaan tersebut.

sumber daya manusia dan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhaan tersebut.

Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia berada pada tempat yang penting dalam Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia berada pada tempat yang penting dalam  berbagai jenis

 berbagai jenis lingkungan industri, lingkungan industri, tidak terkecuali tidak terkecuali PT PLN PT PLN (Persero) Kan(Persero) Kantor Distribusi tor Distribusi DKIDKI Jakarta dan Tanggerang (PLN Disjaya). Sebagai perusahaan penyalur listrik di seluruh Jakarta dan Tanggerang (PLN Disjaya). Sebagai perusahaan penyalur listrik di seluruh Indonesia, PLN perlu menetapkan jumlah dan jenis sumber daya manusia yang sesuai dengan Indonesia, PLN perlu menetapkan jumlah dan jenis sumber daya manusia yang sesuai dengan  pekerjaan

 pekerjaan dalam dalam perusahaan perusahaan sehingga sehingga dapat dapat membantu membantu perusahaan perusahaan dalam dalam mencapaimencapai tujuannya melalui produktivitas pegawai. Penulis melakukan program magang pada PT PLN tujuannya melalui produktivitas pegawai. Penulis melakukan program magang pada PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (selanjutnya akan disebut PLN Disjaya) (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (selanjutnya akan disebut PLN Disjaya) Bidang Sumber Daya Manusia & Organisasi (selanjutnya akan disebut Bidang SDMO). Bidang Sumber Daya Manusia & Organisasi (selanjutnya akan disebut Bidang SDMO). Selama penulis melakukan magang di PLN Disjaya Bidang SDMO, penulis melihat suatu Selama penulis melakukan magang di PLN Disjaya Bidang SDMO, penulis melihat suatu fenomena ketidakmerataan beban kerja. Penulis mencoba membuktikan apakah pengamatan fenomena ketidakmerataan beban kerja. Penulis mencoba membuktikan apakah pengamatan kasat mata tersebut benar, pembuktian dilakukan penulis melalui olahan data absensi menjadi kasat mata tersebut benar, pembuktian dilakukan penulis melalui olahan data absensi menjadi suatu perbandingan antara pegawai yang lembur dan yang pulang kerja tepat waktu. Dengan suatu perbandingan antara pegawai yang lembur dan yang pulang kerja tepat waktu. Dengan asumsi pegawai yang pulang tepat waktu adalah pegawai dengan jam pulang antara pukul asumsi pegawai yang pulang tepat waktu adalah pegawai dengan jam pulang antara pukul 16.00 – 16.15 penambahan 15 menit adalah perkiraan

(3)

mesin absensi. Sedangkan pegawai yang pulang melebihi pukul 16.15 adalah pegawai yang mesin absensi. Sedangkan pegawai yang pulang melebihi pukul 16.15 adalah pegawai yang lembur atau dengan kata lain pegawai tersebut memiliki beban kerja yang lebih banyak lembur atau dengan kata lain pegawai tersebut memiliki beban kerja yang lebih banyak dibanding pegawai lainnya yang dapat pulang ses

dibanding pegawai lainnya yang dapat pulang sesuai dengan jam pulang kerja normal.uai dengan jam pulang kerja normal.

Grafik

Grafik11. Perbandingan Pegawai Pulang Tepat Waktu dan Lembur. Perbandingan Pegawai Pulang Tepat Waktu dan Lembur

Grafik 1 menunjukkan adanya perbedaan beban kerja yang dimiliki pegawai pada Grafik 1 menunjukkan adanya perbedaan beban kerja yang dimiliki pegawai pada  bidang

 bidang SDMO. SDMO. Selain Selain data data absensi absensi pegawai, pegawai, penulis penulis juga juga memperkuat memperkuat alasan alasan melalui melalui datadata yang berasal dari survey yang dilakukan oleh PLN Pusat kepada PLN Disjaya yaitu yang berasal dari survey yang dilakukan oleh PLN Pusat kepada PLN Disjaya yaitu  Employee

 Employee Engagement Engagement SurveySurvey  (EES) yang merupakan survey dengan tujuan mengetahui  (EES) yang merupakan survey dengan tujuan mengetahui tingkat keterikatan atau kepuasan pegawai terhadap perusahaan beserta faktor-faktor yang tingkat keterikatan atau kepuasan pegawai terhadap perusahaan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tabel 1 menunjukkan hasil EES Triwulan III 2012 PLN Disjaya. Secara mempengaruhinya. Tabel 1 menunjukkan hasil EES Triwulan III 2012 PLN Disjaya. Secara umum kualitas seluruh faktor adalah baik dan cukup baik. Faktor

umum kualitas seluruh faktor adalah baik dan cukup baik. Faktor job control job control dan dan job demand job demand memiliki nilai yang cukup baik namun memandang besarnya korelasinya terhadap dimensi memiliki nilai yang cukup baik namun memandang besarnya korelasinya terhadap dimensi lainnya sehingga perlu direncanakan

lainnya sehingga perlu direncanakan Action Plan Action Plan untuk meningkatkan nilai tersebut.untuk meningkatkan nilai tersebut.  Job control

 Job control (pengendalian terhadap pekerjaan) merupakan faktor penunjang kepuasan(pengendalian terhadap pekerjaan) merupakan faktor penunjang kepuasan kerja sehingga kualitas

kerja sehingga kualitas job  job controlcontrol saat ini perlu disikapi dengan cermat guna menghindarisaat ini perlu disikapi dengan cermat guna menghindari semakin meluasnya pegawai yang merasa kurangnya kendali terhadap p

semakin meluasnya pegawai yang merasa kurangnya kendali terhadap p ekerjaan.ekerjaan. Job demand Job demand (tuntutan kerja) yang tinggi merupakan faktor pemicu timbulnya

(tuntutan kerja) yang tinggi merupakan faktor pemicu timbulnya burn out burn out   (stress kerja)  (stress kerja) sehingga menyebabkan berkurangnya kepuasan kerja. Kedua faktor tersebut membuktikan sehingga menyebabkan berkurangnya kepuasan kerja. Kedua faktor tersebut membuktikan  bahwa benar

 bahwa benar adanya beban adanya beban kerja kerja yang tidak yang tidak merata merata karena tkarena terdapat peerdapat pegawai yang gawai yang puas akapuas akann tuntutan kerja dari perusahaan namun ada pegawai yang menilai bahwa tuntutan pekerjaan tuntutan kerja dari perusahaan namun ada pegawai yang menilai bahwa tuntutan pekerjaan terlalu tinggi sehingga menyebabkan pengendalian kerja

terlalu tinggi sehingga menyebabkan pengendalian kerja yang berkurang.yang berkurang.

24% 24% 40% 40% 56% 56% 28% 28% 2 244% % 2244%% 76% 76% 60% 60% 44% 44% 72% 72% 7766% % 7766%% 0% 0% 10% 10% 20% 20% 30% 30% 40% 40% 50% 50% 60% 60% 70% 70% 80% 80%      P      P      E      E      R      R      S      S      E      E      N      N BULAN BULAN  NORMAL  NORMAL OVERLOAD OVERLOAD

(4)

Berdasarkan

Berdasarkan kedua kedua data data diatas diatas penulis penulis menganggap menganggap bahwa bahwa perusahaan perusahaan memerlukanmemerlukan analisis beban kerja untuk mengetahui kebutuhan jumlah tenaga kerja yang lebih tepat.

analisis beban kerja untuk mengetahui kebutuhan jumlah tenaga kerja yang lebih tepat.

Tabel

Tabel1.1.Hasil Employee Engagement Survey (EES) PLN DisjayaHasil Employee Engagement Survey (EES) PLN Disjaya

Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu analisis jenis dan jumlah Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu analisis jenis dan jumlah  pegawai

 pegawai yang yang dibutuhkan dibutuhkan perusahaan perusahaan dimana dimana selanjutnya selanjutnya perusahaan perusahaan dapat dapat mengetahuimengetahui selisish pegawai yang saat ini dimiliki oleh perusahaan dan berapa yang dibutuhkan. Dengan selisish pegawai yang saat ini dimiliki oleh perusahaan dan berapa yang dibutuhkan. Dengan  begitu

 begitu perusahaan perusahaan dapat dapat membuat membuat suatu suatu keputusan keputusan untuk untuk mengatasi mengatasi kebutuhan kebutuhan tenaga tenaga kerjakerja tersebut. Dalam melakukan perencanaan sumber daya manusia dapat menggunakan analisis tersebut. Dalam melakukan perencanaan sumber daya manusia dapat menggunakan analisis  beban

 beban kerja kerja dan dan analisis analisis kebutuhan kebutuhan tenaga tenaga kerja. kerja. Salah Salah satu satu metode metode yang yang dapat dapat digunakandigunakan adalah metode

adalah metode Full Time Equivallent Full Time Equivallent   (FTE) yaitu metode analisis beban kerja yang  (FTE) yaitu metode analisis beban kerja yang D

DIIMMEENNSSI I N N MMEEAAN N KKUUAALLIITTAAS S KKUURRAANNG G BBAAIIK  K   Burn Out

Burn Out 2255995 5 37 37 Baaiik B k 887 7 22550088 Dalam %

Dalam % 33% % 9977%%

E

Exxttrra a RRoolle e PPeerrffoorrmmaanncce e 2255995 5 777 7 BBaaiik k 221 1 22557744 D

Daallaamm%% 11%% 9999%%

General Job Satisfaction

General Job Satisfaction    2255995 5 74 74 BBaaiik k 33220 0 22227755 Dalam %

Dalam % 1122% % 8888%%

JJoob b CCoonnttrrool l 2255994 4 662 2 CCuukkuup p BBaaiik k 99777 7 11661177 D

Daallaamm%% 3388%% 6622%%

JJoob b DDeemmaannd d 2255994 4 449 9 CuCukkuup p BBaaiik k 22227 7 22336677 D

Daallaamm%% 99%% 9911%%

JJoob b IInnsseeccuurriitty y 2255995 5 449 9 CuCukkuup p BBaaiik k 99220 0 11667755 D

Daallaamm%% 3355%% 6655%%

JJoob b PPeerrffoorrmmaanncce e 2255995 5 778 8 BBaaiik k 331 1 22556644 D

Daallaamm%% 11%% 9999%%

JJoob b SSaattiissffaaccttiioon n 2255995 5 773 3 BBaaiik k 11666 6 22442299 D

Daallaamm%% 66%% 9944%%

L

Leeaaddeerrsshhiip p EExxcchhaanngge e 2255995 5 772 2 BBaaiik k 22884 4 22331111 D

Daallaamm%% 1111%% 8899%%

L

Leeaaddeerrsshhiip p QQuuaalliitty y 2255995 5 74 74 BBaaiik k 22778 8 22331177 D

Daallaamm%% 1111%% 8899%%

O

Orrggaanniizzaattiioonnaal l CCoommmmiittmmeennt t 2255994 4 773 3 BBaaiik k 22771 1 22332233

D

Daallaamm%% 1100%% 9900%%

P

Prreesseenntteeiissm m 2255994 4 662 2 CCuukkuup p BBaaiik k 1144661 1 11113333 D

Daallaamm%% 5566%% 4444%%

R

Reeccrruuiittmmeennt t 2255995 5 772 2 BBaaiik k 22557 7 22333388 D

Daallaamm%% 1100%% 9900%%

S

Soocciiaal l SSuuppppoorrt t 2255995 5 778 8 BBaaiik k 889 9 22550066 D

Daallaamm%% 33%% 9977%%

W

Woorrk k EEnnggaaggeemmeennt t 2255995 5 777 7 BBaaiik k 669 9 22552266 D

(5)

 berbasiskan

 berbasiskan waktu waktu dengan dengan cara cara mengukur mengukur lama lama waktu waktu penyelesaian penyelesaian pekerjaan pekerjaan kemudiankemudian waktu tersebut dikonversikan ke dalam indeks nilai FTE.

waktu tersebut dikonversikan ke dalam indeks nilai FTE.

Penulis menjadikan PLN Disjaya Bidang SDMO sebagai objek penelitian dengan Penulis menjadikan PLN Disjaya Bidang SDMO sebagai objek penelitian dengan  jumlah

 jumlah sample sample sebanyak sebanyak 23 23 pegawai pegawai dari dari 28 28 jumlah jumlah pegawai. pegawai. Bidang Bidang SDMO SDMO merupakanmerupakan salah satu bidang dari 6 bidang yang ada di PLN Disjaya. Bidang SDMO memiliki 3 sub salah satu bidang dari 6 bidang yang ada di PLN Disjaya. Bidang SDMO memiliki 3 sub  bidang,

 bidang, yaitu yaitu sub sub bidang bidang Pengembangan Pengembangan SDM SDM (Bang (Bang SDM), SDM), Administrasi Administrasi SDM SDM (ADM(ADM SDM) dan Organisasi & Pengendalian Tenaga Kerja (OPTK). Masing-masing sub bidang SDM) dan Organisasi & Pengendalian Tenaga Kerja (OPTK). Masing-masing sub bidang dipimpin oleh 1 orang Deputi Manajer (DM) dan dipimpin langsung oleh 1 Manajer Bidang dipimpin oleh 1 orang Deputi Manajer (DM) dan dipimpin langsung oleh 1 Manajer Bidang (MB).

(MB).

Dalam pengumpulan data beban kerja pegawai, penulis memulainya dengan Dalam pengumpulan data beban kerja pegawai, penulis memulainya dengan membagikan form wawancara evaluasi beban kerja pegawai (lihat tabel 2). Kolom “aktivitas” membagikan form wawancara evaluasi beban kerja pegawai (lihat tabel 2). Kolom “aktivitas” terbagi menjadi 2 fungsi yaitu fungsi utama dan fungsi ke samping. Penulis menyediakan terbagi menjadi 2 fungsi yaitu fungsi utama dan fungsi ke samping. Penulis menyediakan deskripsi pekerjaan dari pegawai yang bersangkutan sesuai jabatan masing – masing pada deskripsi pekerjaan dari pegawai yang bersangkutan sesuai jabatan masing – masing pada kolom “Fungsi Utama”. Pada kolom ini, responden diizinkan untuk menambahkan kegiatan kolom “Fungsi Utama”. Pada kolom ini, responden diizinkan untuk menambahkan kegiatan rutin selain deskripsi pekerjaan yang dibuat pihak manajemen yang juga mereka lakukan rutin selain deskripsi pekerjaan yang dibuat pihak manajemen yang juga mereka lakukan secara rutin dalam rentang waktu yang ditetapkan penulis. Sehubungan dengan lama waktu secara rutin dalam rentang waktu yang ditetapkan penulis. Sehubungan dengan lama waktu  pelaksanaan

 pelaksanaan magang magang penulis penulis selama selama 3 3 bulan bulan maka maka rentang rentang waktu waktu yang yang ditetapkan ditetapkan sebagaisebagai  periode penelitian adalah selama 2 bulan yaitu bulan September dan Ok

 periode penelitian adalah selama 2 bulan yaitu bulan September dan Oktober 2012.tober 2012.

“Fungsi ke Samping” merupakan kolom yang berisi kegiatan pekerjaan yang pernah “Fungsi ke Samping” merupakan kolom yang berisi kegiatan pekerjaan yang pernah dilakukan responden selama 1 semester namun pekerjaan tersebut bersifat non-rutin. Hal ini dilakukan responden selama 1 semester namun pekerjaan tersebut bersifat non-rutin. Hal ini  bermaksud untuk mengetahui

 bermaksud untuk mengetahui beban tambahan beban tambahan yang diemban pegawai yang diemban pegawai selain selain pekerjaan rutin.pekerjaan rutin. Sebab PLN Disjaya seringkali menambahkan program baru di pertengahan tahun, sehingga Sebab PLN Disjaya seringkali menambahkan program baru di pertengahan tahun, sehingga memungkinkan pegawai harus bekerja lebih keras dari pada biasanya. Selain itu fungsi ke memungkinkan pegawai harus bekerja lebih keras dari pada biasanya. Selain itu fungsi ke samping juga diisi kegiatan yang ada pada deskripsi pekerjaan namun tidak dilakukan selama samping juga diisi kegiatan yang ada pada deskripsi pekerjaan namun tidak dilakukan selama masa pengambilan data yaitu bulan September dan Oktober.

(6)

Tabel

Tabel22 Form Wawancara Evaluasi Beban Kerja PegawaiForm Wawancara Evaluasi Beban Kerja Pegawai

Untuk menghindari adanya informasi beban kerja yang tidak tertulis karena Untuk menghindari adanya informasi beban kerja yang tidak tertulis karena keterbatasan tempat menulis, maka penulis membagikan formulir wawancara evaluasi beban keterbatasan tempat menulis, maka penulis membagikan formulir wawancara evaluasi beban kerja pegawai dalam bentuk

kerja pegawai dalam bentuk softcopysoftcopy. Untuk menghindari adanya informasi beban kerja yang. Untuk menghindari adanya informasi beban kerja yang dilebih-lebihkan maka penulis menyembunyikan kolom G, H, I dan J saat proses penyebaran dilebih-lebihkan maka penulis menyembunyikan kolom G, H, I dan J saat proses penyebaran kuesioner, dengan demikian responden tidak mengetahui total

kuesioner, dengan demikian responden tidak mengetahui total nilai indeks FTE miliknya.nilai indeks FTE miliknya. Asumsi formulasi pada fungsi utama adalah lama waktu bekerja dalam 1 hari diberi Asumsi formulasi pada fungsi utama adalah lama waktu bekerja dalam 1 hari diberi asumsi selama 7,5 jam karena penulis mempertimbangkan unsur

asumsi selama 7,5 jam karena penulis mempertimbangkan unsur allowanceallowance yaitu waktu yang yaitu waktu yang dibutuhkan pegawai untuk melakukan kegiatan pribadi seperti ke toilet atau ibadah. dibutuhkan pegawai untuk melakukan kegiatan pribadi seperti ke toilet atau ibadah. Sementara itu pada fungsi ke samping menyesuaikan dengan periode pengerjaan kegiatan Sementara itu pada fungsi ke samping menyesuaikan dengan periode pengerjaan kegiatan tersebut.

tersebut. Allowance Allowance untuk  untuk pegawai yang bekerja di pegawai yang bekerja di dalam ruangan ydalam ruangan yaitu sebesar 6 %. aitu sebesar 6 %. TotalTotal hari kerja dalam 1 bulan adalah selama 20 hari maka penelitian dilakukan berdasarkan hari kerja dalam 1 bulan adalah selama 20 hari maka penelitian dilakukan berdasarkan kegiatan bekerja pegawai selama 40 hari (2 bulan) atau selama 300 jam. Setelah data kegiatan bekerja pegawai selama 40 hari (2 bulan) atau selama 300 jam. Setelah data terkumpul, indeks FTE per poin pekerjaan di total dan menghasilkan nilai indeks FTE terkumpul, indeks FTE per poin pekerjaan di total dan menghasilkan nilai indeks FTE  pegawai.

 pegawai.

Implikasi dari nilai FTE terbagi menjadi 3 jenis yaitu

Implikasi dari nilai FTE terbagi menjadi 3 jenis yaitu overload overload , normal dan, normal dan underload.

(7)

Kepegawaian Negara (BKN) pada tahun 2010, total nilai indeks FTE yang berada diatas nilai Kepegawaian Negara (BKN) pada tahun 2010, total nilai indeks FTE yang berada diatas nilai 1,28 dianggap

1,28 dianggap overload overload , berada diantara nilai 1 sampai dengan 1,28 dianggap normal, berada diantara nilai 1 sampai dengan 1,28 dianggap normal sedangkan jika nilai indeks FTE berada diantara nilai 0 sampai dengan 0,99 dianggap sedangkan jika nilai indeks FTE berada diantara nilai 0 sampai dengan 0,99 dianggap

underload

underload atau beban kerjanya masih kurang.atau beban kerjanya masih kurang.

Berdasarkan pedoman tersebut, penulis membuat penyesuaian nilai indeks FTE Berdasarkan pedoman tersebut, penulis membuat penyesuaian nilai indeks FTE terhadap keadaan di PLN Disjaya Sub Bidang SDMO. Implikasi nilai indeks FTE yang terhadap keadaan di PLN Disjaya Sub Bidang SDMO. Implikasi nilai indeks FTE yang dibuat penulis adalah rentang 0

dibuat penulis adalah rentang 0 – 0,99 dianggap– 0,99 dianggap underload,underload,rentang 1- 1,2 masuk dalam batasrentang 1- 1,2 masuk dalam batas normal sedangkan pegawai yang nilai indeks FTE nya diatas 1,2 berarti memiliki beban kerja normal sedangkan pegawai yang nilai indeks FTE nya diatas 1,2 berarti memiliki beban kerja yang berlebih (

yang berlebih (overload overload ). Penyesuaian tersebut dibuat penulis berdasarkan hasil wawancara). Penyesuaian tersebut dibuat penulis berdasarkan hasil wawancara langsung kepada beberapa pegawai di

langsung kepada beberapa pegawai di bidang SDMO.bidang SDMO.

Penulis juga melakukan wawancara terhadap beberapa pegawai lainnya. Beberapa Penulis juga melakukan wawancara terhadap beberapa pegawai lainnya. Beberapa  pegawai

 pegawai menyatakan menyatakan jam jam pulang pulang kerja kerja yang yang masih masih dapat dapat di di toleransi toleransi adalah adalah antara antara pukulpukul 17.00-18.00. Selanjutnya penulis mengambil rata-rata bahwa jam pulang kerja yang masih 17.00-18.00. Selanjutnya penulis mengambil rata-rata bahwa jam pulang kerja yang masih dapat ditolerir adalah pukul 17.30, lebih dari itu pegawai akan merasa beban kerjanya dapat ditolerir adalah pukul 17.30, lebih dari itu pegawai akan merasa beban kerjanya  berlebih. Maka

 berlebih. Maka dari dari itu itu dapat diketahui dapat diketahui bahwa para bahwa para pegawai pegawai masih masih menganggap normal menganggap normal jikajika terdapat tambahan beban kerja sebesar 1,5 jam dari jam kerja normal. Jika tambahan jam terdapat tambahan beban kerja sebesar 1,5 jam dari jam kerja normal. Jika tambahan jam tersebut dikonversikan ke dalam perhitungan indeks FTE maka akan diperoleh tambahan tersebut dikonversikan ke dalam perhitungan indeks FTE maka akan diperoleh tambahan nilai indeks FTE sebesar 0,2. Maka atas dasar tersebut penulis menetapkan bahwa rentang nilai indeks FTE sebesar 0,2. Maka atas dasar tersebut penulis menetapkan bahwa rentang nilai indeks FTE normal bagi pegawai Bidang SDMO adalah antara 1 – 1,2.

nilai indeks FTE normal bagi pegawai Bidang SDMO adalah antara 1 – 1,2.

Setelah kuesioner terisi, penulis menelaah kembali jawaban responden. Jika terdapat Setelah kuesioner terisi, penulis menelaah kembali jawaban responden. Jika terdapat hal yang janggal, penulis mencari kepastian dari 2 sumber yaitu dari responden yang hal yang janggal, penulis mencari kepastian dari 2 sumber yaitu dari responden yang  bersangkutan

 bersangkutan dan dan pembimbing. pembimbing. Penulis, Penulis, pembimbing pembimbing dan dan responden responden yang yang bersangkutanbersangkutan kemudian berdiskusi untuk menyelesaikan kendala tersebut. Perhitungan analisis beban kerja kemudian berdiskusi untuk menyelesaikan kendala tersebut. Perhitungan analisis beban kerja  pegawai

 pegawai selain selain menggunakan menggunakan formulir formulir beban beban kerja kerja yang yang berisi berisi deskripsi deskripsi pekerjaan pekerjaan jugajuga dikolaborasikan dengan data aktivitas sehari-hari (

dikolaborasikan dengan data aktivitas sehari-hari (daily activitydaily activity) pegawai. PLN Disjaya) pegawai. PLN Disjaya menerapkan sistem

menerapkan sistem daily activity onlinedaily activity online sejak bulan Juni 2012 namun baru stabil digunakansejak bulan Juni 2012 namun baru stabil digunakan semenjak bulan Agustus 2012. Penulis mengambil data

semenjak bulan Agustus 2012. Penulis mengambil data daily activitydaily activity hanya selama 2 bulanhanya selama 2 bulan yaitu bulan September dan Oktober dengan pertimbangan di bulan Agustus kegiatan bekerja yaitu bulan September dan Oktober dengan pertimbangan di bulan Agustus kegiatan bekerja tidak efektif karena bulan puasa dan ada liburan Idul Fitri. Data

tidak efektif karena bulan puasa dan ada liburan Idul Fitri. Data daily activitydaily activity digunakandigunakan  penulis

 penulis untuk untuk memastikan memastikan kesesuaian kesesuaian antara antara aktivitas aktivitas pegawai pegawai dalamdalam daily activitydaily activity  dan  dan  jawaban pada formulir beban kerja pegawai.

(8)

Penulis

Penulis menetapkan menetapkan bahwa bahwa yang yang menjadi menjadi subjek subjek penelitiannya penelitiannya hanya hanya jabatanjabatan setingkat supervisor dan fungsional. Sedangkan jabatan struktural dalam Bidang SDMO setingkat supervisor dan fungsional. Sedangkan jabatan struktural dalam Bidang SDMO seperti Manajer Bidang (MB) dan 3 Deputi Manajer (DM) tidak masuk dalam penelitian. seperti Manajer Bidang (MB) dan 3 Deputi Manajer (DM) tidak masuk dalam penelitian. Alasan yang mendukung batasan ini adalah karena jabatan struktural seorang MB dan DM Alasan yang mendukung batasan ini adalah karena jabatan struktural seorang MB dan DM  pun seandainya beban kerja

 pun seandainya beban kerja overloadoverload tidak mungkin diduduki oleh 2 orang atau lebih.tidak mungkin diduduki oleh 2 orang atau lebih.

Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan diatas dalam melakukan pengumpulan Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan diatas dalam melakukan pengumpulan data dan beberapa hal yangmenjadi batasan penulis dalam melakukan penelitian, selanjutnya data dan beberapa hal yangmenjadi batasan penulis dalam melakukan penelitian, selanjutnya  penulis

 penulis melakukan melakukan analisis analisis beban beban kerja kerja pada pada keseluruhan keseluruhan pegawai pegawai Bidang Bidang SDMO. SDMO. DimulaiDimulai dari pegawai yang pada susunan organisasinya berada langsung dibawah MB Bidang SDMO dari pegawai yang pada susunan organisasinya berada langsung dibawah MB Bidang SDMO dan tidak masuk ke dalam sub bidang manapun, sehingga penulis menyebutkan pegawai dan tidak masuk ke dalam sub bidang manapun, sehingga penulis menyebutkan pegawai tersebut sebagai pegawai Bidang SDMO. Hasil dari beban kerja pegawai tersebut dapat tersebut sebagai pegawai Bidang SDMO. Hasil dari beban kerja pegawai tersebut dapat ditunjukkan dari tabel 2 berikut.

ditunjukkan dari tabel 2 berikut.

Tabel 3

Tabel 3 Indeks FTE Pegawai Bidang SDMOIndeks FTE Pegawai Bidang SDMO

Nama

Nama Sebutan JabatanSebutan Jabatan IndeksIndeks FTE

FTE KeteranganKeterangan Andayani

Andayani Senior Senior Specialist Specialist II II Hubungan Hubungan Industrial Industrial 0,730,73 UnderloadUnderload Maria

Maria S. S. Analyst Analyst Hubungan Hubungan Industrial Industrial 0,270,27 Underload Underload  Metti

Metti Trisnawati Trisnawati Senior Senior Specialist Specialist II II Organisasi Organisasi dandan Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan Tenaga Kerja

0,73

0,73 Underload Underload  Kesimpulan :

Kesimpulan :

Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja underload underload  = 100% = 100% Pegawai dengan beban kerja normal = 0%

Pegawai dengan beban kerja normal = 0% Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja overloadoverload== 0%0%

Tabel 3 menyajikan data dari nilai indeks FTE dari pegawai Bidang SDMO. Tabel 3 menyajikan data dari nilai indeks FTE dari pegawai Bidang SDMO. Berdasarkan data, nilai indeks FTE dari ketiga pegawai Bidang SDMO berada dibawah nilai Berdasarkan data, nilai indeks FTE dari ketiga pegawai Bidang SDMO berada dibawah nilai  beban

 beban kerja kerja normal normal atauatau underload underload   karena indeks FTE dari ketiga pegawai tersebut masih  karena indeks FTE dari ketiga pegawai tersebut masih kurang dari 1. Berdasarkan wawancara, hal yang melatarbelakangi terjadinya fenomena kurang dari 1. Berdasarkan wawancara, hal yang melatarbelakangi terjadinya fenomena tersebut adalah karena pegawai kurang memahami tugas pokoknya sehingga pegawai tidak tersebut adalah karena pegawai kurang memahami tugas pokoknya sehingga pegawai tidak mengetahui dengan jelas apa yang menjadi kewajibannya. Hal ini disebabkan, para pegawai mengetahui dengan jelas apa yang menjadi kewajibannya. Hal ini disebabkan, para pegawai tidak pernah diberikan sosialisasi mengenai deskripsi pekerjaan.

tidak pernah diberikan sosialisasi mengenai deskripsi pekerjaan.

Selain itu, terdapat hal lain yang menyebabkan beban kerja dari ketiga pegawai yang Selain itu, terdapat hal lain yang menyebabkan beban kerja dari ketiga pegawai yang  bersangkutan

 bersangkutan berada berada dibawah dibawah indeks indeks FTE FTE normal. normal. Berdasarkan Berdasarkan informasi informasi yang yang didapatdidapat  penulis,

 penulis, rata-rata rata-rata usia usia dari dari ketiga ketiga pegawai pegawai tersebut tersebut adalah adalah 50 50 tahun. tahun. Dalam Dalam menyikapi menyikapi halhal tersebut, manajemen di Bidang SDMO memberikan suatu kebijakan tidak tertulis untuk tersebut, manajemen di Bidang SDMO memberikan suatu kebijakan tidak tertulis untuk

(9)

mengurangi beban kerja dari pegawai yang berumur lebih dari 50 tahun. Tujuan dari mengurangi beban kerja dari pegawai yang berumur lebih dari 50 tahun. Tujuan dari  pemberian

 pemberian kebijakan kebijakan ini ini adalah adalah agar agar pekerjaan pekerjaan yang yang seharusnya seharusnya dikerjakan dikerjakan oleh oleh pegawaipegawai tersebut dapat lebih cepat selesai jika pekerjaan dialihkan ke pegawai yang masih berada tersebut dapat lebih cepat selesai jika pekerjaan dialihkan ke pegawai yang masih berada dalam usia produktif.

dalam usia produktif.

Berdasarkan kesimpulan

Berdasarkan kesimpulan pada data pada data tabel 3, tabel 3, seluruh pegawai yseluruh pegawai yang berada langang berada langsungsung dibawah Manajer Bidang SDMO memiliki beban kerja

dibawah Manajer Bidang SDMO memiliki beban kerja underload.underload.  Grafik 1 menunjukkan  Grafik 1 menunjukkan 100% pegawai pada bidang ini memiliki beban kerja dibawah normal.

100% pegawai pada bidang ini memiliki beban kerja dibawah normal.

Grafik

Grafik 11Pie Chart Pie Chart  Beban Kerja Pegawai Bidang SDMO Beban Kerja Pegawai Bidang SDMO

Selanjutnya analisa beban kerja

Selanjutnya analisa beban kerja untuk pegawai pada Sub Bidang Pengembangan SDMuntuk pegawai pada Sub Bidang Pengembangan SDM menunjukkan beban kerja yang paling tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya Indeks menunjukkan beban kerja yang paling tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya Indeks Kinerja Kunci atau

Kinerja Kunci atau Key Performance IndexKey Performance Index (KPI) bidang SDMO yang berkorelasi langsung (KPI) bidang SDMO yang berkorelasi langsung dengan fungsi dan tanggung jawab Sub Bidang Pengembangan SDM. Terdapat 4 indikator dengan fungsi dan tanggung jawab Sub Bidang Pengembangan SDM. Terdapat 4 indikator kinerja kunci yang dimiliki Bidang SDMO dan dari 4 indikator tersebut, Sub Bidang kinerja kunci yang dimiliki Bidang SDMO dan dari 4 indikator tersebut, Sub Bidang Pengembangan SDM memiliki kontribusi pada seluruh indikator. Hal ini sangat berpengaruh Pengembangan SDM memiliki kontribusi pada seluruh indikator. Hal ini sangat berpengaruh terhadap beban kerja pegawai Sub Bidang Pengembangan SDM menjadi lebih berat terhadap beban kerja pegawai Sub Bidang Pengembangan SDM menjadi lebih berat dibandingkan sub bidang lainnya, karena tuntutan lebih besar. Tabel 4 menunjukkan besaran dibandingkan sub bidang lainnya, karena tuntutan lebih besar. Tabel 4 menunjukkan besaran  beban kerja pegawai Sub Bidang

 beban kerja pegawai Sub Bidang Pengembangan SDM melalui nilai indeks FTE.Pengembangan SDM melalui nilai indeks FTE.

Overload; 0%

Overload; 0% Normal; 0%Normal; 0%

Underload; Underload;

100% 100%

(10)

Tabel

Tabel44 Indeks FTE Pegawai Sub Bidang Pengembangan SDMIndeks FTE Pegawai Sub Bidang Pengembangan SDM

Nama

Nama Sebutan JabatanSebutan Jabatan IndeksIndeks FTE

FTE KeteranganKeterangan Ardy

Ardy Denta Denta Assistant Assistant Analyst Analyst Pengembangan Pengembangan Kompetensi Kompetensi 1,08 1,08 NormalNormal Dwi

Dwi Putri Putri Junior Junior Analyst Analyst Evaluasi Evaluasi Kinerja Kinerja SDM SDM 1,241,24 OverloadOverload Retno

Retno S S Assistant Assistant analyst analyst Pendidikan Pendidikan dan dan Pelatihan Pelatihan 0,750,75 UnderloadUnderload Galih

Galih C C Asistant Asistant Analyst Analyst Perencanaan Perencanaan Karir Karir 1,481,48 OverloadOverload Imadya

Imadya N N Asistant Asistant Analyst Analyst Perencanaan Perencanaan Karir Karir 1,281,28 Overload Overload  Munodo

Munodo M M Assistant Assistant Analyst Analyst Pengembangan Pengembangan Kompetensi Kompetensi 1,14 1,14 NormalNormal Kesimpulan :

Kesimpulan :

Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja underload underload  = 17% = 17% Pegawai dengan beban kerja normal = 33% Pegawai dengan beban kerja normal = 33% Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja overloadoverload == 50%50%

Berdasarkan data pada tabel 4, beban kerja pegawai di Sub Bidang Pengembangan Berdasarkan data pada tabel 4, beban kerja pegawai di Sub Bidang Pengembangan SDM sebesar 50% pegawai memiliki nilai indeks FTE diatas 1,2. Hal tersebut memiliki SDM sebesar 50% pegawai memiliki nilai indeks FTE diatas 1,2. Hal tersebut memiliki makna bahwa 50% pegawai di Sub Bidang Pengembangan SDM memiliki beban kerja yang makna bahwa 50% pegawai di Sub Bidang Pengembangan SDM memiliki beban kerja yang  berlebih (

 berlebih (overload overload ). 33,33% pegawai memiliki beban kerja yang normal dan sisanya sebesar). 33,33% pegawai memiliki beban kerja yang normal dan sisanya sebesar 16,67% adalah pegawai dengan beban kerja rendah (

16,67% adalah pegawai dengan beban kerja rendah (underload underload ). Grafik 2 menunjukkan). Grafik 2 menunjukkan kesimpulan dari analisa beban

kesimpulan dari analisa beban kerja Sub Bidang Pengembangan SDM.kerja Sub Bidang Pengembangan SDM.

Grafik

Grafik22 Pie ChartPie ChartBeban Kerja Pegawai Sub Bidang PBeban Kerja Pegawai Sub Bidang P engembangan SDMengembangan SDM

Sub Bidang Adminstrasi SDM memiliki personil yang banyak dan pekerjaannya Sub Bidang Adminstrasi SDM memiliki personil yang banyak dan pekerjaannya  bersifat

 bersifat rutin, rutin, menyebabkan menyebabkan pegawai pegawai cenderungcenderung underload underload . Karena dengan pekerjaan yang. Karena dengan pekerjaan yang rutin, pegawai terbiasa menghadapi pekerjaan tersebut sehingga pekerjaan pun lebih cepat rutin, pegawai terbiasa menghadapi pekerjaan tersebut sehingga pekerjaan pun lebih cepat selesai ditambah lagi dengan adanya personil yang banyak. Tabel 5 menunjukkan hasil selesai ditambah lagi dengan adanya personil yang banyak. Tabel 5 menunjukkan hasil  perhitungan beban kerja pegawai Sub B

 perhitungan beban kerja pegawai Sub Bidang Administrasi SDM :idang Administrasi SDM : Underload; Underload; 17% 17% Normal; 33% Normal; 33% Overload; 50% Overload; 50%

(11)

Tabel 5

Tabel 5 Indeks FTE Pegawai Sub Bidang Administrasi SDMIndeks FTE Pegawai Sub Bidang Administrasi SDM Nama

Nama Sebutan JabatanSebutan Jabatan IndeksIndeks FTE

FTE KeteranganKeterangan Dimas

Dimas Adiprasetyo Adiprasetyo Assistant Assistant Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,780,78 UnderloadUnderload

Eko

Eko waluyo waluyo Junior Junior Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 1,04 1,04 NormalNormal Husni

Husni Jaya Jaya Assistant Assistant Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,790,79 UnderloadUnderload

Karmin

Karmin Assistant Assistant Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,960,96 UnderloadUnderload

Karyadi

Karyadi Assistant Assistant Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,640,64 UnderloadUnderload

 Ngadiran

 Ngadiran Junior Officer Administrasi SDM Junior Officer Administrasi SDM 0,870,87 UnderloadUnderload

Olivia

Olivia Regina Regina Assistant Assistant Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,460,46 UnderloadUnderload

Sru

Sru Wardoyo Wardoyo Junior Junior Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,960,96 UnderloadUnderload

Suyitno

Suyitno SPV SPV Pengelolaan Pengelolaan Renumerasi Renumerasi & & Benefit Benefit 1,331,33 OverloadOverload

Wagino

Wagino Assistant Officer Assistant Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,720,72 UnderloadUnderload

Ermaeli

Ermaeli Muluk Muluk Assistant Assistant Officer Officer Administrasi Administrasi SDM SDM 0,710,71 UnderloadUnderload

Kesimpulan : Kesimpulan :

Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja underload underload  = 66,67% = 66,67% Pegawai dengan beban kerja normal

Pegawai dengan beban kerja normal = 16,67%= 16,67% Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja overloadoverload== 16,67%16,67%

Sub Bidang Administrasi SDM memiliki jumlah pegawai yang beban kerjanya Sub Bidang Administrasi SDM memiliki jumlah pegawai yang beban kerjanya dibawah normal yaitu

dibawah normal yaitu sebanyak 9 dari 11 orang yang berarti sebesar 66,67% pegawai padasebanyak 9 dari 11 orang yang berarti sebesar 66,67% pegawai pada sub bidang ini tergolong

sub bidang ini tergolong underload underload . Jumlah ini cukup besar, semestinya atasan dapat lebih. Jumlah ini cukup besar, semestinya atasan dapat lebih mengontrol pekerjaan bawahan untuk bekerja lebih efektif. Karena jika dibandingkan dengan mengontrol pekerjaan bawahan untuk bekerja lebih efektif. Karena jika dibandingkan dengan  beban

 beban seorang seorang SPV SPV yangyang overload overload   menandakan sebenarnya pekerjaan pada sub bidang ini  menandakan sebenarnya pekerjaan pada sub bidang ini cukup banyak, namun tugas yang bersifat rutin sehingga pegawai merasa kurang tertantang cukup banyak, namun tugas yang bersifat rutin sehingga pegawai merasa kurang tertantang dapat memacu turunnya motivasi dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dapat dapat memacu turunnya motivasi dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk melakukan rotasi atau penambahan jenis pekerjaan kepada mempertimbangkan untuk melakukan rotasi atau penambahan jenis pekerjaan kepada  pegawai

 pegawai Sub Sub Bidang Bidang Administrasi Administrasi SDM. SDM. Grafik Grafik 3 3 menunjukkan menunjukkan proporsi proporsi pegawai pegawai dengandengan  beban

 beban kerja kerja rendah rendah ((underload underload ) yang cukup besar, sehingga sub bidang ini harus segera) yang cukup besar, sehingga sub bidang ini harus segera ditindak.

ditindak.

Grafik 

Grafik  3 Pie Chart  3Pie Chart  Beban Kerja Pegawai Sub Bidang Administrasi SDM Beban Kerja Pegawai Sub Bidang Administrasi SDM Underload; Underload; 66% 66% Normal; Normal; 17% 17% Overload; Overload; 17% 17%

(12)

Sub

Sub bidang bidang terakhir terakhir yaitu yaitu Organisasi Organisasi & & Pengendalian Pengendalian Tenaga Tenaga Kerja, Kerja, jumlah jumlah personilpersonil dalam sub bidang ini terbilang sedikit, dari perhitungan beban kerja berdasarkan indeks FTE dalam sub bidang ini terbilang sedikit, dari perhitungan beban kerja berdasarkan indeks FTE tampak hanya satu pegawai yang memiliki beban kerja diatas normal dan sebagian lagi tampak hanya satu pegawai yang memiliki beban kerja diatas normal dan sebagian lagi memiliki beban kerja dibawah indeks FTE normal (

memiliki beban kerja dibawah indeks FTE normal (underload underload ). Berdasarkan hasil wawancara). Berdasarkan hasil wawancara  penulis

 penulis terhadap terhadap responden, responden, hampir hampir keseluruhan keseluruhan dari dari responden responden tidak tidak mengetahui mengetahui tugastugas  pokoknya.

 pokoknya. Bagi Bagi pegawai pegawai yang yang tidak tidak mengetahui mengetahui tugas tugas pokoknya pokoknya dan dan tidak tidak memilikimemiliki dorongan untuk mencari pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan, bisa dipastikan beban kerja dorongan untuk mencari pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan, bisa dipastikan beban kerja nya berada dibawah indeks FTE normal.

nya berada dibawah indeks FTE normal.

Tabel 6 Indeks FTE Pegawai Sub Bidang Organisasi dan Pengendalian Tenaga Kerja Tabel 6 Indeks FTE Pegawai Sub Bidang Organisasi dan Pengendalian Tenaga Kerja Nama

Nama Sebutan JabatanSebutan Jabatan IndeksIndeks FTE FTE

Keterangan Keterangan Ridwanullah

Ridwanullah Junior Junior Analyst Analyst PengendaliaPengendalian n Outsourcing Outsourcing 0,770,77 UnderloadUnderload Putu

Putu Yoga Yoga Assistant Assistant Analyst Analyst Organisasi Organisasi dan dan PerencanaPerencanaan an 1,341,34 OverloadOverload Diah

Diah Ariani Ariani Analyst Analyst Organisasi Organisasi dan dan Perencanaan Perencanaan Tenaga Tenaga Kerja Kerja 0,150,15 UnderloadUnderload Eka

Eka S S Analyst Analyst Organisasi Organisasi dan dan Perencanaan Perencanaan Tenaga Tenaga Kerja Kerja 1,07 1,07 NormalNormal Kesimpulan :

Kesimpulan :

Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja underload underload  = 50% = 50% Pegawai dengan beban kerja normal = 25% Pegawai dengan beban kerja normal = 25% Pegawai dengan beban kerja

Pegawai dengan beban kerja overloadoverload== 25%25%

Tabel 6 menunjukkan bahwa hanya 1 pegawai saja yang

Tabel 6 menunjukkan bahwa hanya 1 pegawai saja yang overload,overload, pegawai tersebut pegawai tersebut  pun

 pun merupakan merupakan pegawai pegawai dengan dengan nilai nilai indeks indeks FTE FTE tertinggi tertinggi kedua. kedua. Sementara Sementara itu, itu, pegawaipegawai lain pada sub bidang yang sama memiliki beban normal dan

lain pada sub bidang yang sama memiliki beban normal dan underload.underload. Beban kerja yangBeban kerja yang tidak merata ini dapat disimpulkan bahwa pekerjaan banyak dilimpahkan kepada satu tidak merata ini dapat disimpulkan bahwa pekerjaan banyak dilimpahkan kepada satu  pegawai. Kepercayaan

 pegawai. Kepercayaan atasan terhadap atasan terhadap kemampuan salah skemampuan salah satu pegawai meatu pegawai membuat beban kerjambuat beban kerja  pegawai ters

 pegawai tersebut menjadi ebut menjadi paling tinggi paling tinggi dibanding pegawai dibanding pegawai lainnya pada lainnya pada sub sub bidang tersebut.bidang tersebut. Mendapatkan kepercayaan atas kemampuan diri memang bagus, namun memunculkan Mendapatkan kepercayaan atas kemampuan diri memang bagus, namun memunculkan ketidakadilan terhadap beban kerja pegawai tersebut. Sebaiknya atasan mengajukan pelatihan ketidakadilan terhadap beban kerja pegawai tersebut. Sebaiknya atasan mengajukan pelatihan kepada pegawai lainnya agar kelak dapat dimanfaatkan kinerjanya. Grafik 4 menunjukkan kepada pegawai lainnya agar kelak dapat dimanfaatkan kinerjanya. Grafik 4 menunjukkan ketidakmerataan beban kerja Sub Bidang Organisasi & Pengendalian Tenaga Kerja (OPTK). ketidakmerataan beban kerja Sub Bidang Organisasi & Pengendalian Tenaga Kerja (OPTK).

(13)

Grafik

Grafik44 Pie Chart Pie Chart  Beban Kerja Pegawai Sub Bidang Organisasi & Pengendalian Tenaga Kerja Beban Kerja Pegawai Sub Bidang Organisasi & Pengendalian Tenaga Kerja Penulis melakukan

Penulis melakukan penyesuaian penyesuaian terhadap rentang terhadap rentang nilai indeks nilai indeks FTE FTE untuk untuk PLNPLN Disjaya. Penetapan rentang yang berbeda ini dilakukan penulis agar menyesuaikan dengan Disjaya. Penetapan rentang yang berbeda ini dilakukan penulis agar menyesuaikan dengan keadaan perusahaan yaitu Bidang SDMO PLN Disjaya. Sebab apabila penulis menetapkan keadaan perusahaan yaitu Bidang SDMO PLN Disjaya. Sebab apabila penulis menetapkan rentang yang sama dengan aturan dasar yaitu 0 – 0,99 dianggap

rentang yang sama dengan aturan dasar yaitu 0 – 0,99 dianggap underload,underload, rentang nilai 1rentang nilai 1 adalah normal dan nilai >1 dianggap

adalah normal dan nilai >1 dianggap overloadoverload maka kesimpulannya akan berbeda darimaka kesimpulannya akan berbeda dari keadaan yang sesungguhnya. Apabila penulis tidak membuat penyesuaian maka kesimpulan keadaan yang sesungguhnya. Apabila penulis tidak membuat penyesuaian maka kesimpulan dari beban kerja bidang SDMO dapat digambarkan pada

dari beban kerja bidang SDMO dapat digambarkan pada pie chart pie chartdibawah ini :dibawah ini :

Grafik

Grafik55 Pie ChartPie ChartContoh Kesimpulan Beban Kerja Pegawai Bidang SDMO Contoh Kesimpulan Beban Kerja Pegawai Bidang SDMO Tanpa Penyesuaian Rentang NilaiTanpa Penyesuaian Rentang Nilai Indeks FTE

Indeks FTE

Setelah dilakukan penyesuaian terhadap rentang nilai indeks FTE maka hasilnya lebih Setelah dilakukan penyesuaian terhadap rentang nilai indeks FTE maka hasilnya lebih tepat dengan keadaan sesungguhnya di PLN Disjaya, yaitu seperti pada grafik 6. Jika penulis tepat dengan keadaan sesungguhnya di PLN Disjaya, yaitu seperti pada grafik 6. Jika penulis tidak melakukan penyesuaian dalam rentang nilai indeks FTE maka hasil akan menunjukkan tidak melakukan penyesuaian dalam rentang nilai indeks FTE maka hasil akan menunjukkan

Undeload; Undeload; 50% 50% Normal; Normal; 25% 25% Overload; Overload; 25% 25% Underload; Underload; 52% 52% Normal; 0% Normal; 0% Overload; Overload; 38% 38%

(14)

 bahwa

 bahwa tidak tidak ada ada pegawai pegawai yang yang beban beban kerja kerja nya nya normal, normal, karena karena tidak tidak ada ada pegawai pegawai yangyang memiliki nilai indek FTE sebesar 1, melainkan berada dibawah atau diatas nilai 1. Keadaan memiliki nilai indek FTE sebesar 1, melainkan berada dibawah atau diatas nilai 1. Keadaan tersebut tidak mungkin terjadi dalam keadaan sebenarnya sehingga dibutuhkan penyesuaian tersebut tidak mungkin terjadi dalam keadaan sebenarnya sehingga dibutuhkan penyesuaian terhadap rentang nilai indeks FTE. Maka setelah penyesuaian dilakukan, terdapat 5 pegawai terhadap rentang nilai indeks FTE. Maka setelah penyesuaian dilakukan, terdapat 5 pegawai yang memiliki beban kerja berlebih (

yang memiliki beban kerja berlebih (overload overload ), 4 pegawai yang beban kerja normal dan 15), 4 pegawai yang beban kerja normal dan 15  pegawai yang beban kerjanya rendah (

 pegawai yang beban kerjanya rendah (underload underload ).).

Grafik 6

Grafik 6Pie ChartPie ChartKesimpulan Beban Kerja Seluruh Pegawai Bidang SDMOKesimpulan Beban Kerja Seluruh Pegawai Bidang SDMO

Berdasarkan analisa beban kerja yang telah didapat maka penulis membuat suatu Berdasarkan analisa beban kerja yang telah didapat maka penulis membuat suatu kesimpulan kebutuhan tenaga kerja Bidang SDMO PLN Disjaya, bahwa sesungguhnya tidak kesimpulan kebutuhan tenaga kerja Bidang SDMO PLN Disjaya, bahwa sesungguhnya tidak  perlu penambahan tenaga kerja. Jumlah pegawai saat ini dan calon pegawai di Bidang SDMO  perlu penambahan tenaga kerja. Jumlah pegawai saat ini dan calon pegawai di Bidang SDMO sudah tepat (merujuk pada tabel 7), namun dengan jumlah pegawai saat ini masih belum sudah tepat (merujuk pada tabel 7), namun dengan jumlah pegawai saat ini masih belum dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Hal ini disebabkan oleh beban kerja karyawan dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Hal ini disebabkan oleh beban kerja karyawan yang belum merata.

yang belum merata.

Ketidakmerataan beban kerja disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya Ketidakmerataan beban kerja disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya  pengetahuan

 pengetahuan pegawai pegawai terhadap terhadap deskripsi deskripsi pekerjaannya, pekerjaannya, kebijakan kebijakan untuk untuk mengurangi mengurangi bebanbeban  pekerjaan

 pekerjaan pegawai pegawai senior senior dan dan lebih lebih mengandalkan mengandalkan generasi generasi muda muda dan dan faktor faktor kepercayaankepercayaan atasan kepada pegawai tertentu. Jika beban kerja di Bidang SDMO lebih merata maka dengan atasan kepada pegawai tertentu. Jika beban kerja di Bidang SDMO lebih merata maka dengan  jumlah pegawai

 jumlah pegawai existingexisting, dapat memberikan kontribusi yang lebih maksimal., dapat memberikan kontribusi yang lebih maksimal.

Underload; 62% Underload; 62% Normal; 17% Normal; 17% Overload; 21% Overload; 21%

(15)

Tabel 7

Tabel 7 Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja PLN Disjaya Bidang SDMOJumlah Kebutuhan Tenaga Kerja PLN Disjaya Bidang SDMO

No Unit No Unit Jumlah Jumlah Pegawai Pegawai Saat Ini Saat Ini Usulan Usulan Tambahan Tambahan Pegawai Pegawai Keterangan Keterangan 1

1 Bidang Bidang SDMO SDMO 4 4 00 Perlu sosialisai mengenaiPerlu sosialisai mengenai deskripsi pekerjaan deskripsi pekerjaan 2 2 Sub Bidang Sub Bidang Pengembangan Pengembangan SDM SDM 5 5 11

Usulan telah diakomodasi Usulan telah diakomodasi

dengan adanya 1 calon pegawai dengan adanya 1 calon pegawai (OJT) (OJT) 3 3 Sub Bidang Sub Bidang Administrasi Administrasi SDM SDM 11 0 11 0

Pegawai yang ada dipersiapkan Pegawai yang ada dipersiapkan untuk menggantikan salah satu untuk menggantikan salah satu  pegawai yang akan pensiun  pegawai yang akan pensiun

tahun 2013 tahun 2013 4 4 Sub Bidang Sub Bidang Organisasi & Organisasi & Pengendalian Pengendalian Tenaga Kerja Tenaga Kerja 4 4 00

Diperlukan pemerataan beban Diperlukan pemerataan beban kerja untuk seluruh pegawai kerja untuk seluruh pegawai yang ada

yang ada

Dari kedua analisis diatas yaitu analisis beban kerja dan analisis kebutuhan tenaga Dari kedua analisis diatas yaitu analisis beban kerja dan analisis kebutuhan tenaga kerja, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah tenaga kerja PT PLN (Persero) Distribusi kerja, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah tenaga kerja PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi sudah hampir Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi sudah hampir tepat, namun permasalahan yang terjadi adalah pegawai kurang memahami tugas pokoknya tepat, namun permasalahan yang terjadi adalah pegawai kurang memahami tugas pokoknya dan pembagian tugas yang belum merata, sehingga memicu perbedaan beban kerja pegawai. dan pembagian tugas yang belum merata, sehingga memicu perbedaan beban kerja pegawai. Hal ini juga dipicu oleh sifat pegawai yang berbeda-beda. Pegawai yang memiliki motivasi Hal ini juga dipicu oleh sifat pegawai yang berbeda-beda. Pegawai yang memiliki motivasi tinggi dalam bekerja akan berusaha mencari dan melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan tinggi dalam bekerja akan berusaha mencari dan melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan  jabatannya bahkan mampu melakukan inovasi, namun bagi pegawai

 jabatannya bahkan mampu melakukan inovasi, namun bagi pegawai yang bermotivasi rendahyang bermotivasi rendah hanya menunggu dan mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan. Hal ini hanya menunggu dan mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan. Hal ini membuat sebagian karyawan tidak produktif dalam bekerja dan sebagian lagi justru membuat sebagian karyawan tidak produktif dalam bekerja dan sebagian lagi justru mengemban tugas yang berlebih.

mengemban tugas yang berlebih.  Namun

 Namun pada pada penelitian penelitian ini ini metode metode analisis analisis pekerjaan pekerjaan yang yang telah telah dilakukan dilakukan oleholeh  penulis mencakup wawancara, pandangan

 penulis mencakup wawancara, pandangan pejabat senior atpejabat senior atau pegawai, kuesioner dan au pegawai, kuesioner dan catatancatatan harian pegawai (

harian pegawai (daily activity onlinedaily activity online). Metode ini akan lebih sempurna apabila ditambahkan). Metode ini akan lebih sempurna apabila ditambahkan observasi yaitu pengamatan individu secara langsung. Akan tetapi saat ini metode FTE observasi yaitu pengamatan individu secara langsung. Akan tetapi saat ini metode FTE tersebut dapat digunakan dan diterapkan oleh perusahaan untuk mengetahui jumlah tersebut dapat digunakan dan diterapkan oleh perusahaan untuk mengetahui jumlah kebutuhan pegawai yang sesuai dengan beban kerja

kebutuhan pegawai yang sesuai dengan beban kerja masing-masing.masing-masing.

Penulis menyarankan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti pada ranah yang Penulis menyarankan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti pada ranah yang sama, sebaiknya memperpanjang rentang pengumpulan data kegiatan pekerjaan pegawai sama, sebaiknya memperpanjang rentang pengumpulan data kegiatan pekerjaan pegawai

(16)

misalnya kegiatan pegawai dalam rentang waktu 1 tahun. Tujuannya adalah untuk misalnya kegiatan pegawai dalam rentang waktu 1 tahun. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi beban kerja yang lebih akurat dan sesuai dengan deskripsi pekerjaan mendapatkan informasi beban kerja yang lebih akurat dan sesuai dengan deskripsi pekerjaan karena dengan rentang waktu yang saat ini digunakan tidak mencakup keseluruhan deskripsi karena dengan rentang waktu yang saat ini digunakan tidak mencakup keseluruhan deskripsi  pekerjaan

 pekerjaan pegawai pegawai yang yang bersangkutan bersangkutan melainkan melainkan juga juga mencakup mencakup kegiatan kegiatan pegawai pegawai selamaselama rentang waktu yang ditentukan. Penambahan rentang waktu ini perlu dilengkapi oleh rentang waktu yang ditentukan. Penambahan rentang waktu ini perlu dilengkapi oleh  penambahan

 penambahan anggotan anggotan tim tim untuk untuk menggali menggali informasi informasi kegiatan kegiatan pegawai pegawai melalui melalui wawancarawawancara intensif.

intensif.

Penulis menyarankan kepada PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Penulis menyarankan kepada PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi untuk melakukan sosialisasi tugas Tangerang Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi untuk melakukan sosialisasi tugas  pokok

 pokok masing-masing masing-masing jabatan jabatan pada pada awal awal mula mula pegawai pegawai ditempatkan ditempatkan di di jabatan jabatan tertentu.tertentu. Sebab tugas pokok merupakan pedoman utama yang semestinya diketahui dan dimengerti Sebab tugas pokok merupakan pedoman utama yang semestinya diketahui dan dimengerti  pegawai semenjak mereka menerima jabatan tersebut.

 pegawai semenjak mereka menerima jabatan tersebut.

Pelaksanaan sosialisasi ini membutuhkan peran seorang Deputi Manajer untuk Pelaksanaan sosialisasi ini membutuhkan peran seorang Deputi Manajer untuk menyampaikan dan memastikan bahwa perusahaan menerima seorang pegawai yang menyampaikan dan memastikan bahwa perusahaan menerima seorang pegawai yang mengerti dan akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jabatannya. Dalam mengerti dan akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jabatannya. Dalam menanggulangi masalah ketidakmerataan beban kerja maka diperlukan pengendalian beban menanggulangi masalah ketidakmerataan beban kerja maka diperlukan pengendalian beban dengan cara membagi rata beban pekerjaan kepada para pegawai sedemikian rupa sehingga dengan cara membagi rata beban pekerjaan kepada para pegawai sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi karyawan yang kelebihan beban kerja.

tidak ada lagi karyawan yang kelebihan beban kerja.

Perusahaan juga perlu menelaah kembali tentang kredibilitas deskripsi pekerjaan saat Perusahaan juga perlu menelaah kembali tentang kredibilitas deskripsi pekerjaan saat ini dengan pekerjaan yang dilakukan pegawai saat ini. Sebab deskripsi pekerjaan yang ada ini dengan pekerjaan yang dilakukan pegawai saat ini. Sebab deskripsi pekerjaan yang ada saat ini belum menjelaskan secara rinci pekerjaan per jabatan. Memperjelas deskripsi saat ini belum menjelaskan secara rinci pekerjaan per jabatan. Memperjelas deskripsi  pekerjaan

 pekerjaan perlu perlu dipertimbangkan dipertimbangkan perusahaan perusahaan sebab sebab terdapat terdapat beberapa beberapa pekerjaan pekerjaan yangyang merupakan hasil dari kerja sama beberapa pegawai.

merupakan hasil dari kerja sama beberapa pegawai.

Selain itu pegawai juga perlu diberikan pelatihan – pelatihan yang dibutuhkan agar Selain itu pegawai juga perlu diberikan pelatihan – pelatihan yang dibutuhkan agar dapat meningkatkan keterampilan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Misalnya pelatihan dapat meningkatkan keterampilan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Misalnya pelatihan dalam mengambil keputusan, pengelolaan waktu (

dalam mengambil keputusan, pengelolaan waktu (time management time management ) dan pelatihan lainnya) dan pelatihan lainnya yang berkaitan dengan perencanaan kerja. Tujuannya adalah agar pegawai dapat membuat yang berkaitan dengan perencanaan kerja. Tujuannya adalah agar pegawai dapat membuat  perencanaan

 perencanaan kerja kerja yang yang lebih lebih sistematis sistematis sehingga sehingga suatu suatu pekerjaan pekerjaan tidak tidak menumpuk menumpuk di di satusatu waktu tertentu. Jika pegawai telah memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih baik waktu tertentu. Jika pegawai telah memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih baik maka efisiensi dan efektivitas dalam bekerja dapat tercipta.

(17)

Apabila perusahaan ingin mengimplementasikan metode

Apabila perusahaan ingin mengimplementasikan metode Full Time EquivallentFull Time Equivallent (FTE)(FTE)

disarankan untuk mempertimbangkan rentang waktu pengumpulan data dan jumlah sample. disarankan untuk mempertimbangkan rentang waktu pengumpulan data dan jumlah sample. Rentang waktu yang disarankan adalah selama 1 tahun dan jumlah sampel dapat Rentang waktu yang disarankan adalah selama 1 tahun dan jumlah sampel dapat menyesuaikan dengan jumlah pegawai PLN Disjaya. Dalam pengumpulan informasi dapat menyesuaikan dengan jumlah pegawai PLN Disjaya. Dalam pengumpulan informasi dapat dilakukan melalui wawancara yang intensif agar kegiatan pegawai dalam rentang waktu yang dilakukan melalui wawancara yang intensif agar kegiatan pegawai dalam rentang waktu yang ditentukan dapat tergali.

ditentukan dapat tergali.

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Anyim, Francis.C., E,Samuel., & Ekwoaba, Joy.O. (2012). The Imperative of Integrating Anyim, Francis.C., E,Samuel., & Ekwoaba, Joy.O. (2012). The Imperative of Integrating

Corporate Business Plan with Manpower Planning.

Corporate Business Plan with Manpower Planning.  Internati International onal Journal Journal ofof

 Business an

 Business and Managemd Management.ent.

Stoner, James.A,F., Wankel, Charles., (1986).

Stoner, James.A,F., Wankel, Charles., (1986).  Manageme Management nt . New Jersey: Prentice-Hall. New Jersey: Prentice-Hall

International, Inc. International, Inc.

Gambar

Grafik 1 1 . Perbandingan Pegawai Pulang Tepat Waktu dan Lembur . Perbandingan Pegawai Pulang Tepat Waktu dan Lembur
Tabel 1. 1. Hasil Employee Engagement Survey (EES) PLN Disjaya Hasil Employee Engagement Survey (EES) PLN Disjaya
Tabel 2 2 Form Wawancara Evaluasi Beban Kerja Pegawai Form Wawancara Evaluasi Beban Kerja Pegawai
Grafik 1 1 Pie Chart  Pie Chart   Beban Kerja Pegawai Bidang SDMO  Beban Kerja Pegawai Bidang SDMO
+5

Referensi

Dokumen terkait

Jadwal aktual yang dibuat oleh hotel-hotel non bintang di DIY untuk security belum memperhatikan keseimbangan beban kerja antar tenaga kerjanya dan.. fleksibilitas terhadap

Judul Tesis : ANALISIS BEBAN KERJA KEPERAWATAN UNTUK MEMPERKIRAKAN KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT DI BAGIAN RAWAT INAP TERPADU A RSUP H.. ADAM MALIK

ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA PEMASAK DENGAN METODE WORK SAMPLING DI INSTALASI GIZI RSUP

Hasil akhir yang diperoleh pada penelitian ini adalah pekerjaan mixing memiliki beban kerja yang tinggi sehingga berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga kerja dibutuhkan

Judul Skripsi : Analisis Kebutuhan Tenaga Berdasarkan beban Kerja di Bagian Human Resource Department (HRD) Rumah Sakit Karya Bhakti Bogor Tahun 2009.. Telah

Penilaian beban kerja dilakukan dengan mengukur berat badan tenaga kerja, mengamati aktivitas tenaga kerja dan menghitung kebutuhan kalori berdasarkan pengeluaran energi sesuai

4.2.3 Analisis Beban Kerja Analisis beban kerja yang telah dilakukan menggunakan metode WISN didapatkan hasil jumlah yaitu perhitungan beban kerja tenaga kerja di Instalasi Gizi RSUD

Kebutuhan Tenaga Perawat Unit Pelayanan Intensif Berdasarkan Beban Kerja dan Kompetensi di Unit Pelayanan Intensif Rumah Sakit Perawat, sebagai SDM tenaga kesehatan memberikan