DETEKSI FORMALIN PADA IKAN DAN SEAFOOD ASIN DARI BEBERAPA PASAR LOKAL DI KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR
Teks penuh
Dokumen terkait
dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan bahan berbahaya seperti formalin dan pestisida pada beberapa jenis ikan asin yang banyak dikonsumsi oleh
Hasil penelitian ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kota Pekanbaru pada tahun 2006, 15 dari 30 sampel makanan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahan pengawet formalin pada sampel ikan asin kepala batu (Pseudocienna Amovensis) yang terdapat di
spektrofotometer menunjukkan 8 sampel ikan asin yang positif mengandung formalin dengan kadar formalin tertinggi yaitu 0,006 ppm pada sampel 1 yang diperoleh dari
Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan terlihat bahwa untuk sampel ikan asin yang diperoleh dari pasar Berimam Tomohon dan pasar Pinasungkulan semua sampel
Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan bahan berbahaya seperti formalin dan pestisida pada beberapa jenis ikan asin yang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan formalin ditemukan pada ikan kembung asin dari pasar Gedebage, ikan kembung asin dari pasar Caringin, ikan kembung asin dari
Formalin tidak terdeteksi pada semua sampel, diduga disebabkan karena penggunaan garam dianggap cukup baik untuk mempertahankan ikan teri tersebut, dan kemungkinan telah menggunakan