Kantor Pusat:
Gedung Chaze Plaza Lantai 12 & 15
Jl. Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta 12920, Indonesia
Telp: (021) 520 0434, Fax: (021) 520 9160, Situs Internet: www.bpfi.co.id
PROSPEKTUS
PENA
W
ARAN UMUM TERBA
TAS I ("PUT I") PT BA
TA
VIA
PROSPERINDO FINANCE TBK
DALAM RANGKA
PENERBIT
AN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ("HMETD")
Tanggal Efektif : 1 Desember 2014
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 1 Desember 2014 Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di
- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 8 Desember 2014
- Pasar Tunai : 11 Desember 2014
Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di
- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 9 Desember 2014
- Pasar Tunai : 12 Desember 2014
Tanggal Pencatatan (Recording Date) dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas HMETD : 11 Desember 2014
Tanggal Distribusi Sertifikat Bukti HMETD : 12 Desember 2014
Tanggal Pencatatan Saham di PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) : 15 Desember 2014 Periode Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD di BEI : 15 - 19 Desember 2014 Periode Pendaftaran, Pemesanan dan Pembayaran Saham (Periode Pelaksanaan) : 15 - 19 Desember 2014 Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 17 - 23 Desember 2014 Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 23 Desember 2014 Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan : 24 Desember 2014 Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan : 24 Desember 2014 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan : 30 Desember 2014
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
PT Batavia Prosperindo Finance Tbk.
Kegiatan UsahaBergerak dalam Bidang Usaha Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan
Kantor Pusat: Gedung Chaze Plaza Lantai 12 & 15 Jl. Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta 12920, Indonesia
Telp: (021) 520 0434, Fax: (021) 520 9160 Situs Internet: www.bpfi.co.id
Kantor Operasional:
Perseroan memiliki 42 kantor cabang dan 2 kantor perwakilan yang tersebar di pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi PENAWARAN UMUM TERBATAS I (”PUT I”) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HAK
MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (”HMETD”)
Sebanyak-banyaknya 700.000.000 (tujuh ratus juta) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per Saham yang akan ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per Saham sehingga seluruhnya bernilai sebanyak-banyaknya Rp350.000.000.000,- (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah). Setiap pemegang 10 (sepuluh) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 11 Desember 2014 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berhak atas 7 (tujuh) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.D.1 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2014 sampai dengan tanggal 19 Desember 2014. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham yang akan diterbitkan dalam PUT I ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu, hak-hak yang berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus dan hak atas HMETD.
PT Batavia Prima Investama (“BPV”) sebagai pemilik 219.445.500 (dua ratus sembilan belas juta empat ratus empat puluh lima ribu lima ratus) saham Perseroan akan menjual 72.000.000 (tujuh puluh dua juta) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT I kepada PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (“BPI”) berdasarkan Perjanjian Jual Beli HMETD tanggal 16 Oktober 2014. BPI sebagai pembeli 72.000.000 (tujuh puluh dua juta) HMETD dari BPV dan sebagai pemilik 40.000.000 (empat puluh juta) saham Perseroan yang berhak atas 28.000.000 (dua puluh delapan juta) HMETD, berdasarkan pernyataannya tanggal 17 Oktober 2014, telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya.
Saham yang ditawarkan dalam PUT I ini, apabila tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan saham berdasarkan Harga Pelaksanaan . Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka sesuai dengan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 88 tanggal 14 Oktober 2014, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 18 Tanggal 6 Nopember 2014, yang keduanya dibuat dihadapan Doktor Irawan Soerodjo, SH., Msi, Notaris di Jakarta, maka PT Batavia Prosperindo Sekuritas (”BPS”) selaku Pembeli Siaga akan mengambil bagian saham yang ditawarkan dalam PUT I dengan jumlah sebanyak-banyaknya 100.000.000 (seratus juta) saham pada Harga Pelaksanaan yaitu sebesar Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Apabila setelah Pembeli Siaga mengambil bagian saham ternyata masih terdapat sisa saham dalam PUT I ini, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari dalam portepel Perseroan.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM
PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM TERBATAS I INI SESUAI DENGAN HMETD-NYA AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) MAKSIMUM SEBESAR 41,18% SETELAH HMETD DILAKSANAKAN.
PUT I MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA (”RUPSLB”) PERSEROAN. DALAM HAL RUPSLB PERSEROAN TIDAK MENYETUJUI PUT I, MAKA SEGALA KEGIATAN YANG TELAH DAN/ ATAU AKAN DILAKUKAN OLEH PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN PUT I INI SESUAI JADWAL TERSEBUT DI ATAS AKAN DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIAN (”KSEI”).
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT, DIMANA DEBITUR TIDAK MAMPU MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN BAIK POKOK PINJAMAN MAUPUN BUNGANYA ATAU KEDUANYA.
PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (selanjutnya disebut ”Perseroan”), telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan PUT I kepada Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (”OJK”) dengan surat No. 01939/BPF/X/2014 tanggal 20 Oktober 2014, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No. 3608 beserta peraturan pelaksanaannya dan perubahan-perubahannya (selanjutnya disebut sebagai ”Undang-Undang Pasar Modal”) jo Peraturan Bapepam dan LK No.IX.D.1 tentang HMETD (Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.KEP-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003).
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT I ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku serta kode etik dan standar profesi masing-masing. Sehubungan dengan PUT I ini, setiap pihak terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau pernyataan mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus tanpa persetujuan tertulis dari Perseroan.
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT I ini bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sesuai dengan definisi Afiliasi dalam Undang-Undang Pasar Modal.
PENAWARAN UMUM TERBATAS I INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN MAUPUN PEMBELIAN SAHAM-SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR INDONESIA TERSEBUT.
PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI MATERIAL YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.
-
i -
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ………...………... i
DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN………. iii
RINGKASAN………..………... vii
I. PENAWARAN UMUM TERBATAS I ……….………... 1
II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS I... 10
III. PERNYATAAN UTANG... 12
IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN……….. 24
A. Umum……….. 24
B. Analisis Keuangan………. 33
C. Manajemen Risiko………. 53
D. Informasi Keuangan yang telah Dilaporkan yang Mengandung Kejadian yang Sifatnya Luar Biasa dan Kecil Kemungkinan Akan Berulang Lagi Pada Masa yang Akan Datang……… 55
E. Posisi Pangsa Pasar Perseroan……….. 55
F. Kebijakan Akuntansi Penting dan Perubahannya………. 55
V. RISIKO USAHA………. 60
VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN……….. 62
VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN………... 63
A. Riwayat Singkat Perseroan……….. 63
B. Perkembangan Kepemilikan Saham... 64
C. Keterangan Singkat Tentang Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum……….. 70
D. Pengurusan dan Pengawasan………. 74
E. Sumber Daya Manusia……….. 78
F. Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance)………... 81
G. Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan... 82
H. Struktur Organisasi Perseroan... 82
I. Hubungan Kepemilikan serta Pengurusan dan Pengawasan Perseroan dengan Pemegang Berbentuk Badan Hukum... 83
J. Transaksi dengan Pihak Afiliasi... 84
K. Perjanjian dan Perikatan Material dengan Pihak Ketiga... 84
L. Perkara yang Sedang Dihadapi Perseroan... 87
M. Keterangan Tentang Aset tetap... 87
N. Asuransi... 88
O. Lisensi, Franchise, Konsesi Utama dan Hak Atas Kekayaan Intelektual... 97
-
ii -
VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN... 102
A. Umum……….. 102
B. Jaringan Kantor……….. 104
C. Kegiatan Usaha……….. 109
D. Persaingan Usaha……….……….…. 114
E. Tingkat Kesehatan Perseroan……….….…... 118
F. Fasilitas Pembiayaan dan Kolektibilitas Piutang……….. 118
G. Teknologi Informasi……… 118
H. Prospek Usaha……… 119
IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING……… 122
X. EKUITAS……… 125
XI. KEBIJAKAN DIVIDEN………. 127
XII. PERPAJAKAN……….. 128
XIII. PIHAK YANG BERTINDAK SEBAGAI PEMBELI SIAGA………. 131
XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL………. 134
XV PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM……….………… 137
XVI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT HMETD SERTA FORMULIR……… 145
XVII. PENDAPAT SEGI HUKUM……….………… 146
-
iii -
DEFINISI DAN SINGKATAN
Afiliasi Berarti:
(a) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
(b) hubungan antara satu pihak dengan pegawai, direktur atau komisaris dari pihak tersebut;
(c) hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau komisaris yang sama;
(d) hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; (e) hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung
maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau
(f) hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Aggota Bursa Berarti perantara pedagang efek yang telah memperoleh izin usaha dari
Bapepam-LK dan PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sehingga mempunyai hak untuk mempergunakan system dan atau sarana BEI sesuai dengan Peraturan BEI guna melakukan transaksi bursa.
BAE Berarti Biro Administrasi Efek
Bank Kustodian Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam atau
Bapepam dan LK atau OJK untuk menjalankan kegiatan usaha sebagai kustodian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Bapepam Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
ayat 1 Undang-Undang Pasar Modal atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
Bapepam dan LK Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana
dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 606/KMK.01/2005 tanggal 30-12-2005 (tiga puluh Desember dua ribu lima) tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11-10-2010 (sebelas Oktober dua ribu sepuluh) tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
BPI Berarti PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk, yang pada saat Prospektus
ini diterbitkan merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Perseroan, yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi bisnis dan manajemen.
BPS Berarti PT Batavia Prosperindo Sekuritas, yang pada saat Prospektus ini
diterbitkan merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Perseroan, yang bergerak di bidang perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek.
BPV Berarti PT Batavia Prima Investama, yang pada saat Prospektus ini diterbitkan
merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Perseroan dan merupakan pemegang saham utama Perseroan, yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi manajemen bisnis.
-
iv -
Bursa Efek Indonesia(BEI) Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka, yang dalam hal ini adalah perseroan terbatas PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, atau pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
DPS Berarti Daftar Pemegang Saham yang dikeluarkan oleh BAE Perseroan.
EBIT Berarti Earning Before Interest and Tax, yaitu laba bersih sebelum bunga
dan pajak.
EBITDA Berarti Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortisation, yaitu
laba bersih sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.
Efek Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga
komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek dan setiap derivatif Efek.
Emisi Berarti tindakan Perseroan menerbitkan efek dan menjual kepada Pemegang
Saham Perseroan dan/atau pengganti dan penerus haknya dan/atau kepada masyarakat melalui PUT I.
Hari Bursa Berarti hari-hari dimana Bursa Efek Indonesia melakukan aktivitas transaksi
perdagangan Efek menurut peraturan perundang-undangan di Negara Republik Indonesia yang berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut.
Hari Kalender Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan Gregorius Calendar
tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa.
Hari Kerja Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang
ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa.
HMETD Hak Memesan Efek terlebih Dahulu.
Joint Financing Berarti kerjasama pembiayaan antara Perseroan dengan pihak perbankan
dan/atau pihak lainnya.
KAP Berarti Kantor akuntan Publik
Kemenkumham Berarti Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu
dikenal sebagai Departemen Kehakiman Republik Indonesia, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau Departemen Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia).
-
v -
Konfirmasi Tertulis Berarti laporan konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo efek dalam rekening
efek yang diterbitkan oleh KSEI atau perusahaan efek dan/atau Bank Kustodian berdasarkan Perjanjian Pembukaan Rekening Efek.
KSEI Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, yang bertugas
mengadministrasikan penyimpanan efek berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek pada Penitipan Kolektif.
Kustodian Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang
berkaitan dengandengan efek serta jasa lain, termasuk penerimaan dividen, bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.
Laba (rugi) - bersih Berarti laba (rugi) sebelum pajak dikurangi dengan beban pajak bersih dan
dikurangi dengan bagian laba (rugi) yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali.
Laba (rugi)
komprehensif - bersih pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berarti laba (rugi) komprehensif selama periode/tahun berjalan-bersih setelah
Laporan Posisi
Keuangan Berarti neraca keuangan.
Masyarakat Berarti perorangan dan/atau badan. Baik Warga Negara Indonesia/Badan
Indonesia maupun Warga Negara Asing/Badan Asing baik yang bertempat
tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun yang bertempat
tinggal/berkedudukan di luar negeri.
Menteri Hukum Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu
bernama Menteri Kehakiman Republik Indonesia atau Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) atau pengganti haknya.
NIM Singkatan dari “Net Interest Margin” yaitu Marjin Pendapatan Bunga Bersih yang merupakan pendapatan bunga bersih dibagi rata-rata Aset Produktif.
NPL Berarti Non Performing Loan.
OJK Berarti Otoritas Jasa Keuangan adalah Lembaga independen dan bebas
dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011. Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Menteri Keuangan dan Bapepam-LK ke OJK, sesuai dengan Pasal 55 UU Nomor: 21 Tahun 2011, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
PSAK Berarti Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.
Pemegang Rekening Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI
yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang--undangan di bidang Pasar Modal.
-
vi -
Pemegang Saham Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik efek di KSEI, yang
meliputi bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek atau pihak lain berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan di bidang Pasar Modal.
Pemerintah Berarti Pemerintah Republik Indonesia.
Penawaran Umum
Terbatas Berarti kegiatan Penawaran Efek oleh Perseroan yang dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM.
Penitipan Kolektif Berarti jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak
yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Penjamin IX.E.1 Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.KEP-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009.
Peraturan IX.E.2 Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.2 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011.
Pernyataan Pendaftaran Berarti Pernyataan Pendaftaran yang diajukan oleh Perseroan dalam
rangka Penawran Umum Terbatas I, yang terdiri dokumen-dokumen yang wajib diajukan berikut lampiran-lampirannya kepada ketua OJK termasuk semua perubahan, tambahan serta pembetulannya yang dibuat dikemudian hari guna memenuhu persyaratan OJK.
PUT I Berarti Penawaran Umum Terbatas I Perseroan.
RUPS Berarti Rapat Umum Pemegang Saham.
RUPSLB Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
Saham Berarti penyertaan Pemegang Saham dalam modal Perseroan yang dibuktikan
dengan surat saham atau surat kolektif saham sebagaimana dimaksud dalam anggaran dasar Perseroan saat ini atau yang akan disesuaikan dalam anggaran dasar Perseroan, dengan memperhatikan Perundang-Undangan.
UUPM Berarti Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995
tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608 berikut segala perubahannya.
UUPT Berarti Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas, lembaran Negara Republik Indonesia No.106 Tahun 2007, Tambahan No.4746, beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya.
vii
RINGKASAN
Ringk asan di bawah ini merupak an bagian yang tidak terpisahk an dan harus dibaca dalam k aitannya dengan k eterangan yang lebih terperinci. Ringk asan ini dibuat atas dasar fak ta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Semua informasi k euang an Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan Standar Ak untansi Keuangan di Indonesia.
I. UMUM
PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta No. 186 tanggal 12 Desember 1994 yang dibuat di hadapan Djedjem Widjaja SH., Notaris di Jakarta, dengan nama PT Bira Multi Finance. Akta Pendirian ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-18791-HT.01.01.TH.94 tanggal 22 Desember 1994 dan telah didaftarkan di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di bawah agenda No. 127/A.PT/HKM/1995/PNJAK.SEL tanggal 25 Januari 1995, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 12 tanggal 9 Pebruari 1996, Tambahan No. 1584.
Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham pada tanggal 16 Maret 2007 yang diaktakan oleh Sugito Tedjamulja SH, Notaris di Jakarta, dengan Akta No. 71 tanggal 16 Maret 2007, pemegang saham menyetujui perubahan nama Perseroan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-03581.HT.01.04.TH.2007 tanggal 4 April 2007 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah agenda No. 349/RUB.09.03/V/2007 tanggal 1 Mei 2007 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal 29 Mei 2007, Tambahan No. 5262.
Dalam rangka penyesuaian seluruh anggaran dasar Perseroan dengan Undang-Undang 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas maka seluruh anggaran dasar Perseroan disesuaikan dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Batavia Prosperindo Finance No. 180 tanggal 29 April 2008, dibuat di hadapan Sugito Tedjamulja, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-32523.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 12 Juni 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU.0047425.AH.01.09. Tahun 2008 tanggal 12 Juni 2008, serta telah diumumkan dalam Daftar Berita Negara Republik Indonesia No. 29/2009 tanggal 9 April 2009, Tambahan No. 9996/2009.
Dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham kepada masyarakat, Perseroan telah melakukan perubahan anggaran dasarnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 156 tanggal 21 Oktober 2008, dibuat oleh Dr. Irawan Soerodjo SH, MSi, Notaris di Jakarta, Akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-78289.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 24 Oktober 2008, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0101040.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 24 Oktober 2008 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 33 tanggal 24 April 2009, Tambahan No. 11470, mengenai: (i) persetujuan perubahan status Perseroan dari perseroan te rtutup menjadi perseroan terbuka, (ii) persetujuan perubahan nama Perseroan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, (iii) persetujuan pengeluaran saham baru yang berasal dari simpanana/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut kepada masyarakat melalui penawaran umum, (iv) persetujuan atas penawaran saham yang dimiliki oleh PT Batavia
viii
Prosperindo Sekuritas, kepada masyarakat selama penawaran umum, (v) persetujuan para pemegang saham Perseroan untuk melepaskan haknya untuk membeli terlebih dahulu atas penawaran atau penjualan saham, sehubungan dengan penawaran/penjualan saham dalam penawaran umum sebagaimana disebut dalam butir (iii) dan (iv) tersebut di atas, (vi) persetujuan atas pencatatan saham Perseroan, setelah dilaksanakannya penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal, dan termasuk saham-saham yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan pada Bursa Efek Indonesia (Company Listing), serta menyetujui untuk mendaftarkan saham -saham Perseroan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI),, (vii) pemberian kuasa kepada Direksi untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penawaran umum saham kepada masyarakat melalui pasar modal, (viii) pemberian kuasa kepada Dewan Komisaris untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penawaran umum saham kepada masyarakat melalui pasar modal, (ix) perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, dan (x) perubahan seluruh anggaran dasar Perseroan dalam rangka penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan, No. 45 tanggal 7 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, M.Si, Notaris di Jakarta. Akta ini telah mendapatkan penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana telah disetujui melalui Surat Pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.01.10-15.264 tanggal 10 September 2009, dengan Daftar Perseroan No. AHU-0059732.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 10 September 2009,
diberitahukan kepada Menteri Keuangan berdasarkan surat No 01723/BPF/IX/09, tertanggal 1 September 2009, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia, No. 63 tanggal 6 Agustus
2010, Tambahan No. 679. Akta ini menyetujui perubahan Pasal 4 ayat 2 dan 3 dari Anggaran Dasar Perseroan, dan penerbitan saham baru dari portepel dan menawarkan / menjual saham baru kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana (IPO) maksimal 450.000.000 saham baru.
Sebagaimana termaktub dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah di bidang sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang dan kartu kredit. Perseroan memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 90/KMK.017/1995 tanggal 15 Pebruari 1995 dengan nama PT Bira Multi Finance dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1995, dan telah diperbaharui dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-099/KM.10/2007 tanggal 9 Mei 2007 sehubungan dengan perubahan nama Perseroan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance.
Berdasarkan Surat Keterangan Domisili Perusahaan No. 472/1.824.1/14 tanggal 21 Maret 2014 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kotamadya Jakarta Selatan, Kecamatan Setiabudi dan Kelurahan Karet, Perseroan berkedudukan di Gedung Chase Plasa Lantai 12 & 15, Jl. Jend. Sudirman Kav.21, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan.
II. STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Oktober 2014 berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan yang dikeluarkan oleh PT Adimitra Transferindo, Biro Administrasi Efek Perseroan, adalah sebagai berikut:
ix
Keterangan Nilai Nominal Rp 100 per saham Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar 2.200.000.000 220.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Malacca Trust Limited 540.556.000 54.055.600.000 54,06
PT Batavia Prima Investama
(d/h PT Strait Finance) 219.445.500 21.944.550.000 21,94
Publik 239.998.500 23.999.850.000 24,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.000.000.000 100.000.000.000 100,00 Jumlah Saham dalam Portepel 1.200.000.000 120.000.000.000
III. KETERANGAN MENGENAI PENAW ARAN UMUM TERBATAS I (“PUT I”)
Jumlah Saham yang ditawarkan : 700.000.000
Nilai Nominal : Rp 100,-
Harga Pelaksanaan : Rp 500,- per saham
Rasio Saham Lama : HMETD : 10 : 7
Tanggal DPS Perseroan yang berhak atas HMETD : 11 Desember 2014
Tanggal Pencatatan HMETD di BEI : 15 Desember 2014
Periode Perdagangan HMETD : 15 – 19 Desember 2014
Periode Pelaksanaan HMETD : 15 – 19 Desember 2014
PT Batavia Prima Investama (“BPV”) sebagai pemilik 219.445.500 (dua ratus sembilan belas juta empat ratus empat puluh lima ribu lima ratus) saham Perseroan akan menjual 72.000.000 (tujuh puluh dua juta) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT I kepada PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (“BPI”) berdasarkan Perjanjian Jual Beli HMETD tanggal 16 Oktober 2014. BPI sebagai pembeli 72.000.000 (tujuh puluh dua juta) HMETD dari BPV dan sebagai pemilik 40.000.000 (empat puluh juta) saham Perseroan yang berhak atas 28.000.000 (dua puluh delapan juta) HMETD, berdasarkan pernyataannya tanggal 17 Oktober 2014, telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya. Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham BPI pada tanggal 31 Oktober 2014, BPI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham atas perubahan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana BPI, yaitu untuk pembelian HMETD dan pelaksanaan HMETD dalam PUT I Perseroan.
Saham yang ditawarkan dalam PUT I ini, apabila tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang memi nta penambahan saham berdasarkan Harga Pelaksanaan . Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka sesuai dengan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 88 tanggal 14 Oktober 2014, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 18 Tanggal 6 Nopember 2014, yang keduanya dibuat dihadapan Doktor Irawan Soerodjo, SH., Msi, Notaris di Jakarta, maka PT Batavia Prosperindo Sekuritas (”BPS”) selaku Pembeli Siaga akan mengambil bagian saham yang ditawarkan dalam PUT I dengan jumlah sebanyak -banyaknya 100.000.000 (seratus juta) saham pada Harga Pelaksanaan yaitu sebesar Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Apabila setelah Pembeli Siaga
x
mengambil bagian saham ternyata masih terdapat sisa saham dalam PUT I ini, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari dalam portepel Perseroan.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah PUT I
A. Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah PUT I secara proforma, dengan asumsi seluruh pemegang saham mengambil haknya dan BPI melaksanakan hak yang diperoleh dari BPV, menjadi sebagai berikut:
Sebelum PUT I Sesudah PUT I
Nilai Nominal Rp 100 per saham Nilai Nominal Rp 100 per saham Keterangan
Jumlah Nilai
%
Jumlah Nilai
%
Saham Nominal (Rp) Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 2.200.000.000 220.000.000.000 2.200.000.000 220.000.000.000 Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Malacca Trust Limited 540.556.000 54.055.600.000 54,06 918.945.200 91.894.520.000 54,06 PT Batavia Prima Investama (d/h PT Strait Finance) 219.445.500 21.944.550.000 21,94 301.057.350 30.105.735.000 17,71 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 40.000.000 4.000.000.000 4,00 140.000.000 14.000.000.000 8,23 Publik 199.998.500 19.999.850.000 20,00 339.997.450 39.999.745.000 20,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh 1.000.000.000 100.000.000.000 100,00 1.700.000.000 170.000.000.000 100,00 Jumlah Saham dalam
Portepel 1.200.000.000 120.000.000.000 500.000.000 50.000.000.000
Dengan asumsi bahwa seluruh HMETD dilaksanakan, maka seluruh saham Perseroan setelah PUT I menjadi sebanyak 1.700.000.000 (satu miliar tujuh ratus juta) saham, yang terdiri dari 1.000.000.000 (satu miliar) Saham Lama dan sebanyak 700.000.000 (tujuh ratus juta) Saham Baru yang berasal dari PUT I ini.
B. Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah PUT I secara proforma, dengan asumsi BPI sebagai pembeli 72.000.000 (tujuh puluh dua juta) HMETD dari BPV dan sebagai pemilik 40.000.000 (empat puluh juta) saham Perseroan yang berhak atas 28.000.000 (dua puluh delapan juta) HMETD melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya, serta BPS mengambil seluruh bagian sahamnya, sedangkan pemegang saham lainnya tidak melaksanakan haknya, menjadi sebagai berikut:
xi
Sebelum PUT I Sesudah PUT I
Nilai Nominal Rp 100 per saham Nilai Nominal Rp 100 per saham Keterangan
Jumlah Nilai
%
Jumlah Nilai
%
Saham Nominal (Rp) Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 2.200.000.000 220.000.000.000 2.200.000.000 220.000.000.000 Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Malacca Trust Limited 540.556.000 54.055.600.000 54,06 540.556.000 54.055.600.000 45,05 PT Batavia Prima Investama (d/h PT Strait Finance) 219.445.500 21.944.550.000 21,94 219.445.500 21.944.550.000 18,29 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 40.000.000 4.000.000.000 4,00 140.000.000 10.400.000.000 11,67 PT Batavia Prosperindo Sekuritas - - 0,00 100.000.000 10.000.000.000 8,33 Publik 199.998.500 19.999.850.000 20,00 199.998.500 19.999.850.000 16,67
Jumlah Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh 1.000.000.000 100.000.000.000 100,00 1.200.000.000 120.000.000.000 100,00
Jumlah Saham dalam
Portepel 1.200.000.000 120.000.000.000 1.000.000.000 100.000.000.000
Dengan asumsi bahwa hanya BPI yang melaksanakan haknya sebanyak 100.000.000 (seratus juta) saham dan BPS mengambil bagian sebanyak 100.000.000 (seratus juta) saham, sedangkan pemegang saham lainnya tidak melaksanakan haknya, maka seluruh saham Perseroan setelah PUT I menjadi sebanyak 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) saham, yang terdiri dari 1.000.000.000 (satu miliar) Saham Lama dan sebanyak 200.000.000 (dua ratus juta) Saham Baru yang berasal dari PUT I ini. Saham Baru yang berasal dari PUT I ini maupun saham-saham yang telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan akan dicatatkan seluruhnya pada BEI. Kedudukan saham yang akan diterbitkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen.
IV. RENCANA PENGGUNAAN DANA
Seluruh dana yang diperoleh dari PUT I setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam rangka ekspansi kredit Perseroan.
Rincian mengenai rencana penggunaan dana dari hasil Penawaran Umum Terbatas dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.
V. RISIKO USAHA
Sebagaimana dengan dunia usaha pada umumnya, Perseroan dan Entitas Anak tidak terlepas dari beberapa risiko usaha yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi pendapatan Perseroan dan Entitas Anak, risiko usaha di bawah ini merupakan risiko-risiko material dan telah diurutkan sesuai dengan bobot risiko-risiko :
xii
A. Risiko Perseroan 1. Risiko Kredit 2. Risiko Pendanaan 3. Risiko Operasional 4. Risiko Persaingan Usaha 5. Risiko Teknologi
B. Risiko Yang Berkaitan dengan Kondisi di Indonesia 1. Risiko Makro Ekonomi
2. Risiko Perubahan Kurs 3. Risiko Kebijakan Moneter 4. Risiko Sosial Politik
Rincian mengenai risiko usaha dapat dilihat pada Bab V Prospektus ini.
VI. PROSPEK USAHA DAN STRATEGI USAHA PROSPEK USAHA
Berdasarkan Pertemuan Awal Tahun 2014 antara Bank Indonesia dengan Media Massa pada Januari 2014, Bank Indonesia menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia tahun 2013 menghadapi tantangan yang tidak ringan yang kemudian memberikan tekanan kepada stabilitas makroekonomi dan mengganggu kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Perekonomian Indonesia tahun 2013 diperkirakan tumbuh sebesar 5,7%, tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia meningkat serta diikuti pelemahan nilai tukar Rupiah. Inflasi tercatat 8,38% atau berada di atas sasaran inflasi 4,5±1%.
Berdasarkan siaran pers Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (“APPI”) pada Januari 2014, APPI memperkirakan pertumbuhan pembiayaan tahun 2014 sebesar 10% atau mengejar target sebesar Rp 467 triliun. Walaupun ada kemungkinan kenaikan bunga acuan dan perlambatan ekonomi, pembiayaan akan tetap tumbuh di tahun 2014.
Indonesia saat ini merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Kondisi ekonomi, sosial dan politik di Indonesia telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk dan ekonomi tersebut telah meningkatkan kebutuhan akan sarana transportasi publik yang memadai. Mengingat masih terbatasnya sarana transportasi publik pada saat ini, maka masyarakat menganggap perlu memiliki kendaraan untuk menunjang aktivitasnya. Akibatnya adalah telah terjadi pertumbuhan yang pesat dalam industri kendaraan bermotor. Pertumbuhan ini juga ditunjang oleh tersedianya fasilitas pembiayaan yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kendaraan dengan sistem pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuannya.
STRATEGI USAHA
Agar pangsa pasar yang sudah ada dapat dipertahankan bahkan dikembangkan, Perseroan menjalankan beberapa strategi usaha yang harus dilakukan untuk tetap bertahan dan berkembang di antara ketatnya persaingan usaha. Strategi usaha Perseroan yang merupakan acuan Perseroan dalam menjalankan usahanya dapat dijabarkan sebagai berikut:
xiii
a. Segmen Pasar yang ditujuPerseroan memfokuskan kegiatan pembiayaan konsumen yang dapat memberikan hasil pengembalian yang lebih tinggi. Saat ini Perseroan memfokuskan kegiatan usahanya pada pembiayaan mobil bekas yang memiliki tingkat marjin yang lebih tinggi dan memiliki nilai jual kembali (resale value) yang baik dibandingkan dengan mobil baru. Perseroan saat ini juga melakukan diversifivikasi dan memperluas usaha jasa pembiayaannya ke segmen-segmen pembiayaan alat-alat baru dan bekas.
b. Jaringan Kerja
Sebagai perusahaan pembiayaan yang berorientasi kepada nasabah perseorangan, maka keberadaan perusahaan menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan usaha. Pada saat ini Perseroan telah memiliki 1 kantor pusat dan 42 kantor cabang serta 2 kantor perwakilan. Perseroan berupaya untuk terus mengembangkan jaringan kerjanya dengan membuka cabang-cabang baru.
Setiap kantor cabang yang dikepalai oleh seorang pimpinan cabang berfungsi untuk melayani kebutuhan pembiayaan dalam wilayah kerjanya. Pimpinan cabang yang didukung oleh tenaga-tenaga marketing dan karyawan-karyawan operasional bertanggung jawab terhadap target pembiayaan yang telah ditetapkan sesuai dengan potensi wilayah kerja yang bersangkutan.
Selain beroperasi di daerah pusat kota, seperti Kemayoran, Kelap a Gading, Pecenongan, Mangga Dua dan daerah potensi lainnya di mana sentra-sentra penjualan mobil bekasnya memiliki potensi pasar yang sangat besar, Perseroan juga beroperasi di daerah-daerah pinggiran kota misalnya Bekasi dan Tangerang.
Untuk memenuhi permintaan pasar yang ada (pasar yang dituju) tenaga marketing Perseoan dialokasikan ke wilayah-wilayah tertentu (mapping). Dengan cara ini, diharapkan tidka akan terjadi tumpang tindih kegiatan pemasaran di wilayah kerja yang sama sehingga tenaga marketing dapat lebih memfokuskan kegiatan pemasarannya pada wilayah kerjanya masing-masing.
Disamping itu, Perseroan juga meneruskan kebijakan pasar pembiayaan melalui pembukaan cabang di wilayah yang berpotensial.
c. Tenaga Marketing yang Handal
Perseroan selalu berupaya untuk memiliki tenaga-tenaga marketing yang profesional baik di kantor pusat maupun kantor cabang. Dengan adanya pembukaan cabang-cabang baru, Perseroan juga akan menambahkan marketing officer yang dituntut untuk memiliki komitmen yang tinggi agar memenuhi target yang telah ditetapkan. Sebagai motivasi, tenaga marketing akan diberikan insentif yang menarik atas transaksi yang berhasil dilakukannya.
d. Hubungan yang Baik dengan Mitra Bisnis
Perseroan berupaya melakukan kerjasama yang baik dengan dealer/showroom dan nasabah. Perseroan menyadari pentingnya hubungan baik dengan para pihak dalam pengembangan usahanya, oleh sebab itu Perseroan selalu berusaha untuk membina hubungan baik yang berkesinambungan dengan bank, lembaga pembiayaan dan kreditur lainnya, perusahaan asuransi, dealer/showroom, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), serta konsumen.
xiv
Perseroan akan mengupayakan program-program yang inovatif, pemberian insentif dan bonus yang menarik kepada dealer/showroom serta nasabah. Contoh: point reward kepada dealer/showroom akan dibagikan sesuai dengan jumlah kontrak pembiayaan yang dapat dicapai sehingga dealer/showroom lebih terpacu untuk mendapatkan kontrak pembiayaan yang lebih banyak. Sed angkan point reward untuk nasabah dapat berupa point undian yang akan diundi pada waktu tertentu. Nasabah yang pernah menunggak angsuran maupun yang memiliki status pembayaran tidak lancar pada saat pengundian akan kehilangan haknya dalam pengundian hadiah.
Sebagai tambahan, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah berpengalaman di bidang usaha pembiayaan dan keuangan serta memiliki jaringan mitra bisnis yang luas. Dengan telah berkecimpungnya manajemen dalam bisnis ini sebelumnya, Perseroan tel ah memiliki hubungan yang baik dengan para dealer/showroom.
e. Pengelolaan Aset dan Liabilitas yang berhati-hati
Beberapa hal yang diterapkan dalam pengelolaan aset dan liabilitas adalah:
Kesesuaian jangka waktu pendanaan dengan jangka waktu pembiayaan,
Kepedulian atas tingkat suku bunga pinjaman bank/sumber dana lain dengan suku bunga pembiayaan,
Mengembangkan kerja sama yang menguntungkan dengan pihak perbankan melalui program joint financing ataupun channeling,
Selalu mengusahakan alternatif-alternatif baru dalam pembiayaan. f. Pelaksanaan Prinsip Know Your Custom er
Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usahanya. Prinsip ini diterapkan sejak dari awal proses pemberian pembiayaan kepada calon konsumen. Survei atas kemampuan dan keberadaan konsumen serta kewajiban bagi konsumen untuk memberikan uang muka (down payment)
merupakan bentuk lain dari perwujudan sikap kehati-hatian Perseroan. Survei yang mendalam baik internal maupun eksternal (outsource) akan menyeleksi calon-calon konsumen yang memang layak untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Perseroan.
Perseroan berupaya menjaga kualitas piutang melalui seleksi calon nasabah secara menyeluruh serta melakukan pemantauan terhadap ketepatan pembayaran uang muka, pemilihan tipe mobil dan pengelolaan dokumen yang baik.
g. Memperkuat dan memaksimalkan Teknologi Informasi (TI)
Usaha pembiayaan yang terus tumbuh memerlukan dukungan TI yang baik dan berkualitas. Oleh karena itu, Perseroan melakukan investasi yang berkesinambungan untuk mengembangkan TI sebagai salah satu tulang punggung pengembangan usaha Perseroan mendatang. Salah satunya adalah pengadaan dan penerapan sistem on-line yang memberikan kemudahan mendapatkan informasi atau data yang dapat diakses secara terus menerus baik data yang berada di kantor pusat maupun kantor cabang secara akurat dan up to date. Perseroan telah menetapkan kualitas dan standard operasional yang tinggi melalui komputerasasi front-line sampai back -office dan sistem online antara cabang dengan kantor pusat. Perseroan senantiasa secara terus-menerus melakukan perbaikan proses bisnis dan penyediaan sistem TI yang terkini dan andal demi meningkatkan pelayanan konsumen di masa kini dan di masa-masa yang akan datang.
xv
h. Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja demi Meningkatkan Produktivitas
Demi memperkuat komptensi dari sumber daya manusia yang dimilikinya, Perseroan senantiasa melakukan program pengembangan karyawan dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas proses dalam kegiatannya sebagai penyedia jasa pembiayaan konsumen bagi masyarakat.
VII. PIHAK YANG BERTINDAK SEBAGAI PEMBELI SIAGA
Sesuai dengan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 88 tanggal 14 Oktober 2014, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 18 Tanggal 6 Nopember 2014, yang keduanya dibuat dihadapan Doktor Irawan Soerodjo, SH., Msi, Notaris di Jakarta, maka PT Batavia Prosperindo Sekuritas (”BPS”) selaku Pembeli Siaga akan mengambil bagian saham yang ditawarkan dalam PUT I dengan jumlah sebanyak -banyaknya 100.000.000 (seratus juta) saham pada Harga Pelaksanaan yaitu sebesar Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Apabila setelah Pembeli Siaga mengambil bagian saham ternyata masih terdapat sisa saham dalam PUT I ini, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari dalam portepel Perseroan.
VIII. IKHTISAR DATA KEUANGAN
Tabel berikut dibawah ini diambil dari Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 yang telah diaudit oleh Drs. Wawat Sutanto SE, AK, MM, CPA, CA, MAPPI (Cert) dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian dengan satu paragraf penjelasan mengenai penerbitan kembali laporan keuangan atas penambahan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan dan satu paragraf hal lain mengenai tujuan dari penerbitan laporan untuk dicantumkan dalam Prospektus sehubungan deng an rencana Penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu di Bursa Efek Indonesia serta tidak ditujukan dan tidak diperkenankan untuk digunakan untuk tujuan lain; Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh Santanu Chandra, CPA dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian dan satu paragraf penjelasan mengenai penerbitan laporan keuangan secara terpisah berdasarkan Standar Auditing Internasional (International Standards on Auditing) atas laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang sama yang disajikan berdasarkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards); Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012 yang telah diaudit oleh Santanu Chandra, CPA dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan tiga paragraf penjelasan mengenai (1) penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 baik secara prospektif maupun retrospektif, (2) penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 untuk memenuhi persyaratan OJK dan (3) penerbitan laporan keuangan secara terpisah berdasarkan Standar Auditing Internasional (International Standards on Auditing) atas laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang sama yang disajikan berdasarkan Standar Pelaporan Keuangan Internas ional (International Financial Reporting Standards); Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31
xvi
Desember 2011 yang telah diaudit oleh Santanu Chandra, CPA dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan dua paragraf penjelasan mengenai (1) penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 baik secara prospektif maupun retrospektif, (2) penerbitan laporan keuangan secara terpisah berdasarkan Standar Auditing Internasional (International Standards on Auditing) atas laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang sama yang disajikan berdasarkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards); Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Fahmi, SE, CPA dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan dua paragraf penjelasan mengenai (1) Mulai tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan mengadopsi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No.55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. PSAK telah diterapkan secara prospektif, (2) Penerbitan Laporan Keuangan secara terpisah berdasarkan Standar Auditing Internasional (International Standards on Auditing) atas laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang sama yang disajikan berdasarkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards); serta Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Fahmi, SE, CPA dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(dalam jutaan Rupiah)
Aset 30 Juni 31 Desember
2014 2013 2012 2011 2010 2009
Jumlah Aset 815.989 799.048 529.226 368.493 286.683 229.479
Jumlah Liabilitas 580.062 578.374 340.746 204.354 135.827 104.280
Jumlah Ekuitas 235.927 220.673 188.480 164.139 150.855 125.872
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian 30 Juni 31 Desember
2014 2013 2013 2012 2011 2010 2009 Pendapatan Pembiayaan konsumen 59.702 48.989 115.626 92.480 74.421 73.550 58.098 Administrasi 31.164 31.170 63.863 55.040 51.858 14.657 816 Sewa Pembiayaan 16.543 11.187 27.364 9.658 911 930 23.314 Anjak Piutang 1.239 - 244 - - - - Lain-Lain 671 943 1.245 1.399 873 1.104 657 Jumlah Pendapatan 109.319 92.289 208.342 158.576 128.063 90.241 82.885 Beban
Gaji dan tunjangan (22.418) (20.339) (40.922) (36.591) (29.413) (23.354) (16.584)
Umum dan administrasi (13.764) (12.764) (26.847) (21.115) (20.524) (14.670) (11.522)
Beban pemasaran (8.256) (8.463) (21.942) (18.880) (17.292) - (13.083)
Beban keuangan (31.773) (21.183) (60.735) (36.513) (22.855) (16.964) (15.890)
Kerugian penurunan nilai (6.194) (5.541) (11.382) (6.086) (7.097) (2.781) (3.479)
Jumlah Beban (82.405) (68.289) (161.828) (119.184) (97.181) (57.769) (60.559)
xvii
(Kerugian) Keuntungan Atas Dilusian Kepentingan
Pada Perusahaan Anak - - (10) 116 - - -
Bagian (Kerugian)
Keuntungan Pasca Akuisisi
Perusahaan Anak (625) (177) 828 (788) (236) - -
Laba Sebelum Pajak
Penghasilan 26.289 23.823 47.333 38.720 30.646 32.472 22.236
Pajak Penghasilan (6.372) (5.642) 11.054 9.456 7.361 6.518 5.482
Laba Tahun Berjalan 19.917 18.181 36.279 29.264 23.284 25.954 16.844
Pendapatan Komprehensif Lainnya Tahun Berjalan,
Setelah Pajak 337 - 914 875 - - -
Total Laba Komprehensif
Tahun Berjalan 20.254 18.181 37.193 30.139 23.284 25.954 16.844
Laba Bersih Per Saham
Dasar (Nilai Penuh) 19,92 18,18 36,28 29,26 23,28 25,95 20,73
RASIO KEUANGAN PENTING
Uraian 30 Juni 31 Desember
2014 2013 2012 2011 2010 2009 Rasio Pertumbuhan Jumlah Aset 2,12% 50,98% 43,62% 28,54% 24,56% 17,91% Jumlah Liabilitas 0,29% 69,74% 66,74% 50,45% 30,25% -22,07% Jumlah Ekuitas 6,91% 17,08% 14,83% 8,81% 19,85% 105,08% Jumlah Pendapatan 18,45% 31,38% 23,83% 41,91% 8,87% 15,33% Jumlah Beban 20,67% 35,78% 22,64% 68,22% -4,61% 7,96%
Total Laba Komprehensif 11,40% 23,41% 29,44% -10,28% 54,08% 53,08%
Rasio Keuangan
Marjin Laba Usaha 24,62% 22,33% 24,84% 24,11% 35,98% 26,94%
Marjin Laba Bersih 18,53% 17,85% 19,01% 18,18% 28,76% 20,32%
Imbal Hasil Rata-Rata Aset (ROAA) NA 5,46% 6,51% 7,10% 10,04% 7,92%
Imbal Hasil Rata-Rata Ekuitas (ROAE) NA 17,73% 16,60% 14,78% 18,76% 17,99%
Imbal Hasil Aset (ROA) 2,48% 4,65% 5,69% 6,32% 9,05% 7,32%
Imbal Hasil Ekuitas (ROE) 8,58% 16,44% 15,53% 14,19% 17,20% 13,38%
Gearing Ratio (X) 2,36 2,56 1,74 1,19 0,85 0,79
Debt to Equity Ratio 245,87% 262,10% 180,79% 124,50% 90,04% 82,85%
Debt to Asset Ratio 71,09% 72,38% 64,39% 55,46% 47,38% 45,44%
Financing to asset ratio 82,13% 83,55% 81,16% 80,81% 80,26% 87,57%
1
I. PENAWARAN UMUM TERBATAS I (“PUT I”)
Perseroan dengan ini melakukan PUT I kepada para Pemegang Saham Perseroan dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) kepada para Pemegang Saham Perseroan sebanyak-banyaknya 700.000.000 (tujuh ratus juta) Saham Biasa Atas Nama atau sebanyak-banyaknya 41,18% (empat puluh satu koma satu delapan persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PUT I dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp 500,- (lima ratus Rupiah) per saham sehingga seluruhnya bernilai sebanyak-banyaknya Rp 350.000.000.000,- (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah). Setiap pemegang 10 (sepuluh) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 11 Desember 2014 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berhak atas 7 (tujuh) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan Harga Pelaksanaan Rp 500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.D.1 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimas ukkan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2014 sampai dengan tanggal 19 Desember 2014. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham yang akan diterbitkan dalam PUT I ini dan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu hak -hak yang berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus dan hak atas HMETD.
PT Batavia Prima Investama (“BPV”) sebagai pemilik 219.445.500 (dua ratus sembilan belas juta empat ratus empat puluh lima ribu lima ratus) saham Perseroan akan menjual 72.000.000 (tujuh puluh dua juta) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT I kepada PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (“BPI”) berdasarkan Perjanjian Jual Beli HMETD tanggal 16 Oktober 2014. BPI sebagai pembeli 72.000.000 (tujuh puluh dua juta) HMETD dari BPV dan sebagai pemilik 40.000.000 (empat puluh juta) saham Perseroan yang berhak atas 28.000.000 (dua puluh delapan juta) HMETD, berdasarkan pernyataannya tanggal 17 Oktober 2014, telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya. Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham BPI pada tanggal 31 Oktober 2014, BPI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham atas perubahan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana BPI, yaitu untuk pembelian HMETD dan pelaksanaan HMETD dalam PUT I Perseroan.
Saham yang ditawarkan dalam PUT I ini, apabila tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan saham berdasarkan Harga Pelaksanaan . Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka sesuai dengan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 88 tanggal 14 Oktober 2014, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan Terbatas PT Batavia Prosperindo Finance Tbk No. 18 Tanggal 6 Nopember 2014, yang keduanya dibuat dihadapan Doktor Irawan Soerodjo, SH., Msi, Notaris di Jakarta, maka PT Batavia Prosperindo Sekuritas (”BPS”) selaku Pembeli Siaga akan mengambil bagian saham yang ditawarkan dalam PUT I dengan jumlah sebanyak -banyaknya 100.000.000 (seratus juta) saham pada Harga Pelaksanaan yaitu sebesar Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Apabila setelah Pembeli Siaga
2
mengambil bagian saham ternyata masih terdapat sisa saham dalam PUT I ini, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari dalam portepel Perseroan.
PT Batavia Prosperindo Finance Tbk.
Kegiatan Usaha
Bergerak dalam Bidang Usaha Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan
Kantor Pusat:
Gedung Chaze Plaza Lantai 12 & 15 Jl. Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta 12920,
Indonesia
Telp: (021) 520 0434, Fax: (021) 520 9160 Situs Internet: www.bpfi.co.id
Kantor Operasional:
Perseroan memiliki 42 kantor cabang dan 2 kantor perwakilan
yang tersebar di pulau
Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM
PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM TERBATAS I INI SESUAI DENGAN HMETD-NYA AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) MAKSIMUM SEBESAR 41,18% SETELAH HMETD DILAKSANAKAN.
PUT I MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA (”RUPSLB”) PERSEROAN. DALAM HAL RUPSLB PERSEROAN TIDAK MENYETUJUI PUT I, MAKA SEGALA KEGIATAN YANG TELAH DAN/ATAU AKAN DILAKUKAN OLEH PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN PUT I INI SESUAI JADWAL TERSEBUT DI ATAS AKAN DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIAN (”KSEI”).
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT, DIMANA DEBITUR TIDAK MAMPU MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN BAIK POKOK PINJAMAN MAUPUN BUNGANYA ATAU KEDUANYA.
3
RIWAYAT SINGKAT PERSEROANPT Batavia Prosperindo Finance Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta No. 186 tanggal 12 Desember 1994 yang dibuat di hadapan Djedjem Widjaja SH., Notaris di Jakarta, dengan nama PT Bira Multi Finance. Akta Pendirian ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-18791-HT.01.01.TH.94 tanggal 22 Desember 1994 dan telah didaftarkan di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di bawah agenda No. 127/A.PT/HKM/1995/PNJAK.SEL tanggal 25 Januari 1995, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 12 tanggal 9 Pebruari 1996, Tambahan No. 1584.
Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham pada tanggal 16 Maret 2007 yang diaktakan oleh Sugito Tedjamulja SH, Notaris di Jakarta, dengan Akta No. 71 tanggal 16 Maret 2007, pemegang saham menyetujui perubahan nama Perseroan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-03581.HT.01.04.TH.2007 tanggal 4 April 2007 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah agenda No. 349/RUB.09.03/V/2007 tanggal 1 Mei 2007 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal 29 Mei 2007, Tambahan No. 5262.
Dalam rangka penyesuaian seluruh anggaran dasar Perseroan dengan Undang-Undang 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas maka seluruh anggaran dasar Perseroan disesuaikan dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Batavia Prosperindo Finance No. 180 tanggal 29 April 2008, dibuat di hadapan Sugito Tedjamulja, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-32523.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 12 Juni 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU.0047425.AH.01.09. Tahun 2008 tanggal 12 Juni 2008, serta telah diumumkan dalam Daftar Berita Negara Republik Indonesia No. 29/2009 tanggak 9 April 2009, Tambahan No. 9996/2009.
Dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham kepada masyarakat, Perseroan telah melakukan perubahan anggaran dasarnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 156 tanggal 21 Oktober 2008, dibuat oleh Dr. Irawan Soerodjo SH, MSi, Notaris di Jakarta, Akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-78289.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 24 Oktober 2008, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0101040.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 24 Oktober 2008 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 33 tanggal 24 April 2009, Tambahan No. 11470, mengenai: (i) persetujuan perubahan status Perseroan dari perseroan te rtutup menjadi perseroan terbuka, (ii) persetujuan perubahan nama Perseroan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, (iii) persetujuan pengeluaran saham baru yang berasal dari simpanana/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut kepada masyarakat melalui penawaran umum, (iv) persetujuan atas penawaran saham yang dimiliki oleh PT Batavia Prosperindo Sekuritas, kepada masyarakat selama penawaran umum, (v) persetujuan para pemegang saham Perseroan untuk melepaskan haknya untuk membeli terlebih dahulu atas penawaran atau penjualan saham, sehubungan dengan penawaran/penjualan saham dalam penawaran umum sebagaimana disebut dalam butir (iii) dan (iv) tersebut di atas, (vi) persetujuan atas pencatatan saham Perseroan, setelah dilaksanakannya penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal, dan termasuk saham-saham yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan pada Bursa Efek Indonesia (Company Listing), serta menyetujui untuk mendaftarkan saham -saham Perseroan dalam Penitipan
4
Kolektif sesuai dengan Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), (vii) pemberian kuasa kepada Direksi untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penawaran umum saham kepada masyarakat melalui pasar modal, (viii) pemberian kuasa kepada Dewan Komisaris untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penawaran umum saham kepada masyarakat melalui pasar modal, (ix) perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, dan (x) perubahan seluruh anggaran dasar Perseroan dalam rangka penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan, No. 45 tanggal 7 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, M.Si, Notaris di Jakarta. Akta ini telah mendapatkan penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana telah disetujui melalui Surat Pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.01.10-15.264 tanggal 10 September 2009, dengan Daftar Perseroan No. AHU-0059732.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 10 September 2009,
diberitahukan kepada Menteri Keuangan berdasarkan surat No 01723/BPF/IX/09, tertanggal 1 September 2009, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia, No. 63 tanggal 6 Agustus
2010, Tambahan No. 679. Akta ini menyetujui perubahan Pasal 4 ayat 2 dan 3 dari Anggaran Dasar Perseroan, dan penerbitan saham baru dari portepel dan menawarkan / menjual saham baru kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana (IPO) maksimal 450.000.000 saham baru.
Sebagaimana termaktub dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah di bidang sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang dan kartu kredit. Perseroan memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 90/KMK.017/1995 tanggal 15 Februari 1995 dengan nama PT Bira Multi Finance dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1995, dan telah diperbaharui dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-099/KM.10/2007 tanggal 9 Mei 2007 sehubungan dengan perubahan nama Perseroan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance.
Berdasarkan Surat Keterangan Domisili Perusahaan No. 472/1.824.1/14 tanggal 21 Maret 2014 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kotamadya Jakarta Selatan, Kecamatan Setiabudi dan Kelurahan Karet, Perseroan berkedudukan di Gedung Chase Plasa Lantai 12 & 15, Jl. Jend. Sudirman Kav.21, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berikut ini adalah riwayat pencatatan saham Perseroan sebelum PUT I:
Keterangan Tanggal Jumlah
Saham
Akumula si Jumlah Saham
Jumlah Nominal
Penawaran Umum
Perdana Saham (IPO) 22 Mei 2009 450.000.000 450.000.000 45.000.000.000
Pencatatan saham di
BEI 1 Juni 2009 550.000.000 1.000.000.000 100.000.000.000
Struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan, berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Oktober 2014 adalah sebagai berikut: