STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA
AUBREY’S CAFE
DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Disusun oleh Edwin Kurniawansyah
NIM : 01 2214 175
PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
... Hidup itu indah
Hal baik yang kamu lakukan esok akan dilupakan…. Bagaimanapun juga lakukanlah yang baik,
Kejujuran dan keterusteranganmu membuatmu gampang terluka…. Bagaimanapun juga jujur dan berterus-teranglah,
Apa yang telah kamu bangun bertahun-tahun Mungkin akan dihancurkan dalam waktu semalam….
Bagaimanapun juga teruslah membangun, Orang sungguh membutuhkan bantuan,
Tetapi mungkin akan menyerangmu jika kamu membantu…. Bagaimanapun juga bantulah orang lain,
Berikanlah pada dunia hal terbaik yang kamu miliki Dan kamu akan mendapatkan kekecewaan….
Bagaimanapun juga berikanlah pada dunia hal terbaik yang pernah kamu berikan, hidup adalah keindahan, kagumilah dia
hidup adalah kesenangan, nikmatilah,
hidup adalah suatu mimpi, buatlah itu menjadi kenyataan, hidup adalah suatu tantangan, hadapilah,
hidup adalah permainan, bermainlah,
hidup adalah berharga, dengan demikian bersikaplah hati-hati, hidup adalah cinta, bergembiralah atasnya,
hidup adalah teka-teki, pecahkanlah, hidup adalah janji, penuhilah, hidup adalah kesedihan, atasilah, hidup adalah perjuangan, terimalah, hidup adalah tragedi, bergumullah dengannya,
hidup adalah kehidupan, lindungilah, mari kita lakukan sesuatu yang indah bagi hidup yang semata dari TUHAN!!!
Skripsi ini kepersembahkan kepada :
Yesus Kristus sebagai sumber kekuatanku, dan pelindungku
Bunda Maria, pembimbingku
Bapak (alm) Albertus Djamani Ahok dan Mama Suryati tercinta atas kesempatan
dan kepercayaan yang selalu diberikan.
Kakakku tercinta Virmina Liliana, Erik Ferdiansyah, dan Novita Yulianti
Dan
ABSTRAK
STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA ”Aubrey’s Cafe”
DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA
Edwin Kurniawansyah Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma
2007
Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan pendirian usaha Aubrey”s Cafe di Babarsari Sleman Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, maka dilakukan analisis terhadap empat aspek, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan juga aspek keuangan.
Metode Least Square digunakan sebagai alat untuk menghitung peningkatan jumlah mahasiswa/i yang digunakan untuk menganalisis aspek pasar. Berdasar pada analisis aspek pasar, terjadi peningkatan jumlah mahasiswa/i pada tahun ajaran 2007/2008. Aubrey”s Cafe juga telah memenuhi faktor-faktor penting didalam aspek teknis dan juga aspek manajemen. Metode Net Present Value merupakan alat yang digunakan untuk menilai aspek keuangan. Dalam penelitian ini, Net Present Value
bernilai positif karena adanya selisih antara PV of Proceeds dan PV of Outlays
ABSTRACT FEASIBILITY STUDY
”Aubrey’s Cafe”
Edwin Kurniawansyah Faculty of Economic University of Sanata Dharma
2007
The aim of the research was to identify the feasibility of the establishment of Aubrey’s Cafe in Babarsari Sleman Yogyakarta. There were four aspects analysed : market, technical, management and financing.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat, anugerah serta karunia-NYA yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul : Studi Kelayakan Pendirian Usaha Aubrey”s Cafe di Babarsari, Sleman, Yogyakarta.
Penulisan skripsi ini disusun dan diajukan penulis untuk memenuhi salah satu persyaratan akedemik guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam upaya mempersiapkan, menyusun dan menyelesaikan skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis dengan penuh kerendahan hati ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
3. Bapak Drs. A. Triwanggono , M.S., selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak membantu, mengarahkan, dan memberikan bimbingan serta masukan dan dukungan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 4. Bapak Drs. G. Hendra Poerwanto, M.Si. selaku Ketua Program Studi
Manajemen Universitas Sanata Dharma.
5. Ibu Dra. Diah Utari BR., M..Si. selaku dosen penguji pada ujian pendadaran dan juga yang telah banyak membantu dan memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.
7. Mas Frans, Mas Yuli, Ibu Tutik, Ibu Atun yang sedikit banyak telah membantu penulis dalam menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
8. Bapak dan Ibu serta staf Administrasi di Universitas Atma Jaya, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran”, Universitas Proklamasi, dan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional yang telah membantu dalam proses penelitian sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
10. Kakek dan Nenek tercinta, kak Gagan dan bang Pillian, kak Kelek dan bang Kitar, kak Noor dan keluarga, man Tono dan bik Ida, man Bo, ma”tua dan pa”tua semuanya, atas nasehat, motivasi, dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan skripsi ini.
11. Kakak ku Lili, bang Erik dan mbak Pitak, kak Nopi dan mas Agung, ponakanku Aubrey, mas Anggoro atas dukungan, doa, keceriaan, kebersamaannya dan pengertian yang telah kalian berikan selama ini.
12. Kak Tete, kak Emi, bang Tino, bang Bruno, Ondhoy, kak Wiwin, dek Dewi, dek Rika, dek Wati, dek Ido, Alek, Na-ol, Pinko, Eko, Heri, Bita, Ella, Othan atas kebersamaan, keceriaan, perhatian, doa dan dukungannya yang kalian berikan. 13. P. Denny Hermanto dan Angela Novita, Korbianus Nasto yang telah banyak
membantu, baik dalam proses penelitian sampai penulisan skripsi ini selesai. Thanks atas semuanya.
14. Anak-anak Manajemen 01 (Egen, Dimas, Gepeng, Mesum, Bete, Aji, Dewan, Topan, Alle, Wowo, Andika, dll). Brian dan Rere, Hendra, mas Arod, Ima, Ari Jenggot, Yanti, Dian Losoy, Dian Handayani, Cici, Ika, Pipit, Nia atas kebersamaan dan dukungannya selama ini.
Ncek Yamin, bang Su, dek Gon atas kebersamaan, keceriaan dan motivasi yang kalian berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini., dan-
16. Teman-teman yang ada di GKI Gejayan, bang Ekot, David, mas Bayu, mas Antuk, mas Wall, Jan”s, bang Simon, Jimmy, kak Nola, kak Erni, kak Desto, Nyoni, Jean, Elis, Jerry, Sulo, mas Willy, Fella, Emma, Ria, Claudia Flow, pak Petrus dan bu Rima, Tommy, Hero, dek Henly, papi Tedjo atas kebersamaan, keceriaan dan motivasi yang kalian berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas budi baik tersebut dengan penuh berkelimpahan. Penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat juga sebagai bahan bacaan untuk penelitian selanjutnya.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang dapat menjadikan penulisan skripsi ini lebih sempurna.
Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih.
Yogyakarta, Juni 2007
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
HALAMAN PERSETUJUAN ...ii
HALAMAN PENGESAHAN ...iii
HALAMAN MOTTO... ...iv
PERSEMBAHAN... ...v
KEASLIAN KARYA...vi
ABSTRAK... ...vii
ABSTRACT...viii
PENGANTAR ...ix
DAFTAR ISI...xiii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...2
C. Batasan Masalah ...2
D. Tujuan Penelitian ...4
E. Manfaat Penelitian ...4
F. Sistematika Penulisan ...5
BAB II LANDASAN TEORI ...7
B. Tujuan Studi Kelayakan ...9
C. Perbedaan Intensitas Studi Kelayakan...10
D. Investasi...12
E. Perputaran Dana dalam Investasi Tetap ...14
F. Capital Budgeting...15
G. Aspek-aspek Studi Kelayakan ...16
H. Pengertian Manajemen Pemasaran...19
I. Pengertian Jasa ...21
J. Pengertian Pasar Potensial ...23
K. Pengerian Market Share ...23
L. Pengertian Marketing MIX ...23
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...28
A. Jenis Penelitian ...28
B. Variabel Penelitian ...28
C. Sumber dan Data yang Diperlukan ...29
D. Teknik Pengumpulan Data ...30
E. Teknik Analisis Data ...32
BAB IV GAMBARAN UMUM RENCANAN PENDIRIAN USAHA ...39
A. Latar Belakang Pendirian Usaha ...39
B. Lokasi, Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan ...39
D. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Usaha ...42
E. Strategi Pemasaran Usaha Aubrey’s Cafe ...43
F. Daftar Menu ...44
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ...54
A. Aspek Pasar ...54
B. Aspek Teknis...74
C. Aspek Manajemen...78
D. Aspek Keuangan...84
BAB VI PENUTUP ...101
A. Kesimpulan...101
B. Saran...102
C. Keterbatasan Penelitian ...103
LAMPIRAN ...105
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel V. 1. Total Mahasiswa/i Aktif Pada Universitas di Babarsari ...55
Tabel V. 2. Jumlah Mahasiswa/i Universitas Atma Jaya ...57
Tabel V. 3. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Universitas Atma Jaya ...58
Tabel V. 4. Jumlah Mahasiswa/i Universitas Pembangunan Nasional ...60
Tabel V. 5. Perhitungan Trend Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional ...61
Tabel V. 6. Jumlah Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta ...63
Tabel V. 7. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta ...64
Tabel V. 8. Jumlah mahasiswa/i Universitas Proklamasi ...66
Tabel V. 9. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Universitas Proklamasi ...67
Tabel V. 10. Total Mahasiswa/i Aktif pada Universitas Yang Ada di Babarsari ...69
Tabel V. 11. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Ke-4 Universitas yang di Babarsari ....70
Tabel V. 12. Kebutuhan Dana Investasi ...85
Tabel V. 13. Estimasi Penjualan ...86
Tabel V. 14. Biaya Bahan Baku ...87
Tabel V. 15. Biaya Pemasaran ...88
Tabel V. 16. Biaya Gaji Karyawan ...89
Tabel V. 18. Biaya Listrik...91
Tabel V. 19. Biaya Telepon ...92
Tabel V. 20. Biaya Lain-lain ...93
Tabel V. 21. Biaya Depresiasi ...94
Tabel V. 22. Proyeksi Rugi/Laba Aubrey’s Cafe ...95
Tabel V. 23. Aliran Kas Masuk Bersih ...98
DAFTAR GAMBAR
LAMPIRAN
Hasil Perhitungan Halaman
Lampiran I Rincian Investasi Awal ...105
Lampiran II Estimasi Pendapatan ...106
Lampiran III Estimasi Biaya Bahan Baku ...107
Lampiran IV Estimasi Biaya Pemasaran ...108
Lampiran V Estimasi Biaya Gaji Karyawan ...109
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang semakin canggih
serta perkembangan jaman yang semakin modern, maka pengaruh kebudayaan
dan gaya hidup barat mempunyai akses yang sangat mudah untuk masuk ke
Indonesia. Banyaknya film-film asing yang masuk Indonesia serta banyaknya
orang asing yang tinggal di Indonesia, maka menyebabkan gaya hidup mereka
mulai mempengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama kawula
mudanya. Tak luput juga kota Yogyakarta. Yogyakarta sebagai ibukota
propinsi DIY yang disebut juga sebagai kota pelajar telah berkembang sangat
pesat. Sesuai dengan namanya, tentu saja banyak pelajar terdapat di kota
Yogyakarta ini. Para pelajar ini selain yang berasal dari Yogyakarta sendiri,
juga banyak yang berasal dari luar kota, luar pulau, bahkan dari luar negeri.
Para pelajar yang rata-rata terdiri dari kawula muda ini memiliki gaya
hidup yang suka mencari cara mudah dan cepat, serta didukung dengan ciri
khas masyarakat Indonesia yang hidupnya secara gathering memunculkan
banyak tempat-tempat sejenis café, dimana tempat seperti inilah biasanya kawula muda berkumpul hanya sekedar untuk bercengkrama dan menikmati
hidangan yang disajikan. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik
tersebut dengan “Aubrey’s Café”. Penulis berencana membukanya di jln.
Babarsari Yogyakarta. Dalam rangka pembukaan Aubrey’s Café, maka diperlukan adanya sebuah studi kelayakan yang bertujuan untuk mengurangi
risiko kegagalan suatu investasi. Selain untuk kepentingan usaha, penulis juga
mengangkatnya sebagai bahan dalam penulisan tugas akhir dengan judul
“STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA AUBREY’S CAFE DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA”.
B. Rumusan masalah
Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
• Apakah rencana pendirian Aubrey”s café di Babarsari Yogyakarta
layak untuk dilaksanakan dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek
manajemen dan juga aspek keuangan.
C. Batasan masalah
Permasalahan yang akan diteliti adalah menguji kelayakan atau
prospek pendirian Aubrey’s café di Babarsari Yogyakarta. Penelitian ini hanya terbatas pada tinjauan dari beberapa aspek, yaitu :
a) Aspek pasar
Agar permasalahan yang diteliti pada aspek pasar ini tidak terlalu luas,
mengetahui apakah ada permintaan konsumen terhadap keberadaan
Aubrey’s cafe di Babarasari Yogyakarta.
b) Aspek teknis
Batasan masalah pada aspek teknis dalam penelitian ini hanya dibatasi
pada penentuan lokasi usaha, penentuan luas produksi, penentuan layout
usaha, dan pemilihan jenis teknologi pada Aubrey’s cafe di Babarasari
Yogyakarta.
c) Aspek manajemen
Batasan masalah pada aspek manajemen dalam penelitian ini hanya
dibatasi pada perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia,
pengarahan, dan juga pengendalian di dalam tata kelola usaha Aubrey’s
cafe di Babarsari Yogyakarta.
d) Aspek keuangan
Batasan masalah pada aspek keuangan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui nilai waktu uang di masa yang akan datang dari investasi yang
akan dilakukan pada Aubrey’s cafe di Babarasari Yogyakarta.
D. Tujuan penelitian
Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah :
• Untuk mengetahui apakah rencana pendirian Aubrey”s café di
Babarsari Yogyakarta layak untuk dilaksanakan dilihat dari aspek
pasar, spek teknis, aspek manajemen dan juga aspek keuangan.
E. Manfaat penelitian
Adapun manfaat yang diperoleh dengan adanya penelitian ini adalah :
a. Bagi penulis.
Dapat memberikan bantuan secara informatif mengenai studi
kelayakan suatu investasi.
b. Bagi investor.
Dapat memberikan gambaran kepada investor tentang prospek suatu
investasi, yaitu keuntungan yang akan didapat investor dari investasi
dan juga resiko investasi tersebut. Sehingga dapat membantu investor
di dalam mengambil sebuah keputusan sebelum melakukan investasi.
c. Bagi lembaga pendidikan.
Memberikan sumbangan penulisan tentang pentingnya studi keyakan
usaha, khususnya bagi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, dan
d. Bagi masyarakat umum.
Secara informatif dapat memberikan gambaran tentang peranan dan
manfaat studi kelayakan usaha.
F. Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah mengenai gambaran tentang materi yang akan
dibahas, maka disajikan sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab 1 Pendahuluan
Dalam bab ini, berisi sekitar latar belakang masalah, rumusan masalah,
batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika
penulisan.
Bab II Landasan Teori
Dalam bab ini, berisi tinjauan pustaka yang akan menjadi acuan bagi
penulis dalam melaksanakan penelitian, pembahasan penelitian, dan
kesimpulan atas hasil penelitian.
Bab III Metodologi Penelitian
Dalam bab ini, berisi metodologi penelitian yang dipakai dalam
pembuatan penelitian, apa yang akan diteliti, waktu penelitian, lokasi
penelitian, teknik pengumpulan data, sumber data, dan data yang
Bab IV Gambaran Umum Rencana Pendirian Usaha
Dalam bab ini, berisi mengenai gambaran keadaan perusahaan, sejarah
perusahaan, dan operasi perusahaan.
Bab V Analisis Data
Dalam bab ini, berisi analisis data yang telah dilaksanakan. Analisis
ini berdasarkan pada landasan teori yang telah dikemukakan pada bab
terdahulu.
Bab VI Kesimpulan
Dalam bab ini, berisi kesimpulan dan saran atas data yang telah
dianalisa. Berbagai kesimpulan setelah melakukan analisis atas data
yang ada dari penelitian dan kemudian mengajukan saran kepada
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Studi Kelayakan Usaha
Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu
proyek dilaksanakan dengan berhasil. Pengertian berhasil ini mungkin dapat
ditafsirkan berbeda-beda. Ada yang menafsirkan dalam artian yang lebih terbatas,
terutama digunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat
ekonomis suatu investasi. Sedangkan dari pihak pemerintah, atau lembaga non
profit, pengertian menguntungkan dapat memiliki arti yang lebih relatif. Mungkin
dipertimbangkan berbagai faktor seperti manfaat bagi masyarakat luas yang dapat
berwujud penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan sumberdaya yang berlimpah di
tempat tersebut, dsb. Dapat juga dikaitkan dengan penghematan devisa ataupun
penambahan devisa yang diperlukan oleh pemerintah (Husnan dan Muhammad,
2000:4).
Proyek yang diteliti dapat berbentuk proyek raksasa seperti pembangunan
proyek listrik tenaga nuklir, sampai proyek sederhana seperti membuka usaha jasa
fotocopy. Tentu saja semakin besar proyek yang akan dijalankan, semakin luas
dampak yang terjadi. Dampak ini dapat berupa dampak ekonomis, dan dapat juga
yang bersifat sosial. Karena itu ada yang melengkapi studi kelayakan ini dengan
analisis yang disebut dengan analisis manfaat dan pengorbanan sosial (cost and
(social cost and social benefit). Dengan demikian, pada umumnya suatu studi
kelayakan proyek menyangkut 3 aspek, yaitu (Husnan dan Muhammad, 2000:4) :
a. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (sering juga disebut
sebagai manfaat finansial). Yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup
menguntungkan apabila dibandingkan dengan resiko proyek tersebut.
b. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi negara tempat proyek tersebut
dilaksanakan (sering juga disebut sebagai manfaat ekonomi nasional). Yang
menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara.
c. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat sekitar proyek tersebut. Ini
merupakan studi yang relatif paling sulit untuk dilakukan.
Oleh karena itu, dalam menilai studi kelayakan suatu proyek harus
mempertimbangkan semua faktor. Akan tetapi, dengan semakin sederhananya
proyek yang akan dilaksanakan, maka semakin sederhana pula lingkup penelitian
yang akan dilakukan.
Pembuatan studi kelayakan sering dibutuhkan oleh pihak yang
berbeda-beda. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan serta sudut pandang yang
berbeda.
Lembaga-lembaga yang memerlukan studi kelayakan adalah :
a. Investor
Yaitu pihak yang akan menanamkan dana dalam suatu proyek (sebagai
pemilik perusahaan nantinya atau pemegang saham) akan lebih
tingkat keuntungan yang diharapkan akan diperoleh dari investasi tersebut
beserta resiko investasi tersebut.
b. Kreditur/Bank
Yaitu pihak yang memberikan pinjaman dana, biasanya lembaga keuangan
atau bank. Pihak kreditur mengharapkan bunga plus angsuran pokok pinjaman
dilakukan tepat pada waktunya.
Para kreditur/Bank akan lebih memperhatikan segi keamanan dana yang
dipinjamkan. Kreditur membutuhkan studi kelayakan untuk membantu
mereka dalam rencana pengambilan keputusan dalam rencana pemberian
kredit atas usulan proyek yang direncanakan.
c. Pemerintah
Pemerintah berkepentingan dengan manfaat proyek tersebut bagi
perekonomian nasional. Apakah proyek tersebut akan membantu menghemat
devisa, menambah devisa, atau memperluas kesempatan kerja.
B. Tujuan Studi Kelayakan
Menurut Husnan dan Muhammad, banyak sebab yang mengakibatkan
suatu proyek ternyata kemudian tidak menguntungkan (gagal). Sebab itu dapat
berwujud kesalahan perencanaan, kesalahan dalam menafsir pasar yang tersedia,
kesalahan dalam memperkirakan kontinuitas bahan baku, kesalahan dalam
memperkirakan kebutuhan tenaga kerja.(Husnan dan Muhammad, 2000 : 6)
biaya pembangunan proyek menjadi membengkak, penyelesaian proyek menjadi
tertunda, dsb. Disamping itu dapat juga disebabkan karena faktor lingkungan
berubah, baik lingkungan ekonomi, sosial, bahkan politik. Dapat juga karena
sebab-sebab yang di luar dugaan, seperti bencana alam pada lokasi proyek.
Untuk itulah studi tentang kelayakan (minimal) ekonomis suatu proyek
menjadi sangat penting. Semakin besar skala investasi, semakin penting studi
kelayakan dilaksanakan. Bahkan untuk proyek-proyek yang besar, seringkali studi
ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap pendahuluan dan tahap keseluruhan.
Apabila dari studi pendahuluan tersebut sudah menampakkan gejala-gejala yang
tidak menguntungkan, maka studi keseluruhan mungkin tidak perlu lagi
dilakukan.
Dengan ringkas kita dapat mengatakan, bahwa tujuan dilakukannya studi
kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu
besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.
C. Perbedaan Intensitas Studi Kelayakan
Penilaian terhadap keadaan dan prospek suatu investasi, dilakukan atas
dasar kriteria-kriteria tertentu. Kriteria-kriteria ini dapat hanya
mempertimbangkan manfaat proyek bagi perusahaan, dapat pula dengan
memperhatikan aspek yang lebih luas, yaitu manfaat proyek bagi negara dan
masyarakat luas. Tentu saja tidak setiap proyek akan diteliti dengan sangat
mungkin hanya diteliti terhadap beberapa aspek saja. Bahkan sering juga kita
jumpai bahwa ada rencana-rencana investasi yang penilaiannya tidak dilakukan
secara formal.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan,
diantaranya yang utama adalah (Husnan dan Muhammad, 2000 : 8) :
a. Besarnya dana yang ditanamkan.
Umumnya semakin besar jumlah dana yang ditanamkan, semakin
mendalam studi yang perlu dilakukan. Misalnya proyek kilang minyak di
Cilacap akan diteliti dalam aspek yang lebih luas, termasuk dampak sosial
ekonomi, dibandingkan dengan proyek membuka usaha dealer mobil.
b. Tingkat ketidakpastian proyek.
Semakin sulit kita memperkirakan penghasilan penjualan, biaya, aliran
kas, dan lain-lain. Semakin berhati-hati kita dalam melakukan studi
kelayakan. Untuk proyek-proyek yang menghasilkan produk baru umumnya
cukup sulit dalam memperkirakan proyeksi penjualan. Berbagai cara
ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas,
tafsiran konservatif, dan sebagainya.
c. Kompeleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek.
Setiap proyek dipengaruhi dan juga mempengaruhi faktor-faktor
lainnya. Misalnya, proyek untuk membuat mobil dengan menggunakan tenaga
proyek tersebut akan mempengaruhi pula usaha untuk menemukan material
yang dapat dipakai untuk menyimpan tenaga listrik yang tahan lebih lama.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu proyek mungkin menjadi
sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap
proyek tersebut akan semakin berhati-hati.
D. Investasi
1. Pengertian investasi
Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang
untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang (Mulyadi, 1993 : 284).
Menurut James C. Van Horns, yang dikutip oleh (Salim Bassalamah,
1998 : 8) investasi atau penambahan modal adalah kegiatan yang
dilangsungkan yang memanfaatkan dari pengeluaran kas pada waktu sekarang
dengan tujuan untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang.
Menurut Supriyono (1991 : 29), investasi atau penambahan modal
adalah proses identifikasi, perencanaan untuk pembelanjaan proyek-proyek
investasi suatu perusahaan.
Perusahaan memutuskan untuk menginvestasikan dananya dengan
harapan akan mendapatkan laba di masa mendatang. Keputusan investasi
merupakan keputusan yang dibuat pada saat kini, namun akan menentukan
keberadaan perusahaan di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan oleh
a. Keputusan investasi menyangkut dan penggunaan sejumlah dana dalam
jumlah besar.
b. Keputusan investasi menyangkut jangka waktu yang panjang.
c. Keputusan investasi berhubungan dengan struktur dan kebijakan suatu
perusahaan.
d. Oleh karena investasi menyangkut jangka waktu yang panjang, maka
keadaan lingkungan eksternal sangat mempengaruhi keberhasilan
investasi.
2. Jenis-jenis investasi
Investasi dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis
(Riyanto,1992 : 104) :
1. Investasi penggantian
2. Investasi penambahan kapasitas
3. Investasi penambahan jenis produk baru
4. Investasi lain-lain
Keterangan untuk jenis-jenis investasi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Investasi penggantian
Investasi ini demaksudkan sebagai usaha penggantian aktiva lama
dengan aktiva baru. Biasanya disebabkan karena aktiva lama sudah aus
b. Investasi penambahan kapasitas
Investasi ini dimaksudkan sebagai usaha perluasan usaha atau
penambahan kapasitas dari produksi yang telah dilakukan sekarang ini.
c. Investasi penambahan jenis produk
Investasi ini dimaksudkan dengan usaha untuk penambahan hasil
produk baru. Produk baru dalam hal ini diartikan sebagai produk yang
benar-benar baru bagi perusahaan atau di kalangan masyarakat umum.
d. Investasi lain-lain
Investasi ini dimaksudkan dengan investasi yang tidak termasuk
dalam ketiga investasi tersebut di atas.
E. Perputaran Dana dalam Investasi Aktiva Tetap
Pada prinsipnya dana yang ditanam dalam aktiva tetap sama dengan
dana yang ditanam pada aktiva lancar, karena dana yang diinvestasikan
nantinya akan kembali. Hal pokok yang menjadi ciri utama investasi dana
adalah waktu yang digunakan untuk mengembalikan dana tersebut.
Perputaran dana dalam aktiva tetap dan dalam aktiva lancar dapat
Aktiva lancar Aktiva tetap
Kas → Aktiva lancar → Kas Kas → Aktiva tetap →
Kas
(Depresiasi)
F. Capital Budgeting
Rianto Bambang, dalam bukunya “Dasar-dasar Pembelajaran”,
mengatakan : Capital Budgeting adalah keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka waktu
kembalinya dana lebih dari satu tahun. Rianto Bambang, (1995 : 75) Capital Budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena :
1) Dana yang akan dikeluarkan terikat untuk jangka waktu yang panjang;
2) Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan hasil penjualan di waktu
yang akan datang;
3) Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang
besar;
4) Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal akan
G. Aspek-aspek Studi Kelayakan
Aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan adalah sebagai berikut :
a. Aspek pasar
Dewasa ini, banyak perusahaan bermunculan dan karenanya
persaingan antar mereka juga semakin ketat. Pada situasi demikian, peranan
analisis aspek pasar dalam pendirian maupun perluasan usaha pada studi
kelayakan proyek merupakan variabel pertama dan utama untuk
mendapatkan perhatian (Husnan dan Muhammad, 2000 : 17).
Untuk menganalisa aspek pasar dan pemasaran, maka dapat
menggunakan berbagai alat untuk memperkirakan permintaan produk yang
akan dibuat (Husnan dan Muhammad, 2000 : 17). Dan dimungkinkan
perlunya dilakukan sebuah survey dan pengambilan data melalui
dokumentasi untuk dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan.
b. Aspek teknis
Beberapa pertanyaan utama yang diajukan dalam aspek ini adalah
tentang penentuan lokasi dan lahan proyek, luas produksi, layout dan
pemilihan jenis teknologi dan peralatan yang diperlukan (Husnan dan
Muhammad, 2000 : 18).
Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam aspek teknis,
c. Aspek manajemen
Hal-hal yang perlu diperhatikan disini adalah bagian apa saja yang
diperlukan dalam proyek tersebut dan juga struktur organisasi yang akan
digunakan. Terakhir kita perlu mengetahui bagaimana kita dapat
memperoleh tenaga-tenaga kunci yang kita perlukan beserta sistem
penggajiannya (Husnan dan Muhammad, 2000 : 19).
Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam aspek
manajemen ini, perlu diadakannya observasi, wawancara, dan juga studi
kepustakaan.
d. Aspek keuangan
Untuk aspek keuangan, akan dibicarakan tentang bagaimana
menghitung kebutuhan dana yang diperlukan untuk investasi. Baik
investasi untuk aktiva tetap, juga investasi pada aktiva lancar (modal kerja)
(Husnan dan Muhammad, 2000 : 19). Informasi yang dibutuhkan untuk
aspek ini dapat diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi dan
wawancara.
Dan untuk menganalisisnya tidak menggunakan analisis deskriptif
melainkan dengan menggunakan alat analisis yang berupa :
1. NPV (Net Present Value)
Jika investasi dilakukan untuk jangka panjang, maka konsep
nilai waktu uang menjadi sangat penting, karena nilai uang pada saat
metode analisis keuangan yang memperhatikan nilai waktu uang
adalah NPV (Net Present Value). Apabila nilai sekarang
penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang lebih besar daripada
nilai sekarang investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan
sehingga layak diterima (Husnan dan Muhammad, 2000 : 209).
Dengan kata lain, semakin tinggi nilai NPV dari suatu investasi, maka
semakin besar pula kemungkinan proyek layak untuk dilaksanakan.
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi
dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih (operasional maupun
terminal cashflow) di masa yang akan datang (Husnan dan
Muhammad, 2000 : 209).
NPV
∑
Ao = Pengeluaran investasi pada tahun ke-0
At = Aliran kas masuk bersih pada tahun ke-t
r = Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh para pemilik modal
dengan hanya memperhatikan resiko usaha
n = Jumlah tahun (usia ekonomis) proyek
H. Pengertian Manajemen Pemasaran a. Pengertian manajemen
“Management is the process of planning, directing, and controlling an organization’s financial, physical, human and information resources to achieve its goals”(Ebert and Griffin, 2000 : 112).
Atau dapat juga dikatakan manajemen adalah proses dari merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan dan mengontrol sumberdaya-sumberdaya
yang dimiliki perusahaan untuk mencapai suatu tujuan.
b. Pengertian pemasaran
“The process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and service to create exchanges that satisfy individual and organizational objectives”(Ebert and Griffin, 2000 : 113). Pemasaran dapat juga diartikan sebagai suatu proses sosial dan manajerial,
dimana seseorang/kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka
dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu
sama lainnya (Kotler dan Susanto, 2000 : 89). Atau lebih mudahnya
pemasaran diartikan sebagai upaya memuaskan konsumen untuk memperoleh
laba/sesuatu yang diinginkan.
c. Pengertian manajemen pemasaran
Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari
gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang
memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi (Kotler dan Susanto, 2000 : 90).
d. Konsep manajemen pemasaran
Berdasarkan Kotler dan Susanto (2000 : 90), ada 5 alternatif konsep
yang dapat digunakan oleh organisasi/perusahaan untuk menentukan aktifitas
pemasarannya :
(1) Konsep produksi (the production concept)
Konsep ini lebih mementingkan produk yang lebih mudah didapat dan
terjangkau. Efisiensi produksi yang tinggi serta cakupan distribusi yang
luas. Atau dengan kata lain menekankan pada distribusi dan harga.
(2) Konsep produk (the product concept)
Konsep ini beranggapan bahwa konsumen akan memilih produk yang
menawarkan mutu/kinerja terbaik/hal-hal inovatif lainnya.
Perusahaan/organisasi harus memusatkan perhatian untuk membuat
produk yang lebih baik dan terus menyempurnakannya. Atau dengan
kata lain menekankan pada produk itu sendiri.
(3) Konsep penjualan (the selling concept)
Konsep ini beranggapan bahwa jika pelanggan dibiarkan saja,
konsumen tidak akan membeli produk dari perusahaan/organisasi dalam
jumlah yang cukup. Sehingga penjual harus melakukan penjualan dan
tidak terpikirkan untuk dibeli. Sehingga konsep ini menekankan pada
promosinya.
(4) Konsep pemasaran (the marketing concept)
Konsep ini mengutamakan pada kebutuhan dan keinginan dari pasar
sasaran serta dapat memenuhi kepuasan pelanggan secara lebih efektif
dan efisien dibandingkan dengan pesaingnya. Konsep ini memikirkan
untuk membuat/memproduksi apa yang dapat dijual. Penekanannya
pada 4 P (place, price, product, promotion).
(5) Konsep pemasaran sosial (the societal marketing concept)
Konsep ini memfokuskan pada kebutuhan dan keinginan dari pasar
sasaran dan memberikan nilai tambah dengan meningkatkan
kesejahteraan pelanggan dan masyarakat secara luas. Sehingga dalam
konsep ini menekankan pada 4 P dan juga kesejahteraan masyarakat.
I. Pengertian jasa
Jasa merupakan produk yang tidak berwujud. Membeli jasa sama artinya
dengan menukarkan uang dengan sesuatu yang tidak berwujud. Menurut Fandy,
jasa adalah setiap tindakan/perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak
kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik)
dan tidak menghasilkan kepemilikan terhadap sesuatu. (Fandy, 1996 : 99)
Produksi jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun nonfisik. Pada masa
departemen kepolisian, pasukan pemadam kebakaran, sekolah negeri, kantor pos,
dan sebagainya. Sedangkan pada sektor swasta yang bertujuan untuk memperoleh
keuntungan/profit, contohnya: perusahaan penerbangan, biro perjalanan,
perusahaan asuransi, usaha jasa tata boga (rumah makan/depot), dan lain-lain.
a. Kualitas jasa
Kualitas menurut Kotler dan Susanto (2000 : 112) adalah keseluruhan
ciri serta sifat barang dan jasa yang berpengaruh pada kemampuannya
memenuhi kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat. Sedangkan
untuk kualitas jasa sendiri sangat bersifat subjektif, tergantung dari persepsi
masing-masing individu. Sehingga hasilnya bisa berbeda-beda antara satu
dengan yang lainnya. Tetapi menurut Fandy (1996 : 102) secara garis besar
kualitas jasa dapat dibedakan berdasarkan :
1) Search quality, aspek kualitas jasa yang bisa dinilai konsumen sebelum dibeli, contoh: harga.
2) Experience quality, aspek jasa yang baru bisa dinilai jika jasa tersebut telah dikonsumsi, contoh: rasa dan tepat waktu.
3) Credence quality, aspek jasa yang tidak bisa dinilai walaupun sudah
J. Pengertian Pasar Potensial
Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk/sekelompok produk
yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu dalam suatu periode tertentu
dibawah pengaruh suatu kondisi tertentu (Husnan dan Muhammad, 2000 : 35).
K. Pengertian Market Share
Sales potensial yang sering disebut dengan market share adalah proporsi
(sebagian) dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih
proyek yang bersangkutan (Husnan dan Muhammad, 2000 : 35).
L. Pengertian Merketing Mix
Meskipun beberapa perusahaan mempunyai tujuan yang sama, tetapi
strategi yang ditempuhnya dapat berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi ini
ditempuh berdasarkan satu tujuan, yaitu memuaskan konsumen. Dalam
pemasaran, strategi yang ditempuh oleh perusahaan terdiri dari tiga tahap,
yaitu :
1) Memilih konsumen yang dituju;
2) Mengidentifikasi keinginan konsumen;
3) Menentukan Marketing Mix.
Menurut R.N. Anthony strategi didefinisikan sebagai berikut :
“Strategi adalah suatu proses penetapan tujuan organisasi, penetapan mengenai perubahan dalam tujuan-tujuan itu, penetapan kebijaksanaan yang akan menguasi perolehan, penggunaan dan pengaturan sumber daya itu”,
Sedangkan menurut A.D. Chandler strategi didefinisikan sebagai berikut :
“Strategi adalah penentuan cita-cita dan tujuan-tujuan dan sasaran jangka panjang yang pokok dari suatu perusahaan dan penerimaan arah-arah tindakan
serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan itu”,
(Koontz, 1986 : 184).
Berdasarkan dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa strategi
merupakan program umum dari tindakan-tindakan untuk pemanfaatan sumber
daya ke arah pencapaian tujuan secara menyeluruh. Strategi pemasaran yang
berhasil umumnya ditentukan oleh satu atau beberapa variabel marketing mix
-nya.
Menurut Basu Swastha dan Irawan mendefiniskan marketing mix sebagai
berikut :
“Marketing mix adalah kombinasi dari keempat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu produk, harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi “, (Basu Swastha dan Irawan, 1985: 78).
Berdasarkan definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa; marketing
mix merupakan variabel-variabel yang dapat dikendalikan yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi yang saling berkaitan satu dengan
yang lainnya, yang digunakan perusahaan dalam menjalankan aktivitas guna
mencapai tujuan pada pasar sasarannya.
1) Produk
Penawaran produk adalah jantung dari program pemasaran suatu
organisasi dan biasanya merupakan langkah awal dalam membentuk
bauran pemasaran. Manajer pemasaran tidak dapat menentukan harga,
merencanakan suatu strategi promosi, atau menciptakan saluran distribusi
sampai perusahaan mempunyai produk untuk dijual. Produk adalah setiap
barang atau jasa yang dapat ditawakan di pasar dengan tujuan agar
mendapatkan perhatian. Kemudian produk dapat menimbulkan suatu
permintaan yang disertai pemakaian atau pengkonsumsian. Sehingga
produk dapat memenuhi akan adanya keinginan atau kebutuhan konsumen
akan barang atau jasa.
2) Harga
Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sejumlah dari produk dan pelayanan. Dari definisi tersebut, bahwa harga
yang dibayar pembeli sudah termasuk pelayanan yang diberikan oleh
penjual. Dalam menetapkan harga, perusahaan harus memutuskan apa
yang ingin dicapai dengan penawaran produk tertentu. Semakin jelas
tujuan perusahaan, semakin mudah untuk menetapkan harga. Perusahaan
harus memutuskan dimana akan memasarkan produknya berdasarkan
3) Promosi
Dengan promosi produsen berusaha memperkenalkan produknya
kepada konsumen, sedangkan bagi penjual promosi berusaha membujuk
calon pembeli sehingga akan mencapai satu tingkat pembelian. Kegiatan
promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang
dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan
yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan promosi yang
dilakukan perusahaan diharapkan konsumen dapat mengenal produk yang
dibuat perusahaan sehingga akan menciptakan permintaan konsumen
akan suatu produk barang atau jasa.
Menurut Basu Swastha (1997 : 353), ada tiga tujuan perusahaan
mengadakan promosi, yaitu :
a. Informing
Memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon pembeli
tentang barang yang ditawarkan, siapa penjualnya, siapa pembuatnya,
dimana memperoleh dan harganya berapa.
b. Persuading
Membujuk calon pembeli agar mau membeli barang atau jasa yang
ditawarkan.
c. Reminding
Mengingatkan konsumen tentang adanya barang atau jasa yang
Bentuk-bentuk promosi yang ada diantaranya :
Periklanan;
Personal selling;
Publisitas;
Promosi penjualan.
4) Saluran Distribusi
Saluran distribusi adalah himpunan atau kongsi atau perorangan
yang mengambil alih hak atas barang atau jasa tertentu berpindah dari
produsen ke konsumen. Dengan kata lain saluran distribusi adalah
perantara perpindah kepemilikan dari produsen atau pemilik lama ke
konsumen atau pemilik yang baru. Dan, salah satu hal yang harus
diperhatikan oleh produsen adalah bagaimana menyampaikan produk
maupun jasa kepada konsumen ditempat dan waktu yang diinginkan untuk
mendorong pembelian. Dengan adanya saluran distribusi, barang atau jasa
berpindah dari produsen ke konsumen. Hal ini mengatasi kesenjangan
antara waktu, tempat dan kepemilikan yang memisahkan barang dan jasa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus,
sehingga masalah yang muncul serta pemecahan masalah, kesimpulan dan saran
yang ada dalam penelitian ini berlaku hanya untuk obyek yang diteliti.
B Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini variabel yang diteliti yaitu :
1) Aspek pasar
Definisi aspek pasar adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana
individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka
dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk
dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. (Philip Kotler, 2005 : 10).
2) Aspek teknis
Definisi aspek teknis adalah merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan
proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiaannya setelah
proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad, 2000 : 110).
3) Aspek manajemen
Definisi aspek manajemen adalah merupakan suatu kerangka kerja terpadu
kelola usaha yang berkenaan dengan bagaimana mengalokasikan sumber
daya-sumber daya yang ada secara efisien dalam rangka pelaksanan usaha
yang bersangkutan.
4) Aspek keuangan
Definisi aspek keuangan adalah kebutuhan akan dana yang diproyeksikan
dalam investasi untuk mendirikan sebuah usaha yang akan menghasilkan
profit/laba bagi investor. (Husnan dan Muhammad, 2000 : 108).
C Sumber dan Data Yang Diperlukan
Bila ditinjau dari sumbernya, data penelitian digolongkan menjadi dua
yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh
langsung dari subyek penelitian dengan alat pengukuran atas alat pengambilan
data langsung pada subyek sebagai informasi yang dicari. Data sekunder adalah
data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh dari subyek
penelitiannya. Data sekunder biasanya berupa data dokumentasi atau data laporan
yang telah tersedia, dalam hal ini berupa estimasi data yang dibutuhkan.
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui kelayakan pendirian usaha
“Aubrey’s Café” Yogyakarta, digunakan data sekunder. Data dokumentasi yang berkaitan dengan aspek pasar, yaitu :
1) Data mengenai jumlah mahasiswa;
Dalam penelitian ini, juga diperlukan adanya estimasi untuk dapat menilai
aspek keuangan, yaitu :
1) Estimasi mengenai kebutuhan dana untuk investasi yang mencakup harga;
2) Estimasi mengenai pendapatan perusahaan;
3) Estimasi mengenai biaya operasional, biaya non operasional, dan juga biaya
depresiasi.
Untuk menilai aspek teknis diperlukan data berupa :
1) Alat dan teknik yang akan dipergunakan;
2) Lokasi usaha.
Sedangkan untuk menilai aspek manajemen data yang diperlukan berupa :
1). Susunan personalia;
2). Jumlah tenaga kerja.
D Teknik pengumpulan data
Setiap usaha yang dinyatakan sebagai usaha ilmiah harus berdasarkan pada
sistem dan metode tertentu yang menjadi pedoman (Soeratno dan Arsyad, 1993 :
84). Dari pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam sebuah
penelitian diperlukan adanya suatu metode, sehingga dapat menghasilkan suatu
kesimpulan.
Untuk memperoleh data, maka diperlukan adanya alat pengumpul data yang
tepat agar diperoleh kesimpulan yang tidak menyesatkan. Dalam penelitian, cara
pengumpulan data. Banyak metode pengumpulan data yang dapat digunakan
untuk melaksanakan suatu penelitian. Dalam penelitian ini, teknik-teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah :
a. Teknik kepustakaan
Teknik kepustakaan merupakan teknik yang dilakukan dengan cara
membaca dan mempelajari buku-buku referensi lain yang mendukung skripsi
ini. Teknik ini dilakukan untuk mencari teori-teori yang berkaitan dengan
tujuan penelitian. Adapun teori-teori yang digunakan sebagai dasar penelitian
ini antara lain tentang hal-hal yang berkaitan dengan studi kelayakan proyek,
metodologi penelitian, serta industri jasa. Dan juga, teknik kepustakaan ini
digunakan peneliti untuk mengetahui alat analisis yang tepat, yang dapat
digunakan dalam penelitian ini.
b. Teknik observasi
Teknik observasi adalah pengumpulan data dengan cara melakukan
pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematis atas gejala-gejala yang
sedang diteliti (Soeratno dan Arsyad, 1993 : 98). Dalam penelitian ini, teknik
observasi dilakukan untuk mengetahui rincian biaya serta harga-harga barang
yang akan dikeluarkan untuk investasi dan juga teknik observasi ini dilakukan
untuk mengetahui jumlah café pesaing yang ada di Babarsari.
c. Teknik wawancara
Teknik wawancara adalah cara pengumpulan informasi dengan tanya
99). Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan tatap muka langsung
kepada pemilik café yang dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui aspek
teknis berupa alat dan teknik yang digunakan, dan juga aspek manajemen
untuk mengetahui kebutuhan akan karyawan di dalam pendirian sebuah usaha
café
d. Teknik dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah cara pengumpulan data dari dokumen dan data
laporan yang telah tersedia. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
teknik dokumentasi untuk mengetahui jumlah mahasiswa pada Universitas
yang ada di Babarsari yang akan dijadikan sebagai target pasar untuk café
yang akan didirikan.
E. Teknik analisis data
Pada penelitian ini ada empat aspek pokok yang menjadi perhatian peneliti
Aspek-aspek itu antara lain :
1. Aspek pasar
Ada tiga langkah yang dilakukan dalam menganalisa aspek pasar, yaitu :
a. Mengetahui jumlah mahasiswa pada universitas-universitas yang ada di
Babarsari Yogyakarta.
b. Menghitung pertambahan trend mahasiswa dengan metode Least
bX a Y′=
Untuk mencari nilai a dan b digunakan rumus :
n
a = jumlah rata-rata mahasiswa di masa lampau
b = slope atau kemiringan garis trend
Y = jumlah pertambahan mahasiswa tahun 2000 sampai
tahun 2006
X = nilai waktu data yang dihitung dari periode dasar
(tahun)
n = banyaknya tahun yang diteliti
c. Menghitung prosentase perkiraan mahasiswa yang datang ke
Café, dengan cara :
- Mengestimasi prosentase mahasiswa yang akan ke Café dari
hasil perhitungan trend, kemudian di bagi dengan jumlah
Dalam hal ini, usaha dinyatakan layak untuk dilaksanakan dilihat
dari aspek pasar, jika ada kecendrungan peningkatan atau
stabilnya permintaan di masa yang akan datang.
2. Aspek teknis
Ada 4 langkah yang dilakukan untuk menilai kelayakan investasi dilihat dari
aspek teknis, yakni :
a. Penentuan lokasi usaha
Variabel-variabel utama yang mendukung penentuan lokasi
usaha, yaitu :
- Ketersediaan bahan mentah.
- Letak pasar yang dituju.
- Tenaga listrik dan air.
- Supply tenaga kerja.
- Fasilitas transportasi.
b. Penentuan luas produksi
Faktor-faktor yang diperlukan dalam penentuan luas produksi, yaitu :
- Batasan permintaan.
- Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dalam hal ini dibatasi
oleh kapasitas teknis atau ekonomis.
- Jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses
produksi.
c. Penentuan layout usaha
Kriteria yang dapat digunakan untuk evaluasi layout usaha, yakni :
- Adanya konsistensi dengan teknologi produksi.
- Penggunaan ruangan yang optimal.
- Meminimisasi biaya produksi dan memberikan jaminan untuk
keselamatan tenaga kerja.
- Adanya arus produk dalam proses yang lancer dari proses satu
ke proses yang lain.
d. Pemilihan jenis teknologi
Patokan umum yang dapat digunakan dalam pemilihan jenis
teknologi, yaitu :
- Ketepatan jenis teknologi yang dipilih dengan bahan mentah
yang digunakan.
- Kemungkinan adanya perkembangan teknologi di masa depan.
- Kemampuan tenaga kerja dalam mengoperasikan teknologi.
Dalam hal ini, investasi layak untuk dilakukan dilihat dari aspek
teknis, jika faktor-faktor di atas dapat terpenuhi.
3. Aspek manajemen
Ada 5 langkah yang perlu dilakukan untuk menilai kelayakan investasi di
tinjau dari aspek manajemen, yaitu :
- Jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan.
b. Pengorganisasian (organizing). Dalam hal ini, meliputi :
- Struktur organisasi yang akan digunakan.
c. Penyusunan personalia (staffing). Dalam hal ini, meliputi :
- Persyaratan yang diperlukan untuk memangku jabatan kunci.
d. Pengarahan (leading). Dalam hal ini, meliputi :
- Deskripsi jabatan.
- Spesifikasi jabatan.
- Standar prestasi jabatan.
e. Pengendalian (controlling). Dalam hal ini, meliputi :
- Cara memperoleh tenaga kerja untuk memangkujabatan-jabatan
tersebut.
Dalam hal ini, investasi layak untuk dilakukan dilihat dari aspek
manajemen, jika faktor-faktor di atas dapat terpenuhi..
4. Aspek keuangan
Dalam menganalisa aspek keuangan untuk menilai kelayakan investasi,
digunakan metode NPV. Langkah-langkah untuk menghitung NPV adalah
a. Mengetahui jumlah kebutuhan dana untuk investasi, yaitu dengan
cara :
- Membuat rencana yang terperinci dan dengan spesifikasi yang
lengkap mengenai kebutuhan dana untuk investasi awal pada
aktiva tetap berujud dan aktiva tidak tetap berujud.
b. Menghitung jumlah aliran kas masuk bersih salama 5 tahun, yaitu
dengan cara :
- Menghitung proyeksi total pendapatan, yaitu dengan cara
mengestimasi pendapatan perhari, perbulan, dan pertahun.
- Menghitung total biaya operasional, biaya non operasional, yaitu
dengan cara mengestimasi biaya produksi perbulan, dan
pertahun.
- Menghitung total biaya depresiasi, yaitu dengan cara membagi
biaya investasi dengan umur ekonomis usaha.
c. Menghitung NPV dengan cara :
NPV =
∑
Ao = Pengeluaran investasi pada tahun ke – 0
At = Aliran kas masuk bersih pada tahun ke – t
r = Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh para pemilik
n = Jumlah tahun (umur ekonomis) proyek
Dalam hal ini, proyek layak untuk dilaksanakan dilihat dari aspek keuangan,
jika hasil penghitungan NPV positif.
Dari uraian diatas, maka layak tidaknya pendirian usaha dilaksanakan
didasarkan pada 4 aspek, yaitu : aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan
aspek keuangan. Berdasarkan aspek pasar, usaha dinyatakan layak untuk
dilaksanakan apabila ada kecendrungan peningkatan atau stabilnya permintaan di
masa yang akan datang. Berdasarkan aspek teknis, usaha dinyatakan layak untuk
dilaksanakan apabila teknik yang digunakan sesuai dengan standar mutu yang
dikehendaki pasar, teknik yang digunakan cocok dengan persyaratan yang
diperlukan untuk mencapai kapasitas yang diinginkan, tersedianya bahan baku yang
mencukupi, dan tempat atau lokasi yang dipilih strategis. Berdasarkan aspek
manajemen, usaha dinyatakan layak untuk dilaksanakan apabila memenuhi
faktor-faktor yang ditinjau dari segi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan
personalia, pengarahan, dan pengendalian. Serta berdasarkan aspek keuangan,
BAB IV
GAMBARAN UMUM RENCANA PENDIRIAN USAHA
A. Latar Belakang Pendirian Usaha
Yogyakarta sebagai ibukota propinsi DIY yang disebut juga sebagai kota
pelajar, telah berkembang sangat pesat. Para pelajar yang rata-rata terdiri dari
kawula muda ini memiliki gaya hidup yang suka mencari cara mudah dan cepat,
serta didukung dengan ciri khas masyarakat Indonesia yang hidupnya secara
gathering memunculkan banyak tempat-tempat sejenis café, dimana tempat seperti inilah biasanya kawula muda berkumpul hanya sekedar untuk
bercengkrama dan menikmati hidangan yang disajikan. Dari fenomena ini,
penulis yang juga sebagai pelaku bisnis melihat adanya sebuah peluang investasi
untuk mendirikan usaha café sejenis dengan konsep yang berbeda.
B. Lokasi, Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan 1) Lokasi Perusahaan
Usaha Aubrey”s Café ini akan didirikan di jalan Babarsari Ruko 8 blok A, BC
Plaza. Pemilihan lokasi ini dengan pertimbangan karena letaknya sangat
strategis, hal ini mengingat jalan Babarsari masih berada di dalam kota
Yogyakarta, serta arus transportasi yang lancar untuk menuju lokasi usaha
2) Visi Perusahaan
• Kenikmatan suasana tradisional dan modern di Aubrey”s Cafe.
3) Misi Perusahaan
a) Menghadirkan suasana tradisional pada Aubrey”s Cafe.
b) Menyediakan menu modern yang bervariasi bagi konsumen Aubrey”s
Cafe.
4) Tujuan Perusahaan
a) Mencari keuntungan.
Tujuan didirikannya suatu perusahaan tidak lepas dari usaha untuk
mencari keuntungan.seperti halnya dengan perusahaan-perusahaan yang lain,
usaha Aubrey”s Cafe tidak dapat mempertahankan kelangsungan hidup,
tumbuh dan juga berkembang tanpa adanya suatu keuntungan/laba yang
diperoleh dari hasil kegiatannya. Tidak ada seorang pun yang menanamkan
modalnya dalam suatu bidang kegiatan, khususnya bidang perekonomian,
tanpa mengharapkan keuntungan dari jerih payahnya. Karena itu merupakan
suatu pengharapan dan kontribusinya atas uang, waktu, keahlian dan tenaga
yang telah dikorbankannya. Adanya selisih antara hasil/pendapatan (total
revenue) dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan (total cost) akan
menghasilkan apa yang disebut dengan laba, yang nantinya akan
dipergunakan oleh perusahaan untuk menjaga kelangsungan hidup usaha,
b) Membuka lapangan pekerjaan.
Dengan didirikannya Aubrey”s Cafe, maka diharapkan akan dapat
menciptakan lapangan pekerjaan baru dan akan mengurangi tingkat
pengangguran di daerah Babarsari dan sekitarnya, karena masyarakat dapat
memperoleh kesempatan untuk bekerja pada perusahaan.
c) Memenuhi kebutuhan konsumen.
Untuk memenuhi permintaan konsumen di daerah Babarsari
khususnya, yaitu kawula muda yang mempunyai kesenangan untuk
bercengkrama sambil menikmati hidangan yang ditawarkan. Dan, daerah
sekitar pada umumnya yang membutuhkan jasa dan tempat untuk mereka
berkumpul.
C. Kondisi Lingkungan Usaha Aubrey”s Cafe
Bagi pelaku bisnis, Babarsari merupakan lahan berinvestasi yang
menjanjikan dengan menghasilkan tingkat keuntungan. Hal ini bukan tidak
beralasan, mengingat tingkat kepadatan penduduk atau masyarakat di daerah
Babarsari semakin bertambah setiap tahunnya, dimana daerah Babarsari terdapat
3 Universitas yaitu Universitas Atma Jaya, Universitas Pembangunan Nasional
”Veteran”, Universitas Proklamasi, serta 1 sekolah tinggi yaitu Sekolah Tinggi
Teknologi Nasional. Dan juga di daerah Babarsari banyak terdapat usaha seperti
usaha rumah makan, cafe, warung internet, rental VCD, rental komputer, dan
daerah Babarsari cukup tinggi. Oleh karena itu, peneliti yang juga sebagai pelaku
bisnis ingin mengambil bagian dalam persaingan tersebut dengan mendirikan
usaha cafe yang diberi nama Aubrey”s Cafe.
D. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman Usaha
Dalam pendirian usaha Aubrey”s Cafe ini, peneliti yang juga sebagai
pelaku bisnis melakukan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman
yang diperkirakan akan dihadapi Aubrey”s Cafe. Hal ini bertujuan agar pelaku
bisnis dapat merumuskan strategi yang tepat untuk dapat memenangkan
persaingan dengan usaha Cafe sejenis yang sudah ada. Berikut adalah identifikasi
usaha yang dilakukan oleh peneliti yang juga sebagai pelaku bisnis untuk usaha
Aubrey”s Cafe, yaitu :
1) Identifikasi kekuatan usaha Aubrey”s Cafe :
- Lokasi usaha strategis dan mudah dijangkau konsumen.
- Memiliki fasilitas hot spot dan she-sha yang tidak dimiliki para pesaing.
- Ruang usaha lebih luas dibanding pesaing.
- Menu yang ditawarkan lebih bervariasi dibanding pesaing.
2) Identifikasi kelemahan usaha Aubrey”s Cafe :
- Belum dikenal oleh para mahasiswa yang akan menjadi target pasar.
3) Identifikasi peluang usaha Aubrey”s Cafe :
- Saat ini cafe menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
4) Identifikasi ancaman usaha Aubrey”s Cafe :
- Berdirinya usaha sejenis dengan menyediakan fasilitas yang lebih
lengkap dan menawarkan produk yang lebih bervariasi.
E. Strategi Pemasaran Usaha Aubrey”s Cafe
Dilihat dari kondisi lingkungan usaha di Babarsari, dalam hal ini kondisi
persaingan yang cukup tinggi. Maka, peneliti yang juga sebagai pelaku bisnis
mempunyai strategi di dalam memasarkan produk Aubrey”s cafe agar dapat
memenangkan persaingan dengan usaha cafe sejenis yang sudah berdiri terlebih
dahulu. Strategi yang akan digunakan, yaitu :
1) Mengiklankan keberadaan Aubrey”s cafe agar dikenal konsumen.
2) Memberikan produk yang berkualitas baik rasa serta tampilan produk, dan
juga cepat di dalam penyajian menu.
3) Memiliki ciri khas baik rasa serta tampilan produk yang berbeda dengan
pesaing.
F. Daftar Menu
Menu yang ditawarkan pada usaha Aubrey”s Cafe ini sangat
beranekaragam jenisnya baik dari menu minuman maupun juga menu makanan
yang ditawarkan kepada konsumen. Hal ini bertujuan agar konsumen lebih
leluasa di dalam memilih menu yang mereka inginkan karena hidangan yang
ditawarkan sangat bervariasi. Berikut merupakan daftar hidangan yang
ditawarkan pada usaha Aubrey”s Cafe :
1. Daftar minuman.
Coffee Mau-On
Keterangan Harga Cup Harga Glass
Original Coffee Aubrey”s
Rp. 4.000 Rp. 5.500
Original Toraja Rp. 4.000 Rp. 5.500
Original Lampung Rp. 4.000 Rp. 5.500
Original Palembang Rp. 4.000 Rp. 5.500
Original Aceh Rp. 4.000 Rp. 5.500
Chocolate Original Rp. 7.000 Rp. 8.500
Chocolate Vanilla Rp. 7.000 Rp. 8.500 Juice Shabu
Juice Orange Rp. 7.500
Juice Melon Rp. 6.500
Juice Mangga Rp. 6.500
Juice Semangka Rp. 6.500
Juice Sehat Rp. 6.500
Juice Tomat Rp. 4.500
Juice Alpukat Rp. 7.500 Float Various of Milk
Mint Rp. 9.000
Strawberry Rp. 9.000
Pandan Rp. 9.000
Orange Rp. 9.000
Lemonade Rp. 9.000
Grape Rp. 9.000
Ice Coffee Blend Aubrey”s
Black Mountain With Chocochips Rp. 11.000
Snow White Cappuchino Rp. 11.000
Coffee Lait Rp. 11.000
Strawberry Lait Rp. 11.000
Virgin Pink Rp. 11.000
Unforgetable Vanilla Rp. 11.000
Unfogetable Strawberry Rp. 10.000
Unforgetable Rapsberry Rp. 10.000
Unforgetable Blueberry Rp. 10.000
Unforgetable Raincloud Rp. 10.000
a. Alasan pemilihan menu minuman
Dalam pemilihan menu minuman yang akan ditawarkan Aubrey”s cafe
kepada konsumen, terdapat 3 pertimbangan utama yang menjadi alasan
pemilihan menu minuman, yaitu :
1) Selera konsumen
Dalam pemilihan menu minuman pada usaha Aubrey”s Cafe, selera
konsumen menjadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan. Hal
ini diperhatikan dengan tujuan agar Aubrey”s Cafe dapat menyediakan
menu minuman yang sesuai dengan selera konsumen. Dalam hal ini,
menu minuman yang ditawarkan sudah memenuhi selera konsumen.
2) Kemudahan untuk memperoleh bahan baku
Dalam pemilihan menu minuman pada usaha Aubrey”s Cafe,
kemudahan perolehan persediaan bahan baku juga menjadi faktor yang
dipertimbangkan. Hal ini diperhatikan dengan tujuan untuk kelancaran
dalam proses produksi karena bahan baku yang digunakan untuk
pembuatan sebuah produk dapat tersedia. Ice Cream Aubrey”s
Strawberry Rp. 11.000
Chocolate Rp. 11.000
Vanilla Rp. 11.000
Capuchino Rp. 10.000
Mocachino Rp. 10.000
3) Keunggulan usaha
Dalam pemilihan menu pada usaha Aubrey”s Cafe, menu minuman
yang ditawarkan kepada konsumen merupakan menu minuman yang
menjadi keunggulan pada usaha Aubrey”s Cafe. Hal ini bertujuan agar
Aubrey”s Cafe dapat memenangkan persaingan dengan usaha cafe
sejenis yang sudah terlebih dulu ada.
b. Alasan penetapan harga minuman
1) Biaya-biaya
Dalam penentuan harga menu minuman yang ditawarkan oleh
Aubrey”s Cafe kepada konsumen, satuan harga ditentukan dengan
memperhitungkan biaya-biaya yang diperkirakan akan terjadi didalam
proses produksi, seperti biaya bahan baku, biaya bahan penolong, serta
biaya tenaga kerja. Dan, biaya pemasaran juga merupakan elemen
biaya yang akan menjadi dasar dalam penentuan harga minuman.
2) Persaingan
Dalam penentuan harga menu minuman yang ditawarkan oleh
Aubrey”s Cafe kepada konsumen, faktor penting lain yang juga
menjadi pertimbangan adalah persaingan dengan usaha cafe sejenis
yang sudah berdiri terlebih dahulu. Dalam hal ini, harga yang tertera
pada daftar menu minuman adalah dibawah harga pesaing yang ada di
memenangkan persaingan dengan cafe sejenis yang sudah berdiri
terlebih dahulu.
3) Daya beli konsumen
Dalam penentuan harga menu minuman yang ditawarkan oleh
Aubrey”s Cafe kepada konsumen, daya beli konsumen juga
merupakan faktor yang sangat diperhatikan. Hal ini dimaksudkan agar
dengan harga yang ditawarkan oleh Aubrey”s Cafe, konsumen
memiliki kemampuan untuk membeli produk minuman yang
ditawarkan.
Oleh karena itu, harga yang ditawarkan kepada konsumen pada tabel
daftar menu minuman merupakan harga yang diharapkan oleh
Aubrey”s Cafe dapat menutupi biaya-biaya dan juga bisa mendapatkan
laba dari penjualan minuman. Serta, dapat memenangkan persaingan
2. Daftar makanan.
Bananas Aubrey”s
Bananas Sweet Cheesy Rp. 8.000
Muchas Gracias Bananas Original Rp. 8.000
Muchas Gracias Bananas Coklat Rp. 9.000
Muchas Gracias Bananas Keju Rp. 9.000
Muchas Gracias Bananas Coklat Keju Rp. 9.000 French Fries
French Fries Original Rp. 7.500
French Fries Pedas Rp. 7.500
French Fries Keju Rp. 7.500
French Fries Barbeque Rp. 7.500
French Fries Spesial Keju Rp. 10.000 Mie Aubrey”s
Mie wog-wogs goreng Rp. 6.000
Mie wog-wogs rebus Rp. 6.000
Pizza mie Rp. 9.000
Pizza mie keju Rp. 10.000 Bread Hot
Bread hot original Rp. 9.000
Bread hot chocolate Rp. 10.000
Bread hot cheese Rp. 10.000
Bread hot chocolate cheese Rp. 11.000 Sandwich
Sandwich ala rose original Rp. 9.000
Sandwich beef Rp. 9.000
Sandwich beef cheese Rp. 10.000
Sandwich sozzis malu-malu Rp. 10.000
Sandwich rolling Rp. 10.000 Aubrey”s Steak
Sirloin Rp. 10.000
Tenderloin Rp. 10.000
a. Alasan pemilihan menu makanan
Dalam pemilihan menu makanan yang akan ditawarkan Aubrey”s cafe kepada
konsumen, terdapat 3 pertimbangan utama yang menjadi alasan pemilihan
menu makanan, yaitu :
1) Selera konsumen
Dalam pemilihan menu makanan pada usaha Aubrey”s Cafe,
selera konsumen menjadi salah satu faktor yang menjadi
pertimbangan. Hal ini diperhatikan dengan tujuan agar Aubrey”s Cafe
dapat menyediakan menu makanan yang sesuai dengan selera
konsumen. Dalam hal ini, menu makanan yang ditawarkan sudah
memenuhi selera konsumen.
2) Kemudahan untuk memperoleh bahan baku
Dalam pemilihan menu makanan pada usaha Aubrey”s Cafe,
kemudahan perolehan persediaan bahan baku juga menjadi faktor yang
dipertimbangkan. Hal ini diperhatikan dengan tujuan untuk kelancaran
dalam proses produksi karena bahan baku yang digunakan untuk
pembuatan sebuah produk dapat tersedia.
3) Keunggulan usaha
Dalam pemilihan menu pada usaha Aubrey”s Cafe, menu
makanan yang ditawarkan kepada konsumen merupakan menu