• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyakit Mad Cow (Studi Pustaka).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyakit Mad Cow (Studi Pustaka)."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Penyakit Mud Cow

Marcus Budi Suwandi

Pembimbing : Philips Onggowidjaja, S.Si., M.Si.

Djaja Rusmana, dr

Studi pustaka dengan judul “Penyakit Mud Cow” telah dilaksanakan dengan

tujuan untuk mengetahui etiologi, insidensi, transmisi, patogenesis, gejala,

diagnosis, dan pencegahan penyakit ini. Penyakit mud cow merupakan penyakit

yang disebabkan oleh suatu protein (disebut prion) yang tidak memerlukan bahan

genetik dalam melakukan proses multiplikasi. Peristiwa pertama dari penyakit ini

terjadi pada pada seekor sapi di Inggris tahun 1986. Penyakit ini tidak hanya

menelan korban hewan, tetapi juga manusia. Sampai saat ini masih dilakukan

penelitian untuk menemukan proses multiplikasi, transmisi, diagnosis dan

pengobatan penyakit ini. Pada studi pustaka ini disimpulkan etiologi, insidensi.

transmisi, patogenesis, gejala, diagnosis, dan pencegahan penyakit mud cow.

(2)

ABSTRACT Mad Cow Disease Marcus Budi Suwandi

Tutor : Philips Onggowidjaja, S.Si., M.Si. Djaja Rusmana, dr.

(3)
(4)

... viii

DAFTAR PUSTAKA ... ... ... ... 2 1

(5)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A ... 25

LAMPIRAN B ... 26

LAMPIRAN C ... 27

(6)

BAB I

PEND

AHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Sapi adalah satu dari sekian banyak hewan yang diternakkan oleh manusia.

Bahan konsumsi terpenting dari hewan ini adalah daging. Hampir seluruh

negara mengandalkan hewan ini dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka,

termasuk Indonesia.

Saat ini, mata dunia tertuju pada musibah yang menjadi ancaman bagi sapi-

sapi di dunia. Pada bulan Februari 1986 di Inggris, seekor sapi mati setelah

mengalami tremor hebat, berat badan turun dan kehilangan koordinasi tubuh.

Musibah itu adalah penyakit “sapi gila” atau mad cow, yang secara teknis

dikenal sebagai bovine spongiform encephalopathy (BSE). BSE adalah penyakit

sapi yang menyerang otak dan susunan saraf pusat, bersifat progresif dan

mematikan. Puncaknya pada tahun 1992-1 993, ketika “sapi gila” menghantui

dunia karena diduga dapat menular ke manusia, sehingga daging sapi asal

Inggris diboikot di seluruh dunia. (Atlas, 1997; Internet-3)

Penyakit yang disebabkan oleh sejenis protein (yang disebut prion) ini,

menjadi masalah besar bagi manusia setelah diketahui bahwa penyakit ini dapat

membunuh manusia yang

-

tejangkit melalui daging sapi terkontaminasi.

Keresahan yang muncul akibat mad cow makin meluas pada saat ini. Penyakit

ini tidak hanya mempengaruhi industri bahan makanan, tapi juga setiap produk

yang berbahan baku sapi. Dapat diperkirakan bahwa penyakit ini menimbulkan

(7)

2

negara Eropa resah dengan wabah mud cow ini. Dikhawatirkan penyakit ini

akan menyebar lebih luas lagi, terutama di negara-negara Asia, karena sebagian

besar negara-negara Asia mengimpor daging sapi dari Eropa. Tidak tertutup

kemungkinan wabah ini akan meluas jika tidak ada penanganan yang serius.

(Internet-1 )

Office International de Epizooties (OIE-Badan Kesehatan Hewan Dunia)

mengklasifikasikan penyakit mud cow dalam daftar B penyakit hewan. Hal ini

berarti penyakit “sapi gila” adalah penyakit menular yang perlu diwaspadai

karena mempunyai dampak sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat bagi

negara yang terjangkiti, terutama dalam perdagangan hewan dunia. (Internet-2)

1.2. IDENTIFIKASI MASALAH

Dari uraian dalam latar belakang, timbul pertanyaan apakah etiologi

penyakit mud cow, bagaimana insidensi, transmisi, patogenesis, gejala, diagnosis , dan pencegahannya ?

1.3. MAKSUD dan TUJUAN

Maksud :

Studi pustaka ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data dan informasi

mengenai penyakit “sapi gila”.

Tujuan :

Mengetahui etiologi, insidensi, transmisi, patogenesis, gejala, diagnosis,

(8)

3

1.4. KEGUNAAN STUDI PUSTAKA

Hasil studi pustaka ini diharapkan berguna bagi :

1. Mahasiswa

Agar mahasiswa bisa memiliki pengetahuan dan informasi terbaru

mengenai penyakit “sapi gila” atau mad cow dalam hubungannya

dengan ilmu Mikrobiologi.

2. Produsen

Agar memahami bahaya dan dampak penyakit mad cow ini, serta cara

pencegahan penyakit ini. Dengan demikian produsen lebih waspada

dalam memilih bahan baku dari sapi.

3. Konsumen

Agar konsumen dapat bertindak lebih hati-hati dalam membeli daging

sapi.

1.5. WAKTU

(9)

BAB

III

KESIMPULAN DAN

SARAN

III.1.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang diperoleh mengenai penyakit mud cow, adalah :

Mud cow diseuse / Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) adalah penyakit yang menyerang otak dan SSP pada sapi dewasa, dan

akhirnya menyebabkan kematiah. Penyakit ini dapat menular ke

manusia, dan dikenal dengan nama varian Creutzfeldt Jacob Diseuse

(vCJD).

Penyakit ini disebabkan oleh suatu molekul protein, yaitu prion

dengan berbagai sifatnya.

Insidensi pertama kali terjadi di Inggris tahun 1986, dan

dikhawatirkan akan menyebar ke negara-negara Asia.

Transmisi penyakit ini dapat terjadi melalui makanan, dan

kemungkinan lain melalui transmisi vertical, darah, dan lain-lain.

Patogenesis dimulai dengan masuknya PrP infektif/abnormal ke

dalam sel otak lalu mengubah PrP normal menjadi PrPsc (abnormal).

Gejala pada sapi mencakup penurunan produksi susu perubahan

perilaku, bentuk tubuh abnormal, gangguan koordinasi, kesulitan

dalam berdiri maupun berjalan, kejang otot yang hebat, kehilangan

berat badan. Pada manusia, gejalanya berupa gangguan kejiwaan,

kehilangan koordinasi, dan pada stadium lanjut mengalami demensia.

Diagnosis pada sapi adalah pemeriksaan gejala klinik, pemeriksaan

histopatologis, dan tes prion (Biorud, Prionic Check, Enfer test

system). Pada manusia, diagnosis dilakukan melalui gejala klinik

dengan EEG, tanda-tanda patologis.

(10)

20

Pencegahan adalah dengan tiga kunci utama, yaitu The Over Thirthy

Month (OTM) Rule, Specified

Risk

Material (SRM), dan The Feed Bun.

111.2. SARAN

1. Perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai transmisi penyakit mad cow

dan penelitian untuk dapat mendiagnosis penyakit (berupa tes-tes

pemeriksaan) dan mengobati penyakit ini, baik pada hewan maupun

manusia.

2. Menghindari impor daging sapi (terutama dari negara-negara yang sedang

dicurigai sebagai sumber penularan mad cow).

3 . Lebih memilih sapi lokal sebagai bahan konsumsi.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Alcamo, E.; 1994.; Fundamentals

of

Microbiology.; The Benjamin/Cummings

Publishing Company.

Atlas, R.M.; 1997.; Principles of Microbiology.; Kentucky: Wm. C. Brown

Publishers.

Collier, L. & Oxford, J.; 2000.; Human Virology.; New York.; Oxford University

Inc.

Johnson-Ziegler-Lukasewycz-Hawley.; 1996.; Microbiology and Immunology.;

Baltimore.; Williams and Wilkins.

Tortora-Funke-Case.; 1997.; Microbiology, an introduction.; The

Benjamin/Cummings Publishing Company.

Jawetz.; 1996.; Medical Microbiology and Immunology.; Stamford, Connecticut.;

Appleton and Lantje.

Internet-1 :

http:hwww. vetmed. ucdavis. edu/bse/bse&cjd4. htm

Internet-:! :

Izttp:/iwww.kompas.com, edisi tanggal 12 Juli 1999

(12)

22

Internet-3 :

http://www. bsereview. org. uk/data/fsa-to-bse-2. ht m

Internet-4 :

http ://w ww. bmj. com/bmj

Internet-5 :

http://www. scium. c o m / 0 8 9 6 / p r i o n . html

Internet-6 :

http://:/www.

fas.

org/ahead/docs/bsesurvey. htm

Internet-7 :

http:/,l www.

ifst.

org. uk/hottop5. htm

Internet-8 :

http://www.kompus.com, edisi tanggal I I April 1996

Internet-9 :

Iittp:.Ywww.kompus.com, edisi tanggal 18 Desember 2000

Internet- 1 0 :

http: /www. kompus.com, edisi tanggal 6 April 1996

Internet-1 1 :

http: iuww.kompas.com, edisi tanggal 8 April 1996

Internet-1 2 :

(13)

23

Internet- 1 3 :

http:i;;www. europa. eu. int/comm/food/fs/bse/bse2 I -en. html

Internet-] 4 :

http:/!/www. bsereview. org.

uk/data/fsa-to-bse-3

htm

Internet-I 5 :

http://www. bsereview. org. uk/data/fsa-guide-to-bse 7. htm

Internet- 1 6 :

http:h'www. bsereview. org.

uk/data/fsa-to-bse-4

htm

Internet-1 7 :

www. bsereview. org.

uk/data/fsa-to-bse-6.

htm

Internet-18 :

http://www. cyber-dyne, com/-tom-bloodtr html

Internet- 19 :

http:/?www. bseinfo. org/resource/vcjd f a c t . htm

Internet-20 :

Referensi

Dokumen terkait

Kerusakan infrastruktur yang berada di Sungai Senowo dan Pabelan bagian hilir adalah dampak dari banjir lahar dingin yang disebabkan curah hujan yang tinggi di

Berdasarkan permasalahan pada metode collaborative filtering, penelitian ini mencoba mengkombinasikan antara semantic similarity dan collaborative filtering

Pada Likuiditas Mempunyai bobot penilaian 15 dengan Rasio Kas iketahui bahwa x lebih besar dari 10 dan lebih kecil dari 15 baik karena koperasi mampu membayar

ke arah agribisnis berbasis kehutanan, perkebunan dan pertanian, perikanan dan peternakan; (ii) peningkatan/pengembangan transportasi yang dapat meningkatkan

Secara umum akurasi yang didapat dikatakan sudah baik dengan akurasi maksimal 86,87% menggunakan pengambilan titik puncak pada Transformasi Hough sebesar 10,

Hasil penelitian ini adalah rancangan anggaran PT Muntjul Diamond yang dibuat untuk 4 triwulan pada tahun 2015 di mana rancangan anggaran tersebut dapat

Machasin, Menyelami Kebebasan Manusia: Telaah Kritis Terhadap Konsepsi Al- Qur‟an, (Cet.. Merujuk pada hakekat khalifah dan konsep amanah yang dibebankan kepada

Perlakuan delignifikasi substrat tandan kosong kelapa sawit menggunakan NaOH pada berbagai konsentrasi perlakuan (2%, 4%, 6%, dan 8%) yang diiringi dengan proses