• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1 Rancangan Penelitian BAB III METODE PENELITIAN. Gambar 3. 1 Rancangan Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3.1 Rancangan Penelitian BAB III METODE PENELITIAN. Gambar 3. 1 Rancangan Penelitian"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian

Gambar 3. 1 Rancangan Penelitian

(2)

20 3.2 Objek Penelitian

Untuk menyusun skripsi ini tentunya diperlukan suatu permasalahan yang ada disuatu objek. Permasalahan yang di ambil penulis dalam menyusun skripsi ini yaitu “Usulan Bauran Pemasaran dengan Metode Kuantitatif Untuk Meningkatkan Penjualan pada Industri Camilan UD. Sumber Mutiara Kabupaten Sampang”. Objek yang dipilih oleh penulis yaitu pada konsumen Camilan UD. Sumber Mutiara Kabupaten Sampang bertempat di Jl. Mutiara Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Peneliti menentukan objek penelitian berdasarkan kecocokan antara topik yang dipilih peneliti dengan fenomena dan permasalahan yang dialami perusahaan.

3.3 Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dipakai penulis ialah metode penelitian kuantitatif. Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk meneliti pada populsi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.4 Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini yang dimaksud populasi ialah keseluruhan objek yang menjadi sasaran penelitian yaitu konsumen UD. Sumber Mutiara Kabupaten Sampang. Untuk menghitung besarnya sampel supaya lebih akurat, Ferdinand (2006:58) menyatakan bahwa jumlah populasi tidak diketahui pasti, maka jumlah indikator variabel independen dikalikan dengan 5-10.

Jumlah indikator variabel independen dalam penelitian ini adalah 14 sehingga jumlah sampel 14 x 6 = 84, berarti dibutuhkan 84 sampel responden.

Sampel yang diambil adalah sebagian dari jumlah konsumen UD. Sumber Mutiar Kabupaten Sampang. Sedangkan metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling dimana sampel ini diambil berdasarkan kebetulan yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data.

(3)

21 3.5 Jenis dan Sumber Data

Pada penelitian ini, terdapat dua macam data yang akan dikumpulkan data primer dan data sekunder. Dalam hal ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner yang dibagikan dan diisi oleh responden yaitu konsumen dari UD. Sumber Mutiara, yang berisi pertanyaan seputar permasalahan yang diteliti. Data primer yang diperoleh oleh peneliti didapat langsung dari hasil survei dan wawancara. Sedangkan data sekunder merupakan data yang terlebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh pihak lain selain peneliti. Data yang diperoleh peneliti didapat dari data penjualan UD. Sumber Mutiara, studi pustaka, penelitian terdahulu, dan jurnal yang berkaitan dengan topik masalah peneliti.

3.6 Variabel dan Definisi Operasional Variabel Penelitian

Adapun variabel dan definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Produk (X1)

Adapun indikator produk menurut Kotler (2013:62) diantaranya adalah : a. Kualitas produk

Kualitas Produk pada UD. Sumber Mutiara, yaitu tingkat baik atau buruknya produk dari UD. Sumber Mutiara.

b. Desain fitur

Totalitas fitur yang berupa tampilan dan rasa pada produk UD. Sumber Mutiara.

c. Kemasan

Wadah atau pembungkus untuk produk dari UD. Sumber Mutiara.

2. Harga (X2)

Adapun indikator harga menurut Kotler (2013:67) diantaranya adalah:

a. Keterjangkauan harga

Kesesuaian harga dengan kantong konsumen UD. Sumber Mutiara b. Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga

Harga yang murah pada UD. Sumber Mutiara dibandingkan dengan para pesaing.

(4)

22

c. Kesesuaian harga dengan kualitas produk

Harga yang dikeluarkan konsumen setara dengan produk UD. Sumber Mutiara yang diterima konsumen.

d. Kesesuaian harga dengan manfaat

Harga yang ada sama dengan rasa yang enak dan kekenyangan yang diterima konsumen saat mengkonsumsi produk pada UD. Sumber Mutiara.

3. Lokasi (X3)

Adapun indikator lokasi menurut Tjiptono (2011:92) diantaranya adalah : a. Akses

Lokasi UD. Sumber Mutiara mudah dijangkau sarana transportasi.

b. Visibilitas

Lokasi UD. Sumber Mutiara dapat dilihat dengan jelas dari jarak pandang normal.

c. Lalu lintas

Banyaknya orang yang lalu-lalang, kepadatan lalu lintas, dan kemacetan lalu lintas pada Lokasi UD. Sumber Mutiara.

d. Tempat parkir yang luas

Tempat parkir UD. Sumber Mutiara yang luas, nyaman, dan baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

4. Promosi (X4)

Adapun indikator promosi menurut Kotler (2013:75) diantaranya adalah:

a. Pengiklanan

Bentuk promosi UD. Sumber Mutiara tidak langsung yang disusun untuk menimbulkan pikiran orang sehingga bisa melakukan pembelian.

b. Pemasaran langsung

(5)

23

Pemasaran secara langsung atau komunikasi pemasaran secara langsung yang dilakukan UD. Sumber Mutiara kepada konsumen tidak melalui media lain.

5. Orang (X5)

Adapun Indikator orang menurut Zeithaml dan Bitner (2013) adalah : a. Karyawan (employees)

Penampilan karyawan atau diri karyawan UD. Sumber Mutiara.

b. Konsumen (customers)

Kemampuan karyawan UD. Sumber Mutiara dalam melayani konsumen.

6. Proses (X6)

Adapun Indikator orang menurut Zeithaml dan Bitner (2013) adalah : a. Flow of activities

Kemudahan dan kecepatan dalam proses pembelian pada UD. Sumber Mutiara

b. Keterlibatan konsumen

Segala proses komplain atau pertanyaan langsung direspon oleh karyawan UD. Sumber Mutiara

7. Bukti Fisik (X7)

Adapun Indikator orang menurut Zeithaml dan Bitner (2013) adalah : a. Desain fasilitas

Interior dan eksterior yang ada pada UD. Sumber Mutiara.

b. Peralatan

Kelengkapan peralatan yang ada pada UD. Sumber Mutiara.

8. Penjualan (Y)

Adapun indikator dari Penjualan menurut Swatha dan Irawan (2009:148) yaitu:

a. Kondisi dan Kemampuan Menjual

Bagaimana kemampuan dan cara menjual karyawan UD. Sumber Mutiara.

b. Kondisi Pasar

(6)

24

Produk yang dijual UD. Mutiara sudah sesuai dengan permintaan dan keinginan konsumen.

c. Pemberian Hadiah

Pemberian hadiah oleh UD. Sumber Mutiara terhadap konsumen.

d. Modal

Modal yang ada pada UD. Sumber Mutiara sudah cukup sehingga bisa melakukan promosi atau iklan dan bisa bersaing dalam pasaran.

3.7 Instrumen Penelitian 3.7.1 Alat Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, alat pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu sebagai berikut:

1. Kuesioner

Kuesioner variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Dalam penelitian ini kuesioner menggunakan skala likert. Skala likert ini digunakan untuk mengukur pendapat seseorang tentang variabel yang diteliti pada penelitian ini. Jawaban setiap yang diberikan ini memiliki nilai atau skor untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel yang diteliti terhadap pendapat responden.

Apakah mengarah ke respon positif (kesetujuan) atau negatif (ketidaksetujuan). Bentuk nilai yang akan digunakan yaitu sebagai berikut:

a) Skor 1 : Sangat Tidak Setuju (STS) b) Skor 2 : Tidak Setuju (TS)

c) Skor 3 : Setuju (S)

d) Skor 4 : Sangat Setuju (SS)

Penggunaan skala likert empat tingkat skor saja (1-4), dengan menghapus skor ragu-ragu atau cukup setuju yang bertujuan untuk mengurangi tingkat ambiguitas responden saat mengisi kuesioner serta membantu peneliti dalam mengolah data.

2. Dokumentasi

Dalam sebuah dokumentasi data ini bisa berbentuk tulisan, gambar, atau sekumpulan lampiran yang memiliki isi tentang objek yang

(7)

25

akan diteliti. Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengambil data yang berhubungan dengan rumusan masalah dari penelitian ini. Data-data yang di dapat akan diolah dan dijadikan pendukung dalam kesimpulan dari penelitian ini. Data dokumentasi ini memakai data sekunder, seperti : visi dan misi, tujuan, jobdesk, struktur organisasi, SOP perusahaan, dan informasi-informasi lain dari perusahaan.

3.7.2 Prosedur Pengumpulan Data

1. Peneliti mengajukan surat permohonan tertulis kepada UD. Sumber Mutiara Kabupaten Sampang yang dilampiri proposal penelitian yang disetujui dosen pembimbing.

2. Setelah permohonan disetujui oleh perusahaan maka peneliti selanjutnya menyusun jadwal kegiatan penelitian yang akan dilakukan di UD. Sumber Mutiara Kabupaten Sampang.

3. Pengambilan data ini dilakukan dengan metode kusioner dan dokumentasi seperti data penjualan bulan Oktober 2018 sampai September 2019.

4. Setelah data hasil kuisioner terkumpul, data diolah dan diterjemahkan ke angka 1,2,3, dan 4 untuk memudahkan analisa di SPSS dan mengetahui jawaban dari rumusan masalah penelitian.

5. Analisa hasil jawaban responden berdasarkan output dan diinterpretasikan untuk menjawab rumusan masalah dan seseuai dengan tujuan penelitian. Hasil nantinya akan dituangkan dalam laporan hasil penelitian.

3.8 Teknik Analisis Data

Teknik analisis pada penelitian ini dibagi dua bagian untuk menjawab 3 rumusah masalah pada penelitian ini. Bagian pertama pengukuran tingkat pengaruh, akan dianalisis dengan metode kuantitatif menggunakan alat analisis regresi linier berganda dibantu menggunakan software SPSS 20 untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua. Bagian kedua merumuskan bauran pemasaran, akan dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif yang akan digunakan untuk menjawab rumusan masalah ketiga.

(8)

26 3.8.1 Pengukuran Tingkat Pengaruh

Data-data yang diperoleh sebelum disajikan dalam bentuk informasi akan dioalah dan dianalisis dengan menggunakan software SPSS 20. Data tersebut akan dianalisis yang akan kemudian dijadikan pengukuran tingkat pengaruh pada tiap Variabel. Analisis yang digunakan adalah sebagai berikut:

3.8.1.1 Uji Instrumen Penelitian

1. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahian suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi, sebaiknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah.

Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung (correlated item-total correlation) dengan nilai r tabel.

Dengan ketentuan untuk degree of freedom (df)= n-k, dimana n adalah jumlah sampel yang digunakan dan k adalah jumlah variabelindependennya, dengan memakai tingkat signifikansi sebesar 0,05. Jika r hitung > r tabel dan nilai positif maka butir atau peryataan tersebut dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Pengukuran reliabailitas dengan menggunakan teknik Cronbrach Alpha atau koefisien alpha adalah koesfisien reliabilitas yang menunjukkan seberapa baiknya butir dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi satu sama lain.

Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliable), reliabilitas merupakan salah satu atau karakter utama instrument pengukuran yang baik. Untuk uji relibailitas teknik Cronbrach Alpha dimana suatu butir

(9)

27

pertanyaan dapat dikatakan reliabel jika memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,6 atau lebih.

3.8.1.2 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik dilakukan unutk mengetaui kondisi data yang ada agar dapat menentukan model analisis yang tepat. Adapun asumsi-asumsi klasik yang digunakan sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Pada analisi regresi ini, metode yang digunakan adalah grafik histogram dan normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data titik pada sumbu diagonal dari grafik dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar dalam mengambil keputusan ialah sebagai berikut:

a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafk histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.

b. Jika data menyebar menjauh garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tersebut tidak memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Karena modal regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi di antara variabel independen. Deteksi terhadap ada tidaknya multikolinieritas yaitu dengan cara menganalisis matriks kolerasi variabel-variabel bebas. Dapat dilihat juga dari nilai tolerance dan lawannya Variance

(10)

28

Inflation Factor (VIF). Tolerance mengukur variabelitas variabel independen lainnya. Tolerance Value <0,05 atau VIF

> 10: terjadi multikolinieritas. Tolerance Value > 0,10 : tidak terjadi multikolinieritas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Dengan melihat grafik plot antara nilai variabel terikat dengan residual. Jika pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombanag, melebar, kemudian menyempit), maka mengidentifikasi telah terjadi hesteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi hesteroskedastisitas.

5.8.1.1 Analisis Regresi Linier Berganda

Regresi analisis menentukan pengaruh dan arah hubungan variabel terikat (dependen) dengan variabel bebas (independen) dan mengukur kesamaan derajat hubungan antara satu dependen dengan satu independen. Rumus dalam regresi linier berganda ialah sebagai berikut:

Y = a+b1x1+b2x2+b3x3+b4x4+e Keterangan:

Y = Penjualan a = Konstanta

b1 = Koefisien regresi variabel produk b2 = Koefisien regresi variabel harga b3 = Koefisien regresi variabel lokasi b4 = Koefisien regresi variabel promosi X1 = Produk

X2 = Harga X3 = Lokasi X4 = Promosi

e = Standar Kesalahan (error)

(11)

29 5.8.1.2 Pengujian Hipotesis

1. Uji Parsial (Uji-t)

Uji-t digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel-variabel bebas secara individual dapat menerangkan variasi variabel dependen. Kriteria dalam melakukan uji t yaitu jika probabilitas signifikan dibawah 0,05 maka variabel bebas secara individual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, sehingga hipotesis alternatifnya (Ha) diterima.

Sebaliknya jika probabilitas signifikan di atas 0,05 maka variabel bebas secara individual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, sehingga hipotesis alternatifnya (Ha) ditolak.

2. Uji Simultan (Uji-F)

Uji-F digunakan untuk melihat pengaruh variabel- variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen secara tidak langsung. Kriteria pengambilan keputusan yaitu dengan melihat nilai Fhitung lebih besar dari ttabel pada probabilitas α=0,05. Dalam penelitian uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

3. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel-variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai (R2) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir sama informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel- variabel dependen. Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel

(12)

30

independen yang dimasukan kedalam model, setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 saat mengevaluasi model regresi terbaik.

3.8.2 Merumuskan Bauran Pemasaran 3.8.2.1 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah analisis yang digunakan untuk menggambarkan suatu kejadian atau fenomena atau kenyataan lalu menarik kesimpulan. Pada penelitian ini analisis deksriptif digunakan untuk menggambarkan usulan metode bauran pemasaran berdasarkan data hasil analisis kuantitatif dari faktor- faktor yang mempengaruhi penjualan di UD. Sumber Mutiara.

3.9 Analisa dan Pembahasan

Dalam tahap ini data yang diperoleh diuji untuk menentukan validitas dan reliabilitas data. Selanjutnya data tersebut dianalisa untuk menentukan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Penjualan. Kemudian hasil tersebut digunakan untuk menentukan faktor paling dominan yang mempengaruhi Penjualan. Hasil tersebut kemudian digunakan untuk mentukan usulan bauran pemasaran yang sesuai untuk meningkatkan Penjualan.

3.10 Kesimpulan dan Saran

Setelah dilakukan analisa dari pengolahan data, selanjutnya akan dibuat kesimpulan dan saran – saran terhadap kualitas pelayanan berdasarkan tujuan yang telah dibuat.

Gambar

Gambar 3. 1 Rancangan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

siswa mengidentifikasi benda-benda yang berada disekitar yang berbentuk Bangun Ruang Balok. 

(4) Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dilakukan dengan cara mengubah peraturan Bupati tentang penjabaran APBD sebagai dasar

Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa faktor umur ibu hamil tidak mempengaruhi terhadap kejadian anemia, jarak kelahiran tidak mempengaruhi terhadap kejadian anemia,

Martadinata Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, melalui Iptek Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM), dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Nizwadi Azkha (2013) tentang “Studi Efektivitas Penerapan Kebijakan Perda Kota Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam

Analisa sifat magnet dan kuat medan magnet sampel serbuk NdFeB dilakukan menggunakan VSM ( Vibrating Sample Magnetometer ), salah satu jenis peralatan yang digunakan

Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukan oleh total aktiva ( Sigit dalam Hana Tiara (2012:2). Berdasarkan uraian di atas maka perumusan

Yield etanol pada media kontrol dengan waktu fermentasi 48 jam nilainya 8 kali lebih besar daripada yield etanol dalam medium dengan penambahan ZnSO 4 .7H 2 O.. Sorbitol tidak