4.1.1. Existing site 4.1.2. Kondisi site.
a. Keadaan tanah.
Topografie relatip datar, bekas kompleks pertokoan yang tidak memadai. Pengadaan tanah untuk bangunan parkir & pertokoan dapat
dengan cara dibeli.
b. Utilitas.
Prasarana yang telah ada secara memadai.
* Jaringan listrik
* Jaringan telepon
* Jaringan gas.
* Saluran air bersih dan kotor.
68
orientosi terhadap
• mahihari
* arah angin
EXISTING SITE
a. Lalu lintas diluar site.
*
Lalu lintas utama adaiah di jalan Tunjungan (lebar jalan 25 K ) ? yang merupakan lalu lintas sear ah. Tunjungan merupakan jalan utama yang menyalurkan kendaraan dari arah utara ke selatan dan timur. Jalan ini dilalui kendaraan umum sehingga pencapaian daerah ini mudah, jalan ini merupakan daerah bebas becak„
b. Pencapaian tapak.
Ditinjau dari keadaan sirkulasi diatas, maka pencapaian utama dari arah Genblongan, Praban, Genteng kali.
Kriteria sirkulasi diluar site & pencapaian.
* Tidak mengganggu kelancaran lalu lintas#
* Pencapaian yang mudah, aman dan jelas baik bagi pejalan kaki maupun kendaraan pengunjung atau kendaraan service/barang.
* Pemisahan antara sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki.
4.1.4. Orientasi.
Orientasi site ditentukan oleh :
* Arus sirkulasi pejalan kaki yang terbanyak.
* Kuang ruang terbuka.
* Fungsi bangunan disekitarnya.
4.1.5. Penentuan entrance.
Alternatip I :
* Pencapaian mudah
* Terletak didaerah arus yang padat
* Kemungkinan menimbulkan kemacetan
* Space penangkap kuat
* Tidak terjadi crossing karena arus searah
masuk
SIRKULASI KENDARAAN
pertokoan
masuk
SIRKULASI PENGUNJUNG 11
72
* Terletak pada permukaan site yang luas©
* Terletak pada jalan utama.
Alternatip II.
* Pencapaian lebih jauh karena harus membelok ke jalan Genteng besar.
* Terletak didaerah yang arusnya kurang padat,
* Space penangkap kurang.
* Tidak terjadi crossing karena arus sear ah.
* Terletak pada permukaan site yang sempit.
R e s i m p u l a n :
Dengan pertimbangan diatas maka main entrance dicapai dari arah Tunjungan & side entrance dari arah Genteng besar.
Untuk mengurangi kemacetan pada waktu masuk & keluar site maka diadakan pelebaran jalan didepan main & side entrance.
if.
2
. Analisa terhadap bangunan.4.2.1. Sistim Pencapaian vertical.
a. Dengan menggunakan elevator (lift).
b. Dengan menggunakan sistim ramp.
ad a. Dengan menggunakan elevator/lift.
Sistim ini digunakan apabila bangunan parkir didirikan diatas areal tanah yang sangat sempit dan apabila bangunan parkir lebih dari
5
lantai.Kerugiannya:
Pada sistim ini orang masih harus menunggu bila akan najk &
turun, karena hanya ada
2
lift yaitu lift naik & lift turun.Apabila aliran listrik padam sekonyong konyong maka fasilitas ini tidak berfungsi & harus menyediakan ukuran genset yang besar
74
Biaya peasbanguiian dan biaya pemeliharaan tinggi sekali, ffleaerlE- kan tenaga ahli yang khusus*
sd b. Dengan ramp*
Pencapaian vertical dari lantaJ. Js.e lantai “menggunakan ramp, Sedang sistim operasinya sama seperti parkir pelataran.
Tinggi bangunan parkir sistim ini terbatas dan memerlukan tanah yang luas.
4
.2
.2
. Kacam sacam ramp dan syarat syarat ramp.Ramp berupa lantai yang miring yang sienghubungkan lantai lantai parkir. Kemiringan ramp adaiah. antara
10
% -1 5
%°Macam ramp yang dipakai tergantung bentuk site* lebar minimum adaiah 3*50 m s kemiringan max adaiah
205
©.Macam macam ramp :
* Ramp lurus antara 2 lantai penuh.
- Kudah untuk pengemudi
- Jika diletakan pada si si bangunan, maka orientasi mudah - memungkinkan lantai yang luas tanpa dipotong ramp.
* Ramp lurus pendek antara MSplit Level Floorslf/Staggerd Floor.
- Dapat menghemat luas lantai per kendaraan.
- Ramp dapat agak curam.
- Konstruksi sederhana.
- Ramp cukup pendek untuk memudahkan pengemudi.
* Lantai parkir berbentuk ramp.
- Kemiringan 3% ~ €>%*
- Kudah berorientasi.
- Jarak pencapaian kadang kaaang agak jauh.
* Ramp melingkar.
- Kemeriukan luas yang agak 'oesar, sehingga kurang menghemat luas lantai.
transincTi sbpe 1/2 ramp
J r ^ | it*
transition 'slope mmp sbpe
ramp slcpe 20%
itn'm 8 - 0 * j rtEnP m i n 8 - 0 transi nan stan d crd ram p
split le v e l f l o o r / s t a g g e r e d Hoar
ramp melingkar
ramp Itriis anfora 2 trrioi penuh
MACAM MACAM RAMP 131
* Penggunaan ftudah bila jari jari perputaran cukup besar.
4.2.3. Modul.
Terdiri atas : - modul horizontal
- modul vertikal
Modul horizontal,:dipengaruhi oleh:
* Studi aktivitas parkir mobil ( gambar no 14 )■
* Studi aktivitas parkir motor < gambar no 15 )•
* Studi aktivitas unit tokc
* Studi bahan dan perabot ( gambar no 15*-16 )•
Kesimpulan :
Modul dasar :
0 ,15
eModul perencanaan : 1,50 m Modul struktur : 7,50 n
Ditentukan : jarak portal 7»50 m lebar bentang
15,00
eModul vertikal, dipengaruhi oleh :
* Bahan, tripleks 2,44 e
* Tinggi ruang parkir min. 2,25 c
* Tinggi ruang pertokoan 2,50 - 2,75 e
Kesimpulan modul vertikal 0,10 a
4*2.4* Penggunaan bahan struktur.
Untuk bangunan bertingkat banyak bahan bangunan yang digunakan pada umumnya adaiah beton, baja atau komposit.
Keuntungan dan kerugian masing-nasing bahan adaiah sebagai beri- kut :
77
Baja :
+ Pelaksanaan cepat.
+ Beban keseluruh.au lebih riagan.
+ Lebih elastis terhadap beban horizontal®
+ Dimensi dapat lebih kecil.
- Bahan harus di import.
- relatip lebih mahal*
- Bentuk terbatas.
- Memerlukan peaeliharaan yang kontinyu.
- Tidak tahan api.
- Kembutuhkan keahlian tertentu.
Beton :
+ Relatip lebih murah dalam bahan.
+ Bentuk bebas.
+ Bahan mudafc didapat.
+ Tidak memerlukan pemeliharaan yang berarti.
+ Tahan lama.
+ Tahan terhadap api*
+ Tidak membutuhkan tenaga ahli.
- Pelaksanaan lebih lama.
- Dimensi lebih besar.
- Beban keseluruhan lebih berat.
- Kurang elastis terhadap beban horizontal.
Kesimpulan :
* Balok :
Dipakai sistim portal dan balok anak dengan bahan komposit de-
ngan alasan :
- struktur lebih tahan terhadap kebakaran - dapat dllaksanakan untuk beatangas lebar
- tingkat bangunan lebih kecll dari
20
lantai tanpa dinding pengaku ( tahan terhadap beban horizontal )•- pelaksanaan lebih cepat dan mudah.
* Koloo :
Bahan komposit, untuk dimensinya disesuaikan dengan balok por
tal.
* Lantai :
Sistim lantai dengan cor plat beton dengan alasan ; - pelaksanaan lebih cepat dan sederhana
- interior lebih bersir.
76
s i
1
- • —4
---jTQj
1
wpp.1
i 2.50 [ 2 5 0
I 0 -GO |
S?I
0305 .0 0 6.00 5 -00
^ ________ AKTIVUAS PARKIR MOBIL W
]_ + .
2-25
f iU
£ J Zi 2 .X .
■K - + 5-00 .too
s
e
•Pi
o
I A
1j t
i...
!
n
I I
I I
AKIMAS PARKIR MOTOR 15
79
15
4 2
)35 40
100
120
XL
NOTASI. 1P0RSEUN 3 T E G E L W E L 5 TEGEL PC 7 TRPIEKS 2P0RSELH 4 TEG EL €> ETERNIT 8 TEAKWtDD
'PEMIUHAN HOD IP. BERDASARKAN M
, 4 0 ^ , 5 0 , 6 0 , 9 0 , 100 ' 120 , 150 ,
— t--- 1 i---1--- t
40 . 45 . 60 70
75 80 90
180
1 7 I f ! - - j
i 3 j I
4
5 6
7 8 | Tl 9
10
t?
1
1
NOTASl 1 .2.KURS1 6 K IR S I TAHU 3 LATER A. F. CABINET 6 MEJA SEKRETARIS A FLING CABINET 7 MEJA KECILDIR.
8 MEJA
9 MEJA DIREKTUR 10 MEJA
11 MEJA STAFF 11RAK TERBUKA
PEMILIHAN MODUL BERD/SARKAN PERABOT
STUD! MODUL
4.2.5. Struktur blingunan.
Sistim struktur utama*
Bidalam pemilihan sistim struktur, faktor yang harus diperhatikan antara lain : ♦ Kestabilan
* Kekakuan.
* Kekuatan.
* Day a tahan terhadap gempa,angin & kebakaranB
* Penyesuaian terhadap fungsi bangunan,fleksibilitas ruang.
* Penyesuaian terhadap tinggi bangunan.
* Estetika.
* Ekonomis.
Pemilihan struktur.
a. Struktur dinding pemikul.
b. Struktur rangka.
c. Struktur gantung.
Kriteria struktur d. pemikul
struktur rangka
struktur gantung
1
.!Penyesuaian ' dengan bentuk i denah.sesuai sesuai sesuai
2.! Fleksibilitas
; ruang toko S.- iparkir.
sulit,din ding ada.
baik baik
3 . | Kecepatan
; membangun.
cepat tak sulit.
cepat, biasa.
lambat, sulit.
4.: Persediaan
1
bahan dalam! negeri.
banyak di pasar sin.
banyak di pasaran.
kabel &
detail sulit.
5.; Pemeliharaan. mudah mudah sulit
6
.; Pengembangan mudah mudah. sulitKesimpulan : Dipilih sistim struktur rangka.
Kolom.
Dalam suatu perencanaan maka perletakSm kolom terhadap ruang akan mempeagaruhi antara lain :
Kolom diluar Modul dan strukturnya jelas dari segi tampak bangunan.
- Mempunyai ruang dalasi yang lebih fleksibel dalasi pengaturannya.
- Setiap kolom strokturil dam memikul.gaya.
- Interior bersih.
Kolom didalam:- Modul &• struktuxnya tidak jelas dari segi tampak bangunan.
- Dimensi kolom diatas lebih kecil dari kolom di- bawahnya.
- Interior kurang bersih.
- Jarak antara kolom dampenutup bangunan dapat dipakai sebagai ruang kerja.
Kolom didalam dinding :
- Modul & struktur tidak jeias.
- Rangka struktur terlinaung aari iklim - Interior bersih
- Fleksibilitas menguntungkan.
Kolom didalam bangunan :
- Modul dan struktur tidak jelas.
- Tampak bangunan bersih.
- Kolom menghalangi penyusunan lay out ruang.
- Pemasangan dinding parti si sukar.
kolom diluar
f e t e d s e b e ld i dalam
fcobm doiam dinding
kolom dalam bangunan
KOLOM I IB'
Jarak kolom .
* Jarak kolom ditentukan oleh :
- Modul dasar horizontal yang dipakai yaitu 0*30 m - Modul perencanaan yang dipakai yaitu 1*50 m
- Jarak bentang ekonomis beton 6.00 m - 7*20 m Jadi jarak kolom diambil antara 6.00 m - 7*50 m
Sistim penyaluran gaya.
Sistim wide grid dimana kolom menerus sampai ketanah, mempunyai jarak dan dimensi kolom yang cukup besar.
Penyaluran gayanya dan balok langsung ke kolom lalu ke tanah®
Lantai.
Jenis sistim lantai :
* Sistim lantai berusuk bersilsungan (grid floor)
mempunyai rusuk kedua arah, lantai perlu pendukung pada ke 4 sisinya.
* Sistim lantai berusuk (ribbed floor, joist).
mempunyai rusuk pada satu araJi, lantai perlu pendukung pada ke 2 sisinya.
* Sistim lantai plat (slab floof'), lantai didukung oleh balok portal pada ke 4 sisinya.
Untuk ruang yang luas diperlukan balok anak.
Balok.
Diseaiakan menurut arah dan ietak dari balok utama yaitu sistim transversal dan balok longitudinal.
Balok transversal biasanya sebagai balok portal dan balok long
itudinal sebagai balok anak.
85
ribbed floor
slab floor
15
pondasi pa&cang atau "bore piles"
Pondasi pancang dari beton harus memperh&tikan keadaan bangunan sekitarnya agar tidak mengganggu waktu oemancang.
Juga harus diperhatikan terhadap air tanah yang dapat mengganggu kwalitas beton,
4.2.6. Lay out parkir.
* Ukuran "car stall*1.
Dkuran ini tergantung dari ukuran kendaraan dan jarak antara kendaraan dengan kendaraan yang diparkir.
Ukuran kendaraan yang umum berkisar antara 1®50 ® - 1.85 ® debar) 0 dan 3.10 m -
4.8
a (panjang).Jadi lebar car stall antara 2.30 m - 2.75 ® dan panjangnya 4 .7 5 e - 5.50 m.
* Lebar jalan.
Lebar jalan diantara tempat tempat parkir tergantung dari lebar
•'car stall1' dan sudut parkir (lihat gambartS~21)
Paaius perputaran umunmya 6 m untuk lingkaran dalam dan 9 m untuk lingkaran luar.
* Sudut parkir.
Penentuan sudut parkir tergantung dari muaahnya penggunaan yang diinginkan dan ukuran tanah yang tersedia.
Pada umunya sudut parkir yang paling effisien untuk bangunan parkir adaiah 90v . Sudut sudut Lainnya kurang effisien tetapi penggunaan lebih nrudan.
, 4,4 ,
^ . Orn
<nT-
45°
30'
0°
SISTIM PERLETAKAN MOBIL & SIRKULASI 1 ARAH
r
89
V*
§
3
T
4 90°
•»
V
60‘
v*
c ? O
45
30'
•M..
8 :n
SA*
-I--- U
«»
O'
~ f I i T T
SISTIM PBILETAKAN MOBIL & StRKULASI 2 ARAH 20
J
- , 4 - +
:a,bo
l
-H
5.10
I 240 -^200 ;
0 °
i ! FH f R ! 1 12.W
* - ± z £ z ± *
BESARAN RUANG KRBASARKANIETAKMOBL I 21
ont'QTG k o b m ifn o b il --- I f t ---^ —
-t
2-SO 4 2-50 4 250 4
c n ta m kobm 2mobil
5.W
o n fu rti M om 3mobii o fita ra telam 4mobil
— 7 ----;---- — i t
-15.00
rvi
» ■ f i t !
uj) !
M . .
. j .
ALTERNATIP LAV OUT PARKIR | 22
* At ah sirkulasi.
Sirkulasi kenaaraan dalam baagunan parkir diusahakan sear ah., untuk manghindari terjadinya crossing.
Dibedakan pula antara ramp naik dan ramp tururu
* Sistim lay out parkir.
- Antara kolom 1 mobil.
Sistia ini tidak ekonomis, jarak kolom terlalu dekat? mobil sukar diparkir karena terlalu banyak koloms
Tidak sesuai dengan bentang effektip dari beton.
- Antara kolom 2 mobil.
Kurahg ekonomis, jarak kolom terlalu dekat«
- Antara kolom 3 mobil.
Sistiai ini paling effisien dan ekonomis karena sesuai dengan bentang effektip dari beton, yaitu 6 m - 7»20 m.
Tidak terlalu banyak kolom, sudaii didalan pelakaaaaan parkir.
— Antara kolom k mobil.
Tidak effisien dari bentang terlalu lebar ( 10 m).
Sehingga dimensi balok akan besar sekali.
Tidak sesuai dengan bentang effektip dari beton.
Kesimpulan :
Dipilih sistim tiap kolom 3 mobil (lihat gambar22 ).
if.2.7, Sistim lay out toko.
A d a 2 jenis sistim lay out ruang yaitu :
a. Sistim lay out tertutup yang: terdiri dari 2 macac : - sistim cellular
- sistim "Croup space'5
Keuntungan dan kerugian sistim ini.
T- privacy lebih terjamin
* banyak ruang terbuang untuk sirkulasi
93
* biaya pemeliharaan lebxh tinggi.
b. Sistic lay out terbuka, yang terdiri dari 2 macam : - eietim open pean
- sistim open space*
*
Keuntungan das kerugiannya.
* privacy kurang ter jamin
' lebih 1'leksibel dalam pengaturan ruang.
* ekonomis dalam konstruksi
* sirkulasi kerja yang effisien
* memudahkan tersebarnya cahaya dan peredaran udara
untuk pertokoan yang tidak past! jenisnya, sistim kerjanya naka aiperlukan ruang yang flekslbel Terhadap perubahan perubahan.
Pertimbangan ini aesebabkan adanya selera dan kemampuan penyeva yang beroeaa bada*.
Oleh karenanya sistim layout.tertutup lebih tepat bagi pertokoan Sedangkan untuk memperkecil kekurangannya dipakai sistim partisi.
4.2.8. Pola sirkulasi tokc.
a. Grid irony jalan jalan membentuk sudut
90
°satu sama lain.Keuntungan : - effisiensi ruang besar
- bentuk unit toko dapat seragan
- mudah disesuaikan dengan struktur bangunan.
Kerugian : - monoton dan kaku.
b. Membentuk sudut.
Keuntungan : - pada sudut sudut diperlukan unit khusus.
- diperlukan ruang agak luas.
c. Bebas, terarah,jalan dibestuk menurut kebutuhan.
Keuntungan : - lalu lintas dapat diarahkan pada suatu tujuan.
- lebih fleksible dan menarik.
§5
©. gridiron b. membentuk sudut
ik sk
> >
IV
c. bebas tera rah
j&i 9 0 i4Sr i4S; 120 h i - ,60- 90 | 90 , 60 ,f 60 ;60 j60 ,60_
180 : ' 2 t ‘ •'
----
tr-« —--- »-&
3 be ' zio sirkulasi horisonfaiV. P0LA SIRKULASI TOKO & LUASAN SIRKULASI
Kerugian ; - biasanya ukuran u m i t toko tidak teratiir.
- diperlukan ruang yang luas.
Dalam hal ini dipilih sistiB GrridiTjOn , aimana :
* Unit - Unit toko ieratur dan seragam
* Pengeloinpokan dapat diatur dengan cukup bebas
* Luas bajigunan dapat digunakarzi dengan effisien.
i+.2.9« Landscaping.
Landscapling (petamanan) n e r u p a ^ a n u n su r yang penting ea7 pereacana&n ruang luar*
Dnsur-uns\ir landscape dapat ber'upa :
a. Tanain tanaman/pohon - poiion yang dapat berfungsi sebagai - peneciuh
- peng^rah jalan - penahan angin - pereciaE suara - pemb^ntuk ruang.
- mengurangi effek penyilausn sinar matahari.
b. Pola p^ngerasan lantai terufcama pada permukaan t^nah yang tidak i>ata.
c. Lampu yang berfungsi sebagai- alat penerangan. hi^san dan membentuk suasana d i d a i a E si_te.
d. Unsur Unsur balustrade berfuangsi sebagai penghalamg serta pengar^ii dan dapat pula berapa tecpat duauk atau pot-pot bungan yang berfungsi sebagai unsur estetika.
97
4*3* Sistim utilitas.
4.3*1* Sistim sirkulasi vertikaZL.
Pada bangunan bertingkat banyak sistim pencapaian dari laHtai ice lantai dapat dicapai dengan 2 c^ra yaitu :
* tanpa tenaga listrik : Tangga
* dengan tenaga listrik : Escalator (tangga berjalan) Elevator (lift)
Sistim sirkulasi vertikal yang paling cepat pada dewasa ini adalah sistim sirkulasi dengan lift.
Sistim ini dianggap sesuai untui. bangunan parkir yang bertingkat, dimana pengunjung dapat dengan cepat mencapai tujuannya setelah memarkir kendaraannya.
Disamping disediakan lift, dise diakan pula tangga biasa yang amat berguna apabila terjadi ke"bakaran dimana aliran listrik di- padamkan.
Lebar tangga kebakaran mi.rd.isum 1.20 m dengan kapasitas 4500orang/
jam (A.J.Metric Handbook).
Jarak tangga maximum 25.00 - 30*00 m.
Penentuan jumlah lift.
Tiap 250 mobil meEbutuhkan 1 lift (Architectural Graphic Standard, Ramsey and Sleeper).
Kapasitas parkir yang direncanakan adalah + 360 Jadi dibutuhkan 2 buah lift.
4*3*2. Sistim penghawaan.
Sistim penghawaan yang digunakan adalah sistim penghawaan alas.
sesuai dengan sifat bangunan parkir yaitu terbuka.
Sedang untuk toko difskai sistim pengondisian udara (A.C).
Tujuan pengondisian udara a dal all :
Untuk mengatur temperatur kelembaban, sirkulasi udara & bau.
Keadaan temperatur udara di Surabaya adalah antara 27° —
30
°C.dengan kelembaban +80% - 90%,
Batas kenyamanan yang dianjurkan adalah 24° C -
26
°C, untuk ±em^peratur dan untuk kelembaban.
Jenis sistim A.C. adalah sebagai berikut :
* Sistim sentral : - all air sistim
- chilled water sistem
* Sistim split
* Sistim package
* Window unit.
Perhitungan beban pending!nan.
Berdasarkan konsultasi dengan ahli di bidang A.C. diperoleh data Untuk rental space : 30 Btuh/sqft
Untuk public : 20 Buth/sqft Toko
Luas toko = + 2300 e.2
* 25.555 sq ft
= 25.555 X 30 -
766.666
Btuh= 766.666 : 12.000
= 63
»8
ton64
ton.Beban pendinginar*
4.3*3* Sistim penerangan.
Sistim penerangan aibagi 2 sistim : a. Penerangan alas: - tidak merata
- ketebalan bangunan terbatas
- memeriukan sirip penangkal matahari, dari ini membutuhkan peneliharaan.
99
- terang langit ticiak terter-tu karena adanya hu jan/mendung.
b. Penerangan alam - penerangan merata - pemeliharaan mudah
- ketebalan bangunan tidak terbatas - biaya mahal
Apabila menggunakan penerangan alam & maksimal mungkin, in aka akan Eenghemat biaya operasinya (mengurangi beban listrik),te$api penggunaan penerangan alam yang m a s u k secara JLangsung aeaboros- kan penggunaan A.C.
Bila kedua sistim tersebut hendak digabungkan aaka diperlukan kaca yang bersifat menyerap udara panas(heat absortie), dimana
panas kedalaxs ruangan dapat diserap dan pandangan keluar tidak silau.
Untuk penerangan buatan dal sun ruang-ruang toko, penempatan arma- turnya sedapat mungkin fleksibel yaitu dengan memasang titik - titlk cahaya secara tetap dalam junlah yang cukup menurut sistim modul, sehingga armatur dapat disebarkan secara memuaskan tanpa tergantung pada penyekatan ruang unit toko.
Ferietakan penerangan buatan dapat diintergrasikan dengan sistim pengondisian udara.
Untuk tenpat parkir.
Huang -ruang utama yang membutuhkan penerangan adalah ; liaerah ramp, ruang tunggu dan parkir.
Karena bangunan parkir ini beroperasi selama 24 jam maka diper
lukan penerangan buatan yang cukup.
4*3*4« Sistim tenaga listrik*
Tenaga listrik yang disediakan untuk kebutuhan beban penerangan dan beban daya.
Beban penerangan yang diperlukan untuk toko diperkirakan sebesar
10
watt/m2 .Beban daya untuk menjalankan A.C, lift, mesin pompa 40 watt
/9
2 • Jadi :Untuk penerangan toko = 4209 X 10 watt
=
42,090
watt Untuk beban daya = 4209 X 40 watt»
168.360
wattTotal = 42.090 watt * 166.360 watt
* 210.450 watt
= 210,45 KVA
Untuk bangunan parkir,tiap c memerlukan 5 watt.2 ( K.E.E. 0,5 VA/soft:
Luas parkir + rasp =
15.764
ter2* 15.784 X 5 watt
*
78.920
watt* 78 EVA
Jadi jumlafc penakaian seluruhnya. = 210,45 + 78
* 288,45 KVA.
4.3*5* SistiB distribusi air.
Sumber air dari F.A.K. yang raelalui meteran air, ditaxspung
dalam bak air, kemudian air dipompa ke tangki atas, setelah itn didistribusikan keteupat-tempat yang memerlukannya.
Standard kebutuhan air untuk tiap orang/jais = 7,3 - S»2 gallon (termasuk A.C, Time Saver Standard).
101
Jadi air yang dibutuhkan : 21.045 *X 7,3 = 307*25*7 gallon/jam Tiap jam tanski bar us mensuplai air = 15*362,85 gsllon
1
gallon =4
liter, jadi air yang harus disuplai selama i jam*15*362,85 X if liter * 61 .451 liter
Untuk kebakaran air yang haras disediakan adalah 70 gallon/menit kebutuhan selama ■£- jam = 30 X 70 gallon
=
2100
gallon a8400
liter.4*3*6. Sistim pembuangan.
* SiBtim pembuangan air ko.tor.
Mpergunakan septic tank dan sumur resapan.
* Sistim pembuangan air hujan.
Untuk bangunan parkir pada tepi bangunan tiap lantai dlberi saluran yang kemudian masuk dalam daluran vertikal(talang) dan dialirkan melalui bak kontrol kesaluran kota.
* Sistim pembuangan sampah.
Sampah/kotoran pada tiap lantai dikucpulkan dan dilakukas pada jam jam diluar kegiatan toko, kemudian dibuang melalui shaff sampah, kemudian dibuang ke bak saapah dan dibuang kepembuangan sampah kota.
4*3*7* Sistim pencegah kebakaran.
Sistim pencegah kebakaran ada bermacam macam antara lain:
* Portable (unit tabung).
- sistim ini digunakan bila terjadi kebakaran kecil.
- dlletakan ditempat yang mudah dllihat dan dicapai.
- dlletakan ditempat yang memungkinkan terjadlnya kebakaran.
* Automatic sprinkle systim.
• sistim ini menggunakan biaya yang mahal.
* fire hose and stand pipe system.
- sistim ini dilengkapi dengan "Fire Alarm" dan "Fire Detectoo"
• fire hose terbnat dari fiber linen dengan 6 l-Jr" -
2
^" dan panjang50
-100
ft.Eesiopulan :
* ELpilih sistim fire hose & stand pipe untuk seluruh gedung
* Dibantu dengan sistim portable
* Unit - unit portable sebaiknya dlletakan setiap jarak + 20 m.
4*3>S. Sistim komunikasi.
jenis hubungan yang ada didalam bangunan :
* Hubungan lokal untuk dalam dan keluar bangunan.
Misalnva «n*u!r ^antor pengelola, sedang unit toko d&pat memasang sendiri sesuai dengan kebutuhan Basing Basing.
* Sistim intercome untuk alat komunikasi antar ruang, yang digu nakan pada kantor pengelola.
* Sistim car call, untuk panggilan.
Biasanya untuk panggilan dlluar-bangunan, misalnya ke bangunan parkir memanggil sopir, untuk penylaran pengumumnan yang di - lengkapi dengan laud speaker dan microphone.
* Sound system.
Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan maka disediakan
"back ground music** yang diatur dari pusat (central sound system).
iPerletakan speker & volume kontrol pada tiodul modul tertentu.
aelain untuk music dapat digunakan untuk memberi pengumuman.
* Sistim T.V. jalur tertutup.
Sistim ini dipakai untuk nenskontrol/men.jaga keamanan gedung X.V. monitor tersebut dipasang pada tiap lantai bangunan parkir dan 1 T.V. kontrol pada ruang kontrol, selain sistim ini keaman an dilakukan oleh Sat. Pam.
103
4 . 3 * 9 * Sistin penangkal petir.
Sistim penangkal petir ada 5 macam :
* Franklin.
* Faraday*
* Radio aktip.
Dari ketiga sistim diatas, sistim radio aktip lebih menguntungkan karena dengan satu preventor head yang relatip rendah, mempnnyai radius kemampuan yang luas ( Lihat gmb.25 )•
4.3»10. Sistim akustik.
Faktor akustik pada bangunan parkir dan toko dianggap,kurang pen ting karena kedua bangunan tsb. tidak membutuhkan ketenangan dan konsentrasi kerja yang tinggi.
Tingkat kebisingan suara untuk parkir : 70 db.
Tingkat kebisingan suara untuk toko : 62 db.
(sumber : Environmental Acoustic ).
Untuk mengatasi perbedaan tingkat kebisingan antara toko dan par kir, maka untuk toko dapat diatasi dengan :
- digunakan bahan akustik pada plafond dan diriding partisi.
- digunakan back ground noise a.l : *sound system
•diffuser A.C.
sistim fcraday
sistim e ii dslsngkapi dengcn k ib e ! penghanfor tisfri< yg faaik, ditetak feon d i s ek d itin g banganm dengan semacam ja n g k a r yg (renarus sampai ke te ia h
s is tim r a d io aktip
^ ^ sistifr ini gabungan dari tedua
! sisHm d ia t a s hanya' H rai j penyungkup yg ferbenfvi< d ica
|H pai dengan p rin g a n radioaktip