ABSTRAK
PENGARUH PEMBERIAN DAUN CINCAU (Cyclea barbata Miers) TERHADAP TUKAK LAMBUNG PADA TIKUS
Dear Mohtar, 2007
Pembimbing Utama: Endang Evacuasiany, dra., Apt., MS., AFK Pembimbing Pendamping: Lusiana Darsono, dr., M.Kes
Tukak lambung adalah tukak (ulkus) yang terjadi pada mukosa lambung yang berhubungan dengan asam lambung. Bahan-bahan dalam tanaman obat yang digunakan untuk mengatasi tukak lambung diharapkan mempunyai efek samping lebih kecil daripada penggunaan obat-obat sintetik. Salah satu bahan dalam tanaman obat yang berpengaruh dalam mengobati tukak lambung ialah saponin, polifenol dan flavonoid, dimana senyawa tersebut terdapat dalam daun cincau.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daun cincau (Cyclea barbata Miers) terhadap penurunan jumlah dan diameter tukak pada lambung tikus.
Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus yang diinduksi dengan aspirin. Digunakan 5 kelompok yaitu kelompok uji 1 diberi daun cincau 4,5g/kgBB, kelompok uji 2 diberi daun cincau 9g/kgBB, kelompok uji 3 diberi daun cincau 13,5g/kgBB, kontrol negatif yang diberikan air suling , kontrol positif yang diberikan simetidin. Data yang diukur adalah jumlah dan diameter tukak yang dianalisis secara ANAVA satu arah dan uji beda rerata dari Tukey HSD dengan α=0,05.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah dan diameter tukak yang signifikan pada lambung tikus dengan pemberian daun cincau. Pemberian daun cincau dengan dosis 4,5g/kgBB memberikan hasil yang paling baik.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah daun cincau mengurangi jumlah dan diameter tukak pada lambung tikus.
ABSTRACT
THE EFFECT OF GIVING CINCAU (Cyclea Barbata Miers) LEAF TO RAT’S GASTRIC ULCER
Dear Mohtar, 2007
Main Tutor: Endang Evacuasiany, dra., Apt., MS., AFK Escort Tutor: Lusiana Darsono, dr., M.Kes
Gastric ulcer is an ulcer that takes place in the mucasal lining of gaster. Its pathopysiology is very much related with increased gastric acidity. The substances in medicinal herbs that is effective to heal gastric ulcer hopefully can have smaller side effect that treatment using synthetic drugs. The substances effective for gastric ulcer in medicinal herbs are saponin, polyphenole, and flavonoide. These substances can be found in cincau leaf.
The aim of this research is to further investigate the influence of cincau (Cyclea barbata Miers) leaf into decreasing the number and diameter of ulcers in rat’s stomach
This research is using rats as experimental animals that firstly inducted by aspirin. There are 5 groups in the experiment, namely test group 1 that is given 4,5g/kgBW cincau leaf, test group 2 that is given 9g/kgBW cincau leaf, test group 3 that is given 13,5g/kgBW cincau leaf, negative control group which is given aquadest only, and positive control group which is given cimetidine. The data measured is the number and diameter of ulcer that analyzed by one way ANAVA and different test of mean by Tukey HSD with
α
=0,05.The result of the experiment show a significant decrease in number and diameter of ulcers in rat’s stomach, after the administration of cincau leaf. The administration of 4,5g?kgBW cincau leaf gave the best result.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kepada Allah SWT Tuhan semesta alam, yang dengan
rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini
yang disusun dengan maksud untuk memenuhi salah satu syarat dalam mendapatkan
gelar Sarjana Kedokteran di Universitas Kristen Maranatha.
Karya Tulis ini dapat tersusun dengan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih
yang sebesar-besarnya atas bimbingan, bantuan, dukungan, dan doa dari berbagai
pihak, antara lain kepada:
1. Endang Evacuasiany, dra., Apt., MS, AFK., selaku dosen pembimbing utama
yang telah meluangkan waktu, membimbing, memberikan pengarahan, kritik,
dan saran serta dukungan moril selama penulis menyusun KTI ini.
2. Lusiana Darsono, dr., M. Kes, selaku dosen pembimbing pendamping yang
juga telah meluangkan waktu, membimbing, memberikan pengarahan, kritik,
dan saran serta dukungan moril selama penulis menyusun KTI ini.
3. Seluruh Staf Pengajar Farmakologi Universitas Kristen Maranatha, atas segala
bantuan dan dukungan dalam penyelesaian KTI ini.
4. Pak Nana dan Pak Kris yang telah memberikan banyak bantuan ketika penulis
melakukan penelitian.
5. Orangtua, dan kakak-kakak yang selalu memberikan doa, semangat,
dukungan, dan dorongan kepada penulis.
6. Icha, Dinda, dan Andri yang telah memberikan arahan, bantuan, saran, dan
dukungan serta berbagi pengalaman yang berharga kepada penulis dalam
menyusun KTI ini.
7. Teman-teman seperjuangan, Arif, Irvan, Lossa, Andri, Reki, Mario, Diki,
Niko, Adit Jono dan Artiti yang telah banyak membantu untuk kelancaran
penelitian, dan menjaga semangat penulis dalam menyelesaikan KTI.
8. Semua pihak dan semua teman-teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu, terima kasih atas dukungannya selama ini.
Semoga Allah SWT membalas semua amal kebaikan yang telah diberikan dan
semoga salam sejahtera senantiasa dilimpahkan-Nya kepada mereka. Amin.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan KTI ini masih terdapat banyak
kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Akhir kata, semoga KTI ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.
Bandung, Januari 2007
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ……….. i
LEMBAR PERSETUJUAN ………. ii
SURAT PERNYATAAN ………. iii
ABSTRAK ……… iv
1.2. Indentifikasi Masalah ………. 2
1.3. Maksud dan Tujuan ……… 2
1.4. Kegunaan Penelitian ……….. 2
1.5. Kerangka Pemikiran ………...………2
1.6. Hipotesis ………...………. 3
1.7. Metode Penelitian ……….………. 3
1.8. Lokasi dan Waktu Penelitian …….……… 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Lambung...5
2.1.1. Anatomi Lambung...5
2.1.2. Histologi Lambung...6
2.1.3. Fisiologi Lambung...7
2.1.4. Persyarafan Lambung...7
2.1.5. Pengaturan Sekresi Lambung...7
2.2. Tukak Peptik………...……8
2.4.2. Farmakodinamik……….12
2.4.3. Farmakokinetik……….……..12
2.5. Terapi Tukak Lambung……….12
2.5.1. Terapi Konservatif……….13
2.5.2. Terapi Medikamentosa………...13
2.5.3. Terapi Pembedahan………14
2.6. Tanaman Uji……….….15
2.6.1. Taksonomi Cinca (Cycle barbata Miers)...…….…...15
2.6.2. Morfologi Cincau (Cyclea barbata Miers).……...…15
2.6.3. Kandungan Kimia Cincau (Cyclea barbata Miers)…16 2.6.4. Khasiat dan Cara Penggunaan ………16 Cincau (Cyclea barbataMiers)
2.6.5. Pengaruh Cincau (Cyclea barbata Miers)………17
Terhadap Tukak Lambung BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN ……….. 18
3.1. Alat dan Bahan ………. 18
3.2. Hewan Coba ………..………... 18
3.3. Metode Penelitian ………. 19
3.3.1. Metode Penarikan Sampel...19
3.3.2. Variabel Penelitian...19
3.3.3. Penyiapan Daun Cincau...19
3.3.4. Prosedur Kerja...20
3.3.5. Analisis...20
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ……… 21
4.1. Hasil Penelitian ……….. 21
4.2. Pembahasan……….25
4.2.1. Jumlah Tukak...25
4.2.2. Diameter Tukak...26
4.3. Uji Hipotesis………...27
4.3.1. Jumlah Tukak...27
4.3.2. Diameter Tukak...27
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ………... 29
5.1 Kesimpulan ……… 29
5.2. Saran ………. 29
DAFTAR PUSTAKA ………. 30
LAMPIRAN ……… 32
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1. Jumlah dan Diameter Tukak Lambung Tikus Setelah...20
Pemberian Daun Cincau
Tabel 4.2. Tabel Anava dan Uji Beda Rata-rata Tukey (Jumlah Tukak)…. .25
Tabel 4.3. Tabel Anava dan Uji Beda Rata-rata Tukey (Diameter Tukak)....26
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1. Lambung ...……….5
Gambar 2.2. Gambaran Histologis Lambung...………... 6
Gambar 2.3. Tukak Lambung…..………..…....…….11
Gambar 2.4. Struktur Kimia Asam Salisilat Atau Aspirin………....….11
Gambar 2.6. Tanaman Cincau………..……….……...15
Gambar 3.1. Hewan Coba (Tikus)...18
Gambar 3.2. Perbandingan Ukuran Tikus dan Mencit...18
Gambar 4.1. Mukosa Lambung Tikus Normal... 21
Gambar 4.2. Mukosa Lambung Tikus pada Kontrol Negatif... 21
(dengan Pemberian Air Suling) Gambar 4.3. Mukosa Lambung Tikus pada Kontrol Positif... 21
(dengan Pemberian Simetidin) Gambar 4.4. Mukosa Lambung Tikus pada Kel. Uji... 21
(dengan Pemberian Daun Cincau) Gambar 4.5. Diagram Rerata Perbandingan Jumlah Tukak... 23
Lambung pada 5 Kelompok Perlakuan Gambar 4.6. Diagram Rerata Penurunan Jumlah Tukak... 23
Lambung Terhadap Kontrol Negatif Gambar 4.7. Diagram Rerata Perbandingan Diameter Tukak... 24
Lambung pada 5 Kelompok Perlakuan Gambar 4.8. Diagram Rerata Penurunan Diameter Tukak... 24
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Perhitungan Dosis ……… 30
Lampiran 2. Statistik ……… 31
Lampiran 1
PERHITUNGAN DOSIS
Dosis Aspirin:
Dosis aspirin = 10000 mg
Konversi untuk tikus dengan BB ± 200 g = 0,018 X 10000 mg
= 180 mg
Dosis untuk tikus = 1000/200 X 180 mg= 900 mg/kg BB
Dosis Simetidin:
Dosis simetidin = 200 mg
Konversi untuk tikus dengan BB ± 200 g = 0,018 X 200 mg
= 3,6 mg
Dosis untuk tikus = 1000/200 X 3,6 mg= 18 mg/kg BB
Dosis daun Cincau (Cyclea barbata Miers): Dosis daun cincau = 150 g
Konversi untuk tikus dengan BB ± 200 g = 0,018 X 150 g
= 2,7 g
Dosis untuk tikus = 1000/200 X 2,7 g = 13,5 g/kg BB
Dosis 1
1/3 kali dosis = 1/3 X 13,5 g/kgBB = 4,5 g/kg BB
Dosis 2
2/3 kali dosis = 2/3 X 13,5 g/kgBB = 9 g/kg BB
Dosis3
1 kali dosis = 1 X 13,5 g/kgBB = 13,5 g/kg BB
33
95% Confidence Interval for Mean
Test of Homogeneity of Variances
34
Multiple Comparisons
Tukey HSD
95% Confidence Interval
Dependent Variable Kelompok Kelompok
Mean
35
Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
Diameter_tukak
Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Lambung merupakan bagian dari saluran cerna setelah esofagus dan sebelum
duodenum. Tukak (ulkus) dapat terjadi pada mukosa, submukosa, dan
kadang-kadang sampai lapisan muskularis dari traktus gastrointestinal berhubungan dengan
asam lambung yang cukup mengandung HCl; Termasuk tukak yang terdapat pada
bagian bawah esofagus, lambung, dan duodenum bagian atas (Sujono Hadi, 2002).
Tukak lambung dapat disebabkan oleh zat yang dapat menginduksi sekresi
asam lambung, misalnya histamin dan anti inflamasi nonsteroid. Kerja berat, stress
berat, tidak tenang, atau kurang tidur juga menyebabkan asam lambung yang
tinggi. Sering terlambat makan, kebiasaan minum obat yang bersifat asam saat
perut kosong, minum minuman beralkohol dan menghisap rokok berlebihan juga
dapat menjadi penyebab tukak lambung. Demikian pula dengan infeksi bakteri
Helicobacter pylori yang dapat menyerang lapisan submukosa lambung (Grossman, 1981).
Tukak lambung atau lebih populer dengan penyakit maag, banyak terdapat
pada masyarakat di dunia, pada semua umur. Tukak lambung lebih sering terjadi
pada pria daripada wanita di mana insidensi pria:wanita adalah 35:1 dan lebih
sering terjadi pada usia lebih dari 50 tahun (Wilson dan Lester, 1995).
Dengan banyaknya penelitian mengenai obat-obat yang berasal dari tumbuhan,
masyarakat mulai banyak menggunakan tanaman tradisional untuk mengobati
tukak lambung. Tanaman tradisional diharapkan mempunyai efek samping yang
lebih kecil daripada penggunaan obat-obat sintetik. Salah satu tanaman yang
digunakan sebagai pilihan untuk mengobati tukak lambung adalah cincau
(Perry,1980).
Penelitian tentang cincau ini dilaksanakan untuk membuktikan opini
2
pilihan untuk mengobati tukak lambung dengan melihat penurunan jumlah dan
diameter tukak pada lambung tikus.
1.2.Identifikasi Masalah
1. Apakah daun cincau (Cyclea barbata Miers.) mengurangi jumlah tukak
lambung yang diinduksi aspirin pada tikus Swiss Webster.
2. Apakah daun cincau (Cyclea barbata Miers.) mengurangi diameter tukak
lambung yang diinduksi aspirin pada tikus Swiss Webster.
1.3.Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh daun cincau (Cyclea
barbata Miers.) terhadap tukak lambung.
Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh daun cincau (Cyclea barbata
Miers.) terhadap penurunan jumlah dan diameter tukak pada lambung tikus.
1.4.Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dapat berguna dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang memperluas alternatif pengobatan menggunakan tumbuhan obat, dalam hal ini
khususnya cincau (Cyclea barbata Miers.) sebagai pilihan pengobatan tukak
lambung.
Penggunaan daun cincau (Cyclea barbata Miers.) sebagai pilihan pengobatan
pada tukak lambung ini diharapkan memiliki efek samping yang lebih sedikit
daripada penggunaan obat-obat sintetis.
1.5. Kerangka Pemikiran
Salah satu kandungan kimia yang dimiliki daun cincau adalah saponin, polifenol
dan flavonoid (Heny dan Dian,2004).
3
Saponin bekerja sebagai antibakteri dan antivirus, serta dapat meningkatkan
sistem kekebalan tubuh (http://www.nganjuk.go.id/ina/ttg.php?id=6, 2006).
Polifenol berfungsi sebagai anti-histamin (anti-alergi). Histamin merupakan
mediator penting pada penyakit alergi radang, sehingga akan menghambat reaksi
peradangan akibat histamin pada penyakit tukak
(http://sehatherbal.blogspot.com/2006).
Flavonoid dapat menghambat pembentukan prostaglandin dan leukotrien.
Prostaglandin adalah mediator utama pada reaksi peradangan, yang menimbulkan
pelebaran pembuluh darah dan menimbulkan pembengkakan di daerah peradangan.
Prostaglandin dan leukotrien bertanggung jawab untuk merekrut berbagai sel-sel
radang, seperti eosinofil, ke daerah tersebut. Eosinofil selanjutnya dapat
menimbulkan kerusakan jaringan akibat diekskresikannya berbagai molekul radikal
bebas. Sehingga flavonoid dapat mengurangi timbulnya tukak pada mukosa.
Flavonoid juga dapat berefek sebagai sebagai antioksidan yang dapat menekan
kandungan radikal bebas dalam sel-sel lambung sehingga mempercepat
penyembuhan luka pada lambung ( http://sehatherbal.blogspot.com/2006).
1.6. Hipotesis
• Daun Cincau (Cyclea barbata Miers.) mengurangi jumlah tukak pada lambung tikus.
• Daun Cincau (Cyclea barbata Miers.) mengurangi diameter tukak pada lambung tikus.
1.7.Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat prospektif eksperimental sungguhan memakai rancangan
percobaan acak lengkap (RAL) dan bersifat komparatif dengan hewan coba tikus
4
Data yang diukur adalah jumlah serta diameter tukak lambung. Analisis data
memakai statistik ANAVA satu arah dan uji beda rerata dari Tukey HSD dengan α=0,05.
1.8.Lokasi dan Waktu
Tempat penelitian dilakukan di Laboraturium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung. Waktu penelitian: Maret-Oktober 2006
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Daun cincau (Cyclea barbata Miers) dosis 4,5g/kgBB, 9g/kgBB dan 13,5g/kgBB mengurangi jumlah dan diameter tukak pada lambung tikus.
5.2. Saran
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dosis terendah dan dosis dari daun
cincau (Cyclea barbata Miers) yang paling efektif dalam mengurangi jumlah dan
diameter tukak lambung.
Perlu pemeriksaan lebih lanjut dalam uji toksisitas dan uji klinis dari daun cincau.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2005. Peptic Ulcer. http://www.websurb.com. 20 Oktober2006
Anonim. 2006. Ulkus Peptikum. http://www.medicatstore.com. 20 Oktober2006
Arief Hariana. 2004. Cincau Rambat: Tanaman Obat & Khasiatnya. Seri 1. Bandung. 85-88.
Azali Arif, Udin Sjamsudin. 1995. Obat Lokal. Dalam: Gan.S. eds: Farmakologi dan Terapi. Edisi IV. Jakarta: Universitas Indonesia. 501-508.
Edit. 2005. Peptic Ulcer. http://www.en.wikipedia.org. 31 Agustus 2005.
Freddy Wilmana. 1995. Analgetik-Antipiretik Analgesik Anti-Inflamasi Nonsteroid dan Obat Pirai: Farmakologi dan Terapi. Edisi IV. Jakarta: Universitas Indonesia. 207-213.
Ganong W. F. 2002. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 20. Jakarta: EGC. 472-475
Grossman, M. I. 1981.Facts and Mhyths About Causes of Ulcers. In: Peptic Ulcer A Guide for the Practicing Physician. Chicago: Year Book Medical Publisher, Inc. , p: 14-18
Guyton and Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC. 1018-1019, 1052-1054.
Jazanul Anwar. 2000. Obat-obat Saluran Cerna: Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Hipokrates. 27-41
Martini Frederic. 2004. Fundamental of Anatomy and Physiology. 6th Edition. Pearson Educational International. 890-897.
Perry, Lily M. 1980. Medical Plant of Cast and Southeast Asia. Cambridge, Massachusetts, London England: 291-292
Samiran. 2000. Cincau Menyembuhkan Tukak Lambung.
http://www.indomedia.com/intisari/2000/agustus/cincau.htm, 15 September2006
Sujono Hadi. 2002. Lambung dalam: Gastroenterologi. Edisi 7. Bandung: Alumni. 146-247.
Snell R.S. 1997. Anatomi Klinik. Bagian 1. Edisi 3. Jakarta: EGC. 231-236.
31
Wilson, Lorraine M,: Lester, Lula B. 1995. Lambung dan Duodenum. Dalam: Price, Sylvia A,: Wilson, Lorraine M,: Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Buku I. Edisi 4. Terjemahan Peter Anugerah. Jakarta: EGC, hal: 371-378
http://iptek.apjii.or.id/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku1/1-098.pdf, 23 Desember2006
http://www.biotech.um.edu.mt/.../GITHTLM/stomach1.htm, 25 November2006
http://www.herbal.inet.wen.id/, 25 November2006
http://www.med-ars.it/galleries/gastro9.htm, 25 November2006
http://www.nganjuk.go.id/ina/ttg.php?id=6, 23 Desember2006