A. JUDUL PERCOBAAN ―Natrium dan Kalium‖
B. TANGGAL PERCOBAAN
09 April 2013, Pukul 13.00-15.30 WIB
C. TUJUAN :
Mengetahui sifat – sifat natrium, kalium, dan senyawanya Mengidentifikasi senyawa kalium dan natrium
D. DASAR TEORI :
Natrium dan Kalium. terdapat dalam mineral seperti albite (NaAlSi3O8) dan
ortoklas (KAlSi3O8),halite (NaCl), Chile saltpeter (NaNO3), dan silvit (KCl). Logam
Kalium tidak dapat diperoleh melalui metode elektrolisis lelehan KCl. Logam Kalium hanya dapat diperoleh melalui reaksi antara lelehan KCl dengan uap logan Natrium pada suhu 892°C. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
Na(g) + KCl(l) <——> NaCl(l) + K(g)
Sedangkan Logam Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl (proses Down). Titik leleh senyawa NaCl cukup tinggi (801°C), sehingga diperlukan jumlah energi yang besar untuk melelehkan padatan NaCl. Dengan menambahkan zat aditif CaCl2, titik leleh dapat diturunkan menjadi sekitar 600°C, sehingga proses elektrolisis dapat berlangsung lebih efektif tanpa pemborosan energi.
Natrium dan Kalium adalah unsur logam yang sangat reaktif. Logam Kalium lebih reaktif dibandingkan logam Natrium. Kedua logam tersebut dapat berekasi dengan air membentuk hidroksida. Saat direaksikan dengan oksigen dalam jumlah terbatas, logam Kalium dapat membentuk peroksida saat bereaksi dengan oksigen berlebih. Selain itu,
logam Kalium juga membentuk superoksida saat dibakar di udara. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
K(s) + O2(g) ——> KO2(s)
Saat Kalium Superoksida dilarutkan dalam air, akan dibentuk gas oksigen. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
2 KO2(s) + 2 H2O(l) ——> 2 KOH(aq) + O2(g) + H2O2(aq)
Natrium dapat membentuk oksidanya (Na2O). Namun, dalam jumlah oksigen berlebih, Natrium dapat membentuk senyawa peroksida (Na2O2).
2 Na(s) + O2(g) ——> Na2O2(s)
Natrium peroksida bereaksi dengan air menghasilkan larutan hidroksida dan hidrogen peroksida. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
Na2O2(s) + 2 H2O(l) ——> 2 NaOH(aq) + H2O2(aq)
Unsur Natrium dan Kalium berperan penting dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Ion Natrium dan ion Kalium terdapat dalam cairan intraseluler dan ekstraseluler. Keduanya berperan penting dalam menjaga tekanan osmosis cairan tubuh serta mempertahankan fungsi enzim dalam mengkatalisis reaksi biokimia dalam tubuh.
Natrium Karbonat (soda abu) digunakan dalam industri pengolahan air dan industri pembuatan sabun, detergen, obat-obatan, dan zat aditif makanan. Selain itu, Natrium Karbonat digunakan juga pada industri gelas. Senyawa ini dibentuk melalui proses Solvay. Reaksi yang terjadi pada proses Solvay adalah sebagai berikut :
NH3(aq) + NaCl(aq) + H2CO3(aq) ——> NaHCO3(s) + NH4Cl(aq) 2 NaHCO3(s) ——> Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(g)
Natrium Hidroksida dan Kalium Hidroksida masing-masing diperoleh melalui elektrolisis larutan NaCl dan KCl. Kedua hidroksida ini merupakan basa kuat dan mudah larut dalam air. Larutan NaOH digunakan dalam pembuatan sabun . Sementara itu, larutan KOH digunakan sebagai larutan elektrolit pada beberapa baterai (terutama baterai merkuri).
E. ALAT DAN BAHAN Alat
Tabung reaksi (3) Penjepit kayu (1)
Cawan dan sendok porselin (1,1) Spatula (1)
Pipet tetes secukupnya Kawat platina (1)
Pembakar spiritus (1) Kaki tiga & kasa (1)
Kaca arloji (1)
Gelas kimia 250 mL (1)
Bahan
H2SO4 (aq) 0,1 M HCl (aq) pekat dan 0,1 M
Kristal NaOH, KOH KCl (aq) 1 M ; 0,1 M
KI(aq) 0,1 M NaCl (aq) 1 M
Natrium Peroksida (aq) Larutan amilum
Logam Natrium Indikator PP
F. ALUR KERJA Percobaan 1
Percobaan 2 NaOH(s)
Hasil
- Diletakkan pada cawan porselin
- Diamati dan catat perubahan yang terjadi - Ditambahkan H2O(l) secukupnya
- Dituangkan sebagian NaOH (aq) pada tabung reaksi - Ditambahkan HCl pekat setetes demi tetes
- Diamati dan catat perubahan perubahan yang terjadi - Diidentifikasi gas yang terbentuk
Na (s)
- Diletakkan pada kertas saring di atas permukaan air - Diletakkan mengapung di atas permukaan air dalam gelas
kimia
- Ditutup gelas kimia secara cepat menggunakan kaca arloji - Diamati dan catat perubahan atau reaksi yang terjadi - Diuji pH larutan dengan indikator PP
- Diamati dan catat perubahan perubahan yang terjadi Hasil
Percobaan 3
Percobaan 4
Percobaan 5
Garam NaCl
Hasil
- Diuji warna nyala menggunakan kawat platina/kawat nikrom
- Bila perlu kawat platina dicelupkan ke dalam HCl pekat - Dipijarkan lagi sampai nyala tak berwarna
- Dicelupkan kembali kawat ke dalam larutan NaCl - Dipijarkan kembali dan catat perubahan yang terjadi
Hasil
- Dimasukkan dalam tabung reaksi - Dipanaskan di atas nyala kecil
- Diamati dan catat perubahan yang terjadi garam glauber
(Na2CO3 . 10H2O) Na2O3 (s)
Hasil Reaksi
- Dimasukkan ke dalam cawan porselin - Ditambahkan H2SO4 encer
- Ditambahkan beberapa tetes KI (aq) + larutan amilum - Diamati dan catat perubahan yang terjadi
Percobaan 6
Percobaan 7
Tabung II sisa KOH (aq) pekat
Hasil
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi - Ditambahkan sehelai benang wol - Dipanaskan diatas nyala api kecil
- Diamati dan catat perubahan yang terjadi Tabung I
1-2ml KOH (aq) pekat
Hasil
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan beberapa ml H2O(l) (hingga larut) + Br2 (aq) - Diamati dan catat perubahan yang terjadi
- Ditambahkan H2SO4 (aq) / HCl (aq)
- Diamati dan cata perubahan yang terjadiDimasukkan ke KOH (s)
Hasil
dalam tabung reaksi
- Ditambahkan beberapa ml H2O (l) (hingga larut) - Diamati dan catat perubahan yang terjadi - Digosokkan KOH (aq) pada ujung jari tangan - Diamati dan cata perubahan yang terjadi KOH (s)
Percobaan 8
Percobaan 9
Percobaan 10
KCl (aq) 0,1 M
Hasil
Dimassukkan ke dalam tabung reaksi
Tambahkan larutan asam tartrat pekat 2 M ; 1 M Diamati dan cata perubahan yang terjadi
Abu di atas
Hasil
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi Ditambahkan beberapa tetes HCl (aq)
Diamati, dicatat, dan diidentifikasi penyebab perubahannya Sedikit abu kayu
Perubahan pada Filtrat
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi - Ditambahkan sedikit H2O (l)
- Dikocok selama beberapa menit dan disaring menggunakan kertas saring
Residu Filtrat
- Diperiksa tingkat pHnya menggunakan larutan PP - Diamati dan cata perubahan yang terjadi
G. DATA PENGAMATAN NO ALUR KERJA
HASIL PENGAMATAN DUGAAN/
REKASI KESIMPULAN SEBELUM SESUDAH 1. Logam Na + H2O Logam Na = padatan putih agak kuning Pp = larutan tidak berwarna Menghasilkan percikan api dan timbul gas putih. + PP = larutan pink 2Na (s ) + 2H2O (l) 2NaOH (aq) + H2 Logam Na reaktif dengan H2O, menghasilkan gas H2 dan NaOH. 2. NaOH + H2O +HCl pekat NaOH = padatan berwarna putih. H2O = larutan tidak berwarna. HCl = larutan tidak berawarna. \ NaOH = lama kelamaan meleleh. + H2O = larutan tidak berwarna. + HCl = putih keruh menghasilkan panas. NaOH + CO2 Na2CO3 Na2CO3 +2HCl 2NaCl +H2O +CO2 Menghasilkan NaCl dan gas CO2, reaksi eksoterem. 3. Na2O2 + H2SO4 + KI + amilum Na2O2 = serbuk putih H2SO4 = larutan tidak berwarna. KI = kuning Amilum = larutan keruh. Na2O2 + H2SO4 = jernih tidak berwarna. + KI = coklat (+++) + amilum = ungu-kehitaman. Menghasilkan panas. Na2O2 + H2SO4 Na2SO4 + H2O Na2SO4 + H2O + 2KI + amilum K2SO4 +2NaOH + I2 Warna ungu kehitaman menunjukkan adanya iod, reaksi eksoterm.
10H2O = serbuk putih kering terdapat serbuk putih. Na2SO4 + 10H2O 10H2O melepas H2O 5. NaCl + HCl pekat NaCl = larutan tidak berwarna HCl = larutan tidak berwarna Nyala = kuning terang, larutan jernih tidak berwarna. NaCl Na+ + Cl -Warna Na (uji nyala) kuning terang.
6. KOH + H2O KOH = larutan tidak berwarna H2O = larutan tidak berwarna Menghasilkan panas Larutan tidak berwarna. Ujung jari terasa
licin.
KOH + H2O KOH (aq) Jari terasa licin seperti sabun
Menghasilkan KOH dan reaksi eksoterm 7. KOH + air brom + H2SO4 KOH + H2O + bening wol KOH = larutan tidak berwarna Air brom = larutan berwarna kuning. H2SO4 = larutan tidak berwarna. Benang wol berwarna putih
KOH + air brom = larutan jernih tidak berwarna. + H2SO4 = kuning kembali Tabung panas Terdapat gelembung Benang wol memudar saat dipanasakan timbul gelembung. 2KOH + Br2 KBr + KOBr + H2O KBr + KOBr + H2SO4 K2SO4 + H2O + Br Penambahan asam akan menghasilkan Br2 kembali 8. Abu kayu + H2O + PP H2O = larutan tidak berwarna. Abu kayu = Larutan = keruh dan sedikit baerwarna hitam K2CO3 + 2HCl 2KCl + H2CO3 Menghasilkan KOH dengan sifatnya yaitu
abu-abu kehitaman PP = larutan tidak berwarna Sebagian larut Filtrat = jernih + PP = merah muda basa 9. Abu kayu + HCl
Abu kayu = abu –abu kehitaman. HCl = larutan tidak berwarna Hitam keruh Memebentuk 2 fasa Sebagian larut Abu menjadi halus K2SO3 + 2HCl 2KCl + H2CO3 Menghasilkan KCl dan H2CO3, serta karbon yang tersisa. 10. KCl + asam tatrat pekat KCl = larutan tidak berwarna Asam tartarat pekat = tidak berwarna Menghasilkan endapan poutih yang melayang-layang Larutan tidak berwarna KCl + H2C4H6 KHC4H4O6 + HCl Menghasilkan KHC4H4O6 11. KCl KCl = larutan tidak berwarna Nyala api = ungu Larutan jernih tidak berwarna KCl K+ + Cl- Nyala warna adalah ungu
H. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Percobaan pertama. Dengan tujuan yaitu untuk mengetahui sifat dari logam Natrium dan senyawaannya. Langkah yang dilakukan yaitu dengan meletakkan logam Natrium diletakkan pada kertas saring pada permukaan air, dan diletakkan mengapung pada gelas kimia, kemudian ditutup dengan menggunakan kaca arloji. Reaksi yang terjadi adalah
Hasil yang diperoleh yaitu setelah beberapa saat didapatkan percikan api yang keluar yang menunjukan terbentuknya gas yaitu gas H2 sesuai dengan reaksi diatas. Dimana sifat dari gas tersebut yang memang reaktif dengan udara. Kemudian larutan di uji dengan PP dan dihasilkan larutan berwarna merah muda yang menunjukan larutan bersifat basa yaitu mengandung NaOH sesuai dengan reaksi diatas.
Percobaan kedua. Dengan tujuan utuk mengetahui sifat dari logam Kalium dan senyawaannya. Langkah percobaan yang dilakukan adalah dengan meletakkan sepotong kecil NaOH pada cawan porselin dan dibiarkan di udara terbuka. Reaksi yag terjadi adalah
NaOH(s) + CO2(s) → Na2CO3
Hasil yang diperoleh adalah NaOH bereaksi dengan udara dan lama kelamaan meleleh dan membentuk senyawa Na2CO3, sesuai dengan reaksi diatas. Kemudian dilarutkan dengan air lalu ditambahkan dengan HCl pekat setetes demi setetes, reaksi yang terjadi adalah
Na2CO3 + 2 HCl → 2 NaCl + H2O + CO2
Hasil yang diperroleh adalah adanya gelembung – gelembung kecil yang muncul, hal tersebut mengindikasikan adanya gas yaitu gas CO2 sesuai dengan reaksi diatas.
Percobaan ketiga. Dengan tujuan untuk membuktikan sifak oksidator dari senyawaan pada logam natrium. Langkah yang dilakukan adalah dengan menambahkan asam sulfat encer ke dalam cawan yang berisi seujung sendok kecil Na2O2, reaksi yang terjadi adalah
Na2O2(s) + H2SO4 → Na2SO4 + H2O
Na2SO4(aq) + H2O2(aq) + 2KI + amilum → K2SO4(aq) + 2NaOH(aq) + I2
Hasil yang diperoeh adalah larutan yang jernih tak berwarna. Langkah selanjutnya dilakukan penambahkan beberapa tetes KI dan amilum lalu larutan berubah menjadi berwarna ungu kehitaman, ini berarti pada reaksi telah terjadi pelepasan Iod yang ditandai dengan larutan berwarna ungu sesuai dengan reaksi diatas. KI telah dioksidasi oleh
Na2SO4, sehingga senyawaan natrium dapat disimpulkan mempunyai sifat sebagai oksidator. Dan reaksi juga berlangsung secara eksoterm karena dihasilkan panas pada dinding tabung pada saaat akhir reaksi.
Percobaan keempat. Dengan tujuan yaitu untuk mengidentifikasi sifat dari garam natrium. Langkah percobaan yang dilakukan adalaj dengan memanaskan garam glauber dengan rumus Na2SO4.10H2O yang merupakan serbuk kristal putih, reaksi yang terjadi adalah
Na2SO4.10H2O(s) → Na2SO4(s) + 10H2O(aq)
Hasila yang diperoleh setelah beberapa saat adalah garam glauber terlihat semakin kering dan terdapat uap air yang timbul dan menempel pada dinding tabung, hal ini menandakan bahwa garam glauber yang mengikat H2O. Saat dipanaskan H2O tersebut menguap dan secara perlahan akan habis, sehingga garam glauber akan menjadi kering karena sudah tidak mengikat H2O lagi, sesuai dengan reaksi diatas.
Percobaan kelima. Dengan tujuan untuk mengidentifikasi warna nyala dari logam natrium dan senyawaannya. Langkah yang dilakukan adalah terlebih dahulu kawat platina dicelupkan pada NaCl untuk menghilangkan pengotor lalu dipijarkan hingga tidak berwarna yang menandakan pengotor sudah hilang. Setelah itu baru kawat platina dicelupkan pada NaCl lalu dipijarkan dan terdapat nyala berwarna kuning terang yang itu merupakan nyala dari Na saat dipanaskan. Dengan reaksi saat dipanaskan :
NaCl(aq) → Na+ + Cl
-Percobaan keenam. Dengan tujuan untk mengidentifikasi sifat dari kalium dan senyawaannya. Langkah percobaan yang dilakukan yaitu dengan melarutkan sepotong kecil KOH dengan beberapa mL air sampai larut, setelah beberapa saat terdapat rasa panas yang timbul yang menandakan reaksi berlangsung secara eksoterm. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut
KOH(s) + H2O(l) → KOH(aq)
Lalu larutan tersebut diteteskan pada jari, dan ternyata pada jari terasa licin, hal ini dikarenakan pada reaksi dihasilkan senyawa yang bersifat basa kuat yaitu KOH(aq) sesuai dengan reaksi diatas.
Percobaan ketujuh. Dengan tujuan yaitu untuk mengidentifikasi sifat senyawaan dari kalium. Dalam percobaan ini langkah awal percobaan yang dilakukan adalah dengan mengencerkan padatan KOH terlebih dahulu, yaitu hasil dari percobaan ke 6 dan membaginya menjadi dua bagian yang sama.
- Pada tabung 1. Dilakukan pengenceran 1-2 ml larutan KOH dari percobaan enam dengan aquades, kemudian ditambahkan air brom yang jernih tidak berwarna di ruang asam. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
2KOH(aq) + Br2(aq) → KBr(aq) + KOBr(aq) + H2O(aq)
Pada saat ditambahkan air brom tidak terjadi perubahan warna tetapi terdapat seperti minyak yang melayang pada larutan, kemudian larutan tersebut di asamkan dengan larutan H2SO4 pekat sehingga menyebabkan minyak yang melayang di larutan menghilang. Hal tersebut bisa terjadi karena dalam suasana asam Br2 terbentuk kembali sesuai dengan reaksi berikut :
KBr(aq) + KOBr(aq) + H2O(l)→ 2KOH(aq) + Br2(g)
- Pada tabung 2. Dimasukkan larutan KOH sisa dari percobaan ke enam. Kemudian ditambahkan beberapa helai benang wol dan dipanaskan secara hati - hati. Terbentuk gelembung gas yang semakin lama semakin banyak yang disertai dengan letupan. Selain itu serat dari benang wol semakin pudar daripada serat awal, hal ini dikarenakan zat pengelantang yaitu KOH yang dapat memudarkan serat dari benang wol tersebut.
Percobaan kedelapan. Dengan tujuan untuk mengetahui sifat senyawaan dari kalium. Langkah yang dikakukan adalah dengan memasukkan abu kayu (K2CO3) kedalam tabung reaksi lalu ditambahkan air dan dikocok beberapa saat, reaksi yang terjadi adalah
K2CO3(s) + 2 H2O(l) → 2 KOH(aq) + H2CO3(aq)
Hasil yang diperoleh adalah larutan yang berwarna hitam keruh. Kemudian larutan tersebut disaring dengan menggunakan kertas saring, filtrate yang dihasilkan jernih tidak berwarna, dan ketikan diuji dengan PP dihasilkan larutan menjadi berwarna merah muda
hal ini menandakan bahwa larutan tersebut bersifat basa yaitu senyawa KOH, sesuai dengan reaksi diatas.
Percobaan kesembilan. Dengan tujuan yaitu megidentifikasi senyawaan Kalium. Langkah percobaannya yaitu dengan memasukkan abu kayu sisa dari percobaan sebelumnya kedalam tabung reaksi dan ditambahkan HCl. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut
K2CO3(s) + 2 HCl(aq) → 2 KCl(aq) + H2CO3(aq)
Hasil yang diperoleh yaitu larutan menjadi 2 fasa yang satu berwarna agak jernih dan yang satu keruh, hal ini dikarenakan terdapat sisa abu kayu yang tidak larut, dan sebagian lagi menghasilkan senyawa KCl yang memang tidak berwarna, sesuai dengan reaksi diatas.
Percobaan kesepuluh. Yaitu dengan tujuan mengidentifikasi reaksi yang terjadi pada senyawaan kalium. Langkah percobaan yang dilakukan adalah dengan memasukkan ke dalam tabung reaksi larutan KCl 0,1 M kemudian ditambahkan asam tartrat pekat 2M, dan didapatkan hasil gumpalan minyak yang melayang yang merupakan senyawa Kalium Hidrogen Tartrat, sesuai dengan reaksi berikut :
KCl(aq) + H2C4H4O6(aq) → KHC4H4O6(s) + HCl(aq)
Percobaan kesebelas. Dengan tujuan untuk menguji nyala Kalium. Langkah yang dilakukan sama dengan percobaan kelima, hanya saja pada percobaan ini menggunakan KCl, setelah kawat platina dibersihkan, kawat platina dicelupkan pada larutan KCl kemudian dipijarkan dan didapatkan warna myala api yaitu ungu, yang merupakan warna nyala K saat dipijarkan. Sesuai dengan reaksi berikut :
KCl(aq) → K+ + Cl-
I. SIMPULAN
Logam Na sangat reaktif terhadap H2O hal ini akan ditandai dengan adanya letupan api saat direaksikan
Logam Na dapat diidentifikasi, yaitu akan menimbulkan warna nyala kuning terang saat di uji nyala dengan api
Sifat-sfat kalium dan senyawanya yaitu KOH, mudah larut dalam air , bersifat basa dan licin seperti sabun. Jika direaksikan dengan Br2 yang terurai akan terbentuk lagi pada suasana asam
Dapat dilakukan identifikasi senyawa K dengan pelarutan abu kayu yang menghasilkan KOH yang bersifat basa.
Logam K dapat diidentifikasi dengan uji nyala, yaitu akan memberikan warna ungu.
J. JAWABAN PERTANYAAN
1. Jelaskan sifat natrium peroksida! Jawab :
Sifat natrium peroksida : oksidator yang kuat
Mudah mengurai membentuk air dan gas oksigen. 2. Terangkan sifat, pembuatan dan kegunaan natrium!
Jawab :
Unsur Natrium (Na)
Sifat fisika unsur Natrium:
Berwujud padatan yang berwarna abu-abu mengkilap. Mempunyai titik leleh 97,81oC dan titik didih 903,8oC.
Besarnya diameter atom natrium adalah 2,23 A dan kerapatan atom natrium adalah 0,971 g/cm3
Dapat diiris dengan mudah. Sifat kimia unsur Natrium:
Sangat reaktif dengan air sehingga reaksinya dapat menimbulkan ledakandan nyala api.
Jika dibakar, warnanya kuning kemerah-merahan. Pembuatan :
Logam Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl (proses Down) Titik leleh senyawa NaCl cukup tinggi (801°C), sehingga diperlukan jumlah energi yang besar untuk melelehkan padatan NaCl. Denganmenambahkan zat aditif CaCl2, titik leleh dapat diturunkan menjadi sekitar 600°C, sehingga proses elektrolisis dapat berlangsung lebih efektif tanpa pemborosan energi.
Kegunaan :
Untuk garam dapur. Sebagai bahan deterjen
Sebagai bahan baking soda (NaHCO3)
Untuk memperbaiki struktur beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair
K. DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Pembuatan Kalium Nitrat dan Natrium Klorida. laporan-kita.blogspot.com, diakses pada tanggal 16 April 2013 pukul 5.47 WIB
Anonim. 2012. Beberapa Oksidator dalam Laboratorium (Ion Permangananat, Ion Kromat dan Ion Kromat) wanibesak.wordpress.com, diakses pada tanggal 16 April 2013 pukul 5.45 WIB
Lee,J.D..1991.Concise Inorganik Chemistry Fourth edition.London:Chapman & Hall Muchlis, dkk. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik II. Surabaya : Jurusan Kimia
Unesa.
Vogel, A.I. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta : PT. Kalman Media Pusaka.
L. LAMPIRAN
Percobaan 1
Padatan Na Aquades
Percobaan 2 Larutan NaOH + Indikator
PP
Padatan NaOH Padatan NaOH setelah
Percobaan 3
Padatan NaOH + Aquades Larutan NaOH + HCl
Serbuk Na2O2 Serbuk Na2O2 setelah
Percobaan 4 Serbuk Na2O2 setelah
ditambah larutan amilum
Garam glauber saat dipanaskan
Garam glauber setelah dipanaskan
Percobaan 5
Percobaan 6
Padatan NaCl Uji nyala padatan NaCl
Percobaan 7
Larutan KOH Larutan KOH + Air brom
Larutan KOH sisa + benang wol
Larutan KOH sisa + benang wol saat dipanaskan
Percobaan 8
Percobaan 9
Abu kayu + Aquades Filtrat abu kayu + indikator
PP
Percobaan 10 Percobaan 11
Larutan KCl + Larutan asam tartrat pekat