• Tidak ada hasil yang ditemukan

142 122 2 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "142 122 2 PB"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

JIIRNAL R'SET AKU'{TAi'S' DAA' KEUANGAII Vol.4, No. 1, Februari 2008

Hal.48-56

PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKUR KINERJA MANAJEMEN PADA RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH INDRAMAYU

(TheApptication of Balanced Scorecard as Performanoe Measurement at District Hospital of lndramayu)

MAGDALENA NATVY Universitas Kristen Surakarta

LYNA RAT{AR.TO Universitas Kristen Surakartq

KARTIKA

WITNA

HANDINI

Alumnus Universitas l{risten Suralwrta

Abstract

The objective

of

this research was

to

measure management's

perfor-

mcmce by applying balanced scorecard. Balanced scorecard is

a

con- temporary managernent

tool

used

to

upgrade organization's capability by multiplying

financial

performance. Balanced scorecard has 4 per- spectives. These perspectives are

financial

perspective, customer per- spective, process intern business perspective and learning and growth perspective. Data were collected by questionnaire and interview. Thirty 'five patients and 40 employees from District Hospital of Indrar4oyu were taken as samples. The results-obtainedfrom applytng balanced scorecard were

: (I)

Financial perspective,

ROI

tends

to

increase, but revenae growth tends to decrease; (2) Customer perspective, patients'retention tends

to

decrease and patients' acquisition tends

to

increase, but pa- tients do

not

satisfy enough

with

District Hospital of Indramayu; (3) Process intern business perspective, hospital's productivity tends to in- crease and

profit

margin tends to increase, to:o; (4) Learning and growth perspective, employees' productivity tends

to

increase, but employees' retenfion tends

to

increase and employees do not satisfu enough with

District

Hospital of Indramayu.

Keywords:

management's performance, balanced scorecard,

finan-

cial

perspective, customer perspective, process intern business perspective, learning and growth perspective.

(2)

PENDAHULUAN

Selain berfungsi untuk menolong j iwa manusia, rumah sakit juga membutuhkan laba yang optimal untuk kelangsungan hidupnya. Untuk mendapatkan laba yang optimal, pihak manajemen rumah sakit harus dapat mengelola rumah sakit dengan baik serta memiliki visi, misi dan strategi yang jelas. Dalam menghadapi berbagai perubahan yang cepat dan kompleks, kinerja manajemen rumah sakit seharusnyadiukurdengan alatukuryangtidak hanya menitikberatkan pada aspek penilaian secara keuangan saja. Hal

ini

disebabkan oleh adanya beberapa aspek yang seharusnya dapat dideteksi secara dini, karena aspek- aspek tersebut cepat atau lambat akan mempengaruhi kinerja keuangan.

Rumah sakit umum daerah Indramayu masih menerapkan pengukuran kinerja manajemen tradisional, yang hanya menitikberatkan pada penilaian kinerja keuangan.

Rumah sakitumum daerahlndramayubelum menerapkan, namuntertarik untukmenCoba menerapkan balanced scorecard untuk penilaian kinerja manajemennya

Konsep balanced scorecarddikembangkan oleh Kaplan dan Norton (1996). Menurut Mulyadi (2000

: l),

balanced scorecard merupakan contemporary manogement tool yang digunakan untuk mendongkrak kernampuan organisasi dalam melipatgandakan kinerja keuangan. Pengukuran dari tiap scorecard tidak hanya untuk menilai kegiatan -kegiatan yang menjadi tanggung jawab manajer pada bidang tertentu, tetapi juga terkait dengan bidang - bidang lain yang mendukung tujuan strategik perusahaan. Balanced scorecmd memiliki empat perspektifyaitu perspektifkeuangan, perspektifpelanggan, perspektifproses bisnis intem, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan

Pengukuran Kineria Tradisiona!

Pengukuran kinerja tradisional merupakan pengukuran kinerja yang menekankan pada pengendalian keuangan dengan cara membandingkan antara standar atau anggaran dengan realisasinya. Dalam manajembn tradisional, ukuran kinerjayang biasa digunakan adalah ukuran keuangan karena ukuran keuangan mudah dilakukan pengukurannya. Contoh alat ukur kinerja tradisional adalah Return on Investmen (ROI) dan Residual Income (RI),

Pengukuran Kinerja Kontemporer

Pengukuran kinerja kontemporer merupakan pengukuran kinerja yang tidak hanya terfokus pada kinerja keuangan saja, namun diimbangi dengan ukuran kinerja di bidang operasional (non keuangan). Untuk mendesain sistem pengukuran kinerja baru, manajemen harus dapat memahami kelemahan ukuran-ukuran kine4ia lama yang tidak efektif dan mengubahnya dengan yang baru. Dalam lingkungan kontemporer, alat-alat pengukur kinerja dalam akuntansi manajemen harus disempurnakan karena :

l.

Tujuan pengukuran kinerja adalah untuk penyempurnaan berkesinambunganyang berorientasi masa depan, bukan semata-mata untuk memberikan hukuman atau hadiah.

2.

Ukuran.ukuran kinerja tradisional hanya menekankan pada efisiensi. Dalam

(3)

JRAK, Februari

2008

\

lingkungan kontemporer, ukuran l<inerja ditekankan pada efisiensi dan nilai tambah.

3.

Mendukung pencapaian tujuan, strategi, program, struktur dan proses

berdasar

,

teknologibaru

Contoh alat ukur kinerja kontemporer adalah balanced scorecard, Activity Based Cost- ,zg

(ABC)

dan Just

In

Time ( JIT ).

Balanced

Scorecard

..

Konsep balanced scorecard menekankan pada keseimbangan faktor

!"*g*

dan non keuangan. Faktor tersebrrt'meliputi faktor internal (karyawan dan organisasi) dan faktor ekstemal (pemegang saham dan pelanggan) serta faktorjangka pendek

dan faktor jangka panjang (visi dan misi). Menurut Kaplan dan Norton dalam Lucky (2004:

ll),

balanced scorecmd menyediakan pada pihak manajemen suatu kerangka

uhrrkinerjayangberhubungan. SedangkanmenurutMulyadi(2001: l),balarcedscorecod merupakan contemporary management

tool

yang digunakan untuk mendongkrak, kemampuan organisasi dalam

milipatgandut# tin"4u

keuangan.

Hal

senada juga diungkapkan oleh Supriyonq dalam Juliani/Julianti (2005: T),balancedscorecwdadalah

saratu alat pengukuran kinerja yang menekankan pada keseimtzlng4n antara ukuran-ukuran strategis yang berlainan satu sama lain dalam usaha untuk mencapai keselarasan tujuarU

sehingga mendorong karyawan untuk bertindak demi

kepentinganterbaikperusahaan

'

Keunggula

n Balanced Scorecard

Balqnced scorecudmemiliki keunggulan yang menj adikan sistem manajemen straregik sekarang berbeda secara signifikan dengan sistem manajemen shategik dalam manajemen hadisional. Keunggulan-keunggulan tersebut merniliki karakteristik sebagi berilart :

1.

Komprehensif,

yaia

balanced scorecard memperluas perspektif yang dicakup dalam perencanaan strategik, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada perspektif keuangan, meluas ke tiga perspektifyang lain cu.stomers, proses bisnis/intem, serta pembel aj aran dan pertumbuhan

2.

Koheren,

yaitu

balanced scorecard mewajibkan personel untuk membangun hubungan sebab akibat di antara berbagai sasaran strateglk yang dihasilkan dalam perencanaan strategi k.

3.

Seimbang, yaitttbalanced scorecard menginginkan keseimbangan dalam sasaran strategik yang ditetapkan dalam setiap perspektif.

4.

Terukur, yaitu balanced scorecard mengukrrr sasaran-sasaran strategik yasg sulit untukdiukur.

Empat

Perspektif Balanced Scorecard

B al anc ed sc ore card menyediakan rerangka komprehensif yang menerjemahkan tujuan strategik perusahaan ke dalam seperangkat pengukuran kinerja yang menyeluruh yang berusaha menyeimbangkan antara pengukuran finansial dengan pengukuran- pengukuran lain, sehingga kinerja organisasi dapat tergambar secara utuh dan akurat.

(4)

2.

Pengukuran daritiap scorecardtidakharryauntuk menilai kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawab manajer pada bidang tertentu, tetapi juga terkait dengan bidang-bidang lain yang mendukung tduan strategik perusahaan. Balanced scorecard menjabarkan misi dan strategi perusahaan menjadi tujuan dan pengukuran yang terbagi dalam empat perspektif yaitu :

l.

Perspektif Keuangan

Perspektif ini mengukur kinerja organisasi dalam pencapaian keuangan yang opti- mal dan nilai pasar. Tiga sasaran utama pada perspektif ini adalah pertumbuhan pendapatan, manajemen biaya dan pemanfaatan aktiva. Alat ukur yang digunakan dalam perspektif ini adalah Return on Investmenr (ROI), pertumbuhan pendapatan, dan pengurangan biaya.

Perspektif Pelanggan

Dalam perspektif ini kinerja organisasi diukur dari sejauh mana organisasi memuaskan pelanggan. Keberadaan suatu organisasi ditentukan butcan olehkualitas yang melekat pada produk yang diliasilkan saja, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan merupakau komponen utama penghasilan dalam perusahaan sehingga kepuasan pelanggan serta kombinasi manfaatyangdiperclehdaripe,ngguna suatuprodukdan pgngorbanariyangdilakukam oleh pelanggan untuk memperoleh manfaat tersebut harus diutamakan. Tolok ukur utama dalam perspektif ini adalah pangsa pasar, retensi pelanggan, pelanggan baru, kepuasan pelanggan dan kemampulabaan pelanggan.

Perspektif Proses Bisnis tntern

Perspektif proses bisnis internal adalah proses manajer dalam mengidentifikasi berbagai proses penting yang harus dikuasai perusahaan dengan baik sejak perolehan bahan baku hingga'produk jadi ke konsumen agar mampu memenuhi tujuan baik para pemilik sahary maupun segmen pelanggan sasaran. Mrcnurut Kaplan dan Norton, proses identifikasidiaw-ali denganmenentukanrantainilai internal lengkap yaitu dengan melakukan tiga aktivitas, yaitu (a) Proses inovasi, aktivitas utama dalam inovasi mencakup mengenali kebutuhan pelanggan saat ini dan masa depan dan mengembangkan pemccahan kebutuhan tersebu! agar produk nantinya diserap oleh konsumen karena sesuai dengan kebufuhan mereka, setelah

itu

baru merumuskan cara untuk memuaskan konsumen. Tolok ukur yang dapat digunakan yaitu waktu siklus @ield), biaya serta

titik

impas waktu (break even time); @) Proses operasi, proses

ini

merupakan tempat

di

mana produk dihasilkan dan disampaikan kepada pelanggan; (c) Proses layanan purnajual, perusahaan selalu berharap pelanggan puas dengan produknya dan selalu berupaya agar pelanggan melakukan pembelian ulang. Tolok ukur dalam perspektif ini adalah penciptaan pasar, proses desain, produksi, pengiriman produk dan pelayanan purnajual.

Perspektif Pembelaj aran dan Pertumbuhan

Perspektif ini menekankan pada bagaimana organisasi dapat berinovasi dan terus bertumbuh dan berkembang agar dapat bersaing di masa kini dan masa yang akan datang. Tolok ukur dalam perspektif

ini

adalah kapabilitas karyawan, teknologi

informasi sefta motivasi dan penyelarasan.

3.

4.

(5)

52

JRAK, Februari 2008

Kelemahan Balanced Scor*ard

Balanced scorecarddi samping mempunyai keunggulan juga memiliki beberapa kelemahan. MenurutAnthony dan Govindarajan dalam Heru Kurnianto Tjahjono Q004:

4l)

kelemahan balutced scorecmd

yaitrt:

1.

Hubungan antara pengukuran dan hasil non finansial yang relatif sedikit. Atau dapat dikatakan tidak ada jaminan bahwa tingkat keuntungan di masa yang akan dataog dapat dicapai dengan mengikuti target yang ada dalam area non finansial.

2.

Pada akhir.nya tetap menekankan pada aspek keuangan walaupun aspek lain

{ipertimbangkaqdalamproses

tetapiseringkatiaspekkeuanganmenjadi tolokukurutama.

3.

Tidak adanya mekanisme untuk melakukan perbaikan.

4.

Pengukurannya tidak up+o4ate.

.5-

Terlalu banyak kriteria pengukur

BAHAN DAN TETODE

Populasidalampemelirtian inia&lah selunrhpasiendankaryawannrmahsakitumum daerah Indramayu. Sedangkar sampel penelitian sebanyak 35 orang pasien dan 40 orang karyawan dipilih secaraacak dari populasinyaAdapn datayangdibutuhkan antara lain adalah data

laporan

data pasien, data kaqlawan, hasil jawaban kuesioner kepuasan pasien dan hasil jawaban kuesioner kepuasan karyawan. Data dalarn penelitian ini akan dianalisis dengan mengukur 4 perspekJif bolmced scorecsd. Menurut Mulyadi

(2ffi1:

133),

nrmus

empat prspektif balmeed seorccwd, yaihx

l.

Perspektif Keuangan

a-

Perhrmbuhan

-

Pendapatan tahun berjalan

-

Pendapatan tahun

lalu --

r nno,

Pendapatan

Pendapatan tahun

lalu x

luu"/o

b- RoI -

Laba bersih

x

t00Yo

Total aktiva

2-

PerspektifPelanggan

n.r.

.. n.

..

Jumlah nasien

v@ x

100g6

a_ Ketensr

rasren:

. i '

Jumlah oasien tahun berialan - Jumlah pasien

tahu x

1 00%

D. AKUtStSt

raslen:

c.

Kepuasan Pasien

Kepuasan pasien diukur dari hasiljawaban responden atas 16 butir pertanyaan dalam kuesioner kepuasan pasien yang menggunakan 5 skata Likert. Hasil jawaban kuesionerkepuasan pasien diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas

(6)

3. Perspektif Proses Bisnis Intern

a. Produktivt*=ffixloo%

b.ProfiMmgin:ffixloo%

Perspektif Proses Pembelajaran dan Pertumbuhan

a.

Produktivitas Karyawan

:

ffi x

100%

b.

Retensi

Karyawan: x

100%

Jumlah karyawan c. Xepuasan Karyawan

Kepuasan karyawSn diukur dari hasil jawaban responden atas 19 butir pertanyaan dalam kuesioner kepuasan karyawan yang menggunakan 5 skala Likert. Hasil jawahnhresionerkepuasankaryawan diujidenganujivaliditasdanujireliabilitas

HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran Empat Percpektif

Balance

Scorecard

Perspektif

Keuangan

Hasil pengukuran perspektif keuangan balance scorecard dapat dilihat pada tabel I berikutini:

Tabe! 1. Hasit Pengukuran Perspektif Keuangan BalanceScorecard

Tahun

AIat Ukur

zmr 2A02 2003 2m4

2ms

4.

Return on Investment (ROI) Pertumbuhan Pendapatan

6,4370 93,7470

5,7870 3g,50vo

6,O3Vo L,87Vo

5,4fr%

27,38Vo 24,l5%a

23,34%

f

Sumber : RSUD Indramayu

Hasil pengukuran perspektif keuangan balance scorecard menunjukkan bahwa ROI cenderung meningkat, namun pertumbuhan pendapatan cenderung menurun. Penurunan pendapatan yang tidak dengan segera ditangani padaakhirnya akan menurunkan jumlah laba bersih dan ROI.

(7)

JRAK, Februari 2008

Perspektif

Pelanggan

Hasil pengukuran perspektifpelangg an balance scorecard dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini:

Tabel 2. Hasil Pengukuran Perspektif Pelanggan Balance Scorecard

AIat Ukur Tahun

2001

2W2 2003

2W4

Retensi

Pasien 5,ll7o 5,8tVo Ll,397o lA,MVo

8,447o Akuisisi

Pasien M,55Vo (3,73Vs) 7,53Vo 6,93Vo

l3,77Va __ IQpuasan

Pasien

3,287 (agak puas)

Sumber : RSUD Indramayu

Hasil pengukuran perspektif pelanggan balance scorecard memrmjukkan bahwa retensi pasien cenderung menurun dan akuisisi pasien cenderung meningkat, namun para pasien mexasa belum puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit umum daerah Indramayu. Apabila ketidakpuasan para pasien ini tidak dengan segera ditangani, pada akhirnya jumlah pasien yang berobat, jumlah pendapatan, jumtah laba bersih dan

RoI

akan menurun.

Perspektif Proses Bisnis lntern

Hasil pengukuran perspektif proses bisnis intern balance scorecmddapat dilihat padatabel 3 berikut ini:

Tabel 3. Hasil Pengukuran Perspektif Proses Bisnis lntern Balance Scorecard

AIat Ukur Tahun

2001 2W3 2ff)s

Profit

Margin

25,39Vo

5,O4Vo

12,75?o

Sumber: RSUD Indramayu

Hasil pengukuran perspektif proses bisnis intern balance scorecmdmenunjukkan bahwa produktivitas dmprofit morgincenderung meningkat. Peningkatan produktivitas danpmfit margin pada akhirnya akan meningkatkan kinerja keuangan rumah sakit.

Perspektif Pertumbuhan dan

Pembelajaran

Hasil pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajaran balance scorecard dapat dilihat padatabel4 berikut ini:

Produktivitas

134,,027o L24,257o 101 ,797o

lA53l7o

Ll4,6lVo

(8)

Tabel 4. Hasil Pengukuran Perspektif Pertumbuhan dan Pembelaiar

an

Balance Score card

Tahun

Alat Ukur 2001

2003

20a4

netet si

Xiiyawan 0,667o O,93Vo OVo 1,467o

l,58%o

l\tilcllJr LdJawau vrw tu vrrJ ,v rt 'v 'v

Produktivitas

Karyawan

2.383,67

2.421,43 266,67 928,62

2-614,32

Kepuasan

Karyawan

'3,008 (agakpuas)

Sumber : RSUD Indramayu

Hasil

pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajar an balonce scorecard.

menunjukkan bahwa produktivitas karyawan cenderung meningkat, namun retensi karyawan cenderung meningkat pula serta para karyawan merasa belum puas selania bekerja di rumah sakit umum daerah Indramayu. Apabila ketidakpuasan nar; faVayan

ini

tidak dengan segera ditangani, pada akhirnya jumlah karyawan yang keluar akan meningka! produktivitas karyawan, kinerja rumah sakit, jumlah pasien, jumlatr laba bersih dan ROI akan menurun

. KESIMPULAN

Hasil pengukuran kinerja nlanajemen rumah sakit umum daerah Indramayu dengan balance scorecard menunjukkan bahwa kinerja manajemen cenderung meningf,at yang terlihat dari peningkatan ROI, penurunan retensi pasien, peningkatan akuisisi

-p1sien,

peningkatan produktivitas, peningkatan

profit

margin serta peningkatan produktivitas

Lury*ur. Hasil

pengukuran

kinerja

manajemen dengan balance scorecmd iuga menunjukkan bahwaterdapatbeberapa indikatoryang apabilatidak segeraditangani secara serius dapat menjadi ancaman yang serius bagi kinerja manajemen. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah penurunan perhrmbuhan pendapatan, para pasien belUm puas terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit, peningkatan retensi karyawan serta para karyawan belum puas selama bekerja di rumah sakit. Kinerja keuangan yang bunrk seringkali merupak4n akibat dari kinerja non keuangan yang buruk. Kinerja non kerrangan yang buruk seringkali merupakan tanda-tanda awal memburuknya kinerja keuangan.

Beberapa saran yang dapat diajukan adalah rumah sakit umum daerah Indramayu hendaknya menerapkan balanced scorecard unfiikmengukur kinerja manajemennya dan untuk mengimplementasikan tujuan, visi dan misinya. Rumah sakit umrrm daeratr Indramayu diharapkan lebih meningkatkan pelayanan kepada para pasien dengan cara menambah berbagai fasilitas dan menanggapi dengan lebih serius keluhan, kritik maupun saran dari para p-asien. Pihak rumah sakit juga diharapkan lebih memperhatikan kebutuhan kerja para karyawannya, dengan caramengidentifikasi pemuas kebutuhan kerjaparakaryawan dan menanggapi dengan lebih serius keluhan, saran maupun kritik dari para karyawan.

(9)

JRAK, Februari 2008

DATTAR

PUSTAKA

Abdul

E

Achmad T dan Muh Fakhri, Sistem Pengendalian Manajemen, Yoryakarta: UPP

Bambang Sudibyo, Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Balanced

Scorecard,

'l

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesiq Juli 1997 ,Hal- 35 -

Publik Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Desember 2000,Hal. 284.

Hasan Fauzi, Sistem Pengendalian Manajemen, Yoryakarta: BPFE, 1994.

Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Muhivariate dengan Program SPS^S, Semarang : Universitas Diponegoro, 2001 .

Lucky

Patricia, Penerapan Pengukuran

Kinerja

Manajemen dengan Pendekatan Balanced Scorecud pada (Jniversitas Kristen Strakarta, Skripsi sarjana tidak diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakarta, Surakarta 2003.

Mulyadi, Balmtced

Scorecrd : Alat

Morujemen Kontemporer tmtuk Pelipatganda Kinerja Keuangur Perusahaan, Jakarta: Salemba Empat 2001.

Mulyadi dan Johny Setyawan, Sistem Perencdnaon

dot

Pengendalian Manajemen, '

Yoryakarta : Universitas Gadjah Mada, 1996.

Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis mtuk

Ahmtansi i

dm

Mmajemen,Yogakafia: BPFE, 1999.

Supriyono, Sfstem

f*g"rdolfon

Mutajemen, Yoryakarta: BPFE, 2000.

Perguruan

Iinggi

( Studi

di

Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Moret

),

Skripsi sarjanatidak diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakart4 Surakarta 2003.

Triana, Analisis Kinerja Perusahaan dengan Balanced Scorecard (Sttdi Kasus pada krmah Sakit Siloml, Slaipsi sarjana tidak diterbitkaru Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 2004.

Wihatoni Asriningsih F(ini, Penerapan Balanced Scorecard sebagai Suatu Alternatif Penguhtrut Kinerja pada Perum Pegadaion Cabang Gading Surakarta, Skripsi sarjana tidak diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas maret, Surakarta, 2003-

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan hasil perhitungan prosentase di atas dapat disimpulkan bahwa aktifitas belajar siswa di kelas kontrol pada materi agama Islam di SMA Al-Bakriyah Lomaer Blega

Namun, agar Anda dapat menceritakan pengalaman Anda secara sistematis dan terperinci, buatlah sebuah catatan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman yang akan

Dari tabel diatas dapat dijelaskan dengan menerapkan metode teknik menghafal diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa 73,47 dan ketuntasan belajar mencapai 69,23%

Walaupun tidak semua nilai-nilai asing itu memberikan dampak negatif bagi generasi muda, tetapi jika kita tidak jeli mengantisipasi, bukan tidak mungkin bangsa

Tjondro dan Wilopo (2011) meneliti pengaruh GCG terhadap profitabilitas dan kinerja saham perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2008,

Selain itu, ada manfaat lain dari sharing economy yakni untuk menurunkan apa yang menjadi dampak lingkungan dikarenakan konsumsi yang tak terbendung, dalam hal

Saran tersebut akan diberikan kepada pihak: (1) Bagi Pemerintah Kota Pontianak (khususnya Dinas Budaya dan Pariwisata) hendaknya dapat mengusahakan hak paten

Dengan kondisi tersebut, networking pulau-pulau kecil khususnya yang berbasis pada pengelolaan sumberdaya di bidang perikanan, memiliki dua karakteristik networking yang berbeda