• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 2 C. Tujuan 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 2 C. Tujuan 2"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 2

C. Tujuan 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Hutan 3

B. Luas Kawasan Hutan di Kalimantan Timur 3

C. Kondisi Hutan di Kalimantan Timur 4

D. Penyebab Kerusakan Hutan di Kalimantan Timur 6 E. Penanggulangan Kerusakan Hutan Di Kalimantan Timur 15 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 18

DAFTAR PUSTAKA

(2)
(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia dikaruniai dengan salah satu hutan tropis yang paling luas dan paling kaya keanekaragaman hayatinya di dunia. Puluhan juta masyarakat Indonesia mengandalkan hidup dan mata pencahariannya dari hutan, baik dari mengumpulkan berbagai jenis hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka atau bekerja pada sektor industri pengolahan kayu.

Hutan tropis merupakan habitat flora dan fauna yang kelimpahannya tidak tertandingi oleh negara lain dengan ukuran luas yang sama. Sebagian dari hutan tropis terbesar di dunia terdapat di Indonesia. Dalam hal luasnya, hutan tropis Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo (dulunya Zaire) dan hutan-hutan ini memiliki kekayaan yang unik. Hutan – hutan Indonesia terletak di pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Irian Jaya.

Namun demikian, suatu tragedi terus berlangsung di Indonesia salah satunya adalah kerusakan hutan dan lahan di Kalimantan Timur menunjukan kondisi yang sangat memperihatinkan, hal ini akibat terjadinya kebakaran hutan, illegal logging, meningkatnya jumlah penduduk, konversi fungsi kawasan, serta manajemen pengelolaan hutan yang tidak lestari merupakan faktor yang secara stimulan mempercepat terjadinya kerusakan hutan dan lahan.

Berdasarkan analisis Citra Satelit dan kriteria lahan kritis, maka luas lahan kritis di Kalimantan Timur mencapai ± 6,4 juta Ha yang terdiri dari ± 4,3 juta Ha berada di dalam kawasan hutan serta ± 2,1 juta Ha berada diluar kawasan hutan. Pada tahun 1995 luas lahan kritis di Propinsi Kalimantan Timur sekitar 3,5 juta Ha, maka laju kerusakan hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Timur mencapai 290 ribu Ha per tahun.

(4)

2 B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kondisi Hutan di Kalimantan Timur?

2. Apakah yang menjadi penyebab kerusakan hutan di Kalimantan Timur?

3. Bagaimana cara penanggulangan kerusakan hutan di Kalimantan Timur?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui kondisi hutan di Kalimantan Timur

2. Untuk mengetahui penyebab kerusakan hutan di Kalimantan Timur 3. Untuk mengetahui cara penanggulangan kerusakan hutan di Kalimantan

Timur

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Hutan

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.

Menurut Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, pengertian hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungan, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Definisi hutan yang disebutkan di atas, terdapat unsur- unsur yang meliputi:

1. Suatu kesatuan ekosistem 2. Berupa hamparan lahan

3. Berisi sumberdaya alam hayati beserta alam lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

4. Mampu memberi manfaat secara lestari

Keempat ciri pokok dimiliki suatu wilayah yang dinamakan hutan, merupakan rangkaian kesatuan komponen yang utuh dan saling ketergantungan terhadap fungsi ekosistem di bumi. Eksistensi hutan sebagai subekosistem global menenpatikan posisi penting sebagai paru- paru dunia.

B. Luas Kawasan Hutan di Kalimantan Timur

Kalimantan Timur memiliki luas kawasan hutan mencapai lebih dari 60% luas propinsi. Berdasarkan Peta Kawasan Hutan dan Perairan

(6)

4 Propinsi Kalimantan Timur tercatat seluas 19.619.579,69 Ha. Dengan rincian sebagai berikut :

Kawasan Luas ( Ha )

Air / Danau 7,382.41

Luar Kawasan Hutan 5,186,254.67

Dalam Kawasan 14,425,942.61

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.718/-Menhut-II/2014 tanggal 29 Agustus 2014, luas Kawasan Hutan Kalimantan Timur seluas 8.339.154 Ha terdiri dari luasan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) 438.390 Ha, Kawasan Hutan Lindung (HL) 1.844.970 Ha, Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2.908.255 Ha, Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) 3.027.100 Ha, Kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) 2.908.255 Ha. Kawasan Hutan Produksi (HP) di Provinsi Kalimantan Timur telah dikelola oleh 44 Unit pemegang izin pembangunan hutan tanaman industri, yang tersebar di 6 Kabupaten dengan total luas 1.665.170,00 Ha. Kawasan Hutan Produksi (HP/HPT) di Provinsi Kalimantan timur telah dikelola oleh 76 unit pemegang izin pemanfaatan hasil hutan, yang tersebar di 6 Kabupaten dengan total luas 4.920.042,80 Ha.

C. Kondisi Hutan di Kalimantan Timur

Pada tahun 2000, hutan alam di Kalimantan Timur mempunyai luas total 10.845.190 hektar dengan kondisi yang rusak akibat bekas tebangan, dipakai sebagai areal pertanian, dan tanah kosong sekitar 6.751.714 hektar atau sekitar 62% dari luas hutan alam yang ada di Kalimantan Timur, sedangkan sisanya adalah hutan perawatan yang mempunyai luas 4.093.476 hektar atau sekitar 38% saja dari luas total hutan alam di Kalimantan Timur.

Pada tahun 2004, luas lahan kritis di Kalimantan Timur mencapai

±6,4 juta hektar yang terdiri dari 4,3 juta Ha berada di kawasan hutan serta

(7)

2,1 juta Ha berada di luar kawasan hutan. Luas dan kondisi lahan kritis di Kalimantan Timur berdasarkan Kabupaten dan Kota dapat dilihat pada table berikut :

No. Kabupaten / Kota Luas Lahan Kritis ( Ha) Sangat

Kritis

Kritis Agak Kritis

Jumlah

1 Balikpapan 105 8.975 19.271 28.350 2 Berau 5.774 115.340 661.186 782.300

3 Bontang - 359 5.283 6.182

4 Bulungan - 89.292 522.230 611.523

5 Kutai Barat 766 113.962 947.049 1.061.777 6 Kutai

Kartanegara

6.690 122.295 854.533 983.518

7 Kutai Timur 15.917 169.474 964.876 1.150.266

8 Malinau - 71.084 420.444 491.528

9 Nunukan 1.192 39.025 331.763 371.979

10 Pasir 6.735 83.667 608.014 698.416

11 Penajam Paser Utara

882 20.016 147.699 168.597

12 Samarinda - 16.265 16.440 32.705

13 Tarakan - 66 9.951 10.017

Jumlah Total 38.060 849.818 5.509.279 6.397.157

Pada tahun 2006, hutan tutupan di Kalimantan Timur mempunyai luas 13,6 juta Ha atau sekitar 68.5% dari luas wilayah Kalimantan Timur, dan pada tahun 2011 hutan di Kalimantan Timur mempunyai luas 12.7 juta Ha atau sekitar 64% dari luas wilayah Kalimantan Timur. Pada tahun 2006 sampai tahun 2011 hutan tutupan di Kalimantan Timur mengalami deforestasi hutan sekitar 0.88 juta Ha dengan laju deforestasi 177 Ha / tahun atau sekitar 1.30% per tahun, atau sebesar 196,6 ribu lapangan sepak bola.

(8)

6 Pada tahun 2006 – 2011 hutan tutupan di Kalimantan Timur mengalami degradasi sekitar 1 juta Ha dengan laju degradasi 202 ribu Ha / tahun atau sekitar 1.49%, atau sekitar 224.3 ribu lapangan sepak bola.

Luas lahan kritis di Kalimantan Timur pada tahun 2008 sampai 2012 Tahun Luas Lahan Kritis

(Ha)

Titik Api

2008 5.762.225 1.255

2009 5.186.002 1.198

2010 4.663.352 1.029

2011 2.622.681,49 1.501

2012 2.594.324,27 1.507

Pada tahun 2013 luas hutan di Kalimantan Timur sekitar 8.562.287, menjadi enam jenis hutan yaitu hutan lindung, hutan suaka alam dan wisata, hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, hutan produksi yang dapat dikonversi, dan hutan pendidikan/ penelitian. Dari enam jenis hutan tersebut yang terluas adalah hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap masing-masing 3.249.132 Ha dan 3.121.900 Ha. Daerah kabupaten/ kota yang mempunyai kawasan hutan terluas yaitu Kabupaten Kutai Timur dengan luas areal hutan mencapai 2.198.344 ha.

D. Penyebab Kerusakan Hutan di Kalimantan Timur 1. Deforestasi

Deforestasi adalah proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk diambil kayunya atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan. Bisa juga disebabkan oleh kebakaran hutan baik yang disengaja atau terjadi secara alami. Deforestasi mengancam kehidupan umat manusia dan spesies mahluk hidup lainnya. Sumbangan terbesar dari perubahan iklim yang terjadi saat ini diakibatkan oleh deforestasi.

(9)

Penyebab Utama Deforenstasi a. Kebakaran Hutan

Definisi kebakaran hutan menurut SK. Menhut. No.

195/Kpts-II/1996 yaitu suatu keadaan dimana hutan dilanda api sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan hasil hutan yang menimbulkan kerugian ekonomi dan lingkungannya. Kebakaran hutan merupakan salah satu dampak dari semakin tingginya tingkat tekanan terhadap sumber daya hutan. Di Kalimantan Timur kebakaran hutan terjadi pada tahun 1991 diperkirakan kebakaran hutan seluas 500.00 Ha dan pada tahun 1994 diperkirakan kebakaran hutan sekitar 5 juta Ha. Pada tahun 1998 kebakaran hutan dan lahan mencapai 155.611,58 hektar, dengan hutan yang terbakar seluas 151.236,22 hektar dan lahan seluas 4.375,36 hektar. Sekitar 63% dari area yang terbakar adalah di kawasan milik perusahaan besar yang memiliki HPH (Hak Penguasaan Hutan) dan HTI (Hutan Tanaman Industri). Penyebab kebakaran sebagian besar dikarenakan manusia, dan kebanyakan dilakukan dengan sengaja. Selain itu adanya sumber batubara di dalam tanah menjadi salah satu faktor alam penyebab kebakaran yang sangat sulit dihindari dan kondisi iklim terutama pada musim kemarau dimana curah hujan rendah dan intensitas panas matahari yang tinggi, dan ditemukan gejala gelombang panas El-Nino.

Luas Area Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Timur Tahun 1998

No. Lokasi Terbakar Luas (Ha)

1. Areal Hak Penguasaan Hutan (HPH) 34.185,65

2. Areal HPHTI 64.838,72

3. Kawasan Konservasi Bukit Soeharto 4.204,00 4. Hutan Lindung Sungai Wain 2.389,00 5. Hutan Lindung DAS Manggar 126,00

(10)

8 6. Hutan Lindung Bontang 6.635,00

7. Cagar Alam M. Kamam 150,00 8. Cagar Alam Kersik Luwai 75,50 9. Taman Nasional Kutai 40.181,00

10. Hutan Penelitian 406,88

11. Areal Perkebunan 1.923,68

12. Areal Transmigrasi 15,00

13. Ladang Penduduk/alang/semak 1.448,77

14. Kebun masyarakat 987,91

Luas Kebakaran Hutan Di Kalimantan Timur Pada Tahun 2009 Sampai Tahun 2014

Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Luas

(Ha)

1.000,00 - 148,80 51,50 - 325,19

1) Penyebab Kebakaran Hutan a) Faktor Alami

 Kondisi Bahan Bakar

Kondisi bahan bakar yang rawan terhadap bahaya kebakaran adalah jumlahnya yang melimpah di lantai hutan, kadar airnya relatif rendah (kering), serta ketersediaan bahan bakar yang berkesinambungan.

 Faktor Iklim

Faktor iklim berupa suhu, kelembaban, angin dan curah hujan turut menentukan kerawanan kebakaran.

Suhu yang tinggi akibat penyinaran matahari langsung menyebabkan bahan bakar mengering dan mudah terbakar, kelembaban yang tinggi (pada hutan dengan vegetasi lebat) mengurangi peluang terjadinya kebakaran hutan, angin juga turut mempengaruhi proses

Referensi

Dokumen terkait

Heuristik adalah kegiatan mencari dan menemukan sumber yang diperlukan. Berhasil-tidaknya pencarian sumber, pada dasarnya tergantung dari wawasan peneliti mengenai

Interpretasi berarti penafsiran atau menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Interpretasi

Cabang yang tumbuh di atas tanah disebut cabang kloronema yang tersusun dari sel-sel yang mengandung kloroplas berbentuk cakram, sekat pemisah antar sel berbentuk

Ketika mengajar guru tidak berusaha mencari informasi,apakah materi yang telah diajarkannya telah dipahami siswa atau belum.Ketika proses belajar dan pembelajaran

Tidak hanya lembaga yang membantu dalam perwujudan perdamaian dunia antara lain ASEAN, EEC, BENELUX, APEC, IBRD, IMF, UNDP, IDA dan masih banyak yang lainnya, Indonesia juga peran

Data informasi yang ada harus ditinjau untuk menentukan sifat alami penyakit atau masalah kesehatan yang dihadapi.Jika wabah termasuk penyakit infeksius, maka identitas

Untuk melakukan konversi dari bilangan biner atau bilangan berbasis selain 10 ke bilangan berbasis 10 (desimal) maka anda tinggal mengalikan setiap digit

Dari hasil percobaan ini dapat diperoleh simpulan, yaitu ada pengaruh perendaman biji dalam air terhadap perkecambahan, biji yang direndam lebih lama