• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of E-RETENTION MEDICAL RECORD INFORMATION SYSTEM (Case study: RSAU LANUD SULAIMAN BANDUNG)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "View of E-RETENTION MEDICAL RECORD INFORMATION SYSTEM (Case study: RSAU LANUD SULAIMAN BANDUNG)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 1

Sistem Informasi E-Retensi Rekam Medis (Studi Kasus: RSAU Lanud Sulaiman Bandung)

Alfany Nurulita*1, Gita Yulia Almanda*2, Candra Mecca Sufyana3, Irda Sari4

1,2,3,4

Politeknik Piksi Ganesha; Jl. Gatot Subroto 301, Bandung, Telp: (022)87340030

1,2,4

Informatika Rekam Medis Diploma IV, FK Politeknik Piksi Ganesha, Bandung

3Manajemen Informatika Diploma IV, FTIK Politeknik Piksi Ganesha, Bandung e-mail: *1[email protected], *2[email protected],

3[email protected],4[email protected] Abstrak

Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Lanud Sulaiman adalah satuan pelaksana Lanud Sulaiman Kabupaten Bandung yang bertugas menyelenggarakan kegiatan kesehatan yang diperlukan oleh setiap operasi TNI AU. Maka dari itu, pelayanan kesehatan yang diberikan harus dalam bentuk sebaik-baiknya, termasuk dalam pengelolaan rekam medis. Namun, ditemukan beberapa kendala, salah satunya pada pengolahan retensi rekam medis yang masih dilakukan secara manual yang akan menghambat proses pemusnahan dan akhirnya mengakibatkan penumpukan rekam medis. Tujuan penelitian ini untuk merubah sistem manual yang ada kedalam sistem komputerisasi, dengan membuat perancangan sistem informasi.

Sistem dirancang dengan bahasa pemograman PHP, CodeIgniter Framework dan MySQL sebagai manajemen databasenya. Metode penelitian dalam perancangan ini adalah penelitian kualitatif pendekatan deskriptif, sedangkan melalui studi pustaka, observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Metode Waterfall digunakan sebagai metode pengembangan dan Data Flow Diagram (DFD) untuk perancangan sistem informasi. Hasil penelitian ini berupa perancangan sistem informasi retensi rekam medis yang dapat memberi kemudahan petugas dalam pengolahan retensi rekam medis sehingga berjalan lebih efektif dan efisien.

Kata kunci—Sistem Informasi, E-Retensi, Rekam Medis, PHP, DFD

Abstract

The Air Force Hospital (RSAU) Sulaiman Air Base is the implementing unit for the Sulaiman Air Base, Bandung Regency, which is in charge of carrying out health activities required by every Indonesian Air Force operation.Therefore, the health services provided must be in the best possible form, including managing medical records. However, several issues were discovered, including the processing of medical record retention activities which were still done manually, which hampered the destruction process and resulted in the accumulation of medical records. This study aims to change the existing manual system into a computerized system, by designing an information system. MySQL database management and CodeIgniter Framework with PHP programming language are used to create the system. A qualitative descriptive approach is used in this design’s research method, while literature review, observation, and interviews as data collection technique. Waterfall method is used in software development, while Data Flow Diagrams are used in information system design. The result is the designing of an information system for medical record retention that can facilitate hospital employees in the implementation of medical records retention, so that it runs more effectively and efficiently.

Keywords—Information System, E-Retention, Medical Record, PHP, DFD

(2)

2 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E-ISSN 2503-2933

1. PENDAHULUAN

erkembangan sistem informasi yang cepat telah meluas ke beragam sector, termasuk di bidang kesehatan. Alasan penggunaan sistem informasi adalah kemampuannya untuk menyediakan layanan kesehatan publik dengan lebih efektif, meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, dan meningkatkan fungsi strategis organisasi kesehatan publik dengan menggunakan berbagai sumber informasi kesehatan[1]. Penggunaan sistem informasi mulai banyak diterapkan pada sarana penyedia layanan kesehatan, seperti Rumah Sakit, yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan oleh dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, dimana kontribusinya sebagai salah satu faktor penting upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat[2]. Menurut standar yang telah ditetapkan, Rumah Sakit pun dituntut memberikan pelayanan yang terbaik (Kepmenkes No. 129 tahun 2008). Keadaan tersebut membuatnya perlu dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan terhadap pasien[3]. Salah satu upaya, adalah dengan pengelolaan rekam medis yang baik.

Rekam medis adalah berkas berisi catatan serta dokumen mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan dan tindakan yang diterima serta pelayanan lain yang telah didapatkan oleh pasien (Permenkes No. 269 tahun 2008)[4]. Setiap fasilitas kesehatan diwajibkan membuat rekam medis, yang berguna dalam proses pelayanan pasien selama pasien breobat. Berkas ini tidak akan disimpan selamanya di ruang filling rekam medis[5].

Rekam medis disimpan sesuai aturan yang berlaku, yakni untuk fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat rekam medis disimpan sekurang-kurangnya pada jangka waktu 5 tahun yang berpedoman pada Permenkes No. 269 Tahun 2008 Pasal 8 ayat 1 (Hidayati, 2016)[6]. Bila rekam medis telah melampaui 5 tahun penyimpanan, maka rekam medis termasuk kedalam rekam medis inaktif sehingga perlu dipisahkan dari rekam medis aktif. Kegiatan memisakan antara rekam medis aktif (masih digunakan) dan inaktif (tidak digunakan) ini dinamakan penyusutan atau retensi rekam medis.

Proses pemilahan dilakukan untuk mengurangi penumpukan pada ruang penyimpanan rekam medis (filling) dan mengurangi penumpukan formulir dalam rekam medis yang dipisahkan berdasarkan nilai kegunaannya. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya ruang filling sehingga perlu dilakukan pemusnahan dari rekam medis yang telah inaktif.

Pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan kita membuat pengolahan suatu dokumen secara digital, termasuk dalam pengolahan rekam medis. Pengolahan dan penyimpanan data secara digital dapat meningkatkan efektifitas kinerja dan waktu dengan pemanfaatan kemajuan teknologi dan sumber daya yang tersedia, termasuk pula pada proses penyusutan (retensi) rekam medis[7].

RSAU Lanud Sulaiman sebagai sarana pelayanan kesehatan tentu memiliki rekam medis yang dianggap sebagai dokumen penting yang menjadi sumber informasi dan acuan dalam pelayanan pasien. RSAU Lanud Sulaiman adalah satuan pelaksana Lanud Sulaiman Kabupaten Bandung yang langsung berkedudukan di bawah komandan Lanud Sulaiman yang bertugas menyelenggarakan kegiatan kesehatan yang diperlukan oleh setiap operasi TNI AU. Didirikan pada tahun 1954 dan diresmikan pada 17 Agustus 1958, RSAU Lanud Sulaiman selain melayani anggota TNI AU dan keluarga, juga melayani masyarakat umum. Maka dari itu, memaksimalkan pengelolaan serta pengawasan rekam medis sangat diperlukan. Namun, dalam penyelenggaraannya masih terdapat beberapa permasalahan dan kendala.

Berdasarkan hasil penelitian di RSAU Lanud Sulaiman, terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan, diantaranya adalah penumpukan rekam medis di ruang filling karena pelaksanaan retensi rekam medis yang belum sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO).

Selain itu, kesulitan dalam menemukan tanggal terakhir pasien berobat karena perlu dilihat satu- persatu dari setiap nomor rekam medis juga menjadi kendala. Untuk meringankan kerja petugas dalam melakukan retensi dan solusi dari permasalahan yang ada maka dilakukanlah suatu

P

(3)

Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 3

perancangan sistem informasi berbasis web, tentunya mengenai retensi rekam medis agar dapat mempermudah petugas, sehingga lebih efektif dan efisien.

Terdapat beberapa penelitian yang juga menjadi acuan dalam penelitian ini yaitu, penelitian mengenai Pengembangan yang dilakukan di Rumah Sakit Dustira Cimahi yang sama dalam menggunakan metode waterfall dan DFD sebagai perancangan system[1]. Begitu pula pada penelitian karya Ramti Kania.P, dkk[8] dan Dwita Valensya.P, dkk[5]. Ketiga penelitian diatas menggunakan Visual Basic dan Microsoft Access dalam penelitiannya, berbeda dengan penelitian ini. Kemudian terdapat penelitian karya Auliya Salsabila[9] dimana terdapat persamaan dalam penggunaan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai database management. Namun, terdapat perbedaan pada penelitian ini, dimana menggunakan pola MVC yaitu Codeigniter framework dengan PHP yang merupakan konsep arsitektur pengembangan berbasis web.

2. METODE PENELITIAN 2.1 Metode Penelitian

Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif adalah metode yang digunakan pada penelitian ini, dimana teknik penelitian menekankan pada generalisasi juga menggambarkan atau mendeskripsikan tentang berbagai fenomena atau peristiwa baik yang sifatnya alamiah atau rekayasa yang belum pernah ada di lapangan[8].

2.2 Teknik Pengumpulan Data

Diuraikan pada table 1, teknik pengumpulan data yang digunakan.

Tabel 1. Teknik Pengumpulan Data

No Teknik Pengumpulan Data Kegiatan

1. Observasi

Suatu pengumpulan data dengan mempertimbangkan, mencatat dan mengamati objek yang menjadi bahan penelitian[10].

Meninjau secara langsung rak penyimpanan rekam medis di RSAU Lanud Sulaiman yang masih memisahkan rekam medis inaktif satu persatu secara manual.

2. Wawancara

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau keterangan dari target penelitian (responden) secara lisan, atau percakapan tatap muka dengan orang tersebut (Notoatmodjo, 2010 :139)[11].

Wawancara dilakukan dengan beberapa staff rekam medis dengan pertanyaan seputar:

a. Apa saja yang diperlukan dan dilakukan sebelum pelaksanaan retensi.

b. Bagaimana jalannya retensi saat tengah dilakukan.

c. Apa saja kendala dari pelaksanaan retensi tersebut.

3. Studi pustaka

Kegiatan mempelajari buku dan penelitian-penelitian sebelumnya yang merujuk pada permasalahan yang diteliti (relevan) untuk mendapatkan landasan teori yang tepat (Sarwono)[12].

Merujuk dan menelaah penelitian-penelitian sebelumnya mengenai retensi rekam medis maupun system informasi retensi rekam medis.

2. 3 Teknik Pengembangan Perangkat Lunak

Pengembangan software menggunakan metode Waterfall atau classic life cycle yang berarti tahapan klasik bersifat sistematis dalam pembangunan perangkat lunak (Pressman,

(4)

4 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E-ISSN 2503-2933

2015). Oleh karena itu, apabila sistem tidak berhasil maka akan mempermudah dalam mengevaluasi kembali. Dalam metode ini untuk berjalan ke tahap selanjutnya, harus menunggu tahap sebelumnya selesai[8]. Gambar 1 berikut adalah beberapa tahapan metode waterfall.

Gambar 1. Metode Waterfall (Sumber: Pressman, 2015) Dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Requirment Analisys

Tahapan dimana dilakukan analisis dari kebutuhan sistem dan pengumpulan data-data yang diperlukan untuk pengembangan sistem[13].

b. Design

Tahapan dimana hasil dari analisis kebutuhan mulai dilakukan suatu perancangan sistem, baik itu design antarmuka ataupun basis data[13].

c. Coding

Mulai dilakukan pengembangan sistem dengan membuat program menggunakan kode program atau bahasa pemrograman dan hasil desain sebelumnya pun dibangun[7].

d. Testing

Sistem yang telah dibuat akan dilakukan pengujian untuk memastikan fungsinya berjalan dengan semesttinya dan terintegrasi dengan baik[13].

e. Maintenance

Tahap dimana sistem yang telah dibuat akan dilakukan pemeliharaan, yang tujuannya untuk memperbaiki kesalahan, implementasi sistem dan kinerja sistem[7].

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Analisa Sistem Berjalan

Menurut hasil analisis selama observasi di RSAU Lanud Sulaiman, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa masalah mengenai retensi rekam medis, diantaranya penumpukan rekam medis yang diakibatkan penuhnya rak penyimpanan karena proses pemusnahan yang terhambat. Setiap harinya pasien baru berdatangan dengan dibuatkan rekam medis baru, maka ruang filling menjadi semakin penuh. Penumpukan rekam medis dapat mengakibatkan kerusakan berkas dan kesulitan dalam menemukannya. Hal tersebut dikarenakan belum berjalannya retensi rekam medis sesuai dengan SPO yang tercatat pada No Dokumen SPO/015/VIII/2018/RS-MIRM, Halaman 1/2, Tanggal Terbit 01-08-2018 yang dikeluarkan oleh Direktur RSAU Lanud Sulaiman.

Terdapat pula kesulitan bagi petugas dalam menemukan tanggal terakhir kunjungan pasien untuk pemilahan rekam medis aktif dan inaktif, karena pengecekan yang masih

(5)

Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 5

dilakukan secara manual dengan pengecekan nomor rekam medis untuk memilahnya satu- persatu. Hal tersebut akan menyita banyak waktu, melihat dimana tidak ada staf khusus dalam melakukan retensi rekam medis. Selain itu, penulisan laporan dan data retensi juga masih menggunakan Microsoft Excel dan Microsoft Word.

Menurut analisis tersebut, maka dapat disimpulkan perlu adanya upaya pengembangan dalam hal retensi rekam medis di RSAU Lanud Sulaiman. Oleh karena itu, dibuatlah suatu pengembangan suatu rancangan sistem informasi untuk retensi rekam medis berbasis web, dengan PHP sebagai programming language yang digunakan dan MYSQL sebagai Database Management System, serta penggunaan Framework PHP berupa CodeIgniter.

Berikut gambar 2 adalah flowmap dari sistem yang sedang berjalan, yang merupakan alur pengerjaan yang dilakukan secara keseluruhan yang menjelaskan setiap prosedur dalam sistem.

Gambar 2. Flowmap Retensi Rekam Medis RSAU Lanud Sulaiman 3.2 Perancangan Sistem Informasi

1. Context Diagram Rancangan Sistem Informasi

Context diagram adalah permulaan dari Data Flow Diagram, dapat terlihat dari inti luar sistem gambaran hubungan antara input dan output serta terdapat lingkaran tunggal yang digunakan sebagai gambaran dari keseluruhan sistem[14]. Dibawah ini adalah gambar 3 yang menunjukkan bentuk context diagram system informasi yang dirancang.

(6)

6 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E-ISSN 2503-2933

Gambar 3. Context Diagram 2. Data Flow Diagram Rancangan Sistem Informasi

Gambar 4 menunjukkan DFD yang berfungsi untuk menjelaskan alur model logika sebuah sistem, menggambarkan darimana data berasal, kemudian interaksi antar data yang telah tersimpan dan output apa yang akan dihasilkan[14].

(7)

Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 7

Gambar 4. DFD E-Retensi 3. Entitiy Relationship Diagram (ERD)

Suatu diagram yang digunakan pada perancangan database, dimana menggambarkan hubungan antar entitas dan relasi. Perancangan database dimaksudkan untuk membuat tempat penyimpanan data dalam media penyimpanan[2]. Gambar 5 berikut adalah ERD perancangan system informasi penelitian ini.

(8)

8 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E-ISSN 2503-2933

Gambar 5. ERD 4. Implementasi Antarmuka (Interface) Sistem

a. Form Login

Tampilan interface form login seperti gambar 6 dibawah, digunakan user untuk masuk kedalam dashboard dengan login menggunakan username dan password.

Gambar 6. Antarmuka Form Login b. Form Dashboard

Tampilan utama berupa dashboard menampilkan jumlah status rekam medis dan tampilan form retensi. Terdapat berbagai menu berupa Data Petugas, Data Dokter, Data Rekam Medis, Data Kunjungan dan Retensi. Tampilan dashboard terlihat pada gambar 7 dibawah.

(9)

Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 9

Gambar 7. Form Dashboard c. Form Data Petugas

Menampilkan antarmuka form data petugas, pada halaman ini menampilkan data user dimana user dapat mengelola data petugas baik itu menginput, menyunting dan menghapus data.

Gambar 8. Form Data Petugas d. Form Data Dokter

Pada halaman ini disajikan data dokter yang dapat diinput, disunting dan dihapus oleh user. Halaman data dokter terlihat pada gambar 9 dibawah.

(10)

10 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E-ISSN 2503-2933

Gambar 9. Form Data Dokter e. Form Rekam Medis

Tampilan form rekam medis menampilkan data rekam medis pasien, seperti nama, tanggal lahir, alamat, dan sebagainya. Pada halaman ini status rekam medis yang aktif, inaktif dan telah dimusnahkan dapat terlihat. Gambar 10 menunjukkan halaman form rekam medis dibawah, sedangkan gambar 11 menunjukkan halaman input rekam medis.

Gambar 10. Form Rekam Medis

(11)

Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 11

Gambar 11. Form Tambah Rekam Medis f. Form Data Kunjungan

Pada data kunjungan ditampilkan tentang kunjungan terakhir pasien, seperti tanggal terakhir pasien berobat, diagnosa, poli, dan sebagainya, seperti pada gambar 12.

Sedangkan, tampilan halaman input data kunjungan terlihat pada gambar 13 dibawah.

Gambar 12. Form Data Kunjungan

(12)

12 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E-ISSN 2503-2933

Gambar 13. Form Tambah Data Kunjungan g. Form Retensi

Halaman ini, ada gambar 14 dibawah menampilkan riwayat retensi yang telah dilakukan. Selain itu, pencetakan laporan retensi berupa berita acara juga dapat dilakukan di halaman ini.

Gambar 14. Form Retensi

Form tambah data retensi gambar 15 dibawah, menampilkan halaman untuk melakukan retensi, dimana hanya rekam medis inaktif yang akan tampil dihalaman tersebut. Kemudian hasil laporan pada gambar 16 berupa cetak berita acara.

(13)

Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 13

Gambar 15. Form Tambah Data Retensi

Gambar 16. Form Laporan

(14)

14 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E-ISSN 2503-2933

4. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa kegiatan retensi rekam medis di RSAU Lanud Sulaiman terdapat beberapa kendala, diantaranya proses retensi rekam medis masih manual yang pengecekannya dilakukan satu persatu, penulisan laporan masih menggunakan Microsoft Excel, kurangnya rak penyimpanan inaktif dan tidak adanya petugas khusus retensi. Karena itu, dibuatlah usulan perancangan sistem informasi mengenai retensi rekam medis. Dibuat dengan PHP, menggunakan Codeigniter sebagai Framework dan MySQL sebagai media penyimpanan.

Diharapkan perancangan sistem informasi tersebut mampu untuk mempermudah kerja petugas agar lebih efektif dan efisien, dimana proses retensi dapat dilakukan melalui sistem informasi. Hasil pemilahan rekam medis aktif dan inaktif dapat dilihat langsung dan laporan retensi dapat langsung dicetak secara otomatis.

5. SARAN

Terlepas dari keterbatasan penelitian ini, berikut beberapa saran sebagai bentuk masukan yang dapat diberikan:

1. Mengadakan pemeliharaan sistem informasi retensi rekam medis untuk meminimalisir adanya kesalahan.

2. Dari adanya kekurangan pada penelitian ini, diharapkan penelitian-penelitian selanjutnya mampu melakukan pengembangan-pengembangan baru dibidang retensi rekam medis.

3. Diperlukan adanya petugas khusus dalam bagian retensi rekam medis, sehingga kegiatan rekam medis dapat berjalan dengan lebih efektif.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih banyak untuk berbagai pihak yang sudah memberi dukungan dan semangat selama penelitian ini, mulai dari pihak staff RSAU Lanud Sulaiman, para dosen pembimbing dan rekan-rekan Politeknik Piksi Ganesha.

DAFTAR PUSTAKA

[1] A. Taryanto and L. Nur Handayani, “Pengembangan Sistem Informasi Retensi Rekam Medis di Rumah Sakit Dustira Cimahi,” 2019.

[2] S. Setiatin and Y. Syahidin, “Perancangan Sistem Informasi Penyimpanan Rekam Medis Rawat Inap Berbasis Elektronik,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, Vol. 5, No. 2, pp. 81–88, Oct. 2017.

[3] F. Santika, N. A. Gumanti, L. Herfiyanti, and C. M. Sufyana, “View of Outpatient Medical E-Resume in Support INA-CBGs Claims for Covid-19 Patients at Hospital,”

Matrik: Jurnal Manajemen, Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer, Vol. 21, No. 1, pp. 87–98, Nov. 2021.

[4] R. Hilmansyah, “Analisis Penyebab Tidak Terlaksananya Retensi dan Pemusnahan Berkas Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Natuna,” Jember, 2021.

(15)

Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 1, Maret 2023, Hal. 1-15 E- ISSN 2503-2933 15

[5] D. V. Palapessy, W. M. Siahaya, M. Hidayati, and R. Faza, “Perancangan Sistem Informasi Retensi Rekam Medis Menggunakan Visual Basic.Net 2010 di RSAU Salamun,” JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen), Vol. 10, No. 1, pp. 136–

146, Mar. 2022, doi: 10.47024/JS.V10I1.389.

[6] M. Imam, S. Farlinda, F. Erawantini, and N. Muna, “Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Retensi dan Pemusnahan Berkas Rekam Medis di Rsud Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin,” Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan, Vol. 11, No. 2, pp. 57–64, Sep. 2021, doi: 10.47701/INFOKES.V11I2.1302.

[7] T. Rijanandi et al., “Web-Based Application with SDLC Waterfall Method on Population Administration and Registration Information System (Case Study: Karangklesem Village, Purwokerto),” Jurnal Teknik Informatika (JUTIF), Vol. 3, No. 1, pp. 99–104, 2022, doi:

10.20884/1.jutif.2022.3.1.145.

[8] R. Kania Putri, Y. Syahidin, and M. Hidayati, “Rancang Bangun Sistem Informasi Retensi Rekam Medis di RSIA X,” Palangka Raya, Mar. 2022.

[9] A. Salsabila, Y. Syahidin, M. Hidayati, and P. Piksi Ganesha Bandung, “Perancangan Sistem Informasi Retensi Rekam Medis Berbasis Web di Rumah Sakit Umum Bina Sehat,”

Jurnal Ilmiah Indonesia, Oktober, Vol. 1, No. 10, pp. 1271–1282, 2021, doi:

10.36418/cerdika.xxx.

[10] T. F. Ningsih, H. Bahtiar, and Y. K. Putra, “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Flash pada Materi Klasifikasi Hewan Vertebrata Mata Pelajaran Biologi Kelas VII SMP ,” INFOTEK (Jurnal Informatika dan Teknologi), Vol. 5, No. 1, pp. 30–41, Jan. 2022.

[11] Sofyan and M. Gemini Sitohang, “Perancangan Pemusnahan Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Sering Medan Tahun 2018,” 2018.

[12] “Studi Pustaka: Pengertian, Tujuan dan Metode - Buku Deepublish.”

https://penerbitbukudeepublish.com/studi-pustaka/ (accessed May 11, 2022).

[13] F. M. Raihan, “Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis pada Klinik Saffira Sentra Medika Batam,” Jurnal SNATI, Vol. 1, No. 1, pp. 47–56, 2021.

[14] R. Salsabila, R. S. Khoirunnisa, Y. Syahidin, and I. Sari, “Perancangan Sistem Informasi Retensi Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Menggunakan Visual Studio 2010,” JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi), Vol. 8, No. 1, pp. 27–34, Dec. 2021, doi:

10.33330/jurteksi.v8i1.1209.

Referensi

Dokumen terkait

fluor tersebut jelas merupakan angka yang sangat rendah dan hampir tidak memberikan efek anti karies, sehingga dibutuhkan tambahan asupan fluorida berupa

Bila tanggal kunjungan terakhir pasien sudah berumur lebih dari sama dengan lima tahun, maka secara otomatis sistem akan menampilkan peringatan (warning system) berisi

Salah satu cara yang digunakan untuk memastikan surat tersebut adalah dengan mengecek tanda tangan yang ada di dalam surat tersebut dan stempel yang menunjukkan

Observasi awal terhadap aktivitas belajar siswa kelas IX-A sebelum tindakan dilakukan, dilihat dari berbagai indikator aktivitas belajar siswa yang diamati

Informasi yang didapat dalam penelitian ini untuk waktu tanak beras dengan perlakuan waktu dan temperature yang berbeda dapat dilihat pada Gambar 6... Waktu juga berefek

Dalam konteks ini Gaya Komunikasi Komandan Pleton (Danton) kepada Anggota Pramuka dalam Mencapai Prestasi termasuk kedalam gaya komunikasi pertama yaitu, gaya

data inputan user info berita data login user user admin admin admin admin admin admin 1 proses login 2 proses tampil data + 3 proses input data + 4 proses update data + 5 proses

Hasil analisis isi lambung ikan tersebut menunjukkan bahwa ada 11 marga mikroalga yang dikonsumsi ikan seluang batu dan ikan pada masing-masing kelompok panjang