1 29 Maret 2018
Monthly Report
1. MACRO REVIEW
Global Headline:
The Fed menaikkan Fed Fund Rate
Kekhawatiran terjadinya perang dagang antara AS dan China
Inggris mencapai kesepakatan transisi Brexit dengan Uni Eropa
The Fed menaikkan tingkat suku bunga acuan the fed fund rate (FFR) sebesar 25 bps menjadi 1,50% - 1,75% pada 21 Maret 2018. Pasar menilai pidato Powell terkesan dovish di mana Powell menekankan bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga AS secara bertahap dengan melihat data-data ekonomi lebih lanjut. Inflasi di AS yang diukur dengan Personal Consumption Expenditure (PCE) masih tumbuh di bawah target inflasi The Fed sebesar 2% sepanjang Januari 2017 hingga Januari 2018.
Hubungan yang semakin hilang antara pertumbuhan ekonomi AS dengan inflasi tersebut yang membuat The Fed harus lebih berhati-hati dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan menurut Powell.
Kemungkinan besar FFR masih akan naik sebanyak dua kali lagi di tahun ini sehingga FFR akan menjadi 2,00% - 2,25% pada akhir tahun 2018.
Presiden Trump mengumumkan kebijakan bea impor baja dan alumunium sebesar masing-masing 25%
dan 10% yang diikuti dengan mundurnya Gary Cohn sebagai penasihat ekonomi senior pro globalisasi.
Presiden Trump juga berencana mengimplementasikan tarif impor untuk barang-barang dari China dengan estimasi nilai sebesar USD50 miliar. Potensi perang dagang kembali muncul setelah adanya aksi
“balas membalas” ancaman penerapan tarif bea impor antara AS dan China. China membalas dengan akan memberlakukan tarif impor untuk barang-barang dari AS sebesar USD3 miliar. Namun menjelang akhir bulan Maret, kekhawatiran terhadap perang dagang mereda paska Presiden Trump membebaskan Korea Selatan dari bea masuk baja serta adanya pernyataan Perdana Menteri China yang bisa menghindari perang dagang jika seluruh pihak komitmen memajukan perdagangan bebas.
Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa seiring tercapainya kemajuan signifikan pada kesepakatan transisi Brexit. Periode transisi akan berlangsung selama 21 bulan dimulai dari 29 Maret 2019 dan berakhir 31 Desember 2020. Seiring tercapainya kesepakatan ini, poundsterling bergerak menguat sepanjang bulan Maret sebesar 3% mom dari level 1,38 dollar AS menjadi 1,42 dollar AS.
2 29 Maret 2018
Monthly Report
Domestic Headline:
Indonesia mengalami inflasi di Maret 2018
Defisit neraca perdagangan Indonesia turun
BI 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,25%
Inflasi Maret 2018 lebih tinggi dibandingkan bulan lalu didorong kenaikan core inflation dan volatile items. Harga barang-barang bulan Maret secara keseluruhan naik sebesar 3,40% yoy lebih tinggi dibandingkan prediksi konsensus sebesar 3,32% yoy dan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 3,18% yoy. Menariknya data inflasi pada bulan Maret ini didorong oleh membaiknya data inflasi inti (Core inflation) yang merupakan salah satu indikator perbaikan daya beli. Core inflation mengalami perbaikan dari 2,58% yoy di bulan Februari menjadi 2,67% yoy di bulan Maret walaupun kenaikan tersebut masih cukup rendah dibandingkan data bulan Maret 2016 dan 2017.
Defisit neraca perdagangan Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan pada bulan Februari 2018 dari USD756 juta di Januari 2018 menjadi USD116 juta. Penurunan terhadap defisit neraca perdagangan ini disebabkan naiknya ekspor di bulan Februari sebesar 11,7% yoy lebih tinggi dibandingkan bulan Januari sebesar 8,5% yoy. Pertumbuhan impor turun dari 27,9% yoy di Januari menjadi 25,1% yoy di Februari. Defisit yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut ini lebih disebabkan karena impor non-migas Indonesia yang naik tajam seiring indikasi membaiknya aktivitas konsumsi dan investasi di Indonesia. Peningkatan impor nonmigas terutama disumbang kenaikan impor bahan baku, seperti bahan bakar mineral dan plastik dan barang dari plastik, dan impor barang modal termasuk mesin dan pesawat mekanik, serta mesin dan peralatan listrik.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Maret 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7- day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,25%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,50%
dan Lending Facility tetap sebesar 5,00%. Di samping itu, BI memperkirakan pertumbuhan PDB 1Q18 akan lebih tinggi dari 1Q17 yang 5,01% yoy karena percepatan investasi dan pengeluaran pemerintah.
DPR menerima Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI berikutnya dan memilih Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur BI yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
3 29 Maret 2018
Monthly Report
2. EQUITY MARKET REVIEW
Kinerja bursa saham global selama bulan Maret 2018 membukukan kinerja yang negatif. Indeks S&P 500, FTSE 100, Hang Seng dan Nikkei masing-masing melemah pada kisaran 2,42% - 4,12%. Indeks Hang Seng secara YTD memimpin penguatan dengan kinerja mencapai 0,58% dan ditutup pada level 30.093,38 sedangkan indeks FTSE 100 secara YTD melemah paling dalam sebesar -8,21%. Melemahnya kinerja bursa saham global ditunjang oleh sentimen munculnya issue penerapan kebijakan proteksionisme AS dan potensi perang dagang antara AS dengan China.
Pada penutupan bulan Maret 2018, IHSG mengalami penurunan secara 1M sebesar 6,19% dan ditutup pada level 6.188,99 sementara indeks LQ45, IDX30 dan Jakarta Sharia Index masing-masing juga melemah sebesar 8,60%; 8,66%; dan 6,20%. Pasar saham domestik terpapar risiko potensi perang dagang yang kembali meningkat seiring rencana China yang juga menetapkan tarif bea impor terhadap produk Amerika, serta antisipasi investor terhadap notulensi rapat FOMC dan pidato Gubernur The Fed.
Figure 1. Indeks Global
Last 1W 1M YTD 1Y
SP 500 SPX INDEX 2,640.87 (0.11) (2.69) (1.22) 11.85
FTSE 100 UKX INDEX 7,056.61 1.50 (2.42) (8.21) (4.30)
Nikkei NKY INDEX 21,159.08 (2.00) (4.12) (7.05) 10.10
Hang Seng HSI INDEX 30,093.38 (3.15) (2.44) 0.58 23.37
MSCI South East Asia MXSO Index 865.74 (1.27) (2.82) 1.10 16.73
MSCI Emerging Market MXEF Index 1,169.27 (2.29) (2.17) 0.93 20.31
Change (%)
Sumber : Bloomberg
Figure 2. Indeks Domestik
Last 1W 1M YTD 1Y
IHSG JCI INDEX 6,188.99 (1.04) (6.19) (2.62) 10.67
LQ 45 LQ45 INDEX 1,005.68 (2.04) (8.60) (6.83) 8.14
IDX 30 IDX30 INDEX 548.80 (2.21) (8.66) (7.47) 8.43
Jakarta Sharia Index ISSI Index 183.59 (0.18) (6.20) (3.30) 1.43
MSCI Indonesia MXID Index 7,058.84 (1.65) (7.23) (6.11) 8.57
MSCI Indonesia Small Cap MXIDSC Index 1,163.40 0.38 (7.70) 6.92 (2.79)
MSCI Indonesia Mid Cap MXIDMC Index 2,104.22 (0.08) (4.48) 1.86 (1.61)
MSCI Indonesia Large Cap MXIDLC Index 2,653.72 (1.90) (7.66) (7.29) 10.59 Change (%)
Sumber : Bloomberg
4 29 Maret 2018
Monthly Report
Kinerja IHSG yang melemah sebesar 5,96% pada bulan Maret 2018 didukung oleh pergerakan saham yang negatif di seluruh sektor dengan pelemahan terbesar antara lain di sektor utilities, industrials, dan energy yang bergerak negatif masing-masing -10,52%; -9,54%; dan -8,31%.
3. BONDS MARKET REVIEW
Mata uang Rupiah terhadap USD selama bulan Maret 2018 mengalami depresiasi sebesar 0,17% dan ditutup pada level 13.768 per dollar AS. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga perlu mewaspadai kinerja Rupiah dan penurunan nilai cadangan devisa. Namun, sentimen pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang pertama dibawah Gubernur baru, Perry Warjiyo diharapkan dapat memberikan optimisme baru kepada pelaku pasar. INDOBeX Government Total Return membukukan kinerja positif 0,64% pada bulan ini. Yield obligasi pemerintah tenor 5 mengalami penurunan dan ditutup pada level 5,94% sedangkan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun mengalami kenaikan dan ditutup pada level 6,68%.
GICS Sector Map Change % vs JCI
JCI Index -5.96
Consumer Discretionary -4.96 1.00
Consumer Staples -8.29 -2.33
Energy -8.31 -2.35
Financials -3.62 2.34
Health Care -2.78 3.18
Industrials -9.54 -3.58
Information Technology 11.51 17.47
Materials -5.39 0.57
Real Estate -4.78 1.18
Stocks 72.00 77.96
Telecommunication Services -8.11 -2.15
Utilities -10.52 -4.56
Sumber : Bloomberg Figure 3. Kinerja Sektor Bulanan
Figure 4. Mata Uang & Obligasi
Last 1W 1M YTD 1Y
USD / IDR IDR REGN Curncy 13,768.00 (0.11) (0.17) (1.47) 3.41
INDOBeX Government Total Return IBPRXGTR Index 241.13 0.54 0.64 0.39 10.97
IDMA Index IDMA INDEX 102.19 0.24 (0.20) (3.03) (0.27)
Yield Obligasi RI - 5 Tahun GIDN5YR Index 5.94 (0.06) (0.11) (0.02) (0.96)
Yield Obligasi RI - 10 Tahun GIDN10YR Index 6.68 (0.11) 0.04 0.36 (0.42)
Change (%)
Sumber : Bloomberg
5 29 Maret 2018
Monthly Report
Figure 5. Benchmark Series Movement
28-Feb-18 29-Mar-18 CHG (bps)28-Feb-18 29-Mar-18 CHG (%)
FR0063 98.50 98.88 38.07 5.96 5.88 -1.34
FR0064 96.49 96.29 -20.73 6.60 6.63 0.45
FR0065 96.09 98.12 210.84 7.04 6.82 -3.13
FR0075 101.55 102.50 93.65 7.35 7.26 -1.21
Fair Price
Sumber : IBPA Fair Yield
SERIES
Figure 6. Yield Curve Change
Government Corp AAA Corp AA Corp A
1 10.2 7.6 10.0 7.7
3 13.2 9.7 7.6 12.9
5 11.4 8.6 11.9 10.3
7 7.3 4.5 9.0 4.9
10 2.2 -0.7 2.1 2.3
15 1.0 n.a n.a n.a
20 2.9 n.a n.a n.a
30 4.7 n.a n.a n.a
Sumber : IBPA Tenor Monthly Change (bps)
Chart 1. Government Bond - Yield Curve Chart 2.Corp Bond "AAA" - Yield Curve
Sumber : IBPA Sumber : IBPA
Chart 3.Corp Bond "AA" - Yield Curve Chart 4.Corp Bond "A" - Yield Curve
Sumber : IBPA Sumber : IBPA
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00
0 5 10 15 20 25 30 35
Yield (%)
28-Feb-18 29-Mar-18 29-Dec-17
0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 9.00 10.00
0 2 4 6 8 10 12
Yield (%)
28-Feb-18 29-Mar-18 29-Dec-17
0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 9.00 10.00
0 2 4 6 8 10 12
Yield (%)
28-Feb-18 29-Mar-18 29-Dec-17
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00
0 2 4 6 8 10 12
Yield (%)
28-Feb-18 29-Mar-18 29-Dec-17
6 29 Maret 2018
Monthly Report
4. APPENDIX
DISCLAIMER: “Laporan ini disajikan oleh PT Avrist Asset Management hanya untuk tujuan informasi dan tidak dapat digunakan atau dijadikan dasar sebagai penawaran atau rekomendasi untuk menjual atau membeli. Laporan ini dibuat berdasarkan keadaan yang telah terjadi dan telah disusun secara seksama oleh PT Avrist Asset Management meskipun demikian PT Avrist Asset Management tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan dari laporan tersebut. PT Avrist Asset Management maupun officer atau karyawannya tidak bertanggung jawab apapun terhadap setiap kerugian yang timbul baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat dari setiap penggunaan laporan ini. Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang. Calon pemodal wajib memahami risiko berinvestasi di Pasar Modal oleh sebab itu calon pemodal wajib membaca dan memahami isi Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi.”
Appendix 1. Data Ekonomi
CPI (yoy) IND 3.40% 3.35% Mar
Trade Balance ($) IND -116M -129M Feb
Interest Rate Decision IND 4.25% 4.25% Mar
CPI (yoy) USA 2.20% 2.20% Feb
Retail Sales (mom) USA -0.10% 0.30% Feb
Manufacturing PMI USA 55.3 55.9 Feb
Initial Jobless Claim USA 229K 225K Mar
Unemployment Rate USA 4.10% 4.00% Feb
Interest Rate Decision USA 1.75% 1.75% Mar GDP Q4 (annualized yoy) USA 2.50% 2.50% Jan
GDP Q4 (yoy) CNY 6.80% 6.70% Jan
Trade Balance (Yen) JPY 3.4B 89.1B Feb
Trade Balance CNY 224.88B -68.9B Feb
Sumber : Bloomberg Selected Economic
Data Country Actual Survey Period
Appendix 2. Komoditas
Last 1W 1M YTD 1Y
Minyak Bumi (USD/barel) CLA Comdty 64.94 1.00 5.65 7.75 27.33
Emas (USD/ons) XAU Curncy 1,325.50 (0.27) 0.55 1.74 5.75
Batubara (USD/mt) XW1 Comdty 96.40 (0.31) (7.53) (4.37) 19.38
Timah (USD/mt) LT1 Comdty 21,170.00 1.29 (2.10) 5.27 4.75
Nickel (USD/mt) LMNIDS03 LME Comdty 13,300.00 0.83 (3.55) 4.23 32.40
CPO (MYR/ton) PAL2MALY Index 2,409.50 (1.58) (5.60) 0.15 (17.09)
Change (%)
Sumber : Bloomberg
Appendix 3. Indikator Ekonomi Indonesia
Indicator 2014 2015 2016 2017 2018F
Real GDP (yoy %) 5.00 4.90 5.00 5.07 5.30
CPI (yoy %) 6.40 6.40 3.50 3.61 3.70
Curr. Acct. (% of GDP) -3.10 -2.10 -1.80 -1.70 -1.90 Budget (% of GDP) -2.10 -2.60 -2.40 -2.70 -2.50 Central Bank Rate (%) 7.75 7.50 4.75 4.25 4.35
USDIDR 12,388 13,788 13,473 13,555 13,500
Indo Bond Yield - 10yr 7.8 8.99 7.97 6.32 6.64 Sumber : Bloomberg