• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Penting Good Corporate Governance Terhadap Institusi Bisnis Syariah GCG DALAM PERSPEKTIF SYARIAH. Muhammad Syakir Sula

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Peran Penting Good Corporate Governance Terhadap Institusi Bisnis Syariah GCG DALAM PERSPEKTIF SYARIAH. Muhammad Syakir Sula"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Peran Penting Good Corporate Governance Terhadap  Institusi Bisnis Syariah

“GCG DALAM PERSPEKTIF SYARIAH”

Muhammad Syakir Sula

www.syakirsula.com [email protected]

SEMINAR BULANAN MES

(2)

Muhammad Syakir Sula

Muhammad Syakir Sula, lahir di Palopo Sulawesi Selatan 12 Pebruari 1964,  adalah pembicara Seminar, konsultan asuransi dan konsultan marketing syariah. Sebagai Profesional, telah berpengalaman belasan  tahun sebagai eksekutif dan direktur marketing di industri asuransi syariah, perbankan syariah, pasar modal syariah dan properti. Sebagai

Konsultan Ekonomi Syariah, syakir adalah DPS (Dewan Pengawas Syariah) di Beberapa perusahaan asuransi & Perbankan syariah a.l: Bank BTN Syariah, Asuransi PaninLife, Asuransi 

Central Asia Raya,Nasional Reasuransi dan Jamkrindo (Penjamin Syariah). Selain itu, dia juga sebagai Staf Ahli ICDIF‐LPPI (Internasional Center of Development in Islamic Finance), dan anggota KPS ‐ BI  (Komite Perbankan Syariah – Bank Indonesia). Sebagai Aktifis Ekonomi Syariah, saat ini Syakir adalah   Sekjen MES (Masyarakat Ekonomi Syariah),Wakil  Ketua Umum IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi  Islam), Ketua 

III PKES (Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah), Ketua Umum IIIS (Internasional Islamic  Insurance  Society). Anggota Pleno DSN‐MUI (Dewan Syariah Nasional MUI), Sekertaris LP&K (Lembaga  Perekonomian & Keuangan) MUI Pusat, Divisi Humas BWI (Badan Wakaf Indonesia), dan Wakil  Ketua 

Komite tetap Perbankan & Keuangan Syariah KADIN Pusat. Sebagai Akademisi & Penulis, Syakir  pengajar ‘Islamic Insurance’ di Program S2 dan S3 IEF (Islamic Economic  & Finance) Trisakti  University  dan pengajar ‘Sharia Marketing Management’ di program Executive MBA in Sharia  Banking & Finance SBM‐ITB and ICDIF – LPPI. Telah menulis beberapa buku ekonomi syariah antara lain:  Asuransi Syariah 

(Konsep dan Sistem Operasional), Perbedaan Asuransi Syariah & Konvensional, Konsep & Sistem  Ekonomi Syariah, dan buku Best Seller “Marketing Syariah” dan  “Marketing Bahlul”. Selain, sebagai 

Nara Sumber Tetap Talkshow “Sukses Syariah” Metro TV Setiap bulan Ramadhan.

(3)

Kaidah Fiqih:

ﺎَﻬِﻤْﻳِﺮْﺤَﺗ ﻰَﻠَﻋ ٌﻞْﻴِﻟَد ﱠلُﺪَﻳ ْنَأ ﱠﻻِإ ُﺔَﺣﺎَﺑِﻹْا ِتَﻼَﻣﺎَﻌُﻤْﻟا ﻰِﻓ ُﻞْﺻَﻷَا

“Pada dasarnya semua bentuk muamalah boleh   dilakukan kecuali ada  dalil yang mengharamkannya.”

ﺎًﻣاَﺮَﺣ ﱠﻞَﺣَأ ْوَأ ًﻻَﻼَﺣ َمﱠﺮَﺣ ﺎًﻃْﺮَﺷ ﱠﻻِإ ْﻢِﻬِﻃوُﺮُﺷ ﻰَﻠَﻋ َنﻮُﻤِﻠْﺴُﻤْﻟاَو .

• (فﻮﻋ ﻦﺑ وﺮﻤﻋ ﻦﻋ يﺬﻣﺮﺘﻟا ﻩاور)

“Kaum muslimin terikat dengan syarat‐syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”

(HR. Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf)

Prinsip Dasar Bisnis Berbasis Syariah

(4)

Etika Dasar Bisnis Berbasis Syariah

Hai orang‐orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama‐suka di antara kamu.

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (QS. An‐Nisa, 4:29)

Al‐Qur’an:

(5)

Apakah Asas GCG Sesuai Syariah?

Referensi :

AMANAH Bagi BANGSA

Konsep Sistem ekonomi Syariah

Source: Muhammad Syakir Sula & Ari es Mufti, Amanah Bagi Bangsa – Konsep Sistem Ekonomi Syariah, diterbitkan oleh  MES da n MUI, ta hun 2007, Ha l 333‐361

(6)

Prinsip‐prinsip Good Corporate Governance

Prinsip‐prinsip GCG Tidak bertentangan dengan syariah:

9 Keadilan (fairness):

“Sesungguhnya Allah Menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan” (QS. An‐Nahl, 16:90)

9 Transparansi (transparency)

“Dan janganlah kamu mengatakan apa yang disebut‐sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengadakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang‐orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” (QS. An‐Nahl,16:112)

9 Tanggung Jawab (responsibility)

“Dan mereka menjadikan malaikat‐malaikat yang mereka itu adalah hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang‐orang perempuan.

Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat‐malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan diminta pertanggung jawaban”

(QS. Az‐Zukhruf, 43:19)

(7)

Prinsip‐prinsip Good Corporate Governance

Prinsip‐prinsip GCG Tidak bertentangan dengan syariah:

9 Akuntabilitas (accountability):

“Katakanlah setiap entitas bekerja sesuai dengan posisinya dan tuhan kalian yang lebih mengetahui siapa yang paling benar jalannya diantara kalian” (QS. Al‐Isra’, 17:84)

9 Moralitas (morality)

“Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya (penuh amanat) adalah bersama para nabi, orang‐orang yang membenarkan risalah nabi (shiddiqin) dan para syuhada (orang yang mati syahid)” . (HR. Tirmidzi) 9 Komitmen (commitment)

“Wahai ayahandaku, ambillah sebagai orang yang bekerja (pada perusahaan kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik engkau ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang qowi (kuat, profesional) lagi terpercaya” (QS. Al‐Qashash, 28:26)

(8)

GCG‐BS dalam 

Implementasi Sifat‐sifat Nabi

9 Shiddiq (benar dan jujur)

“Hai orang‐orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang‐orang beriman” (QS. At‐Taubah, 9:119)

“Hendaklah kalian jujur (benar) karena kejujuran mengantar kepada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantar ke dalam surga. Seseorang yang selalu berusaha untuk jujur akan dicatat oleh Allah sebagai orang jujur.

Dan jauhilah sekalian kidzb (dusta), karena dusta itu akan mengantarkan kepada kejahatan. Dan kejahatan akan mengantarkan kedalam neraka.

Seorang yang selalu berdusta akan dicatat oleh Allah sebagai pendusta”

(HR Muslim)

9 Amanah (terpercaya, kredibel)

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.

Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik‐baiknya kepadamu.

Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. An‐ Nisa, 4:58)

(9)

GCG‐BS dalam

Implementasi Sifat‐sifat Nabi

9 Fathonah (cerdas)

“Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung‐

gunung dan sungai‐sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah‐buahan berpasang‐pasangan, Allah menutup malam kepada siang.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda‐tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS. Ar‐Ra’ad, 13:3)

9 Tabliqh (komunikatif)

“Hai orang‐orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (qaulan sadiidan), niscaya Allah memperbaiki bagimu dan mengampuni bagimu dosa‐dosamu. Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul‐Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar” (QS. Al‐Ahsab, 33:70‐71)

“...Oleh karena itu hendaklah kamu bertakwah kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar (qaulan sadiidan)

“ (QS. An‐Nisa, 4:9)

(10)

Contoh Implementasi GCG‐BS

9 Profesionalisme

Rasulullah Bersabda:

“Apabila urusan (manajemen) diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” (HR.

Bukhari)

Allah SWT berfirman:

“Wahai ayahandaku, ambillah sebagai orang yang

bekerja (pada perusahaan kita), karena sesungguhnya

orang yang paling baik engkau ambil untuk bekerja

(pada kita) ialah orang yang qowi (kuat, profesional)

lagi terpercaya” (QS. Al‐Qashash, 28:26)

(11)

Contoh Implementasi GCG‐BS

9 Larangan Nepotisme:

“Barangsiapa yang mempekerjakan orang karena ada unsur nepotisme dan disana terdapat orang yang lebih baik daripada orang tersebut, maka ia melanggar amanah yang telah diberikan oleh Allah, Rasul, dan kaum muslimin” (HR.

Ibnu Abbas)

“Barangsiapa yang diberi otoritas atas perkara orang‐orang muslim, dan kemudian ia mengangkat salah satu dari mereka dengan unsur nepotisme, maka ia akan mendapatkan laknat dari Allah SWT. Allah tidak akan menerima segala pengorbanan atau memberikan konpensasi dan akan memasukannya dalam neraka”

(Diriwayatkan dari Abu Bakar Al‐ Siddiq dari Al Hakim)

(12)

Contoh Implementasi GCG‐BS

9 Tidak boleh Curang:

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang berbuat curang, maka dia bukan termasuk golonganku” (HR. Yang Lima kecuali Muslim)

“Kecelakaan besarlah bagi orang‐orang yang

curang; (yaitu) orang‐orang yang apabila

menerima takaran dari orang lain mereka minta

dipenuhi; dan apabila mereka menakar atau

menimbang untuk orang lain; mereka

mengurangi” (QS. Al Muthaffifin, 83:1‐3)

(13)

Prinsip‐prinsip Dasar GCG‐BS  

1. Harus Terpelihara Kehalalannya.

¾ Bebas dari Riba (QS.Al‐Baqarah, 2:275)

¾ Terhindar dari Maysir (QS. Al‐Maidah,5:90‐91

¾ Tidak mengandung Gharar (QS.3:185)

¾ Tidak Zhulm (QS. Al‐maidah, 5:8)

¾ Tidak Tabdzir (QS. Al‐Isra,17:26‐27)

¾ Bebas dari Riswah (QS. Al‐Baqarah, 2:188)

¾ Tidak mengandung Maksiyat (QS49:7)

¾ Barang Haram dari segi Zat nya (babi, khamar, darah) 2. Memenuhi Aspek Kebaikan  (Tayib)

Mencakup nilai‐nilai kebaikan yang menjadi nilai tambah dari  kehalalan

“Pada Hari ini dihalalkan bagimu yang baik‐baik (thayyibat).

(QS. Al‐Maidah,5:5)

(14)

Profil Pelaku Bisnis Syariah Dalam GCG‐BS

1. Memiliki aqidah yang Lurus

2. Melaksanakan Ibadah yang benar 3. Memiliki akhlak yang baik

4. Melaksanakan Muamalah Islami 5. Mempunyai Keluarga yang Islami

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu 

terdapat uswatun hasanah, suri tauladan 

yang terbaik”

(15)

Kembali Ke Konsep Syariah

Jika kamu (pada perang Uhud)  mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun  (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran)  itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar  mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang‐orang

yang beriman (dengan orang‐orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan‐Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang‐

orang yang lalim, 

(16)

Konsep Syariah Konsep Terbaik

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar,  dan beriman kepada

Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang‐orang

yang fasik (QS.3:110)

(17)

Referensi

www.syakirsula.com

(18)

THANK YOU THANK YOU

Alhamdulillah

Subhaanakalloohumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta  astaghfiruka wa atuubu ilaik

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah

Subhaanakalloohumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta  astaghfiruka wa atuubu ilaik

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Referensi

Dokumen terkait