• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sabrin 1, Azaluddin 2 Pendidikan Akuntansi 1, Jurusan Auntansi 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sabrin 1, Azaluddin 2 Pendidikan Akuntansi 1, Jurusan Auntansi 2"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL AKUNTANSI MULTI DIMENSI (JAMDI)

Volume 3, Nomor 1, Mei 2020 (314 – 320) e-Journal ISSN: 2614 - 4239

PENGARUH BEBERAPA RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA

PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN, MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI.

Sabrin

1

, Azaluddin

2

Pendidikan Akuntansi

1

, Jurusan Auntansi

2 email: [email protected], [email protected]

1.Alamat: Kampus Hijau Bumi Tridarma Ondonohu Jl. H.E.A. Mokodompi Sulawesi Tenggara-Indonesia 2.Alamat: Jl. Betoambari No.36 Bau-Bau Buton Sulawesi Tenggara-Indonesia

Abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruhReturn on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio dan Price to Earning Ratio terhadap Return Saham di perusahaan sektor makanan dan minuman. Penelitian ini menggunakan Laporan Keuangan yang telah diaudit tiap perusahaan selama 3 tahun dari tahun 2015 – 2017. Variabel pada penelitian ini adalah

Return on Assets sebagai X1, Debt to Equity Ratio sebagai X2, Curent Ratio sebagai X3 dan dan Price to Earning Ratio sebagai X4 sertaReturn Sahamsebagai Y. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda dibantu dengan program SPSS. Hasil dari uji F menunjukkan bahwa Return on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio dan Price to Earning Ratio secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Selanjutnya hasil uji T menunjukkan Return on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio

dan Price to Earning Ratio secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks

Return Saham

Abstract. The purpose of this research is to recognize the effects ofReturn on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio and Price to Earning Ratio towardsReturn Saham at Food and Beverage Sector Companies. This research is using the financial report of every Food and Beverage Sector Companies from 2015 until 2017. The variable of this research are Return on Assetsas X1, Debt to Equity Ratio,Curent Ratio as X3 and Price to Earning Ratio as X4 and Return Saham as Y. This research is using multiple linear regressions with the help of SPSS 20. The result of F test is showing thatReturn on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio and Price to Earning Ratio doesn’t have simultaneous effect towards the Return Saham. Furthermore, the result of T test is showing Return on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio and Price to Earning Ratio as partial doesn’t have simultaneous effect toward the Return Saham

PENDAHULUAN

Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini menuntut perusahaan agar bisa mengembangkan usahanya semaksimal mungkin agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Untuk mengembangkan perusahaan dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Tambahan modal dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara berhutang atau menambah kepemilikan saham dengan menerbitkan saham baru.

Hasil analisis laporan keuangan ini, akan sangat bermanfaat untuk membantu para investor dalam memutuskan untuk berinvestasi. Salah satu alat analisis keuangan yaitu analisis ratio. Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun, seorang analisis dapat mempelajari komposisi perubahan yang terjadi dan menentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut. Selain itu, dengan membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis atau terhadap rata-rata industri dapat membantu mengidentifikasi adanya penyimpangan atau tidak.

Gambaran yang menunjukkan rata-rata return saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI pada tahun 2014-2016. Pada gambar tersebut dapat terlihat return saham pada tahun 2014 senilai 0,229 mengalami penurunan menjadi -0,665 . Kemudian pada tahun 2016 rata-rata return saham mengalami kenaikan yang signifikan menjadi 0,233 yang lebih besar dari pada nilai return saham pada tahun 2014. Perbedaan ini terjadi karena terdapat beberapa perusahaan yang terdaftar mengalami kerugian, maka nilai dari rasio keuangan dapat berpengaruh terhadap naik turunnya return saham. Berikut adalah data rata-rata rasio return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER), curent ratio(CR)dan price earning ratio (PER).

Kenaikan nilai ROA pada saham AISA tahun 2015 ke 2016 seperti yang ditunjukkan pada tabel 1.1. dari nilai 0,04 menjadi 0,08 tidak dibarengi dengan kenaikan return saham yang mengalami penurunan dari 0,47 menjadi -0,42. Namun pada saham ULTJ nilai ROA mengalami kenaikan dari 0,15 menjadi 0,17 yang dibarengi dengan kenaikan return saham dari -0,17 menjadi 0,06. Kenaikan nilai DER pada saham MLBI dari 1,74 menjadi 1,77 tidak dibarengi dengan kenaikan return saham yang justru mengalami penurunan dari 0 menjadi -0,31. Namun pada saham ALTO nilai DER mengalami kenaikan dari 1,33 menjadi 1,42 yang dibarengi

Kata kunci :

Return on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio and Price to Earning Ratio, Return Saham

Keywords:

Return on Assets, Debt to Equity Ratio, Curent Ratio and Price to Earning Ratio, Return Saham

Informasi JAMDI

Masuk di JAMDI : Maret 2020 Review : April 2020

Terbit : Mei 2020

(2)

dengan kenaikan return saham dari -0,38 menjadi -0,08. Pada saham ULTJ nilai CR mengalami peningkatan dari 3,75 menjadi 4,84 yang dibarengi dengan kenaikan return saham dari -0,17 menjadi 0,06, namun pada saham AISA kenaikan nilai CR dari 1,62 menjadi 2,38 tidak dibarengi dengan kenaikan return saham yang mengalami penurunan dari 0,47 menjadi -0,42. Kenaikan rasio PER pada saham MYOR dari 23,53 menjadi 30,72 dibarengi dengan kenaikan return saham dari -0,20 menjadi 0,46, namun pada saham STTP kenaikan rasio PER dari 28,60 menjadi 30,28 tidak dibarengi kenaikan return saham yang justru mengalami penurunan dari 0,86 menjadi 0,05.

Ratio keuangan [1] merupakan penelitian yang mengkaji tentangi pengaruh rasio keuangan terhadap Return Saham pada perusahaan garment dan textile di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penelitian tersebut dilakukan pengambilan sampel pada periode 2011-2014. Pengukuran rasio keuangan dalam penelitian ini menggunakan rasio profitabilitas yang diwakili return on assets (ROA), rasio solvabilitas yang diwakili debt to equity ratio (DER), rasio likuiditas yang diwakili curent ratio (CR) dan rasio penilaian yang diwakili price earning ratio. Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa ROA, DER, CR, dan PER berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Beberapa hal diatas mendasari penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Return On Assets, Debt To Equity Ratio, Curent Ratio Dan Price Earning Ratio Terhadap Return Saham

(Studi Kasus Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei Periode 2013-2017). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh ROA terhadap Return Saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI, Mengetahui pengaruh DER terhadap Return Saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI, Mengetahui pengaruh CR terhadap Return Saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI, Mengetahui pengaruh PER terhadap Return Saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI, dan Mengetahui pengaruh ROA, DER, CR, dan PER terhadap Return Saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.

KAJIAN PUSTAKA

Manajemen keuangan [2] menjelaskan bahwa manajemen keuangan merupakan kegiatan pembelanjaan perusahaan yang hanya berorientasi pada aktivitas penggunaan dana, sampai saat ini manajemen keuangan berkembang tidak hanya kegiatan penggunaan dana tetapi juga kegiatan mengelola dana agar aktivitas yang dilakukan dapat efisien dan menguntungkan. Pengertian Laporan Keuangan [3] menjelaskan bahwa laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang ber-kepentingan. Dengan kata lain, laporan keuangan ini berfungsi sebagai alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan. Laporan keuangan menurut [4] dibagi menjadi empat macam, yaitu laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.

Analisis Laporan Keuangan

Analisis Laporan Keuangan merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya dan menelaah masing-masing dari unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri [5] kemudian [4] menjelaskan bahwa dalam melakukan analisis laporan keuangan terdapat beberapa metode dan teknik analisis keuangan, yaitu analisis perbandingan laporan keuangan, analisis trend, analisis presentase per komponen (common size), analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis sumber dan penggunaan kas, analisis rasio keuangan, analisis perubahan laba kotor, analisis titik impas, dan analisis kredit.

Pengertian Rasio Keuangan

Rasio keuangan pada umumnya digunakan sebagai alat analisis keuangan untuk menilai kinerja dan kondisi perusahaan apakah dalam keadaan yang baik atau tidak. Menurut [6], [7], serta [8] rasio dalam analisis laporan keuangan adalah angka yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan. Hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana. Jenis-Jenis Rasio Keuangan [9], [10], serta [11] menggolongkan rasio-rasio keuangan menjadi sebagai berikut.

1.

Rasio Likuiditas terdiri dariRasio Lancar (Curent Ratio), Rasio Sangat Lancar atau Rasio Cepat (Quick Ratio atau Acid Test Ratio), dan Rasio Kas (Cash Ratio).

2. Rasio Solvabilitas atau Rasio Struktur Modal atau Rasio Leverage terdiri dari Rasio Utang (Debt Ratio), Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio), Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas (Long Term Debt to Equity Ratio), Rasio Kelipatan Bunga Yang Dihasilkan (Time Interest Earned Ratio), dan Rasio Laba Operasional terhadap Kewajiban (Operating Income to Liabilities Ratio).

(3)

3. Rasio Aktivitas terdiri dari Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable Turn Over), Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over),

Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over), Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turn Over), dan Perputaran Total Aset(Total Assets Turn Over).

4. Rasio Profitabilitas terdiri dari Hasil Pengembalian atas Aset (Return on Assets), dan Hasil Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity). Rasio Kinerja Operasi adalah rasio yang digunakan untuk mengevaluasi marjin laba dari aktivitas operasi (penjualan). Rasio ini terdiri atas Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin), Marjin Laba Operasional (Operating Profit Margin), dan Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin).

5. Rasio Penilaian atau Rasio Ukuran Pasar terdiri atas Laba Per Lembar Saham Biasa (Earning Per Share), Rasio Harga Terhadap Laba (Price Earning Ratio), Imbal Hasil Dividen (Dividend Yield), Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio), dan Rasio Harga Terhadap Nilai Buku (Price to Book Value Ratio).

Pengertian Saham

Saham menurut [12] adalah surat berharga yang dapat dibeli atau dijual oleh perorangan atau lembaga di pasar tempat surat tersebut diperjual belikan. Saham merupakan komoditas keuangan yang diperdagangkan dipasar modal yang paling populer. Investasi saham oleh investor diharapkan memberikan keuntungan, yang sudah barang pasti dalam saham juga mengandung resiko. Saham sebagai surat berharga memiliki nilai dan dapat diperjual-belikan. Nilai suatu saham berdasarkan fungsinya dapat dibagi menjadi tiiga jenis yaitu, Par Value (Nilai Nominal), Base Price (Nilai/Harga Dasar), dan Market Price (Nilai/Harga Pasar). Jenis-Jenis Klasifikasi Saham [13] pembagian jenis saham adalah sebagai berikut :

1. Dilihat dari hak yang melekat pada saham terdiri dari Saham biasa (Common Stock), dan Saham preferen (Preferred Stock). 2. Dilihat dari cara peralihan terdiri dari Saham atas unjuk dan Saham atas nama.

3. Dilihat dari kinerja perdagangan terdiri dari Blue Chip Stock, Income Stock, Growth Stock (well known), Growth Stock (lesser known), Speculative Stock,Counter Cylical Stock dan Defensive/Countercylical Stocks.

4. Dilihat dari nilai kapitalisasi pasar terdiri dari Kapitalisasi besar (Big-Cap), Kapitalisasi sedang (Mid-Cap), dan Kapitalisasi Kecil (Small-Cap).

Nilai Saham [12] menjelaskan bahwa setiap saham yang diperdagangkan di pasar modal memiliki 3 jenis nilai yang melekat pada suatu saham perusahaan go-public. Nilai dari saham tersebut perludipahami investor karena akan sangat membantu para investor dalammempertimbangkan melakukan investasi saham dipasar modal. Adapun nilai saham tersebut yaitu nilai nominal, nilai wajar saham, nilai pasar. Harga Saham [14] menjelaskan bahwa harga saham adalah nilai saham yang ditentukan oleh kekuatan penawaran jual beli Sementara [15], harga saham dapat dibedakan menjadi harga nominal, harga perdana, harga pembukaan (opening price), harga pasar (market price), dan harga penutupan (closing price). Return Saham [16] Return saham adalah selisih antara harga saham periode sekarang dengan harga saham periode sebelumnya. Return saham merupakan tingkat pengembalian atas investasi yang dilakukan investor atas saham yang dinyatakan dalam prosentase.

METODE

Objek Penelitian ini yaitu perusahaan sektor makanan dan minuman yang go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jenis dan Sumber Data penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut berupa Laporan Keuangan yang diperoleh dari website www.idx.com. Dengan mengacu pada kriteria penentuan sampel, maka terpilihlah 14 perusahaan makanan dan minuman.Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling method yang artinya teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu [17], [18], serta [3].

Metode Analisis Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk menaksir dan menjelaskan hubungan dan pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Teknik yang digunakan untuk mencari nilai persamaan regresi yaitu dengan analisis Ordinary Least Squares (kuadrat terkecil) dengan meminimalkan jumlah dari kuadrat kesalahan.

HASIL

Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang menerbitkan saham dan memperdagangkannya dalam periode 2013-2017. Dari seluruh perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang ada, maka terpilih 10 perusahaan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dari tabel di atas dapat dilihat variabel ROA memliki nilai

(4)

minimum sebesar 0.02 dan nilai maksimum sebesar 0.53 dengan rata-rata sebesar 0.1316 dan standar deviasinya yaitu sebesar 0.11596, hal ini menunjukkan bahwa tingkat ROA di perusahaan sektor makanan dan minuman memiliki tingkat pengembalian terhadap aset yang baik. Variabel DER memliki nilai minimum sebesar 0.17 dan nilai maksimum sebesar 1.77 dengan rata-rata sebesar 0.8812 dan standar deviasinya yaitu sebesar 0.48585, hal ini menunjukkan bahwa tingkat DER di perusahaan sektor makanan dan minuman masih berada ditingkat yang baik. Variabel CR memliki nilai minimum sebesar 0.58 dan nilai maksimum sebesar 8.64 dengan rata-rata sebesar 2.5766 dan standar deviasinya yaitu sebesar 1.96630, hal ini menunjukkan data CR pada perusahaan sektor makanan dan minuman berada ditingkat yang baik, dikarenakan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya menggunakan aset lancarnya masih dalam kondisi yang baik.. Variabel PER memliki nilai minimum sebesar 0.03 dan nilai maksimum sebesar 2.38 dengan rata-rata sebesar 0.2966 dan standar deviasinya yaitu sebesar 0.40918, hal ini menunjukkan bahwa tingkat PER pada perusahaan sektor makanan dan minuman masih ditingkat yang baik. Variabel Return Saham memliki nilai minimum sebesar 0.01 dan nilai maksimum sebesar 3.57 dengan rata-rata sebesar 1.0389 dan standar deviasinya yaitu sebesar 0.63402, hal ini menunjukkan bahwa tingkat Return Saham di perusahaan sektor makanan dan minuman berada ditingkat yang baik, maka para investor. akan lebih tertarik untuk berinvestasi di perusahaan sektor makanan dan minuman.

Uji Asumsi Klasik

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang bagus adalah model regresi yang datanya normal dan tidak menyimpang. Berdasarkan gambar grafik di atas, titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, serta penyebarannya tidak menjauh dari garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji normalitas jika dilakukan hanya dengan menggunakan grafik akan menyesatkan karena jika tidak hati-hati secara visual terlihat normal padahal secara statistik bisa sebaliknya. Untuk itu peneliti melakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov. Berdasarkan data tabel diatas dapat di lihat bahwa nilai Asymp. Sig. ROA, DER, CR, PER dan Return Saham menunjukkan nilai masing-masing 0.200, 0.136, 0.121, 0.171, 0.200 yang artinya lebih tinggi dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal dan memenuhi syarat uji normalitas.

Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Penyebaran data tidak memperlihatkan sebuah pola tertentu, misalnya pola naik ke kenan atas, atau menurun ke kiri atas, atau pola tertentu lainnya. Hal ini menunjukkan model regresi bebas dari Heterokedastisitas. Uji Heterokedastisitas apabila hanya dilakukan dengan mengamati grafik tentu akan menyesatkan karena jika tidak hati-hati dalam melakukan pengamatan, secara visual akan terlihat tidak terjadi heterokedastisitas padahal secara statistik sebaliknya, sehingga dengan pertimbangan tersebut maka peneliti juga melakukan uji Park. Penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa nilai t tabel lebih kecil dari nilai t hitung yaitu sebesar 2.0369, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas terhadap data yang diteliti.

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat autokorelasi antara error yang terjadi antar periode yang diujikan dalam model regresi. Pada penelitian ini, penulis melakukan uji autokorelasi dengan menggunakan uji statistik Durbin-Watson. Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa nilai Durbin-Watson (d) sebesar 2.189, dari nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel menggunakan signifikansi. Nilai dU menurut tabel untuk sampel 34 dan variabel independen 4 (k=4) adalah sebesar 1.7277 dan nilai dL menurut tabel untuk sampel 34 dan variabel independen 4 (k=4) adalah sebesar 1.2078, sehingga dapat disimpulkan bahwa dU < d < 4 – dU. Nilai ini menunjukkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel (independen). Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa variabel ROA, DER, CR dan PER memiliki nilai VIF dibawah 10 yaitu masing-masing 1.638, 1.845, 2.734 dan 1.293, selain itu variabel ROA, DER, CR dan PER memiliki nilai tolerance diatas 0.05 yaitu masing-masing 0.610, 0.542, 0.366, dan 0.773. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data tersebut terjadi multikolinearitas.

Regresi Linier Berganda

Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda untuk mencari hubungan antara variabel independen dan dependen. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu ROA, DER, CR, PER, dan untuk variabel dependen yaitu Return Saham. Berdasarkan nilai – nilai koefisien di atas, maka persamaan regresi yang dapat disusun untuk variabel ROA, DER, CR, PER adalah sebagai berikut . Return Saham = 0.02 + 4.178ROA + 0.031DER – 0.70CR - 0.008PER.

(5)

Uji Hipotesis

Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji hipotesis menggunakan uji signifikansi simultan (Uji F) bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh secara simultan oleh variabel ROA, DER, CR, PER terhadap Return Saham. Berdasarkan hasil analisis uji F di atas, maka diperoleh angka signifikansi 0.162 yang lebih besar dari 0.05, kemudian dapat disimpulkan bahwa ROA, DER, CR dan PER secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham.

Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Uji hipotesis menggunakan Uji Signifikansi Parsial (Uji t) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel independen yaitu ROA, DER, CR dan PER secara individual terhadap variabel dependen yaitu Return Saham. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dilihat untuk variabel ROA, DER, CR dan PER tingkat signifikansinya masing-masing sebesar 0.090, 0.900, 0.701 dan 0.206 lebih besar dari 0.05 kemudian dapat disimpulkan bahwa variabel ROA, DER, CR dan PER secara parsial tidak berpengaruh terhadap Return Saham.

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengukur proporsi atau presentase sumbangan variabel independen yang diteliti terhadap variasi naik turunnya variabel dependen. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dilihat angka R sebesar 0.443 yang menunjukkan bahwa hubungan antara Return Saham dengan ROA, DER, CR dan PER lemah yaitu sebesar 0.443 atau 44.3%. Sedangkan nilai R Square atau koefisien determinasi adalah sebesar 0.196 atau 19,6%. Nilai ini mengindikasikan bahwa ROA,

DER, CR dan PER memberikan sumbangan terhadap naik turunnya Return Saham sebesar 19.6% dan sisanya 80.4% dipengaruhi oleh variabel lainnya atau dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak dimasukkan ke dalam model regresi.

Pembahasan

Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan aset yang dimilikinya. Dengan tingginya tingkat Return on Assets (ROA) seharusnya ikut berdampak pula dengan tingginya Return Saham yang diterima oleh para investor. Namun berdasarkan hasil Uji tmenunjukkan bahwa variabel ROA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return Saham. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien ROA yaitu sebesar 4.178 dan niliai signifikannya yaitu sebesar 0.090, dengan demikian hipotesis pertama ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rohmah dan Rina (2009) yang menyatakan bahwa variabel (ROA) secara parsial tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham. Dapat disimpulkan bahwa variabel ROA tidak akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan maupun penurunan nilai Return Saham.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan salah satu rasio solvabilitas yang biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dengan menggunakan modal yang dimilikinya. Dengan tingginya tingkat DER

suatu perusahaan maka tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kecilnya Return Saham yang diterima para investor. Berdasarkan hasil Uji t menunjukkan bahwa variabel DER berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return Saham, hal ini dapat dilihat dari nilai koefisian dan signifikan dari variabel DER yaitu masing-masing sebesar 0.031 dan 0.900, dengan demikian hipotesis ke dua ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rangga Arayoga (2009) yang menunjukkan bahwa variabel DER secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham.

Current Ratio (CR) merupakan salah satu rasio Likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Dengan tingginya tingkat CR belum tentu menandakan perusahaan dalam kondisi yang baik, namun dengan tingginya tingkat CR diharapkan dapat memberikan timbal balik yaitu kenaikan Return Saham yang diterima oleh para pemegang saham. Dalam hasil Uji tmenunjukkan bahwa variabel CR

berpengaruh negatif dan tidak signifikan, hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien dan signifikan dari variabel CR yaitu masingmasing -0.070 dan 0.701, dengan demikian maka hipotesis ketiga ditolak.

Price to Earning Ratio (PER) merupakan salah satu rasio ukuran pasar yang digunakan untuk mengukur apakah harga saham tergolong wajar atau tidak dengan kondisi saat ini bukan saat mendatang. Dalam hasil Uji tmenunjukkan bahwa variabel PER

berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return Saham, hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien dan signifikan dari variabel

PER yaitu masing-masing sebesar -0.008 dan 0.206. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2015) yang menyatakan bahwa variabel PER berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel Return Saham.

(6)

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan dalam bab empat, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel ROA secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return Saham

dengan nilai signifikan 0.947 yang berada di atas 0.05 pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan maupun penurunan ROA tidak akan mempengaruhi naik atau turunnya nilai Return Saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.

2. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel DER secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return Saham

dengan nilai signifikan 0.702 yang berada di atas 0.05 pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan maupun penurunan DER tidak akan mempengaruhi naik atau turunnya nilai Return Saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.

3. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel CR secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return Saham

dengan nilai signifikan 0.317 yang berada di atas 0.05 pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan maupun penurunan CR tidak akan mempengaruhi naik atau turunnya nilai Return Saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.

4. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel PER secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return Saham

dengan nilai signifikan 0.941 yang berada di atas 0.05 pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI . Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan maupun penurunan PER tidak akan mempengaruhi naik atau turunnya nilai Return Saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.

5. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel ROA, DER, CR dan PER secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return Saham dengan nilai signifikan 0.803 yang berada di atas 0.05 pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan maupun penurunan ROA, DER, CR dan PER secara bersama-sama tidak akan mempengaruhi naik turunnya angka Return Saham yang diterima para investor.

DAFTAR RUJUKAN

1. Hasiara, Z.d.L.O., Analisis Kinerja Keuangan Keuangan Koperasi Serba Usaha Gemilang Sesuai Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah No.14/Per/M.KUKM/XII/2009 di Samarinda. Prosiding Simposium Akuntansi Vokasi ke-4 di Mando, 2014. 1(1).

2. Hasiara, L.O. and A.M. Diah. Laba Akuntansi dan Laba Ekonomi pada Petani Sawah Desa Bakuangan Kecataman Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. in Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M). 2018. 3. Diah, A.M. and L.O. Hasiara. Faktor yang Mempengaruhi Volume Penjualan pada Koperasi Daihatsu Cabang Samarinda. in

Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M). 2019.

4. Harningsih, Evaluasi Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Bank Umum Konvesional di Indonesia. Hasil Penelitian, tidak dipublikasikan, 2013.

5. Tika, Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Manufactur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil Penelitian, tidak dipublikasikan, 2010.

6. La Ode Hasiara, M., dan Usman, pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Laba Perusahaan Perbankan Yang Terdafatr di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Tahun 2008-2013. Prosing Simposium Akuntansi Vokasi ke-4 di Manado, 2015. 2(1).

7. Margaret Akinyi Olang1, Akenga Melissa Grace2, Effect of Working Capital on the Dividend Pay-Out by Firms Listed at the Nairobi Securities Exchange, Kenya. International Journal of Finance and Banking Research, 2017. 3(2): p. 23-33.

8. Gokul G.1, M.R.R., Liquidity Supervision in Financially Viable Sector with Reference to Public and Private Sector Banks in India.

International Journal of Finance and Banking Research, 2017. 3(2): p. 34-38.

9. Hasiara, L.O., Manajemen Keuangan Berbasis Hasil Penelitian. -, 2015. 1(1): p. XIV-198.

10. Wibawa, I.O.S. and I.P. Astika, Pengaruh Rentabilitas, Dan Leverage Pada Saham Bonus Di Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Akuntansi, 2016: p. 1433-1460.

11. Safitri, A.L., Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Return On Asset, Debt To Equity Ratio dan Market Value Added Terhadap Harga Saham Dalam Kelompok Jakarta Islamic Index. Management Analysis Journal, 2013. 2(2).

12. Oktavian, R.E. and T.E. Sandari, Analisis Kebangkrutan Perusahaan dengan Metode Score Altman pada 10 (Sepuluh) Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di BEI. Jurnal Ekonomi Akuntansi, 2018. 3(01).

13. Pratiwi, R.N. and C. Hidayati, Analisa Rasio Keuangan dan common Size Dalam mengukur Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen tahun 2009-2013 (Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Ekonomi Akuntansi, 2018. 3(02). 14. Anissa, N., Penggunaan Metode Z Score untuk Memprediksi Kemungkinan Kebangkrutan pada PT Mitra Adiperkasa Tbk. Jurnal

Ilmiah Ekonomi Bisnis, 2017. 21(3).

15. Saputra, I.G.A.A. and I.B. Dharmadiaksa, Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah, Leverage dan Profitabilitas pada Return Saham. E-Jurnal Akuntansi: p. 1007-1033.

(7)

16. Sufiana, N. and N.K. Purnawati, Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas. E-Jurnal Manaajemen Universitas Udayana, 2013. 2(1).

17. Imam, G., Analisis Multivariate dengan Program SPSS. 2005: p. iii-ix +1-295

Referensi

Dokumen terkait

Pertentangan tersebut ada di wilayah angka lahan hijau yang ditetapkan, dalam Pasal 7 ayat (5) Perda LP2B ditetapkan lahan hijau yang tidak boleh dialihkan adalah 45.888,23

Memaraf dan menandatangani konsep atau naskah dinas sesuai bidang tugas dan kewenangan serta ketentuan yang berlaku;.. Mengatur layanan administrasi : Tata Warkat,

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menghasilkan suatu evaluasi dan analisis terhadap sistem akreditasi program studi yang saat ini berjalan di Universitas Jambi; (2)

Subjek FP juga mampu menyebutkan bangun datar apa saja yang dilihat dari gambar 2 yaitu bangun datar layang-layang dan belah ketupat dari posisi yang berbeda-beda Subjek FP

This study aims to modify the bioplastics production by using various ratios of sorghum starch and cellulose from red seaweed eucheuma spinossum, and the usage of glycerol

Total Station memiliki kemampuan untuk merekam dan mengumpulkan data hasil pengukuran jarak dan sudut pada alat perekam, yang nantinya dapat diproses

Tujuan penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah untuk merancang suatu perangkat lunak permainan Halma multiplayer yang dapat dimainkan dalam suatu. jaringan komputer ( network

Oasis pupuk K yang diberikan mempengaruhi hasil padi gogo,jumlah malai/m2 danjumlah gabah/malai, tetapi waktu pemberian pupuk K tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil