• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

PESERTA PELATIHAN DASAR

CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN IV

KABUPATEN PATI

INOVASI PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PERMAINAN KAPTEN SEHARI DAN APLIKASI QUIZIZZ UNTUK

MENINGKATKAN MOTIVASI SERTA HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN NGAGEL 02 KECAMATAN DUKUHSETI

KABUPATEN PATI

Disusun oleh:

Nama : Lily Ignasianingrum, S.Pd

NIP : 19930411 202012 2 023

Jabatan : Ahli Pertama – Guru Kelas Instansi : UPTD SD Negeri Ngagel 02

PEMERINTAH KABUPATEN PATI BEKERJASAMA DENGAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ESDM PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR

2021

(2)

ii

(3)

iii KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan rancangan aktualisasi yang berjudul “Inovasi Pembelajaran

Tematik Melalui Permainan Kapten Sehari dan Aplikasi Quizizz Untuk Meningkatkan Motivasi Serta Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Ngagel

02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati” dalam keadaan sehat wal’afiat.

Tujuan dibuatnya laporan ini adalah sebagai syarat memenuhi tugas aktualisasi atau habituasi Pelatihan Latihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan IV Tahun 2021. Rancangan aktualisasi ini menjadi bentuk implementasi penulis akan nilai-nilai dasar pegawai negeri sipil agar dapat menjadi seorang ASN yang profesional dalam melayani masyarakat serta sadar akan kedudukan, tugas dan fungsinya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selama penyusunan laporan ini, tidak terlepas dari dukungan dan motivasi. Maka dari itu, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Drs. Jumani, M.Si. selaku Plt. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Pati yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.

2. Bapak Ir. Albertus Susetyo Edi Prabowo, M.Si. selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur yang telah menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.

3. Bapak Bambang Utoro, S.H., M.M., M.Env.Stud. selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara yang telah menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.

4. Bapak Roni Rahmat Nugraha, S.T., M.T. selaku coach yang telah membimbing dan memberikan arahan kepada saya dalam penyusunan

(4)

iv Rancangan Aktualisasi.

5. Bapak Puryana, S.Pd., selaku mentor dan juga kepala sekolah di SD Negeri Ngagel 02 yang telah bersedia memberi arahan dan bimbingan selama penyusunan laporan aktualisasi ini.

6. Para Widyaiswara yang telah membimbing dalam pembelajaran daring dan memberikan pengarahan terkait materi Nilai-Nilai Dasar, Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI untuk dapat diaktualisasikan di Instansi.

7. Seluruh keluarga yang senantiasa memberikan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan laporan ini.

8. Keluarga besar SD Negeri Ngagel 02 atas dukungan selama penyusunan laporan aktualisasi ini.

9. Peserta diklat Pelatihan Dasar Golongan III Angkatan IV Tahun 2021.

10. Semua pihak yang telah membantu penyusunan Rancangan Aktualisasi ini.

Penulis sadar bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan yang membangun dari berbagai pihak demi sempurnanya penulisan selanjutnya.Demikian Rancangan Aktualisasi saya, semoga dapat memberikan manfaat dan memberikan kontribusi pada para pembaca.

Pati, 16 Agustus 2021

Penulis

(5)

v

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I PENDAHULUAN. ... A. Latar Belakang ... 1

B. Deskripsi Organisasi ... 3

C. Identifikasi Isu (masalah) ... 12

D. Perumusan dan Penetapan Isu (masalah) ... 16

BAB II RENCANA PEMECAHAN MASALAH (AKTUALISASI) ... A. Gagasan (Inisiatif) Pemecahan Isu ... 27

B. Rencana, Tahapan, dan Output Kegiatan ... 27

C. Keterkaitan Kegiatan dengan Substansi Mata Pelatihan (Nilai-nilai Dasar PNS dan Kedudukan serta Peran PNS dalam NKRI) ... 32

D. Konstribusi terhadap Visi, Misi serta Tujuan Organisasi ... 40

E. Konstribusi tehadap Penguatan Nilai-nilai Organisasi ... 45

F. Identifikasi Dampak Pemecahan Isu ... 49

BAB III RENCANA PELAKSANAAN AKTUALISASI ... A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi ... 50

B. Pemetaan Stakeholder Terkait Aktualisasi ... 51

C. Identifikasi Kendala dan Rencana Antisipasinya ... 52

BAB IV PENUTUP ... 55

DAFTAR PUSTAKA ... 56

LAMPIRAN ... 54

A. Formulir Rancangan Aktualisasi ... 58

B. Timeline Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ... 68

C. Bukti Konsultasi dan Bimbingan Mentor dan Rekan Guru . 74 D. Daftar Hadir Konsultasi dan Bimbingan Mentor dan Rekan Guru ... 76

E. Bukti Konsultasi dan Bimbingan dengan Coaching ... 77

F. Bukti Identifikasi Isu ... 79

G. Formulir Catatan Revisi Hasil Seminar Rancangan Aktualisasi ... 81

(6)

vi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Keadaan Tenaga Pendidik ... 5

Table 1.2. Jumlah Peserta Didik Perombel ... 6

Tabel 1.3. Sarana dan Prasarana ... 7

Tabel 1.4. Identifikasi Isu Dikaitkan dengan Peran dan Kedudukan PNS Dalam NKRI ... 14

Tabel 1.5. Analisis Isu dengan Metode APKL ... 17

Tabel 1.6. Hasil Analisis USG ... 18

Tabel 1.7. Hasil Analisis SMART ... 24

Tabel 2.1 Kontribusi terhadap visi misi ... 40

Tabel 2.2. Konstribusi terhadap nilai-nilai organisasi ... 45

Tabel 3.1. Rencana Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ... 50

Tabel 3.3. Kendala dan Antisipasi ... 52

(7)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Struktur Organisasi ... 5

Gambar 1.2. Fishbone Diagram ... 20

Gambar 1.3. Gap Analisis ... 23

Gambar 1.4. Milestone ... 26

(8)

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Formulir Rancangan Aktualisasi ... 58 Lampiran 2 Timeline Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ... 68 Lampiran 3 Bukti konsultasi dan bimbingan dengan mentor

dan rekan guru ... 74 Lampiran 4 Daftar Hadir konsultasi dan bimbingan dengan

mentor dan rekan guru ... 76 Lampiran 5 Bukti konsultasi dan bimbingan dengan coach . 77 Lampiran 6 Bukti Identifikasi Isu ... 79 Lampiran 7 Formulir Catatan Revisi Hasil Seminar ...

Rancangan Aktualisasi ... 81

(9)

1 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian dan diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. ASN sebagai Profesi berlandaskan pada prinsip, yaitu nilai dasar; kode etik dan kode perilaku; komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik; kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; kualifikasi akademik; jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas; dan profesionalitas jabatan (Presiden RI, 2014).

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pasal 10 menyebutkan bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Kemudian, dijabarkan pula tugas ASN yaitu (1) sebagai pelaksana kebijakan publik yang harus memiliki nilai-nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya; (2) sebagai pelayan publik, setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat; dan (3) sebagai perekat dan pemersatu bangsa dan negara, setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.

Seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib mengikuti Pelatihan Dasar dalam masa percobaannya. Pelatihan Dasar CPNS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi. Kompetensi tersebut diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara;

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas

(10)

2 jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas. Pelatihan Dasar CPNS terdiri dari empat kegiatan inti, yaitu dimulai dari sikap dan perilaku negara, nilai dasar CPNS, kedudukan dan peran PNS dalam NKRI dan berakhir pada agenda habituasi atau aktualisasi (LAN RI, No 1 2021).

Melalui pelatihan dasar CPNS diharapkan akan menciptakan ASN yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang pemerintah serta dibekali wawasan kebangsaan dengan materi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi (ANEKA), Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole Of Government sebagai dasar mengutamakan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional).

Fungsi pendidikan yaitu untuk mempersiapkan dan membentuk peserta didik yaitu generasi-generasi penerus bangsa agar menjadi manusia yang dapat mengembangkan potensi dirinya sebelum peserta didik terjun dalam kehidupan yang sebenarnya yaitu masyarakat. Pada dasarnya pendidikan bertujuan untuk mengantarkan peserta didik dalam perubahan tingkah laku baik secara moral maupun intelektual.

Guru merupakan salah satu ASN yang menempati jabatan fungsional. Menurut Permenpan RB No. 16 tahun 2009, jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah

(11)

3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

Penulis yang berprofesi sebagai guru tentunya ingin menjadi PNS yang mampu melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab.

Dalam melaksanakan tugasnya, guru harus menguasai keterampilan dasar mengajar. Keterampilan dasar mengajar guru dalam mengelola kelas akan berpengaruh pada hasil belajar peserta didik.

Pada masa pandemi covid-19 yang semakin meluas di Indonesia mengakibatkan proses belajar mengajar dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tak terkecuali di Kabupaten Pati.

Berdasarkan pengamatan di SD Negeri Ngagel 02, pelaksanaan belajar mengajar kurang optimal dikarenakan kurangnnya inovasi guru dalam merancang media dan bahan ajar pembelajaran daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi kendala pelaksanaan pembelajaran. Guru hanya menggunakan media whatsapp grub dengan cara pemberian tugas yang monoton sehingga membuat motivasi belajar siswa menurun.

Permasalahan yang terjadi pada SD Negeri Ngagel 02 memerlukan solusi pemecahan masalah, agar sekolah dapat berperan maksimal dalam memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan akan pendidikan peserta didik, maka penulis membuat rancangan aktualisasi nilai dasar profesi ASN dengan judul “Inovasi Pembelajaran Tematik Melalui Permainan Kapten Sehari dan Aplikasi Quizizz Untuk

Meningkatkan Motivasi Serta Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Ngagel 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati”. Dengan rancangan

aktualisasi ini diharapkan ASN dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah dasar serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

B. Deskripsi Organisasi 1. Identitas Sekolah

Nama sekolah : SD Negeri Ngagel 02

NSS/NPSN : 101031820032/20316137

(12)

4

Status : Negeri

Jenjang Pendidikan : SD

Alamat Sekolah : Jl. Mardi Santosa Km. 3

Desa : Ngagel

Kecamatan : Dukuhseti

Kabupaten : Pati

Provinsi : Jawa Tengah

Kode Pos : 5915

E-mail : [email protected]

Nomor telepon : 081225054097

SDN Ngagel 02 secara geografis terletak di pinggir jalan desa letaknya yang berada tepat di tengah pemukiman warga membuat lokasi SD sangat strategis. Dengan bangunan yang cukup memadai ini mudah terlihat oleh masyarakat, sehingga membuat SD Negeri Ngagel 02 ini menjadi SD favorit di desa Ngagel. SD Negeri Ngagel 02 Dukuhseti Pati saat ini dipimpin oleh bapak Puryana, S.Pd.SD yang berstatus sebagai kepala

sekolah. SD Negeri Ngagel 02 juga memiliki Akreditasi saat ini “A”.

2. Struktur Organisasi dan Sumber Daya Manusia a. Struktur organisasi

Struktur organisasi merupakan prasyarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan. Struktur organisasi pendidikan SD Negeri Ngagel 02 mencerminkan adanya sesuatu bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Adapun struktur organisasi SD Negeri Ngagel 02 disajikan dalam gambar berikut:

(13)

5 Gambar 1. 1 Struktur Organisasi SD Negeri Ngagel 02

---

b. Deskripsi SDM, Sarpras dan Sumber Daya Lain

SDN Ngagel 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati memiliki 1 kepala sekolah, 11 guru, 1 petugas perpus dan 1 penjaga sekolah. Berikut ini adalah nama dan daftar karyawan di SDN Ngagel 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati beserta jabatannya:

Tabel 1.1 Keadaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan

N o

Nama/NIP Gol

Ruang

Jabatan Guru

Jenis guru

Mengajar Kelas

Jml Jam

Status Pega wai

1 Puryana, S.Pd.SD NIP.

196508271993011002

IV/B Pembina Tk. I Kepala Sekolah

- - PNS

2 Haritsah Isfiati, S.Pd NIP.

196312271982012001

IV/B Pembina Tk. I Guru Kelas

II 24 PNS

3 Muanissah, S.Pd IV/A Pembina Guru I-VI 24 PNS

Puryana, S.Pd.SD NIP. 196508271993011002

Kepala Sekolah

H. Mustaqhfirin

Rika S, S.Pd.I,S.I Pust NIP. - Guru Kelas I

Komite Sekolah

Haritsah Isfiati, S.Pd NIP. 196312271982012001

Yekti Handayani, S.Pd NIP. 199204282020122014

Guru Kelas II Guru Kelas III

Siti Hajaroh, S.Pd NIP. 198101052014062009 Eka Widyasari, S.Pd

NIP. -

Muttamimah, S.Pd.I NIP. -

Muanissah, S.Pd NIP. 196312271982012001

Dwi Erfanto, S.Pd NIP. - Lily Ignasianingrum, S.Pd

NIP. 199304112020122023

Sunarman NIP. - PJOK

Guru Kelas V

Guru Bahasa Jawa Guru Kelas VI

Guru PAI Guru Kelas IV

Penjaga Sekolah

Rika S, S.Pd.I,S.I Pust NIP. - Pustakawan Yuni Savela A, S.Pd

NIP. - Operator Sekolah

Yuni Savela A, S.Pd NIP. - Guru Bahasa Inggris

(14)

6

NIP.

196312271982012001

PJOK

4 Yekti Handayani, S.Pd NIP.

199204282020122014

III/A Penata Muda Guru Kelas

III 24 CPNS

5 Lily Ignasianingrum, S.Pd

NIP.

199304112020122023

III/A Penata Muda Guru Kelas

V 24 CPNS

6 Siti Hajaroh, S.Pd NIP.

198101052014062009

II/C Pengatur Guru Kelas

VI 24 PNS

7 Rika S, S.Pd.I,S.I Pust NIP. -

- - Guru

Kelas

I 24 GWB

8 Eka Widyasari , S.Pd NIP. -

- - Guru

Kelas

II 24 GWB

9 Muttamimah, S.Pd.I NIP. -

- - Guru

PAI

I-VI 24 GWB

10 Yuni Savela A, S.Pd NIP. -

- - Guru B.

Inggris

IV-VI 16 GWB

11 Dwi Erfanto, S.Pd NIP. -

- - Guru

Bahasa Jawa

IV-VI 16 GWB

12 Rika S, S.Pd.I,S.I Pust NIP. -

- - Pustaka

wan

- GTT GTT

13 Sunarman NIP. -

- - Penjaga - GTT GTT

Adapun jumlah siswa di SD Negeri Ngagel 02 Dukuhseti Pati adalah 170 siswa yang terbagi menjadi 6 rombongan kelas. Berikut tabel siswa SD Negeri Ngagel 02 dan rombongan belajarnya.

Tabel 1.2 Jumlah Peserta Didik per Rombel

No Nama

Rombel

Tingkat Kelas

Jumlah Siswa

L P Total

1 Kelas 1 1 14 15 29

2 Kelas 2 2 21 13 34

3 Kelas 3 3 16 6 22

4 Kelas 4 4 18 18 36

5 Kelas 5 5 10 18 28

6 Kelas 6 6 11 10 21

Total 90 75 170

*) Sumber data dapodikdas tahun 2021

(15)

7 Sarana prasarana atau fasilitas yang terdapat di SD Negeri Ngagel 02 Dukuhseti Pati meliputi ruang kelas, ruang guru, kamar mandi atau WC, gudang, UKS, perpustakaan dan lapangan upacara.

Tabel 1.3 Sarana dan Prasarana

No Nama Prasarana Jumlah Keterangan

1 Ruang Kantor 1 Baik

2 Ruang Kelas 6 Baik

3 Ruang Perpustakaan 1 Baik

4 Gudang 1 Baik

5 UKS 1 Baik

6 Dapur 1 Baik

7 Kamar Mandi/WC Guru 2 Baik

8 Kamar Mandi/WC Siswa

2 Baik

*) Sumber data dapodikdas tahun 2021

3. Visi, Misi, Tujuan, dan Nilai Sekolah a. Visi SD Negeri Ngagel 02

“Berwawasan global, unggul berprestasi, beriman, dan berbudi pekerti luhur“

Indikator Visi :

1) Mampu bersaing secara nasional maupun internasional.

2) Unggul dalam prestasi akademik maupun non akademik.

3) Berperilaku teladan dan tekun beribadah.

4) Santun dalam bertutur dan berlaku terhadap sesama berdasarkan iman dan taqwa.

b. Misi SD Negeri Ngagel 02

Untuk mencapai visi sekolah secara ideal maka SD Negeri Ngagel 02 melaksanakan misi (tugas) sekolah sebagai berikut : 1) Meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan

agar mampu menghadapi persaingan global.

(16)

8 2) Melaksanakan proses pembelajaran secara efektif sehingga siswa berkembang secara optimal untuk meraih prestasi terbaik.

3) Mengembangkan potensi siswa sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki siswa.

4) Menanamkan sikap jujur pada setiap individu dan tekun melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya.

5) Menumbuhkan rasa etika, estetika, dan berbudi pekerti luhur.

c. Tujuan SD Negeri Ngagel 02

1) Menumbuhkan budaya suka membaca.

2) Meningkatkan mutu pendidikan.

3) Meningkatkan nilai rata-rata setiap semester setiap kelas.

4) Meningkatkan perolehan nilai rata- rata Ujian Sekolah.

5) Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat kecamatan.

6) Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.

7) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia.

8) Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan

9) Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, TPQ, dan seni budaya.

10) Menjadi sekolah pelopor dan penggerak di lingkungan masyarakat sekitar.

d. Nilai-nilai SD Negeri Ngagel 02

Nilai-nilai yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas di SDN Ngagel 02 adalah berasal dari nilai-nilai Tata Nilai Budaya Kerja Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun nilai- nilainya adalah sebagai berikut:

(17)

9 1) Integritas

Yang dimaksud dengan integritas adalah keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Indikator dari integritas adalah konsisten, jujur, menghindari benturan keinginan, berpikiran positif, arif, bijaksana, dan mematuhi peraturan perundang-undangan.

2) Kreatif dan Inovatif

Kreatif dan inovatif adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.

Indikator dari kreatif dan inovatif adalah memiliki pola piker, cara pandang yang variatif terhadap setiap permasalahan, bersikap terbuka, berani mengambil terobosan, dan memanfaatkan teknologi secara efektif dan efisien.

3) Inisiatif

Inisiatif adalah kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan.

Indikator dari inisiatif adalah responsive, bersikap proaktif, dan memiliki dorongan untuk menyelesaikan masalah.

4) Pembelajar

Pembelajar adalah selalu berusaha untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalisme.

Indikator dari pembelajar adalah berkeinginan untuk selalu menambah wawasan, mengambil hikmah atas segala kesalahan, dan berbagi pengetahuan dengan rekan kerja.

5) Menjunjung Meritokrasi

Menjunjung meritokrasi adalah menjunjung tinggi keadilan dalam pemberian penghargaan bagi karyawan yang kompeten. Indikatornya adalah berkompetisi secara maksimal, memberikan kesempatan yang sama dalam mengembangkan kompetensi pegawai, memberikan penghargaan dan hukuman secara secara proporsional,

(18)

10 tidak sewenang-wenang, dan tidak mementingkan diri sendiri.

6) Aktif

Aktif adalah senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Inidkator dari aktif adalah terlibat langsung dalam setiap kegiatan dan memberi dukungan kepada rekan kerja.

7) Tanpa Pamrih

Tanpa pamrih adalah bekerja dengan tulus ikhlas dan penuh dedikasi. Indikator yang termasuk dalam tanpa pamrih adalah penuh komitmen dalam melaksanakan pekerjaan, rela membantu rekan kerja, dan menunjukkan sikap 4S (senyum, sapa, sopan, dan santun).

4. Tugas dan Fungsi Individu a. Tugas Aparatur Sipil Negara

Tugas Aparatur Sipil Negara tercantum dalam Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 yaitu sebagai berikut:

1) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

2) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan

3) Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

b. Jabatan Fungsional Guru

Tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya :

1) Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan.

2) Menyusun silabus pembelajaran.

(19)

11 3) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

4) Melaksanakan kegiatan pembelajaran.

5) Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran.

6) Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya.

7) Menganalisis hasil penilaian pembelajaran.

8) Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.

9) Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya (khusus guru kelas).

10) Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/madrasah dan nasional.

11) Membimbing guru pemula dalam program induksi.

12) Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran.

13) Melaksanakan pengembangan diri.

14) Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.

15) Melakukan presentasi ilmiah.

c. Tugas Pokok dan Fungsi Guru

Guru adalah salah satu unsur penting dalam menunjang pendidikan. Guru harus memenuhi standar kualifikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta menguasai kompetensi pedagogik, profesionalisme, kepribadian, dan sosial seperti yang diatur dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2017 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

Guru berkewajiban untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelaksana pendidikan. Tugas dan fungsi guru dijelaskan dalam BAB XI Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yaitu:

(20)

12 1) Merencanakan pembelajaran.

2) Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu.

3) Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

4) Membimbing dan melatih peserta didik.

5) Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

6) Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai.

7) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan.

C. Identifikasi Isu (Masalah)

Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi isu atau masalah yang ditemukan di tempat kerja penulis yaitu SDN Ngagel 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Beberapa identifikasi isu yang ditemukan penulis dikarenakan adanya ketidaksesuaian antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Rencana kegiatan aktualisasi ini sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Beberapa isu yang muncul dan menjadi laporan aktualisasi penulis bersumber dari aspek Manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik yaitu:

1. Belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran daring serta kurangnya motivasi belajar peserta didik di SDN Ngagel 02

Penentuan isu ini bersumber dari aspek Whole of Government dan Pelayanan Publik.

Pada masa pandemi ini, guru dituntut untuk dapat memilih dan menggunakan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif agar pembelajaran bisa diterima oleh peserta didik dengan baik. Namun kenyataan yang terjadi di SDN Ngagel 02 dari total 11 guru hanya 2 guru selama pembelajaran jarak jauh yang menerapkan strategi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,

(21)

13 efektif dan menyenangkan sementara 9 atau sebanyak 81% guru hanya menggunakan media WA grub untuk pembelajaran dan pengiriman tugas. Hal ini yang menyebabkan semangat dan motivasi belajar peserta didik menurun serta berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik bisa terlihat pada daftar nilai peserta didik.

2. Menurunnya sikap disiplin yang dimiliki oleh siswa dalam pengumpulan tugas

Penentuan isu ini bersumber dari Manajemen ASN dan Pelayanan Publik.

Selama Pandemi Covid-19 pelaksanaan proses pembelajaran dan pengumpulan-pengumpulan tugas selama hampir 2 tahun dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) hal ini berimbas pada menurunnya sikap disiplin siswa khususnya dalam pengumpulan tugas. Siswa tidak tepat waktu saat mengumpulkan tugas, hal ini terlihat dari cek list pengumpulan tugas khususnya siswa kelas V, dari 28 siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu hanya sekitar 50% siswa atau sekitar 14 siswa, sementara 14 siswa lainnya mengumpulkan tugas melebihi batas waktu yang telah ditetapkan bahkan ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas.

3. Kurang optimalnya pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran di SDN Ngagel 02

Penentuan isu ini bersumber dari aspek Whole of Government dan Pelayanan Publik.

Kurang lengkapnya sarana prasarana penunjang seperti kurang lengkapnya koleksi buku, kurangnya penataan ruang baca pada perpustakaan bahkan terdapat tumpukan kardus dibeberapa sudut yang menggantikan fungsi gudang sekolah. Hal tersebut berdampak pada menurunya minat baca siswa dan meminjam

(22)

14 buku pada perpustakaan SD Negeri Ngagel 02. Hal tersebut dapat terlihat dari buku kunjungan perpustakaan yang disediakan.

4. Rendahnya minat guru mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran

Penentuan isu ini bersumber dari aspek Manajemen ASN dan Pelayanan Publik.

Di era pandemi covid 19 ini terkadang guru tenggelam dalam rutinitas. Berputar pada siklus kerja dan hidup yang sama. Hal tersebut berdampak pada kurang minatnya guru SDN Ngagel 02 dalam mengikuti kegiatan-kegiatan dalam rangka pengembangan karir baik yang dilaksanakan secara online ataupun offline. Hal tersebut terlihat pada WAG saat ada yang membagikan tentang pelatihan-pelatihan pembelajaran atau bimtek hanya sekitar 2 guru yang memberikan respon, sementara sisanya atau sekitar 9 guru tidak menanggapi.

5. Kurangnya kesadaran peserta didik dalam perilaku hidup bersih

Penentuan isu ini bersumber dari Pelayanan Publik.

Kurangnya kesadaran peserta didik dalam perilaku hidup bersih ini terlihat dari minimnya kesadaran siswa membuang sampah pada tempatnya serta mencuci tangan setelah beraktifitas. Hal ini dapat terlihat pada saat pengumpulan tugas di sekolah peserta didik membuang sampah tidak pada tempatnya.

.

Tabel 1.4 Identifikasi Isu Dikaitkan dengan Peran dan Kedudukan PNS dalam NKRI

No Isu Sumber

Isu

Kondisi saat ini

Kondisi yang diharapkan 1 Belum

optimalnya pelaksanaan pembelajaran daring serta kurangnya motivasi

WoG dan Pelayanan

Publik

1. Motivasi, semangat serta hasil belajar siswa menurun 2. Minimnya

penggunaan

1. Motivasi,

semangat serta hasil belajar siswa meningkat 2. Meningkatnya

hasil belajar

(23)

15 belajar

peserta didik di SDN Ngagel 02

media

pembelajaran.

siswa.

1. Penggunaan media

pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

2 Menurunnya sikap disiplin yang dimiliki oleh siswa dalam

pengumpulan tugas

Manajemen ASN dan pelayanan

publik

Siswa tidak tepat waktu/

melebihi batas waktu yang ditetapkan dalam

pengumpulan tugas

Tertanamnya sikap disiplin pada seluruh siswa.

3 Kurang optimalnya pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran di SDN

Ngagel 02

Whole of Government

(WoG) dan Pelayanan

Publik

Perpustakaan belum tertata dengan baik, berdampak pada

menurunnya minat baca peserta didik.

Perpustakaan tertata dengan baik, sehingga meningkatkan minat baca peserta didik.

4 Rendahnya minat guru mengikuti pelatihan- pelatihan pembelajaran

Manajemen ASN dan pelayanan

publik

Guru kurang aktif mengikuti pelatihan- pelatihan untuk

pembelajaran

Guru aktif aktif mengikuti pelatihan- pelatihan untuk meningkatkan kualitas

pembelajaran 5 Kurangnya

kesadaran peserta didik dalam

perilaku hidup bersih

Pelayanan Publik

Siswa terbiasa membuang sampah sembarangan dan tidak mencuci tangannya setelah melakukan kegiatan

Perilaku hidup bersih

Berdasarkan isu/masalah di atas, berikut kemungkinan dampak negatif yang muncul apabila masalah tersebut tidak diselesaikan:

(24)

16 Dampak :

a. Tidak tercapainya visi dan misi sekolah.

b. Menurunnya motivasi dan semangat belajar siswa.

c. Menurunnya hasil belajar peserta didik.

d. Kurang terjalin koordinasi dengan wali siswa.

e. Menurunnya kepercayaan masyarakat.

f. Tidak diterapkannya perilaku hidup bersih

Pihak terdampak : a. Siswa

b. Wali siswa c. Guru

d. Satuan Pendidikan

D. Perumusan dan Penentapan Isu (Masalah)

Berdasarkan beberapa isu tersebut, maka dilakukanlah analisis isu untuk menentukan isu mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses tersebut menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu, yakni:

a. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)

1) Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat.

2) Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya.

3) Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sedangkan

4) Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

(25)

17 Tabel 1.5 Analisis Isu dengan Metode APKL

No Identifikasi Isu Kriteria

Keterangan A P K L

1 Belum optimalnya

pelaksanaan pembelajaran daring serta kurangnya motivasi belajar peserta didik di SDN Ngagel 02.

+ + + + Memenuhi Syarat

2 Menurunnya sikap disiplin yang dimiliki oleh siswa dalam pengumpulan tugas

+ + + + Memenuhi Syarat

3 Kurang optimalnya

pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran di SDN Ngagel 02

+ + + + Memenuhi Syarat

4 Rendahnya minat guru

mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran

- + - + Tidak Memenuhi Syarat 5 Kurangnya kesadaran

peserta didik dalam perilaku hidup bersih

+ - + + Tidak Memenuhi Syarat

b. USG (Urgency, Seriousness, and Growth)

Setelah dilakukan analisis dengan APKL, penulis menentukan prioritas isu yang akan diselesaikan menggunakan metode analisis USG (Urgency, Seriousness, and Growth). USG dilakukan dengan memberikan penilaian priroritas terhadap tiga parameter yang dianalisis.

a. Urgency

Parameter ini menunjukkan seberapa mendesak isu yang diangkat harus diselesaikan. Masalah yang sangat mendesak

(26)

18 untuk diselesaikan diberikan nilai paling tinggi.

b. Seriousness

Parameter ini menunjukkan tingkat keseriusan dampak yang ditimbulkan jika isu yang diangkat tidak terselesaikan. Semakin besar dampak yang ditimbulkan diberikan nilai yang paling tinggi.

c. Growth

Parameter ini menujukkan tingkat pertumbuhan isu yang diangkat. Sekain cepat pertumbuhan isu maka nilai prioritas yang diberikan juga semakin besar.

Kemudian dilakukan perhitungan skor skala likert untuk mengambil isu dengan skor tertinggi sebagai isu utama dalam rancangan aktualisasi. Melalui kegiatan brainstoring dengan mentor, diperoleh prioritas penilaian USG terhadap isu yang diangkat adalah sebagai berikut :

Tabel 1.6 hasil analisis USG terkait isu-isu di SDN Ngagel 02

No Isu U S G Jumlah Peringkat

1 Belum optimalnya pelaksanaan

pembelajaran daring serta kurangnya

motivasi belajar peserta didik di SDN Ngagel 02.

5 5 5 15 I

2 Menurunnya sikap disiplin yang dimiliki oleh siswa dalam pengumpulan tugas

5 4 4 13 II

3 Kurang optimalnya pemanfaatan

perpustakaan sebagai

4 4 3 11 III

(27)

19 sarana pendukung

kegiatan pembelajaran di SDN Ngagel 02.

Keterangan :

Skor : 5 = Sangat Besar, 4 = Besar, 3 = Sedang, 2 = Kecil, 1 = Sangat Kecil.

Berdasarkan hasil analisis matriks USG, masalah dengan prioritas tertinggi adalah “Belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran daring serta kurangnya motivasi belajar peserta didik di SDN Ngagel 02”.

c. Akar penyebab masalah selanjutnya diagnosa menggunakan fish Bone diagram. Diagram ini merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi, Man Power (sumber daya manusia), Material (bahan baku), method (metode), dan milieu (lingkungan), sehingga hasilnya dirumuskan sebagai berikut:

(28)

20 Gambar 1.2 Analisis Penyebab Masalah dengan Diagram Fishbone

Milieu Man Power

Material Kurang inovasi dari guru dalam

pembelajaran

Menurunnya motivasi dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran

daring

Method Kurangnya peran serta pengawasan

dari orang tua saat pembelajaran daring

Kurang pelatihan pembelajaran daring yang diikuti guru Kurang lengkapnya sarana dan prasarana

Belum diterapkannya strategi pembelajaran PAIKEM (pembelajaran, aktif, Inovatif, kreatif,

efektif dan menyenangkan)

Kurang koordinasi antara wali siswa, guru dan KS

Kurangnya pemberian umpan balik terhadap hasil belajar siswa

P R O B L E M

(29)

21 d. Analisis GAP masalah

Setelah didapatkan akar masalah seperti tercantum pada diagram di atas, dilanjutkan dengan Gap Analysis terhadap isu tersebut untuk menentukan gap kondisi atau ketimpangan keadaan dan solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kondisi saat ini:

1) Kurang inovasi dari guru dalam pembelajaran.

2) Menurunnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring.

3) Kurangnya peran serta pengawasan dari orang tua saat pembelajaran daring

4) Belum diterapkannya strategi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan)

5) Kurangnya pemberian umpan balik terhadap hasil belajar siswa 6) Kurang koordinasi antara wali siswa, guru dan KS

7) Kurang lengkapnya sarana dan prasarana

8) Kurang pelatihan pembelajaran daring yang diikuti guru

Akibat jika kondisi dibiarkan:

1) Tidak tercapainya visi dan misi sekolah.

2) Menurunnya hasil dan motivasi belajar siswa.

3) Tidak terjalin koordinasi dengan wali siswa.

4) Menurunya kepercayaan masyarakat.

Kondisi ideal:

1) Guru berinovasi dalam pembelajaran.

2) Meningkatnya motivasi belajar siswa SDN Ngagel 02.

3) Aktifnya peran serta pengawasan dari orang tua saat pembelajaran daring.

4) Penggunaan strategi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan)

(30)

22 5) Pemberian umpan balik terhadap hasil belajar siswa

6) Kurang koordinasi antara wali siswa, guru dan KS 7) Lengkapnya sarana dan prasarana.

8) Guru aktif mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran daring.

Gap kondisi:

1) Inovasi strategi pembelajaran 2) Motivasi belajar siswa

3) Pengawasan dan koordinasi wali siswa, guru dan KS 4) Sarana prasarana

5) Pelatihan untuk guru 6) Umpan balik

Solusi yang diusulkan:

1) Inovasi Pembelajaran Tematik Melalui Permainan Kapten Sehari dan Aplikasi Quizizz

2) Peningkatkan koordinasi antara wali siswa, guru dan KS

3) Meningkatkan keaktifan guru mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran daring.

4) Meningkatkan peran, pengawasan dan dukungan dari orang tua saat pembelajaran daring.

5) Pemenuhan sarana prasarana

Berdasarkan gap di atas dibuat tabel untuk mempermudah pembaca dalam memahami analisis masalah dan solusi yang diusulkan seperti berikut:

(31)

23 Gambar 1.3 GAP Analisis

GAP Kondisi 1. Inovasi strategi

pembelajaran 2. Motivasi belajar

siswa

3. Pengawasan dan koordinasi wali siswa, guru dan KS

4. Sarana prasarana 5. Pelatihan untuk

guru 6. Umpan balik

Dampak jika tidak diselesaikan:

Tidak tercapainya visi dan misi sekolah, menurunnya hasil dan motivasi belajar siswa, tidak terjalin

koordinasi dengan wali siswa, menurunya

kepercayaan masyarakat.

Usulan Solusi:

1. Inovasi Pembelajaran Tematik Melalui Permainan Kapten Sehari dan Aplikasi Quizizz

2. Peningkatkan koordinasi antara wali siswa, guru dan KS

3. Meningkatkan keaktifan guru mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran daring.

4. Meningkatkan peran, pengawasan dan dukungan dari orang tua saat

pembelajaran daring.

5. Pemenuhan sarana prasarana

Kurang inovasi dari guru dalam pembelajaran

Menurunnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran

daring

Kurangnya peran serta pengawasan dari orang tua

saat pembelajaran daring

Kurang koordinasi antara wali siswa, guru dan KS

Kurang pelatihan pembelajaran daring yang

diikuti guru

1) Kurang lengkapnya sarana dan prasarana

Kurangnya pemberian umpan balik terhadap hasil belajar

siswa

Belum diterapkannya strategi pembelajaran PAIKEM

Kondisi Saat Ini Kondisi Ideal

Guru berinovasi dalam pembelajaran

Meningkatnya motivasi belajar siswa

Aktifnya peran serta pengawasan dari orang tua

saat pembelajaran daring Diterapkannya strategi pembelajaran PAIKEM

Pemberian umpan balik terhadap hasil belajar siswa

Pemberian umpan balik terhadap hasil belajar siswa Koordinasi antara wali siswa,

guru dan KS

Guru aktif mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran daring.

(32)

24 e. Analisis Gagasan Solusi dengan Metode SMART

Berdasarkan Gap Analysis, terdapat beberapa gagasan solusi yang akan dianalisis lagi untuk menemukan solusi prioritas yang dapat dilakukan pada pelaksanaan aktualisasi ini. Analisis yang dilakukan adalah SMART (Specific, Measureable, Achievable, Realistic, Time-based). Berikut adalah penjelasannya masing-masing:

a. Specific (memiliki tujuan yang spesifik) berkaitan dengan detail apa saja yang harus diselesaikan, harus mampu diterangkan secara eksplisit dan mudah dipahami.

b. Measurable (memiliki tujuan yang terukur) berarti apa yang dikerjakan harus dapat diukur untuk memudahkan dalam mendefinisikan capaian sukses dari pengerjaannya.

c. Achievable (memiliki tujuan yang mungkin untuk dicapai) berarti pekerjaan harus sesuatu yang dapat diselesaikan dan kita punya kuasa untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

d. Realistic (memiliki tujuan yang realistis) berarti pekerjaan dengan tujuan realistis berkaitan dengan menghubungkan sebuah tugas dengan kapabilitas orang yang mendapatkan tugas tersebut.

e. Time-based (memiliki jangka waktu) berarti perlu diperhatikan estimasi waktu penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan beban pekerjaan tersebut.

Penggunaan analisis SMART memperhatikan jangka waktu pelakasanaan aktualisasi yaitu 30 hari kerja. Analisis SMART yang dilakukan terhadap gagasan solusi di atas dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1.7

No Gagasan Solusi S M A R T Kesimpulan

1 Inovasi Pembelajaran Tematik Melalui Permainan Kapten Sehari dan Aplikasi Quizizz

√ √ √ √ √ Solusi ini dapat dilaksanakan pada saat aktualisasi karena memenuhi seluruh kriteria

(33)

25 SMART dan

terutama dapat dilakukan selama masa aktualisasi (30 hari).

2 Peningkatkan koordinasi antara wali siswa, guru dan KS

√ √ × × × Solusi ini tidak dapat dikerjakan dalam aktualisasi dan habituasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penangannya (lebih dari 30 hari).

3 Meningkatkan keaktifan guru mengikuti

pelatihan-pelatihan pembelajaran daring

√ √ × × × Solusi ini tidak dapat dikerjakan dalam aktualisasi dan habituasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penangannya (lebih dari 30 hari).

4 Meningkatkan peran,

pengawasan dan

dukungan dari orang tua saat pembelajaran daring

× × √ √ √ Solusi ini tidak dapat dikerjakan dalam aktualisasi dan habituasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penangannya (lebih dari 30 hari).

5 Meningkatkan dan melengkapi sarana dan prasarana.

√ √ × × × Solusi ini tidak dapat dikerjakan dalam aktualisasi dan habituasi karena

(34)

26 merupakan

wewenang dari pimpinan dan

membutuhkan waktu yang lama dalam penganggarannya (lebih dari 30 hari).

Gambar 1.4 Milestone/Timeline

Masa Habituasi Jangka Menengah Jangka Panjang

Optimalnya pembelajaran

dan hasil belajar siswa

(35)

27 BAB II

RENCANA PEMECAHAN MASALAH (AKTUALISASI)

A. Gagasan (Inisiatif) Pemecahan Isu

Berdasarkan isu yang dipilih, maka judul gagasan pemecahan isu prioritas adalah “Inovasi Pembelajaran Tematik Melalui Permainan Kapten Sehari dan Aplikasi Quizizz Untuk Meningkatkan Motivasi Serta Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Ngagel 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati”, kegiatan-kegiatan yang menjadi gagasan solusi, sebagai berikut:

1. Koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

2. Menyusun RPP

3. Mengembangkan bahan dan media pembelajaran

4. Melakukan sosialisasi dan uji coba evaluasi pembelajaran melalui permainan “Quizizz”.

5. Pembiasaan Membaca Asmaul Husna dan SAPA

6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan).

7. Melakukan Permainan “Kapten Sehari”.

8. Melakukan evaluasi pembelajaran dengan melakukan permainan

“Quizizz” dan pemberian reward (tempel papan bintang).

B. Rencana Tahapan dan Output Kegiatan

Inovasi Pembelajaran Tematik Melalui Permainan Kapten Sehari dan Aplikasi Quizizz Untuk Meningkatkan Motivasi Serta Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Ngagel 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati dilaksanakan dengan melakukan rancangan kegiatan sebagai berikut:

1. Koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan saran, masukan, dukungan, serta persetujuan kepala sekolah dan rekan guru, kegiatan ini dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung (tatap muka), maupun dengan online (Wa ataupun telepon).

(36)

28 Target dari kegiatan ini adalah tersusunnya jadwal kegiatan aktualisasi atas persetujuan dan masukan dari kepala sekolah.

Tahapan kegiatan ini:

a. Menyiapkan materi yang akan dikoordinasikan.

b. Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

a. Menentukan jadwal pelaksanaan aktualisasi dan pelaksanaanya

Output dari kegiatan ini:

a. Notulen hasil diskusi b. Jadwal aktualisasi c. Serta foto kegiatan.

Setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru diharapkan penulis mendapatkan masukan mengenai pelaksanaan aktualisasi.

2. Menyusun RPP

Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran agar proses pembelajaran berjalan terarah dan sesuai.

Target dari kegiatan ini adalah tersusunnya RPP yang akan digunakan pada saat pelaksanaan pembelajaran.

Tahapan kegiatan ini:

a. Menganalisis KI dan KD serta menyiapkan promes dan silabus pembelajaran.

b. Menentukan metode dan model pembelajaran.

c. Membuat RPP sesuai dengan silabus, metode, dan model pembelajaran yang sudah ditentukan.

d. Konsultasi dengan bapak Kepala Sekolah Output dari kegiatan ini:

a. Notulen hasil diskusi b. Tersusunnya RPP.

c. Foto kegiatan.

(37)

29 3. Mengembangkan bahan dan media pembelajaran

Kegiatan ini dilakukan bertujuan agar terjadi kesesuaian indikator, materi, media pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

Tahapan kegiatan ini:

a. Mengidentifikasi indikator dan materi pokok pembelajaran.

b. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

c. Menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik

d. Konsultasi dengan Kepala Sekolah Output dari kegiatan ini:

a. Notulen hasil diskusi.

b. Foto kegiatan.

4. Melakukan sosialisasi dan uji coba evaluasi pembelajaran melalui permainan “Quizizz”.

Dengan dilakukannya sosialisasi dan uji coba ini bertujuan agar peserta didik tidak kesulitan melakukan evaluasi pembelajaran dengan permainan Quizizz).

Tahapan kegiatan ini:

a. Konsultasi dengan Kepala Sekolah

b. Melakukan sosialisasi program evaluasi pembelajaran dengan menggunakan permainan “Quizizz”

c. Melakukan Uji coba evaluasi permainan “Quizizz”

Output dari kegiatan ini:

a. Notulen hasil diskusi.

b. Foto kegiatan.

5. Pembiasaan Membaca Asmaul Husna dan SAPA

Kegiatan ini dilakukan bertujuan agar pembiasaan membaca Asmaul Husna ini dapat digunakan sebagai media untuk membentuk budi pekerti peserta didik lebih baik, pembiasaan Asmaul Husna ini berpengaruh besar terhadap kehidupan pribadi peserta didik, dilandasi nilai pendidikan akhlak, sedangkan

(38)

30 pembiasaan SAPA (sarapan ilmu) ini bertujuan memfokuskan perhatian peserta didik sebelum pembelajaran dimulai.

Tahapan kegiatan ini:

a. Konsultasi dengan Kepala Sekolah.

b. Menyiapkan lembar Asmaul Husna dan menyiapkan soal SAPA.

c. Membagikan lembar Asmaul Husna dan pemilihan soal SAPA.

d. Membimbing peserta didik membaca Asmaul Husna dan memilih soal SAPA.

Output dari kegiatan ini:

a. Notulen hasil diskusi.

b. Lembar Asmaul Husna.

c. Lembar soal-soal SAPA.

d. Foto kegiatan.

6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan).

(Dengan dilaksanakan pembelajaran dengan model PAIKEM ini bertujuan siswa setidaknya dapat melakukan empat proses penting dalam pembelajaran mulai dari proses berinteraksi dengan guru pembelajaran tidak lagi satu arah. Siswa dapat mengkomunikasikan baik itu dengan bercerita dengan guru ataupun dengan role play atau bermain peran. Setelah itu siswa dapat merefleksikan apa yang dipelajarinya hari itu. Serta mengeksplorasi dimana siswa terlibat langsung seperti melakukan percobaan, pengamatan, maupun wawancara.

Tahapan kegiatan ini:

a. Mencermati silabus dan RPP.

b. Menyiapkan bahan dan media pembelajaran

c. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan strategi PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif, efektif dan

menyenangkan) .

(39)

31 d. Konsultasi dengan Kepala Sekolah.

Output dari kegiatan ini:

a. Notulen hasil diskusi.

b. Foto kegiatan.

7. Melakukan Permainan “Kapten Sehari”.

Dalam permainan kapten sehari ini bertujuan mengajarkan pentingnya sikap aktif dan berdiskusi dalam pelajaran, siswa yang paling aktif akan mendapatkan reward dengan menjadi kapten sehari.

Tahapan kegiatan ini:

a. Konsultasi dengan Kepala Sekolah.

b. Menyampaikan pada siswa pentingnya keaktifan c. Mengajak peserta didik untuk curah pendapat.

d. Membimbing peserta didik berani bertanya dan menjawab tanpa takut salah.

e. Memberikan reward pada peserta didik yang aktif dengan menjadikan kapten sehari.

Output dari kegiatan ini:

a. Notulen hasil diskusi.

b. Foto kegiatan.

9. Melakukan evaluasi pembelajaran dengan melakukan permainan “Quizizz” dan pemberian reward (tempel papan bintang).

(Dengan melaksanakan evaluasi pembelajaran menggunakan permainan Quizizz ini bertujuan guru dapat mengukur pencapaian hasil belajar siswa pada hari itu dan tentunya siswa akan menjadi lebih bersemangat untuk belajar karena dalam permainan Quizizz ini siswa dapat bersaing langsung secara transparan dan dapat langsung mengetahui hasil belajarnya hari itu).

Tahapan kegiatan ini:

a. Menyiapkan kisi-kisi, soal, serta kunci jawabannya.

(40)

32 b. Menyiapkan instrumen penilaian

c. Melakukan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan permainan Quizizz.

d. Menampilkan hasil evaluasi pembelajaran.

e. Memberikan reward pada peserta didik dengan perolehan 5 tertinggi (berupa tempel papan bintang).

Output dari kegiatan ini:

a. Tersusunnya kisi-kisi, soal serta kunci jawaban.

b. Notulen hasil diskusi.

c. Foto kegiatan.

C. Keterkaitan Kegiatan dengan Substansi Mata Pelatihan (Nilai-Nilai Dasar PNS dan Kedudukan serta Peran PNS dalam NKRI)

Kegiatan yang dilakukan dalam rancangan aktualisasi ini bertujuan untuk mempraktekkanan nilai-nilai dasar PNS dan penanaman kesadaran mengenai peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai PNS yang harus terkandung dalam setiap kegiatan yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.

1. Koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas (tanggung jawab) merupakan bentuk tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

b. Nasionalisme (Musyawarah)

Sikap mau melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat, menghargai pendapat mentor dan rekan kerja.

c. Etika Publik (Tulus)

Bersikap tulus dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik untuk perbaikan hasil belajar peserta didik

d. Komitmen Mutu (Efektif)

Ketercapaian target materi yang telah direncanakan

e. Anti korupsi (Kerja keras) Kerja keras dalam menyiapkan materi dan menyiapkan hasil terbaik.

(41)

33 Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya kolaborasi dan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

b. Manajemen ASN : Bertanggung jawab menjalankan tugas dalam mempersiapkan pelaksanaan aktualisasi.

2. Menyusun RPP

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas

(Tanggung jawab, konsistensi)

Menganalisis KI dan KD, merupakan bentuk pertanggung jawaban guru sebelum menyusun RPP dan itu harus dilakukan secara konsisten terus menerus dan berkelanjutan. Serta menyiapkan pula promes dan silabus.

(Kepemimpinan dan keadilan)

Diwujudkan dengan kepemimpinan guru menentukan metode, model dan membuat RPP pembelajaran yang baik dengan memperhatikan karakteristik peserta didik)

b. Nasionalisme

(Musyawarah) Sila ke 4

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan (Sila ke 2)

Metode dan model yang tepat memungkinkan siswa dapat bekerja sama tanpa membedakan satu sama lain.

(Sila ke 3)

Membuat RPP sesuai EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang benar.

c. Etika Publik (Keluwesan)

Diwujudkan dengan luwes dalam menganalisis KI dan KD sesuai dengan tingkat kemudahan suatu materi.

d. Komitmen mutu (Mutu dan inovatif)

(42)

34 Dengan analisis yang tepat akan menjamin mutu pelaksanaan pembelajaran.

Membuat RPP dengan inovasi kegiatan belajar aktif.

e. Anti Korupsi (Kerja keras)

Diwujudkan dengan kerja keras dalam menganalisis KI dan KD disesuaikan dengan buku guru.

Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya koordinasi dan persetujuan dari kepala sekolah.

b. Manajemen ASN : Bertanggung jawab dalam mempersiapkan dan membuat RPP.

3. Mengembangkan bahan dan media pembelajaran

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas

(Tanggung jawab, Konsistensi)

Mengidentifikasi indikator dan materi pokok pembelajaran merupakan bentuk pertanggung jawaban guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran dan itu harus dilakukan secara konsisten terus menerus dan berkelanjutan serta sesuai dengan karakteristik peserta didik

b. Nasionalisme (Musyawarah)

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan Sila ke 4

c. Etika Publik

(sopan, santun dan amanah)

Sikap sopan dan santun dalam berkonsultasi serta melaksanakan amanah dari mentor

d. Komitmen mutu Komitmen Mutu (Efektif dan efisien)

(43)

35 Dapat mencapai hasil sesuai dengan target/ rencana yang telah dibuat sebelumnya.

e. Anti Korupsi (Kerja keras)

Diwujudkan dengan kerja keras dalam mengidentifikasi indikator dan materi pokok pembelajaran.

Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya kolaborasi dan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

b. Manajemen ASN : Bertanggung jawab menjalankan tugas dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran.

c. Pelayanan Publik : Mempersiapkan dan mengembangkan bahan dan media yang baik untuk peserta didik.

4. Melakukan sosialisasi dan uji coba evaluasi pembelajaran melalui permainan “Quizizz”.

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas (Kepemimpinan)

Membutuhkan figur kepala sekolah dalam memberikan masukan dalam pembuatan bahan dan media pembelajaran b. Nasionalisme

(Musyawarah) Sila ke 4

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan Sila ke 4

c. Etika Publik (Tulus)

Bersikap tulus dalam pelayanan pada anak didik dalam memberikan sosialisasi.

d. Komitmen mutu (Inovatif)

Pembuatan media pembelajaran yang tepat merupakan salah satu bentuk keinovatifan seorang guru.

(44)

36 (Adaptif)

Upaya merubah pola kerja menjadi lebih baik guna memenuhi tuntutan perubahan jaman

e. Anti Korupsi (Berani)

Berani mengungkapkan gagasan untuk memperbaiki pembelajaran demi pembelajaran lebih baik.

Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru, serta dengan peserta didik.

b. Manajemen ASN : Bertanggung jawab menjalankan proses sosialisasi dan uji coba permainan Quizizz.

c. Pelayanan Publik : Memberikan pelayanan yang ramah dan santun pada peserta didik dan wali murid dalam sosialisasi.

5. Pembiasaan Membaca Asmaul Husna dan SAPA

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas (Tanggung jawab)

Hasil konsultasi dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab b. Nasionalisme

(Sila 1)

Membiasakan peserta didik berdoa sebelum melakukan aktivitas.

(Musyawarah) Sila ke 4

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.

c. Etika Publik

(Sopan dan santun)

Sikap sopan dan santun dalam berkonsultasi serta melaksanakan amanah dari mentor.

(Adil)

Adil dalam memberikan lembar Asmaul Husna dan Lembar soal SAPA.

(45)

37 d. Komitmen mutu

(Orientasi Mutu)

Membuat lembar Asmaul Husna yang dapat terbaca baik oleh peserta didik

e. Anti Korupsi (Adil)

Adil dalam memberikan lembar Asmaul Husna dan Lembar soal SAPA.

Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya kolaborasi dan koordinasi dengan kepala sekolah.

d. Pelayanan publik : memberikan pelayanan dengan tulus dan ikhlas dalam kegiatan pembiasaan.

6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan).

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas (Integritas)

Diwujudkan dengan adanya kesesuaian antara pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam mencermati silabus dan RPP.

b. Nasionalisme

Sikap mau melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat, menghargai pendapat mentor (Sila 4)

c. Etika Publik

Sikap sopan dan santun dalam berkonsultasi serta melaksanakan amanah dari mentor

d. Komitmen mutu

Dengan adanya bahan dan media pembelajaran dapat meningkatkan mutu pembelajaran

e. Anti Korupsi (Kedisiplinan)

Diwujudkan dengan sebelum melaksanakan kegiatan

(46)

38 pembelajaran guru terlebih dahulu mencermati silabus dan RPP.

Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya koordinasi dengan kepala sekolah.

b. Manajemen ASN : Bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran.

c. Pelayanan publik : memberikan pelayanan dengan tulus dan ikhlas dalam kegiatan pembiasaan.

7. Melakukan Permainan “Kapten Sehari”.

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas

(Tanggung jawab) Hasil konsultasi dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

(Kejelasan)

Menyampaikan tata cara pemilihan kapten sehari dengan penuh kejelasan.

(Kepemimpinan) Memimpin peserta didik dalam diskusi.

b. Nasionalisme

(Musyawarah) Mengajak peserta didik untuk curah pendapat dan menyampaikan pentingnya keaktifan

c. Etika Publik (Tulus)

Dengan sepenuh hati guru membimbing peserta didik d. Komitmen mutu

(Responsif)

Cepat dalam merespon pertanyaan siswa e. Anti Korupsi

(Adil) membimbing semua kelompok dengan adil, (transparan) mengumumkan siswa yang mendapatkan reward dengan

Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya koordinasi dengan kepala

(47)

39 sekolah.

b. Pelayanan publik : memberikan pelayanan dengan tulus dan ikhlas dalam kegiatan pembiasaan.

8. Melakukan evaluasi pembelajaran dengan melakukan permainan

“Quizizz” dan pemberian reward (tempel papan bintang).

Pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan penanaman nilai:

a. Akuntabilitas (Tanggung jawab)

Menyiapkan kisi-kisi, soal, kunci jawaban, serta instrumen penilaian adalah bentuk tanggung jawab guru dalam mempersiapkan evaluasi.

b. Nasionalisme

(Adil) sila ke 5, adil dalam pemberian nilai.

c. Etika Publik

(Terbuka) bersikap terbuka dalam memberikan penilaian d. Komitmen mutu

(Efektif) tercapainya target yang telah direncanakan.

e. Anti Korupsi

(Kerjakeras) dalam menyiapkan instrumen evaluasi.

Kedudukan dan peran PNS:

a. Whole of Government : Adanya koordinasi dengan kepala sekolah.

b. Manajemen ASN : guru mempersiapkan perangkat evaluasi dengan penuh tanggung jawab.

Gambar

Tabel 1.1 Keadaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Tabel 1.2 Jumlah Peserta Didik per Rombel
Tabel 1.3 Sarana dan Prasarana
Tabel 1.4 Identifikasi Isu Dikaitkan dengan Peran dan  Kedudukan PNS dalam NKRI
+6

Referensi

Dokumen terkait

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KARAWANG DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN

Setelah go public yaitu pada semester kedua tahun 2010, tingkat rasio ini menunjukan peningkatan dibandingkan dengan semester pertama pada tahun yang sama, akan

Instrument penelitian yang digunakan yakni menggunakan angket untuk mengumpulkan data tentang variable inovasi kepala sekolah, sedangkan untuk mendapatkan data variable

Fisher-Yates shuffle (diambil dari nama Ronald Fisher dan Frank Yates) atau juga dikenal dengan nama Knuth shuffle (diambil dari nama Donald Knuth), adalah sebuah

KRA “Kambojo” berupaya dalam memenuhi hak-hak anak termasuk didalamnya anak usia dini di RW 05 serta meningkatkan kesadaran para orang tua akan hak-hak yang dimiliki

Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/ atau vokasi.11 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sudut pandang atau pandangan masyarakat nelayan

Dalam hasil wawancara dengan Komisioner Bawaslu Kabupaten Donggala yaitu Muhammadd Fikri terkait bentuk pengawasan yang dilakukan dalam mengawasi pegawai ASN agar

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) dapat mengetahui berapa besar perbedaan penyimpangan hasil kerja dari kedua jenis perlakuan tersebut,