• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siti Hardiyanti Sibuea 22010110110069 Bab7KTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Siti Hardiyanti Sibuea 22010110110069 Bab7KTI"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

48 BAB VII

SIMPULAN DAN SARAN

7.1 Simpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2014, didapatkan 139 pasien yang telah terdiagnosis apendisitis, dimana 96 pasien merupakan pasien yang terdiagnosis apendisitis akut dan 43 pasien merupakan pasien yang terdiagnosis apendisitis perforasi untuk digunakan sebagai sampel penelitian.

Dari data hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini didapatkan:

1. Terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0,01) antara jumlah leukosit darah pasien apendisitis akut dengan apendisitis perforasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

2. Cut off point jumlah leukosit darah pasien apendisitis akut dengan apendisitis perforasi adalah 13.900 sel/mm3 dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas masing-masing adalah 83,7% dan 54,2%

3. Rerata jumlah leukosit darah pasien apendisitis di RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah 14.900 sel/mm3

7.2 Saran

(2)

49

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah sampel yang digunakan adalah 62 pasien, dengan rincian 31 apendisitis akut tanpa perforasi dan 31 apendisitis akut dengan perforasi yang memenuhi kriteria inklusi

Dari frekuensi jenis kelamin pasien kasus apendisitis tersebut, perempuan lebih banyak daripada pada laki-laki pada apendisitis akut dan kronis.. Pada apendisitis akut

Rerata kadar leukosit darah pada pasien apendisitis akut sebesar 10.741,8 sel/mm 3 dan apendisitis perforasisebesar 20.023,6 sel/mm 3 .Kelompok usia yang paling banyak

Mengetahui hubungan jenis kelamin, usia dan jumlah leukosit dengan pasien apendisitis non perforasi dan pasien apendisitis perforasi di RS.Ibnu Sina Makassar tahun 2014 –

18 Berdasarkan analisa yang dilakukan pada 139 sampel pasien apendisitis, telah didapatkan cut off point jumlah leukosit darah pasien apendisitis akut dengan apendisitis

Terdapat hubungan yang sangat bermakna secara statistik antara jumlah leukosit dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat

Terjadinya apendisitis akut dan adanya perubahan dinding apendiks vermiformis secara signifikan berhubungan dengan meningkatnya jumlah leukosit darah.. Temuan ini

Terdapat hubungan yang sangat bermakna secara statistik antara jumlah leukosit dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat