• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Jerami Padi Peram Urea dan Urin terhadap Komposisi Protein Tubuh Domba Lokal Jantan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Pemberian Jerami Padi Peram Urea dan Urin terhadap Komposisi Protein Tubuh Domba Lokal Jantan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

(Effect of Rice Straw Treated with Urea and Urine on Body Protein in Indigenous Rams)

Firdha Rosemalinda Paulina, Rianto E, Purnomoadi A Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Kampus Drh. R Soedjono Koesoemowardojo, Tembalang, Semarang 50275

[email protected] ABSTRACT

An experimental study was conducted to assess effect of ripened rice straw urea and urine on the body's protein composition of rams. Materials used were 12 local rams aged 1.5-2 months with an average body weight of 25.04±0.44 kg (CV = 6.24%). A completely randomized design (CDR) was used with three treatments and four replications. Rams were given concentrate feed (2.3% BW) with untreated rice straw, rice straw treated with urea and urine. Concentrate feed composed of soybean meal, rice bran, cassava and wheat bran. The parameter observed was the body's protein composition of the local rams. The method of urea space performed at week 0 and 6th to predict the body's protein composition. The results showed that there was no significant difference in body's protein composition for all treatments (P>0.05). The body’s protein composition at the end of maintenance period (week 6th) were 11.35% (T0); 11.41% (T1) and 11.58% (T2). The results of this study revealed that the feed concentrate and untreated rice straw, rice straw treated with urea and urine give the same effect on body's protein composition of indigenous rams.

Key Word: Indigenous Rams, Rice Straw, Body’s Protein Composition

ABSTRAK

Sebuah studi eksperimental dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian jerami padi peram urea dan urin terhadap komposisi protein tubuh domba. Materi yang digunakan adalah 12 ekor domba lokal jantan berumur 1-1,5 tahun dengan rata-rata bobot badan 25,04±0,44 kg (CV = 6,24%). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Pakan yang diberikan berupa konsentrat (2,3% BB) dengan jerami padi tanpa peram, jerami padi peram urea dan jerami padi peram urin. Konsentrat terdiri dari campuran bungkil kedelai, dedak padi, gaplek dan wheat bran. Parameter yang diamati yaitu perubahan komposisi protein tubuh domba lokal. Pendugaan komposisi protein tubuh menggunakan metode urea space dilakukan pada minggu ke-0 dan enam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi protein tubuh tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05). Kandungan protein tubuh yang terjadi pada akhir periode pemeliharaan (minggu keenam) adalah 11,35% (T0); 11,41% (T1) dan 11,58 % (T2). Penelitian ini menunjukkan bahwa pakan konsentrat dan jerami padi tanpa peram, peram urea dan peram urin memberikan pengaruh yang sama terhadap komposisi protein tubuh domba lokal jantan.

Kata Kunci: Domba Lokal Jantan, Jerami Padi, Komposisi Protein Tubuh PENDAHULUAN

Permasalahan peningkatan produktivitas ternak domba umumnya disebabkan oleh rendahnya kualitas, kuantitas, kontinyuitas serta langkanya pakan hijauan. Jerami padi

(2)

sebagai pakan ternak sekitar 31-39%, sedangkan 36-63% dibiarkan sebagai limbah (Hidanah 2007). Rendahnya kandungan nutrisi terutama protein kasar (PK, 4,49%) serta tingginya serat kasar (SK, 31,97%) merupakan faktor pembatas jerami sebagai pakan ternak (Purnomoadi et al. 2007). Selain itu, kandungan karbohidrat fermentable yang rendah serta ikatan lignin dan silika yang tinggi menyebabkan jerami padi sulit dicerna yaitu sekitar 40% yang dapat dicerna sebagai sumber energi dalam proses pencernaan ternak ruminansia (Purbowati et al. 2005).

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas nutrisi jerami padi adalah dengan pemeraman. Proses pemeraman pakan dapat dilakukan dengan menggunakan urea dan urin. Penggunaan urea dapat meningkatkan kandungan nitrogen, palatabilitas, konsumsi dan kecernaan pakan (McDonald et al. 2002). Pemberian jerami padi peram diharapkan dapat memberikan peningkatan konsumsi jerami padi tanpa pemeraman. Hanum & Usman (2011) menyatakan bahwa pemeraman jerami padi mampu memperbaiki nilai zat gizi jerami padi menjadi lebih baik. Kualitas pakan yang baik akan memperbaiki konsumsi ternak (Restitrisnani et al. 2013). Konsumsi pakan mempengaruhi laju pertumbuhan ternak. Pertumbuhan adalah pertambahan bobot badan atau ukuran tubuh dan komposisi tubuh seperti otot, lemak, tulang serta komponen kimia terutama air, protein dan lemak pada karkas (Yan et al. 2009). Dengan meningkatnya konsumsi pakan maka kebutuhan nutrisi domba juga akan terpenuhi, sehingga akan berpengaruh pada perubahan komposisi tubuh. Pendugaan komposisi tubuh dapat dilakukan menggunakan metode urea space.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian jerami padi, jerami padi peram urea dan urin terhadap komposisi protein tubuhnya. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemberian jerami padi tanpa peram dengan jerami padi peram yang mampu dimanfaatkan secara optimal oleh domba lokal jantan.

MATERI DAN METODE Materi penelitian

Materi yang digunakan adalah 12 ekor domba lokal jantan berumur 1-1,5 tahun dengan BB rata-rata 25,04±0,44 kg (CV = 6,24%). Bahan pakan yang digunakan adalah jerami padi tanpa pemeraman, jerami padi peram urea dan urin serta konsentrat. Konsentrat tersusun atas bungkil kedelai, dedak padi, tepung gaplek dan wheat bran. Kandungan protein bahan pakan yang digunakan untuk jerami tanpa peram, jerami peram urea dan urin serta konsentrat adalah 6,94; 9,09; 8,75 dan 20,72%, sedangkan nilai TDN-nya diperhitungkan 39,25; 37,52; 39,50 dan 61,82%.

Peralatan yang digunakan adalah tabung reaksi, sentrifus, mikropipet, tabung reaksi, tabung sampel, timbangan, spuit dan termos es. Bahan yang digunakan adalah ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA), urea kristal, NaCl fisiologis, alkohol dan aquabidest. Rancangan percobaan

Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah: T0 = Pemberian konsentrat 2,3% BB dan jerami padi ad libitum; T1 = Pemberian konsentrat 2,3% BB dan jerami padi peram urea ad libitum; T2 = Pemberian konsentrat 2,3% BB dan jerami padi peram urin ad libitum.

(3)

Prosedur penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu tahap persiapan (empat minggu) meliputi persiapan kandang, pembelian ternak, formulasi pakan, pengadaan pakan dan alat-alat penelitian; tahap adaptasi (tujuh minggu) meliputi penyesuaian ternak dengan kondisi lingkungan dan pakan; tahap pendahuluan (satu minggu) bertujuan menghilangkan pengaruh pakan sebelumnya; dan tahap perlakuan (enam minggu) adalah tahap pengambilan data. Pengambilan data komposisi tubuh dilakukan pada minggu ke-0 dan keenam. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengambilan darah melalui vena jugularis menggunakan catheter pada menit ke-0, kemudian menginjeksikan larutan urea 20% dengan dosis berdasarkan BB metabolis (W0,75 x 0,65 ml) dan setelah itu disuntikan NaCl fisiologis. Ketika menit ke-12 darah diambil kembali. Sampel darah dimasukan dalam tabung EDTA, kemudian disentrifugasi guna memperoleh plasma darah yang kemudian dianalisis untuk mengetahui kadar air, lemak dan protein tubuhnya.

Parameter penelitian

Parameter pada penelitian ini yaitu persentase komposisi protein tubuh domba lokal jantan, dihitung dengan metode urea space (Astuti & Sastradipradja 1999) sebagai berikut:

Urea space = ((V (ml) × C (mg/dl)) / (Δ BUN (mg/100 ml)) × 10 × LW Air tubuh (%) = 59,1 + (0,22 × US (%)) – 0,04 LW

Air tubuh (kg) = (Air tubuh (%) × BKs (kg)) / 100% Protein tubuh (kg) = (0,265 × air tubuh (kg)) – 0,47 Protein tubuh (%) = 100 × (protein tubuh (kg) / BKs) V = Volume larutan urea yang disuntikkan

C = Konsentrasi larutan urea

Δ BUN = Perubahan konsentrasi urea dalam darah (menit 0 dan 12) LW = Live weight (bobot hidup)

BKs = Bobot badan kosong Analisis statistik

Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan analisis ragam (analisys of variance) dengan uji F dan apabila ada perlakuan yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian mengenai kandungan protein tubuh, konsumsi PK dan efisiensi PK tidak ditemukan perbedaan yang nyata antar perlakuan (P>0,05) (Tabel 1). Pemberian jerami padi tanpa pemeraman (T0), peram urea (T1) dan peram urin (T2) tidak memberikan pengaruh terhadap persentase protein tubuh (P>0,05). Persentase protein tubuh tidak berbeda nyata antar perlakuan disebabkan karena bobot badan antar perlakuan yang tidak berbeda nyata pula. Salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan protein tubuh adalah bobot badan. Persentase protein tubuh antar perlakuan pada minggu ke-0 dan keenam mengalami peningkatan, ini diduga dikarenakan adanya peningkatan bobot badan.

(4)

Tabel 1. Pengaruh kualitas pakan terhadap kandungan protein tubuh, konsumsi PK, efisiensi PK domba lokal jantan

Parameter Perlakuan T0 T1 T2 Protein tubuh (%) Minggu ke-0 11,14 11,31 11,32 Minggu ke-6 11,35 11,41 11,58 Bobot badan (kg) Minggu ke-0 24,27 24,82 26,00 Minggu ke-6 26,44 27,01 28,65 PBBH (g/hari) 33,93 51,25 47,86 Konsumsi PK (g/hari) 138,66 143,01 157,96 Efisiensi PK (%) 24,27 35,36 30,39

Persentase protein tubuh dalam penelitian ini lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil penelitian Warsiti (2009) bahwa domba lokal jantan berumur 4-5 bulan dengan kisaran bobot badan 14,1 kg menghasilkan persentase protein tubuh 20,68%, sedangkan penelitian ini menggunakan domba lokal berumur 18-24 bulan dengan kisaran BB 25,04 kg menghasilkan persentase protein tubuh rata-rata 11,45%. Perbedaan ini diduga disebabkan oleh adanya perbedaan umur dan bobot badan ternak yang digunakan pada penelitian. Warsiti (2009) menyatakan bahwa domba yang masih muda (belum dewasa) protein tubuhnya belum konstan. Menurut Soeparno (2009) bahwa sesuai dengan laju pertumbuhan, setelah ternak lahir laju pertumbuhan melambat, kemudian cepat dan selanjutnya berangsur menurun kemudian konstan setelah mencapai kedewasaan (pubertas 7-8 bulan).

Hasil penelitian menunjukkan domba lokal yang mendapatkan perlakuan pakan jerami padi tanpa pemeraman, peram urea dan peram urin tidak memberikan perbedaan yang nyata (P>0,05) terhadap efisiensi pakan. Hal ini disebabkan oleh pertambahan bobot badan dan konsumsi pakan antar perlakuan yang tidak signifikan. Ekawati et al. (2014) menyatakan bahwa efisiensi pakan dipengaruhi oleh konsumsi pakan ternak dan kenaikan bobot badan.

KESIMPULAN

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa domba lokal jantan yang diberi pakan konsentrat, jerami padi tanpa peram, peram urea dan peram urin tidak mampu memperbaiki komposisi protein tubuh domba lokal jantan.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti DA, Sastradipradja D. 1999. Evaluation of body composition using urea dilution and slaughter technique of growing priangan sheep. Media Vet. 6:5-9.

Ekawati E, Muktiani A, Sunarso. 2014. Efisiensi dan kecernaan ransum domba yang diberi silase ransum komplit eceng gondok ditambahkan starterLactobacillus plantarum. Agripet. 14:107-114.

Hanum Z, Usman Y. 2011. The proximate analysis of ammoniated rice straw added with rument content. Agripet. 1:39-44.

(5)

Hidanah S. 2007. Isolasi bakteri dan jamur selulolitik sebagai inokulum untuk meningkatkan jerami padi dan produktivitas domba [Disertasi]. [Surabaya (Indonesia)]: Universitas Airlangga.

McDonald P, Edwards RA, Greenhalg JFD, Morgan CA. 2002. Animal nutrition. 6th ed. London (UK): Pearson Education Limited.

Purbowati E, Adiwinarti R, Eko E. 2005. Pemanfaatan ampas tahu kering sebagai pakan pengganti konsentrat untuk domba garut jantan yang mendapat pakan basal rumput gajah. Sains Peternakan. 2:49-54.

Purnomoadi A, Edy BC, Adiwinarti R, Rianto E. 2007. The performance and energy utilization of Ongole-crossbred cattle raised under two level supplementations of concentrate to the rice straw. J Pengembangan Peternakan Tropis. 32:1-5.

Restitrisnani V, Purnomoadi A, Rianto E. 2013. The production and body composition of Kacang goat fed different quality of diets. J Indonesian Trop Anim Agric. 38:163-168.

Soeparno. 2009. Ilmu dan teknologi daging. Cetakan kelima. Yogyakarta (Indonesia): UGM Press. Warsiti T. 2009. Perkembangan komposisi tubuh domba lokal pada berbagai fase pembesaran

berdasarkan metode urea space [Tesis]. [Semarang (Indonesia)]: Universitas Diponegoro. Yan T, Mayne CS, Patterson DC, Agnew RE. 2009. Prediction of body weight and body

Gambar

Tabel 1. Pengaruh  kualitas  pakan  terhadap  kandungan  protein  tubuh,  konsumsi  PK,  efisiensi  PK  domba lokal jantan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan menghitung kekuatan tarik maksimum (tensile strength) sambungan las dan logam las material aluminium 5083 dengan menggunakan

Berdasarkan hasil analisis statistik chi- square, diperoleh bahwa kompetensi perawat (p-value=0.023) dan komunikasi interpersonal (p-value=0.003) memiliki hubungan secara

Bila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya dengan parameter kesamaan umur pohon 15 tahun, hasil waktu tempuh iris alat sadap karet semi mekanis dengan 6 mata

Dengan lima prinsip konsumsi (keadilan, kebersihan, kesederhanan, kemurahan hati dan moralitas) sebagaimana yang telah dibahas di atas, maka seorang konsumen Muslim akan dapat

Hasil penelitian yang menunjukkan sikap responden yang cukup tentang upaya pencegahan komplikasi pada ibu hamil mengindikasikan bahwa responden memiliki orang yang dianggap

Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui ketersediaan makanan jajanan olahan di sekolah dasar (2) mempelajari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem informasi pelaporan izin mendirikan bangunan yang ada pada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan merancang

Dengan adanya sistem transportasi berbasis jalan rel ini diharapkan dapat menarik minat para pelaku transportasi untuk beralih menggunakan jasa transportasi jalan