1/5
POI(O](-n~OI<OI' PHHRAN
MENGENAI
KETE.
RBVKAAl\
MELAI,UI
PENDAPAT
HUI(UM
Olch :
A.
Z
en
Villar
I'urk
!,
SH, LLM
L('~d OIJiniull :ulalah duhUIlH'rI .\ all~~ dillcl's iap-tan oil-II ~('tH':.u'g bHhull,m huLlit!1 !lBtHh
Idkll-n~:~. yan~ \I(.'rbi 1't:I11:dlamaHI1~:\ dad :".udllt 1tl!t-.:.HIil ~allg hnl:d,lJ 1l'l'had~lp :".lIatll falda ~'an~
dismnpail~:m l~l·lladal1~'1 Hllluk ihi. Lq:~jl
Opi-nion ini dikdmu han ~l'IH,gai l'mit kg~}1 audit ~'an~ dilakukall her tI:.t,urkan prim,ip-pl'insiIJ I~l' \\ ajaran dan dallal dilakukan. Dalam knit all
If-gal opinion untuh kcgiatan Ilasar modal, Iu.~
"ajiban konsullan hukum unluk mclaksallltkan tugasnya adalalt knde eliknya yang juga
111l'11-jadi balas tanggung jawabnya.
I.
Dasar pemberian Pendapat Hukum
- Pcndapat hukum ("legal-opinion") dari konsultan hukum mer upa-kan pelaksanaan prinsip kelerbukaan umuk bidang itu.
- Pendapal hukum berkailan dengan Pembuatan Perjanjian Penjamin-an Emisi Efek (Pasal 6.a. KepulusPenjamin-an Ketua Bapepam No. Kep. 02!PM/1988 selanjulnya disebul "KEP-02").
Pasal ini selanjutnya lidak mcnsyaratkan bahwa pendapat hukum (legal opinion) hanl\ ada ~ehingga Pcrjanjian itu menjadi sah. Hanya dikatakan : "Dalam rangka mempcrsiapkun raneangan pcrjanjian pen-jaminan emisi efek dipcrlukan : a. Pernyalaan Pcndapal dari segi Hukum .... ".
- Perjanjian Penjaminan Emi.,i Efek, paling kurang harus memllal, a.1. : "j. Hal-hal lain yang limbul karena lidak dipcnuhinya salah salll alall beherapa persyaralan yang dite!"pkan dalam Pcrjanjian Penja-minan Emi,i Hek". (Lampiran I, Surat Edaran Kelua Bapcpam No. SE-24/1'1\1/ 1987, bUlir "j ") . Memang dalam Perjanjian Emi'i Efek, oleh para pihak adanya pendapat hukum dipersyaratkan sebagai
Disampaikan dalam ')i~kllsi Panel "Apa dan Bagaimana Pasar Modal Kini dan di Masa Depan" Barian NERACA, 30 x(l\'embcr 19S9, HOlel Indonesia di Jakarta.
Jl6 Hukum dan Pembangunan
salU keharusan untuk keberlakuan Perjanjian itu. Jadi sifatnya kon
-traktual.Bagaimana kalau para pihak tidak mencantumkan
keharu-san ini? Dimana keterlibatan Bapepam? Menurut pasal 5 (2) KEP-2,
"Rancangan-rancangan Perjanjian Penjamin Emisi Efek ... , apa-bila dipandang perlu terlebih dahulu disampaikan kepada BAPEPAM,
dalam rangka menjarnin keterbukaan perusahaan secara wajar". (garis
bawah, penulis).
Siapa yang menentukan "apabila dipandang perlu "? Pengaturan yang diwajibkan adanya pendapat hukum harus dipertegas.
II. Format dan Sub
s
tansi Pendapat Hukum
- Pendapat hukum harus dalam bentuk dan isi yang dapat diterima oleh
penjamin ("underwriter") (Lampiran I SE Ketua Bapepam: No. SE-24/PM/I987 butir l.j. (selanjutanya disebut "SE-24") jo.
Perjanjian Penjaminan Emisi).
- Penjamin ("underwriter") memegang peranan penting agar legal opinion ini harus sedemikian rupa, sehingga tidak saja dalam bentuk dan isi yang dapat diterimanya, tetapi juga dalam bentuk dan isi yang dapat diterima oleh pembeli saham publik.
- Apakah kepentingan Penjamin identik dengan kepentingan calon
pem-beli saham publik ? Kalau penjamin telah menyetujui bentuk dan isi legal opinion, perlukah diuji apakah kepentingan publik telah terjamin? Va. Dan Bapepam harus mempertegas (kembali) bunyi pasal 5 (2) KEP-02.
III
.
Kandungan Pendapat Hukum
Tidak ada kewajiban untuk memuat kandungan tertentu dalam pendapat
hukum. Pasal 7 KEP-02 hanya menyebutkan adanya "pedoman" bagi penyusunan pendapat hukum, sebagaimana tercantum dalam Lampiran
IV SE-24. Pedoman minimal adalah dimuatnya hal-hal tentang :
- Anggaran Dasar emiten beserta perubahan-perubahannya;
-- lzin Usaha yang wajib dimiliki oleh emiten;
- Bukti pemilik/penguasaan harta kekayaan emiten;
- Perikatan-perikatan yang dilakukan oleh emiten;
- Gugatan wajib tuntutan dalam perkar perdata atau pidana yang
menyangkut emiten atau pribadi pengurus. (Catatan: pedoman yang
satu ini seyoginya ditambah dengan kwalifikasi yang mempengaruhi
jalannya emiten secara "berarti").
- DIsb
Hal yang wajib dilakukan seperti disebut dalam Lampiran SE 24 adaiah,
Prospek-Pokok-Pokok 117
tus dalam rangka menjamin keterbukaan perusahaan secara wajar". Sedangkan dalam rangka Perjanjian Emisi bunyi Lampiran ini hanya mengulang ketentuan KEP-02: "Dalam rangka mempersiapkan rancang-an perjrancang-anjirancang-an emisi efek diperlukrancang-an Persyaratrancang-an Pendapat dari Segi Hukum (legal opinion) (garis bawah, penulis). Ketentuan yang hanya be-rupa pedoman, dalam rangka deregulasi, cukup baik. Masalahnya bagaimana kalau pendapat hukum tidak mengandung muatan yang berdasarkan butir-butir pedoman minimal itu.
IV. Legal Opinion atau Legal Audit?
- Legal opinion adalah dokumen yang dipersiapkan oleh seorang konsultan hukum untuk kliennya, yang berisi pemahamannya dari hukum yang berlaku terhadap sesuatu fakta yang disampaikan kepadanya untuk itu.
(cf : Black's Law Dictionary).
Unsur-unsur yang termuat dalam definisi di atas adalah :
* dokumen;
*
dipersiapkan oleh konsultan hukum ("attorney");• untuk klien;
• pemahaman hukum
• atas suatu keadaan fakta ("a state of facts") • disampaikan kepada konsultan hukum.
- Bagaimana dengan legal audit? Audit sendiri berarti pemeriksaan, atau lebih tepat "examination" atau investigasi dengan penekanan pada bukti analog dengan financial audit). Jadi legal audit adalah peme-riksaan atau eksaminasi atau investigasi secara yuridis.
- Tampak jelas, pendapat hukum atau legal opinion tidak tepat untuk disejajarkan dengan legal audit, sebagaimana banyak kit a dengar akhir-akhir ini.
- Pendapat hukum adalah hasil, sementara legal audit ialah proses. - Masalahnya adalah bukan mempersoalkan legal opinion at au legal
audit, tetapi sampai tingkat apa proses (pemerik-saan! eksaminasilinvestigasi) harus dilakukan agar legal opinion yang dihasilkan menampilkan keterbukaan Cdisclosure") yang "sejati". - Apa keterbukaan "sejati" itu? Keterbukaan, yang sampai batas-batas
yang wajar, mengenai dari emit en terungkap sehingga informasi tersebut men bantu calon pemodal untuk memutuskan apakah mere-ka amere-kan membeli saham atau tidak.
Jadi apakah untuk legal opinion itu telah dilakukan legal audit, dan sejauh mana tingkat audit tersebut.
lI8 Hukum dan Pembangunan
Dari unsur-unsur di atas yang perlu dibahas adalah mengenai :
(1)- Dokumen
(2). Konsultan hukum dalam hubungan dengan klien. (3). Pemahaman hukum atas suatu keadaan fakta. (4). Yang disampaikan kepada konsultan hukum. Ad (I). Ookumen
Legal opinion berwujud dalam bentuk satu dokumen, yang dalam hal ini oleh konsultan hukum kepada penjamin. Ad (2). Konsultan hukum dan klien :
• Konsultan hukum ditunjuk oleh emiten (pasal 6 KEP-02)
• Apakah prinsip hubungan pengacara/konsultan hukum dan klien yang dikenal selama ini berlaku secara mutlak yaitu : bahwa ke-pentingan klien adalah yang paling utama?
Haruskah kepentingan penjamin diperhitungkan mengingat pen-dapat hukum harus disetujui oleh penjamin?
Kepentingan klien harus diutamakan, namun didasarkan pada standar obyektif dan bersalah atas fakta yang tidak disembunyi-kan. Konsultan hukum harus mengungkapkan semua fakta tenrang emiten yang diketahuinya, walaupun pengungkapan fakta demikian, apabila diukur dari hubungan pengacara klien yang baku, mungkin akan merugikan emiten. Terhadap fakta itulah, seorang konsultan hukum memberikan penilaiannya, sejauh ia merasa berkompeten untuk memberikan penilaian. • Dalam rangka pasar modal pihak yang berkepenringan am at
luas, sebab selain emiten, dan penjamin, yang penting adalah pembeli saham publik. Skema ini tentu berbeda dengan hubun-gan konsultan hukum/pengacara denhubun-gan klien dalam konteks biasa.
Tetapi bagaimana dengan ketentuan bahwa konsultan hukum dibayar oleh emiten. Adakah pengaruhnya terhadap emiten? Jelas tidak, namun hubungan antara konsultan hukum dan emi-ten perlu ditata dalam satu kode etik yang khusus.
Konsultan hukum di pihak penjaminpun, jadi yang dengan sendirinya ditunjuk oleh penjamin, juga dibayar oleh emiten. Ad (3). Pemahanan hukum alas keadaan fakla
• Bagaimana melaksanakan pemahaman hukum atas keadaan fak-la? Apa yang harus dilakukan oleh konsultan hukum? Apakah suatu fakta diverifikasi secara formal atau juga material? Tentu secara malerial karena kita akan melaksanakan audil .
Namun dengan catatan bahwa pemeriksaan materialtersebut ma-sih dalam tahap kewajaran ("reasonable") dan dapat dilakukan ("practicable"). Ukuran kewajaran dan dapat dilakukan perlu dipegang. Sebab dikailkan dengan misalnya salah satu pedoman
Pokok·Pokok 119
minimal Bapepam di atas, bagaimana bisa mengetahui persis bahwa emit en at au pribadi pengurus tidak terlihat dalam satu tindak pidana atau perdata yang dapat menunggu jalannya perusahaan?
sis bahwa emiten atau pribadi pengurus tidak terlihat dalam suatu tindak pidana at au perdata yang dapat menunggu jalannya perusahaan?
Mula-mula biasanya emiten dan pengurusnya memberikan
pernyataan. Apakah konsultan hukum kemudian harus meme
-riksa berkas-berkas di pengadilan? Atau mint a statemen dari ha
-kim di seluruh Indonesia? Atau mengumumkan di masyarakat?
Berdasarkan asas kewajaran dan dapat dilakukan, hal-hal di atas
tidak semestinya dilakukan. Dan dalam kenyataan, maksud pedoman yang satu ini adalah "perkara pidana atau perdata yang dapat mempengaruhi kegiatan atas usaha emiten secara berarti".
Di sini yang diperlukan adalah penilaian konsultan hukum.
• Berkenaan dengan dokumen !lset seperti sertifikat tanah, juga demikian : Apakah sertifikat tanah emiten asli atau aspal? Di
kantor agraria hal itu bisa dicek, waJaupun IIkemajuan" sekarang
masih memungkinkan timbulnya sertifikat-sertifikat lain.
• Sampai dimana pertanggungan jawab konsultan hukum atas opi-nion -nya?
Apakah tidak perlu diatur mengenai pembatasan tanggung jawab ("limitation of liability"), sejauh seorang konsultan hukum te
-lah melaksanakan segenap upaya maksimal yang wajar
("reasonable") dan dapat dilakukan ("practicable") dalam investigasinya?
Dalam hal-hal tertentu konsultan hukum mempergunakan
•
ungkapan "sepanjang pengetahuan kami yang terbaik" ("to our
best knowledge") atau ungkapan yang sarna dengan berbagai
va-riasi. Ungkapan ini dapat dibenarkan, dan sarna sekali bukan
ungkapan yang tidak berani bertanggung jawab, bukan pula
ungkapan kira-kira. Ungkapan ini natural atau alamiah. Ad (4). Yang disampaikan kepada konsultan hukum
• Apakah konsultan hukum hanya memeriksa bahan-bahan yang
diketauinya berdasarkan bahan-bahan yang disampaikan
kepa-danya saja? Apakah dia tidak harus berinisiatif untuk meminta .
bahan-bahan atau informasi mengenai sesuatu keadaan fakta lain yang dinilainya berkaitan dengan keperluan pendapat hukum yang akan dikeluarkannya?
Di sini ukuran kewajaran dan dapat dilakukan perlu dipegang.
V.
Kesimpulan
- Legal opinion dikeluarkan sebagai emit legal audit yang dilakukan
berdasarkan prinsip-prinsip kewajaran dan dapat dilakukan.
- Kewajiban konsultan hukum untuk melaksanakan tugasnya adalah
kode etiknya sekaligus yang menjadi tolak ukur batas
120 Hukum dan Pembangunan
jawabnya (dalam kaitan legal opinionnya untuk kegiatan pasar modal).
- Hubungan konsultan hukum dengan emiten tidak sarna dengan hubungan antara konsultan hukum/pengacara dengan klien biasa. da-lam kegiatan pasar modal ada unsur kepentingan publik langsung .
• • •
.,;Ji,lf:l
i
Dunia Pasar Modal semakin semarak
(A.M. Asrun/Hukum dan Pembangunan)
Di balVah pemerinlahan orang-orang besar. pena lebih berkuasa daripada pedang.