PENERAPAN SANKSI REHABILITASI TERHADAP PENGGUNA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi Kasus Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar)
Teks penuh
Dokumen terkait
Balai pustaka (persero), Hal 95.. undang-undang sebagai pelaku tindak pidana narkotika adalah dengan adanya ketentuan Undang-Undang Narkotika yang mengatur mengenai
Namun rehabilitasi yang dilaksanakan untuk mempulihkan keadaan mental, fisik dan sosial penyalah guna narkotika sesuai Undang- Undang 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika
Berdasarkan Pasal 56 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, rehabilitasi dapat dilakukan di rumah Sakit yang ditunjuk oleh menteri dan lembaga
3.1 Kesesuaian antara Pertimbangan Hakim dalam Membatalkan Vonis Rehabilitasi terhadap Pecandu Narkotika dengan Pasal 103 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (Lembaran Negara Republik.. Indonesia Tahun 2009 Nomor 143; untuk selanjutnya disingkat UU Narkotika yang. baru)
yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.. yang bertujuan untuk melindungi sumber daya manusia yang ada, tetapi
Pada Pasal 56 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 berbunyi bahwa “Rehabilitasi medis bagi pecandu atau korban penyalahgunaan Narkotika dilakukan di Rumah sakit atau tempat yang ditunjuk
Kesimpulan dan Saran Ratio Legis dari penerapan Rehabilitasi dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika adalah sesuai dengan wilayah kajian politik hukum Indonesia