• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

BAB IV

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Pratindakan

Sebelum melaksanakan proses penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi di TK Siwi Peni XI surakarta untuk mengetahui keadaan nyata dilapangan. Berdasarkan hasil observasi tersebut peneliti menemukan banyak anak yang mengalami kelemahan menyimak dan berbicara yang merupakan bagian dari kecerdasan linguistik anak. Peneliti menemukan bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru dan tuga-tugas tertulis seperti lembar kerja anak saja, serta sekolah ini belum menggunakan media pembelajaran audio interaktif untuk mengembangkan kecerdasan linguistiknya.

Dari hasil daftar nilai anak bahwa ditemukan 55,56% (5 anak) mendapatkan

nilai dibawah KKM pada tabel 4.1 dibawah

ini diadopsi dari lampiran 3 halaman 67.

Tabel 4.1. Nilai Prasiklus Kecerdasan Linguistik Anak

No. Responden Nilai Keterangan

BT T

1 1515 T

2 1521 T

3 1524 BT

4 1529 BT

5 1530 T

6 1531 BT

7 1533 BT

8 1540 BT

9 1543 T

Jumlah 4 5

Persentase 55,56% 44,44%

Berdasarkan tabel diatas, maka disajikan grafik kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta pada kondisi awal seperti gambar 4.1:

(2)

commit to user

Gambar 4.1. Grafik Nilai Prasiklus Kecerdasan Linguistik

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa, kecerdasan linguistik anak kelomok B TK Siwi Peni XI Surakarta masih perlu ditingkatkan, sehingga peneliti berupaya untuk meningkatkan kecerdasan linguistik anak kelomok B TK Siwi Peni XI Surakarta dengan menggunakan media pembelajaran audio interaktif.

B. Deskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus

Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan dua siklus. Masing- masing siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Setiap siklus meliputi 4 tahap yaitu:

perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

a. Siklus I

1). Tahap Perencanaan

Peneliti melakukan melakukan langkah-langkah untuk menyusun perangkat pembelajaran bersama guru kelas. Hal-hal yang disiapkan anatara lain:

0 1 2 3 4 5 6

Belum Tuntas Tuntas

55,56% 44,44%

Prasiklus

(3)

commit to user

a). Memilih CD audio interaktif yaitu program pembelajaran CD audio interaktif nomor 37.

b). Peneliti membuat RKH dan skenario.

c). Guru dan peneliti mendengarkan rekaman CD audio interaktif bersama-sama sekaligus berdiskusi tentang RKH dan skenario pembelajaran yang sudah disiapkan peneliti.

d). Peneliti menyiapkan media yang dibutuhkan seperti karet gelang, koin, pensil, batu, klip kertas dan toples trasparan untuk alat ekperimen yang akan dilakukan.

e). Alat-alat ini juga akan didiskusikan bersama guru agar sejalan dengan keinginan peneliti.

f). Menyiapkan instrumen penilaian kecerdasan linguistik.

g). Menyiapkan lembar observasi aktivitas anak.

h). Menyiapkan alat penilaian kinerja guru.

i). Menyiapkan kelas yang sesuai dengan kegiatan.

j). Guru dan peneliti berlatih bersama-sama.

Perencanaan kegiatan pada siklus I pertemuan 2 masih sama dengan pertemuan 1 hanya saja media yang digunakan lebih banyak seperti pada media saat eksperimen ditambah penghapus, ranting dan pulpen. Pada kegiatan bercakap-cakap juga disediakan poster-poster kecil sebagai pendukung pembelajaran.

2). Pelaksanaan tindakan a). Pertemuan 1

Pertemuan pertama dilaksanakan sesuai RKH pada tanggal 1 April 2014. Program CD audio interaktif yang digunakan berasal dari DBE2 materi nomor 37 dengan tema air, udara dan api dengan sub tema manfaat air. Dikarenakan ini pembelajaran yang baru maka terlebih dahulu guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan sebelum memutar rekaman CD audio interktifnya. Selain itu guru juga menjelaskan kontrak pembelajaran dengan anak. Hal-hal yang harus dilakukan anak adalah mendengarkan dengan baik percakapan, instruksi dari CD audio interaktif, tidak boleh saling mengganggu pada saat pembelajaran, menjawab pertanyaan dan ikut serta dalam segala kegiatan yang berlangsung.

(4)

commit to user

Guru dan anak mulai mendengarkan instruksi dari media pembelajaran audio interaktif. Guru menjalankan tugasnya sesuai instruksi media audio interaktif tersebut. Setelah selesai serangkaian kegiatan dari audio interaktif tersebut dilakukan review tentang kegitan hari ini. Guru melakukan tanya jawab dan meminta anak untuk bercerita apa saja yang diingat anak sesuai dengan bahasa anak.

Kegiatan akhir seharusnya mengerjakan satu LKA mewarnai huruf A, dikarenakan kegiatan akhir digunakan untuk merayakan ulang tahun salah satu anak maka kegiatan ini belum bisa dilaksanakan.

b). Pertemuan 2

Pertemuan ke dua dilaksanakan sesuai RKH pada tanggal 3 April 2014. Pada pertemuan ini CD audio interaktif yang sama dengan pertemuan pertama. Selain itu guru juga menjelaskan kontrak pembelajaran dengan anak. Hal-hal yang harus dilakukan anak adalah mendengarkan dengan baik percakapan, instruksi dari CD audio interaktif, tidak boleh saling mengganggu pada saat pembelajaran, menjawab pertanyaan dan ikut serta dalam segala kegiatan yang berlangsung. Guru memberi instruksi agar anak lebih bersemangat mengikuti kegiatan hari ini.

Guru dan anak mulai mendengarkan instruksi dari media pembelajaran audio interaktif. Guru menjalankan tugasnya sesuai instruksi media audio interaktif. Setelah selesai serangkaian kegiatan dari audio interaktif tersebut dilakukan review tentang kegitan hari ini. Guru melakukan tanya jawab dan meminta anak untuk bercerita apa saja yang diingat sesuai dengan bahasa anak. Menggunakan kembali poster yang sudah disiapkan. Poster terdapat pada lampiran 12 halaman 85. Pada kegiatan akhir mengerjakan satu LKA mewarnai huruf A, anak mengerjakan dengan baik dan selesai tepat waktu.

(5)

commit to user

3). Tahap Observasi

Kegiatan observasi kecerdasan linguistik dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Peneliti juga berperan sebagai guru pendamping. Pertemuan pertama ini masih terdapat anak yang kurang memperhatikan dikarenakan ada rekan peneliti yang baru pertama kali dilihat oleh anak bertugas sebagai dokumentasi. Kondisi kedua pembelajaran menggunakan media audio interaktif ini merupakan hal yang baru bagi anak. Pengamatan tidak hanya dilalukan pada aktivitas anak dalam proses pembelajaran menggunakan media audio interaktif, namun juga pada kesiapan siswa dan tindakan guru dalam melaksanakan tindakan pembelajaran menggunakan media audio interaktif. Berikut ini merupakan uraian mengenai observasi yang telah dilakukan selama kegiatan pembelajaran pada siklus I.

a). Kegiatan anak

Hasil observasi kegiatan anak pada siklus 1 pertemuan 1 menunjukan bahwa persiapan diri untuk mengikuti kegiatan menggunakan media pembelajaran audio interaktif dengan tidak terlambat masuk sekolah dengan nilai rata-rata 2,55. Keaktifan anak dalam kegiatan belajaran melalui media pembelajaran audio interaktif dengan nilai rata-rata 2,55. Anak memehami dan menyelesaikan tugas dari media pembelajaran audio interaktif sebagaimana mestinya dengan nilai rata-rata 3,11. Nilai dari aktivitas anak pada siklus I pertemuan 1 dalam pembelajaran menunjukan katagori cukup dengan perolehan nilai rata-rata 2,74. Pada pertemuan 1 terdapat seorang anak tidak masuk sekolah.

Pertemuan ke 2 juga indikator observasi kegiatan anak masih sama, berikut nilai yang dapat dilihat dari persiapan diri untuk mengikuti kegiatan menggunakan media pembelajaran audio interaktif dengan tidak terlambat masuk sekolah dengan nilai rata-rata 3,22. Keaktifan anak dalam kegiatan belajaran melalui media pembelajaran audio interaktif dengan nilai rata-rata 2,89. Anak memehami dan menyelesaikan tugas

(6)

commit to user

dari audio interaktif sebagaimana mestinya dengan nilai rata-rata 3. Nilai dari aktivitas anak pada siklus I pertemuan 2 dalam pembelajaran menunjukan katagori baik dengan perolehan nilai rata-rata 3. Siklus I pertemuan ke 2, semua anak sudah masuk sekolah meskipun ada satu anak yang masih datang terlambat dan belum mengikuti pembelajaran menggunakan media audio interaktif secara utuh.

b). Kegiatan guru

Hasil observasi untuk guru pada siklus I, yang terbagi ke dalam 3 indikator yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir. Hasil observasi kinerja guru rata-rata dari pertemuan 1 dan pertemuan 2 secara keseluruhan adalah 3,17 dapat dilihat pada lampiran 18 halaman 98. Guru sudah melakukan pembelajaran dengan baik, disaat media audio interaktif menugaskan guru untuk menjelaskan pembelajaran sesuai materi guru sudah menyampaikan dengan baik, namun karena ini hal yang baru digunakan maka nilai yang diperoleh anak belum mencapai KKM.

c). Hasil penilaian kecerdasan linguistik anak

Pertemuan ini merupakan hari pertama anak mengenal media pembelajaran audio interaktif. Media pendukung yang digunakan juga belum lengkap sehingga kondisi nyata belum ditemukan anak. Dari hasil tindakan yang dilakukan saat pembelajaran ditemukan 44,44% (4 anak)

Berikut terlihat persentase penilaian kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta siklus I pertemuan 1 pada tabel 4.2 yang diadosi dari lampiran 10 halaman 86.

Tabel 4.2. Persentase Penilaian Kecerdasan Linguistik Siklus I Pertemuan 1.

Siklus 1 pertemuan 1 Belum Tuntas Tuntas

Jumlah 4 Anak 5 Anak Presentase 44,44% 55,56%

(7)

commit to user

Pertemuan kedua kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Peneliti juga berperan sebagai guru pendamping. Pertemuan ke 2 siklus I ini anak sudah terbiasa dengan rekaman video atau jenis dokumentasi lainnya.

Persentase ketuntasan juga meningkat dari pertemuan 1.

Media yang digunakan juga mulai lengkap sehingga kondisi nyata telah ditemukan anak. Dari hasil tindakan yang dilakukan pada saat pembelajaran bahwa ditemukan 33,33% (3 anak) masih mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu

Berikut dapat dilihat persentase penilaian kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta siklus I pertemuan 2 pada tabel 4.3 yang diadosi dari lampiran 11 halaman 88.

Tabel 4.3. Persentase Penilaian Kecerdasan Linguistik Siklus I Pertemuan 2.

Siklus 1 pertemuan 1 Belum Tuntas Tuntas

Jumlah 3 Anak 6 Anak Presentase 33,33% 66,67%

Dari hasil penilaian pada siklus I dapat terlihat rata-rata nilai kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta pada tabel 4.4 dibawah ini.

(8)

commit to user

Tabel 4.4. Nilai Kecerdasan Linguistik Siklus I

No Responden

Nilai siklus I keterangan Pertemuan 1 Pertemuan 2 BT ( ) T ( ) dan ( )

1 1515 T ( )

2 1521 T ( )

3 1524 BT ( )

4 1529 BT ( )

5 1530 ST ( )

6 1531 BT ( )

7 1533 BT ( )

8 1540 T ( )

9 1543 T ( )

Jumlah 4 5

Persentase 44,44% 55,56%

Berdasarkan tabel diatas persentase nilai ketuntasan siklus I dapat disajikan dalam bentuk grafik pada gambar 4.2 sebagai berikut:

Gambar 4.2. Grafik Nilai Siklus I Kecerdasan Linguistik

0 1 2 3 4 5 6

Belum Tuntas Tuntas

44,44% 55,56%

Siklus I

(9)

commit to user

4). Tahap refleksi

Data hasil observasi yang diperoleh dari kolaborasi dengan guru kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta, peneliti menemukan bahwa masih ada anak yang belum mampu menjawab pertanyaan guru, masih ada anak yang belum mampu bercerita tentang kegiatan selama sehari. Namun saat kegiatan bernyanyi anak sudah mampu mengikuti meskipun itu lagu baru.

Berdasarkan data tersebut di atas, peneliti dan guru kelas membahas permasalahan tersebut yakni menggunakan CD audio interaktif yang baru agar anak tidak bosan. Menambah media yang digunakan saat proses pembelajaran menggunakan media audio interaktif. Media yang digunakan untuk menjelaskan ditambah video untuk siklus selanjutnya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian dalam siklus I perlu dilanjutkan untuk mendapat hasil yang maksimal. Berkaitan dengan hal tersebut maka peneliti mengadakan tindakan untuk siklus berikutnya.

b. Siklus II

Siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dan kedua dilakukan pada tanggal 11 dan 14 April 2014. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai observer dan guru pendamping. Adapun tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam siklus II ini adalah sebagai berikut:

1). Tahap Perencanaan Tindakan

Berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan pada siklus 1 telah diketahui adanya peningkatan dalam kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta tetapi belum maksimal. Dengan berpedoman pada hasil analisis dan refleksi pada siklus I maka tahap perencanaan pada siklus II meliputi:

a). Memilih materi yaitu CD interaktif nomor 40 untuk pertemuan pertama dan CD interaktif nomor 44 untuk pertemuan kedua.

b). Peneliti membuat RKH dan skenario.

(10)

commit to user

c). Guru dan peneliti mendengarkan rekaman CD audio interaktif bersama-sama sekaligus berdiskusi tentang RKH dan skenario pembelajaran yang sudah disiapkan peneliti.

d). Peneliti menyiapkan media yang dibutuhkan

e). Alat-alat ini juga akan didiskusikan bersama guru agar sejalan dengan keinginan peneliti.

f). Menyiapkan instrumen penilaian

g). Menyiapkan lembar observasi aktivitas anak h). Menyiapkan kelas yang sesuai dengan kegiatan.

i). Guru dan peneliti berlatih bersama-sama.

2). Tahap Pelaksanaan Tindakan (1). Pertemuan pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan sesuai RKH pada tanggal 11 April 2014. Program CD audio interaktif yang digunakan berasal dari DBE2 materi nomor 40 dengan tema air, udara dan api dengan sub tema mengenal tiga bentuk air. Pertemuan ini jumlah anak yang mengikuti hanya 8 anak dikarenakan ada satu anak yang sakit. Selain itu ada satu anak yang terlambat datang ke sekolah. Anak ini tiba disekolah pada saat pembelajaran inti ke dua sedang berlangsung.

Pelaksanaan siklus II pertemuan 1 ini berjalan lancar, pasalnya anak kelompok A sedang melakukan kegiatan di luar kelas. Jadi keadaan kelas sangat tenang sehingga pelaksanaan pembelajaran menggunakan media audio interaktif berjalan dengan lancar.

(2). Pertemuan kedua

Pertemuan kedua dilaksanakan sesuai RKH pada tanggal 14 April 2014. Program CD audio interaktif yang digunakan berasal dari DBE2 materi nomor 44 dengan tema air, udara dan api dengan sub tema udara ada dimana-mana. Anak yang pada pertemuan pertama sakit sudah masuk sekolah. Namun pertemuan ini ada satu anak lagi yang tidak masuk sekolah.

(11)

commit to user

3). Tahap Observasi

a). Kegiatan anak

Hasil observasi kegiatan anak pada siklus II pertemuan 1 menunjukan bahwa persiapan diri untuk mengikuti kegiatan dengan menggunakan media audio interaktif tidak terlambat masuk sekolah dengan nilai rata-rata 3,22. Keaktifan anak dalam kegiatan belajaran melalui media pambalajaran audio interaktif dengan nilai rata-rata 3,11. Anak memehami dan menyelesaikan tugas dari media audio interaktif sebagaimana mestinya dengan nilai rata-rata 3,11. Nilai dari aktivitas anak pada siklus II pertemuan 1 dalam pembelajaran menunjukan katagori baik dengan perolehan nilai rata-rata 3,15.

Meskipun ada satu anak yang tidak masuk sekolah.

Pertemuan ke 2 juga indikator observasi kegiatan anak masih sama, berikut nilai yang dapat dilihat dari persiapan diri untuk mengikuti kegiatan menggunakan media audio interaktif dengan tidak terlambat masuk sekolah dengan nilai rata-rata 3,22. Keaktifan anak dalam kegiatan belajaran melalui media audio interaktif dengan nilai rata-rata 2,89. Anak memehami dan menyelesaikan tugas dari audio interaktif sebagaimana mestinya dengan nilai rata-rata 3. Nilai dari aktivitas anak pada siklus II pertemuan 2 dalam pembelajaran menunjukan katagori baik dengan perolehan nilai rata-rata 3.

b). Observasi kinerja guru

Observasi untuk guru pada siklus II ini masih sama dengan siklus I dari segi indikator yang diobservasi yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir. Hasil observasi kinerja guru rata-rata dari pertemuan 1 dan pertemuan 2 secara keseluruhan adalah 3,48, dapat dilihat pada lampiran 33 halaman 131 guru melakukan pembelajaran dengan baik. Terutama pada pertemuan pertama pembelajaran mengalami peningkatan yang cukup baik namun pada pertemuan kedua kondisi guru sedang kurang sehat, sehingga

(12)

commit to user

pembelajaran sedikit menurun hanya saja nilai yang diperoleh sudah mencapai KKM yang diinginkan.

c). Hasil penilaian kecerdasan linguistik

Observasi dilaksanakan pada saat proses pembelajaran menggunakan media audio interaktif. Pertemuan pertama aktifitas anak sudah meningkat baik, keadaan kelas yang mendukung sehingga anak sudah mengikuti pelajaran dengan baik. Pada hari ini anak kelompok A sedang ada kegiatan diluar kelas sehingga anak kelompok B saja yang berada disekolah dengan ini pembelajaran lebih lancar. Materi yang disampaikan juga bisa diterima anak dengan baik. Berikut dapat dilihat persentase penilaian kecerdasan linguistik siklus II pertemuan 1 pada tabel 4.5 yang diadopsi dari lampiran 25 halaman 119.

Tabel 4.5.Persentase Penilaian Kecerdasan Linguistik Siklus II Pertemuan 1.

Siklus 1 pertemuan 1 Belum Tuntas Tuntas

Jumlah 2 Anak 7 Anak Presentase 22,22% 77,78%

Berbeda dengan pertemuan kedua untuk siklus kedua ini aktifitas belajar anak saat di awal sedikit terganggu karena ada anak kelompok A yang menangis tidak ingin sekolah. Keadaan ruang belajar yang ada di TK Siwi Peni XI Surakarta hanya dibatasi dengan diding triplek dan almari, sehingga suara dari ruang belajar lainnya sangat terdengar. Hal ini sedikit mengganggu aktivitas belajar anak yang lainnya juga. Hasil wawancara tak terstruktur kepada kepala sekolah ini karena pengaruh hari senin, hari pertama anak masuk sekolah setelah hari libur, maka anak harus menyesuaikan diri lagi.

(13)

commit to user

Namun, setelah beberapa saat kondisi kelas B sudah mulai membaik, anak-anak sudah mulai fokus dengan materi yang disampaikan saat pembelajaran menggunakan media audio interalktif berlangsung. Berikut terlihat persentase penilaian kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI surakarta siklus II pertemuan 2 pada tabel 4.6 yang diadosi dari lampiran 26 halaman 121.

Tabel 4.6. Persentase Penilaian Kecerdasan Linguistik Siklus II Pertemuan 2.

Siklus 1 pertemuan 1 Belum Tuntas Tuntas Jumlah 1 Anak 8 Anak Presentase 11,11% 88,89%

Dari hasil penilaian pada siklus II dapat terlihat rata-rata nilai kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta pada tabel 4.7 dibawah ini.

Tabel 4.7. Nilai Kecerdasan Linguistik Siklus II

No Responden Nilai siklus I Keterangan Pertemuan 1 Pertemuan 2 BT ( ) T ( )

dan ( )

1 1515 ST ( )

2 1521 BT ( )

3 1524 T ( )

4 1529 BT ( )

5 1530 ST ( )

6 1531 T ( )

7 1533 T ( )

8 1540 ST ( )

9 1543 ST ( )

Jumlah 2 7

Persentase 22,22% 77,78%

Berdasarkan tabel di atas nilai kecerdasan linguistik siklus II dapat disajikan dalam bentuk grafik pagambar 4.3 sebagai berikut:

(14)

commit to user

Gambar 4.3. Grafik Nilai Siklus II Kecerdasan Linguistik 4) Tahap Refleksi

Peneliti dan guru kelas mengidetifikasi pada pertemuan 1 siklus II semua anak sudah mampu mengikuti kegiatan dengan nilai yang tuntas, hanya anak yang tidak masuk sekolah dan anak yang terlambat yang belum mendapat nilai tuntas. Persentase nilai anak yang tuntas mencapai 77,78% nilai tersebut juga sudah melebihi KKM yaitu 75%. Sehingga hal ini perlu dipertahankan sebagai suatu langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak melalui media pembelajaran audio interaktif. Dari uraian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa penelitian ini tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Belum Tuntas Tuntas

22,22% 77,78%

Siklus II

(15)

commit to user

C. Perbandingan Hasil Tindakan Antarsiklus

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data yang ada, dapat dilihat adanya peningkatan kecerdasan linguistik anak melalui media pembelajaran audio interaktif kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta pada setiap siklusnya.

Hasil observasi kegiatan pembelajaran menggunakan media audio interaktif pada tabel 4.8 dibawah ini:

Tabel 4.8. Perbandingan Hasil Tindakan Tiap Siklus

Berdasarkan tabel di atas dapat disajikan dalam bentuk grafik pada gambar 4.4 sebagai berikut:

Gambar 4.4. Grafik Perbandingan Rata-Rata Hasil Tindakan Tiap Siklus

55,56

44,44

22,22 44,44

55,56

77,78

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Pra Siklus Siklus I Siklus II

Belum Tuntas Tuntas Jumlah

anak

Pra Siklus Siklus I Siklus II

9 Belum

Tuntas

Tuntas Belum tuntas

Tuntas Belum Tuntas

Tuntas 5 4 4 5 2 7 persentase 55,56% 44,44% 44,44% 55,56% 22,22% 77,78%

(16)

commit to user

Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa masing-masing telah mengalami peningkatan dan mencapai KKM pada siklus II sehingga dapat dinyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran audio interaktif dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta.

D. Pembahasan

Penggunaan media pembelajaran audio interaktif untuk meningkatkan kecerdasan linguistik dilakukan selama dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Dilihat nilai prasiklus ketuntasan linguistik anak hanya mencapai 44,44% yaitu sejumlah 4 anak saja. Setelah dilakukan tindakan selama dua siklus maka diperoleh nilai kecerdasan linguistik yaitu 77,78% atau sebanyak 7 anak telah tuntas. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran audio interaktif dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta.

Pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II, terdapat perbedaan atau perubahan setiap pelaksanaan hal ini diupayakan agar anak tidak bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja. Oleh karena itu pada upaya pertama yang dilakukan adalah menggunakan media-media yang berbeda. Pada siklus I pertemuan 1 belum menggunakan poster sebagai pendukung pembelajaran sementara pertemuan ke 2 dan siklus II sudah memakai poster, selanjutnya pada siklus II pertemuan 2 ditambah dengan menampilkan video tentang angin ada dimana- mana sebagai pendukung pembelajan.

Perbedaan lain pada sub tema yang disampaikan pada siklus I menggunakan CD audio interaktif yang sama, yaitu dengan sub tema manfaat air.

Sementara pada siklus II pertemuan 1 dengan sub tema mengenal tiga bentuk air dan pertemuan ke 2 dengan sub tema udara ada dimana-mana. Untuk kartu huruf juga disajikan dalam bentuk yang berbeda yaitu pertemuan pertama hanya huruf saja lalu pertemuan ke 2 ditambah dengan simbol gambar. Pertemuan terakhir mulai belajar dengan kartu angka.

(17)

commit to user

Dari hasil tindakan kecerdasan linguistik anak meningkat dari kondisi awal yaitu 44,44% (4 anak) menjadi 55,56% (5 anak) atau meningkat 11,11%. Dari data dapat diketahui dari 9 anak ada 5 anak sudah mendapat nilai diatas KKM.

Dipertemuan pertama ada satu anak tidak masuk sekolah dan pertemuan kedua anak tersebut juga masuk sekolah terlambat sehingga belum bisa mengikuti pembelajaran menggunakan media audio interaktif secara utuh.

Kegiatan menggunakan media pembelajaran audio interaktif anak sangat antusias untuk mengikuti kegiatan terutama pada indikator merespon sumber bunyi atau suara pada kegiatan bermain dengan kartu huruf, anak dapat menyebutkan berbagai kosa kata diluar dari kartu huruf yang disediakan guru.

Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan linguistik anak kelomok B TK Siwi Peni XI Surakarta meningkat secara perlahan dengan menggunakan media pembelajaran audio interaktif menjadi 55,56% (5 anak) dari jumlah keseluruhan anak atau meningkat 11,11% dari kondisi awal dan belum mencapai KKM 75% sehingga perlu melanjutkan siklus selanjutnya.

Dari hasil tindakan kecerdasan linguistik anak meningkat dari siklus I yaitu 55,56% (5 anak) menjadi 77,78% (7 anak) atau meningkat 22,22%. Dari data dapat diketahui dari 9 anak 7 anak sudah mendapat nilai diatas KKM.

Sementara 1 anak belum mencapai KKM. Hasil observasi ada 2 anak yang belum tuntas tersebut karena ia tidak mengikuti kegiatan dari awal dikarenakan terlambat masuk sekolah serta anak sakit saat pelaksanaan tindakan dilakukan. Peneliti berupaya mendekati si anak. Saat ditanya mengapa terlamabat, si anak menjawab karena ibu harus mengantar kakak ke sekolah yang lain dulu. Hasil wawancara tidak terstruktur kepada guru dan kepala sekolah diketehui orang tua sudah diberi arahan agar mengantarkan anaknya bisa lebih pagi lagi.

Pada siklus II, semua aspek sudah mencapai nilai tuntas, sehingga siklus dihentikan. Peneliti melakukan pendekatan terhadap 2 anak yang belum tuntas karena belum mengikuti pelaksaan tindakan secara utuh. Setelah itu bimbingan diserahkan kepada guru kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta.

(18)

commit to user

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikaji dari kondisi akhir kecerdasan linguistik tema air, udara dan api menggunakan media pembelajaran audio interaktif telah berhasil meningkat dari kondisi awal sebelum tindakan hanya 4 anak tuntas (44,44%) menjadi 7 anak (77,78%) anak tuntas setelah diberi tindakan dengan menggunakan media pembelajaran audio interaktif. Kecerdasan linguistik anak meningkat dengan menggunakan media pembelajaran audio interaktif ini berkaitan dengan penjelasan Kustandi dan Sutjipto (2011: 65) bahwa media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verval. Sehingga dalam hal ini untuk dapat berbicara anak harus dapat mendengarkan dan menyimak dengan baik. Sehingga media audio interaktif ini adalah media pembelajaran yang tepat untuk merangsang kecerdasan linguistik tersebut.

Sejalan dengan ini peneliti membandingkan dengan hasil penelitian

Menyimak melalui Penggunaan Media Audio Interaktif Penelitian Tindakan Kelas pada anak Kelompok B TK Negeri Pembina Kecamatan Purwakarta Tahun

mulai berkembang. Pada hasil akhir dari penelitian ini menunjukan 45,72% anak berkembang sesuai harapan dan 54,28% anak berkembang sangat baik, artinya anak sudah berkembang mencapai 100%. Berbeda dengan penelitian ini keberhasilan baru mencapai 77,78%, penelitian ini juga hanya dilakukan 2 siklus.

Dari siklus yang lebih sedikit menyebabkan keberhasilan belum mencapai 100%, namun penelitian ini sudah mencapai KKM yang ditentukan oleh peneliti.

Penelitian ini juga relevan dengan penelitian Rahayuningtyas (2013) Upaya Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Metode Bercerita pada Kelompok B TK Al-Uswah Kecamatam Sulang Kabupaten Rembang Tahun Ajaran 2013/2014 Dilihat dari prasiklus hanya mencapai 33,3% lalu dilakukan tindakan dan hasil akhir dari tindakan tersebut mencapai 85,71%. Seperti yang telah dijelaskan di atas penelitian ini hanya mencapai 77,78% ketuntasan karena pada setiap siklus masih ada anak yang tidak mengikuti pembelajaran secara utuh karena terlambat dan ada pula anak yang sedang sakit pada saat itu.

(19)

commit to user

Penggunaan media pembelajaran audio interaktif untuk meningkatkan kecerdasan linguistik dilakukan selama dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setelah dilakukan tindakan selama dua siklus maka diperoleh nilai kecerdasan linguistik yaitu 77,78% atau sebanyak 7 anak telah tuntas. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran audio interaktif dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak kelompok B TK Siwi Peni XI Surakarta.

Gambar

Tabel 4.1. Nilai Prasiklus Kecerdasan Linguistik Anak
Tabel  4.3.  Persentase  Penilaian  Kecerdasan  Linguistik  Siklus  I  Pertemuan 2.
Tabel 4.4. Nilai Kecerdasan Linguistik Siklus I
Tabel  4.5.Persentase  Penilaian  Kecerdasan  Linguistik  Siklus  II  Pertemuan 1.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Disamping itu pada kondisi pemeliharaan ayam buras saat ini dimana peternak sudah melaksanakan pemeliharaan di kandang batere untuk tujuan memproduksi telur konsumsi, maka dengan

Perhitungan emisi bahan bakar dilakukan dengan pendekatan melalui faktor emisi dan NCV seperti pada persamaan (1) untuk bahan bakar LPG dan persamaan (2) untuk bahan bakar

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun pelawan dengan dosis 100 mg/ kg BB pada tikus betina setelah melahirkan

Aplikasi e-label batik mampu memberikan dukungan penerapan Peraturan Daerah Kota PekalonganNomor 6 Tahun 2014 di lapangan, dan label “Batik Pekalongan” yang

Dokter sebagai Pegawai Tidak Tetap yang telah menyelesaikan masa bakti yang ingin menjadi dokter pada instansi Swasta pengangkatannya dilakukan sesuai dengan

"dagangan subjek" ertinya kelas atau jenis dagangan yang diimport atau dijual untuk pengimportan ke dalam Malaysia yang menjadi subjek bagi apa-apa tindakan duti timbal

Berdasarkan data di atas, pertambahan penduduk Kota Yogyakarta yang disebabkan oleh mobilitas permanen relatif sedikit (+1.947 jiwa), sehingga dapat dipastikan bahwa

permukiman. b) Pusat ini ditandai dengan adanya pampatan agung/persimpangan jalan (catus patha) sebagai simbol kultural secara spasial. c) Pola ruang desa adat yang berorientasi