• Tidak ada hasil yang ditemukan

Radar malang online selasa 27 oktober 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Radar malang online selasa 27 oktober 2020"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

9

RadaR malang online | seLAsA 27 oktobeR 2020

malang kota – sejak diluncurkan pada 15 Oktober lalu, bus milik Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) trayek Terminal Arjosari–Pantai sendangbiru mendapat antusiasme yang tinggi dari calon penumpang. Bus yang diprogramkan menunjang trayek Kawasan strategis Pariwisata Nasional (KsPN) itu dinilai mampu menarik minat wisatawan. seperti yang terlihat Minggu lalu (25/10) di Terminal Arjosari, tampak beberapa penumpang yang naik menggunakan armada ini

Koordinator satuan

Pelaksana (Korsatpel) Terminal Arjosari Hadi supeno

mengatakan, total ada 12

penumpang yang naik pada hari itu. Menurut dia, jumlah tersebut terbilang ramai. ”Di lapangan dapat terlihat antusias

penumpang cukup tinggi karena harganya juga terbilang murah,” katanya. Dia menambahkan, akhir pekan ini okupansi penumpang cukup ramai jika dibandingkan dengan hari biasa. Pada hari biasa, rata-rata

penumpang yang naik hanya 3-4 orang.

yang dipatok sekali jalannya sebesar Rp 25 ribu. Jam keberangkatan bus dibagi menjadi dua. Pem berangkatan dari Terminal Arjosari dimulai pukul 07.00 WIB dan 08.00 WIB, sementara dari Pantai

sendangbiru dimulai pada pukul 16.00 WIB dan 17.00 WIB.

Mengenai jumlah armada, saat ini sudah terdapat empat unit bus yang telah disiapkan. empat unit bus tersebut berjenis

medium bus yang dapat

me-nampung hingga 30 penumpang. ”Busnya pun nyaman, dilengkapi reclining

seat, serta sudah ber-AC

tentunya,” terangnya.

sebelumnya, jumlah armada yang diturunkan hanya satu unit. Namun, sejak 23 Oktober lalu saat launching sudah banyak orang yang tahu, maka pe-minatnya pun bertambah sehingga jumlah trip ditambah menjadi sehari 2 kali

ke-berangkatan.

Untuk menaiki bus tersebut, calon penumpang yang ber angkat dari Terminal Arjosari dapat naik di selter nomor tiga. Calon

penumpang dapat membeli karcis pada kondektur saat bus akan berjalan. Hadi mengimbau

serta wajib memakai masker ketika di dalam bus.

Terpisah, Dito Herlambang, sebagai penumpang bus DAMRI tersebut, mengaku senang terdapat angkutan menuju Pantai selatan Malang. Pria asal Pacitan itu mengungkapkan tidak lagi mengeluarkan banyak uang menuju ke sana.

”sebelumnya kalau pakai jasa travel atau sewa angkutan bisa mengeluarkan Rp 50 ribu untuk sekali jalan,” katanya. Dengan adanya angkutan tersebut, dia dapat menghemat uang hingga 50 persen. Apalagi, angkutannya bersih serta ditunjang

kenyamanan, tidak salah dia mengeluarkan uang Rp 50 ribu untuk melakukan perjalanan pulang-pergi (PP).

sebagaimana diberitakan, Kementerian Perhubungan RI per tanggal 15 Oktober lalu

memberikan armada angkutan umum berupa minibus yang dioperasikan dari Terminal Arjosari menuju wisata Pantai selatan yang ada di sepanjang Jalur Lintas selatan (JLs). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara

menjelaskan, tujuan dari angkutan umum jalur baru ini adalah untuk menggenjot

perekonomian dari sektor wisata. Untuk keberangkatannya, saat ini hanya akan ada dua waktu, pagi untuk berangkat dan sore untuk pulang. ”Jadi bis itu akan stand

by di sana (Arjosari) sejak pukul

07.00 sampai pukul 08.00 pagi dan akan ke Malang lagi pukul 16.00 sampai pukul 17.00,” ucap

aRmada baRU: Hanya dengan

Rp 25 ribu/trip, penumpang bisa

merasakan kabin yang nyaman

dalam perjalanan wisatanya ke

Pantai Selatan. Selain reclining set,

armada ini juga sudah full aC.

la o H m aH fU d/Rad aR m alang

(2)

10

RadaR malang online | seLAsA 27 oktobeR 2020

LaLu Lintas

Merayap,

Wisata Batu

MenggeLiat

laoh mahfud/RadaR malang

Cek keSiaPan: 1) Wali kota malang Sutiaji saat sidak kesiapan bioskop Cinepolis di malang

town Square ditemui oleh 2) mall director lippo malang fifi trisjanti kemarin (26/10).

malang kota – sikap

maju mundur pembukaan operasional bioskop di Kota Malang akhirnya berakhir. Lampu hijau pembukaan bioskop di Kota Malang telah diberikan oleh Wali Kota Malang sutiaji kemarin (26/10), sesaat setelah melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi

”Benar, mulai besok (hari ini, 27/10, Red) bioskop-bioskop di Kota Malang sudah bisa operasi lagi dan sudah bisa menyambut liburan panjang,” kata sutiaji setelah meninjau kesiapan protokol kesehatan dari dua bioskop besar di Kota Malang, yakni Movimax sarinah dan Cinepolis yang berlokasi di Malang Town square (Matos). Dari tinjauan tersebut, pihaknya menyebutkan bahwa protokol kesehatan telah disiapkan dengan baik oleh pihak bioskop.

Namun, pria yang juga sebagai ketua satgas Covid-19 Kota Malang itu memberikan beberapa catatan. ”Di dalam ruang bioskop harus ada air purifier atau alat penyaring udara, lalu ada sterilisasi menggunakan sinar UV

(ultraviolet),” kata dia. selain itu, untuk jarak tempat duduk di dalam bioskop, pihaknya

mengimbau untuk diberlakukan sistem ganjil genap secara bergantian. ”Jadi misal hari ini ganjil, besok genap, supaya

tempat duduknya tidak itu-itu saja yang digunakan,” kata dia.

selama penayangan film juga tidak diperbolehkan

makan ataupun minum. ”Karena kalau makan atau minum kan otomatis harus buka masker, itu tidak diperbolehkan,”

imbuhnya.

Kemarin pihaknya menyurati semua pengelola bioskop sebagai pernyataan dari pemerintah bahwa bioskop sudah boleh beroperasi kembali. suami Widayati tersebut mengatakan bahwa sebagai langkah antisipasi adanya klaster baru di bioskop, seminimal mungkin kontak dengan orang lain dilakukan. salah satunya adalah dengan transaksi menggunakan cashless. ”Kalau pun terpaksa menggunakan uang cash, kalau ada pengembalian uang harus pakai nampan,” ujarnya.

Meski saat ini Kota Malang masih berada di zona oranye, namun penayangan kembali

film-film di bioskop ini

diharapkan bisa menjadi salah satu upaya meningkatkan imunitas warga Kota Malang. ”Masyarakat sudah rindu untuk nonton,” ujar dia usai

melakukan peninjauan kemarin siang. Bertepatan dengan momen libur panjang 5 hari mulai besok (28/10), pihaknya juga meninjau penerapan protokol kesehatan di hotel, restoran, dan pusat

perbelanjaan. Di antaranya adalah Hotel Tugu, Hotel swiss-Belinn, Restoran Latar Ijen, Trans studio Mini Transmart, dan Matos. (arl/c1/mas)

(3)

11

RADAR MALANG ONLINE | SELASA 27 OKTOBER 2020

Refleksi

59 Tahun UIN,

Launching Biografi Rektor

MALANG KOTA – Lima judul buku

di-launching Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang di momen perayaan Dies Mauli-diyah ke-59 kemarin (26/10). Satu buku diluncurkan kemarin sore sementara empat sisanya rencananya akan di-launching hari ini (27/10) ber samaan dengan agenda rapat ter buka senat universitas.

Satu buku yang sudah di-launching kemarin berjudul Memoar Nahkoda Perguruan Tinggi Sejarah, Aksi dan Tantangan. ”Ini merupakan buku kenang-kenangan yang menyerupai autobiografi para pemimpin UIN Maliki Malang,” kata Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg.

Sementara empat judul buku yang akan di-launching hari ini yaitu Menangkap Hati Suara Sang Guru karya Prof Dr H Imam Suprayogo dan Histori UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berisi tentang masa rintisan hingga terbentuknya per guruan tinggi Islam bereputasi inter nasional UIN Maliki Malang. Buku ketiga berjudul Model Pengembangan Smart Islamic Campus UIN Maulana Malik Ibra him Malang. Serta buku keempat berisi 59 puisi dalam menyambut dies maulidiyah ke-59 UIN Maliki.

”Selama 59 tahun berdiri, memang baru kali ini UIN Maliki Malang me- launching buku. Tujuannya adalah supaya ada keberlanjutan dari awal sampai ke depan,

juga supaya semua orang bisa mengambil pelajaran dari itu,” jelas Haris. Selain itu, penulisan buku ini juga bertujuan untuk mencatat sejarah serta dokumen-dokumen kampus agar tidak hilang. Sebab

sebelumnya, belum ada dokumen yang meyakinkan yang terkumpul.

Penyusunan lima buku tersebut, masih kata Haris, hanya membutuhkan waktu selama satu bulan. Setelah di-launching, selanjutnya buku-buku itu bakal diba gikan ke seluruh civitas academica kampus UIN Maliki Malang. ”Terutama buku tentang biografi. Setiap mahasiswa baru harus memiliki itu,” tegas Haris.

Selain launching buku, dalam kesem-patan tersebut pihak kampus juga menggelar kegiatan refleksi 59 tahun perjalanan UIN Maliki Malang di Gedung Rektorat. ”Kami mengundang para

pimpinan terdahulu beserta keluarganya, untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan pesan mereka guna kemajuan kampus di waktu yang akan datang,” kata Haris.

Total terdapat 9 pemimpin terdahulu beserta keluarga yang diundang dalam kesempatan tersebut. (ila/iik)

REFLEKSI 59 TAHUN: Rektor UIN

Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg

(paling kiri) bersama jajaran pendahulu

me-launching biografi sembilan rektor

kemarin (26/10).

(4)

12

RADAR MALANG ONLINE | SELASA 27 OKTOBER 2020

KARANGPLOSO – Pagi kemarin (26/10) sekitar pukul 08.00, Balai Desa Ngenep sudah dipenuhi puluhan warga. Dengan nada geram, mereka melontarkan sejumlah protes terhadap sikap Kades setempat, Suwardi. Ia sempat disebut-sebut warga telah

melakukan perselingkuhan dengan asisten rumah tangga (ART) nya. Imron, salah satu warga yang turut menyampaikan aspirasinya,

mengatakan jika ia merasa resah dengan rumor yang beredar soal perselingkuhan yang dilakukan pemimpin desanya tersebut.

”Kami datang bukan untuk mendemo, kami hanya

mengklarifikasi, apakah benar rumor tersebut? Jika memang benar warga ingin tahu, jika tidak benar, warga juga ingin tahu,” tegas dia. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngenep, Supriyana, ikut turun

menenangkan warga.”Kami tampung dulu (keresahan warga), terkait kebenarannya, nanti kami

komunikasikan dengan kepala desa,” jelasnya. Proses mediasi pun

langsung disiapkannya. Sekitar pukul

10.00, Kades Ngenep, Suwardi, masih belum terlihat mendatangi balai desa.

Saat itu, beberapa warga mulai resah dan ingin Suwardi segera hadir untuk memberikan klarifkasi. Sugiono, suami dari ART yang kabarnya jadi selingkuhan Suwardi sempat berbicara dan menyuarakan kekecewaanya di aula tersebut. ”Saya disini tidak terima, istri saya itu bekerja, intinya saya ga terima,” keluhnya sembari diiringi teriakan warga.

Baru pada pukul 11.20, Suwardi datang ke aula. Di kesempatan itu, ia langsung menyanggah kabar

perselingkuhannya dengan ART nya. ”Saya tidak berselingkuh! Saya

meminta bukti jika memang benar saya melakukan seperti itu,” kata dia. Dalam jalannya diskusi yang berlangsung sekitar setengah jam itu, Suwardi bersikukuh tidak melakukan tindakan asusila dengan ART nya. Berikutnya, warga menyerahkan dugaan kasus itu kepada aparat berwenang.

Sementara itu, Kapolsek Karangploso AKP Bambang Sidik Achmadi mengatakan jika hingga kemarin pihaknya belum menerima pengaduan sama sekali. Dengan

dasar itu, ia mengaku belum berani menentukan langkah-langkah lanjutan.”Kalau salah satunya nanti sudah ada yang melapor, nanti kami panggil semua. Jadi mohon waktu lah,” jelasnya.

Ia memaparkan jika massa yang tergerak datang ramai-ramai ke balai desa itu disebabkan karena informasi yang tersebar via WhatsApp (WA). ”Ini kan hanya berita informasi di

WhatsApp jadi pembenar dan akhirnya ramai-ramai datang ke balai desa,” kata dia. Senada dengannya, Camat

Karangploso, Indra Gunawan,

mengatakan jika dugan kasus tersebut masih perlu dirundingkan lagi.

”Kami nanti sinergitas dengan BPD dan Polsek untuk mengatasi hal ini,” tegasnya. Sebelumnya,

beberapa warga mengaku telah mendapat informasi bila Suwardi telah melakukan tindak

perselingkuhan dengan ART-nya pada hari Jumat (23/10) siang. Lokasinya di sebuah Villa di Kota Batu. Dugaan tersebut salah satunya didasarkan pada beredarnya video wawancara salah satu warga ke pengelola Villa. (ajh/by)

SEPTIANUR AJI HARIYANTO/RADAR KANJURUHAN

KLARIFIKASI: Sejumlah tulisan bernada protes ditempelkan warga di Balai Desa Ngenep Karangploso

kemarin (26/10). Kades setempat dituding warga telah melakukan tindak perselingkuhan.

Dituduh Selingkuh, Kades

Ngenep Digruduk Warga

(5)

13

RadaR malang online | selasa 27 oktobeR 2020

Long Weekend

Long Weekend

Pemkot Gelar Razia Prokes,

Cegah Klaster Baru

Polresta siagakan

120 Personel

kota batU - Ribuan wisatawan

diprediksi bakal berdatangan ke Kota Batu untuk menghabiskan libur panjang atau long weekend akhir Oktober ini. selain rawan kejahatan, juga dikhawatirkan menjadi klaster baru penularan Covid-19. apalagi, Kota Batu baru masuk zona oranye dan menjadi pilihan utama wisatawan luar kota untuk berlibur.

Karena itu, razia yustisi protokol kesehatan (prokes) sedang di timang Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Kepala satpol PP Kota Batu M. Nur adhim mengatakan, pihak nya sudah menyiagakan personel untuk bertugas selama long weekend. Hanya,

pihaknya tak bisa membeber tentang rencana razia yustisi prokes. Yang jelas, pihaknya akan bersinergi dengan TNI, kepolisian, dinas perhubungan (dishub), kejaksaan negeri, dan pengadilan negeri untuk melakukan itu. ”Ya kami tidak bisa memberitahu waktunya kapan dan di mana. Kalau diinfokan, ya bocor kalau misal mau operasi,” katanya.

Dia mengatakan, sejak september sampai Oktober lalu sekitar 200 orang telah terjaring Operasi Yustisi. Operasi ini dilakukan di jalan-jalan protokol Kota Batu dan sudah dilaksanakan selama empat kali. satgas Covid-19

telah mengumpul kan denda sekitar Rp 6 juta yang diserahkan ke kas daerah. Rata-rata denda bagi pelanggar Rp 50 ribu, tetapi juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Dia berharap ke depannya masyarakat dapat mematuhi protokol ke sehatan penggunaan masker.

sementara itu, Polres Batu me-nurunkan 120 personel untuk menjaring pelanggar lalu lintas (lalin) selama libur panjang. sebagai persiapan, kemarin (26/10) dilakukan apel pagi di Polres Batu untuk persiapan Operasi Zebra semeru dan pengamanan long weekend.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang, Kasatlantas Polres Batu aKP Mala Darius mengatakan, personel akan disebar dan disiaga kan di sejumlah ruas jalan, seperti area tempat wisata dan juga titik keramaian lainnya. ”Untuk giat Operasi Zebra semeru tadi sudah dilaksanakan pengecekan anggota, kendaraan dinas, kelengkapan pos. Dan pada hari ini (kemarin) sudah dimulai sampai tanggal 8 November,” katanya.

Dia menjelaskan, selama giat operasi dilakukan, terdapat tujuh prioritas sasaran. Di antaranya pengemudi yang menggunakan handphone, lalu pengemudi di bawah umur dan berboncengan lebih dari satu orang. ”Tidak meng gunakan helm sNI, pengemudi yang mengonsumsi narkoba, pengemudi yang melawan

arus dan melanggar rambu, terakhir melebihi batas kecepatan atau ugal-ugalan,” katanya.

selama Operasi Zebra semeru, pihaknya mendirikan tiga pos utama, di antaranya pos pelayanan yang berada di Jatim Park dan Museum angkut. lalu, pos pantau yang

menjadi blank spot atau daerah rawan kecelakaan di Pujon dan Ngantang. Terakhir, pos pengamanan di

pertigaan Pendem. ”Tentu targetnya menurunkan angka kecelakaan, karena laporan yang masuk untuk kecelakaan ringan itu setiap minggunya ada dua sampai tiga kejadian,” katanya.

Dia mengatakan, diperkirakan volume kendaraan akan naik. lalu untuk rekayasa lalu lintas seperti pengalihan arus belum ada. ”Ya seperti weekend biasanya itu bisa 60 kendaraan setiap menitnya. Kalau normalnya itu 30 kendaraan setiap menit,” katanya. Dia mem perkirakan akan ada 1.000 ken daraan lebih setiap hari yang masuk ke Kota Batu.

selain itu, sasaran berikutnya adalah pelanggar prokes seperti pengguna jalan yang tidak me makai masker. Menurut dia, si dang di tempat akan tetap dilakukan secara berkala. ”sanksi akan diterapkan terhadap pelang gar sesuai aturan. Untuk pelanggar prokes bisa diterap kan denda sesuai dengan Perda Pemprov Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020,” tegas dia. (nug/c1/nay)

daRmono/RadaR batU

mUlai maCet:

arus kendaraan

dari kota

batu menuju

karangploso

terpantau padat

akhir pekan

kemarin (25/10).

Selama long

weekend, diprediksi

jumlah wisatawan

yang ke kota batu

bakal meningkat.

(6)

RadaR malang online | selasa 27 oktobeR 2020

14

Rindu

Makin Menjadi

Kompetisi

keinginan agar liga 1 dilanjutkan tak

hanya dirasakan para penggawa arema FC saja. Para suporter tim singo edan juga turut merasakannya. Maklum, hingga saat ini tercatat sudah hampir 8 bulan ingar-bingar sepak bola nasional terhenti. arema sendiri terakhir kali tampil di kasta tertinggi sepak bola tanah air adalah pada bulan Maret lalu. Ketika itu mereka berhadapan dengan PsIs semarang di Magelang Jawa Tengah, tepatnya pada 14 Maret.

Kerinduan melihat kembali Hendro siswanto dan kawan-kawan berlaga salah satunya diungkapkan setyo Budhi, salah satu aremania Jayupara. Kepada koran ini,

mengaku bila baru ini merasakan tidak melihat arema FC berlaga dalam waktu yang cukup lama. ”Dulu memang liga juga pernah stop. Tapi hanya beberapa bulan saja, lalu kekosonganya diisi tournamen-turnamen begitu,” jelas dia. Kalau sekarang, lanjutnya, sama sekali benar-benar tidak ada

pertandingan sama sekali.

”Jadi bisa dikatakan rindunya lebih tebal

lagi,” ungkap setyo sembari tertawa saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang kemarin (26/10). Menurut pandangan nya, kompetisi liga 1 harusnya tetap digulirkan. Namun dengan prosedur yang lebih aman dari paparan Covid-19. ”Menurut saya ti dak ada masalah jika harus bergulir dengan protokol yang ketat. Toh, sepak bola juga bisa menjadi salah satu penyemangat,” ungkap pria 25 tahun tersebut. Baginya melihat tim

pujaannya bertanding adalah sesuatu yang senantiasa ditunggu-tunggunya. apalagi tim yang didukung menang.

lebih lanjut alumnus sMa Muha mmadiyah Jayapura itu berharap lanjutan kompetisi segera mendapatkan titik terang.

”Harapannya tentu kom petisi segera bergulir dan bisa melihat aksi pemain berlaga lagi,” pinta dia. Keinginan setyo tersebut

kemungkinan dalam waktu dekat belum terwujud. sebab, hingga kemarin (26/10) kabarnya belum ada izin keramaian dari pihak Polri soal liga 1. (gp/by)

SeRaSa ada Yang Hilang: Riuh sorakan dari aremania di Stadion kanjuruhan,

kabupaten malang, sudah tak lagi tersaji sejak bulan maret lalu. beberapa

suporter arema berharap liga 1 bisa dilanjutkan tahun ini.

a

R

m

(7)

15

RadaR malang online | seLAsA 27 oktobeR 2020

malang kota – Lobi gedung DPRD Kota Malang mendadak semarak setelah rapat paripurna berakhir kemarin (26/10). Alunan paduan suara komunitas penyandang disabilitas dan suguhan tarian daerah menyambut

kedatangan Wali Kota Malang sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika. Pertunjukan tersebut digelar Komunitas Pengusaha Kampus Malang dan pekerja seni dari Dewan Kesenian Malang (DKM).

Ketua Pengusaha Kampus Malang Pramudito mengatakan, pagelaran budaya itu disebut sebagai diplomasi budaya. Pemilihan nama tersebut dilakukan untuk memperingati Hari sumpah Pemuda serta penguatan sinergi antara budayawan dan pemerintah. ”Kami bawakan budaya nasional seperti Jawa, Kalimantan, dan

Medan sebagai tanda pemuda Indonesia masih mempertahankan budayanya,” katanya.

Dia menjelaskan, pertunjukan yang disuguhkan sebagai cerminan para pemuda tetap memiliki nilai juang di tengah Pandemi Covid-19. Pada acara tersebut, nampak

penerapan protokol kesehatan dijaga oleh para penampil. Penggunaan masker, jaga jarak, hingga face shield dilakukan oleh para penampil.

semangat para pemuda tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Malang sutiaji. Dia mengaku senang nilai kebersamaan para pemuda masih dijunjung tinggi. ”era digital ditambah pandemi ini menjadi tantangan para pemuda untuk tetap bersatu mempertahankan budaya nasional,” ujarnya. (adn/nay)

Suguhkan tarian

(8)

16

RadaR malang online | sabtu 24 oktobeR 2020

malang kota – aksi de mo

penolakan uu Cipta Ker ja digelar badan Eksekutif Maha siswa (bEM) Malang Raya di depan balai Kota kemarin (26/10). Massa berjumlah seki tar 80 mahasiswa itu ditemui langsung oleh Wali Kota Malang sutiaji. Orang nomor satu di Kota Malang ini juga meneken tuntu tan yang disorong mahasiswa.

sutiaji menemui para de mons tran tersebut setelah mas sa menyu arakan aspirasinya. Di ha dapan demonstran, dia me ng apresiasi serta menyu ara kan pendapatnya. ”saya apre siasi aksi damai ini dan saya tegas kan Pemkot Malang su dah ber koordinasi dengan Kemen te rian Dalam Negeri,” ujar sutiaji.

sutiaji juga berorasi di depan ma­ hasiswa tentang upaya pem kot menyurati pemerintah pu sat untuk meninjau ulang uu Cip ta Kerja. sutiaji juga berjanji mengajak para akademisi dan perwakilan bEM Malang Raya ikut berdiskusi dengannya pada awal November nanti. Hasil dari diskusi tersebut nantinya akan dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk segera ditindaklanjuti.

sutiaji juga bersedia me nan ­ datangani tuntutan para demonstran dan akan dilan jutkan dalam diskusi. Dengan langkah tersebut, dia berharap konflik di daerah dapat diredam

sedemikian mungkin. ”saya tanda tangani tuntutan ini atas nama sutiaji beserta warga bumi arema tercinta,” tegasnya.

sementara itu, Koordinator bEM Malang Raya Mahmud me ngaku

senang aspirasinya didengar Pemkot Malang. Dia berharap langkah yang ditunjukkan sutiaji mampu mem bawa uu Cipta Kerja diba talkan. ”Jika memang uu Cipta Kerja disahkan, kami menuntut pemerintah pusat membuat perppu secepatnya,” katanya.

Pada aksi demo

tersebut, pa ra demonstran nampak menggu nakan kaus putih dilengkapi dengan jas almamater. Di sam ping mengurangi oknum tak dikenal, makna kaus putih ditun jukkan sebagai bentuk kesucian mereka mengawal aspirasi rakyat.

tidak hanya itu, aparat kepo lisian yang berjaga membagikan gelas air mineral sebanyak tiga kardus kepada para

demonstran. aksi tersebut sebagai bentuk apresiasi aparat kepolisian kepada para demonstran yang telah

menjaga kondusivitas selama aksi

BEM Datang,

Wali Kota

BuBuhkan

tanda

tangan

demo damai: aksi

mahasiswa yang

tergabung dalam

bem malang Raya

saat menggelar demo

di depan gedung

balai kota malang,

kemarin (26/10).

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan bagi mereka yang telah melakukan perjalanan ke luar Kota Batu lebih dari dua hari wajib untuk menunjukkan hasil swab berbasis PCR negatif atau hasil negatif uji

Namun banyak cara agar mobil yang dimiliki bisa irit dalam konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) saat digunakan. Salah satu