• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Olahraga sepak takraw merupakan perpaduan atau penggabungan tiga buah permainan yaitu permainan sepakbola, bola voli, dan bulutangkis (Darwis dan Basa, 1992: 2). Permainan sepak takraw dimainkan oleh dua regu di lapangan ganda bulutangkis dengan menggunakan bola raga yang mana peraturan utamanya yaitu bola tidak boleh menyentuh tanah/lantai. Lebih lanjut, para pemain dilarang untuk menyentuh bola dengan atau menggunakan tangan.

Cabang olahraga sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan prestasi baik ditingkat lokal, nasional maupun tingkat internasional. Di dalam menciptakan pemain-pemain handal dan meningkatkan pemain yang bagus diperlukan latihan dan perjuangan yang keras dari setiap pemain. Perkembangan olahraga sepak takraw ini mengalami kemajuan yang begitu pesat, perkembangan ini sangat tampak sekali di Indonesia baik tingkat Kecamatan, Kabupaten, ataupun Provinsi bahkan sampai Nasional. Hanif (2015: 1) menyatakan “perkembangan sepak takraw dipertandingkan telah menyebar secara nasional, regional dan internasional, oleh karena itu sepak takraw dipertandingkan dan menjadi kegiatan resmi pada PON, SEA Games dan Asian Games, sedangkan pada tingkatan Olympiade masih dalam perjuangan.”

Sepak takraw merupakan cabang olahraga yang mempunyai gerakan- gerakan yang unik dan dinamis dengan melibatkan seluruh anggota badan.

Keterampilan atau teknik dasar sepak takraw yang harus dikuasai oleh pemain yaitu sepakmula (servis), sepak sila, sepak kuda (sepak kura), sepak cungkil, sepak simpuh (sepak badek), menapak, sundulan (heading), mendada, memaha, membahu, dan block (menahan). Dari beberapa keterampilan atau teknik dasar dalam permainan sepak takraw, kemampuan menyepak atau sepakan sangat penting dan harus dimiliki oleh seorang pemain. Menurut

(2)

Zalfendi (2009: 73) “dapat dikatakan bahwa kemampuan menyepak atau keterampilan menyepak itu merupakan ibu dari permainan sepak takraw, karena bola dimainkan kebanyakan disepak dengan bagian kaki, mulai dari permulaan permainan sampai mencetak poin atau angka dilakukan dengan kaki (sepakan).” Dari beberapa jenis sepakan dalam permainan sepak takraw, yang paling penting dan utama yaitu sepak sila.

Menurut Kurniawan (2012: 145) “sepak sila adalah sepakan yang menggunakan kaki bagian dalam. Sepak sila merupakan pergerakan dasar dengan bermacam kegunaan salah satunya untuk menahan atau menerima servis, passing, memberi bola, dan untuk pemula digunakan pada saat servis.”

Menurut Qoryaningtyas (2017: 103) “sepak sila selain menjadi teknik dasar dalam permainan sepak takraw juga sebagai kunci dalam melakukan permainan antara lain umpan untuk smash, passing, servis, dan apabila teknik sepak sila dikuasai dengan baik maka akan lebih mudah untuk menerima bola dari serangan lawan.” Dalam melakukan sepak sila juga diperlukan konsentrasi agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Konsentrasi termasuk aspek mental dalam olahraga dan memegang peranan penting, dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah serta hasil yang tidak optimal. Dalam olahraga sepak takraw masalah yang paling sering muncul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi lemparan sehingga tendangan dan tembakan tidak mengenai sasaran.

Akibat lebih lanjut jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak berjalan sesuai rencana, sehingga atlet akhirnya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana dan pasti kepercayaan dirinya pun akan berkurang.

Pada perkembangannya konsentrasi merupakan perhatian dalam rentang waktu yang lama, sehingga selama dalam aktivitas olahraga yang diperlukan adalah konsentrasi. Komarudin (2015: 141) menyatakan “artinya, proses terjadinya konsentrasi selalu didahului oleh adanya perhatian seseorang terhadap suatu objek yang dipilih. Dengan demikian konsentrasi merupakan perhatian dalam rentang waktu yang lama, sehingga selama dalam aktivitas

(3)

olahraga yang diperlukan adalah konsentrasi.” Selanjunya, Komarudin (2013:

138) menyatakan “selain itu konsentrasi merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian pada tugas dengan tidak terganggu dan terpengaruhi oleh stimulus yang bersifat eksternal maupun internal.”

Dalam kaitannya dengan penampilan olahraga dan kerja fisik lainnya.

yang diperlukan untuk menguasai keterampilan adalah kemampuan kecapakan tubuh antara lain koordinasi, kinestetik, keseimbangan, dan kecepatan gerak.

Kemampuan kondisi fisik khususnya kelincahan, kelentukan, keseimbangan, kekuatan, dan daya tahan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan koordinasi yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain jika kelincahan, kelentukan, keseimbangan, kekuatan, dan daya tahan baik maka tingkat koordinasinya juga baik.

Dalam menguasai suatu keterampilan olahraga seperti keterampilan sepak sila diperlukan beberapa kemampuan kecakapan tubuh, salah satunya adalah koordinasi. Koordinasi merupakan kemampuan seseorang untuk merangkai beberapa unsur gerak menjadi satu rangkaian gerakan yang selaras dan sesuai dengan tujuan. Sajoto (1995: 59) menyatakan “koordinasi adalah kemampuan seseorang mengintegrasikan bermacam-macam gerakan yang berbeda ke dalam pola gerakan yang tunggal secara efektif.” Menurut Yusup, dkk. (2004: 20) “kunci keberhasilan untuk memenangkan pertandingan sepak takraw dari aspek kondisi fisik, khususnya kebugaran yang berkaitan dengan prestasi, jelas-jelas membutuhkan koordinasi yang baik.”

Kenyataannya di atas lapangan koordinasi diperlukan hampir semua cabang olahraga yang melibatkan kegiatan fisik, koordinasi juga penting bila berada dalam situasi dan lingkungan yang asing misalnya, perubahan lapangan pertandingan, peralatan, cuaca, lampu penerangan dan lawan yang dihadapi sangat berbeda-beda. Tingkatan baik atau tidaknya koordinasi seorang atlet tercermin dalam kemampuannya untuk melakukan suatu gerakan sepak sila secara cepat dan tepat di dalam permainan sepak takraw.

Koordinasi gerak mata-kaki dalam permainan sepak takraw memiliki peranan yang sangat penting. Kemampuan tersebut diperlukan untuk mengontrol dan memainkan bola setelah adanya stimulus tertentu dalam

(4)

bentuk bola yang datang dari serangan lawan. Dengan koordinasi mata-kaki yang bagus, maka gerakan-gerakan tertentu dapat dilakukan dengan tujuan menguasai dan memainkan bola.

Berdasarkan observasi peneliti dilapangan, Atlet Persatuan Sepak Takraw seluruh Indonesia (PSTI) Kabupaten Klaten pada saat latihan rutin untuk persiapan Pra-Porprov 2022 terlihat kemampuan sepak sila belum maksimal, hal ini dapat dilihat dari atlet masih sering gagal dalam memberikan umpan pada saat bola dimainkan di dalam lapangan, perkenaan bola dengan kaki bagian dalam kurang tepat sehingga bola yang dimainkan tidak terkontrol dan tidak maksimal mengantarkan bola pada penyemes. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan sepak sila dan permasalahan yang muncul berdasarkan observasi di lapangan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengangkat judul “Hubungan Konsentrasi dan Koordinasi Mata-Kaki dengan Kemampuan Sepak Sila Atlet Sepak Takraw Kabupaten Klaten Tahun 2021.”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat diambil identifikasi masalah sebagai berikut:

1. Kemampuan sepak sila atlet sepak takraw kabupaten klaten belum maksimal.

2. Belum diketahui hubungan antara konsentrasi dengan kemampuan sepak sila atlet sepak takraw kabupaten klaten tahun 2021.

3. Belum diketahui hubungan antara koordinasi mata-kaki dengan kemampuan sepak sila atlet sepak takraw kabupaten klaten tahun 2021.

C. Pembatasan Masalah

Dari identifikasi masalah yang ada perlu diberi batasan sesuai dengan tujuan agar terhindar dari penafsiran yang keliru terhadap masalah yang akan diteliti. Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada:

1. Hubungan Konsentrasi dengan Kemampuan Sepak Sila Atlet Sepak Takraw Kabupaten Klaten Tahun 2021.

(5)

2. Hubungan Koordinasi Mata-Kaki dengan Kemampuan Sepak Sila Atlet Sepak Takraw Kabupaten Klaten Tahun 2021.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Adakah hubungan konsentrasi dengan kemampuan sepak sila atlet sepak takraw kabupaten klaten tahun 2021 ?

2. Adakah hubungan koordinasi mata-kaki dengan kemampuan sepak sila atlet sepak takraw kabupaten klaten tahun 2021 ?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan di atas, penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui:

1. Hubungan konsentrasi dengan kemampuan sepak sila atlet sepak takraw kabupaten klaten tahun 2021.

2. Hubungan koordinasi mata-kaki dengan kemampuan sepak sila atlet sepak takraw kabupaten klaten tahun 2021.

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan ruang lingkup dan permasalahan yang diteliti, penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai berikut:

1. Secara Teoritis

a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah mengenai hubungan konsentrasi dan koordinasi mata-kaki dengan kemampuan sepak sila dalam permainan sepak takraw.

b. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti selanjutnya yang sejenis.

(6)

2. Secara Praktis a. Bagi Pelatih

Sebagai bahan perbandingan terhadap faktor-faktor yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan melakukan sepak sila dalam permainan sepak takraw.

b. Bagi Atlet

Sebagai dasar untuk meningkatkan keterampilan sepak takraw khususnya keterampilan sepak sila.

c. Bagi Induk Organisasi Sepak Takraw

Sebagai bahan referensi untuk meningkatkan keterampilan sepak takraw khususnya keterampilan sepak sila.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah dipaparkan diatas, penulis tertarik untuk meneliti dan menganalisis tentang efisiensi faktor-faktor produksi industri

Berdasarkan observasi yang dilakukan saat melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) oleh peneliti dengan mengamati kegiatan belajar peserta didik di sekolah,

Dengan demikian kurikulum ini sangat mempengaruhi terhadap pondasi pembibitan wasit muda yang ada di Indonesia serta kemampuan melaksanakan tugas di lapangan,

Atas dasar inilah peneliti sangat tertarik untuk meneliti permasalahan diatas yang bertujuan untuk mengetahui persepsi pemain perkumpulan sepak bola Universitas

Peneliti tertarik untuk menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa, khusunya ketika mengungkapkan pendapat dalam

Oleh karena itulah peneliti sangat tertarik untuk menerapkan metode jarimatika pada murid tunanetra di SLB Negeri Pembina Makassar, dengan memfokuskan pada

Berdasarkan uraian di atas serta melihat permasalahan yang ada di RA Nurul Hikmah Kertasari Garut ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik melakukan PTK pada siswa kelas X Ototronik B SMK Negeri 2 Karanganyar tahun ajaran 2015