• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR

COMPETENCE AND TEACHER PROFESSIONALISM IN LEARNING AT A BASIC SCHOOL LEVEL

Septiana Hananti Putri Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Email : [email protected]

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kompetensi dan profesionalisme guru dalam pembelajaran pada tingkat Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, diharapkan kemampuan seorang guru selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pembelajaran pada tingkat Sekolah Dasar di Indonesia dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi.

Kata kunci: kompetensi guru, profesionalisme guru.

Abstract

This study was conducted with the aim of knowing the competence and professionalism of teachers in learning at the elementary school level. The research method used is descriptive qualitative method. Subjects in this study were elementary school teachers. The results show that in the development of science and technology today, it is expected that the ability of a teacher always follow the development of science and technology, so that learning at the elementary school level in Indonesia can achieve the established goals and education in Indonesia can be even better.

Keywords: teacher competence, teacher professionalism.

PENDAHULUAN

Kompetensi adalah seperangkat tindakan inteligen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu

melaksanakan tugas-tugas dalam bidang

pekerjaan tertentu. Jadi kompetensi guru

ialah seperangkat tindakan inteligen penuh

tanggung jawab yang dimiliki seorang

(2)

guru sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas dalam mengajar Kompetensi guru merupakan kemampuan yang dimiliki oleh guru meliputi kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan pribadi guru yang baik, yang diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi yang dimiliki guru akan mencerminkan kualitas seorang guru.

Kemampuan pengetahuan guru sangat penting karena guru berbagi ilmu dengan peserta didik. Selain itu guru juga harus memiliki keterampilan mengajar, guru harus memiliki kreativitas yang tinggi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Dalam kehidupan sosialnya, guru sebagai pribadi yang baik memiliki hubungan baik antara guru dengan guru, guru dengan siswa, maupun guru dengan wali murid.

Kepribadian guru yang baik akan menjadi contoh yang baik pula untuk siswa. Karena pada hakikatnya, guru merupakan panutan. Dalam Bahasa Jawa, Guru berarti “digugu” dan “ditiru”.

Artinya guru merupakan seseorang yang menjadi panutan. Guru merupakan orang yang memiliki kharisma atau wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani.

Laurence D. Hazkew dan Jonathan C. Mc Lendon dalam bukunya This is Teaching (hlm. 10): “Teacher is professional person who conducts classes.” (Guru adalah

seseorang yang mempunyai kemampuan dalam menata dan mengelola kelas).

Sedangkan menurut Jean D. Grambs dan C. Morris Mc Clare dalam Foundation of Teaching, An Introduction to Modern Education, hlm 141: “teacher are those persons who consciously direct the experiences and behavior of an individual so that education takes places.” Artinya guru adalah mereka yang secara sadar mengarahkan pengalaman dan tingkah laku dari seorang individu hingga dapat terjadi pendidikan (

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, diharapkan kemampuan seorang guru selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan empat kompetensi guru. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional ( UU no. 14 tahun 2005)

METODE

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan pada suatu sekolah dasar.

Sumber juga mengacu pada dokumentasi

berupa jurnal ilmiah dan buku. Kajian

(3)

artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalisme guru sehingga pembelajaran pada tingkat Sekolah Dasar di Indonesia dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Seorang guru dituntut untuk mampu meberikan pelayanan yang bebaik-baiknya (to serve the common good) disertai dengan dedikasi yang tinggi untuk mencapai kesejahteraan insani (human welfare) yang berarti mengutamakan nilai kemanusiaan daripada nilai material (Dwi Siswoyo, 2013).

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, Pada pasal 10 disebutkan bahwa kompetesi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi soisal, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan dihampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain manfaat bagi kehidupan manusia disatu sisi perubahan tersebut juga telah membawa

manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut.

(Wangid, Mustadi, Erviana, & Arifin, 2014, 176)

1. Kompetensi pedagogik

Kompetensi pedagogik menurut Dwi Siswoyo, bukan kompetensi yang hanya bersifat teknis belaka, yaitu

“kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik” (yang dirumuskan dalam PP RI No. 19 Tahun 2005) karena

“pedagogy” or paedagogy adalah “the art and science of teaching and educating” (Dwi Siswoyo, 2006)

Selain mencakup pemahaman dan pengembangan potensi peserta didik, kompetensi pedagogik juga mencakup perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta sistem pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

Menurut Suparno (2005:52)

kemampuan pedagodik disebut juga

(4)

kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siswa, serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa.

Dari pernyataan diatas, berarti guru seharusnya dapat memahami ciri dan sifat anak didiknya. Setiap anak memiliki ciri dan sifat yang berbeda- beda. Hal tersebut akan berpengaruh juga terhadap gaya belajar anak.

Sehingga guru harus menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siswa. Setelah itu guru harus dapat menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik bagi siswa.

Saat calon guru sekolah dasar masih menempuh pendidikan di universitas, tentunya calon guru dibekali dengan mata kuliah yang berhubungan dengan kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru.

Maka jika seorang calon guru telah menjadi guru, seharusnya guru telah

memiliki kompetensi pedagogik tersebut.

2. Kompetensi Kepribadian

Berdasarkan kodrat manusia sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk Tuhan. Seorang guru wajib menguasai pengetahuan yang akan diajarkannya kepada peserta didik secara benar dan bertanggung jawab.

Seorang guru harus memiliki pengetahuan penunjang tentang kondisi fisiologis, psikologis, dan pedagogis dari para peserta didik yang dihadapinya. (Hamzah B. Uno, 2007:18)

Seorang guru menjadi panutan bagi peserta didik. Maka dari itu seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik seperti berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berwibawa sehingga dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, mewajibkan seorang guru untuk memiliki kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantab dan stabil, arif dan bijaksana, berwibawa, dewasa, berakhlak mulia, dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Kemampuan yang terpancar lewat

perilaku dan tindakan sehari-hari serta

memberikan gambaran tentang diri

(5)

sendiri atau profesi yang diperankan.

Dalam hal ini, guru harus memiliki kepribadian yang mantap sehingga mampu mengendalikan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik serta menjadi sumber inspirasi (N, Damayanti.

2017:539)

3. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial sosial diharapkan dapat mempertahankan hubungan posistif antara kedua belah pihak. Suatu kemampuan individu dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan dan memberi pengaruh kepada orang lain demi mencapai tujuan dalam konteks sosial tertentu yang disesuaikan dengan budaya, lingkungan dan situasi yang dihadapi serta nilai yang dianut oleh individu disebut sebagai kompetensi sosial (Hughes dalam Chasbiansari, 2007)

Menurut Prof. Dr. Hamzah B. Uno, M.Pd., berdasarkan kodrat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk etis, seorang guru harus dapat memperlakukan peserta didiknya secara wajar dan bertujuan agar tercapai optimalisasi potensi pada diri masing-masing peserta didik. Ia harus memahami

dan menerapkan prinsip belajar humanistik yang beranggapan bahwa keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan yang ada pada diri peserta didik tersebut.

Instruktur hanya bertugas melayani mereka sesuai kebutuhan mereka masing-masing. Kompetensi sosial yang dimiliki seorang guru adalah

menyangkut kemampuan

berkomunikasi dengan peserta didik dan lingkungan mereka (seperti orang tua, tetangga, dan sesama teman)

Menurut pernyataan di atas,

seorang guru harus mempunyai

kompetensi sosial yaitu

kemampuan dalam berkomunikasi

dengan peserta didiknya di dalam

maupun di luar kelas. Seorang guru

yang baik harus mempunyai

hubungan yang baik dengan anak

didiknya, sehingga dalam kegiatan

belajar mengajar siswa dapat

menghargai dan menghormati

gurunya. Selain itu dalam kegiatan

belajar mengajar, guru harus

memiliki kemampuan berbicara

yang baik, karena hal tersebut

berpengaruh kepada penemrimaan

materi oleh siswa. Guru juga harus

mempunyai hubungan baik dengan

sesama guru, misalnya memiliki

rasa simpati dan empati sesama

(6)

guru. Selain dengan siswa dan sesama guru, guru harus dapat membangun hubungan baik dengan masyarakat luas.

4. Kompetensi Profesional

Guru yang baik adalah guru yang profesional, Rice dan Bishorprick dalam Ibrahim Bafadal (2009:5) guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya sendiri dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehari-hari. Guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan mengorganisasikan lingkungan belajar yang produktif.

Profesionalisasi merupakan proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu profesi untuk mencapai kriteria standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang diinginkan oleh profesinya. (Desy Sigit R, 2013:2)

Pasal 7 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut.

a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.

b. Memiliki komitmen untuk

meningkatkan mutu

pendidikan, keimaan, ketakwaan, dan akhlak mulia.

c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.

d. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.

e. Memiliki tanggung jawab atas

pelaksanaan tugas

keprofesionalan.

f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.

g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan

keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.

h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan dan memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

Seorang guru yang profesional

tidak hanya dituntut untuk

(7)

menguasai pembelajaran tetapi juga harus menguasai seluruh aspek yang ada dalam pembelajaran, karena pembelajaran yang bermakna itu adalah pembelajaran yang melibatkan peserta didik dan

mencakup semua ranah

pembelajaran seperti aspek kognitif (berpikir), aspek afektif (perilaku),

dan aspek psikomotor

(keterampilan). (Asmarani, N.

2014)

Kompetensi guru tentunya harus selalu dikembangan seiring berkembangnya zaman.

Kompetensi dan

profesionalisme guru dapat dikembangkan melalui:

1. Penelitian

Upaya penelitian dapat

dilakukan dengan

mengidentifikasi masalah pendidikan yang dihadapi, terutama tentang mutu kinerja guru. Mengkaji prakondisi yang perlu dipenuhi untuk dapat menerapkan suatu standar kompetensi guru dalam sistem yang ada. Selain itu dengan mengetahui efektifitas atau kelaikan dari standar yang sedang dikembangkan.

2. Pengembangan

Upaya pengembangan dalam rangka menghasilkan inovasi yang tepat untuk diterapkan dalam sistem yang ada, merupakan tahapan yang sangat penting dan kritikal. Hal yang harus diperhatikan dalam upaya pengembangan yaitu kejelasan permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai.

3. Manajemen Mutu Guru

Terdapat dua hal penting yang perlu diperhatikan berkenaan dengan manajemen mutu guru dengan standar kompetensinya;

pertama, adalah upaya melibatkan berbagai pihak terkait sedini mungkin, dan kedua adalah penerapan proses diseminasi secara bertahap.

(Majid, A. 2010:9-10)

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Pada perkembangan teknologi dan

informasi saat ini, seorang guru dituntut

untuk mengembangkan kompetensi dan

profesionalismenya. Kompetensi

tersebut meliputi 1) kompetensi

pedagogik, yaitu pemahaman dan

pengembangan peserta didik,

perencanaan dan pelaksanaan

pembelajaran, serta serta sistem

evaluasi pembelajaran; 2) kompetensi

(8)

kepribadian, berupa kepribadian yang baik seperti berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berwibawa sehingga dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik; 3) kompetensi sosial, yaitu kemampuan dalam berkomunikasi dengan peserta didik, guru, maupun masyarakat luas; 4) kompetensi profesional, berupa penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

Kompetensi dan profesionalisme guru dapat ditingkatkan melalui penelitian, pengembangan dan manajemen mutu guru.

Saran

Seiring berkembangnya zama, kompetensi dan profesionalisme guru juga harus selalu ditingkatkan. Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisem guru diperlukan kerjasama dalam penelitian, pengembangan dan manajemen mutu guru.

DAFTAR PUSTAKA

Asmarani, N. (2014). PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SEKOLAH DASAR.

Jurnal Administrasi Pendidikan, 2 (1), 503-831.

Damayanti, N. (2017). KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM PELAKSANAAN

PEMBELAJARAN ANAK AUTIS DI SLB C KARYA BHAKTI PURWOREJO. Jurnal Widia Ortodikdatika.538-546.

Desy Sigit R. (2013). Implementasi Kompetensi Profesional Guru Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Turi.

Jurnal Pendidikan. 1-10.

Dr. E. Mulyasa, M.Pd. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Drs. Moh. Uzer Usman. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2006

Dwi Siswoyo, dkk. 2013. Ilmu Pendidikan.

Yogyakarta: UNY Press Maulana, R. (2014). HUBUNGAN

KOMPETENSI SOSIAL

DENGAN KINERJA GURU SD ISLAM BUNGA BANGSA SAMARINDA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN. E-journal Psikologi, 2 (2), 137-149.

Naim, N. 2009. Menjadi Guru Inspiratif.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

(9)

Prof. Dr. Hamzah B. Uno, M.Pd. 2010.

Profesi Kependidikan. Jakarta:

Bumi Aksara

Prof. Dr. Made Pidarta. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Wangid, M., Mustadi, A., Erviana, V., &

Arifin, S. (2014). KESIAPAN GURU SD DALAM

PELAKSANAAN

PEMBELAJARAN TEMATIK- INTEGRATIF PADA

KURIKULUM 2013 DI DIY.

Jurnal Prima Edukasia, 2(2), 175- 182.

doi:http://dx.doi.org/10.21831/jpe.v

2i2.2717

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari penelitian ini senagai berikut. 1) Mata kuliah pendidikan matematika dirancang untuk mengembangkan kompetensi dasar mahasiswa sebagai calon guru. Kompetensi dasar

Untuk menghasilkan pembelajaran inovatif, semua komponen pembelajaran yang meliputi guru, siswa, bahan ajar, capaian kompetensi, dan evaluasi pembelajaran perlu

Kompetensi sosial merupakan salah satu kompetensi yang memiliki harapan bahwa seorang guru yang profesional dan berkompeten meskipun dituntut untuk selalu mengembangkan

Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra pengabdian yaitu: (1) kurangnya kompetensi mitra dalam mengembangkan bahan ajar digital yang kekinian sesuai

Suryadi menyatakan bahwa untuk menjadi professional seorang guru dituntut memiliki lima hal: (1) guru mempunyai komitmen pada siswa dan PBM, (2) guru menguasai

Peningkatan kualitas guru yang dimaksud- kan dalam TEQIP ini adalah meningkatkan profesionalisme guru yang meliputi: (1) kompetensi akademik, yang tercermin dalam

Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kota Makassar Dalam Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Platform Digital Haerana Haerana, Burhanuddin Burhanuddin, Abdi Abdi, Rosmiati

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 kompetensi pedagogik guru kelas V dengan strategi pembelajaran kreatif pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDI Al-Muslimun Bunut Baok, meliputi: