• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA AUBREY’S CAFE DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA AUBREY’S CAFE DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA

AUBREY’S CAFE

DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Disusun oleh Edwin Kurniawansyah

NIM : 01 2214 175

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

(2)
(3)
(4)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

... Hidup itu indah

Hal baik yang kamu lakukan esok akan dilupakan…. Bagaimanapun juga lakukanlah yang baik,

Kejujuran dan keterusteranganmu membuatmu gampang terluka…. Bagaimanapun juga jujur dan berterus-teranglah,

Apa yang telah kamu bangun bertahun-tahun Mungkin akan dihancurkan dalam waktu semalam….

Bagaimanapun juga teruslah membangun, Orang sungguh membutuhkan bantuan,

Tetapi mungkin akan menyerangmu jika kamu membantu…. Bagaimanapun juga bantulah orang lain,

Berikanlah pada dunia hal terbaik yang kamu miliki Dan kamu akan mendapatkan kekecewaan….

Bagaimanapun juga berikanlah pada dunia hal terbaik yang pernah kamu berikan, hidup adalah keindahan, kagumilah dia

hidup adalah kesenangan, nikmatilah,

hidup adalah suatu mimpi, buatlah itu menjadi kenyataan, hidup adalah suatu tantangan, hadapilah,

hidup adalah permainan, bermainlah,

hidup adalah berharga, dengan demikian bersikaplah hati-hati, hidup adalah cinta, bergembiralah atasnya,

hidup adalah teka-teki, pecahkanlah, hidup adalah janji, penuhilah, hidup adalah kesedihan, atasilah, hidup adalah perjuangan, terimalah, hidup adalah tragedi, bergumullah dengannya,

hidup adalah kehidupan, lindungilah, mari kita lakukan sesuatu yang indah bagi hidup yang semata dari TUHAN!!!

(5)

Skripsi ini kepersembahkan kepada :

Yesus Kristus sebagai sumber kekuatanku, dan pelindungku

Bunda Maria, pembimbingku

Bapak (alm) Albertus Djamani Ahok dan Mama Suryati tercinta atas kesempatan

dan kepercayaan yang selalu diberikan.

Kakakku tercinta Virmina Liliana, Erik Ferdiansyah, dan Novita Yulianti

Dan

(6)
(7)

ABSTRAK

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA ”Aubrey’s Cafe”

DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA

Edwin Kurniawansyah Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma

2007

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan pendirian usaha Aubrey”s Cafe di Babarsari Sleman Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, maka dilakukan analisis terhadap empat aspek, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan juga aspek keuangan.

Metode Least Square digunakan sebagai alat untuk menghitung peningkatan jumlah mahasiswa/i yang digunakan untuk menganalisis aspek pasar. Berdasar pada analisis aspek pasar, terjadi peningkatan jumlah mahasiswa/i pada tahun ajaran 2007/2008. Aubrey”s Cafe juga telah memenuhi faktor-faktor penting didalam aspek teknis dan juga aspek manajemen. Metode Net Present Value merupakan alat yang digunakan untuk menilai aspek keuangan. Dalam penelitian ini, Net Present Value

bernilai positif karena adanya selisih antara PV of Proceeds dan PV of Outlays

(8)

ABSTRACT FEASIBILITY STUDY

”Aubrey’s Cafe”

Edwin Kurniawansyah Faculty of Economic University of Sanata Dharma

2007

The aim of the research was to identify the feasibility of the establishment of Aubrey’s Cafe in Babarsari Sleman Yogyakarta. There were four aspects analysed : market, technical, management and financing.

(9)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat, anugerah serta karunia-NYA yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul : Studi Kelayakan Pendirian Usaha Aubrey”s Cafe di Babarsari, Sleman, Yogyakarta.

Penulisan skripsi ini disusun dan diajukan penulis untuk memenuhi salah satu persyaratan akedemik guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa dalam upaya mempersiapkan, menyusun dan menyelesaikan skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis dengan penuh kerendahan hati ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

(10)

3. Bapak Drs. A. Triwanggono , M.S., selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak membantu, mengarahkan, dan memberikan bimbingan serta masukan dan dukungan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 4. Bapak Drs. G. Hendra Poerwanto, M.Si. selaku Ketua Program Studi

Manajemen Universitas Sanata Dharma.

5. Ibu Dra. Diah Utari BR., M..Si. selaku dosen penguji pada ujian pendadaran dan juga yang telah banyak membantu dan memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.

6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.

7. Mas Frans, Mas Yuli, Ibu Tutik, Ibu Atun yang sedikit banyak telah membantu penulis dalam menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

8. Bapak dan Ibu serta staf Administrasi di Universitas Atma Jaya, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran”, Universitas Proklamasi, dan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional yang telah membantu dalam proses penelitian sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

(11)

10. Kakek dan Nenek tercinta, kak Gagan dan bang Pillian, kak Kelek dan bang Kitar, kak Noor dan keluarga, man Tono dan bik Ida, man Bo, ma”tua dan pa”tua semuanya, atas nasehat, motivasi, dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan skripsi ini.

11. Kakak ku Lili, bang Erik dan mbak Pitak, kak Nopi dan mas Agung, ponakanku Aubrey, mas Anggoro atas dukungan, doa, keceriaan, kebersamaannya dan pengertian yang telah kalian berikan selama ini.

12. Kak Tete, kak Emi, bang Tino, bang Bruno, Ondhoy, kak Wiwin, dek Dewi, dek Rika, dek Wati, dek Ido, Alek, Na-ol, Pinko, Eko, Heri, Bita, Ella, Othan atas kebersamaan, keceriaan, perhatian, doa dan dukungannya yang kalian berikan. 13. P. Denny Hermanto dan Angela Novita, Korbianus Nasto yang telah banyak

membantu, baik dalam proses penelitian sampai penulisan skripsi ini selesai. Thanks atas semuanya.

14. Anak-anak Manajemen 01 (Egen, Dimas, Gepeng, Mesum, Bete, Aji, Dewan, Topan, Alle, Wowo, Andika, dll). Brian dan Rere, Hendra, mas Arod, Ima, Ari Jenggot, Yanti, Dian Losoy, Dian Handayani, Cici, Ika, Pipit, Nia atas kebersamaan dan dukungannya selama ini.

(12)

Ncek Yamin, bang Su, dek Gon atas kebersamaan, keceriaan dan motivasi yang kalian berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini., dan-

16. Teman-teman yang ada di GKI Gejayan, bang Ekot, David, mas Bayu, mas Antuk, mas Wall, Jan”s, bang Simon, Jimmy, kak Nola, kak Erni, kak Desto, Nyoni, Jean, Elis, Jerry, Sulo, mas Willy, Fella, Emma, Ria, Claudia Flow, pak Petrus dan bu Rima, Tommy, Hero, dek Henly, papi Tedjo atas kebersamaan, keceriaan dan motivasi yang kalian berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas budi baik tersebut dengan penuh berkelimpahan. Penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat juga sebagai bahan bacaan untuk penelitian selanjutnya.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang dapat menjadikan penulisan skripsi ini lebih sempurna.

Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, Juni 2007

Penulis

(13)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...i

HALAMAN PERSETUJUAN ...ii

HALAMAN PENGESAHAN ...iii

HALAMAN MOTTO... ...iv

PERSEMBAHAN... ...v

KEASLIAN KARYA...vi

ABSTRAK... ...vii

ABSTRACT...viii

PENGANTAR ...ix

DAFTAR ISI...xiii

BAB I PENDAHULUAN ...1

A. Latar Belakang ...1

B. Rumusan Masalah ...2

C. Batasan Masalah ...2

D. Tujuan Penelitian ...4

E. Manfaat Penelitian ...4

F. Sistematika Penulisan ...5

BAB II LANDASAN TEORI ...7

(14)

B. Tujuan Studi Kelayakan ...9

C. Perbedaan Intensitas Studi Kelayakan...10

D. Investasi...12

E. Perputaran Dana dalam Investasi Tetap ...14

F. Capital Budgeting...15

G. Aspek-aspek Studi Kelayakan ...16

H. Pengertian Manajemen Pemasaran...19

I. Pengertian Jasa ...21

J. Pengertian Pasar Potensial ...23

K. Pengerian Market Share ...23

L. Pengertian Marketing MIX ...23

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...28

A. Jenis Penelitian ...28

B. Variabel Penelitian ...28

C. Sumber dan Data yang Diperlukan ...29

D. Teknik Pengumpulan Data ...30

E. Teknik Analisis Data ...32

BAB IV GAMBARAN UMUM RENCANAN PENDIRIAN USAHA ...39

A. Latar Belakang Pendirian Usaha ...39

B. Lokasi, Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan ...39

(15)

D. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Usaha ...42

E. Strategi Pemasaran Usaha Aubrey’s Cafe ...43

F. Daftar Menu ...44

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ...54

A. Aspek Pasar ...54

B. Aspek Teknis...74

C. Aspek Manajemen...78

D. Aspek Keuangan...84

BAB VI PENUTUP ...101

A. Kesimpulan...101

B. Saran...102

C. Keterbatasan Penelitian ...103

LAMPIRAN ...105

(16)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel V. 1. Total Mahasiswa/i Aktif Pada Universitas di Babarsari ...55

Tabel V. 2. Jumlah Mahasiswa/i Universitas Atma Jaya ...57

Tabel V. 3. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Universitas Atma Jaya ...58

Tabel V. 4. Jumlah Mahasiswa/i Universitas Pembangunan Nasional ...60

Tabel V. 5. Perhitungan Trend Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional ...61

Tabel V. 6. Jumlah Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta ...63

Tabel V. 7. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta ...64

Tabel V. 8. Jumlah mahasiswa/i Universitas Proklamasi ...66

Tabel V. 9. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Universitas Proklamasi ...67

Tabel V. 10. Total Mahasiswa/i Aktif pada Universitas Yang Ada di Babarsari ...69

Tabel V. 11. Perhitungan Trend Mahasiswa/i Ke-4 Universitas yang di Babarsari ....70

Tabel V. 12. Kebutuhan Dana Investasi ...85

Tabel V. 13. Estimasi Penjualan ...86

Tabel V. 14. Biaya Bahan Baku ...87

Tabel V. 15. Biaya Pemasaran ...88

Tabel V. 16. Biaya Gaji Karyawan ...89

(17)

Tabel V. 18. Biaya Listrik...91

Tabel V. 19. Biaya Telepon ...92

Tabel V. 20. Biaya Lain-lain ...93

Tabel V. 21. Biaya Depresiasi ...94

Tabel V. 22. Proyeksi Rugi/Laba Aubrey’s Cafe ...95

Tabel V. 23. Aliran Kas Masuk Bersih ...98

(18)

DAFTAR GAMBAR

(19)

LAMPIRAN

Hasil Perhitungan Halaman

Lampiran I Rincian Investasi Awal ...105

Lampiran II Estimasi Pendapatan ...106

Lampiran III Estimasi Biaya Bahan Baku ...107

Lampiran IV Estimasi Biaya Pemasaran ...108

Lampiran V Estimasi Biaya Gaji Karyawan ...109

(20)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang semakin canggih

serta perkembangan jaman yang semakin modern, maka pengaruh kebudayaan

dan gaya hidup barat mempunyai akses yang sangat mudah untuk masuk ke

Indonesia. Banyaknya film-film asing yang masuk Indonesia serta banyaknya

orang asing yang tinggal di Indonesia, maka menyebabkan gaya hidup mereka

mulai mempengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama kawula

mudanya. Tak luput juga kota Yogyakarta. Yogyakarta sebagai ibukota

propinsi DIY yang disebut juga sebagai kota pelajar telah berkembang sangat

pesat. Sesuai dengan namanya, tentu saja banyak pelajar terdapat di kota

Yogyakarta ini. Para pelajar ini selain yang berasal dari Yogyakarta sendiri,

juga banyak yang berasal dari luar kota, luar pulau, bahkan dari luar negeri.

Para pelajar yang rata-rata terdiri dari kawula muda ini memiliki gaya

hidup yang suka mencari cara mudah dan cepat, serta didukung dengan ciri

khas masyarakat Indonesia yang hidupnya secara gathering memunculkan

banyak tempat-tempat sejenis café, dimana tempat seperti inilah biasanya kawula muda berkumpul hanya sekedar untuk bercengkrama dan menikmati

hidangan yang disajikan. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik

(21)

tersebut dengan “Aubrey’s Café”. Penulis berencana membukanya di jln.

Babarsari Yogyakarta. Dalam rangka pembukaan Aubrey’s Café, maka diperlukan adanya sebuah studi kelayakan yang bertujuan untuk mengurangi

risiko kegagalan suatu investasi. Selain untuk kepentingan usaha, penulis juga

mengangkatnya sebagai bahan dalam penulisan tugas akhir dengan judul

“STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA AUBREY’S CAFE DI BABARSARI SLEMAN YOGYAKARTA”.

B. Rumusan masalah

Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

• Apakah rencana pendirian Aubrey”s café di Babarsari Yogyakarta

layak untuk dilaksanakan dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek

manajemen dan juga aspek keuangan.

C. Batasan masalah

Permasalahan yang akan diteliti adalah menguji kelayakan atau

prospek pendirian Aubrey’s café di Babarsari Yogyakarta. Penelitian ini hanya terbatas pada tinjauan dari beberapa aspek, yaitu :

a) Aspek pasar

Agar permasalahan yang diteliti pada aspek pasar ini tidak terlalu luas,

(22)

mengetahui apakah ada permintaan konsumen terhadap keberadaan

Aubrey’s cafe di Babarasari Yogyakarta.

b) Aspek teknis

Batasan masalah pada aspek teknis dalam penelitian ini hanya dibatasi

pada penentuan lokasi usaha, penentuan luas produksi, penentuan layout

usaha, dan pemilihan jenis teknologi pada Aubrey’s cafe di Babarasari

Yogyakarta.

c) Aspek manajemen

Batasan masalah pada aspek manajemen dalam penelitian ini hanya

dibatasi pada perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia,

pengarahan, dan juga pengendalian di dalam tata kelola usaha Aubrey’s

cafe di Babarsari Yogyakarta.

d) Aspek keuangan

Batasan masalah pada aspek keuangan dalam penelitian ini adalah untuk

mengetahui nilai waktu uang di masa yang akan datang dari investasi yang

akan dilakukan pada Aubrey’s cafe di Babarasari Yogyakarta.

(23)

D. Tujuan penelitian

Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah :

• Untuk mengetahui apakah rencana pendirian Aubrey”s café di

Babarsari Yogyakarta layak untuk dilaksanakan dilihat dari aspek

pasar, spek teknis, aspek manajemen dan juga aspek keuangan.

E. Manfaat penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dengan adanya penelitian ini adalah :

a. Bagi penulis.

Dapat memberikan bantuan secara informatif mengenai studi

kelayakan suatu investasi.

b. Bagi investor.

Dapat memberikan gambaran kepada investor tentang prospek suatu

investasi, yaitu keuntungan yang akan didapat investor dari investasi

dan juga resiko investasi tersebut. Sehingga dapat membantu investor

di dalam mengambil sebuah keputusan sebelum melakukan investasi.

c. Bagi lembaga pendidikan.

Memberikan sumbangan penulisan tentang pentingnya studi keyakan

usaha, khususnya bagi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, dan

(24)

d. Bagi masyarakat umum.

Secara informatif dapat memberikan gambaran tentang peranan dan

manfaat studi kelayakan usaha.

F. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah mengenai gambaran tentang materi yang akan

dibahas, maka disajikan sistematika penulisan sebagai berikut :

Bab 1 Pendahuluan

Dalam bab ini, berisi sekitar latar belakang masalah, rumusan masalah,

batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika

penulisan.

Bab II Landasan Teori

Dalam bab ini, berisi tinjauan pustaka yang akan menjadi acuan bagi

penulis dalam melaksanakan penelitian, pembahasan penelitian, dan

kesimpulan atas hasil penelitian.

Bab III Metodologi Penelitian

Dalam bab ini, berisi metodologi penelitian yang dipakai dalam

pembuatan penelitian, apa yang akan diteliti, waktu penelitian, lokasi

penelitian, teknik pengumpulan data, sumber data, dan data yang

(25)

Bab IV Gambaran Umum Rencana Pendirian Usaha

Dalam bab ini, berisi mengenai gambaran keadaan perusahaan, sejarah

perusahaan, dan operasi perusahaan.

Bab V Analisis Data

Dalam bab ini, berisi analisis data yang telah dilaksanakan. Analisis

ini berdasarkan pada landasan teori yang telah dikemukakan pada bab

terdahulu.

Bab VI Kesimpulan

Dalam bab ini, berisi kesimpulan dan saran atas data yang telah

dianalisa. Berbagai kesimpulan setelah melakukan analisis atas data

yang ada dari penelitian dan kemudian mengajukan saran kepada

(26)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Studi Kelayakan Usaha

Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu

proyek dilaksanakan dengan berhasil. Pengertian berhasil ini mungkin dapat

ditafsirkan berbeda-beda. Ada yang menafsirkan dalam artian yang lebih terbatas,

terutama digunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat

ekonomis suatu investasi. Sedangkan dari pihak pemerintah, atau lembaga non

profit, pengertian menguntungkan dapat memiliki arti yang lebih relatif. Mungkin

dipertimbangkan berbagai faktor seperti manfaat bagi masyarakat luas yang dapat

berwujud penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan sumberdaya yang berlimpah di

tempat tersebut, dsb. Dapat juga dikaitkan dengan penghematan devisa ataupun

penambahan devisa yang diperlukan oleh pemerintah (Husnan dan Muhammad,

2000:4).

Proyek yang diteliti dapat berbentuk proyek raksasa seperti pembangunan

proyek listrik tenaga nuklir, sampai proyek sederhana seperti membuka usaha jasa

fotocopy. Tentu saja semakin besar proyek yang akan dijalankan, semakin luas

dampak yang terjadi. Dampak ini dapat berupa dampak ekonomis, dan dapat juga

yang bersifat sosial. Karena itu ada yang melengkapi studi kelayakan ini dengan

analisis yang disebut dengan analisis manfaat dan pengorbanan sosial (cost and

(27)

(social cost and social benefit). Dengan demikian, pada umumnya suatu studi

kelayakan proyek menyangkut 3 aspek, yaitu (Husnan dan Muhammad, 2000:4) :

a. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (sering juga disebut

sebagai manfaat finansial). Yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup

menguntungkan apabila dibandingkan dengan resiko proyek tersebut.

b. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi negara tempat proyek tersebut

dilaksanakan (sering juga disebut sebagai manfaat ekonomi nasional). Yang

menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara.

c. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat sekitar proyek tersebut. Ini

merupakan studi yang relatif paling sulit untuk dilakukan.

Oleh karena itu, dalam menilai studi kelayakan suatu proyek harus

mempertimbangkan semua faktor. Akan tetapi, dengan semakin sederhananya

proyek yang akan dilaksanakan, maka semakin sederhana pula lingkup penelitian

yang akan dilakukan.

Pembuatan studi kelayakan sering dibutuhkan oleh pihak yang

berbeda-beda. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan serta sudut pandang yang

berbeda.

Lembaga-lembaga yang memerlukan studi kelayakan adalah :

a. Investor

Yaitu pihak yang akan menanamkan dana dalam suatu proyek (sebagai

pemilik perusahaan nantinya atau pemegang saham) akan lebih

(28)

tingkat keuntungan yang diharapkan akan diperoleh dari investasi tersebut

beserta resiko investasi tersebut.

b. Kreditur/Bank

Yaitu pihak yang memberikan pinjaman dana, biasanya lembaga keuangan

atau bank. Pihak kreditur mengharapkan bunga plus angsuran pokok pinjaman

dilakukan tepat pada waktunya.

Para kreditur/Bank akan lebih memperhatikan segi keamanan dana yang

dipinjamkan. Kreditur membutuhkan studi kelayakan untuk membantu

mereka dalam rencana pengambilan keputusan dalam rencana pemberian

kredit atas usulan proyek yang direncanakan.

c. Pemerintah

Pemerintah berkepentingan dengan manfaat proyek tersebut bagi

perekonomian nasional. Apakah proyek tersebut akan membantu menghemat

devisa, menambah devisa, atau memperluas kesempatan kerja.

B. Tujuan Studi Kelayakan

Menurut Husnan dan Muhammad, banyak sebab yang mengakibatkan

suatu proyek ternyata kemudian tidak menguntungkan (gagal). Sebab itu dapat

berwujud kesalahan perencanaan, kesalahan dalam menafsir pasar yang tersedia,

kesalahan dalam memperkirakan kontinuitas bahan baku, kesalahan dalam

memperkirakan kebutuhan tenaga kerja.(Husnan dan Muhammad, 2000 : 6)

(29)

biaya pembangunan proyek menjadi membengkak, penyelesaian proyek menjadi

tertunda, dsb. Disamping itu dapat juga disebabkan karena faktor lingkungan

berubah, baik lingkungan ekonomi, sosial, bahkan politik. Dapat juga karena

sebab-sebab yang di luar dugaan, seperti bencana alam pada lokasi proyek.

Untuk itulah studi tentang kelayakan (minimal) ekonomis suatu proyek

menjadi sangat penting. Semakin besar skala investasi, semakin penting studi

kelayakan dilaksanakan. Bahkan untuk proyek-proyek yang besar, seringkali studi

ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap pendahuluan dan tahap keseluruhan.

Apabila dari studi pendahuluan tersebut sudah menampakkan gejala-gejala yang

tidak menguntungkan, maka studi keseluruhan mungkin tidak perlu lagi

dilakukan.

Dengan ringkas kita dapat mengatakan, bahwa tujuan dilakukannya studi

kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu

besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.

C. Perbedaan Intensitas Studi Kelayakan

Penilaian terhadap keadaan dan prospek suatu investasi, dilakukan atas

dasar kriteria-kriteria tertentu. Kriteria-kriteria ini dapat hanya

mempertimbangkan manfaat proyek bagi perusahaan, dapat pula dengan

memperhatikan aspek yang lebih luas, yaitu manfaat proyek bagi negara dan

masyarakat luas. Tentu saja tidak setiap proyek akan diteliti dengan sangat

(30)

mungkin hanya diteliti terhadap beberapa aspek saja. Bahkan sering juga kita

jumpai bahwa ada rencana-rencana investasi yang penilaiannya tidak dilakukan

secara formal.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan,

diantaranya yang utama adalah (Husnan dan Muhammad, 2000 : 8) :

a. Besarnya dana yang ditanamkan.

Umumnya semakin besar jumlah dana yang ditanamkan, semakin

mendalam studi yang perlu dilakukan. Misalnya proyek kilang minyak di

Cilacap akan diteliti dalam aspek yang lebih luas, termasuk dampak sosial

ekonomi, dibandingkan dengan proyek membuka usaha dealer mobil.

b. Tingkat ketidakpastian proyek.

Semakin sulit kita memperkirakan penghasilan penjualan, biaya, aliran

kas, dan lain-lain. Semakin berhati-hati kita dalam melakukan studi

kelayakan. Untuk proyek-proyek yang menghasilkan produk baru umumnya

cukup sulit dalam memperkirakan proyeksi penjualan. Berbagai cara

ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas,

tafsiran konservatif, dan sebagainya.

c. Kompeleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek.

Setiap proyek dipengaruhi dan juga mempengaruhi faktor-faktor

lainnya. Misalnya, proyek untuk membuat mobil dengan menggunakan tenaga

(31)

proyek tersebut akan mempengaruhi pula usaha untuk menemukan material

yang dapat dipakai untuk menyimpan tenaga listrik yang tahan lebih lama.

Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu proyek mungkin menjadi

sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap

proyek tersebut akan semakin berhati-hati.

D. Investasi

1. Pengertian investasi

Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang

untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang (Mulyadi, 1993 : 284).

Menurut James C. Van Horns, yang dikutip oleh (Salim Bassalamah,

1998 : 8) investasi atau penambahan modal adalah kegiatan yang

dilangsungkan yang memanfaatkan dari pengeluaran kas pada waktu sekarang

dengan tujuan untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang.

Menurut Supriyono (1991 : 29), investasi atau penambahan modal

adalah proses identifikasi, perencanaan untuk pembelanjaan proyek-proyek

investasi suatu perusahaan.

Perusahaan memutuskan untuk menginvestasikan dananya dengan

harapan akan mendapatkan laba di masa mendatang. Keputusan investasi

merupakan keputusan yang dibuat pada saat kini, namun akan menentukan

keberadaan perusahaan di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan oleh

(32)

a. Keputusan investasi menyangkut dan penggunaan sejumlah dana dalam

jumlah besar.

b. Keputusan investasi menyangkut jangka waktu yang panjang.

c. Keputusan investasi berhubungan dengan struktur dan kebijakan suatu

perusahaan.

d. Oleh karena investasi menyangkut jangka waktu yang panjang, maka

keadaan lingkungan eksternal sangat mempengaruhi keberhasilan

investasi.

2. Jenis-jenis investasi

Investasi dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis

(Riyanto,1992 : 104) :

1. Investasi penggantian

2. Investasi penambahan kapasitas

3. Investasi penambahan jenis produk baru

4. Investasi lain-lain

Keterangan untuk jenis-jenis investasi tersebut adalah sebagai berikut :

a. Investasi penggantian

Investasi ini demaksudkan sebagai usaha penggantian aktiva lama

dengan aktiva baru. Biasanya disebabkan karena aktiva lama sudah aus

(33)

b. Investasi penambahan kapasitas

Investasi ini dimaksudkan sebagai usaha perluasan usaha atau

penambahan kapasitas dari produksi yang telah dilakukan sekarang ini.

c. Investasi penambahan jenis produk

Investasi ini dimaksudkan dengan usaha untuk penambahan hasil

produk baru. Produk baru dalam hal ini diartikan sebagai produk yang

benar-benar baru bagi perusahaan atau di kalangan masyarakat umum.

d. Investasi lain-lain

Investasi ini dimaksudkan dengan investasi yang tidak termasuk

dalam ketiga investasi tersebut di atas.

E. Perputaran Dana dalam Investasi Aktiva Tetap

Pada prinsipnya dana yang ditanam dalam aktiva tetap sama dengan

dana yang ditanam pada aktiva lancar, karena dana yang diinvestasikan

nantinya akan kembali. Hal pokok yang menjadi ciri utama investasi dana

adalah waktu yang digunakan untuk mengembalikan dana tersebut.

Perputaran dana dalam aktiva tetap dan dalam aktiva lancar dapat

(34)

Aktiva lancar Aktiva tetap

Kas → Aktiva lancar → Kas Kas → Aktiva tetap →

Kas

(Depresiasi)

F. Capital Budgeting

Rianto Bambang, dalam bukunya “Dasar-dasar Pembelajaran”,

mengatakan : Capital Budgeting adalah keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka waktu

kembalinya dana lebih dari satu tahun. Rianto Bambang, (1995 : 75) Capital Budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena :

1) Dana yang akan dikeluarkan terikat untuk jangka waktu yang panjang;

2) Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan hasil penjualan di waktu

yang akan datang;

3) Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang

besar;

4) Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal akan

(35)

G. Aspek-aspek Studi Kelayakan

Aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan adalah sebagai berikut :

a. Aspek pasar

Dewasa ini, banyak perusahaan bermunculan dan karenanya

persaingan antar mereka juga semakin ketat. Pada situasi demikian, peranan

analisis aspek pasar dalam pendirian maupun perluasan usaha pada studi

kelayakan proyek merupakan variabel pertama dan utama untuk

mendapatkan perhatian (Husnan dan Muhammad, 2000 : 17).

Untuk menganalisa aspek pasar dan pemasaran, maka dapat

menggunakan berbagai alat untuk memperkirakan permintaan produk yang

akan dibuat (Husnan dan Muhammad, 2000 : 17). Dan dimungkinkan

perlunya dilakukan sebuah survey dan pengambilan data melalui

dokumentasi untuk dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan.

b. Aspek teknis

Beberapa pertanyaan utama yang diajukan dalam aspek ini adalah

tentang penentuan lokasi dan lahan proyek, luas produksi, layout dan

pemilihan jenis teknologi dan peralatan yang diperlukan (Husnan dan

Muhammad, 2000 : 18).

Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam aspek teknis,

(36)

c. Aspek manajemen

Hal-hal yang perlu diperhatikan disini adalah bagian apa saja yang

diperlukan dalam proyek tersebut dan juga struktur organisasi yang akan

digunakan. Terakhir kita perlu mengetahui bagaimana kita dapat

memperoleh tenaga-tenaga kunci yang kita perlukan beserta sistem

penggajiannya (Husnan dan Muhammad, 2000 : 19).

Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam aspek

manajemen ini, perlu diadakannya observasi, wawancara, dan juga studi

kepustakaan.

d. Aspek keuangan

Untuk aspek keuangan, akan dibicarakan tentang bagaimana

menghitung kebutuhan dana yang diperlukan untuk investasi. Baik

investasi untuk aktiva tetap, juga investasi pada aktiva lancar (modal kerja)

(Husnan dan Muhammad, 2000 : 19). Informasi yang dibutuhkan untuk

aspek ini dapat diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi dan

wawancara.

Dan untuk menganalisisnya tidak menggunakan analisis deskriptif

melainkan dengan menggunakan alat analisis yang berupa :

1. NPV (Net Present Value)

Jika investasi dilakukan untuk jangka panjang, maka konsep

nilai waktu uang menjadi sangat penting, karena nilai uang pada saat

(37)

metode analisis keuangan yang memperhatikan nilai waktu uang

adalah NPV (Net Present Value). Apabila nilai sekarang

penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang lebih besar daripada

nilai sekarang investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan

sehingga layak diterima (Husnan dan Muhammad, 2000 : 209).

Dengan kata lain, semakin tinggi nilai NPV dari suatu investasi, maka

semakin besar pula kemungkinan proyek layak untuk dilaksanakan.

Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi

dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih (operasional maupun

terminal cashflow) di masa yang akan datang (Husnan dan

Muhammad, 2000 : 209).

NPV

Ao = Pengeluaran investasi pada tahun ke-0

At = Aliran kas masuk bersih pada tahun ke-t

r = Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh para pemilik modal

dengan hanya memperhatikan resiko usaha

n = Jumlah tahun (usia ekonomis) proyek

(38)

H. Pengertian Manajemen Pemasaran a. Pengertian manajemen

Management is the process of planning, directing, and controlling an organization’s financial, physical, human and information resources to achieve its goals”(Ebert and Griffin, 2000 : 112).

Atau dapat juga dikatakan manajemen adalah proses dari merencanakan,

mengorganisasikan, mengarahkan dan mengontrol sumberdaya-sumberdaya

yang dimiliki perusahaan untuk mencapai suatu tujuan.

b. Pengertian pemasaran

“The process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and service to create exchanges that satisfy individual and organizational objectives”(Ebert and Griffin, 2000 : 113). Pemasaran dapat juga diartikan sebagai suatu proses sosial dan manajerial,

dimana seseorang/kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka

dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu

sama lainnya (Kotler dan Susanto, 2000 : 89). Atau lebih mudahnya

pemasaran diartikan sebagai upaya memuaskan konsumen untuk memperoleh

laba/sesuatu yang diinginkan.

c. Pengertian manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari

(39)

gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang

memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi (Kotler dan Susanto, 2000 : 90).

d. Konsep manajemen pemasaran

Berdasarkan Kotler dan Susanto (2000 : 90), ada 5 alternatif konsep

yang dapat digunakan oleh organisasi/perusahaan untuk menentukan aktifitas

pemasarannya :

(1) Konsep produksi (the production concept)

Konsep ini lebih mementingkan produk yang lebih mudah didapat dan

terjangkau. Efisiensi produksi yang tinggi serta cakupan distribusi yang

luas. Atau dengan kata lain menekankan pada distribusi dan harga.

(2) Konsep produk (the product concept)

Konsep ini beranggapan bahwa konsumen akan memilih produk yang

menawarkan mutu/kinerja terbaik/hal-hal inovatif lainnya.

Perusahaan/organisasi harus memusatkan perhatian untuk membuat

produk yang lebih baik dan terus menyempurnakannya. Atau dengan

kata lain menekankan pada produk itu sendiri.

(3) Konsep penjualan (the selling concept)

Konsep ini beranggapan bahwa jika pelanggan dibiarkan saja,

konsumen tidak akan membeli produk dari perusahaan/organisasi dalam

jumlah yang cukup. Sehingga penjual harus melakukan penjualan dan

(40)

tidak terpikirkan untuk dibeli. Sehingga konsep ini menekankan pada

promosinya.

(4) Konsep pemasaran (the marketing concept)

Konsep ini mengutamakan pada kebutuhan dan keinginan dari pasar

sasaran serta dapat memenuhi kepuasan pelanggan secara lebih efektif

dan efisien dibandingkan dengan pesaingnya. Konsep ini memikirkan

untuk membuat/memproduksi apa yang dapat dijual. Penekanannya

pada 4 P (place, price, product, promotion).

(5) Konsep pemasaran sosial (the societal marketing concept)

Konsep ini memfokuskan pada kebutuhan dan keinginan dari pasar

sasaran dan memberikan nilai tambah dengan meningkatkan

kesejahteraan pelanggan dan masyarakat secara luas. Sehingga dalam

konsep ini menekankan pada 4 P dan juga kesejahteraan masyarakat.

I. Pengertian jasa

Jasa merupakan produk yang tidak berwujud. Membeli jasa sama artinya

dengan menukarkan uang dengan sesuatu yang tidak berwujud. Menurut Fandy,

jasa adalah setiap tindakan/perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak

kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik)

dan tidak menghasilkan kepemilikan terhadap sesuatu. (Fandy, 1996 : 99)

Produksi jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun nonfisik. Pada masa

(41)

departemen kepolisian, pasukan pemadam kebakaran, sekolah negeri, kantor pos,

dan sebagainya. Sedangkan pada sektor swasta yang bertujuan untuk memperoleh

keuntungan/profit, contohnya: perusahaan penerbangan, biro perjalanan,

perusahaan asuransi, usaha jasa tata boga (rumah makan/depot), dan lain-lain.

a. Kualitas jasa

Kualitas menurut Kotler dan Susanto (2000 : 112) adalah keseluruhan

ciri serta sifat barang dan jasa yang berpengaruh pada kemampuannya

memenuhi kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat. Sedangkan

untuk kualitas jasa sendiri sangat bersifat subjektif, tergantung dari persepsi

masing-masing individu. Sehingga hasilnya bisa berbeda-beda antara satu

dengan yang lainnya. Tetapi menurut Fandy (1996 : 102) secara garis besar

kualitas jasa dapat dibedakan berdasarkan :

1) Search quality, aspek kualitas jasa yang bisa dinilai konsumen sebelum dibeli, contoh: harga.

2) Experience quality, aspek jasa yang baru bisa dinilai jika jasa tersebut telah dikonsumsi, contoh: rasa dan tepat waktu.

3) Credence quality, aspek jasa yang tidak bisa dinilai walaupun sudah

(42)

J. Pengertian Pasar Potensial

Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk/sekelompok produk

yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu dalam suatu periode tertentu

dibawah pengaruh suatu kondisi tertentu (Husnan dan Muhammad, 2000 : 35).

K. Pengertian Market Share

Sales potensial yang sering disebut dengan market share adalah proporsi

(sebagian) dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih

proyek yang bersangkutan (Husnan dan Muhammad, 2000 : 35).

L. Pengertian Merketing Mix

Meskipun beberapa perusahaan mempunyai tujuan yang sama, tetapi

strategi yang ditempuhnya dapat berbeda-beda. Pada dasarnya, strategi ini

ditempuh berdasarkan satu tujuan, yaitu memuaskan konsumen. Dalam

pemasaran, strategi yang ditempuh oleh perusahaan terdiri dari tiga tahap,

yaitu :

1) Memilih konsumen yang dituju;

2) Mengidentifikasi keinginan konsumen;

3) Menentukan Marketing Mix.

Menurut R.N. Anthony strategi didefinisikan sebagai berikut :

“Strategi adalah suatu proses penetapan tujuan organisasi, penetapan mengenai perubahan dalam tujuan-tujuan itu, penetapan kebijaksanaan yang akan menguasi perolehan, penggunaan dan pengaturan sumber daya itu”,

(43)

Sedangkan menurut A.D. Chandler strategi didefinisikan sebagai berikut :

Strategi adalah penentuan cita-cita dan tujuan-tujuan dan sasaran jangka panjang yang pokok dari suatu perusahaan dan penerimaan arah-arah tindakan

serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan itu”,

(Koontz, 1986 : 184).

Berdasarkan dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa strategi

merupakan program umum dari tindakan-tindakan untuk pemanfaatan sumber

daya ke arah pencapaian tujuan secara menyeluruh. Strategi pemasaran yang

berhasil umumnya ditentukan oleh satu atau beberapa variabel marketing mix

-nya.

Menurut Basu Swastha dan Irawan mendefiniskan marketing mix sebagai

berikut :

Marketing mix adalah kombinasi dari keempat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu produk, harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi “, (Basu Swastha dan Irawan, 1985: 78).

Berdasarkan definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa; marketing

mix merupakan variabel-variabel yang dapat dikendalikan yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi yang saling berkaitan satu dengan

yang lainnya, yang digunakan perusahaan dalam menjalankan aktivitas guna

mencapai tujuan pada pasar sasarannya.

(44)

1) Produk

Penawaran produk adalah jantung dari program pemasaran suatu

organisasi dan biasanya merupakan langkah awal dalam membentuk

bauran pemasaran. Manajer pemasaran tidak dapat menentukan harga,

merencanakan suatu strategi promosi, atau menciptakan saluran distribusi

sampai perusahaan mempunyai produk untuk dijual. Produk adalah setiap

barang atau jasa yang dapat ditawakan di pasar dengan tujuan agar

mendapatkan perhatian. Kemudian produk dapat menimbulkan suatu

permintaan yang disertai pemakaian atau pengkonsumsian. Sehingga

produk dapat memenuhi akan adanya keinginan atau kebutuhan konsumen

akan barang atau jasa.

2) Harga

Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan

sejumlah dari produk dan pelayanan. Dari definisi tersebut, bahwa harga

yang dibayar pembeli sudah termasuk pelayanan yang diberikan oleh

penjual. Dalam menetapkan harga, perusahaan harus memutuskan apa

yang ingin dicapai dengan penawaran produk tertentu. Semakin jelas

tujuan perusahaan, semakin mudah untuk menetapkan harga. Perusahaan

harus memutuskan dimana akan memasarkan produknya berdasarkan

(45)

3) Promosi

Dengan promosi produsen berusaha memperkenalkan produknya

kepada konsumen, sedangkan bagi penjual promosi berusaha membujuk

calon pembeli sehingga akan mencapai satu tingkat pembelian. Kegiatan

promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang

dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan

yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan promosi yang

dilakukan perusahaan diharapkan konsumen dapat mengenal produk yang

dibuat perusahaan sehingga akan menciptakan permintaan konsumen

akan suatu produk barang atau jasa.

Menurut Basu Swastha (1997 : 353), ada tiga tujuan perusahaan

mengadakan promosi, yaitu :

a. Informing

Memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon pembeli

tentang barang yang ditawarkan, siapa penjualnya, siapa pembuatnya,

dimana memperoleh dan harganya berapa.

b. Persuading

Membujuk calon pembeli agar mau membeli barang atau jasa yang

ditawarkan.

c. Reminding

Mengingatkan konsumen tentang adanya barang atau jasa yang

(46)

Bentuk-bentuk promosi yang ada diantaranya :

ƒ Periklanan;

ƒ Personal selling;

ƒ Publisitas;

ƒ Promosi penjualan.

4) Saluran Distribusi

Saluran distribusi adalah himpunan atau kongsi atau perorangan

yang mengambil alih hak atas barang atau jasa tertentu berpindah dari

produsen ke konsumen. Dengan kata lain saluran distribusi adalah

perantara perpindah kepemilikan dari produsen atau pemilik lama ke

konsumen atau pemilik yang baru. Dan, salah satu hal yang harus

diperhatikan oleh produsen adalah bagaimana menyampaikan produk

maupun jasa kepada konsumen ditempat dan waktu yang diinginkan untuk

mendorong pembelian. Dengan adanya saluran distribusi, barang atau jasa

berpindah dari produsen ke konsumen. Hal ini mengatasi kesenjangan

antara waktu, tempat dan kepemilikan yang memisahkan barang dan jasa

(47)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A Jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus,

sehingga masalah yang muncul serta pemecahan masalah, kesimpulan dan saran

yang ada dalam penelitian ini berlaku hanya untuk obyek yang diteliti.

B Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini variabel yang diteliti yaitu :

1) Aspek pasar

Definisi aspek pasar adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana

individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka

dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk

dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. (Philip Kotler, 2005 : 10).

2) Aspek teknis

Definisi aspek teknis adalah merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan

proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiaannya setelah

proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad, 2000 : 110).

3) Aspek manajemen

Definisi aspek manajemen adalah merupakan suatu kerangka kerja terpadu

(48)

kelola usaha yang berkenaan dengan bagaimana mengalokasikan sumber

daya-sumber daya yang ada secara efisien dalam rangka pelaksanan usaha

yang bersangkutan.

4) Aspek keuangan

Definisi aspek keuangan adalah kebutuhan akan dana yang diproyeksikan

dalam investasi untuk mendirikan sebuah usaha yang akan menghasilkan

profit/laba bagi investor. (Husnan dan Muhammad, 2000 : 108).

C Sumber dan Data Yang Diperlukan

Bila ditinjau dari sumbernya, data penelitian digolongkan menjadi dua

yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh

langsung dari subyek penelitian dengan alat pengukuran atas alat pengambilan

data langsung pada subyek sebagai informasi yang dicari. Data sekunder adalah

data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh dari subyek

penelitiannya. Data sekunder biasanya berupa data dokumentasi atau data laporan

yang telah tersedia, dalam hal ini berupa estimasi data yang dibutuhkan.

Dalam penelitian ini, untuk mengetahui kelayakan pendirian usaha

“Aubrey’s Café” Yogyakarta, digunakan data sekunder. Data dokumentasi yang berkaitan dengan aspek pasar, yaitu :

1) Data mengenai jumlah mahasiswa;

(49)

Dalam penelitian ini, juga diperlukan adanya estimasi untuk dapat menilai

aspek keuangan, yaitu :

1) Estimasi mengenai kebutuhan dana untuk investasi yang mencakup harga;

2) Estimasi mengenai pendapatan perusahaan;

3) Estimasi mengenai biaya operasional, biaya non operasional, dan juga biaya

depresiasi.

Untuk menilai aspek teknis diperlukan data berupa :

1) Alat dan teknik yang akan dipergunakan;

2) Lokasi usaha.

Sedangkan untuk menilai aspek manajemen data yang diperlukan berupa :

1). Susunan personalia;

2). Jumlah tenaga kerja.

D Teknik pengumpulan data

Setiap usaha yang dinyatakan sebagai usaha ilmiah harus berdasarkan pada

sistem dan metode tertentu yang menjadi pedoman (Soeratno dan Arsyad, 1993 :

84). Dari pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam sebuah

penelitian diperlukan adanya suatu metode, sehingga dapat menghasilkan suatu

kesimpulan.

Untuk memperoleh data, maka diperlukan adanya alat pengumpul data yang

tepat agar diperoleh kesimpulan yang tidak menyesatkan. Dalam penelitian, cara

(50)

pengumpulan data. Banyak metode pengumpulan data yang dapat digunakan

untuk melaksanakan suatu penelitian. Dalam penelitian ini, teknik-teknik

pengumpulan data yang digunakan adalah :

a. Teknik kepustakaan

Teknik kepustakaan merupakan teknik yang dilakukan dengan cara

membaca dan mempelajari buku-buku referensi lain yang mendukung skripsi

ini. Teknik ini dilakukan untuk mencari teori-teori yang berkaitan dengan

tujuan penelitian. Adapun teori-teori yang digunakan sebagai dasar penelitian

ini antara lain tentang hal-hal yang berkaitan dengan studi kelayakan proyek,

metodologi penelitian, serta industri jasa. Dan juga, teknik kepustakaan ini

digunakan peneliti untuk mengetahui alat analisis yang tepat, yang dapat

digunakan dalam penelitian ini.

b. Teknik observasi

Teknik observasi adalah pengumpulan data dengan cara melakukan

pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematis atas gejala-gejala yang

sedang diteliti (Soeratno dan Arsyad, 1993 : 98). Dalam penelitian ini, teknik

observasi dilakukan untuk mengetahui rincian biaya serta harga-harga barang

yang akan dikeluarkan untuk investasi dan juga teknik observasi ini dilakukan

untuk mengetahui jumlah café pesaing yang ada di Babarsari.

c. Teknik wawancara

Teknik wawancara adalah cara pengumpulan informasi dengan tanya

(51)

99). Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan tatap muka langsung

kepada pemilik café yang dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui aspek

teknis berupa alat dan teknik yang digunakan, dan juga aspek manajemen

untuk mengetahui kebutuhan akan karyawan di dalam pendirian sebuah usaha

café

d. Teknik dokumentasi

Teknik dokumentasi adalah cara pengumpulan data dari dokumen dan data

laporan yang telah tersedia. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan

teknik dokumentasi untuk mengetahui jumlah mahasiswa pada Universitas

yang ada di Babarsari yang akan dijadikan sebagai target pasar untuk café

yang akan didirikan.

E. Teknik analisis data

Pada penelitian ini ada empat aspek pokok yang menjadi perhatian peneliti

Aspek-aspek itu antara lain :

1. Aspek pasar

Ada tiga langkah yang dilakukan dalam menganalisa aspek pasar, yaitu :

a. Mengetahui jumlah mahasiswa pada universitas-universitas yang ada di

Babarsari Yogyakarta.

b. Menghitung pertambahan trend mahasiswa dengan metode Least

(52)

bX a Y′=

Untuk mencari nilai a dan b digunakan rumus :

n

a = jumlah rata-rata mahasiswa di masa lampau

b = slope atau kemiringan garis trend

Y = jumlah pertambahan mahasiswa tahun 2000 sampai

tahun 2006

X = nilai waktu data yang dihitung dari periode dasar

(tahun)

n = banyaknya tahun yang diteliti

c. Menghitung prosentase perkiraan mahasiswa yang datang ke

Café, dengan cara :

- Mengestimasi prosentase mahasiswa yang akan ke Café dari

hasil perhitungan trend, kemudian di bagi dengan jumlah

(53)

Dalam hal ini, usaha dinyatakan layak untuk dilaksanakan dilihat

dari aspek pasar, jika ada kecendrungan peningkatan atau

stabilnya permintaan di masa yang akan datang.

2. Aspek teknis

Ada 4 langkah yang dilakukan untuk menilai kelayakan investasi dilihat dari

aspek teknis, yakni :

a. Penentuan lokasi usaha

Variabel-variabel utama yang mendukung penentuan lokasi

usaha, yaitu :

- Ketersediaan bahan mentah.

- Letak pasar yang dituju.

- Tenaga listrik dan air.

- Supply tenaga kerja.

- Fasilitas transportasi.

b. Penentuan luas produksi

Faktor-faktor yang diperlukan dalam penentuan luas produksi, yaitu :

- Batasan permintaan.

- Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dalam hal ini dibatasi

oleh kapasitas teknis atau ekonomis.

- Jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses

produksi.

(54)

c. Penentuan layout usaha

Kriteria yang dapat digunakan untuk evaluasi layout usaha, yakni :

- Adanya konsistensi dengan teknologi produksi.

- Penggunaan ruangan yang optimal.

- Meminimisasi biaya produksi dan memberikan jaminan untuk

keselamatan tenaga kerja.

- Adanya arus produk dalam proses yang lancer dari proses satu

ke proses yang lain.

d. Pemilihan jenis teknologi

Patokan umum yang dapat digunakan dalam pemilihan jenis

teknologi, yaitu :

- Ketepatan jenis teknologi yang dipilih dengan bahan mentah

yang digunakan.

- Kemungkinan adanya perkembangan teknologi di masa depan.

- Kemampuan tenaga kerja dalam mengoperasikan teknologi.

Dalam hal ini, investasi layak untuk dilakukan dilihat dari aspek

teknis, jika faktor-faktor di atas dapat terpenuhi.

3. Aspek manajemen

Ada 5 langkah yang perlu dilakukan untuk menilai kelayakan investasi di

tinjau dari aspek manajemen, yaitu :

(55)

- Jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan.

b. Pengorganisasian (organizing). Dalam hal ini, meliputi :

- Struktur organisasi yang akan digunakan.

c. Penyusunan personalia (staffing). Dalam hal ini, meliputi :

- Persyaratan yang diperlukan untuk memangku jabatan kunci.

d. Pengarahan (leading). Dalam hal ini, meliputi :

- Deskripsi jabatan.

- Spesifikasi jabatan.

- Standar prestasi jabatan.

e. Pengendalian (controlling). Dalam hal ini, meliputi :

- Cara memperoleh tenaga kerja untuk memangkujabatan-jabatan

tersebut.

Dalam hal ini, investasi layak untuk dilakukan dilihat dari aspek

manajemen, jika faktor-faktor di atas dapat terpenuhi..

4. Aspek keuangan

Dalam menganalisa aspek keuangan untuk menilai kelayakan investasi,

digunakan metode NPV. Langkah-langkah untuk menghitung NPV adalah

(56)

a. Mengetahui jumlah kebutuhan dana untuk investasi, yaitu dengan

cara :

- Membuat rencana yang terperinci dan dengan spesifikasi yang

lengkap mengenai kebutuhan dana untuk investasi awal pada

aktiva tetap berujud dan aktiva tidak tetap berujud.

b. Menghitung jumlah aliran kas masuk bersih salama 5 tahun, yaitu

dengan cara :

- Menghitung proyeksi total pendapatan, yaitu dengan cara

mengestimasi pendapatan perhari, perbulan, dan pertahun.

- Menghitung total biaya operasional, biaya non operasional, yaitu

dengan cara mengestimasi biaya produksi perbulan, dan

pertahun.

- Menghitung total biaya depresiasi, yaitu dengan cara membagi

biaya investasi dengan umur ekonomis usaha.

c. Menghitung NPV dengan cara :

NPV =

Ao = Pengeluaran investasi pada tahun ke – 0

At = Aliran kas masuk bersih pada tahun ke – t

r = Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh para pemilik

(57)

n = Jumlah tahun (umur ekonomis) proyek

Dalam hal ini, proyek layak untuk dilaksanakan dilihat dari aspek keuangan,

jika hasil penghitungan NPV positif.

Dari uraian diatas, maka layak tidaknya pendirian usaha dilaksanakan

didasarkan pada 4 aspek, yaitu : aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan

aspek keuangan. Berdasarkan aspek pasar, usaha dinyatakan layak untuk

dilaksanakan apabila ada kecendrungan peningkatan atau stabilnya permintaan di

masa yang akan datang. Berdasarkan aspek teknis, usaha dinyatakan layak untuk

dilaksanakan apabila teknik yang digunakan sesuai dengan standar mutu yang

dikehendaki pasar, teknik yang digunakan cocok dengan persyaratan yang

diperlukan untuk mencapai kapasitas yang diinginkan, tersedianya bahan baku yang

mencukupi, dan tempat atau lokasi yang dipilih strategis. Berdasarkan aspek

manajemen, usaha dinyatakan layak untuk dilaksanakan apabila memenuhi

faktor-faktor yang ditinjau dari segi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan

personalia, pengarahan, dan pengendalian. Serta berdasarkan aspek keuangan,

(58)

BAB IV

GAMBARAN UMUM RENCANA PENDIRIAN USAHA

A. Latar Belakang Pendirian Usaha

Yogyakarta sebagai ibukota propinsi DIY yang disebut juga sebagai kota

pelajar, telah berkembang sangat pesat. Para pelajar yang rata-rata terdiri dari

kawula muda ini memiliki gaya hidup yang suka mencari cara mudah dan cepat,

serta didukung dengan ciri khas masyarakat Indonesia yang hidupnya secara

gathering memunculkan banyak tempat-tempat sejenis café, dimana tempat seperti inilah biasanya kawula muda berkumpul hanya sekedar untuk

bercengkrama dan menikmati hidangan yang disajikan. Dari fenomena ini,

penulis yang juga sebagai pelaku bisnis melihat adanya sebuah peluang investasi

untuk mendirikan usaha café sejenis dengan konsep yang berbeda.

B. Lokasi, Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan 1) Lokasi Perusahaan

Usaha Aubrey”s Café ini akan didirikan di jalan Babarsari Ruko 8 blok A, BC

Plaza. Pemilihan lokasi ini dengan pertimbangan karena letaknya sangat

strategis, hal ini mengingat jalan Babarsari masih berada di dalam kota

Yogyakarta, serta arus transportasi yang lancar untuk menuju lokasi usaha

(59)

2) Visi Perusahaan

• Kenikmatan suasana tradisional dan modern di Aubrey”s Cafe.

3) Misi Perusahaan

a) Menghadirkan suasana tradisional pada Aubrey”s Cafe.

b) Menyediakan menu modern yang bervariasi bagi konsumen Aubrey”s

Cafe.

4) Tujuan Perusahaan

a) Mencari keuntungan.

Tujuan didirikannya suatu perusahaan tidak lepas dari usaha untuk

mencari keuntungan.seperti halnya dengan perusahaan-perusahaan yang lain,

usaha Aubrey”s Cafe tidak dapat mempertahankan kelangsungan hidup,

tumbuh dan juga berkembang tanpa adanya suatu keuntungan/laba yang

diperoleh dari hasil kegiatannya. Tidak ada seorang pun yang menanamkan

modalnya dalam suatu bidang kegiatan, khususnya bidang perekonomian,

tanpa mengharapkan keuntungan dari jerih payahnya. Karena itu merupakan

suatu pengharapan dan kontribusinya atas uang, waktu, keahlian dan tenaga

yang telah dikorbankannya. Adanya selisih antara hasil/pendapatan (total

revenue) dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan (total cost) akan

menghasilkan apa yang disebut dengan laba, yang nantinya akan

dipergunakan oleh perusahaan untuk menjaga kelangsungan hidup usaha,

(60)

b) Membuka lapangan pekerjaan.

Dengan didirikannya Aubrey”s Cafe, maka diharapkan akan dapat

menciptakan lapangan pekerjaan baru dan akan mengurangi tingkat

pengangguran di daerah Babarsari dan sekitarnya, karena masyarakat dapat

memperoleh kesempatan untuk bekerja pada perusahaan.

c) Memenuhi kebutuhan konsumen.

Untuk memenuhi permintaan konsumen di daerah Babarsari

khususnya, yaitu kawula muda yang mempunyai kesenangan untuk

bercengkrama sambil menikmati hidangan yang ditawarkan. Dan, daerah

sekitar pada umumnya yang membutuhkan jasa dan tempat untuk mereka

berkumpul.

C. Kondisi Lingkungan Usaha Aubrey”s Cafe

Bagi pelaku bisnis, Babarsari merupakan lahan berinvestasi yang

menjanjikan dengan menghasilkan tingkat keuntungan. Hal ini bukan tidak

beralasan, mengingat tingkat kepadatan penduduk atau masyarakat di daerah

Babarsari semakin bertambah setiap tahunnya, dimana daerah Babarsari terdapat

3 Universitas yaitu Universitas Atma Jaya, Universitas Pembangunan Nasional

”Veteran”, Universitas Proklamasi, serta 1 sekolah tinggi yaitu Sekolah Tinggi

Teknologi Nasional. Dan juga di daerah Babarsari banyak terdapat usaha seperti

usaha rumah makan, cafe, warung internet, rental VCD, rental komputer, dan

(61)

daerah Babarsari cukup tinggi. Oleh karena itu, peneliti yang juga sebagai pelaku

bisnis ingin mengambil bagian dalam persaingan tersebut dengan mendirikan

usaha cafe yang diberi nama Aubrey”s Cafe.

D. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman Usaha

Dalam pendirian usaha Aubrey”s Cafe ini, peneliti yang juga sebagai

pelaku bisnis melakukan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman

yang diperkirakan akan dihadapi Aubrey”s Cafe. Hal ini bertujuan agar pelaku

bisnis dapat merumuskan strategi yang tepat untuk dapat memenangkan

persaingan dengan usaha Cafe sejenis yang sudah ada. Berikut adalah identifikasi

usaha yang dilakukan oleh peneliti yang juga sebagai pelaku bisnis untuk usaha

Aubrey”s Cafe, yaitu :

1) Identifikasi kekuatan usaha Aubrey”s Cafe :

- Lokasi usaha strategis dan mudah dijangkau konsumen.

- Memiliki fasilitas hot spot dan she-sha yang tidak dimiliki para pesaing.

- Ruang usaha lebih luas dibanding pesaing.

- Menu yang ditawarkan lebih bervariasi dibanding pesaing.

2) Identifikasi kelemahan usaha Aubrey”s Cafe :

- Belum dikenal oleh para mahasiswa yang akan menjadi target pasar.

(62)

3) Identifikasi peluang usaha Aubrey”s Cafe :

- Saat ini cafe menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

4) Identifikasi ancaman usaha Aubrey”s Cafe :

- Berdirinya usaha sejenis dengan menyediakan fasilitas yang lebih

lengkap dan menawarkan produk yang lebih bervariasi.

E. Strategi Pemasaran Usaha Aubrey”s Cafe

Dilihat dari kondisi lingkungan usaha di Babarsari, dalam hal ini kondisi

persaingan yang cukup tinggi. Maka, peneliti yang juga sebagai pelaku bisnis

mempunyai strategi di dalam memasarkan produk Aubrey”s cafe agar dapat

memenangkan persaingan dengan usaha cafe sejenis yang sudah berdiri terlebih

dahulu. Strategi yang akan digunakan, yaitu :

1) Mengiklankan keberadaan Aubrey”s cafe agar dikenal konsumen.

2) Memberikan produk yang berkualitas baik rasa serta tampilan produk, dan

juga cepat di dalam penyajian menu.

3) Memiliki ciri khas baik rasa serta tampilan produk yang berbeda dengan

pesaing.

(63)

F. Daftar Menu

Menu yang ditawarkan pada usaha Aubrey”s Cafe ini sangat

beranekaragam jenisnya baik dari menu minuman maupun juga menu makanan

yang ditawarkan kepada konsumen. Hal ini bertujuan agar konsumen lebih

leluasa di dalam memilih menu yang mereka inginkan karena hidangan yang

ditawarkan sangat bervariasi. Berikut merupakan daftar hidangan yang

ditawarkan pada usaha Aubrey”s Cafe :

1. Daftar minuman.

Coffee Mau-On

Keterangan Harga Cup Harga Glass

Original Coffee Aubrey”s

Rp. 4.000 Rp. 5.500

Original Toraja Rp. 4.000 Rp. 5.500

Original Lampung Rp. 4.000 Rp. 5.500

Original Palembang Rp. 4.000 Rp. 5.500

Original Aceh Rp. 4.000 Rp. 5.500

Chocolate Original Rp. 7.000 Rp. 8.500

Chocolate Vanilla Rp. 7.000 Rp. 8.500 Juice Shabu

Juice Orange Rp. 7.500

Juice Melon Rp. 6.500

Juice Mangga Rp. 6.500

Juice Semangka Rp. 6.500

Juice Sehat Rp. 6.500

(64)

Juice Tomat Rp. 4.500

Juice Alpukat Rp. 7.500 Float Various of Milk

Mint Rp. 9.000

Strawberry Rp. 9.000

Pandan Rp. 9.000

Orange Rp. 9.000

Lemonade Rp. 9.000

Grape Rp. 9.000

Ice Coffee Blend Aubrey”s

Black Mountain With Chocochips Rp. 11.000

Snow White Cappuchino Rp. 11.000

Coffee Lait Rp. 11.000

Strawberry Lait Rp. 11.000

Virgin Pink Rp. 11.000

Unforgetable Vanilla Rp. 11.000

Unfogetable Strawberry Rp. 10.000

Unforgetable Rapsberry Rp. 10.000

Unforgetable Blueberry Rp. 10.000

Unforgetable Raincloud Rp. 10.000

(65)

a. Alasan pemilihan menu minuman

Dalam pemilihan menu minuman yang akan ditawarkan Aubrey”s cafe

kepada konsumen, terdapat 3 pertimbangan utama yang menjadi alasan

pemilihan menu minuman, yaitu :

1) Selera konsumen

Dalam pemilihan menu minuman pada usaha Aubrey”s Cafe, selera

konsumen menjadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan. Hal

ini diperhatikan dengan tujuan agar Aubrey”s Cafe dapat menyediakan

menu minuman yang sesuai dengan selera konsumen. Dalam hal ini,

menu minuman yang ditawarkan sudah memenuhi selera konsumen.

2) Kemudahan untuk memperoleh bahan baku

Dalam pemilihan menu minuman pada usaha Aubrey”s Cafe,

kemudahan perolehan persediaan bahan baku juga menjadi faktor yang

dipertimbangkan. Hal ini diperhatikan dengan tujuan untuk kelancaran

dalam proses produksi karena bahan baku yang digunakan untuk

pembuatan sebuah produk dapat tersedia. Ice Cream Aubrey”s

Strawberry Rp. 11.000

Chocolate Rp. 11.000

Vanilla Rp. 11.000

Capuchino Rp. 10.000

Mocachino Rp. 10.000

(66)

3) Keunggulan usaha

Dalam pemilihan menu pada usaha Aubrey”s Cafe, menu minuman

yang ditawarkan kepada konsumen merupakan menu minuman yang

menjadi keunggulan pada usaha Aubrey”s Cafe. Hal ini bertujuan agar

Aubrey”s Cafe dapat memenangkan persaingan dengan usaha cafe

sejenis yang sudah terlebih dulu ada.

b. Alasan penetapan harga minuman

1) Biaya-biaya

Dalam penentuan harga menu minuman yang ditawarkan oleh

Aubrey”s Cafe kepada konsumen, satuan harga ditentukan dengan

memperhitungkan biaya-biaya yang diperkirakan akan terjadi didalam

proses produksi, seperti biaya bahan baku, biaya bahan penolong, serta

biaya tenaga kerja. Dan, biaya pemasaran juga merupakan elemen

biaya yang akan menjadi dasar dalam penentuan harga minuman.

2) Persaingan

Dalam penentuan harga menu minuman yang ditawarkan oleh

Aubrey”s Cafe kepada konsumen, faktor penting lain yang juga

menjadi pertimbangan adalah persaingan dengan usaha cafe sejenis

yang sudah berdiri terlebih dahulu. Dalam hal ini, harga yang tertera

pada daftar menu minuman adalah dibawah harga pesaing yang ada di

(67)

memenangkan persaingan dengan cafe sejenis yang sudah berdiri

terlebih dahulu.

3) Daya beli konsumen

Dalam penentuan harga menu minuman yang ditawarkan oleh

Aubrey”s Cafe kepada konsumen, daya beli konsumen juga

merupakan faktor yang sangat diperhatikan. Hal ini dimaksudkan agar

dengan harga yang ditawarkan oleh Aubrey”s Cafe, konsumen

memiliki kemampuan untuk membeli produk minuman yang

ditawarkan.

Oleh karena itu, harga yang ditawarkan kepada konsumen pada tabel

daftar menu minuman merupakan harga yang diharapkan oleh

Aubrey”s Cafe dapat menutupi biaya-biaya dan juga bisa mendapatkan

laba dari penjualan minuman. Serta, dapat memenangkan persaingan

(68)

2. Daftar makanan.

Bananas Aubrey”s

Bananas Sweet Cheesy Rp. 8.000

Muchas Gracias Bananas Original Rp. 8.000

Muchas Gracias Bananas Coklat Rp. 9.000

Muchas Gracias Bananas Keju Rp. 9.000

Muchas Gracias Bananas Coklat Keju Rp. 9.000 French Fries

French Fries Original Rp. 7.500

French Fries Pedas Rp. 7.500

French Fries Keju Rp. 7.500

French Fries Barbeque Rp. 7.500

French Fries Spesial Keju Rp. 10.000 Mie Aubrey”s

Mie wog-wogs goreng Rp. 6.000

Mie wog-wogs rebus Rp. 6.000

Pizza mie Rp. 9.000

Pizza mie keju Rp. 10.000 Bread Hot

Bread hot original Rp. 9.000

Bread hot chocolate Rp. 10.000

Bread hot cheese Rp. 10.000

Bread hot chocolate cheese Rp. 11.000 Sandwich

Sandwich ala rose original Rp. 9.000

Sandwich beef Rp. 9.000

Sandwich beef cheese Rp. 10.000

Sandwich sozzis malu-malu Rp. 10.000

Sandwich rolling Rp. 10.000 Aubrey”s Steak

Sirloin Rp. 10.000

Tenderloin Rp. 10.000

(69)

a. Alasan pemilihan menu makanan

Dalam pemilihan menu makanan yang akan ditawarkan Aubrey”s cafe kepada

konsumen, terdapat 3 pertimbangan utama yang menjadi alasan pemilihan

menu makanan, yaitu :

1) Selera konsumen

Dalam pemilihan menu makanan pada usaha Aubrey”s Cafe,

selera konsumen menjadi salah satu faktor yang menjadi

pertimbangan. Hal ini diperhatikan dengan tujuan agar Aubrey”s Cafe

dapat menyediakan menu makanan yang sesuai dengan selera

konsumen. Dalam hal ini, menu makanan yang ditawarkan sudah

memenuhi selera konsumen.

2) Kemudahan untuk memperoleh bahan baku

Dalam pemilihan menu makanan pada usaha Aubrey”s Cafe,

kemudahan perolehan persediaan bahan baku juga menjadi faktor yang

dipertimbangkan. Hal ini diperhatikan dengan tujuan untuk kelancaran

dalam proses produksi karena bahan baku yang digunakan untuk

pembuatan sebuah produk dapat tersedia.

3) Keunggulan usaha

Dalam pemilihan menu pada usaha Aubrey”s Cafe, menu

makanan yang ditawarkan kepada konsumen merupakan menu

Gambar

tabel daftar menu makanan merupakan harga yang diharapkan oleh
Tabel. V.1
Tabel V. 2
Tabel V.3 Perhitungan Trend Jumlah Mahasiswa/i Atma Jaya Yogyakarta
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis aspek non finansial yang terdiri dari aspek pemasaran, aspek teknis dan teknologi, serta aspek manajemen, pengembangan usaha rumah makan ini layak untuk

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa dari segi aspek pasar, aspek teknis dan manajemen, dan aspek finansial usaha taman agrowisata ini

Luas Zona Penghambatan Sabun Cair Antibakteri Berbahan Aktif Triclosan Terhadap Sampel Staphylococcus aureus dari Kulit Probandus di Daerah Babarsari, Sleman, Yogyakarta ....

Apakah ada perbedaan keanekaragaman jenis laba-laba pada vegetasi hutan dan semak di habitat Ruang Terbuka Hijau Bumi Perkemahan Babarsari dan habitat sawah Babarsari, Depok,

ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA BIRO WISATA DI PURWOKERTO (KAJIAN ASPEK PASAR DAN

Berdasarkan hasil analisis aspek non finansial, pada tahun 2016 pengembangan usaha Ricebowl Ikan Tuna suwir mangthat dinilai dari aspek pasar sudah mengkondisikan

Aspek non keuangan (Aspek Hukum, Teknis dan teknologi, Pasar dan pemasaran dan aspek manajemen) : Aspek non keuangan dinyatakan layak dari perspektif keuangan : 1)

ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA BIRO WISATA DI PURWOKERTO (KAJIAN ASPEK PASAR DAN KEUANGAN)i. SKRIPSI DiajukanuntukMemenuhiSebagianSyarat MencapaiDerajatSarjana S-1 Oleh: