KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM
TERKAIT DENGAN TRANSAKSI MATERIAL
PT ALAM SUTERA REALTY TBK
Keterbukaan Informasi ini dipersiapkan sehubungan dengan rencana PT ALAM SUTERA REALTY TBK, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, berdomisili di Wisma Argo Manunggal, Lt. 18, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22, Jakarta 12930 (“Perseroan”) untuk membeli sejumlah 20.500 saham (Saham Saat Ini) serta Saham Baru (setelah terjadinya Konversi Hutang Gain menjadi saham) atau yang saat ini dan nantinya akan mewakili sekurang-kurangnya 82% dari modal disetor dan ditempatkan dalam PT Garuda Adhimatra Indonesia, suatu perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, berdomisili di Jl. Setrasari V No. 16, Kota Bandung yang dimiliki oleh PT Multi Matra Indonesia, suatu perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, berdomisili di Jl. Setrasari V No. 16, Kota Bandung. Keterbukaan Informasi ini dipersiapkan dalam rangka memenuhi Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, yang merupakan lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011 (“Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2”).
PT Alam Sutera Realty Tbk.
Kegiatan Usaha:
Pengembangan dan Pengelolaan Perumahan Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
Kantor Pusat:
Wisma Argo Manunggal, Lantai 18 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22
Jakarta 12930 Indonesia
Telepon: +62 (21) 252 3838 Faksimili: +62 (21) 252 5050 Situs: www.alam-sutera.com
DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DARI SELURUH INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL YANG TERDAPAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN MENEGASKAN, BAHWA SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA DAN SEPANJANG SEPENGETAHUAN DAN KEYAKINAN MEREKA, INFORMASI MATERIAL YANG TERDAPAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA FAKTA MATERIAL LAIN YANG DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI YANG TERDAPAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR ATAU MENYESATKAN.
DEFINISI DAN SINGKATAN
Akun : berarti laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit untuk jangka waktu buku yang berakhir pada Tanggal Buku, yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas (cash flow), catatan dan laporan direksi serta auditor sebagaimana yang telah diaudit oleh kantor akuntan Budiman, Wawan, Pamudji & Rekan;
Aset : Setiap dan seluruh aset termasuk aset tanah, bangunan, patung (dalam penyelesaian), properti lainnya yang dimiliki dan/atau dikuasai oleh GAIN.
Bapepam dan LK : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KMK 606/KMK.01/2005 tertanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, sebelumnya dikenal sebagai Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Direksi : Anggota Direksi dari Perseroan yang sedang menjabat pada saat Keterbukaan Informasi ini dibuat.
GAIN : PT Garuda Adhimatra Indonesia, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, yang berdomisili di Jl. Setrasari V No. 16, Kota Bandung.
Kawasan GWK atau Proyek GWK Kawasan pariwisata yang dikenal dengan Garuda Wisnu Kencana atau GWK yang terletak di Jalan Raya Pecatu, Desa Ungasana, Kuta Selatan, Badung, Bali, dimana didalamnya terdapat properti, antara lain Plaza Wisnu, Plaza Garuda, Patung Tangan Wisnu, Amphitheater, Street Theather, Exhibition Hall, Kolam Lotus, Restoran Jendela Bali, kafetaria dan toko cendramata, serta bangunan fasilitas lainnya seperti kantor manajemen, sebagaimana ternyata dalam Laporan Penilaian Properti No. APP-P/014/KJPP-MPR/VI/12 oleh KJPP Martokoesoemo, Prasetyo dan Rekan.
Keterbukaan Informasi : Keterbukaan yang diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan Transaksi (sebagaimana didefinisikan di bawah ini) dalam rangka memenuhi persyaratan yang diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2.
Konversi Hutang GAIN : Konversi hutang GAIN kepada para pemegang saham GAIN (termasuk Penjual) menjadi saham dalam GAIN.
Menkumham : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, atau institusi-institusi terdahulunya.
Pembebanan : Hak tanggungan, pembebanan, gadai, hipotik, opsi, restriksi, hak untuk menolak pertama kali, hak untuk memesan, hak atau kepentingan pihak ketiga, atau bentuk hak jaminan lainnya dalam bentuk apapun, atau tipe pengaturan preferen lainnya (termasuk tetapi tidak terbatas, pengalihan hak atau pengaturan retensi) yang mana mempunyai akibat yang sama.
Penilai Independen : KJPP Budi, Edy, Saptono dan Rekan, suatu Penilai Independen yang terdaftar pada Bapepam dan LK yang telah ditunjuk oleh Perseroan untuk melakukan penilaian atas kewajaran dari Transaksi.
Penjual atau MMI : PT Multi Matra Indonesia, perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia, berdomisili di Jln. Setrasari V No. 16, Bandung.
Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 : Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Perseroan atau ASRI : PT Alam Sutera Realty Tbk, suatu perseroan terbatas publik, yang berkedudukan di Wisma Argo Manunggal Lantai 18, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 22, Jakarta 12930.
Saham Baru : Minimal sejumlah 17.517 saham baru dalam GAIN masing-masing dengan nilai nominal Rp.1.000.000 yang akan dimiliki oleh Penjual berdasarkan Konversi Hutang GAIN pada saat tanggal penyelesaian.
Saham Saat Ini : Sejumlah 20.500 saham dalam GAIN masing-masing dengan nilai nominal Rp.1.000.000 yang saat ini dimiliki oleh Penjual.
Saham Yang Akan Dibeli : Saham Saat Ini dan Saham Baru.
Transaksi : Transaksi pembelian Saham Yang Akan Dibeli oleh Perseroan, yang merupakan suatu transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2.
UU Pasar Modal : Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
UU Perseroan Terbatas : Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
PENDAHULUAN
Dalam rangka memenuhi Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2, Direksi Perseroan mengumumkan Keterbukaan Informasi ini untuk memberikan informasi kepada para pemegang saham Perseroan terkait rencana Perseroan untuk melakukan Transaksi, yaitu pembelian Saham Yang Akan Dibeli, bebas dari setiap Pembebanan dan beserta semua hak yang saat ini atau sesudah ini melekat padanya.
Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2, Transaksi merupakan suatu transaksi material karena nilai dari Transaksi melebihi 20% (dua puluh persen) tetapi kurang dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 yang telah diaudit oleh Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma dan Rekan, auditor independen, sehingga tidak diwajibkan untuk memperoleh persetujuan dari para pemegang saham Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2. Namun demilikian, Perseroan diwajibkan untuk mengumumkan informasi-informasi tertentu mengenai Transaksi tersebut kepada masyarakat setidaknya dalam satu surat kabar dengan peredaran nasional dan menyampaikan bukti pengumuman tersebut kepada Bapepam dan LK bersamaan dengan dokumen-dokumen pendukung selambatnya dalam kurun waktu 2 hari kerja setelah penandatanganan perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Transaksi Material tersebut.
Direksi Perseroan menerbitkan Informasi ini untuk kepentingan para pemegang saham Perseroan, dalam rangka memberikan informasi terperinci bagi mereka mengenai transaksi material yang dijalankan oleh Perseroan.
PENJELASAN MENGENAI TRANSAKSI MATERIAL
I. Alasan dan Latar Belakang Transaksi Material
Perseroan adalah suatu perusahaan pengembang real estate terkemuka di Indonesia dan juga merupakan salah satu dari perusahaan pengembangan urban Indonesia pertama yang mengembangkan dan mengelola daerah perkotaan (township) berskala besar yang meliputi properti perumahan dan komersial serta fasilitas-fasilitas dan infrastruktur tambahan. Perseroan mengelola dan memasarkan properti-properti real estate yang berlokasi di Perkotaan (Township) Alam Sutera, Serpong, yang merupakan pengembangan dengan kegunaan campuran berskala besar termasuk komplek perumahan tertutup yang terdiri atas rumah-rumah dan bidang-bidang tanah, serta bangunan-bangunan komersil yang terdiri atas ruko, ruang kantor dan mal ritel.
Kawasan GWK yang saat ini dikelola oleh GAIN, merupakan taman budaya yang dibangun di kepulauan Bali yang terdiri dari bangunan pedestal, Patung Garuda Wisnu Kencana yang telah dibangun dengan ketinggian kurang lebih 40 Meter, serta fasilitas pariwisata lainnya. Tujuan dari dibangunnya Kawasan GWK tersebut adalah untuk membangkitkan budaya dan pariwisata Indonesia terutama provinsi Bali, dengan membuat suatu landmark atau lambang dari Bali. Pengembangan Kawasan GWK ini nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan kontribusi terhadap kebudayaan, dan menarik lebih banyak wisatawan baik dalam negeri dan luar negeri untuk dapat melihat dan menikmati keindahan Indonesia. Adapun proyek ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia.
Adapun Transaksi ini selain merupakan bentuk diversifikasi usaha Perseroan, juga merupakan bentuk kepedulian Perseroan dalam pengembangan budaya dan pariwisata Indonesia. Sebagai tambahan dengan dilaksanakan Transaksi ini, Perseroan percaya bahwa dengan penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan berharap dapat meningkatkan nilai Perseroan melalui pendapatan, keberadaaan geografis, pemekaran skala dari bisnis, dan akses yang lebih baik.
II. Manfaat dari Transaksi
Melalui penyelesaian Transaksi ini, Perseroan akan memperoleh manfaat-manfaat sebagai berikut: a. meningkatkan potensi pertumbuhan usaha yang lebih baik dan lebih tinggi dan meningkatkan
kompetensi dalam bersaing;
b. pengembangan usaha Perseroan dibisnis pariwisata diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas Perseroan serta nilai saham Perseroan;
c. melakukandiversifikasi usaha dengan menambah kegiatan usaha Perseroan
III. Keterangan mengenai Transaksi A. Obyek Transaksi
Pada tanggal 13 Juni 2012 , Perseroan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (“Perjanjian Jual Beli Bersyarat”) dalam bentuk notarial dengan Penjual. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Bersyarat tersebut, Perseroan berencana untuk membeli:
a. sejumlah 20.500 (dua puluh ribu lima ratus) saham, masing-masing dengan nilai nominal Rp.1.000.000 (satu juta rupiah), atau yang mewakili 82% (delapan puluh dua persen) dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam GAIN yang saat ini dimiliki oleh Penjual (“Saham Saat Ini”); dan
b. saham saham baru yang akan dimiliki oleh Penjual berdasarkan Konversi Hutang GAIN minimal sejumlah 17.517 saham baru dalam GAIN (“Saham Baru”);
sehingga jumlah keseluruhan Saham Yang Akan Dibeli nantinya adalah sekurang-kurangnya 38.017 saham masing-masing dengan nilai nominal Rp.1.000.000 (satu juta rupiah), atau yang mewakili sekurang-kurangnya 82% (delapan puluh dua persen) dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam GAIN, bebas dari setiap Pembebanan dan beserta semua hak yang saat ini atau sesudah ini melekat padanya.
Adapun penyelesaian jual beli Saham Yang Akan Dibeli ini tunduk dan digantungkan pada beberapa kondisi prasyarat tertentu yang harus dipenuhi oleh Penjual atau dapat dikesampingkan oleh Perseroan sebagai pembeli.
Transaksi merupakan transaksi pengambilalihan berdasarkan UU Perseroan Terbatas sehingga akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan UU Perseroan Terbatas sehubungan dengan pengambilalihan.
Informasi mengenai GAIN:
PT Garuda Adhimatra Indonesia
PT Garuda Adhimatra Indonesia, berkedudukan di Bali, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. GAIN didirikan dengan nama PT Garuda Adhimatra berdasarkan Akta No. 86, tanggal 14 Desember 1993, dibuat di hadapan Irdam Noezar, SH, sebagai pengganti dari Wiratni Ahmadi, SH, Notaris di Bandung, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 6, tanggal 9 Maret 1995, dibuat dihadapan Wiratni Ahmadi, SH, Notaris di Bandung, dimana keduanya telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-6.5391.HT.01.01.TH’95, tanggal 2 Mei 1995. Akta No. 86, tanggal 14 Desember 1993 didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Bandung di bawah No. 639, tanggal 5 Juni 1995, dan Akta No.6, tanggal 9 Maret 1995 didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Bandung di bawah No. 640, tanggal 5 Juni 1995, dan kedua akta ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99, tanggal 12 Desember 1995, Tambahan No. 10183/1995.
Anggaran Dasar GAIN telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Luar Biasa No. 11, tanggal 28 Juli 2008, yang dibuat dihadapan Kiki Hertanto, SH, Notaris di Jakarta, pemegang saham memberikan persetujuan untuk melakukan penyesuaian anggaran dasar terhadap UU Perseroan Terbatas. Akta ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-98978.AH.01.02.Tahun2008, tanggal 23 Desember 2008 (“Akta No.11/2008”).
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang pembangunan kawasan pariwisata.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Merencanakan dan memperuntukkan tanah untuk keperluan kawasan pariwisata dan menata serta membagi lebih lanjut dalam satuan-satuan lingkungan tertentu untuk pembangunan obyek pariwisata.
b. Merencanakan dan mengembangkan sarana dan prasarana serta fasilitas-fasilitas lainnya dalam lingkungan kawasan pariwisata.
Struktur Permodalan
Berdasarkan Akta No.11/2008, susunan permodalan dan pemegang saham GAIN dijabarkan kembali, sehingga susunan susunan permodalan dan pemegang saham GAIN saat ini adalah sebagai berikut:
Modal Dasar : Rp. 100.000.000.000
Modal Ditempatkan : Rp. 25.000.000.000 Modal Disetor : Rp. 25.000.000.000
Modal Dasar terbagi atas 100.000 saham dengan nilai nominal masing-masing Rp. 1.000.000 per saham.
Susunan pemegang saham GAIN pada saat itu adalah sebagai berikut:
No. Pemegang Saham
Rp 100.000 per saham
Saham yang
Dimiliki (Rp) %
1. PT Multi Matra Indonesia (d/h PT Nyoman Nuarta Enterprise)
20.500 20.500.000.000 82 2. PT (Persero) Pengembangan Pariwisata
Bali (Bali Tourism Development Corporation)
4.500 4.500.000.000 18
Jumlah 25.000 25.000.000.000 100
Direksi dan Dewan Komisaris
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 46, tanggal 27 Januari 2012, dibuat dihadapan Aryanti Artisari, SH, MKn, Notaris di Jakarta, susunan Direksi dan Dewan Komisaris GAIN pada saat ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
1. Komisaris Utama : Nyoman Nuarta 2. Komisaris : Ginawan Chondro 3. Komisaris : Drs. Arie Achmad
Bastaman 4. Komisaris : I Nyoman Cakra
Direksi:
1. Direktur Utama : Edi Sukamto Josana 2. Direktur : Ir. Kusnadi Surya Chandra 3. Direktur : Ersat Broto Amidarmo 4. Direktur : Indah Juanita
Anggota Direksi dan Komisaris diangkat oleh RUPS untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu.
Secara garis besar, GAIN melakukan pengoperasian terhadap Kawasan GWK. Dalam melakukan pengoperasiannya, GAIN mempunyai beberapa perizinan terkait dengan Kawasan GWK dan memiliki aset berupa bidang tanah dan bangunan.
Tempat Kedudukan
GAIN berkedudukan di Bandung, dengan alamat Jl. Setrasari V No. 16, Kota Bandung, Jawa Barat. Telefon 022 2017812, Faximile 022 2015362.
B.
NilaiTransaksi
Sebagaimana diatur dalam Perjanjian Jual Bersyarat, pengambilalihan Saham Yang Akan Dibeli (dalam hal mewakili 82% dari seluruh modal yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam GAIN) akan dilakukan dengan harga pembelian sebesar Rp. 738.000.000.000,- (tujuh ratus tiga puluh delapan milyar rupiah) (“Harga Beli”). Pembayaran atas Harga Beli tersebut akan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Pembayaran tahap I sejumlah Rp. 40.000.000.000 (empat puluh miliar rupiah) sebagai Uang Muka telah dilakukan dengan cara transfer tunai dari Perseroan kepada penjual pada tanggal 10 Mei 2012;
b. Pembayaran tahap II sejumlah Rp. 638.000.000.000 (enam ratus tiga puluh delapan miliar rupiah) akan dilakukan pada saat Akta Pengambilalihan Saham ditandatangani Para Pihak, yang direncanakan pada tanggal 18 Juli 2012 atau tanggal lain yang disepakati oleh Para Pihak.;
c. Pembayaran tahap III sejumlah Rp. 60,000,000,000 (enam puluh milyar rupiah) akan dilakukan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak hasil audit atas Akun Manajemen yang diaudit oleh auditor independent yang ditunjuk oleh Perseroan dapat diterima oleh Perseroan dan pembayarannya akan dilakukan dengan 2 tahap:
Tahap I: 50% dari harga pembayaran tahap III apabila 50% dari sisa Aset tanah yang belum bersertifikat telah diserahkan dalam bentuk sertifikat dan atas nama GAIN kepada Perseroan dan
Tahap II: sisa 50% dari harga pembayaran tahap III apabila seluruh sisa Aset tanah telah bersertifikat dan atas nama Gain diserahkan kepada Perseroan
Perseroan dan Penjual setuju untuk menyesuaikan dengan mengurangi Harga Beli terhadap hal-hal sebagai berikut:
a. Aset tanah yang kurang dari 60,7 ha, apabila terdapat kekurangan maka atas kekurangan tersebut satuan harga per meter persegi di perhitungkan sebesar Rp. 1.482.700,- namun apabila terdapat kelebihan pada tanggal penyelesaian jual beli Saham Yang Akan Dibeli maka kelebihannya akan dibicarakan dan dinegosiasikan oleh Perseroan dan Penjual; b. Segala hutang, beban dan biaya yang dibebankan ke Perseroan yang tidak terdapat dalam
akun perseroan.
C. Informasi mengenai Para Pihak dalam Transaksi a. Perseroan
Perseroan didirikan dengan nama PT Adhihutama Manunggal, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan dan tunduk pada hukum Republik Indonesia, sebagaimana berdasarkan Akta Pendirian No. 15 tanggal 3 November 1993, yang dibuat di hadapan Erly Soehandjojo, S.H., Notaris di Jakarta, yang mana telah disahkan oleh Menkumham sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan No. C2-1281.HT.01.01.TH.94 tanggal 28 Januari 1994 dan terdaftar pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di bawah No. 541/A.PT/HKM/1994/PN.JAK.SEL pada tanggal 5 April 1994 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 53 tanggal 5 Juli 1994, Tambahan No. 3973. Kantor Pusat Perseroan berlokasi di Jakarta dengan alamat di Wisma Argo Manunggal, Lantai 18, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22, Jakarta Selatan, Telepon +62 (21) 252 3838 dan Faksimili +62 (21) 262 5050. Anggaran Dasar Perseroan telah diubah beberapa kali. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan penyesuaian dengan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam UU Perseroan Terbatas dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.J.1 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan Publik adalah sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22 tanggal 16 Juni 2009, yang dibuat dihadapan Unita Christina Winata, S.H., Notaris di Kabupaten Tangerang, berkedudukan di Serpong, yang mana telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Keputusan No. AHU-36820.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 3 Agustus 2009, didaftarkan dalam Daftar Perseroan Menkumham di bawah No. AHU-0048643.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 3 Agustus 2009, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 24 November 2009, Tambahan No. 27689 (”Akta No. 22/2009”).
Perubahan terakhir dari ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dibuat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan tentang Perubahan Anggaran Dasat No. 42 tanggal 8 Maret 2012, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sebagaimana dinyatakan dalam Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-08552 tanggal 9 Maret 2012 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan Menkumham di bawah No. AHU-0021537.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 9 Maret 2012 (“Akta No. 42/2012”).
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana tercantum dalam Akta No. 22/2009, sebagaimana dinyatakan kembali dalam Akta No. 42/2012, maksud dan tujuan Perseroan adalah untuk berusaha dalam bidang pembangunan dan pengelolaan perumahan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama yang dilakukan untuk merealiasikan usaha pokok yaitu sebagai berikut:
a. membuka dan menjalankan serta mengelola perumahan pembangunan dan bertindak sebagai pengembang (developer).
b. membuka dan menjalankan serta mengelola perusahaan real estate, pusat pertokoan dan perkantoran.
Untuk mendukung pencapaian dari maksud dan tujuan dari kegiatan usaha utama, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. membuka dan menjalankan serta mengelola perusahaan biro bangunan termasuk perencana, pelaksana, pengawas, pemborong dan pemelihara, baik untuk bangunan-bangunan gedung, pabrik, jalan, jembatan, landasan, irigasi, waduk, dermaga, konstruksi besi, pembuatan sumur artesis dan lain-lain bangunan sarana dan prasarana, maupun untuk pekerjaan-pekerjaan teknik sipil lainnya basah ataupun kering di kawasan tersebut di atas;
b. mengembangkan daerah pemukiman, perkantoran, termasuk pelepasan hak atas tanah, pengurugan, pemetakan, pengukuran, penggalian dan penimbunan tanah, peluasan lahan di pantai (reklamasi), pemasangan instalasi-instalasi listrik, air minum, gas dan telekomunikasi dan seluruh faktor penunjang yang berkaitan dengan pembangunan suatu daerah;
c. menjual tanah-tanah dan bangunan yang telah dikembangkan.
Struktur Permodalan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 08 tanggal 2 Februari 2012 dibuat di hadapan Unita Christina Winata, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham sebagaimana dinyatakan dalam Bukti Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-04053 tanggal 6 Februari 2012 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0010178.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 6 Februari 2012 (“Akta No. 8/2012”) dan dinyatakan kembali dalam Akta No. 42/2012, struktur permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:
Modal Dasar: Rp 2.400.000.000.000,00 (dua triliun empat ratus milyar Rupiah) yang terbagi atas 24.000.000.000 (dua puluh empat milyar) saham, masing-masing memiliki nilai nominal sebesar Rp 100 (seratus Rupiah).
Modal Ditempatkan dan Disetor: Rp 1.964.941.188.800,00 (satu triliun sembilan ratus enam puluh empat milyar sembilan ratus empat puluh satu juta seratus delapan puluh delapan ribu delapan ratus Rupiah) yang terbagi atas 19.649.411.888 (sembilan belas juta enam ratus empat puluh sembilan juta empat ratus sebelas ribu delapan ratus delapan puluh delapan) saham.
Susunan pemegang saham Perseroan sampai dengan 29 Mei 2012 berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan adalah sebagai berikut:
No. Pemegang Saham
Rp 100,00 per saham
Saham yang
Dimiliki (Rp) %
1. PT Argo Manunggal Land Development
709.160.000 70.916.000.000,00 3,61
2. PT Tangerang Fajar Industrial Estate 2.982.450.000 298.245.000.000,00 15,18 3. PT Manunggal Prime Development 3.594.681.000 359.468.100.000,00 18,29 4. PT Selaras Citamanunggal 2.118.500.000 211.850.000.000,00 10,78 5. PT Bukit Asri Padang Golf 1.061.900.000 106.190.000.000,00 5,41 6. Masyarakat 9.182.720.888 918.272.088.800,00 46,73
Total 19.649.411.888 1.964.941.188.800,00 100
Direksi dan Dewan Komisaris
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 8 tanggal 9 Juni 2011, yang dibuat di hadapan Unita Christina Winata, S.H., Notaris di Jakarta, yang mana telah diberitahukan kepada Menkumham sebagaimana dinyatakan dalam Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-21509, tanggal 8 Juli 2011, yang didaftarkan dalam Daftar Perseroan Menkumham No. AHU-0055908.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 8 Juli 2011 dan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 43 tanggal 8 Maret 2012, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, dengan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Marzuki Usman Komisaris : Harjanto Tirtohadiguno Komisaris : Kristianto Sudiono Komisaris Independen : Pingki Elka Pangestu Komisaris Independen : Prasasto Sudyatmiko
Direksi
Direktur Utama : Tri Ramadi
Direktur : Soelaeman Soemawinata Direktur : Joseph Sanusi Tjong Direktur : Lilia Setiprawarti Sukotjo Direktur Tidak Terafiliasi : Andrew Charles Walker
Tempat Kedudukan
Perseroan berkedudukan di wisma Argo Manunggal, Lantai 18, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22 Jakarta 12930Telefon 021 252 3838 , Faximile 021 252 5050.
b. PT Multi Matra IndonesiaPenjual adalah PT Multi Matra Indonesia (“MMI”), berkedudukan di Kota Bandung, adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. MMI didirikan dengan nama PT Nyoman Nuarta Enterprise berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 2, tanggal 1 Februari 1994, dibuat dihadapan Irdam Noezar, SH, Candidat Notaris, notaris pengganti dari Wiratni Ahmadi, SH, Notaris di Bandung, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman No. C2-9416.HT.01.01.TH.94, tanggal 18 Juni 1994, yang telah didaftarkan dalam daftar pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Bandung di bawah No. 1365, tanggal 25 Agustus 1994. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam daftar pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Bandung di bawah No. 1364, tanggal 25 Agustus 1994, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 25 Nopember 1994, Tambahan Berita Negara No. 9560 (“Akta Pendirian”).
Anggaran Dasar MMI telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 35 tanggal 25 Juli 2008, dibuat dihadapan Eka Gunawan, SH, MH, Notaris di Jakarta. Akta ini menyetujui (i) perubahan nama MMI dari PT Nyoman Nuarta Enterprise menjadi PT Multi Matra Indonesia; dan (ii) perubahan dan penyesuaian seluruh anggaran dasar MMI untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-55734.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 27 Agustus 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan Nomor AHU-0076311.AH.01.09.Tahun 2008, tanggal 27 Agustus 2008,. (“Akta 35/2008”).
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar MMI, maksud dan tujuan MMI ialah sebagai berikut: (i) berusaha dalam bidang Perdagangan;
(ii) berusaha dalam bidang Pembangunan; (iii) berusaha dalam bidang Jasa;
(iv) berusaha dalam bidang Pertanian; (v) berusaha dalam bidang Percetakan; (vi) berusaha dalam bidang Pengangkutan; (vii) berusaha dalam bidang Perindustrian; dan (viii) berusaha dalam bidang Pertambangan.
Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, MMI akan menjalankan kegiatan usaha sebagai berikut:
(i) Menjalankan usaha di bidang perdagangan pada umumnya yang meliputi Impor dan Ekspor, antar pulau/daerah serta lokal dan interinsulair untuk barang-barang hasil sendiri dan hasil produksi perusahaan lain, Perdagangan Besar Lokal, serta menjadi Grosier, Suplier, Leveransier, Waralaba dan Commission House serta kegiatan usaha terkait, bertindak sebagai Distributor, Agen dan sebagai perwakilan dari Badan-badan perusahaan lain baik didalam maupun diluar negeri, termasuk tidak terbatas terhadap Perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estate dan properti yaitu penjualan dan pembelian bangunan rumah/kavling, gedung perkantoran, gedung pertokoan, unit-unit ruangan apartemen, ruangan kondominium, ruangan kantor pabrik-pabrik, gedung klinik atau rumah sakit, ekspor-impor dan perdagangan peralatan kesehatan, ekspor-impor barang-barang engineering, ekspor-impor hasil dan perdagangan perkebunan.
(ii) Menjalankan usaha di bidang Pembangunan pada umumnya, antara lain :
a. Bertindak sebagai pengembang yang meliputi perencanaan, pengawasan konstruksi beserta fasilitas-fasilitasnya termasuk perencanaan pembangunan, mengerjakan pembebasan, pembukaan, pengurukan, pemerataan, pematangan tanah;
b. Pemborongan pada umumnya (General Contractor) yaitu Pembangunan Kawasan Perumahan (Real Estate), Rumah Susun, Kawasan Industri (Industrial Estate), Gedung, Perkantoran, dan Apartemen, Kondominium, Kawasan Perbelanjaan (Mal dan Plaza), Rumah Sakit, Gedung Pertemuan, Rumah Ibadah dan lain-lain;
c. Pengembangan wilayah pemukiman perindustrian yang meliputi pengembangan wilayah pedesaan dan perkotaan;
d. Pemasangan komponen bangunan berat/Heavy lifting meliputi pengerjaan beton prategang (pre-stressing) beton pra-cetak serta produk-produk beton lainnya;
e. Pembangunan Gedung dan Konstruksi, Jembatan, Jalan, Bandara, Dermaga meliputi Pembangunan Konstruksi dan Renovasi Gedung, Lapangan, Jembatan, Jalan, Pertamanan, Bendungan, Pengairan (irigasi), Landasan Udara, Dermaga meliputi kegiatan Pemasangan Tiang (pancang)/pipa, Komponen Beton Pra-cetak, Bantalan Rel Kereta Api, Produk Beton lainnya dan kegiatan usaha lainnya dan kegiatan usaha terkait;
f. Pemasangan instalasi-instalasi mesin (mekanikal), listrik (elektronika), gas, air minum, perangkat telekomunikasi, Freezer, Coldstorage, Air Conditioner (AC), sprinkler, plumbing atau limbah dan dalam bidang teknik sipil, elektro, mesin;
g. Pengembangan wilayah pemukiman meliputi pengembangan wilayah pedesaan, perkotaan dan perindustrian serta wilayah transmigrasi, Rehabilitasi Gedung-gedung yang sudah ada, menguasai dan melakukan penjualan serta sewa-menyewa gedung dan hak atas tanah;
h. Pemborongan Bidang Telekomunikasi meliputi bidang telekomunikasi antara lain jasa teknologi informasi, komunikasi, multimedia, telekomunikasi, navigasi control dan instrumentasi, remote sensing (penginderaan jarak jauh) dan kegiatan usaha terkait;
i. Pembangunan Sarana-Prasarana Jaringan Telekomunikasi termasuk sarana Multi media serta kegiatan usaha terkait;
j. Pembangunan Lapangan Golf.
(iii) Menjalankan usaha di bidang jasa pada umumnya antara lain:
a. Jasa Agen Properti yaitu memberikan jasa informasi dan penjualan di bidang properti serta kegiatan usaha terkait;
b. Jasa Manajemen operasi dan pemeliharaan kawasan properti meliputi manajemen properti, pengelolaan dan penyewaan, pemeliharaan, perawatan, Pengembangan tanah flat dan rumah susun, kawasan industri/restrukturisasi; c. Jasa perantara penjualan dan pembelian (broker) dan agen pemasaran dari
berbagai jenis bergerak maupun tidak bergerak (properti); d. Jasa Konsultasi konstruksi/Sipil;
e. Jasa Navigasi Telematika;
f. Jasa Penyewaan instlasi tangki timbun; g. Jasa Pemetaan;
h. Jasa perbaikan Kapal Laut, darat dan Udara; i. Jasa persewaan dan sewa beli kendaraan bermotor; j. Jasa Persewaan mesin dan peralatannya.
(iv) Menjalankan usaha di bidang Pertanian pada umumnya antara lain Kehutanan dan Perkayuan, Perkebunan Tanaman Industri yang meliputi Kopi, Teh, Tembakau, Kelapa Sawit, Kina, Tebu, Karet serta tanaman perkebunan industri lainnya, Perkebunan Kopi, Perkebunan Coklat (cocoa/cacao), Perkebunan Kelapa (Coconut), Agrobisnis;
(v) Menjalankan usaha di bidang Percetakan pada umumnya antara lain Penerbitan buku, serta penjilidan;
(vi) Menjalankan usaha di bidang pengangkutan (transportasi) pada umumnya, baik untuk pengangkutan penumpang maupun pengangkutan barang;
(vii) Menjalankan usaha di bidang Perindustrian meliputi Industri manufacturing dan fabrikasi, Industri Garment dan Pakaian Jadi, Industri Wood Working dan Furnitur (Meubel), Industri Kerajinan Tangan, Industri Makanan-Minuman dan pengalengan (amatil);
(viii) Menjalankan dalam bidang Pertambangan pada umumnya antara lain Pertambangan Batu-bara, Penggalian Gambut, Gasifikasi batu-bara, dan pembuatan briket batu-bara, Pertambangan Timah dan Logam, Pertambangan Pasir Besi dan Bijih Besi serta kegiatan usaha terkait.
Struktur Permodalan
Berdasarkan Akta Berita Acara No. 2, tanggal 1 April 1996, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas No. 124, tanggal 28 Desember 1996, yang keduanya dibuat di hadapan Soekaimi, SH, Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-1343.HT.01.04.TH.97, tanggal 27 Februari 1997, dilaporkan kepada Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan Surat Penerimaan Laporan Perubahan Anggaran Dasar No. C2-HT.01.04-A.1575, tanggal 27 Februari 1997, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan No. TDP 10111604920 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kab/Kodya Bandung No. 49/BH.10.11/IV/97, tanggal 14 April 1997, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 57, tanggal 18 Juli 1997, Tambahan No. 2850, pemegang saham MMI menyetujui peningkatan modal dasar, modal disetor dan ditempatkan MMI, sehingga susunan permodalan MMI adalah sebagai berikut:
Modal Dasar : Rp 80.000.000.000 Modal Ditempatkan : Rp 20.000.000.000 Modal Disetor : Rp 20.000.000.000
Modal Dasar tersebut terbagi atas 80.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham.
Susunan pemegang saham MMI berdasarkan Akta Risalah Rapat No. 22, tanggal 8 Nopember 2004, dibuat di hadapan Dr. Wiratni Ahmadi, SH, Notaris di Bandung, yang telah dilaporkan kepada Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan Surat Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. C-11803.HT.01.04.TH.2005, tanggal 2 Mei 2005 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung dibawah No. 241/BH.10.11/IV/2007, tanggal 18 April 2007 adalah sebagai berikut:
No. Nama Pemegang Saham Jumlah
Saham
Nilai Nominal
(Rp) %
1. Drs. Nyoman Nuarta 5.500 5.500.000.000 27,50 2. Cynthia Laksmi Nuarta 2.000 2.000.000.000 10,00 3. Drs. Arie Achmad Bastaman 2.500 2.500.000.000 12,50 4. Edi Sukamto Josana 5.000 5.000.000.000 25,00
5. Ginawan Chondro 5.000 5.000.000.000 25,00
Jumlah 20.000 20.000.000.000 100,00
Direksi dan Dewan Komisaris
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 35 tanggal 25 Juli 2008, dibuat dihadapan Eka Gunawan, SH, MH, Notaris di Jakarta, akta mana telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-55734.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 27 Agustus 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan Nomor AHU-0076311.AH.01.09.Tahun 2008, tanggal 27 Agustus 2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris MMI pada saat ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
1. Komisaris Utama : Drs. Arie Achmad Bastaman 2. Komisaris : Ginawan Chondro
3. Komisaris : Ersat Broto Amidarmo
Direksi:
1. Direktur Utama : Edi Sukamto Josana 2. Direktur : Ir. Kusnadi Surya Chandra
Berdasarkan Anggaran Dasar, anggota Direksi dan Komisaris diangkat oleh RUPS untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu.
Tempat Kedudukan MMI berkedudukan hukum di Jl. Setrasari V No. 16, Kota Bandung, Jawa Barat. Telefon 022 2004222, Faximile 022 2004555.
IV. Transaksi Material
Berdasarkan Laporan Penilaian Indepeden No. 168/BEST-BS/LAP.FO/VI/12 tanggal 14 Juni 2012, Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 dimana nilai transaksi ini melebihi 20% (dua puluh persen) namun kurang dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 yang diaudit oleh Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma dan Rekan, auditor independen. Dengan demikian, berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2, Perseroan harus mengumumkan informasi terkait Transaksi kepada publik setidaknya dalam satu surat kabar harian berperedaran nasional dan memberikan bukti atas pengumuman tersebut setidaknya 2 hari setelah penandatanganan perjanjian yang memuat Transaksi Material.
V. Pihak Independen yang Ditunjuk oleh Para Pihak dalam Transaksi
Pihak independen yang terlibat dalam transaksi yang ditunjuk oleh Perseroan adalah sebagai berikut: a. Melli Darsa & Co. sebagai penasehat hukum yang ditunjuk oleh Perseroan untuk membantu
Perseroan dalam mempersiapkan keterbukaan Informasi dan Transaksi dan Informasi kepada publik;
b. KJPP Martokoesoemo, Prasetyo dan Rekan sebagai penilai independen yang melakukan penilaian atas nilai Transaksi.
c. KJPP Budi, Edy, Saptono dan Rekan sebagai penilai independen yang menyediakan opini kewajaran atas Transaksi.
VI. Ringkasan atas Laporan Penilaian Independen a. Identitas Pihak;
Identitas pihak terkait Obyek Penilaian adalah PT Garuda Adhimatra Indonesia (“Perseroan”), Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 86 dari Wiratni Ahmadi, S.H., tanggal 14 Desember 1993. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-5391 HT.01.01.TH.1995 tanggal 2 Mei 1995 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99, Tambahan No. 10183 tanggal 12 Desember 1995.
b. Obyek penilaian;
Dalam kaitannya dengan maksud dan tujuan penilaian, Obyek Penilaian adalah 100% (seratus persen) saham Perseroan.
c. Tujuan penilaian;
Tujuan penilaian adalah menentukan Nilai Pasar Wajar atas 100% (seratus persen) kepemilikan Perseroan untuk digunakan sebagai basis nilai rencana akuisisi Perseroan oleh PT Alam Sutera Realty Tbk. Laporan hasil penilaian usaha juga digunakan untuk memenuhi ketentuan Bapepam-LK.
d. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; Asumsi-Asumsi dalam Penilaian
Terkait dengan asumsi dalam Penilaian, maka beberapa asumsi terkait kondisi eksternal dan internal antara lain adalah:
Tidak ada kejadian luar biasa baik secara makro ekonomi maupun industri dapat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan dan mempengaruhi rencana usaha atau anggaran Perseroan di masa yang akan datang;
Seluruh informasi dan data yang diperoleh dari manajemen Perseroan adalah benar. Batasan dalam Penilaian
Sesuai tujuan penugasan sebagaimana disebutkan di atas, maka penilai independen tidak melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Uji kaji tuntas keuangan Obyek Penilaian, namun hanya uji kaji tuntas terbatas terkait dengan tujuan penugasan termasuk klarifikasi atas keabsahan dokumen kepemilikan aset atau hak tagih maupun kemungkinan adanya tagihan dan off balance sheet pada laporan keuangan Obyek Penilaian;
Studi Kelayakan Bisnis dan Keuangan;
Analisis dampak pajak untuk pembeli dan penjual.
Sesuai ruang lingkup penilaian usaha (saham) sebagaimana tercantum dalam surat penugasan kami sebagai Penilai Independen yaitu mencakup:
Menganalisis kegiatan operasional bisnis dan kondisi keuangan dari Perseroan; Memperoleh pemahaman terhadap industri, prospek ke depan dan kondisi pasar; Meninjau rencana bisnis dan proyeksi keuangan termasuk asumsi dasar yang digunakan; Menentukan metodologi penilaian yang sesuai berdasarkan karakteristik Perseroan dan industri;
e. Pendekatan dan metode penilaian;
Dalam penentuan Nilai Pasar Wajar atas 100% (seratus persen) saham Perseroan, KJPP Martokoesoemo, Prasetyo dan Rekan menggunakan tiga pendekatan dan mempertimbangkan kondisi Obyek Penilaian serta kondisi pasar yang berlaku yaitu :
Pendekatan Pendapatan - Metode Diskonto Arus Kas (DCF)
Diskonto Arus Kas atau Discounted Cash Flow (DCF) adalah metode yang paling sering digunakan dan teknik yang paling diterima dalam penetapan harga saham perusahaan. Dalam metode DCF, nilai bisnis adalah diskonto atas arus kas bebas yang diharapkan diterima pada tingkat yang mencerminkan risiko dari arus kas ditambah dengan terminal value dari perusahaan.
Pendekatan Aset – Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP)
Metode KKP digunakan untuk menilau ekuitas perusahaan operasional (operating company) dengan tingkat pertumbuhan pendapatan dan laba yang relative stabil. Pendapatan suatu perusahaan yang digunakan merupakan hasil dari produktivitas aset berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan pengembalian (excess return atau earning) yang diperoleh diatas pengembalian normal (normal return) atas aset berwujud, diperhitungkan sebagai pengembalian dari Aset Takberwujud secara kolektif.
Pendekatan Pasar - Metode Pembanding Pasar dengan Rasio Price to Earnings (PE)
Dalam metode ini digunakan PE sebagai pembanding pasar yang lebih sesuai dengan karakteristik Perseroan. Metode PE diperhitungkan dengan cara mengalikan nilai net income Perseroan dengan rasio rata-rata PE beberapa perusahaan pembanding yang digunakan dikisaran terdekat pada tanggal penilaian. Penentuan PE yang digunakan dilakukan dengan memperhitungkan rata-rata nilai PE pada perusahaan di industri yang sejenis.
f. Kesimpulan nilai;
Rekonsiliasi ketiga metode berdasarkan tanggal cut off date 31 Desember 2011, maka Nilai Pasar Wajar 100% Saham Perseroan adalah sebesar Rp 949.481.373.328 (sembilan ratus empat puluh sembilan miliar empat ratus delapan puluh satu juta tiga ratus tujuh puluh tiga ribu tiga ratus dua puluh delapan Rupiah).
g. Pendapat kewajaran atas transaksi;
Ringkasan Laporan oleh Pihak Independen memberikan opini kewajaran (fairness opinion) atas rencana Perseroan untuk melakukan ekspansi pada kegiatan usaha baru, yakni bidang pariwisata dengan melakukan pembangunan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (“GWK”) melalui pembelian saham PT Multi Matra Indonesia (“MMI”) pada PT Garuda Adhimatra Indonesia (“GAIN”).
Berikut adalah ringkasan Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, tertanggal 14 Juni 2012:
1. Pihak-pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan, GAIN dan MMI. 2. Obyek Analisis Kewajaran
Obyek analisis kewajaran adalah besarnya harga jual-beli keseluruhan yang harus dibayar oleh ASRI kepada MMI untuk saham yang dijual sebesar Rp. 738.000.000.000,- (Tujuh Ratus Tiga Puluh Delapan Milyar Rupiah) berdasarkan Perjanjian Jual Beli Bersyarat, tanggal 13 Juni 2012.
3. Tujuan Analisis Kewajaran
Berkaitan dengan rencana transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Budi, Edy, Saptono & Rekan (“KJPP BEST”) untuk memberikan opini kewajaran atas rencana Perseroan sebagaimana dipersyaratkan oleh peraturan Bapepam-LK Nomor IX.E.2 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
4. Asumsi-Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas
Laporan opini kewajaran ini kami persiapkan untuk memenuhi persyaratan, khususnya dalam mendukung Perseroan untuk memperoleh pandangan yang wajar dari sisi opini yang
independen terkait dengan rencana Perseroan melakukan transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama, dimana opini ini akan ditujukan kepada BAPEPAM-LK dan para pemegang saham, namun tidak ditujukan untuk selain hal tersebut. Jika terdapat pihak-pihak lain yang menggunakan laporan ini untuk tujuan lain, maka kami menyatakan bahwa laporan ini tidak bisa digunakan, termasuk sebagai acuan atau ditunjukan kepada pihak lain, kecuali jika atas perintah pengadilan atau pihak berwenang, tanpa izin tertulis dari kami. KJPP BEST tidak bertanggung jawab atas penggunaan isi laporan ini kepada pihak lain diluar Perseroan dan BAPEPAM-LK.
Dalam penyusunan laporan ini, KJPP BEST berdasarkan pada keakuratan dan kejelasan informasi dari Perseroan dan/atau data lain yang dipublikasikan, informasi dan data riset yang dipublikasikan serta data atau informasi lain yang relevan. Dalam hal ini KJPP BEST tidak berada dalam posisi untuk menguji kebenaran maupun ketepatan atas informasi yang diberikan oleh manajemen Perseroan serta meyakini kebenaran dan keakuratan data/informasi tersebut.
KJPP BEST tidak bertanggung jawab atau menjamin setiap kewajiban atau kerugian yang mungkin muncul akibat diambilnya tindakan berdasarkan pernyataan yang terdapat di dalam laporan ini. Semua pernyataan yang terdapat di dalam laporan ini sebaiknya dihubungkan secara keseluruhan dengan tujuan dibuatnya laporan ini.
Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset Perseroan, baik pada saat ini maupun di masa yang akan datang.
Laporan opini kewajaran yang menyatakan hasil analisis, pendapat dan kesimpulan ini, dibuat berdasarkan pada Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) dan Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal.
5. Pendekatan dan metode penilaian
Dalam melaksanakan evaluasi kewajaran atas rencana transaksi, kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
Analisis Rencana Transaksi Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Analisis Kewajaran Transaksi
6. Kesimpulan pendapat kewajaran atas transaksi
Berdasarkan analisis, kami berpendapat bahwa rencana transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama PT Alam Sutera Realty, Tbk melalui pembelian saham MMI pada GAIN adalah wajar.
Kesimpulan atas Analisis Kelayakan
Perseroan pun telah menunjuk KJPP Budi, Edy, Saptono & Rekan selaku konsultan independen Perseroan yang memberikan laporan studi kelayakan atas rencana pembangunan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana oleh PT Alam Sutera Realty Tbk melalui pembelian saham PT Multi Matra Indonesia pada PT Garuda Adhimitra Indonesia No. 167/Best-Bs/lap.FS/VI/12, tanggal 12 Juni 2012 dengan uraian ringkas sebagai berikut :
Dalam rangka pelaksanaan atas rencana pembangunan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Perseroan telah menunjuk dan menggunakan pendapat dan laporan dari KJPP Budi, Edy, Saptono & Rekan. Konsultan independen ini ditunjuk untuk menyatakan pendapat atas kelayakan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan berkaitan dengan berkaitan dengan rencana pembangunan Taman Budaya GWK sebagai informasi bagi pihak Perseroan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Berdasarkan kajian keuangan yang dilakukan, dengan asumsi-asumsi yang ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana pembangunan Taman Budaya GWK oleh Perseroan layak untuk dilaksanakan.
VII. PERNYATAAN DARI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan bertanggung jawab penuh atas kebenaran semua informasi yang dimuat dalam Keterbukaan Informasi ini dan menegaskan bahwa setelah mengadakan pemeriksaan yang cukup, dan dengan ini menyatakan bahwa semua informasi yang dimuat dalam Keterbukaan Informasi ini adalah benar dan tidak terdapat informasi penting dan relevan lainnya yang belum diungkapkan sehingga menyebabkan informasi yang diberikan dalam Keterbukaan Informasi ini menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan. Informasi yang berkaitan dengan Perseroan, Penjual dan GAIN yang disajikan dalam Keterbukaan Informasi ini disusun berdasarkan informasi publik yang tersedia dan informasi yang diberikan oleh Perseroan, Penjual dan GAIN.
Transaksi pembelian Saham Yang Akan Dibeli ini merupakan transaksi yang wajar. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai Transaksi yang merupakan nilai wajar berdasarkan hasil penilaian Penilai Independen. Oleh karena itu, pembelian Saham Yang Akan Dibeli ini tidak memerlukan persetujuan dari para pemegang saham independen Perseroan.
VIII. Informasi Tambahan
Setiap Pemegang Saham yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait dengan Transaksi, dapat menghubungi Sekretariat Perusahaan dari Perusahaan, selama hari kerja dan jam kerja di alamat berikut:
PT Alam Sutera Realty Tbk. Kantor Pusat:
Wisma Argo Manunggal, Lantai 18 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22 Jakarta 12930
Indonesia
Telepon: +62 (21) 252 3838 Faksimili: +62 (21) 252 5050 Email: [email protected]