• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Teori Bilangan. Kuliah 10

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengantar Teori Bilangan. Kuliah 10"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Pengantar Teori Bilangan

Kuliah 10

(2)

Materi Kuliah

Chinese Remainder Theorem (Teorema Sisa Cina)

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 2

(3)

Pengantar

• Chinese Remainder Theorem (Teorema sisa Cina) adalah hasil tentang Kongruen di teori bilangan dan digeneralisasi dalam aljabar abstrak.

• Pertama kali dipublikasikan pada abad ke-3 sampai abad ke-5 oleh Sun Tzu seorang matematikawan Cina.

Pertama ditemukan pada teka-teki Cina kuno:

Ada beberapa bilangan yang tidak diketahui.

Bilangan itu dibagi 3, sisanya adalah 2;

Bilangan itu dibagi oleh 5, sisanya adalah 3;

Bilangan itu dibagi oleh 7 sisanya adalah 2;

Bilangan yang manakah itu?

Dalam notasi matematika

𝑥 = 2 (mod 3) 𝑥 = 3 (mod 5) 𝑥 = 2 (mod 7)

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 3

(4)

Chinese Remainder Theorem

Misalkan 𝑛 1 , 𝑛 2 , … , 𝑛 𝑟 bilangan bulat positif sedemikian sehingga 𝑝𝑝𝑏 𝑛 𝑖 , 𝑛 𝑗 = 1 untuk 𝑖 ≠ 𝑗 . Maka system kongruen linier

𝑥 ≡ 𝑎 1 (𝑚𝑜𝑑 𝑛 1 ) 𝑥 ≡ 𝑎 2 (𝑚𝑜𝑑 𝑛 2 ) 𝑥 ≡ 𝑎 𝑟 (𝑚𝑜𝑑 𝑛 ⋮ 𝑟 )

mempunyai solusi simultan, yang tunggal modulo bilangan bulat 𝑛 1 𝑛 2 … 𝑛 𝑟

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 4

(5)

Bukti Chinese Remainder Theoremn

Bentuk hasilkali𝑛 = 𝑛1𝑛2 … 𝑛𝑟.

Untuk setiap 𝑘 = 1,2, … , 𝑟, misalkan 𝑁𝑘 = 𝑛𝑛

𝑘 = 𝑛1𝑛2… 𝑛𝑘−1𝑛𝑘+1… 𝑛𝑟. Atau, 𝑁𝑘 adalah hasilkali semua bilangan bulat 𝑛𝑖 dengan factor 𝑛𝑘 dihapuskan.

Diketahui bahwa 𝑝𝑝𝑏 𝑛𝑖, 𝑛𝑗 = 1 untuk 𝑖 ≠ 𝑗 atau 𝑛𝑖 relative prima dengan 𝑛𝑗 untuk 𝑖 ≠ 𝑗. Dengan demikian diperoleh 𝑝𝑝𝑏 𝑁𝑘, 𝑛𝑘 = 1.

Berdasarkan teori kongruen linier tunggal, hal ini memungkinkan untuk menyelesaikan kongruen 𝑁𝑘𝑥 ≡ 1 (mod 𝑛𝑘), sebutlah solusi tunggal𝑥𝑘.

Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa bilangan

𝑥 = 𝑎1𝑁1𝑥1 + 𝑎2𝑁2𝑥2 + ⋯ + 𝑎𝑟𝑁𝑟𝑥𝑟 = 𝑎𝑘𝑁𝑘𝑥𝑘 (𝑚𝑜𝑑 𝑛𝑘) adalah solusi simultan dari system kongruen linier yg diberikan.

Pertama, amati bahwa𝑁𝑖 ≡ 0 (mod 𝑛𝑘) untuk 𝑖 ≠ 𝑘, karena 𝑛𝑘|𝑁𝑖 Hasilnya adalah

𝑥 = 𝑎1𝑁1𝑥1 + 𝑎2𝑁2𝑥2 + ⋯ + 𝑎𝑟𝑁𝑟𝑥𝑟 = 𝑎𝑘𝑁𝑘𝑥𝑘 (𝑚𝑜𝑑 𝑛𝑘)

Tapi 𝑥𝑘 bilangan bulat yang dipilih untuk memenuhi kongruen 𝑁𝑘𝑥 ≡ 1 (mod 𝑛𝑘), yang menyebabkan 𝑥 ≡ 𝑎𝑘. 1 ≡ 𝑎𝑘 (mod 𝑛𝑘)

Ini menunjukkan bahwa solusi untuk system kongruen yang diberikan ada.

Untuk menunjukkan ketuanggalannya, misalkan 𝑥′ adalah sebarang bilangan bulat yang memenuhi system kongruen ini. Maka 𝑥 ≡ 𝑎𝑘 ≡ 𝑥′ (mod 𝑛𝑘) 𝑘 = 1,2, … , 𝑟

dan selanjutnya 𝑛𝑘| 𝑥 − 𝑥′ untuk setiap nilai 𝑘. Karena 𝑝𝑝𝑏 𝑛𝑖, 𝑛𝑗 = 1, maka diperoleh 𝑛1𝑛2… 𝑛𝑟| 𝑥 − 𝑥′, karenanya 𝑥 ≡

𝑥′ (mod 𝑛𝑘). 5

(6)

Dengan Chinese Remainder Theorem, maka langkah penyelesaian suatu system kongruen linier adalah:

Misalkan system kongruen linier 𝑥 ≡ 𝑎

1

(𝑚𝑜𝑑 𝑛

1

)

𝑥 ≡ 𝑎

2

(𝑚𝑜𝑑 𝑛

2

)

⋮ 𝑥 ≡ 𝑎

𝑟

(𝑚𝑜𝑑 𝑛

𝑟

)

Maka langkah untuk mencari solusi system ini:

1. Periksa 𝑝𝑝𝑏(𝑛

𝑖

, 𝑛

𝑗

) untuk 𝑖 ≠ 𝑗, jika 𝑝𝑝𝑏 𝑛

𝑖

, 𝑛

𝑗

= 1 maka system punya solusi.

2. Tentukan 𝑛 = 𝑛

1

𝑛

2

… 𝑛

𝑟

dan 𝑁

𝑘

=

𝑛𝑛

𝑘

= 𝑛

1

𝑛

2

… 𝑛

𝑘−1

𝑛

𝑘+1

… 𝑛

𝑟

, 𝑘 = 1,2, … , 𝑟.

3. Selesaikan 𝑁

𝑘

𝑥

𝑘

≡ 1 (mod 𝑛

𝑘

), 𝑘 = 1,2, … , 𝑟.

4. Solusinya adalah 𝑥 ≡ (𝑎

1

𝑁

1

𝑥

1

+ 𝑎

2

𝑁

2

𝑥

2

+ ⋯ + 𝑎

𝑟

𝑁

𝑟

𝑥

𝑟

) (𝑚𝑜𝑑 𝑛)

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 6

(7)

Contoh 1

Dengan Chinese Remainder Theorem, carilah solusi untuk system kongruen linier berikut:

𝑥 ≡ 3 (mod 4) 𝑥 ≡ 2 (mod 3) 𝑥 ≡ 4(mod 5)

Perhatikan bahwa system ini terdiri dari 3 persamaan konruen linier, jadi 𝑘 = 1,2,3. Dari system diperoleh 𝑎1 = 3, 𝑎2 = 2, 𝑎3 = 4, 𝑛1 = 4, 𝑛2 = 3, 𝑛3 = 5.

1. Oleh karena 𝑝𝑝𝑏 4,3 = 𝑝𝑝𝑏 4,5 = 𝑝𝑝𝑏 3,5 = 1, maka system ini punya solusi.

2. Nilai 𝑛 = 𝑛1𝑛2𝑛3 = 4.3.5 = 60 dan 𝑁1 = 𝑛

𝑛1 = 60

4 = 15;

𝑁2 = 𝑛𝑛

2 = 603 = 20;

𝑁3 = 𝑛𝑛

3 = 605 = 12.

3. Selesaikan 𝑁𝑘𝑥𝑖 ≡ 1 (mod 𝑛𝑘), 𝑘 = 1,2,3, yaitu 15𝑥1 ≡ 1 mod 4

20𝑥2 ≡ 1 mod 3 12𝑥3 ≡ 1 mod 5

Dengan menggunakan solusi dalam persamaan kongruen linier, maka

solusi untuk 15𝑥1 ≡ 1 mod 4 adalah :

15𝑥1 ≡ 1 mod 4 ekivalen dengan 15𝑥1 − 1 = 4𝑘 . Diperoleh 𝑥1 = 1+4𝑘

15 . Nilai 𝑘 = 11 menyebakan 𝑥1 = 3.

Dengan cara yang sama, diperoleh 𝑥2 = 2, dan 𝑥3 = 3.

4. Solusinya adalah

𝑥 = (𝑎1𝑁1𝑥1 + 𝑎2𝑁2𝑥2 + 𝑎3𝑁3𝑥3) (mod 𝑛)

= (3.15.3 + 2.20.2 + 4.12.3) (mod 60)

= 359 (𝑚𝑜𝑑 60)

= 59 (𝑚𝑜𝑑 60) Jadi solusi untuk

𝑥 ≡ 3 (mod 4) 𝑥 ≡ 2 (mod 3) 𝑥 ≡ 4(mod 5) adalah 𝑥 ≡ 59 (mod 60)

Yanita, FMIPA Matematika Unand 7

(8)

Contoh 2

Dengan menggunakan Chinese Remainder Theorem, carilah solusi untuk system kongruen linier berikut:

𝑥 = 2 (mod 3) 𝑥 = 3 (mod 5) 𝑥 = 2 (mod 7)

Perhatikan bahwa system ini terdiri dari 3 persamaan konruen linier, jadi 𝑘 = 1,2,3. Dari system diperoleh 𝑎1 = 2, 𝑎2 = 3, 𝑎3 = 2, 𝑛1 = 3, 𝑛2 = 5, 𝑛3 = 7.

1. Oleh karena 𝑝𝑝𝑏 3,5 = 𝑝𝑝𝑏 3,7 = 𝑝𝑝𝑏 5,7 = 1 , maka system ini punya solusi.

2. Nilai 𝑛 = 𝑛1𝑛2𝑛3 = 3.5.7 = 105 dan 𝑁1 = 𝑛𝑛

1 = 1053 = 35;

𝑁2 = 𝑛𝑛

2 = 1055 = 21;

𝑁3 = 𝑛𝑛

3 = 1057 = 15.

3. Selesaikan 𝑁𝑘𝑥𝑘 ≡ 1 (mod 𝑛𝑘), 𝑘 = 1,2,3, yaitu 35𝑥1 ≡ 1(mod 3)

21𝑥2 ≡ 1 (mod 5) 15𝑥3 ≡ 1 (mod 7)

Dengan menggunakan solusi dalam persamaan kongruen linier, maka

solusi untuk 35𝑥1 ≡ 1 mod 3 adalah :

35𝑥1 ≡ 1 mod 3 ekivalen dengan 35𝑥1 − 1 = 3𝑘.

Diperoleh 𝑥1 = 1+3𝑘35 . Nilai 𝑘 = 23 menyebakan 𝑥1 = 2.

Dengan cara yang sama, diperoleh 𝑥2 = 1, dan 𝑥3 = 1.

4. Solusinya adalah

𝑥 ≡ (𝑎1𝑁1𝑥1 + 𝑎2𝑁2𝑥2 + 𝑎3𝑁3𝑥3) (mod 𝑛)

≡ (2.35.2 + 3.21.1 + 2.15.1) (mod 105)

≡ 233 (mod 105)

≡ 23 (mod 105) Jadi solusi untuk

𝑥 ≡ 3 (mod 4) 𝑥 ≡ 2 (mod 3) 𝑥 ≡ 4(mod 5) adalah 𝑥 ≡ 23 (mod 105)

Yanita, FMIPA Matematika Unand 8

(9)

Dengan Chinese Remainder Theorem, langkah penyelesaian jika persamaan kongruen linier yang diketahui:

1. Dari persamaan kongruen linier 𝑎𝑥 ≡ 𝑏 (mod 𝑛), maka cari faktorisasi prima dari 𝑛, yaitu 𝑛 = 𝑛 1 𝑛 2 … 𝑛 𝑟 dengan 𝑛 𝑖 adalah prima, 𝑖 = 1,2, … 𝑟

2. Selesaikan system 𝑎𝑎 𝑘 ≡ 𝑏 (mod 𝑛 𝑖 ) , 𝑘 = 1,2, … , 𝑟 . Untuk mendapatkan nilai 𝑎 𝑖 .

3. Cari 𝑁 𝑘 = 𝑛 𝑛

𝑘 dengan 𝑘 = 1,2, … , 𝑟 dan selesaikan system 𝑁 𝑘 𝑥 𝑘 ≡ 1 (mod 𝑛 𝑘 ) untuk mendapatkan nilai 𝑥 𝑘 .

4. Solusinya adalah

𝑥 ≡ (𝑎 1 𝑁 1 𝑥 1 + 𝑎 2 𝑁 2 𝑥 2 + ⋯ + 𝑎 𝑟 𝑁 𝑟 𝑥 𝑟 ) (mod 𝑛)

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 9

(10)

Contoh 3: Selesaikan persamaan linier kongruen 17𝑥 ≡ 9 mod 276 dengan dua cara.

Dengan cara biasa (solusi persamaan kongruen linier),

1. 𝑝𝑝𝑏 17,276 = 1

2. Persamaan 17𝑥 ≡ 9 mod 276 ekivalen dengan 17𝑥 − 276𝑘 = 9 atau diperoleh 𝑥 =

9+276𝑘17

. Nilai 𝑘 = 2 , menyebabkan 𝑥 = 33

3. Solusinya adalah 𝑥 ≡ 33 (mod 276)

Dengan Chinese Remainder Theorem,

1. faktorisasi prima dari 276 adalah 22. 3.23. Jadi 276 = 3.4.23. Dengan demikian diperoleh 𝑛 = 276, 𝑛1 = 3,

𝑛2 = 4, 𝑛3 = 23.

2. Selesaikan system 17𝑎𝑘 ≡ 9 (mod 𝑛𝑘) , 𝑘 = 1,2,3, yaitu system

17𝑎1 ≡ 9 (𝑚𝑜𝑑 3) 𝑎1 = 3 17𝑎2 ≡ 9 (𝑚𝑜𝑑 4) Diperoleh: 𝑎2 = 5 17𝑎3 ≡ 9 (𝑚𝑜𝑑 23) 𝑎3 = 10 3. Cari nilai

𝑁

𝑘

=

𝑛𝑛

𝑘

dengan 𝑘 = 1,2,

3, yaitu 𝑁1 = 𝑛𝑛

1 =

276

3 = 92; 𝑁2 = 𝑛

𝑛2 = 276

4 = 69; 𝑁3 = 𝑛

𝑛3 = 276

23 = 12.

Selesaikan system

𝑁

𝑘

𝑥

𝑘

≡ 1 (mod 𝑛

𝑘

)

, yaitu:

92𝑥1 ≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 3) 𝑥1 = 2 69𝑥2 ≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 4) Diperoleh 𝑥2 = 1 12𝑥3 ≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 23) 𝑥3 = 2 4. Solusinya adalah

𝑥 ≡ (𝑎1𝑁1𝑥1 + 𝑎2𝑁2𝑥2 + 𝑎3𝑁3𝑥3) (mod 𝑛) 𝑥 ≡ (3.92.2 + 5.69.1 + 10.12.2)(mod 276) 𝑥 ≡ 1137 (mod 276)

𝑥 ≡ 33 (mod 276)

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 10

(11)

Contoh 4: Selesaikan persamaan linier kongruen 13𝑥 ≡ 1 mod 70 dengan dua cara.

Dengan cara biasa (solusi persamaan kongruen linier),

1. 𝑝𝑝𝑏 13,70 = 1

2. Persamaan 13𝑥 ≡

1 mod 70 ekivalen dengan 13𝑥 − 70𝑘 = 1 atau diperoleh 𝑥 =

1+70𝑘13

. Nilai 𝑘 = 5 , menyebabkan 𝑥 = 27

3. Solusinya adalah

𝑥 ≡ 27 (mod 70)

Dengan Chinese Remainder Theorem,

1. faktorisasi prima dari 70 adalah 2.5.7. Jadi 70 = 2.5.7.

Dengan demikian diperoleh 𝑛 = 70, 𝑛

1

= 2, 𝑛

2

= 5, 𝑛

3

= 7.

2. Selesaikan system 13𝑎

𝑘

≡ 1 (mod 𝑛

𝑘

) , 𝑘 = 1,2,3, yaitu system

13𝑎

1

≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 2) 𝑎

1

= 1 13𝑎

2

≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 5) Diperoleh: 𝑎

2

= 2 13𝑎

3

≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 7) 𝑎

3

= 6 3. Cari nilai

𝑁𝑘 = 𝑛𝑛

𝑘

dengan

𝑘 = 1,2,3

, yaitu

𝑁1 = 𝑛𝑛

1 = 702 = 35; 𝑁2 = 𝑛

𝑛2 = 70

5 = 14; 𝑁3 = 𝑛

𝑛3 = 70

7 = 10.

Selesaikan system

𝑁𝑘𝑥𝑘 ≡ 1 (mod 𝑛𝑘),

yaitu:

35𝑥1 ≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 2) 𝑥1 = 1

14𝑥2 ≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 5) Diperoleh 𝑥2 = 4

10𝑥3 ≡ 1 (𝑚𝑜𝑑 7) 𝑥3 = 5

4. Solusinya adalah

𝑥 ≡ (𝑎

1

𝑁

1

𝑥

1

+ 𝑎

2

𝑁

2

𝑥

2

+ 𝑎

3

𝑁

3

𝑥

3

) (mod 𝑛) 𝑥 ≡ (1.35.2 + 2.14.4 + 6.10.5)(mod 70) 𝑥 ≡ 447 (mod 70)

𝑥 ≡ 27 (mod 70)

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 11

(12)

Solusi Sistem Kongruen Linier dengan dua Variabel

Definisi

Persamaan kongruen linier dengan dua variabel adalah persamaan dalam bentuk 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≡ 𝑐 mod 𝑛 , dengan 𝑥, 𝑦 ∈ ℤ.

Teorema 4.9

Sistem kongruen linier

𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≡ 𝑟 mod 𝑛 c𝑥 + 𝑑𝑦 ≡ 𝑠 mod 𝑛

mempunyai solusi tunggal modulo 𝑛 jika 𝑝𝑝𝑏 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐, 𝑛 = 1

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 12

(13)

Bukti Teorema 4.9

Diketahui system kongruen linier 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≡ 𝑟 mod 𝑛

c𝑥 + 𝑑𝑦 ≡ 𝑠 mod 𝑛

Dengan 𝑝𝑝𝑏 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐, 𝑛 = 1.

Akan dibuktikan system ini mempunyai solusi tunggal modulo 𝑛.

Misalkan

𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≡ 𝑟 mod 𝑛 … (1) c𝑥 + 𝑑𝑦 ≡ 𝑠 mod 𝑛 … (2)

Kalikan persamaan (1) dengan 𝑑, dan persamaan (2) dengan 𝑏, maka diperoleh

𝑑(𝑎𝑥 + 𝑏𝑦) ≡ 𝑑𝑟 mod 𝑛 … (1′) 𝑏(c𝑥 + 𝑑𝑦) ≡ 𝑏𝑠 mod 𝑛 … (2′)

Jika pers (1′) dikurangkan dengan pers (2′) maka diperoleh

𝑑𝑎𝑥 − 𝑏𝑐𝑥 ≡ 𝑑𝑟 − 𝑏𝑠 (mod 𝑛) atau 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 𝑥 ≡ 𝑑𝑟 − 𝑏𝑠 (mod 𝑛) … (3) Oleh karena 𝑝𝑝𝑏 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐, 𝑛 = 1, maka dijamin bahwa 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 𝑧 ≡ 1 (mod 𝑛) mempunyai solusi tunggal; misalkan solusi tersebut adalah 𝑡.

Jika persamaan (3) dikalikan dengan 𝑡, diperoleh 𝑥 ≡ 𝑡 𝑑𝑟 − 𝑏𝑠 (mod 𝑛).

Dengan cara yang sama dapat dicari nilai 𝑦, yaitu Kalikan persamaan (1) dengan 𝑐, dan persamaan (2) dengan 𝑎, maka diperoleh

𝑐(𝑎𝑥 + 𝑏𝑦) ≡ 𝑐𝑟 mod 𝑛 … (1′′) 𝑎(c𝑥 + 𝑑𝑦) ≡ 𝑎𝑠 mod 𝑛 … (2′′)

Jika pers (1′′) dikurangkan dengan pers (2′′) maka diperoleh

𝑐𝑎𝑥 − 𝑏𝑐𝑦 ≡ 𝑎𝑠 − 𝑐𝑟 (mod 𝑛) atau 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 𝑦 ≡ (𝑎𝑠 − 𝑐𝑟)(mod 𝑛) … (3′)

Oleh karena 𝑝𝑝𝑏 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐, 𝑛 = 1, maka dijamin bahwa 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 𝑧 ≡ 1 (mod 𝑛) mempunyai solusi tunggal; misalkan solusi tersebut adalah 𝑡′.

Jika persamaan (3′) dikalikan dengan 𝑡′, diperoleh 𝑦 ≡ 𝑡′ 𝑎𝑠 − 𝑐𝑟 (mod 𝑛).

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 13

(14)

Contoh

Carilah solusi untuk sitem kongruen linier:

7𝑥 + 3𝑦 ≡ 10 mod 16 … (1) 2𝑥 + 5𝑦 ≡ 9 mod 16 … (2) Penyelsaian

Dari system tersebut diperoleh 𝑎 = 7, 𝑏 = 3, 𝑐 = 2, 𝑑 = 5, 𝑟 = 10, 𝑠 = 9 dan 𝑛 = 16

Perhatikan bahwa 𝑝𝑝𝑏 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐, 𝑛 = 𝑝𝑝𝑏 7.5 − 3.2,16 = 𝑝𝑝𝑏 29,16 = 1, maka system ini punya solusi.

Kemudian dengan metode eliminasi, untuk mencari nilai 𝑥:

Dengan solusi untuk persamaan kongruen linier,

29𝑥 ≡ 23 (𝑚𝑜𝑑 16) ekivalen dengan 29𝑥 − 16𝑘 = 23 atau 𝑥 = 23+16𝑘29 . Nilai 𝑘 = 4 menyebabkan 𝑥 = 3. Jadi solusi untuk 29𝑥 ≡ 23 (mod 16) adalah 𝑥 ≡ 3 (mod 16)

Mencari nilai 𝑦

Persamaan 29𝑦 ≡ 43 (𝑚𝑜𝑑 16) ekivalen dengan 29𝑦 − 16𝑘 = 43 atau 𝑥 = 43+16𝑘29 . Nilai 𝑘 = 10 menyebabkan nilai 𝑥 = 7. Jadi solusi untuk 29𝑦 ≡ 43 (mod 16) adalah 𝑦 ≡ 7 (mod 16).

Jadi solusi untuk system adalah

𝑥 ≡ 3 (mod 16) 𝑦 ≡ 7 (mod 16)

2/5/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 14

(15)

Latihan

1. Carilah solusi untuk system 𝑥 ≡ 5 mod 11

𝑥 ≡ 14 (mod 29) 𝑥 ≡ 15 (mod 31)

2. Selesaikan dengan 2 cara (solusi persamaan kongruen linier dan Chinese Remainder Theorem) persamaan 17𝑥 ≡ 3 mod 210 .

3. Carilah solusi untuk system 3𝑥 + 4𝑦 ≡ 5 mod 13 2𝑥 + 5𝑦 ≡ 7 mod 13

2/5/2014 selesai 4 Mei 2014 15

Referensi

Dokumen terkait

Diduga bahwa hasil yang diper�leh dari penumbuhan jaringan meristematik terjadi keabn�rmalan berupa menggulungnya daun pada pertumbuhan tunas bawang putih terjadi karena

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah Kota dalam rangka pelaksanaan tugas desentralisasi bidang

ketekunan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan member check. Triangulasi dengan menggunakan sumber, metode dan waktu. Untuk

lebih baik dari pada siswa yang mengikuti model pembelajaran. konvensional, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh I Gede

Dalam Tugas Akhir ini akan dibahas analisa penentuan tegangan terminal generator sinkron 3 fasa dan perbaikan faktor daya beban induktif menggunakan metode pottier. Kata

a) Ram adalah jalur sirkulasi yang memiliki kemiringan tertentu, sebagai alternatif bagi orang yang tidak dapat menggunakan tangga. b) Kemiringan suatu ram di dalam bangunan

sebesar 0,881 artinya bahwa variabel Kualitas Lingkungan Hidup (Y) dipengaruhi oleh PDRB Sektor Pertanian (X1), PDRB Sektor Industri Pengolahan (X2), dan PDRB

(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan