PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARTAWAN DALAM MENJALANKAN PROFESI MENURUT UNDANG- UNDANG NO.40 TAHUN 1999 Oleh: Suyatna
Teks penuh
Dokumen terkait
Oleh karena itu hukum (Undang- undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers) seharusnya mampu menjalankan fungsi tersebut dengan cara menyediakan suatu garis kebijaksanaan atau
Aturan hukum mengenai tindak pidana kekerasan yang dilakukan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas dan profesinya dan perlindungan hukum terhadap wartawan yang mendapat
Aturan hukum mengenai tindak pidana kekerasan yang dilakukan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas dan profesinya dan perlindungan hukum terhadap wartawan yang mendapat
Aturan hukum mengenai tindak pidana kekerasan yang dilakukan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas dan profesinya dan perlindungan hukum terhadap wartawan yang mendapat
Pada pasal 6 Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan oleh Dewan Pers menyebutkan bahwa “Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap” dalam poin
Belum menguatnya kerangka hukum bagi wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistiknya dikarenakan UU Pers (Undang-Undang No.40 Tahun 1999) hanya mengakui hak media untuk
Adapun terkait dengan perlindungan hukum kepada wartawan korban kekerasan fisik Undang-Undang Nompr 40 Tahun 1999 tentang Pers kedepan harapannya adanya penambahan dan penghormatan
Teks tersebut membahas tentang analisis dan pembahasan peraturan hukum pers di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta hak dan tanggung jawab pers dalam menyampaikan