• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengurangan Dosis Pupuk Anorganik dengan Pemberian Kompos Blotong pada Budi Daya TanamanTebu (Saccharum officinarum L.) Lahan Kering

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengurangan Dosis Pupuk Anorganik dengan Pemberian Kompos Blotong pada Budi Daya TanamanTebu (Saccharum officinarum L.) Lahan Kering"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.   Rekapitulasi  sidik  ragam  perlakuan  pemupukan  anorganik  dengan  kompos  blotong  terhadap  karakter  tanaman tebu
Tabel 3.  Jumlah  batang/meter  juring,  panjang  batang dan diameter batang tanaman tebu
Tabel 4.  Rataan  nilai  tengah  pada  perlakuan  pemupukan  anorganik  dengan  kompos  blotong  terhadap  hasil  6  BST  (kg)  dan  pendugaan  hasil  produksi  panen  (ton)  tanaman tebu
Tabel 7. Hasil analisis rutin kimia tanah setelah perlakuan pemupukan anorganik dengan kompos blotong

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis data dapat dilihat bahwa frekuensi pemupukan 2x (F1) nyata meningkatkan panjang bibit bud sets tebu, jumlah daun bibit bud sets tebu, jumlah anakan bibit bud

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan pupuk anorganik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot kering total gulma pada umur pengamatan 21, 41, dan 55

Data pengamatan bobot basah akar bibit bud sets tebu umur 8 MST pada perlakuan dosis dan frekuensi pemupukan N, P dan K……... Daftar sidik ragam bobot basah akar bibit bud sets

M2 dengan komposisi media tanah dan kompos blotong (1:1) memberikan hasil yang paling baik pada pembibitan bud chip tanaman tebu dibandingkan perlakuan yang

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap peubah amatan jumlah anakan, sedangkan dosis pemupukan nitrogen dan interaksi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perlakuan pupuk kompos berpengaruh nyata terhadap berat satu buah dan berat buah per tanaman; berpengaruh sangat nyata

Penggunaan mulsa anorganik berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang produktif, produksi per tanaman dan produksi per bedeng, perlakuan dengan

Bedasarkan penelitian ini menunjukan bahwa , perlakuan jenis kompos kotoran ayam dengan dosis mikoriza 15g/tanaman menjadi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman