• Tidak ada hasil yang ditemukan

KPU Bisanya Mempersulit.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KPU Bisanya Mempersulit."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

(halama~O~

~O~

RADARBANDUNG

KPU Bisanya

Mempersulit

BANDUNG-Pakar Hukum Ta-ta Negara Unpad, Prof Dr Bagir Manan menilai kinerja KPU mengecewakan, sehingga mem-persulit fungsinya. "Sistem rek-rutmen KPU yang tidak pernah bisa bersih dari unsur politik. Bahkan, ketika KPU pertama kali dibentuk, sebagian besar ang-gotanya merupakan utusan par-tai~itik. Jelas ini ti~~_sehat,"

ujar Bagir dalam kuliah umum tentang "Hasil Pemilu Legislati,f 2009: Tinjauan dari Aspek Hu-kum" dan saat "Diskusi Gonjang Ganjing Hasil Pemilu Legislatif 2009" di Bale Rumawat Padja-djaran, Unpad, Senin (3/08).

Manajemen pemilu sebagai haJ rumjt, JanjlJrBagjr, dhambah dipersulit dengan wakil rakyat yang tidak menjalankan fung-sinya. "Contohnya, banyak

pihak menuntut agar KPU ber-

.

tindak cepat, sementara mereka

yang beradadi DPRtidak segera

membuat Undang-undang atau

peraturannya. Tentu ini mem~

persulit posisi KPU untuk

me-lakukan keputusan di luar

pe-raturan. Ketika KPU membuat

keputusan, hal ini justru

di-anggap sebagai pelanggaran,

sehingga harus berurusan

de-ngan hukum," jelasnya.

Untuk itu, Bagir mengusulkan

sejumlah hal yang dapat

di-terapkan pad a pemilu

men-datang, untuk memperkecil

kekisruhan yang a.da

pasca-pemiJu. Menurutnya,

peme-rintah perlu menyederhanakan

peraturan mengenai pemilu.

Ia mengusulkan pula untuk

menyederhanakan partai politik di Indonesia. Menurut Bagir, partai politik yang banyak disederhanakan. Ia juga mene-gaskan untuk segera mengubah sistem pemilu yang ada dengan pola distrik.Hal ini"kataBagir,akan memudahkan rakyatmemilih wakil yang benar-benar dikenalnya.

"Kita juga pedu tegaskan sistem pemerintahan presi-densial yang utuh. Tidak di-campur-campur seperti yang terjadi saat ini, partai politik dapat melakukan koalisi dan DPR berhak atas interpelasi. Kita juga perlu adanya pende-wasaan sistem rekrutmen pol i-tik, sehingga dalam menjalankan pemerintahan tidak terkesan

~n-main," utarn)'a. (tie)

I<liping

Hum os

Unpod

2009

__

1

_

o

Sen;n

.

Selasa

o

Rabu

o

Kam;s

o

Jumat

o

Sabtu

o

M;nggu

2

3

e:>

5

Ii

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

OPeb

OMar

o

Apr

_

()

Me;

CJUf1

OJul

(.

Ags

C)

Sep

OOkt ONov () Des

Referensi

Dokumen terkait

1) Pelaksana Kampanye Pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota adalah pengurus partai politik, calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD

Dengan dibentuknya koalisi partai politik dalam pemerintahan berimplikasi pada tidak bekerjanya mekanisme check and balances secara maksimal antara lembaga dewan

Koalisi di DPR RI ditentukan oleh pertama secara teoritis sistem kepartaian Indonesia adalah sistem multipartai dari 24 partai politik peserta pemilu tahun 2004

Partai pemenang suara dalam pemilihan anggota legislatif yaitu DPRD, DPD, DPR Provinsi dan DPR RI akan melakukan koalisi dengan partai pemenang pemilu yang lain untuk

DPP Partai Politik melakukan pemilihan pihak terkait PHPU DPR/DPRD Tahun 2019 Pengajuan Permohonan Online Calon Anggota DPR/DPRD Melalui DPP Partai.. DPP Partai Politik melakukan

a. Jalur koalisi partai atau pimpinan-pimpinan partai artinya koalisi- koalisi partai merupakan bagian terpenting di dalam rekrutmen politik karena sebagian besar

KOMUNIKASI POLITIK PARTAI KOALISI MERAH PUTIH DI DAERAH (Studi Deskriptif Kualitatif Koalisi Antar Partai Golongan Karya, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat

Sedangkan jika ternyata dalam Pemilu tidak ada satupun Partai Politik yang mampu menduduki kursi mayoritas, maka penentuan komposisi Pemerintahan Negara dilakukan dengan cara koalisi,