JIIRNAL R'SET AKU'{TAi'S' DAA' KEUANGAII Vol.4, No. 1, Februari 2008
Hal.48-56
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKUR KINERJA MANAJEMEN PADA RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH INDRAMAYU
(TheApptication of Balanced Scorecard as Performanoe Measurement at District Hospital of lndramayu)
MAGDALENA NATVY Universitas Kristen Surakarta
LYNA RAT{AR.TO Universitas Kristen Surakartq
KARTIKA
WITNAHANDINI
Alumnus Universitas l{risten SuralwrtaAbstract
The objective
of
this research wasto
measure management'sperfor-
mcmce by applying balanced scorecard. Balanced scorecard is
a
con- temporary managernenttool
usedto
upgrade organization's capability by multiplyingfinancial
performance. Balanced scorecard has 4 per- spectives. These perspectives arefinancial
perspective, customer per- spective, process intern business perspective and learning and growth perspective. Data were collected by questionnaire and interview. Thirty 'five patients and 40 employees from District Hospital of Indrar4oyu were taken as samples. The results-obtainedfrom applytng balanced scorecard were: (I)
Financial perspective,ROI
tendsto
increase, but revenae growth tends to decrease; (2) Customer perspective, patients'retention tendsto
decrease and patients' acquisition tendsto
increase, but pa- tients donot
satisfy enoughwith
District Hospital of Indramayu; (3) Process intern business perspective, hospital's productivity tends to in- crease andprofit
margin tends to increase, to:o; (4) Learning and growth perspective, employees' productivity tendsto
increase, but employees' retenfion tendsto
increase and employees do not satisfu enough withDistrict
Hospital of Indramayu.Keywords:
management's performance, balanced scorecard,finan-
cial
perspective, customer perspective, process intern business perspective, learning and growth perspective.PENDAHULUAN
Selain berfungsi untuk menolong j iwa manusia, rumah sakit juga membutuhkan laba yang optimal untuk kelangsungan hidupnya. Untuk mendapatkan laba yang optimal, pihak manajemen rumah sakit harus dapat mengelola rumah sakit dengan baik serta memiliki visi, misi dan strategi yang jelas. Dalam menghadapi berbagai perubahan yang cepat dan kompleks, kinerja manajemen rumah sakit seharusnyadiukurdengan alatukuryangtidak hanya menitikberatkan pada aspek penilaian secara keuangan saja. Hal
ini
disebabkan oleh adanya beberapa aspek yang seharusnya dapat dideteksi secara dini, karena aspek- aspek tersebut cepat atau lambat akan mempengaruhi kinerja keuangan.Rumah sakit umum daerah Indramayu masih menerapkan pengukuran kinerja manajemen tradisional, yang hanya menitikberatkan pada penilaian kinerja keuangan.
Rumah sakitumum daerahlndramayubelum menerapkan, namuntertarik untukmenCoba menerapkan balanced scorecard untuk penilaian kinerja manajemennya
Konsep balanced scorecarddikembangkan oleh Kaplan dan Norton (1996). Menurut Mulyadi (2000
: l),
balanced scorecard merupakan contemporary manogement tool yang digunakan untuk mendongkrak kernampuan organisasi dalam melipatgandakan kinerja keuangan. Pengukuran dari tiap scorecard tidak hanya untuk menilai kegiatan -kegiatan yang menjadi tanggung jawab manajer pada bidang tertentu, tetapi juga terkait dengan bidang - bidang lain yang mendukung tujuan strategik perusahaan. Balanced scorecmd memiliki empat perspektifyaitu perspektifkeuangan, perspektifpelanggan, perspektifproses bisnis intem, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhanPengukuran Kineria Tradisiona!
Pengukuran kinerja tradisional merupakan pengukuran kinerja yang menekankan pada pengendalian keuangan dengan cara membandingkan antara standar atau anggaran dengan realisasinya. Dalam manajembn tradisional, ukuran kinerjayang biasa digunakan adalah ukuran keuangan karena ukuran keuangan mudah dilakukan pengukurannya. Contoh alat ukur kinerja tradisional adalah Return on Investmen (ROI) dan Residual Income (RI),
Pengukuran Kinerja Kontemporer
Pengukuran kinerja kontemporer merupakan pengukuran kinerja yang tidak hanya terfokus pada kinerja keuangan saja, namun diimbangi dengan ukuran kinerja di bidang operasional (non keuangan). Untuk mendesain sistem pengukuran kinerja baru, manajemen harus dapat memahami kelemahan ukuran-ukuran kine4ia lama yang tidak efektif dan mengubahnya dengan yang baru. Dalam lingkungan kontemporer, alat-alat pengukur kinerja dalam akuntansi manajemen harus disempurnakan karena :
l.
Tujuan pengukuran kinerja adalah untuk penyempurnaan berkesinambunganyang berorientasi masa depan, bukan semata-mata untuk memberikan hukuman atau hadiah.2.
Ukuran.ukuran kinerja tradisional hanya menekankan pada efisiensi. DalamJRAK, Februari
2008
\lingkungan kontemporer, ukuran l<inerja ditekankan pada efisiensi dan nilai tambah.
3.
Mendukung pencapaian tujuan, strategi, program, struktur dan prosesberdasar
,teknologibaru
Contoh alat ukur kinerja kontemporer adalah balanced scorecard, Activity Based Cost- ,zg
(ABC)
dan JustIn
Time ( JIT ).Balanced
Scorecard
..Konsep balanced scorecard menekankan pada keseimbangan faktor
!"*g*
dan non keuangan. Faktor tersebrrt'meliputi faktor internal (karyawan dan organisasi) dan faktor ekstemal (pemegang saham dan pelanggan) serta faktorjangka pendek
dan faktor jangka panjang (visi dan misi). Menurut Kaplan dan Norton dalam Lucky (2004:
ll),
balanced scorecmd menyediakan pada pihak manajemen suatu kerangkauhrrkinerjayangberhubungan. SedangkanmenurutMulyadi(2001: l),balarcedscorecod merupakan contemporary management
tool
yang digunakan untuk mendongkrak, kemampuan organisasi dalammilipatgandut# tin"4u
keuangan.Hal
senada juga diungkapkan oleh Supriyonq dalam Juliani/Julianti (2005: T),balancedscorecwdadalahsaratu alat pengukuran kinerja yang menekankan pada keseimtzlng4n antara ukuran-ukuran strategis yang berlainan satu sama lain dalam usaha untuk mencapai keselarasan tujuarU
sehingga mendorong karyawan untuk bertindak demi
kepentinganterbaikperusahaan
'Keunggula
n Balanced Scorecard
Balqnced scorecudmemiliki keunggulan yang menj adikan sistem manajemen straregik sekarang berbeda secara signifikan dengan sistem manajemen shategik dalam manajemen hadisional. Keunggulan-keunggulan tersebut merniliki karakteristik sebagi berilart :
1.
Komprehensif,yaia
balanced scorecard memperluas perspektif yang dicakup dalam perencanaan strategik, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada perspektif keuangan, meluas ke tiga perspektifyang lain cu.stomers, proses bisnis/intem, serta pembel aj aran dan pertumbuhan2.
Koheren,yaitu
balanced scorecard mewajibkan personel untuk membangun hubungan sebab akibat di antara berbagai sasaran strateglk yang dihasilkan dalam perencanaan strategi k.3.
Seimbang, yaitttbalanced scorecard menginginkan keseimbangan dalam sasaran strategik yang ditetapkan dalam setiap perspektif.4.
Terukur, yaitu balanced scorecard mengukrrr sasaran-sasaran strategik yasg sulit untukdiukur.Empat
Perspektif Balanced Scorecard
B al anc ed sc ore card menyediakan rerangka komprehensif yang menerjemahkan tujuan strategik perusahaan ke dalam seperangkat pengukuran kinerja yang menyeluruh yang berusaha menyeimbangkan antara pengukuran finansial dengan pengukuran- pengukuran lain, sehingga kinerja organisasi dapat tergambar secara utuh dan akurat.
2.
Pengukuran daritiap scorecardtidakharryauntuk menilai kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawab manajer pada bidang tertentu, tetapi juga terkait dengan bidang-bidang lain yang mendukung tduan strategik perusahaan. Balanced scorecard menjabarkan misi dan strategi perusahaan menjadi tujuan dan pengukuran yang terbagi dalam empat perspektif yaitu :
l.
Perspektif KeuanganPerspektif ini mengukur kinerja organisasi dalam pencapaian keuangan yang opti- mal dan nilai pasar. Tiga sasaran utama pada perspektif ini adalah pertumbuhan pendapatan, manajemen biaya dan pemanfaatan aktiva. Alat ukur yang digunakan dalam perspektif ini adalah Return on Investmenr (ROI), pertumbuhan pendapatan, dan pengurangan biaya.
Perspektif Pelanggan
Dalam perspektif ini kinerja organisasi diukur dari sejauh mana organisasi memuaskan pelanggan. Keberadaan suatu organisasi ditentukan butcan olehkualitas yang melekat pada produk yang diliasilkan saja, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan merupakau komponen utama penghasilan dalam perusahaan sehingga kepuasan pelanggan serta kombinasi manfaatyangdiperclehdaripe,ngguna suatuprodukdan pgngorbanariyangdilakukam oleh pelanggan untuk memperoleh manfaat tersebut harus diutamakan. Tolok ukur utama dalam perspektif ini adalah pangsa pasar, retensi pelanggan, pelanggan baru, kepuasan pelanggan dan kemampulabaan pelanggan.
Perspektif Proses Bisnis tntern
Perspektif proses bisnis internal adalah proses manajer dalam mengidentifikasi berbagai proses penting yang harus dikuasai perusahaan dengan baik sejak perolehan bahan baku hingga'produk jadi ke konsumen agar mampu memenuhi tujuan baik para pemilik sahary maupun segmen pelanggan sasaran. Mrcnurut Kaplan dan Norton, proses identifikasidiaw-ali denganmenentukanrantainilai internal lengkap yaitu dengan melakukan tiga aktivitas, yaitu (a) Proses inovasi, aktivitas utama dalam inovasi mencakup mengenali kebutuhan pelanggan saat ini dan masa depan dan mengembangkan pemccahan kebutuhan tersebu! agar produk nantinya diserap oleh konsumen karena sesuai dengan kebufuhan mereka, setelah
itu
baru merumuskan cara untuk memuaskan konsumen. Tolok ukur yang dapat digunakan yaitu waktu siklus @ield), biaya sertatitik
impas waktu (break even time); @) Proses operasi, prosesini
merupakan tempatdi
mana produk dihasilkan dan disampaikan kepada pelanggan; (c) Proses layanan purnajual, perusahaan selalu berharap pelanggan puas dengan produknya dan selalu berupaya agar pelanggan melakukan pembelian ulang. Tolok ukur dalam perspektif ini adalah penciptaan pasar, proses desain, produksi, pengiriman produk dan pelayanan purnajual.Perspektif Pembelaj aran dan Pertumbuhan
Perspektif ini menekankan pada bagaimana organisasi dapat berinovasi dan terus bertumbuh dan berkembang agar dapat bersaing di masa kini dan masa yang akan datang. Tolok ukur dalam perspektif
ini
adalah kapabilitas karyawan, teknologiinformasi sefta motivasi dan penyelarasan.
3.
4.
52
JRAK, Februari 2008Kelemahan Balanced Scor*ard
Balanced scorecarddi samping mempunyai keunggulan juga memiliki beberapa kelemahan. MenurutAnthony dan Govindarajan dalam Heru Kurnianto Tjahjono Q004:
4l)
kelemahan balutced scorecmdyaitrt:
1.
Hubungan antara pengukuran dan hasil non finansial yang relatif sedikit. Atau dapat dikatakan tidak ada jaminan bahwa tingkat keuntungan di masa yang akan dataog dapat dicapai dengan mengikuti target yang ada dalam area non finansial.2.
Pada akhir.nya tetap menekankan pada aspek keuangan walaupun aspek lain{ipertimbangkaqdalamproses
tetapiseringkatiaspekkeuanganmenjadi tolokukurutama.3.
Tidak adanya mekanisme untuk melakukan perbaikan.4.
Pengukurannya tidak up+o4ate..5-
Terlalu banyak kriteria pengukurBAHAN DAN TETODE
Populasidalampemelirtian inia&lah selunrhpasiendankaryawannrmahsakitumum daerah Indramayu. Sedangkar sampel penelitian sebanyak 35 orang pasien dan 40 orang karyawan dipilih secaraacak dari populasinyaAdapn datayangdibutuhkan antara lain adalah data
laporan
data pasien, data kaqlawan, hasil jawaban kuesioner kepuasan pasien dan hasil jawaban kuesioner kepuasan karyawan. Data dalarn penelitian ini akan dianalisis dengan mengukur 4 perspekJif bolmced scorecsd. Menurut Mulyadi(2ffi1:
133),nrmus
empat prspektif balmeed seorccwd, yaihxl.
Perspektif Keuangana-
Perhrmbuhan-
Pendapatan tahun berjalan-
Pendapatan tahunlalu --
r nno,Pendapatan
Pendapatan tahunlalu x
luu"/ob- RoI -
Laba bersihx
t00YoTotal aktiva
2-
PerspektifPelanggann.r.
.. n...
Jumlah nasienv@ x
100g6
a_ Ketensr
rasren:
. i '
Jumlah oasien tahun berialan - Jumlah pasientahu x
1 00%
D. AKUtStSt
raslen:
c.
Kepuasan PasienKepuasan pasien diukur dari hasiljawaban responden atas 16 butir pertanyaan dalam kuesioner kepuasan pasien yang menggunakan 5 skata Likert. Hasil jawaban kuesionerkepuasan pasien diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas
3. Perspektif Proses Bisnis Intern
a. Produktivt*=ffixloo%
b.ProfiMmgin:ffixloo%
Perspektif Proses Pembelajaran dan Pertumbuhan
a.
Produktivitas Karyawan:
ffi x
100%b.
RetensiKaryawan: x
100%Jumlah karyawan c. Xepuasan Karyawan
Kepuasan karyawSn diukur dari hasil jawaban responden atas 19 butir pertanyaan dalam kuesioner kepuasan karyawan yang menggunakan 5 skala Likert. Hasil jawahnhresionerkepuasankaryawan diujidenganujivaliditasdanujireliabilitas
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran Empat Percpektif
BalanceScorecard
Perspektif
KeuanganHasil pengukuran perspektif keuangan balance scorecard dapat dilihat pada tabel I berikutini:
Tabe! 1. Hasit Pengukuran Perspektif Keuangan BalanceScorecard
Tahun
AIat Ukur
zmr 2A02 2003 2m4
2ms4.
Return on Investment (ROI) Pertumbuhan Pendapatan
6,4370 93,7470
5,7870 3g,50vo
6,O3Vo L,87Vo
5,4fr%27,38Vo 24,l5%a
23,34%f
Sumber : RSUD Indramayu
Hasil pengukuran perspektif keuangan balance scorecard menunjukkan bahwa ROI cenderung meningkat, namun pertumbuhan pendapatan cenderung menurun. Penurunan pendapatan yang tidak dengan segera ditangani padaakhirnya akan menurunkan jumlah laba bersih dan ROI.
JRAK, Februari 2008
Perspektif
PelangganHasil pengukuran perspektifpelangg an balance scorecard dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini:
Tabel 2. Hasil Pengukuran Perspektif Pelanggan Balance Scorecard
AIat Ukur Tahun
2001
2W2 2003
2W4Retensi
Pasien 5,ll7o 5,8tVo Ll,397o lA,MVo
8,447o AkuisisiPasien M,55Vo (3,73Vs) 7,53Vo 6,93Vo
l3,77Va __ IQpuasanPasien
3,287 (agak puas)Sumber : RSUD Indramayu
Hasil pengukuran perspektif pelanggan balance scorecard memrmjukkan bahwa retensi pasien cenderung menurun dan akuisisi pasien cenderung meningkat, namun para pasien mexasa belum puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit umum daerah Indramayu. Apabila ketidakpuasan para pasien ini tidak dengan segera ditangani, pada akhirnya jumlah pasien yang berobat, jumlah pendapatan, jumtah laba bersih dan
RoI
akan menurun.
Perspektif Proses Bisnis lntern
Hasil pengukuran perspektif proses bisnis intern balance scorecmddapat dilihat padatabel 3 berikut ini:
Tabel 3. Hasil Pengukuran Perspektif Proses Bisnis lntern Balance Scorecard
AIat Ukur Tahun
2001 2W3 2ff)s
Profit
Margin
25,39Vo5,O4Vo
12,75?oSumber: RSUD Indramayu
Hasil pengukuran perspektif proses bisnis intern balance scorecmdmenunjukkan bahwa produktivitas dmprofit morgincenderung meningkat. Peningkatan produktivitas danpmfit margin pada akhirnya akan meningkatkan kinerja keuangan rumah sakit.
Perspektif Pertumbuhan dan
PembelajaranHasil pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajaran balance scorecard dapat dilihat padatabel4 berikut ini:
Produktivitas
134,,027o L24,257o 101 ,797olA53l7o
Ll4,6lVoTabel 4. Hasil Pengukuran Perspektif Pertumbuhan dan Pembelaiar
an
Balance Score cardTahun
Alat Ukur 2001
2003
20a4netet si
Xiiyawan 0,667o O,93Vo OVo 1,467o
l,58%ol\tilcllJr LdJawau vrw tu vrrJ ,v rt 'v 'v
Produktivitas
Karyawan
2.383,672.421,43 266,67 928,62
2-614,32Kepuasan
Karyawan
'3,008 (agakpuas)Sumber : RSUD Indramayu
Hasil
pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajar an balonce scorecard.menunjukkan bahwa produktivitas karyawan cenderung meningkat, namun retensi karyawan cenderung meningkat pula serta para karyawan merasa belum puas selania bekerja di rumah sakit umum daerah Indramayu. Apabila ketidakpuasan nar; faVayan
ini
tidak dengan segera ditangani, pada akhirnya jumlah karyawan yang keluar akan meningka! produktivitas karyawan, kinerja rumah sakit, jumlah pasien, jumlatr laba bersih dan ROI akan menurun. KESIMPULAN
Hasil pengukuran kinerja nlanajemen rumah sakit umum daerah Indramayu dengan balance scorecard menunjukkan bahwa kinerja manajemen cenderung meningf,at yang terlihat dari peningkatan ROI, penurunan retensi pasien, peningkatan akuisisi
-p1sien,
peningkatan produktivitas, peningkatan
profit
margin serta peningkatan produktivitasLury*ur. Hasil
pengukurankinerja
manajemen dengan balance scorecmd iuga menunjukkan bahwaterdapatbeberapa indikatoryang apabilatidak segeraditangani secara serius dapat menjadi ancaman yang serius bagi kinerja manajemen. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah penurunan perhrmbuhan pendapatan, para pasien belUm puas terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit, peningkatan retensi karyawan serta para karyawan belum puas selama bekerja di rumah sakit. Kinerja keuangan yang bunrk seringkali merupak4n akibat dari kinerja non keuangan yang buruk. Kinerja non kerrangan yang buruk seringkali merupakan tanda-tanda awal memburuknya kinerja keuangan.Beberapa saran yang dapat diajukan adalah rumah sakit umum daerah Indramayu hendaknya menerapkan balanced scorecard unfiikmengukur kinerja manajemennya dan untuk mengimplementasikan tujuan, visi dan misinya. Rumah sakit umrrm daeratr Indramayu diharapkan lebih meningkatkan pelayanan kepada para pasien dengan cara menambah berbagai fasilitas dan menanggapi dengan lebih serius keluhan, kritik maupun saran dari para p-asien. Pihak rumah sakit juga diharapkan lebih memperhatikan kebutuhan kerja para karyawannya, dengan caramengidentifikasi pemuas kebutuhan kerjaparakaryawan dan menanggapi dengan lebih serius keluhan, saran maupun kritik dari para karyawan.
JRAK, Februari 2008
DATTAR
PUSTAKAAbdul
E
Achmad T dan Muh Fakhri, Sistem Pengendalian Manajemen, Yoryakarta: UPPBambang Sudibyo, Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Balanced
Scorecard,
'lJurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesiq Juli 1997 ,Hal- 35 -
Publik Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Desember 2000,Hal. 284.
Hasan Fauzi, Sistem Pengendalian Manajemen, Yoryakarta: BPFE, 1994.
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Muhivariate dengan Program SPS^S, Semarang : Universitas Diponegoro, 2001 .
Lucky
Patricia, Penerapan PengukuranKinerja
Manajemen dengan Pendekatan Balanced Scorecud pada (Jniversitas Kristen Strakarta, Skripsi sarjana tidak diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakarta, Surakarta 2003.Mulyadi, Balmtced
Scorecrd : Alat
Morujemen Kontemporer tmtuk Pelipatganda Kinerja Keuangur Perusahaan, Jakarta: Salemba Empat 2001.Mulyadi dan Johny Setyawan, Sistem Perencdnaon
dot
Pengendalian Manajemen, 'Yoryakarta : Universitas Gadjah Mada, 1996.
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis mtuk
Ahmtansi i
dm
Mmajemen,Yogakafia: BPFE, 1999.Supriyono, Sfstem
f*g"rdolfon
Mutajemen, Yoryakarta: BPFE, 2000.Perguruan
Iinggi
( Studidi
Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Moret),
Skripsi sarjanatidak diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakart4 Surakarta 2003.Triana, Analisis Kinerja Perusahaan dengan Balanced Scorecard (Sttdi Kasus pada krmah Sakit Siloml, Slaipsi sarjana tidak diterbitkaru Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 2004.
Wihatoni Asriningsih F(ini, Penerapan Balanced Scorecard sebagai Suatu Alternatif Penguhtrut Kinerja pada Perum Pegadaion Cabang Gading Surakarta, Skripsi sarjana tidak diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas maret, Surakarta, 2003-