A. Laporan Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Tabel berikut ini merupakan komposisi Laba Komprehensif Tahun Berjalan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2014 dan 2013 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2012 dan 2011.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 De sember
2014 2013* 2013 2012 2011
Jumlah Pendapatan 109.319 92.289 208.342 158.576 128.063
Jumlah Beban (82.405) (68.289) (161.828) (119.184) (97.181)
Total Laba Komprehensif
Tahun Berjalan 20.254 18.181 37.193 30.139 23.284
*tidak diaudit
1.1. Jumlah Pendapatan
Grafik di bawah ini menunjukkan Jumlah Pendapatan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2012 dan 2011.
Tabel berikut ini merupakan jumlah pendapatan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2014 dan 2013 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2012 dan 2011.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 De sember
2014 2013* 2013 2012 2011 Pembiayaan Konsumen 59.702 48.989 115.626 92.480 74.421 Administrasi 31.164 31.170 63.863 55.040 51.858 Sewa Pembiayaan 16.543 11.187 27.364 9.657 911 Anjak Piutang 1.239 - 244 - - Lain-Lain 671 943 1.245 1.399 873 Jumlah Pendapatan 109.319 92.289 208.342 158.576 128.063 *tidak diaudit 109.319 92.289 208.342 158.576 128.063
34
A. Pendapatan Pembiayaan Konsumen
Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 59.702 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 10.713 juta atau 21,87% bila dibandingkan dengan pendapatan pembiayaan konsumen untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 48.989 juta. Kenaikan pendapatan pembiayaan konsumen disebabkan karena terjadinya peningkatan jumlah fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor yang diberikan sepanjang tahun 2014. Perseroan telah memberikan fasilitas pembiayaan kendaraan sebanyak 4.272 unit kendaraan atau naik sebesar 10,99% dibandingkan periode 30 Juni 2013
Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 115.626 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 23.146 juta atau 25,03% bila dibandingkan dengan pendapatan pembiayaan konsumen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 92.480 juta. Kenaikan pendapatan pembiayaan konsumen disebabkan karena meningkatnya jumlah fasilitas pembiayaan kendaraan berm otor yang diberikan sepanjang tahun 2013. Perseroan telah memberikan fasilitas pembiayaan kendaraan sebanyak 8.169 unit kendaraan atau naik sebesar 12,60% dibandingkan tahun sebelumnya
Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan untuk tahun yang berakhir pad a tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 92.480 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 18.059 juta atau 24,27% bila dibandingkan dengan pendapatan pembiayaan konsumen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 74.421 juta. Kenaikan pendapatan pembiayaan konsumen disebabkan karena meningkatnya secara signifikan jumlah fasilitas pembiayaan. Sepanjang tahun 2012, Perseroan telah memberikan fasilitas pembiayaan untuk 7.256 unit kendaraan atau naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 6.551 unit.
B. Pendapatan Administrasi
Pendapatan administrasi Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 31.164 juta atau mengalami penurunan sebesar Rp 6 juta atau 0,02% bila dibandingkan dengan pendapatan administrasi untuk untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 31.170 juta. Penurunan pendapatan administrasi disebabkan karena penerimaa dari pendapatan asuransi mengalami penurunan. Hal ini disebabkan Perseroan melakukan perubahan terhadap tariff asuransi di tahun 2014.
Pendapatan administrasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 63.863 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 8.823 juta atau 16,03% bila dibandingkan dengan pendapatan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 55.040 juta. Kenaikan pendapatan administrasi disebabkan karena meningkatnya jumlah fasilitas pembiayaan yang diberikan.
Pendapatan administrasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 55.040 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 3.182 juta atau 6,14% bila dibandingkan dengan pendapatan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 51.858 juta. Kenaikan pendapatan administrasi disebabkan karena adanya hasil realisasi penjualan yang juga meningkat terkait dengan kenaikan nilai pembiayaannya.
35
C. Pendapatan Sewa Pembiayaan
Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 16.543 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 5.357 juta atau 47,88% bila dibandingkan dengan pendapatan sewa pembiayaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 yang sebesar Rp 11.187 juta. Kenaikan pendapatan sewa pembiayaan disebabkan karena meningkatnya rata-rata piutang sewa pembiayaan dari Rp 174,5 miliar pada periode Juni 2013 menjadi Rp 209,4 miliar pada periode Juni 2014. Hal ini seiring dengan strategi Perseroan untuk mengembangkan pembiayaan alat-alat berat.
Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 27.364 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 17.706 juta atau 183,34% bila dibandingkan dengan pendapatan sewa pembiayaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 9.658 juta. Kenaikan pendapatan sewa pembiayaan disebabkan karena meningkatnya rata-rata piutang sewa pembiayaan yang signifikan dari Rp 127,9 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 218,2 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan strategi Perseroan untuk mengembangkan pembiayaan alat-alat berat.
Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 9.657 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 8.747 juta atau 960,06% bila dibandingkan dengan pendapatan sewa pembiayaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 911 juta. Kenaikan pendapatan sewa pembiayaan disebabkan karena adanya perluasan usaha ke sektor pembiayaan alat berat awal Januari 2012.
D. Anjak Piutang
Pendapatan dari anjak piutang Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 1.239 juta. Pendapatan anjak piutang Perseroan pada periode 30 Juni 2014 timbul karena adanya transaksi anjak piutang pada periode Juni 2014. Pendapatan dari anjak piutang ini tidak terdapat pada periode 30 Juni 2013.
Pendapatan dari anjak piutang Perseroan untuk tahun yang berakhi r pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 244 juta. Pendapatan dari anjak piutang ini timbul karena adanya transaksi anjak piutang pada periode Juni 2014. Pendapatan dari anjak piutang ini tidak terdapat pada tahun 2012. E. Pendapatan Lain-Lain
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan yang diperoleh Perseroan di luar dari seluruh pendapatan utama Perseroan, yang terutama terdiri dari pendapatan atas pemulihan piutang yang yang telah dihapusbukukan dan pendapatan bunga yang diperoleh Perseroan sehubungan penempatan dana Perseroan di bank dalam bentuk giro maupun deposito berjangka.
Pendapatan lain-lain Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 671 juta atau mengalami penurunan sebesar Rp 272 juta atau 28,81% bila dibandingkan dengan pendapatan lain-lain untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 943 juta. Penurunan
36
pendapatan lain-lain disebabkan karena pendapatan atas pemulihan piutang yang telah dihapusbukukan dan laba penjualan aset tetap mengalami penurunan dibandingkan periode Juni 2013.
Pendapatan lain-lain Perseroan untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 1.245 juta atau mengalami penurunan sebesar Rp 154 juta atau 11,00% bila dibandingkan dengan pendapatan lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 1.399 juta. Penurunan pendapatan lain-lain disebabkan karena pendapatan atas pemulihan piutang yang telah dihapusbukukan mengalami penurunan dibandingkan pada tahun2014.
Pendapatan lain-lain Perseroan untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 1.399 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 526 juta atau 60,25% bila dibandingkan dengan pendapatan lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 873 juta. Kenaikan pendapatan lain-lain ini disebabkan karena adanya kenaikan dari menagihkan piutang yang sudah dihapusbukukan.
1.2. Jumlah Beban
Tabel berikut ini merupakan jumlah beban Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2014 dan 2013 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2012 dan 2011.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 De sember
2014 2013 2013 2012 2011
Gaji dan Tunjangan 22.418 20.339 40.922 36.590 29.413
Umum dan Administrasi 13.764 12.764 26.847 21.115 20.524
Beban Pemasaran 8.256 8.463 21.942 18.880 17.292
Beban Keuangan 31.773 21.183 60.735 36.513 22.855
Kerugian Penurunan Nilai 6.194 5.541 11.382 6.086 7.097
Jumlah Beban 82.405 62.289 161.828 119.184 97.181
A. Gaji dan Tunjangan
Beban gaji dan tunjangan Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 a dalah sebesar Rp 22.418 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 2.080 juta atau 10,23% bila dibandingkan dengan beban gaji dan tunjangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 20.339 juta. Kenaikan beban gaji dan tunjangan disebabkan karena beban gaji dan tunjangan disebabkan karena kenaikan jumlah karyawan sehubungan mendukung pertumbuhan usaha Perseroan yaitu dengan penambahan 4 (empat) jaringan usaha Perseroan.
Beban gaji dan tunjangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 40.922 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 4.332 juta atau 11,84% bila dibandingkan dengan beban gaji dan tunjangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 36.590 juta. Kenaikan beban gaji dan tunjangan disebabkan karena beban gaji dan tunjangan disebabkan karena kenaikan jumlah karyawan sehubungan mendukung pertumbuhan usaha Perseroan yaitu dengan penambahan 3 (tiga) jaringan usaha Perseroan pada Juni 204.
Beban gaji dan tunjangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada ta nggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 36.590 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 7.177 juta atau 24,40% bila dibandingkan
37
dengan beban gaji dan tunjangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 29.413 juta. Kenaikan beban gaji dan tunjangan ini seiring dengan bertambahnya jumlah cabang dan karyawan.
B. Umum dan Administra si
Beban umum dan administrasi Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 13.764 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000 juta atau 7,83% bila dibandingkan dengan beban umum dan administrasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 12.764 juta. Kenaikan beban umum dan administrasi disebabkan karena penambahan kantor cabang.
Beban umum dan administrasi Perseroan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 26.847 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 5.732 juta atau 27,15% bila dibandingkan dengan beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 21.115 juta. Kenaikan beban umum dan administrasi disebabkan karena penambahan jaringan usaha Perseroan.
Beban umum dan administrasi Perseroan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 21.115 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 591 juta atau 2,88% bila dibandingkan dengan beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 20.524 juta. Kenaikan beban umum dan administrasi disebabkan karena adanya penambahan kantor cabang.
C. Beban Pemasaran
Beban pemasaran Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 8.256 juta atau mengalami penurunan sebesar Rp 207 juta atau 2,44% bila dibandingkan dengan beban pemasaran untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 8.463 juta. Kenaikan beban pemasaran disebabkan karena pada periode Juni 2013, Perseroan telah agresif dalam melakukan kegiatan pemasaran dalam rangka menghadapi kondisi persaingan usaha dan sedangkan penjualan kendaraan pada periode Juni 2014, program pemasaran tidak dilakukan dengan agresif bila dibandingkan dengan periode Juni 2013.
Beban pemasaran Perseroan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 21.942 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 3.062 juta atau 16,22% bila dibandingkan dengan beban pemasaran untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 18.880 juta. Kenaikan beban pemasaran disebabkan karena naiknya fasilitas pembiayaan yang diberikan. Beban pemasaran Perseroan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 18.880 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 1.588 juta atau 9,18% bila dibandingkan dengan beban pemasaran untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 17.292 juta. Kenaikan beban pemasaran disebabkan adanya penambahan realisasi pembiayaan di tahun 2012.
38
D. Beban Keuangan
Beban keuangan Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 31.773 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 10.590 juta atau 50,00% bila dibandingkan dengan beban keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 21.183 juta. Kenaikan beban keuangan disebabkan karena adanya kenaikan penggunaan fasilitas pinjaman dari perbankan, yang seluruh dananya digunakan untuk meningkatkan fasilitas pembiayaan konsumen dan beban obligasi yang naik sebesar Rp 16,0 miliar atau naik 100% bila dibandingkan periode Juni 2013. Beban keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 60.735 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 24.222 juta atau 66,34% bila dibandingkan dengan beban keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 36.513 juta. Kenaikan beban keuangan disebabkan karena adanya kenaikan penggunaan fasilitas pinjaman dari perbankan, yang seluruh dananya digunakan untuk meningkatkan fasilitas pembiayaan konsumen dan beban obligasi yang naik sebesar 15,7 miliar atau naik 100% bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
Beban keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 36.513 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 13.658 juta atau 59,76% bila dibandingkan dengan beban keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 22.855 juta. Kenaikan beban keuangan disebabkan karena adanya kenaikan bunga pinjaman bank di tahun 2012 dan kenaikan penggunaan fasilitas pinjaman dari perbankan yang seluruh dananya digunakan untuk meningkatkan fasilitas pembiayaan konsumen.
E. Kerugian Penurunan Nilai
Kerugian penurunan nilai Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 6.194 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 653 juta atau 11,78% bila dibandingkan dengan kerugian penurunan nilai untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 5.541 juta. Kenaikan kerugian penurunan nilai disebabkan karena adanya peningkatan piutang pembiayaan pada periode Juni 2014 sebesar 7,59% bila dibandingkan periode Juni 2013.
Kerugian penurunan nilai Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 11.382 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 5.296 juta atau 87,00% bila dibandingkan dengan kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 6.086 juta. Kenaikan kerugian penurunan nilai disebabkan karena adanya peningkatan piutang pembiayaan pada tahun 2014 sebesar 49,59% dibandingkan tahun 2012.
Kerugian penurunan nilai Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 6.086 juta atau mengalami penurunan sebesar Rp 1.011 juta atau 14,24% bila dibandingkan dengan kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 7.097 juta. Penurunan kerugian penurunan nilai disebabkan karena adanya kenaikan penggunaan fasilitas pinjaman dari perbankan.
39
1.3. Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Total laba komprehensif tahun berjalan Perseroan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 20.254 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 2.072 juta atau 11,40% bila dibandingkan dengan total laba komprehensif tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 yang sebesar Rp 18.181 juta. Kenaikan total laba komprehensif tahun berjalan disebabkan karena seiring dengan tumbuhnya pendapatan Perseroan yang diikuti dengan kenaikan beban yang terkendali karena upaya optimalisasi sumber daya yang diterapkan sepanjang tahun 2014.
Total laba komprehensif tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 37.193 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 7.054 juta atau 23,40% bila dibandingkan dengan total laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 30.139 juta. Kenaikan total laba komprehensif tahun berjalan disebabkan karena berkaitan dengan adanya peningkatan pendapatan Perseroan yang seiring dengan efisiensi dan perbaikan kualitas pembiayaan yang diberikan.
Total laba komprehensif tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 30.139 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 6.855 juta atau 29,44% bila dibandingkan dengan total laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp 23.284 juta. Kenaikan total laba komprehensif tahun berjalan ini seiring dengan kenaikan yang signifikan pada pendapatan yang dibukukan oleh Perseroan sepanjang tahun 2012.
B. Pertumbuhan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas dan Jumlah Ekuita s
Grafik di bawah ini menunjukkan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas dan Jumlah Ekuitas Perseroan untuk posisi 30 Juni 2014, 31 Desember 2013, 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
Kegiatan usaha Perseroan dilaksanakan dalam mata uang Rupiah dan tidak banyak menggunakan mata uang asing, karena sebagian besar transaksi yang dilakukan oleh Perseroan berada di Indonesia. Dengan demikian Perseroan dapat meminimalisasi dampak fluktuasi kurs valuta asing. Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki pinjaman dalam kurs valuta asing dan tidak memiliki
815.989 799.048 529.226 368.493 580.062 578.375 340.746 204.354 235.927 220.673 188.480 164.139
30 Jun 2014 31 Des 2013 31 Des 2012 31 Des 2011
40
pengaturan lindung nilai (hedging). Jika Perseroan berutang dalam mata uang asing maka akan meningkatkan risiko fluktuasi kurs valuta asing.
2.1. Jumlah Aset
Tabel berikut ini merupakan komposisi Jumlah Aset Perseroan untuk posisi 30 Juni 2014, 31 Desember 2013, 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 De sember
2014 2013 2012 2011
Kas dan Setara Kas 13.293 9.310 9.034 11.272
Piutang Sewa Pembiayaan – Bersih 209.484 218.181 127.973 3.192
Piutang Pembiayaan Konsumen -
Bersih 455.785 479.013 338.088 314.777
Anjak Piutang 18.764 7.624 - -
Piutang Lain-Lain 45.772 23.313 10.249 5.877
Beban Dibayar Dimuka 10.039 8.779 5.533 5.486
Aset Pajak Tangguhan 1.760 1.601 1.607 1.118
Aset Tetap – Bersih 30.396 21.606 16.377 6.799
Investasi Pada Entitas Asosiasi 26.365 26.989 16.627 17.264
Aset Lain-Lain 4.331 2.631 3.738 2.708
Jumlah Aset 815.989 799.048 529.226 368.493
Jumlah Aset Perseroan pada posisi 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 815.989 juta atau atau telah mencapai 102,12% dari jumlah aset pada posisi 31 Desember 2013 yang sebesar Rp 799.048 juta. Kenaikan jumlah aset disebabkan karena adanya peningkatan jumlah anjak piutang sebesar 150,2% dan peningkatan jumlah piutang lain-lain sebesar 95,3% serta peningkatan jumlah aset tetap sebesar 40,7%. Jumlah Aset Perseroan pada posisi 31 Desember 2013 adal ah sebesar Rp 799.048 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 269.821 juta atau 50,98% bila dibandingkan dengan jumlah aset pada posisi 31 Desember 2012 sebesar Rp 529.227 juta. Kenaikan jumlah aset disebabkan karena adanya peningkatan jumlah piutang sewa pembiayaan sebesar 70,5% dan peningkatan jumlah piutang pembiayaan konsumen sebesar 41,7%. Hal ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menerapkan strategi penetrasi pasar dan pemasaran yang tetap serta kontribusi piutang sewa pembiayaan yang didapat dari sector alat-alat berat yang cukup signifikan.
Jumlah Aset Perseroan pada posisi 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 529.226 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 160.734 juta atau 43,62% bila dibandingkan dengan jumlah aset pada posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 368.493 juta. Kenaikan jumlah aset terutama disebabkan oleh adanya peningkatan signifikan jumlah piutang sewa pembiayaan – bersih yaitu Rp 3.192 juta pada akhir tahun 2011 menjadi Rp 127.973 juta pada akhir tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan telah berhasil menerapkan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat mencatat peningkatan yang signifikan yakni sebesar 3.909,02% dalam piutang sewa pembiayaannya.
41
A. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas Perseroan pada posisi 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 13.293 juta atau telah mencapai 142,78% dari kas dan setara kas pada posisi 31 Desember 2013 yang sebesar Rp 9.310 juta. Kenaikan kas dan setara kas disebabkan karena peningkatan pembayaran dana yang lebih tinggi dari pelanggan dibandingkan dengan pencairan dana untuk transaksi pembiayaan baru.
Kas dan setara kas Perseroan pada posisi 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 9.310 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 276 juta atau 3,06% bila dibandingkan dengan kas dan setara kas pada posisi 31 Desember 2012 sebesar Rp 9.034 juta. Kenaikan kas dan setara kas disebabkan karena peningkatan pembayaran dana yang lebih tinggi dari pelanggan dibandingkan dengan pencairan dana untuk transaksi pembiayaan baru
Kas dan setara kas Perseroan pada posisi 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 9.034 juta atau mengalami penuruan sebesar Rp 2.238 juta atau 19,85% bila dibandingkan dengan kas dan setara kas pada posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 11.272 juta. Penurunan kas dan setara kas disebabkan karena pencairan dana untuk transaksi pembiayaan baru lebih besar bila dibandingkan dengan penerimaan dana dari pelanggan.
B. Piutang Sewa Pembiayaan – Bersih
Piutang sewa pembiayaan - bersih Perseroan pada posisi 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 209.484 juta atau telah mencapai 96,01% dari piutang sewa pembiayaan - bersih pada posisi 31 Desember 2013 yang sebesar Rp 218.181 juta. Kenaikan piutang sewa pembiayaan - bersih disebabkan karena kenaikan piutang pembiayaan konsumen-bersih disebabkan karena perusahaan mengoptimalkan kemampuan dana yang ada baik dari kas internal, ekuitas, pinjaman bank dan penerbitan obligasi ditambah dengan strategi pemasaran yang tetap sehingga pertumbuhan pada periode Juni 2014 telah mencapai 96,0 1%.
Piutang sewa pembiayaan - bersih Perseroan pada posisi 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 218.181 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 90.209 juta atau 70,49% bila dibandingkan
dengan piutang sewa pembiayaan - bersih pada posisi 31 Desember 2012 sebesar Rp 127.973 juta. Kenaikan piutang sewa pembiayaan - bersih disebabkan karena peningkatan jumlah pembiayaan baru sebesar 16,63%.
Piutang sewa pembiayaan - bersih Perseroan pada posisi 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 127.973 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 124.781 juta atau 3.909,02% bila dibandingkan
dengan piutang sewa pembiayaan - bersih pada posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 3.192 juta. Kenaikan piutang sewa pembiayaan - bersih disebabkan karena adanya penambahan realisasi pembiayaan di tahun 2012.
C. Piutang Pembiayaan Konsumen – Bersih
Piutang pembiayaan konsumen – bersih Perseroan pada posisi 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp 455.785 juta atau telah mencapai 95,15% dari piutang pembiayaan konsumen - bersih pada posisi 31 Desember 2013 yang sebesar Rp 479.013 juta. Kenaikan piutang pembiayaan konsumen - bersih disebabkan karena Perseroan mampu mengoptimalkan kemampuan dana yang ada, baik yang berasal dari kas
42
internal, ekuitas, pinjaman bank dan penerbitan obligasi ditambah dengan strategi pemasaran yang tetap sehingga pertumbuhan pada periode Juni 2014 telah mencapai 95,15%.
Piutang pembiayaan konsumen – bersih Perseroan pada posisi 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 479.013 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 140.925 juta atau 41,68% bila dibandingkan dengan piutang pembiayaan konsumen – bersih pada posisi 31 Desember 2012 sebesar Rp 338.088 juta. Kenaikan piutang pembiayaan konsumen – bersih disebabkan karena kenaikan dari pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 8,3%.
Piutang pembiayaan konsumen – bersih Perseroan pada posisi 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 338.088 juta atau mengalami kenaikan sebesar Rp 23.311 juta atau 7,41% bila dibandingkan dengan piutang pembiayaan konsumen – bersih pada posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 314.777 juta. Kenaikan piutang pembiayaan konsumen – bersih disebabkan adanya penambahan realisasi pembiayaan di tahun 2012.