Bab IV
Arahan Strategis Nasional
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
1
4.1 Kawasan Strategis Nasional (KSN)
Sesuai dengan arahan pada Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kawasan Strategis Nasional (KSN) adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial,
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
2
budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Penetapan Kawasan Strategis Nasional dilakukan berdasarkan beberapa kepentingan, yaitu: a) pertahanan dan keamanan
b) pertumbuhan ekonomi c) sosial dan budaya
d) pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
3
e) fungsi dan daya dukung lingkungan hidup
Adapun daftar lengkap Kawasan Strategis Nasional (KSN) dapat dilihat pada tabel 4.1
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
4
4.2 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Sesuai dengan arahan pada PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Pusat Kegiatan Strategis Nasional atau PKSN adalah kawasan perkotaan yang ditetapkan untuk mendorong pengembangan kawasan perbatasan negara. Penetapan PKSN dilakukan berdasarkan beberapa kriteria yang terdapat pada pasal 15, yaitu sebagai berikut:
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
5
a. pusat perkotaan yang berpotensi sebagai pos pemeriksaan lintas batas dengan negara tetangga
b. pusat perkotaan yang berfungsi sebagai pintu gerbang internasional yang menghubungkan dengan negara tetangga
c. pusat perkotaan yang merupakan simpul utama transportasi yang menghubungkan wilayah sekitarnya
d. pusat perkotaan yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
6
mendorong perkembangan kawasan di sekitarnya.
Adapun daftar lengkap Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) telah dipaparkan pada bab sebelumnya dan dapat dilihat pada tabel 4.1
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
7
4.3 Pusat Kegiatan Nasional (PKN)
Sesuai dengan arahan pada PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Pusat Kegiatan Nasional atau PKN adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional, atau beberapa provinsi. Penetapan PKN dilakukan berdasarkan beberapa kriteria yang terdapat pada pasal 14, yaitu sebagai berikut:
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
8
a. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul utama kegiatan ekspor-impor atau pintu gerbang menuju kawasan internasional
b. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa skala nasional atau yang melayani beberapa provinsi
c. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
9
utama transportasi skala nasional atau melayani beberapa provinsi PKN suatu wilayah dapat berupa kawasan megapolitan, kawasan metropolitan, kawasan perkotaan besar, kawasan perkotaan sedang, atau kawasan perkotaan kecil. Adapun daftar lengkap Pusat Kegiatan Nasional (PKN) telah dipaparkan pada bab sebelumnya.
4.4 Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
10
Ekonomi Indonesia (MP3EI)
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2025 dalam rangka pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 dan melengkapi dokumen perencanaan.
Pengembangan MP3EI difokuskan pada Kawasan Perhatian Investasi (KPI) yang
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
11
diidentifikasikan sebagai satu atau lebih kegiatan ekonomi atau sentra produksi yang terikat atau terhubung dengan satu atau lebih faktor konektivitas dan SDM IPTEK. Pendekatan KPI dilakukan untuk mempermudah identifikasi, pemantauan, dan evaluasi atas kegiatan ekonomi atau sentra produksi yang terikat dengan faktor konektivitas dan SDM IPTEK yang sama.
KPI dapat menjadi KPI prioritas dengan kriteria sebagai berikut:
a. Total nilai investasi pada setiap KPI yang bernilai signifikan
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
12
b. Keterwakilan Kegiatan Ekonomi Utama yang berlokasi pada setiap
KPI
c. Dukungan Pemerintah dan Pemerintah Daerah terhadap
sentra-sentra produksi di masing-masing KPI
d. Kesesuaian terhadap beberapa kepentingan strategis (dampak
sosial, dampak ekonomi, dan politik) dan arahan Pemerintah (Presiden RI)
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
13
Adapun KPI berdasarkan arahan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia dapat dilihat pada tabel 4.1
4.5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK adalah kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
14
menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. KEK terdiri atas satu atau beberapa zona, antara lain pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, energi, dan ekonomi lainnya. Berdasarkan arahan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus, Kabupaten Barru tidak termasuk didalam kawasan ini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.1
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
15
R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
16
Tabel 4.1
Matriks Isian Lokasi KSN, PKSN, PKN, PKI MP3EI dan KEK di Kab/kota
Kab/Kota KSN Sudut Kepentingan
Status Hukum
RTRW KSN
PKN PKSN
KPI-MP3EI KEK
Takalar √ Ekonomi √ √ - - -Gowa √ Ekonomi √ √ - -
-R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
17
Maros √ Ekonomi √ √ - - -Barru √ Ekonomi √ - - - -Pare pare √ Ekonomi √ - - √ -Wajo - - - -Tana Toraja √ Sosial Budaya √ - - - -Toraja Utara √ Sosial Budaya √ - - - -Luwu Timur - - -
-R
E
N
C
A
N
A
P
R
O
G
R
A
M
I
N
V
E
S
T
A
S
I I
N
F
R
A
S
T
R
U
K
T
U
R
J
A
N
G
K
A
M
E
N
E
N
G
A
H
R
T
A
H
U
N
2015-2019
18