• Tidak ada hasil yang ditemukan

316 Hida Widihastuti G2C003255 A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "316 Hida Widihastuti G2C003255 A"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KUALITATIF POLA MAKAN PENDERITA HIPERTENSI DI

KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG

ARTIKEL PENELITIAN

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan

Program Studi Ilmu Gizi S1

Disusun oleh :

Hida Widihastuti

G2C003255

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

(2)

QUALITATIVE STUDY OF HYPERTENSION PATIENT’S DIETTARY PATTERN IN

BANDARHARJO SEMARANG

Hida Widihastuti

1

, Muflihah Isnawati

2

ABSTRACT

Background : Hypertension is defined as SBP of 140 mmHg or greater, DBP of 90 mmHg or greater. The highest

risk factor of hypertension is dietary patterns, such as high intake of fat, sodium, cholesterol, energy, coffee, and alchohol; low intake of potassium,, magnesium, calcium and fiber intake. Fifty percent of hypertension patients do not realize their condition, resulting the hypertension cannot be avoided.

Objective: To explore comprehension and interpretation of hypertension patients related to the definition of

hypertension, causes, negative effects and dietary patterns of hypertension patients.

Method: A qualitative data collection by cross sectional design was used in this research. The method for

qualitative data collection was in-depth interview. The sample was 12 respondents, taken by purposive random sampling. The respondent in this study was stage-1 hypertension patient in Bandarharjo district Semarang.

Results: This study found that more than half respondents were lack of knowledge related to hypertension

definition, which stated that hypertension was high blood level, and one of them stated that hypertension was SBP 140. Half of respondents did not know hypertension causes. Most of all respondents did not know negative effects of hypertension. Many respondents stated that they more often visited primary health centre to control their condition. After diagnosed hypertension, more than half respondents have changed their diettary pattern, even though the changes was not all correctly.

Conclusion: Most of respondents did not know related to hypertension defintion, causes and negative effects. There

were no difference between diettary pattern before and after hypertension diagnosed.

Key word : dietary pattern, hypertension, qualitative.

1

Student of The Department of Nutrition, Faculty of Medicine, University of Diponegoro

(3)

STUDI KUALITATIF POLA MAKAN PENDERITA HIPERTENSI

DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG

Hida Widihastuti

1

, Muflihah Isnawati

2

ABSTRAK

Latar Belakang: Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik sama dengan atau lebih dari 140 mmHg

dan tekanan darah diastolik sama dengan atau lebih dari 90 mmHg. Faktor resiko tertinggi terhadap hipertensi meliputi pola makan, diantaranya pola makan yang dapat meningkatkan resiko hipertensi adalah konsumsi tinggi lemak, natrium, kolesterol, energi, kopi dan alkohol; serta konsumsi rendah kalium, magnesium, kalsium dan serat. Penderita hipertensi 50% diantaranya tidak menyadari penyakitnya sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya.

Tujuan: Mengetahui pemahaman dan interpretasi penderita hipertensi tentang keadaan hipertensinya dan pola

makannya.

Metode: Rancangan metode kualitatif dengan desain cross sectional dipergunakan dalam penelitian ini. Adapun

teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara mendalam. Responden diambil berdasarkan teknik purposive random sampling sejumlah dua belas orang, Responden dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi ringan di kelurahan Bandarharjo Semarang.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden tidak mengetahui apa itu hipertensi,

beberapa menyatakan bahwa hipertensi adalah tekanan darah tinggi, dan ada yang menyebutkan hipertensi adalah tekanan darah 140. Setengah dari responden tidak mengetahui apa penyebab hipertensi. Hampir semua responden tidak mengetahui dampak negatif dari hipertensi. Banyak responden menyebutkan mereka sering periksa ke puskesmas setelah didiagnosa menderita hipertensi. Lebih dari setengah responden melakukan perubahan pola makan, meskipun perubahan yang dilakukan belum sepenuhnya benar.

Kesimpulan: Sebagian besar responden menyatakan tidak tahu tentang pengertian, penyebab dan dampak negatif

hipertensi. Tidak ada perubahan pola makan yang berarti setelah responden mengalami hipertensi.

Kata kunci: pola makan, hipertensi, kualitatif.

1

Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

Referensi

Dokumen terkait

12.000.000.000,00 Retribusi Pelayanan Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan Lainnya yang Sejenis yang Dimiliki.. dan/atau Dikelola

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa sintesis komposit TiO2-bentonit terdapat interaksi fisik dan Penurunan nilai BOD dan COD terbesar

Peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,57 persen disebabkan oleh naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,58

Dari uraian diatas, pada dasarnya sikap merupakan pernyataan kejiwaan seseorang yang menentukan suatu perbuatan secara positif maupun negatif yang merupakan terhadap sesuatu hal

Dari hasil uji coba terhadap aplikasi yang dikembangkan dan perumusahan masalah yang diuraikan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa enkripsi dan dekripsi

Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap kualitas produk dengan intensi membeli Pertamax

“Ya sing wiwitan yasinan dhisik lajeng tahlil lan pungkasan donga” (Saerozi, 13 Maret 2017)” Adhedhasar katrangan kang diandharake ing dhuwur iku, adicara tahlilan iki

Operating profit dari usaha budi daya ikan Nila sistem karamba jaring tancap di Desa paslaten Kecamatan Remboken sebesar Rp. 73.564.000 merupakan keuntungan yang diperoleh dan