• Tidak ada hasil yang ditemukan

POKOK BAHASAN : ANGIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "POKOK BAHASAN : ANGIN"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

POKOK BAHASAN :

ANGIN

(2)

ANGIN

(3)

ANGIN

Angin adalah udara yang bergerak

dari daerah bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan udara rendah.

Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang angin, yaitu meliputi

*Kecepatan Angin

*Kekuatan Angin dan

*Arah Angin

(4)

Kecepatan Angin

Kecepatan angin dapat diukur

dengan suatu alat yang

disebut

Anemometer.

(5)

Kecepatan angin dapat ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:

a. Besar kecilnya gradien barometrik.

Menurut hukum Stevenson bahwa kecepatan angin bertiup berbanding lurus dengan

gradien barometriknya. Semakin besar

gradien barometriknya, semakin besar pula kecepatannya.

(6)

Gradien barometrik (GB) adalah suatu angka yang menunjukkan

perbandingan 2 isobar dengan jaraknya di lapangan.

Kata kunci :

1 derajad di peta = 111 km di lapangan (dari 1/360 x 40.000 km = 111 km).

Rumus : GB = jarak di lapangan : 111

= selisih Isobar

(7)

Contoh soal :

Diketahui : isobar A = 810 mb isobar B = 800 mb jarak A – B = 300 km

Jawab :

300 km/111km = 810 mb – 800 mb 300/111 = 10

= 111/300 x 10

= 1110/300

= 3,7 mb

jadi gradien barometrik A-B = 3,7 mb

(8)

b.Relief Permukaan Bumi

Angin bertiup kencang pada daerah yang reliefnya rata dan tidak ada rintangan.

Sebaliknya bila bertiup pada daerah yang reliefnya besar dan rintangannya banyak, maka angin akan berkurang

kecepatannya.

(9)

c. Ada Tidaknya Tumbuh-tumbuhan Banyaknya pohon-pohonan akan menghambat kecepatan angin dan sebaliknya, bila pohon-pohonannya jarang maka sedikit sekali memberi hambatan pada kecepatan angin.

(10)

d.Tinggi dari Permukaan Tanah

Angin yang bertiup dekat dengan

permukaan bumi akan mendapatkan hambatan karena bergesekan dengan muka bumi, sedangkan angin yang

bertiup jauh di atas permukaan bumi bebas dari hambatan-hambatan.

(11)

Kekuatan Angin

 Kekuatan angin ditentukan oleh

kecepatannya, makin cepat angin bertiup maka makin tinggi/besar kekuatannya.

 Pada tahun 1804 Beaufort seorang

Laksamana Inggris telah membuat daftar kekuatan dan kecepatan angin yang

digunakannya untuk pelayaran. Daftar

tersebut kini masih tetap digunakan secara internasional.

(12)

Skala Beaufort

(13)

Arah Angin

 Menurut seorang ahli meteorologi

bangsa Belanda yang bernama Buys Ballot mengemukakan hukumnya yang berbunyi:

 Udara mengalir dari daerah maksimum ke daerah minimum. Pada belahan utara bumi, udara/angin berkelok ke kanan dan di belahan selatan berkelok ke kiri.

(14)

 Pembelokan arah angin terjadi karena adanya rotasi bumi dari barat ke timur dan karena bumi bulat.

 Dalam mempelajari cuaca, diantaranya perlu mengetahui arah angin.

 Arah angin dapat diketahui melalui arah baling-baling angin.

(15)

Alat Penunjuk Arah Angin

(16)
(17)

Macam-macam Angin

 Angin dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu:

 1. Angin Tetap

 2. Angin Periodik

 3. Angin Lokal

(18)

1.Angin Tetap

 1. Yaitu angin yang arah tiupnya tetap sepanjang tahun, seperti:

Angin passat, yaitu angin yang bertiup terus menerus dari daerah maksimum subtropis utara dan selatan (30° - 40°) menuju ke minimum khatulistiwa.

(19)

Angin Passat

(20)

Angin Pasat

Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena

temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal

(konveksi). Daerah

pertemuan kedua angin passat tersebut

dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT).

a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara.

b) b) Angin Passat Tenggara

bertiup di belahan bumi Selatan.

(21)

Sirkulasi Angin

(22)

Angin barat, yaitu angin antipassat (angin yang berhembus di atas angin passat pada ketinggian 30 km dan arahnya berlawanan dengan angin passat) / Udara di atas

daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum

subtropik

 Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut.

(23)

 Pada daerah sekitar lintang 20o - 30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun

secara vertikal sebagai angin yang kering.

Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan.

 Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun

Sahara (Afrika), dan gurun di Australia.

(24)

 Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena

hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang

sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties

(25)

Angin timur, yaitu angin yang bertiup dari kedua daerah maksimum kutub menuju daerah minimum subpolar (lintang 66 1/2°C LU dan LS°.

 Di daerah Kutub Utara dan Kutub

Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah

ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60o LU/LS).

Angin ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.

(26)

 Di daerah Subtropik (30o – 40o LU/LS) terdapat daerah “teduh subtropik”yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara 10o LU - 10o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah

“teduh ekuator” atau “daerah doldrum”

(27)

2. Angin periodik

Angin ini dibagi menjadi:

Angin periodik harian meliputi angin darat dan angin laut;

angin gunung dan angin

lembah.

(28)

Angin Darat & Angin Laut

 Angin ini terjadi di daerah pantai. Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas dibandingkan dengan lautan.

Angin bertiup dari laut ke darat, disebut angin laut .Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan maksimum dan lautan

bertekanan minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat.

(29)

Angin Darat & Angin Laut

(30)

Angin Darat & Laut

(31)

Angin lembah dan angin gunung

 Angin lembah dan angin gunung

Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih cepat panas dibandingkan dengan udara di

puncak gunung yang lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir dari

lembah ke puncak gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari

udara mengalir dari gunung ke lembah menjadi angin gunung.

(32)

Angin Gunung dan Lembah

(33)

 Angin periodik setengah tahunan, disebut juga dengan angin muson (musim).

 Yaitu yang berganti arah secara

berlawanan setiap setengah tahun.

 Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan

setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.

(34)

Angin Musim

(35)

 Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan,

sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia.

 Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi)

sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi).

 Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia.

(36)

 Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air,

sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi Musim Penghujan.

(37)

 Pada bulan April – Oktober, matahari

berada di belahan langit Utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di Asia terdapat

pusat-pusat tekanan udara rendah,

sedangkan di Australia terdapat pusat- pusat tekanan udara tinggi yang

menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia. Di Indonesia, terjadi angin musim timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi Utara

(38)

 Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak

mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya.

(39)

 Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut Musim Pancaroba

(Peralihan), yaitu:

Musim pancaroba yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke

musim kemarau, dan Musim Labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan

(40)

3. Angin Lokal

Angin lokal, yaitu angin yang bertiup pada daerah tertentu dan waktu tertentu :

Angin Jatuh yang sifatnya kering dan

panas, ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok

(Deli), angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin Brubu di Sulawesi Selatan).

(41)

Angin Jatuh yang sifatnya

kering dan panas

(42)

selesai

Referensi

Dokumen terkait

Angin bertiup dari selatan menuju utara, karena belahan bumi utara lebih dingin dibanding selatan, sehingga tekanan udara di belahan bumi selatan lebih tinggi dibanding

Angin yang bergerak dalam arah Utara-Selatan oleh gaya Coriolis akan dibelokkan kekanan di Belahan Bumi Utara (BBU) dan kekiri di Belahan Bumi Selatan (BBS) akibat rotasi Bumi

Menurut Wyrtki (1961) Pergerakan arus permukaan laut pada musim barat bergerak dari Selat Makassar melewati Laut Jawa dan Selat Bali menuju Samudra Pasifik dan

Ada delapan arah mata angin, yaitu: utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut.. Besar sudut antara dua arah mata angin yang berdekatan

maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa

Angin yang bergerak dalam arah Utara-Selatan oleh gaya Coriolis akan dibelokkan kekanan di Belahan Bumi Utara (BBU) dan kekiri di Belahan Bumi Selatan (BBS) akibat rotasi Bumi

Angin yang bergerak dalam arah Utara-Selatan oleh gaya Coriolis akan dibelokkan kekanan di Belahan Bumi Utara (BBU) dan kekiri di Belahan Bumi Selatan (BBS)

Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia Sebelah Timur berbatasan dengan Samudra Pasifik Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Timor dan Laut Arafuru Sebelah Selatan berbatasan