• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

BAGIAN ORGANISASI

SEKRE TARIAT OAERAH KABUPATEN PONOROGO

PAKAIAN DINAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT

DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO TENTANG

PERATURAN BUPATI PONOROGO

NOMOR 17 TAHUN 2016

(2)

BUPATI PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PONOROGO

PAKAIAN DINAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PONOROGO,

Menimbang : bahwa dalam rangka peningkatan kedisiplinan, ketertiban dan keseragaman dalam berpakaian dinas bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, maka ketentuan tentang pemakaian pakaian dinas sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 16 Tahun 2012 perlu ditinjau dan diatur kembali dengan menuangkannya dalam suatu Peraturan Bupati;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 9) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotapraja Surabaya & Dati II Surabaya dengan mengubah Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur &

Undang-Undang 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DI. Yogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730);

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

(3)

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korp dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 141, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 4449);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5135);

8. Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korp Pegawai Republik Indonesia;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pakaian Dinas Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah dan Kepala Desa;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2013 tentang Pedoman Pakaian Dinas, Perlengkapan dan Peralatan Operasional Satuan Polisi Pamong Praja;

12. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM. 19 Tahun 2015 tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

13. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 7 Tahun 2008 tentang Satuan Polisi Pamong Praja (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2008 Nomor 7);

(4)

14. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ponorogo (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2008 Nomor 9);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kabupaten Ponorogo (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2008 Nomor 10);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Ponorogo (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2008 Nomor 11);

17. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 12 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan KelurahanKabupaten Ponorogo (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2008 Nomor 12);

18. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 2 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo (Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2011 Nomor 2);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PAKAIAN DINAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

1. Pemerintah Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

2. Bupati adalah Bupati Ponorogo.

3. Wakil Bupati adalah Wakil Bupati Ponorogo.

4. Pejabat adalah Bupati, Wakil Bupati dan Pejabat Struktural.

5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo.

6. Aparat Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

7. Pegawai adalah Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

8. Jabatan Pimpinan Tinggi adalah sekelompok jabatan tinggi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

(5)

9. Pejabat Pimpinan Tinggi adalah Pegawai Aparatur Sipil Negara yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

10. Jabatan Administrasi adalah sekelompok yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

11. Pejabat Administrasi adalah pegawai Aparatur Sipil Negara yang menduduki jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

12. Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan ketrampilan tertentu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

13. Pejabat Fungsional adalah pegawai Aparatur Sipil Negara yang menduduki Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

14. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

15. Perangkat Daerah adalah Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

16. Pakaian Dinas adalah pakaian seragam yang dipakai Pegawai sesuai dengan waktu dan kebutuhannya.

17. Atribut adalah tanda-tanda yang melengkapi pakaian dinas, sehingga dapat dibedakan identitas setiap pegawai.

18. Tanda Lokasi adalah penyebutan nama Kabupaten Ponorogo.

19. Kartu Tanda Pengenal adalah kelengkapan pakaian dinas sebagai identitas pegawai yang memuat nama unit kerja, foto, nama, NIP, jabatan dan golongan darah dari pegawai yang bersangkutan serta masa berlakunya, dalam bentuk kartu.

20. Papan Nama Pegawai adalah kelengkapan pakaian dinas sebagai identitas pegawai.

21. Kelengkapan pakaian dinas adalah kelengkapan pakaian yang dikenakan sesuai jenis pakaian dinas beserta atributnya termasuk ikat pinggang, kaos kaki dan sepatu.

22. Petugas administrasi adalah Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan tugas di dalam kantor yang menangani administrasi.

23. Petugas Operasional adalah Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan tugas di dalam dan/atau di luar kantor yang menangani tugas operasional di lapangan.

24. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT adalah unit pelaksana teknis dinas/badan yang berlokasi di Kabupaten Ponorogo.

(6)

BAB II PAKAIAN DINAS

Bagian Kesatu Fungsi Pakaian Dinas

Pasal 2 Fungsi Pakaian Dinas adalah sebagai :

a. perwujudan rasa kesetiakawanan sesama korps pegawai;

b. perwujudan ketertiban, kedisiplinan, keseragaman, jiwa karsa, wibawa, prestasi kerja dan pengabdian aparatur;

c. perwujudan pembinaan dan pengawasan serta etika ASN.

Bagian Kedua Jenis Pakaian Dinas

Pasal 3

(1) Jenis Pakaian Dinas pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, terdiri dari :

a. Pakaian Dinas Harian disingkat PDH, terdiri dari : 1. PDH Warna Khaki;

2. PDH Kemeja putih, celana/rok gelap atau abu-abu tua;

3. PDH Batik/tenun/Pakaian Khas Daerah;

4. PDH Linmas.

b. Pakaian Sipil Harian disingkat PSH;

c. Pakaian Sipil Resmi disingkat PSR;

d. Pakaian Sipil Lengkap disingkat PSL;

e. Pakaian Dinas Lapangan disingkat PDL;

f. Pakaian Dinas Harian Camat dan Lurah disingkat PDH Camat dan Lurah ; g. Pakaian Dinas Upacara Camat dan Lurah disingkat PDU Camat dan Lurah;

dan

h. Pakaian Dinas lainnya.

(2) PDH sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a terdiri dari :

a. PDH lengan panjang/pendek digunakan untuk Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten;

b. PDH lengan pendek digunakan untuk Pejabat Administrastor dan Pejabat Pengawas serta Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten.

(3) Jenis Pakaian Dinas lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h, terdiri dari :

a. Pakaian Dinas Khusus;

b. Pakaian Khas Ponorogo;

c. Pakaian Korpri;

d. Pakaian Olah Raga.

(4) Pakaian Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dengan bentuk dan model sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Bupati ini.

(7)

Pasal 4

Pakaian Dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, merupakan pakaian seragam yang wajib dipakai oleh setiap pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten dalam menjalankan tugas pekerjaannya dan/atau acara tertentu.

Bagian Ketiga Pakaian Dinas Harian

Pasal 5

(1) PDH warna khaki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a angka 1, dipakai oleh pegawai non struktural dan pejabat eselon IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten, terdiri dari :

a. PDH untuk Pegawai Pria :

1. Kemeja lengan pendek, berlidah bahu, warna khaki dengan atribut JAWA TIMUR, KAB. PONOROGO dan lambang daerah;

2. Celana panjang warna khaki;

3. Ikat pinggang nilon;

4. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai.

b. PDH untuk Pegawai Wanita :

1. Baju lengan pendek, warna khaki dengan atribut JAWA TIMUR, KAB.

PONOROGO dan lambang daerah;

2. Rok 15 cm di bawah lutut warna khaki;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan Nama Pegawai.

c. PDH untuk Pegawai Wanita Berjilbab :

1. Baju lengan panjang, warna khaki dengan atribut JAWA TIMUR, KAB.

PONOROGO dan lambang daerah;

2. Rok panjang/celana panjang warna khaki;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana KORPRI dan kartu tanda pengenal;

5. Papan Nama Pegawai;

6. Kerudung tidak bermotif, warna khaki.

d. PDH untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

(2) PDH Kemeja Putih, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a angka 2, terdiri dari :

a. Untuk Pegawai Pria :

1. Kemeja lengan panjang/pendek, berlidah bahu dengan atribut Lencana Korpri, Papan Nama dan Tanda Pengenal;

2. Celana panjang warna gelap atau abu-abu tua;

3. Sepatu dan kaos kaki warna hitam.

(8)

b. untuk Pegawai Wanita :

1. Kemeja lengan panjang/pendek berlidah bahu dengan atribut Lencana Korpri, Papan Nama dan Tanda Pengenal;

2. Rok 15 cm di bawah lutut warna gelap atau abu-abu tua;

3. Sepatu warna hitam.

c. untuk Pegawai Wanita Berjilbab :

1. Baju lengan panjang dengan berlidah bahu atribut Lencana KORPRI, Papan Nama dan Tanda Pengenal;

2. Rok panjang / celana panjang warna gelap atau abu-abu tua;

3. Sepatu warna hitam;

4. Kerudung tidak bermotif, warna gelap.

d. Untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

(3) PDH Linmas, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a angka 4, terdiri dari :

a. PDH untuk pegawai pria :

1. Kemeja lengan pendek, berlidah bahu, warna hijau dengan atribut dan lambang Linmas;

2. Celana panjang warna hijau;

3. Ikat pinggang nilon;

4. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan nama pegawai.

b. PDH untuk pegawai wanita :

1. Baju lengan pendek, warna hijau dengan atribut dan lambang Linmas;

2. Rok 15 cm di bawah lutut warna hijau;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan nama pegawai.

c. PDH untuk pegawai wanita berjilbab :

1. Baju lengan panjang, warna hijau dengan atribut dan lambang Linmas;

2. Rok panjang/celana panjang warna hijau;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan nama pegawai;

6. Kerudung tidak bermotif, warna hijau.

d. PDH untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

(4) PDH Batik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a angka 3, dipakai oleh pegawai dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten, terdiri dari :

(9)

a. PDH Batik untuk Pegawai Pria :

1. Kemeja batik lengan pendek atau panjang;

2. Celana panjang warna gelap (bukan jenis jeans);

3. Ikat pinggang nilon;

4. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai.

b. PDH Batik untuk Pegawai Wanita :

1. Baju batik lengan pendek atau panjang;

2. Rok 15 cm di bawah lutut warna gelap;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan Nama Pegawai.

c. PDH Batik untuk Pegawai Wanita Berjilbab : 1. Baju batik lengan panjang;

2. Rok panjang/celana panjang warna gelap;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan Nama Pegawai;

6. Kerudung tidak bermotif, warna menyesuaikan.

d. PDH Batik untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

Bagian Keempat Pakaian Sipil Harian

Pasal 6

(1) PSH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b, dipakai oleh pejabat eselon II dan eselon III.

(2) PSH sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwarna khaki.

(3) Khusus untuk pejabat eselon II pada acara tertentu dapat menggunakan PSH warna lain.

(4) PSH sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari : a. PSH untuk Pegawai Pria :

1. Kemeja model jas lengan pendek, warna khaki tanpa atribut;

2. Celana panjang warna khaki;

3. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan Nama Pegawai.

b. PSH untuk Pegawai Wanita :

1. Kemeja model jas lengan pendek, warna khaki tanpa atribut;

2. Rok 15 cm di bawah lutut warna khaki;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan Nama Pegawai.

(10)

c. PSH untuk Pegawai Wanita Berjilbab :

1. Kemeja model jas lengan panjang, warna khaki tanpa atribut;

2. Rok panjang/celana panjng warna khaki;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

5. Papan Nama Pegawai;

6. Kerudung tidak bermotif, warna khaki.

d. PSH untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

Bagian Kelima Pakaian Sipil Resmi

Pasal 7

(1) PSR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c, dipakai untuk menghadiri upacara yang bukan upacara kenegaraan, menerima tamu-tamu luar negeri dan dipakai dimalam hari atau sesuai undangan.

(2) PSR sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari : a. PSR untuk Pegawai Pria :

1. Kemeja model lengan panjang (krah berdiri) dan celana panjang warna sama;

2. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

3. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

4. Papan Nama Pegawai.

b. PSR untuk Pegawai Wanita :

1. Kemeja model lengan panjang (krah rebah) dan rok 15 cm di bawah lutut, warna sama;

2. Sepatu warna hitam;

3. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

4. Papan Nama Pegawai.

c. PSR untuk Pegawai Wanita Berjilbab :

1. Kemeja model lengan panjang (krah rebah) dan rok panjang, warna sama;

2. Sepatu warna hitam;

3. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

4. Papan Nama Pegawai;

5. Kerudung tidak bermotif, warna menyesuaikan.

d. PSH untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

Bagian Keenam Pakaian Sipil Lengkap

Pasal 8

(1) PSL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d, dipakai pada upacara kenegaraan atau bepergian resmi ke luar negeri.

(2) PSL sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari : a. PSL untuk Pegawai Pria :

(11)

1. Jas lengan panjang warna gelap;

2. Celana panjang warna sama;

3. Kemeja dengan dasi;

4. Sepatu dan kaos kaki warna hitam.

b. PSL untuk Pegawai Wanita :

1. Jas lengan panjang warna gelap;

2. Rok 15 cm di bawah lutut, warna sama;

3. Kemeja dengan dasi;

4. Sepatu warna hitam.

c. PSL untuk Pegawai Wanita Berjilbab : 1. Jas lengan panjang warna gelap;

2. Rok panjang, warna sama;

3. Kemeja dengan dasi;

4. Sepatu warna hitam;

5. Kerudung tidak bermotif, warna menyesuaikan.

d. PSL untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

Bagian Ketujuh Pakaian Dinas Lapangan

Pasal 9

(1) PDL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf e, dipakai dalam menjalankan tugas operasional di lapangan yang bersifat teknis.

(2) PDL sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari : a. PDL untuk Pegawai Pria :

1. Baju lengan panjang, berlidah bahu warna khaki;

2. Celana panjang warna khaki;

3. Penggunaan pakaian dinas dikeluarkan atau dimasukkan;

4. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai.

b. PDL untuk Pegawai Wanita :

1. Baju lengan panjang, berlidah bahu warna khaki;

2. Celana panjang warna khaki;

3. Penggunaan pakaian dinas dikeluarkan atau dimasukkan;

4. Sepatu warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai.

c. PDL untuk Pegawai Wanita Berjilbab :

1. Baju lengan panjang, berlidah bahu warna khaki;

2. Celana panjang warna khaki;

3. Penggunaan pakaian dinas dikeluarkan atau dimasukkan ; 4. Sepatu warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai.

(12)

7. Kerudung tidak bermotif, warna khaki.

d. PDL untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

Bagian Kedelapan

Pakaian Dinas Harian (PDH) Camat dan Lurah Pasal 10

PDH Camat dan Lurah terdiri dari : a. PDH Camat dan Lurah Pria

1. Kemeja lengan pendek, berlidah bahu, warna khaki;

2. Celana panjang warna khaki;

3. Ikat pinggang nilon/kulit, kaos kaki dan sepatu warna hitam, tanda jabatan dan tanda pangkat.

b. PDH Camat dan Lurah Wanita

1. Kemeja lengan pendek, berlidah bahu, warna khaki;

2. Rok 15 cm dibawah lutut warna khaki;

3. Sepatu warna hitam, tanda jabatan dan tanda pangkat.

c. PDH Camat dan Lurah wanita berjilbab dan hamil menyesuaikan.

Bagian Kesembilan

Pakaian Dinas Upacara (PDU) Camat dan Lurah Pasal 11

(1) PDU Camat dan Lurah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf g dipakai dalam melaksanakan upacara pelantikan dan upacara hari-hari besar lainnya.

(2) PDU Camat dan Lurah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari : a. PDU Camat dan Lurah Pria :

1. Kemeja warna putih, dasi warna hitam polos dan jas warna putih dengan kancing warna kuning emas;

2. Calana panjang warna putih;

3. Kaos kaki dan sepatu kulit warna putih.

b. PDU Camat dan Lurah Wanita :

1. Kemeja warna putih, dasi warna hitam polos dan jas warna putih dengan kancing warna kuning emas;

2. Rok warna putih 15 cm dibawah lutut;

3. Sepatu fantovel warna putih.

c. PDU Camat dan Lurah Wanita berjilbab dan hamil menyesuaikan.

Bagian Kesepuluh Pakaian Dinas Khusus

Pasal 12

(1) Pakaian Dinas Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf a adalah pakaian dinas yang dapat dipakai oleh pegawai yang karena sifat pekerjaannya memiliki ciri khusus teknis operasional berdasarkan peraturan perundang-undangan dan bagi pegawai yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

(13)

(2) Pakaian Dinas Khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dipakai oleh :

a. Pegawai pada Rumah Sakit, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan atau SKPD yang memberi pelayanan langsung kepada masyarakat;

b. Petugas Protokol dan Hubungan Masyarakat pada Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten yang sedang bertugas di luar kantor atau pada acara resmi yang bersifat protokoler;

c. Petugas Pemungut Pajak Daerah atau Retribusi Daerah di lingkungan SKPD Kabupaten yang sedang melaksanakan tugas pemungutan;

d. Petugas Sandi dan Telekomunikasi pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo;

e. Petugas Pemeriksa Inspektorat Kabupaten Ponorogo;

f. Pakaian Dinas Khusus sebagaimana dimaksud ayat (2) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d dan huruf e harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bupati.

(3) Bagi pegawai wanita hamil menggunakan pakaian dinas pegawai yang dimodifikasi.

Bagian Kesebelas Pakaian Khas Ponorogo

Pasal 13

(1) Pakaian Khas Ponorogo sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b dipakai pada peringatan hari jadi Pemerintah Kabupaten atau perayaan grebeg syuro.

(2) Pakaian Khas Ponorogo sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:

a. Pakaian Khas Ponorogo untuk Pegawai Pria : 1. Pakaian Warok Tua.

Pakaian Khas Ponorogo (Warok Tua) dipakai oleh Pejabat setingkat Eselon III ke atas sesuai kebutuhan dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Celana panjang gejigan ponoragan;

b) Kain panjang (dasar hitam);

c) Stagen;

d) Epek timang hitam polos;

e) Keris gabelan;

f) Baju waktung;

g) Jam kantong;

h) Kolor putih;

i) Iket modang;

j) sandal kosek.

2. Pakaian Warok Muda

Pakaian Khas Ponorogo (Warok Muda) dipakai oleh seluruh karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan ketentuan sebagai berikut :

a) Celana hitam kombor ponoragan;

b) Kain panjang latar hitam;

(14)

c) Sabuk othok;

d) Kolor putih;

e) Iket gadung;

f) Keris gabelan;

g) Baju penadhon.

b. Pakaian Khas Ponorogo bagi Pegawai Wanita adalah pakaian batik Merak, bentuk dan model menyesuaikan dengan Pakaian Dinas yang lain.

Bagian Kedua Belas Pakaian Korpri

Pasal 14

(1) Pakaian KORPRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c dipakai pada upacara hari besar nasional, HUT KORPRI dan setiap upacara tanggal 17 atau pada upacara lain yang ditentukan, apabila tanggal 17 jatuh pada hari libur, maka pakaian Korpri dipakai pada hari berikutnya.

(2) Pakaian Korpri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. Pakaian Korpri untuk Pegawai Pria :

1. Kemeja KORPRI lengan panjang;

2. Celana panjang warna biru dongker;

3. Songkok nasional;

4. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai.

b. Pakaian Korpri untuk Pegawai Wanita : 1. Kemeja Korpri lengan panjang;

2. Rok 15 cm di bawah lutut, warna biru dongker;

3. Songkok nasional;

4. Sepatu warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai.

c. Pakaian Korpri untuk Pegawai Wanita Berjilbab : 1. Kemeja Korpri lengan panjang;

2. Rok panjang warna biru dongker;

3. Songkok nasional;

4. Sepatu warna hitam;

5. Lencana Korpri dan kartu tanda pengenal;

6. Papan Nama Pegawai;

7. Kerudung tidak bermotif, warna biru dongker.

d. Pakaian Korpri untuk Pegawai Wanita Hamil menyesuaikan.

Bagian Ketiga Belas Pakaian Olah Raga

Pasal 15

Pakaian Olah Raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf d dipakai setiap hari Jum’at pada saat kegiatan olah raga.

(15)

BAB III

ATRIBUT PAKAIAN DINAS Bagian Kesatu

Jenis Atribut Pakaian Dinas Pasal 16

Atribut pakaian dinas terdiri dari :

a. Lambang Daerah Kabupaten Ponorogo;

b. Lambang Linmas;

c. Nama lokasi Kabupaten Ponorogo;

d. Tulisan Linmas;

e. Lencana Korpri;

f. Nama Pemerintah Propinsi;

g. Papan Nama Pegawai;

h. Kartu Tanda Pengenal;

i. Songkok nasional;

j. Topi Linmas;

k. Muts;

l. Topi Upacara / Pet;

m. Topi Lapangan;

n. Tanda Pangkat;

o. Tanda Jabatan.

Bagian Kedua

Penggunaan Atribut Pakaian Dinas Pasal 17

(1) Lambang Daerah Kabupaten Ponorogo sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf a, terbuat dari bahan kain bordir dengan gambar lambang daerah dan ditempatkan di lengan baju sebelah kanan.

(2) Lambang Linmas sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 huruf b, terbuat dari bahan kain bordir dengan gambar lambang Linmas dan ditempatkan di lengan baju sebelah kiri.

(3) Nama lokasi Kabupaten Ponorogo sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c, terbuat dari bahan kain bordir warna kuning dengan tulisan KABUPATEN PONOROGO warna hitam dan ditempatkan di lengan baju sebelah kanan diantara lambang daerah dengan lidah bahu.

(4) Tulisan Linmas sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 huruf d, terbuat dari bahan kain bordir warna kuning dengan tulisan LINMAS warna hitam dan ditempatkan diatas saku baju sebelah kiri dibawah lencana Korpri.

(5) Lencana Korpri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf e, terdiri dari:

a. bahan dasar logam warna kuning emas dipakai untuk semua pakaian dinas;

b. bahan kain bordir warna kuning emas dipakai untuk PDL;

c. ditempatkan di atas saku baju sebelah kiri.

(16)

(6) Nama Pemerintah Propinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf f, terbuat dari bahan kain bordir warna dasar kuning dengan tulisan JAWA TIMUR warna hitam dan ditempatkan di lengan baju sebelah kiri di bawah lidah baju.

(7) Papan Nama Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf g, terdiri dari :

a. bahan dasar ebonit/plastik, warna hitam dengan tulisan warna putih untuk semua pakaian dinas;

b. bahan kain bordir warna dasar khaki dengan tulisan warna hitam untuk PDL;

c. ditempatkan di atas saku baju sebelah kanan.

(8) Kartu Tanda Pengenal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf h, terdiri dari :

a. bahan dasar kertas foto;

b. ukuran tanda pengenal panjang 8,5 cm, lebar 5,5 cm.

(9) Songkok nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf i, terbuat dari kain bludru warna hitam dan dipakai pada saat menggunakan pakaian Korpri.

(10) Topi Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf j, terbuat dari kain warna hijau dan dipakai pada saat menggunakan pakaian Linmas ;

(11) Mutz sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf k, terbuat dari kain warna khaki dan dipakai pada saat menggunakan pakaian PDH khaki;

(12) Topi Upacara/Pet sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf l, terbuat dari kain warna khaki dan dipakai pada saat menjadi Komandan Upacara;

(13) Topi Lapangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf m, terbuat dari kain warna biru tua dengan lambang Daerah dipakai pada saat kegiatan dilapangan.

Pasal 18

(1) Kartu tanda pengenal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (8), terdiri atas bagian depan dan bagian belakang, memuat :

a. Bagian depan :

1. Lambang Daerah;

2. Nama Pemerintah Kabupaten;

3. Nama SKPD / Unit Organisasi;

4. Foto pegawai dengan menggunakan pakaian dinas yang berlaku 5. Nama Pegawai;

6. Nomor Kode Tanda Pengenal Pegawai.

b. Bagian belakang : 1. Nama Pegawai;

2. Nomor Induk Pegawai;

3. Nama Jabatan Struktural / Nama Jabatan Fungsional;

4. Instansi;

5. Golongan Darah;

6. Masa Berlaku;

7. Pejabat yang mengeluarkan;

8. Tanda tangan pejabat yang mengeluarkan;

9. Nama terang, Pangkat dan NIP Pejabat yang mengeluarkan.

(17)

(2) Tulisan pada Tanda Pengenal Pegawai berwarna hitam dengan warna dasar putih.

(3) Warna dasar foto pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 4 didasarkan pada jabatan pegawai yang bersangkutan.

(4) Warna dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk pejabat : a. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya : warna dasar coklat

b. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama : warna dasar merah c. Pejabat Adminstrator : warna dasar biru d. Pejabat Pengawas : warna dasar hijau e. Pejabat Pelaksana : warna dasar orange f. Pejabat Fungsional : warna dasar abu-abu

(5) Nomor kode tanda pengenal pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 6 di lingkungan Pemerintah Kabupaten, yaitu :

01 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten;

02 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten;

03 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Inspektorat Kabupaten;

04 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Dinas Daerah Kabupaten;

05 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Badan / Kantor Kabupaten;

06 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten;

07 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten;

08 : Pimpinan Tinggi, Administrasi dan Fungsional di lingkungan Lembaga Lain Kabupaten.

Pasal 19

(1) Tanda Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf n, menunjukkan pangkat/golongan dan eselon pegawai.

(2) Tanda Pangkat Golongan IV sebagai berikut :

a. Lambang pohon beringin, padi, kapas dan bunga melati mekar berbahan logam warna kuning emas;

b. Panjang 9 cm;

c. Lebar atas 4,5 cm; dan d. Lembar bawah 5,5 cm.

(3) Jumlah bunga melati mekar pada tanda pangkat golongan IV sebagai berikut : a. Jumlah bunga melati mekar 3 buah untuk golongan IV/e disusun dalam

bentuk garis lurus diatas dasar lapisan logam kuning emas dan kotak tertutup logam kuning emas;

b. Jumlah bunga melati mekar 3 buah untuk golongan IV/d disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak tertutup logam kuning emas;

c. Jumlah bunga melati mekar 3 buah untuk golongan IV/c disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka bagian atas logam kuning emas;

(18)

d. Jumlah bunga melati mekar 3 buah untuk golongan IV/b disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka logam kuning emas;

e. Jumlah bunga melati mekar 3 buah untuk golongan IV/a disusun dalam bentuk garis lurus tambah 1 balok logam warna kuning emas dibawah bunga.

(4) Tanda Pangkat Golongan III sebagai berikut :

a. Lambang pohon beringin, padi, kapas dan bunga melati mekar berbahan logam warna kuning emas;

b. Panjang 9 cm;

c. Lebar atas 4,5 cm; dan d. Lembar bawah 5,5 cm.

(5) Jumlah bunga melati mekar pada tanda pangkat golongan III sebagai berikut : a. Jumlah bunga melati mekar 2 buah untuk golongan III/d disusun dalam

bentuk garis lurus kotak tertutup logam kuning emas;

b. Jumlah bunga melati mekar 2 buah untuk golongan III/c disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka bagian atas logam kuning emas;

c. Jumlah bunga melati mekar 2 buah untuk golongan III/b disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka logam kuning emas;

d. Jumlah bunga melati mekar 2 buah untuk golongan III/a disusun dalam bentuk garis lurus tambah 1 balok logam warna kuning emas dibawah bunga.

(6) Tanda Pangkat Golongan II sebagai berikut :

a. Lambang pohon beringin, padi, kapas dan bunga melati mekar berbahan logam warna perak;

b. Panjang 9 cm;

c. Lebar atas 4,5 cm; dan d. Lembar bawah 5,5 cm.

(7) Jumlah bunga melati mekar pada tanda pangkat golongan II sebagai berikut : a. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan II/d disusun dalam

bentuk garis lurus kotak tertutup logam perak;

b. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan II/c disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka bagian atas logam perak;

c. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan II/b disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka logam perak;

d. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan II/a disusun dalam bentuk garis lurus tambah 1 balok logam warna perak dibawah bunga.

(8) Tanda Pangkat Golongan I sebagai berikut :

a. Lambang pohon beringin, padi, kapas dan bunga melati mekar berbahan logam warna perunggu;

b. Panjang 9 cm;

c. Lebar atas 4,5 cm; dan d. Lembar bawah 5,5 cm.

(9) Jumlah bunga melati mekar pada tanda pangkat golongan I sebagai berikut : a. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan I/d disusun dalam

bentuk garis lurus kotak tertutup logam perunggu ;

b. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan I/c disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka bagian atas logam perunggu ;

c. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan I/b disusun dalam bentuk garis lurus dalam kotak terbuka logam perunggu ;

d. Jumlah bunga melati mekar 1 buah untuk golongan I/a disusun dalam bentuk garis lurus tambah 1 balok logam warna perunggu dibawah bunga.

(19)

(10) Warna dasar tanda pangkat berwarna khaki pada PDH warna khaki dan warna hijau pada PDH Linmas.

(11) Bagi ASN yang menduduki suatu jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas, maka pada pinggir tanda pangkatnya menggunakan garis tebal.

(12) Warna garis tebal tanda pangkat bagi seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas adalah warna merah sedangkan Pejabat Pelaksana dan Pejabat Fungsional tidak menggunakan garis tebal.

Pasal 20

(1) Tanda Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf o, menunjukkan jabatan dan / atau eselon pegawai.

(2) Tanda Jabatan Tinggi Pratama, (Sekretaris Daerah Kabupaten, Asisten Sekretaris Daerah,, Staf Ahli, Inspektur, Kepala Badan/Dinas, Direktur) sebagai berikut :

a. Bahan logam warna dasar kuning emas dan bergerigi;

b. Bentuk persegi lima;

c. Lingkaran terluar diameter 6 cm;

d. Lingkaran dalam diameter 4 cm warna kuning emas;

e. Lingkaran dalam terdapat Lambang Daerah warna perak.

(3) Tanda Jabatan Administrator, (Kepala Bagian, Camat, Kepala Kantor, Sekretaris Dinas/Badan/Camat, Kepala Bidang) sebagai berikut :

a. Bahan logam warna dasar kuning emas dan bergerigi;

b. Bentuk persegi lima;

c. Lingkaran terluar diameter 5 cm;

d. Lingkaran dalam diameter 3,5 cm warna perak;

e. Lingkaran dalam terdapat Lambang Daerah warna perak.

(4) Tanda Jabatan dipasang disebelah kanan atas dibawah papan nama.

(5) Pimpinan Tinggi Madya, Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas dipakai pada PDH Linmas, PDH warna khaki dan PSH.

Bagian Ketiga

Penggunaan Pakaian Dinas Pasal 21

(1) Hari Senin PDH Linmas;

(2) Hari Selasa PDH warna khaki;

(3) Hari Rabu menggunakan PDH Kemeja Warna Putih, celana/rok gelap atau abu-abu gelap;

(4) PSH dapat dipakai pada hari Selasa bagi Pejabat Eselon II dan III;

(5) Hari Kamis dan Jum’at PDH Batik/tenun/batik khas daerah;

(20)

(6) Bagi SKPD yang melaksanakan 6 (enam) hari kerja pada hari Sabtu diatur sebagai berikut :

a. Dinas Pendidikan (guru), RSUD Dr. Hardjono, dan Puskesmas memakai PDH Batik;

b. Petugas pemungut pajak daerah atau retribusi daerah dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah atau Dinas Perhubungan memakai Pakaian Dinas Khusus;

c. Petugas pemungut retribusi daerah dari Dinas Industri, Perdagangan, Koperasi dan UKM, dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, memakai PDH khaki.

(7) Bagi Petugas pemungut pajak daerah atau retribusi daerah dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah atau Dinas Perhubungan yang melaksanakan tugas pada hari libur memakai Pakaian Dinas Khusus.

(8) Bagi Petugas pemungut pajak daerah atau retribusi daerah dari Dinas Industri, Perdagangan, Koperasi dan UKM, dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang melaksanakan tugas pada hari libur memakai PDH khaki.

(9) Pakaian Linmas digunakan pada saat peringatan Hari Linmas dan/ atau sesuai ketentuan acara.

BAB IV

PENGADAAN PAKAIAN DINAS Pasal 22

Pengadaan pakaian dinas pegawai dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo di masing-masing SKPD atau SKPD yang ditunjuk yang menangani pengadaan.

BAB V

KETENTUAN LAIN - LAIN Pasal 23

Bagi SKPD yang menggunakan pakaian dinas di luar Peraturan ini dan belum mendapat persetujuan Bupati, harus mengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu kepada Bupati untuk mendapatkan persetujuan.

Pasal 24

Pembinaan dan pengawasan terhadap penggunaan pakaian dinas di Kabupaten dilakukan oleh Bupati atau pejabat yang ditunjuk.

Pasal 25

Bagi Pegawai dan Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten yang menggunakan pakaian dinas di luar peraturan ini, dapat dikenakan sanksi disiplin pegawai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(21)

BAB VI PENUTUP

Pasal 26

Pada saat Peraturan ini mulai berlaku, Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo beserta petunjuk pelaksanaannya, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 27

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Ponorogo.

Ditetapkan di Ponorogo

H. IPONG MUCHLISSONI pada tanggal 27 Mei 2016

BUPATI PONOROGO, ttd

(22)

MODEL, ATRIBUT DAN KELENGKAPAN PAKAIAN DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN

A. PAKAIAN DINAS HARIAN (PDH) WARNA KHAKI

1. Pegawai Negeri Sipil pria dengan atribut dan kelengkapannya sebagai berikut :

a. Kemeja lengan pendek, berlidah bahu, warna khaki dengan atribut unit kerja, lokasi dan lambang daerah;

b. Celana panjang warna khaki;

c. Ikat pinggang nilon, kaos kaki, sepatu hitam;

d. Lencana KORPRI dan kartu tanda pengenal;

e. Papan Nama Pegawai.

Bentuk dan model Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil pria, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah berdiri f. Lencana KORPRI k. Saku celana b. Lidah baju dan pangkat g. Nama Propinsi sebelah kiri depan c. Kancing baju 5 buah h. Nama dada l. Sambungan

bahu d. Tanda lokasi sebelah

kanan

i. Saku tutup belakang

e. Lambang daerah sebelah j. Tanda pengenal m Saku celana

kanan belakang

Untuk Bupati, Wakil Bupati, Camat, Kepala Desa/Kelurahan :

Tanda Jabatan dipakai di saku sebelah kanan/dada sebelah kanan;

Tanda Pangkat dipakai dipundak bahu sebelah kanan dan kiri;

Lencana KORPRI 1 cm diatas saku baju kiri.

NOMOR : 17 TAHUN 2016 TANGGAL : 27 MEI 2016

(23)

2. Pegawai Negeri Sipil wanita dengan atribut dan kelengkapannya sebagai berikut :

1) Kemeja lengan pendek, warna khaki dengan atribut unit kerja, lokasi dan lambang daerah;

2) Rok 15 cm dibawah lutut warna khaki;

3) Sepatu warna hitam;

4) Lencana KORPRI dan kartu tanda pengenal;

5) Papan Nama Pegawai.

Bentuk dan model Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah e. Nama Propinsi sebelah kiri i. Lidah bahu dan b. Kancing 4 atau 5 buah f. Lencana KORPRI Tanda pangkat

Ploi / belahan rok

c. Tanda lokasi sebelah kanan

g. Tanda pengenal j.

d. Lambang daerah sebelah kanan

h. Nama dada bagian belakang

(24)

3. Pegawai Negeri Sipil wanita berjilbab sebagai berikut :

1) Kemeja lengan panjang, warna khaki dengan atribut unit kerja, lokasi dan lambang daerah;

2) Rok panjang/celana panjang warna khaki;

3) Sepatu warna hitam;

4) Lencana KORPRI dan kartu tanda pengenal;

5) Papan Nama Pegawai;

6) Kerudung tidak bermotif, warna khaki;

Bentuk dan model Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil wanita berjilbab, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah e. Nama Propinsi sebelah kiri i. Kerudung tidak b. Kancing 5 buah f. Lencana KORPRI bermotif

Ploi / belahan rok

c. Tanda lokasi sebelah kanan

g. Tanda pengenal j.

d. Lambang daerah sebelah

kanan h. Nama dada

k. bagian belakang Lidah bahu dan tanda pangkat

(25)

4. Pegawai Negeri Sipil wanita hamil sebagai berikut :

1) Kemeja lengan pendek (pegawai yang berjilbab, lengan panjang), warna khaki dengan atribut unit kerja, lokasi dan lambang daerah ; 2) Rok 15 cm dibawah lutut (untuk yang berjilbab rok panjang) warna

khaki;

3) Sepatu warna hitam;

4) Lencana KORPRI dan kartu tanda pengenal;

5) Papan Nama Pegawai;

6) Untuk yang berjilbab menggunakan kerudung tidak bermotif, warna khaki.

Bentuk dan model Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil wanita hamil, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah f. Lencana KORPRI j. Ploi baju

b. Kancing 5 buah g. Tanda pengenal belakang Ploi / belahan rok

c. Tanda lokasi sebelah

kanan h. Nama dada k.

d. Lambang daerah sebelah

kanan i. Ploi baju depan

l bagian belakang lidah bahu dan e. Nama Propinsi sebelah

kiri

Tanda pangkat

(26)

B. PAKAIAN DINAS HARIAN (PDH) KEMEJA PUTIH, CELANA/ROK GELAP (ABU- ABU TUA)

1. PDH untuk Pegawai Pria :

Keterangan :

a. Krah berdiri d. Lencana KORPRI f. Kancing b. Papan nama e. Kartu Tanda Pengenal dan 2 g. Ploi samping

Lidah bahu c. Sambungan jahitan saku atas tertutup h.

2. PDH untuk Pegawai Wanita :

Keterangan :

a. Papan nama d. Kartu Tanda Pengenal g. Sambungan

b. Lencana KORPRI e. Krah berdiri jahitan

c. Saku atas terbuka f. Ploi samping

h

(27)

3. PDH untuk Pegawai Wanita Hamil :

Keterangan :

a. Krah rebah d. Kartu Tanda Pengenal dan f. Ploi / belahan rok

b. Papan nama saku dalam terbuka Bagian

belakang

c. Lencana KORPRI e. Sambungan jahitan

(28)

C. PAKAIAN SIPIL HARIAN (PSH)

1. Pegawai Negeri Sipil Pria dengan kelengkapannya sebagai berikut : a. Kemeja model jas lengan pendek, warna khaki tanpa atribut;

b. Celana panjang warna khaki;

c. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

d. Lencana KORPRI dan Kartu Tanda Pengenal;

e. Papan Nama Pegawai.

Bentuk dan model Pakaian Sipil Harian (PSH) bagi Pegawai Negeri Sipil pria, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah berdiri e. Nama dada b. Kancing 5 buah f. Saku dalam c. Lencana KORPRI g. Ploi samping d. Tanda pengenal

(29)

2. Pegawai Negeri Sipil wanita dengan kelengkapannya sebagai berikut :

a. Kemeja model jas lengan pendek (bagi pegawai yang berjilbab kemeja lengan panjang dan berkerudung warna khaki) warna khaki tanpa atribut;

b. Rok 15 cm di bawah lutut (bagi pegawai yang berjilbab rok bawahan panjang) warna khaki;

c. Sepatu warna hitam;

d. Lencana KORPRI dan Kartu Tanda Pengenal;

e. Papan Nama Pegawai;

f. Untuk pakaian wanita hamil menyesuaikan.

Bentuk dan model Pakaian Sipil Harian (PSH) bagi Pegawai Negeri Sipil wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah e. Nama dada h. Ploi / belahan

rok bagian bela- kang

b. Lencana KORPRI f. Kancing 5 buah

c. Saku dalam kecil g. Kerudung warna menyesuai- kan

d. Tanda pengenal dan tidak bermotif

(30)

D. PAKAIAN SIPIL RESMI (PSR)

I. Pegawai Negeri Sipil pria dengan kelengkapannya sebagai berikut :

1. Kemeja model lengan panjang (krah berdiri) dan celana panjang warna sama;

2. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

3. Lencana KORPRI dan Tanda Pengenal;

4. Papan Nama Pegawai.

Bentuk dan model Pakaian Sipil Resmi (PSR) Pegawai Negeri Sipil pria, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Kemeja krah berdiri e. Tutup saku dalam b. Lencana KORPRI f. Kancing 5 buah c. Saku dalam kecil g. Nama dada.

d. Tanda pengenal

(31)

II. Pegawai Negeri Sipil wanita dengan kelengkapannya sebagai berikut :

1. Kemeja model lengan panjang (krah rebah) dan rok 15 cm dibawah lutut dengan warna yang sama (untuk pegawai berjilbab rok panjang dan berkerudung tidak bermotif warna menyesuaikan);

2. Sepatu warna hitam;

3. Lencana KORPRI dan Kartu Tanda Pengenal;

4. Papan Nama Pegawai.

Bentuk dan model Pakaian Sipil Resmi (PSR) Pegawai Negeri Sipil wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Kemeja krah rebah e. Tutup saku dalam b. Lencana KORPRI f. Kancing 5 buah

c. Saku dalam kecil g. Nama dada.

d. Tanda pengenal h. Ploi / belahan rok bagian belakang

(32)

E. PAKAIAN SIPIL LENGKAP (PSL).

1. Pegawai Negeri Sipil pria dengan kelengkapannya sebagai berikut : a. Jas lengan panjang dan celana panjang warna gelap;

b. Kemeja lengan panjang/pendek dilengkapi dengan dasi;

c. Sepatu dan kaos kaki warna hitam.

Bentuk dan model Pakaian Sipil Lengkap (PSL) Pegawai Negeri Sipil pria, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Kemeja d. Saku dalam kecil

b. Dasi e. Tutup saku dalam

c. Jas lengan panjang f. Kancing jas 3 buah

(33)

2. Pegawai Negeri Sipil wanita sebagai berikut :

a. Jas lengan panjang dan rok 15 cm dibawah lutut warna gelap (untuk pegawai berjilbab rok panjang dan kerudung menyesuaikan);

b. Kemeja lengan panjang/pendek dan dilengkapi dengan dasi ; c. Sepatu warna hitam.

Bentuk dan model Pakaian Sipil Lengkap (PSL) Pegawai Negeri Sipil wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah berdiri e. Tutup saku dalam

b. Dasi f. Kancing jas 3 buah

c. Jas lengan panjang g. Kerudung bagi yang berjilbab d. Saku dalam kecil h. Ploi / belahan rok bagian belakang

(34)

F. PAKAIAN DINAS LAPANGAN

1. Pegawai Negeri Sipil pria dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut : a. Kemeja lengan panjang, berlidah bahu;

b. Celana panjang;

c. Penggunaan pakaian dinas dikeluarkan atau dimasukkan;

d. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

e. Lencana KORPRI dan kartu tanda pengenal;

f. Papan Nama Pegawai.

Bentuk dan model Pakaian Dinas Lapangan, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah berdiri f. Saku tutup

b. Lidah baju g. Tanda pengenal

c. Kancing 4 atau 5 buah h. Saku celana depan

d. Lencana KORPRI i. Sambungan bahu belakang e. Nama dada

(35)

2. Pegawai Negeri Sipil Wanita dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut :

a. Baju lengan panjang, berlidah bahu;

b. Celana panjang;

c. Penggunaan pakaian dinas dikeluarkan atau dimasukkan;

d. Sepatu warna hitam;

e. Lencana KORPRI dan Kartu Tanda Pengenal;

f. Papan Nama Pegawai;

g. Untuk yang berjilbab, kerudung tidak bermotif.

Bentuk dan model Pakaian Dinas Lapangan, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah berdiri f. Saku tutup

b. Lidah baju g. Tanda pengenal

c. Kancing 4 atau 5 buah h. Saku celana depan

d. Lencana KORPRI i. Sambungan bahu belakang e. Nama dada

(36)

G. PAKAIAN DINAS UPACARA (CAMAT DAN LURAH)

1. Pakaian Dinas Upacara Camat dan Lurah pria dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut :

a. Kemeja lengan panjang warna putih, dasi warna hitam polos dan jas warna putih dengan kancing warna kuning emas;

b. Celana panjang warna putih;

c. Kaos kaki dan sepatu kulit warna putih.

Bentuk dan model Pakaian Dinas Upacara Camat dan Lurah pria, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Topi pet warna hitam g. Tanda Jabatan

b. Lambing Daerah h. Saku atas tertutup dengan kancing c. Tanda Pangkat i. Kancing 5 buah

d. Krah rebah model jas j. Saku bawah tertutup e. Papan nama k. Sepatu warna puitih

f. Lencana KORPRI

(37)

2. Pakaian Dinas Upacara Camat dan Lurah wanita dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut :

a. Kemeja lengan panjang warna putih, dasi warna hitam polos dan jas warna putih dengan kancing warna kuning emas;

b. Rok 15 cm dibawah lutut warna putih (untuk yang berjilbab rok panjang dan jilbab warna putih);

c. Kaos kaki dan sepatu fantovel warna putih.

Bentuk dan model Pakaian Dinas Upacara Camat dan Lurah wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Topi pet warna hitam g. Tanda Jabatan

b. Lambing Daerah h. Saku atas tertutup dengan kancing c. Tanda Pangkat i. Kancing 4 buah

d. Krah rebah model jas j. Saku bawah tertutup e. Papan nama k. Sepatu warna puitih

f. Lencana KORPRI

(38)

H. PAKAIAN LINMAS

a. Pegawai Negeri Sipil pria dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut:

1) Kemeja lengan pendek dan celana panjang warna hijau;

2) Ikat pinggang nilon, sepatu dan kaos kaki hitam;

3) Lencana KORPRI, nama dada dan kartu tanda pengenal.

Bentuk dan model Pakaian LINMAS Pegawai Negeri Sipil pria, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah berdiri h. Papan nama

b. Lidah bahu dan tanda pangkat i. Saku tutup

c. Kancing baju 4 atau 5 buah j. Kartu Tanda Pengenal d. Tanda lokasi sebelah kanan k. Saku celana depan

e. Lambing daerah sebelah kanan l. Sambungan bahu belakang f. Lencana KORPRI m. Saku celana belakang

g. Lambing LINMAS

(39)

b. Pegawai Negeri Sipil wanita dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut :

1. Kemeja lengan pendek (bagi pegawai yang berjilbab kemeja lengan panjang dan kerudung warna disesuaikan) warna hijau;

2. Rok 15 cm dibawah lutut (bagi pegawai yang berjilbab rok panjang) warna hijau;

3. Sepatu warna hitam;

4. Lencana KORPRI, nama dada dan kartu tanda pengenal.

Bentuk dan model Pakaian LINMAS Pegawai Negeri Sipil wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah g. Kartu Tanda Pengenal b. Kancing baju 4 atau 5 buah h. Papan nama

c. Tanda lokasi sebelah kanan i. Saku tutup d. Lambang Daerah sebelah

kanan

j. Ploi / belahan rok bagian belakang e. Lambang LINMAS k. Lidah bahu dan tanda pangkat f. Lencana KORPRI

(40)

c. Pegawai Negeri Sipil wanita berjilbab kelengkapannya sebagai berikut :

1. Baju lengan panjang warna hijau dan kerudung tidak bermotif warna disesuaikan;

2. Rok panjang warna hijau;

3. ikat pinggang nilon, sepatu warna hitam;

4. Lencana KORPRI, nama dada dan kartu tanda pengenal.

Bentuk dan model Pakaian LINMAS Pegawai Negeri Sipil wanita berjilbab, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah g. Kartu Tanda Pengenal b. Kancing baju 5 buah h. Papan nama

c. Tanda lokasi sebelah kanan i. Kerudung tidak bermotif d. Lambang Daerah sebelah

kanan j. Ploi / belahan rok bagian belakang e. Lambang LINMAS k. Lidah bahu dan tanda pangkat f. Lencana KORPRI

(41)

d. Pegawai Negeri Sipil wanita hamil dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut :

1. Kemeja lengan pendek (bagi pegawai yang berjilbab kemeja lengan panjang dan kerudung warna disesuaikan) warna hijau;

2. Rok 15 cm dibawah lutut (bagi pegawai yang berjilbab rok panjang) warna hijau;

3. Ikat pinggang nilon, sepatu warna hitam;

4. Lencana KORPRI, nama dada dan kartu tanda pengenal.

Bentuk dan model Pakaian LINMAS Pegawai Negeri Sipil wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah g. Kartu Tanda Pengenal

b. Kancing baju 4 atau 5 buah h. Papan nama c. Tanda lokasi sebelah kanan i. Ploi baju depan d. Lambang Daerah sebelah kanan j. Ploi baju belakang

e. Lambang LINMAS k. Ploi / belahan rok bagian belakang f. Lencana KORPRI l. Lidah bahu dan tanda pangkat

(42)

I. PAKAIAN KHAS PONOROGO

FOTO KAIN PANJANG YANG DIKENAKAN

FOTO WAKTHUNG TAMPAK DEPAN Pakaian Warok Tua

a. Celana panjang gejigan ponoragan;

b. Kain panjang (dasar hitam);

c. Stagen;

d. Epek timang hitam polos;

e. Keris gabelan;

f. Baju waktung;

g. Jam kantong;

h. Kolor putih;

i. Iket modang;

j. sandal kosek.

Pakaian Warok Muda

a. Celana hitam kombor ponoragan;

b. Kain panjang latar hitam;

c. Sabuk othok;

d. Kolor putih;

e. Iket gadung;

f. Keris gabelan;

g. Baju penadhon.

FOTO WAKTHUNG TAMPAK BELAKANG

(43)

FOTO KAIN PANJANG YANG DIKENAKAN

FOTO BAJU PENADON

FOTO SABUK OTHOK

(44)

FOTO IKET GADUNG MONDOLAN TAMPAK SAMPING

FOTO CELANA GOMBOR PONORAGAN

(45)

J. PAKAIAN KORPRI

1. Pegawai Negeri Sipil pria dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut : a. Kemeja KORPRI lengan panjang;

b. Celana panjang warna biru dongker;

c. Songkok nasional;

d. Sepatu dan kaos kaki warna hitam;

e. Lencana KORPRI dan kartu tanda pengenal;

f. Papan Nama Pegawai

Bentuk dan model Pakaian KORPRI Pegawai Negeri Sipil pria, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah berdiri e. Tanda pengenal

b. Kancing 5 buah f. Manset satu kancing

c. Lencana KORPRI g. Papan nama

d. Saku tempel h. Songkok hitam

(46)

2. Pegawai Negeri Sipil wanita dengan atribut kelengkapannya sebagai berikut :

a. Kemeja KORPRI lengan panjang;

b. Rok 15 cm dibawah lutut warna biru dongker, bagi pegawai yang berjilbab menggunakan rok panjang;

c. Kelengkapan pakaian dinas dan songkok hitam (bagi pegawai berjilbab menggunakan kerudung warna biru dongker);

d. Lencana KORPRI, sepatu hitam, nama dada dan kartu tanda pengenal.

Bentuk dan model Pakaian KORPRI Pegawai Negeri Sipil wanita, sebagai berikut :

Keterangan :

a. Krah rebah f. Saku tutup

b. Kancing 5 buah g. Nama dada

c. Lencana KORPRI h. Songkok hitam, bagi yang berjilbab

d. Saku dalam kerudung warna biru dongker

e. Tanda pengenal i. Ploi / belahan rok belakang

(47)

ATRIBUT DAN KELENGKAPAN PAKAIAN DINAS

1. Lambang Daerah

2. Nama Lokasi

3. Lencana KORPRI

4. Nama Propinsi

(48)

5. Papan Nama Pegawai

6. Kartu Tanda Pangenal

+

7. Tanda Pangkat Struktural Tanda Pangkat Golongan IV/e

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO

SEKRETARIAT DAERAH

NAMA

Nama : …………

NIP : …………

Jabatan : …………

Instansi : …………

Gol. Darah : …………

Masa berlaku: …………

a.n. BUPATI PONOROGO SEKRETARIS DAERAH

NAMA TERANG Pangkat NIP. ………

PAS FOTO

01

Keterangan :

- Warna khaki digunakan untuk PDH warna khaki - Warna hijau digunakan

untuk PDH LINMAS - Lambang pohon beringin,

padi, kapas dan bunga berbahan logam warna kuning emas.

- Jumlah bunga melati mekar 3 buah disusun dalam bentuk garis lurus di atas dasar lapisan logam warna kuning emas dan kotak tertutup logam kuning emas.

- Panjang 9 cm.

- Lebar atas 4,5 cm.

- Lebar bawah 5,5 cm Warna khaki Warna LINMAS

Referensi

Dokumen terkait

Ini terlihat dari hasil motivasi belajar kelas NHT dengan kelas konvensional juga berbeda nyata, sedangkan hasil motivasi belajar kelas DL dengan NHT tidak

Hasil sidik ragam (Anova) menunjukkan bahwa terjadi pengaruh interaksi antara jenis dan dosis pupuk kandang terhadap jumlah biji per polong dimana kacang hijau yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses deposisi partikel pada treated substrat menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics) berbasis FLUENT melalui analisa

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) proses pengembangan media tunnel book untuk pembelajaran mengidentifikasi teks narasi pada siswa

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Karakteristik bahan ajar seni rupa anak usia dini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa pendidikan guru

Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen- elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll.. Seperti yang

Sampel yang didapat diperoleh dari tiga pasar di Kota Pontianak yang ramai pengunjung, diperoleh 15 sampel dengan 15 merek yang berbeda yang memenuhi kriteria yang

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suraiya (2011), dituliskan dengan tujuan untuk mengenal lebih dalam tentang model kepemimpinan berdasarkan karakter nabi