Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| i
Kata Pengantar
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt. yang telah mencurahkan
rahmat dan nikmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP ) Tahun 2014, Penetapan Kinerja Tahun 2015 dan Rencana Kinerja Tahun 2016 Pengadilan Agama Polewali tepat waktu.Laporan ini kami susun dalam rangka menindaklanjuti surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 355A/SEK/KU.01/11/2014 tanggal 28 November 2014, Perihal Penyampaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Tahun 2014 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2015, telah disusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Tahun 2014 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2015 ini sesuai dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja.
Laporan ini berisi tentang informasi pertanggungjawaban kinerja tugas pokok dan fungsi dalam rangka pencapaian visi, misi dan sasaran yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Agama Polewali tahun 2014.
Laporan Akuntabilitas Kinerja tahun 2014 ini meskipun jauh dari sempurna kiranya dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban capaian kinerja, laporan ini diharapkan menjadi sumber informasi yang cukup dan sebagai bahan penyusunan dan implementasi rencana kerja, rencana anggaran dan rencana strategis di masa mendatang.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat sebagai perbaikan kinerja kami di tahun yang akan datang rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Polewali , serta berguna bagi semua pihak.
Polewali, 16 Februari 2014
Ketua,
Drs. KAMSIN, M.H.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| ii
EXECUTIVE SUMMARY (IKHTISAR EKSEKUTIF)
kuntabilitas merupakan pertanggungjawaban dari amanah atau mandat yang melekat pada suatu lembaga atau Instansi Pemerintah dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya selama kurun waktu tertentu. Dengan landasan pemikiran tersebut, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali (LAKIP) Tahun 2014 ini disusun sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 29 Tahun 2010 serta DIKTUM KETIGA Instruksi Presiden Nomor: 5 Tahun 2004.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dimaksud, menyajikan capaian kinerja Pengadilan Agama Polewali selama tahun 2014 yang merupakan pelaksanaan kinerja lembaga pemerintah.
Disamping penyusunan LAKIP sebagai syarat Instansi Pemerintah dalam mempertanggungjawabkan kinerjanya dalam bentuk laporan akuntabilitas, namun LAKIP ini juga merupakan kebutuhan organisasi dalam melakukan analisa dan evaluasi kinerja dalam rangka peningkatan kinerja organisasi secara menyeluruh. LAKIP Tahun 2014 menyajikan berbagai keberhasilan maupun kegagalan dalam bidang penyelesaian perkara, manajemen SDM, implementasi Teknologi dalam bidang informasi dan transparansi, pelayanan publik, pengawasan dan pembinaan serta pelaksanaan Justice For All.
Keberhasilan pada program prioritas Pembaruan Peradilan Agama tentunya bukan hanya keberhasilan dari Sub tertentu atau kelompok kerja semata, tetapi juga menggambarkan keberhasilan seluruh komponen, dukungan supporting unit serta partisipasi masyarakat secara umum.
Mewujudkan aparatur peradilan yang profesional, efektif, efisien dan bersih merupakan tujuan utama dalam rangka peningkatan pelayanan bagi masyarakat
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| iii
pencari keadilan. Beberapa capaian kinerja dari Pengadilan Agama Polewali secara ringkas dapat diuraikan pada tabel berikut:
Indikator Kerja Kunci Target Realisasi Capaian Meningkatnya penyelesaian perkara 90 % 997 100% Peningkatan aksebilitas putusan hakim 90 % 571 90% Peningkatan efektifitas pengelolaan
penyelesaian perkara 100 % 997 100%
Peningkatan aksebilitas masyarakat
terhadap peradilan (acces to justice) 100 % 171% 100% Meningkatnya kepatuhan terhadap
putusan pengadilan 100 % 8 100%
Meningkatnya kualitas pengawasan 100 % 26 100%
Keberhasilan dan kegagalan Pengadilan Agama Polewali dalam mencapai target yang ditetapkan menjadi catatan/evaluasi untuk tahun mendatang dalam mewujudkan seluruh target yang direncanakan.
belum optimalnya beberapa Standar Kinerja pelayanan, Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih terbatas pada bidang keahlian tertentu, seperti keahlian pada bidang analisa dan evaluasi kegiatan, menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pengadilan Agama Polewali belum sepenuhnya berhasil.
Hal ini tetap akan menjadi catatan bagi seluruh komponen aparatur Pengadilan Agama Polewali dalam upaya memperbaiki pelaksanaan kerja di masa mendatang sehingga kinerja yang dihasilkan dapat lebih memberi manfaat kepada masyarakat para pencari keadilan maupun berbagai pihak yang berkepentingan dengan lembaga peradilan.
Capaian Kinerja Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 20114| | v
DAFTAR ISI
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH Tahun 2014
U R A I A N Hal
KATA PENGANTAR i
EXECUTIVE SUMMARY (IKHTISAR EKSEKUTIF) ii
DAFTAR ISI iv
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tugas dan Fungsi 2
C. Sistematika Penyajian 4
BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA 7
A. Rencana Strategis 2010 - 2014 7
1. Visi dan Misi 8
2. Tujuan dan Sasaran Strategis 10
3. Program Utama dan Kegiatan Pokok 11
B. Rencana Kinerja Tahunan 2016 13
C. Penetapan Kinerja (Dokumen Penetapan Kinerja) Tahun 2015 16
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 23
A. Pengukuran Kinerja (Perbandingan Antara Target dan Realisasi Kinerja)
23
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 20114| | v
organisasi dengan pengungkapan dan penyajian dari hasil pengukuran kinerja) BAB IV PENUTUP 35 A. Kesimpulan 35 B. Saran-saran 36 LAMPIRAN 1. Struktur Organisasi
2. Penetapan Kinerja Tahun 2015 3. Rencana Kinerja Tahun 2016
4. Matriks Rencana Strategis 2015 - 2019
LAKIP Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 1 Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2014 merupakan langkah lanjutan bagi sebuah Instansi Pemerintah dalam menjalankan Rencana Strategis (Renstra) lima tahunannya (2010-2014).
Sejalan dengan Instruksi Presiden tersebut, Pengadilan Agama Polewali menyusun laporan akuntabilitas kinerja dengan tujuan untuk memberikan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja Pengadilan Agama Polewali.
Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (AKIP) yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Agar AKIP dapat terwujud dengan baik, harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1. Beranjak dari sistem yang dapat menjamin penggunaan sumber-sumber daya yang konsisten dengan asas-asas umum penyelenggaraan negara;
2. Komitmen dari pimpinan dan seluruh staf instansi yang bersangkutan;
3. Menunjukkan tingkat capaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan;
4. Berorientasi pada pencapaian Visi dan Misi serta hasil dan manfaat yang diperoleh;
5. Jujur, oyektif, transparan dan akurat;
6. Menyajikan keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, setiap lembaga publik berkewajiban menyediakan, memberikan dan/atau
LAKIP Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 2
Pendahuluan
menerbitkan informasi publik yang berada dibawah kewenangannya serta menyediakan informasi publik yang akurat, benar dan tidak menyesatkan.
Tuntutan publik untuk menciptakan suatu pemerintahan yang baik (good governance) baik dalam wilayah legislatif, eksekutif maupun dalam wilayah yudikatif semakin besar. Untuk menciptakan good governance perlu adanya transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan, adanya partisipasi dan akuntabilitas yang diartikan sebagai suatu perwujudan kewajiban mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi.
Laporan akuntabilitas ini meliputi pertanggungjawaban keberhasilan atau kegagalan, pencapaian sasaran-sasaran strategis Pengadilan Agama Polewali, termasuk faktor-faktor pendukungnya untuk rentang waktu mulai tanggal 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2014.
B. Tugas dan Fungsi
Berawal dari Undang-Undang No. 35 Tahun 1999 inilah kemudian konsep Satu Atap dijabarkan dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung. Pada tanggal 23 Maret 2004 lahirlah Keputusan Presiden RI No. 21 Tahun 2004 tentang pengalihan organisasi, administrasi dan finansial dan lingkungan Peradilan Umum dan Tata Usaha Negara, Pengadilan Agama ke Mahkamah Agung, yang ditindaklanjuti dengan :
1. Serah terima Pengalihan organisasi, administrasi dan finansial di lingkungan Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara dari Departemen Kehakiman dan HAM ke Mahkamah Agung pada tanggal 31 Maret 2004.
2. Serah terima Pengalihan organisasi, administrasi dan finansial lingkungan Peradilan Agama dari Departemen Agama ke Mahkamah Agung yang dilaksanakan tanggal 30 Juni 2004.
LAKIP Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 3
Pendahuluan
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2004 tersebut, maka Pengadilan Agama mempunyai Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja organisasinya di bawah Mahkamah Agung bersama peradilan lainnya.
1. Kedudukan Pengadilan Agama Polewali
Sejak diberlakukannya Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2004, maka peradilan agama (termasuk Pengadilan Agama Polewali) bersama peradilan lainnya telah satu atap di Mahkamah Agung RI, sehingga seluruh pembinaan teknis dan non teknis dilakukan oleh Mahkamah Agung, termasuk pembinaan yang selama ini dilakukan oleh Departemen Agama (sekarang, Kementrian Agama) dalam bidang organisasi, administrasi dan finansial.
2. Tugas dan Fungsi
Kompetensi Peradilan Agama diatur dalam pasal 49 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 menyebutkan bahwa pengadilan agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan meyelesaikan perkara antara orang-orang yang beragma islam di bidang: (a) perkawinan; (b) kewarisan; (c) wasiat; (d) hibah; (e) wakaf; (f) zakat; (g) infaq; (h) sadaqah dan; (i) ekonomi syariah.
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama melengkapi kompetensi Peradilan Agama dengan menambahkan beberapa kewenangan hukum diantaranya:
1. Pengangkatan anak
2. Zakat, infaq
3. Ekonomi Syariah
Penjelasan Pasal 49 huruf (i) Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama
LAKIP Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 4
Pendahuluan
dikatakan bahwa yang dimaksud dengan ekonomi syariah adalah perbuatan atau kegiatan usaha yang dilaksanakan menurut prinsip syariah antara lain meliputi:
a. Bank syariah
b. Lembaga Keuangan Mikro Syariah
c. Asuransi Syariah
d. Reasuransi Syariah
e. Reksa Dana Syariah
f. Obligasi Syariah dan Surat Berharga Berjangkau Menengah Syariah
g. Sekuritas Syariah
h. Pembiayaan Syariah
i. Pegadaian Syariah
j. Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syariah
k. Bisnis Syariah
Penambahan kewenangan tersebut merupakan suatu kekuatan untuk memberikan pelayanan hukum secara optimal kepada masyarakat Kabupaten Polewali Mandar yang mayoritas beragama Islam.
Di samping itu, Pengadilan Agama Polewali dengan kekuatan yang dimiliki tersebut dapat mewujudkan masyarakat yang taat akan hukum yang bermuara pada cita-cita negara yakni Negara Hukum (rechtstaats).
C. Sistematika Penyajian
Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja Pengadilan Agama Polewali selama Tahun 2014. Capaian kinerja (performance results) 2014 tersebut diperbandingkan dengan Penetapan Kinerja (performance agreement) 2014 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan
LAKIP Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 5
Pendahuluan
organisasi, dimana tingkat capaiannya dibandingkan dengan periode selama Tahun 2013.
Analisa atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Dengan pola pikir seperti itu, sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 adalah sebagai berikut:
Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, tugas dan fungsi serta sistematika penyajian;
Bab II – Perencanaan dan Penetapan Kinerja, menjelaskan Rencana Strategis
2015 - 2019 yang meliputi : visi dan misi, tujuan dan sasaran strategis serta program utama dan kegiatan pokok, dan menjelaskan Rencana Kinerja Tahunan 2016 serta penetapan kinerja (Dokumen Penetapan Kinerja) Tahun 2015.
Bab III – Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan Pengukuran Kinerja (Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja) dan Analisis Akuntabilitas Kinerja yang menguraikan pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan pengungkapan dan penyajian dari hasil pengukuran kinerja.
Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 dan menguraikan saran-saran yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang.
BAB V LAMPIRAN, yang terdiri dari Struktur Organisasi, Indikator Kinerja Utama,
Rencana Kinerja Tahun 2016 dan Matriks Rencana Strategis 2015 – 2019 serta SK Tim Penyusunan Laporan
LAKIP Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 6
Pendahuluan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 7
BAB II
PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
A. Rencana Strategis 2010 – 2014.
Pengadilan Agama Polewali sebagai salah satu Pengadilan Tingkat Pertama yang berada dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Makassar telah berupaya pada tahun kelima (dari Rencana Strategis (Renstra 2010-2014) membuktikan dirinya benar-benar dapat berkiprah sebagai aparatur Mahkamah Agung di daerah dalam memberikan pelayanan keadilan dan menjembatani sengketa di tengah-tengah masyarakat atau berupaya sebagai fasilitator kesepakatan antara pihak yang memerlukan mediasi pengadilan.
Dengan berjalannya waktu dan seiring perkembangan dinamika hukum dan masyarakat yang semakin dinamis, kompleks dan didukung keterbukaan komunikasi dan informasi, tantangan yang dihadapi Pengadilan Agama Polewali untuk lebih berperan aktif dan menunjukkan peran dirinya di masyarakat serta dituntut kepeloporan dalam perubahan-perubahan yang cerdas, inovatif serta bermartabat.
Untuk menjawab tantangan tersebut dan pasca diberlakukannya Reformasi Birokrasi jilid II Mahkamah Agung RI dengan cetak birunya (blue print) pada Rakernas di Balikpapan, dan tindak lanjut Hasil Rakernas Mahkamah Agung di di Jakarta (Tahun 2011), dan di Manado (Tahun 2012), diperlukan pandangan visioner, didukung kemampuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis, dimana langkah tersebut dikehendaki menjadi keyakinan bersama oleh semua pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaan menuju pencapaian visi Mahkamah Agung Republik Indonesia 2010-2035.
Rencana Strategis 2010-2014 ini (selengkapnya pada Bundel Renstra 2010-2014 tersendiri) merupakan kelanjutan Rencana Strategis sebelumnya dan merupakan upaya perbaikan secara kontinu sesuai dengan dinamika perubahan yang terjadi. Renstra 2010-2014 ini merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya yang terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja serta
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 8
cara pencapaiannya melalui pembinaan, penataan, perbaikan, penyempurnaan dan pembaharuan terhadap sistem dan kebijakan bidang aparatur peradilan termasuk pembinaan terhadap akhlak dan perilaku aparatur serta pengawasan dan pengendalian manajemen, agar tercapai efektivitas, efisiensi dan produktivitas dalam pelaksanaan fungsi yudikatif.
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pengadilan Agama Polewali dijiwai oleh semangat dan komitmen untuk melakukan reformasi dirinya pada sektor yang sangat berkait erat dengan pelayanan masyarakat dalam rangka mewujudkan pembaharuan dan perbaikan terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
Reformasi birokrasi dan Keterbukaan Informasi serta pemanfaatan Teknologi Informasi dalam menjalankan fungsi yudikatif pada hakekatnya merupakan tindakan atau kegiatan pembaharuan secara konsepsional sistematis dan berkelanjutan.
1. Visi Dan Misi
VISI Lembaga Pengadilan Agama Polewali mengacu pada Visi Mahkamah Agung, Visi Mahkamah Agung dirumuskan sebagai berikut:
“TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG” (Visi Mahkamah Agung Republik Indonesia) 2010 - 2035
“MEWUJUDKAN PENGADILAN AGAMA POLEWALI YANG AGUNG” (Visi Pengadilan Agama Polewali) 2010 - 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 9
Perwujudan sebuah lembaga dapat memberikan kepastian bagi semua stakeholder khususnya masyarakat pencari keadilan dalam pelayanan dan proses peradilan dengan wujud transparansi informasi dan penerapan Standar Operasional Prosedur serta kejelasan alur kerja setiap fungsi pegawai.
MISI:
Misi Pengadilan Agama Polewali 2010 – 2014
1. Mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, biaya ringan dan transparansi
2. Meningkatkan sumber daya aparatur peradilan dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat
3. Melaksanakan pengawasan dan pembinaan yang efektif dan efisien 4. Melaksanakan tertib administrasi dan manajemen peradilan yang
efektif dan efisien
5. Mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana peradilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 10
2. TUJUAN dan SASARAN STRATEGIS Tujuan
Tujuan strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Seluruh aparatur Pengadilan Agama Polewali telah mengupayakan agar seluruh langkah kinerja dalam rangka memenuhi visi misinya untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan yang diformulasikannya dengan tujuan strategis, tentu dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki. Lebih dari itu, perumusan tujuan strategis juga diupayakan seluruh aparatur Pengadilan Agama Polewali dapat mengukur sejauh mana visi misi lembaga yang telah dicapai mengingat tujuan strategis yang dirumuskan, merujuk pada visi misi Mahkamah Agung secara bertahap.
Untuk itu, agar dapat diukur keberhasilan organisasi di dalam mencapai tujuan strategisnya, setiap tujuan strategis yang ditetapkan akan memiliki indikator kinerja (performance indicator) yang terukur. Rumusan tujuan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Pencari keadilan merasa kebutuhan dan kepuasannya terpenuhi 2) Setiap pencari keadilan dapat menjangkau badan peradilan
3) Publik percaya bahwa Pengadila Agama Polewali memenuhi butir 1 dan 2 di atas.
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun kedepan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014, Sasaran Strategis Pengadilan Agama Polewali adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya penyelesaian perkara 2. Peningkatan aksebilitas putusan hakim
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 11
5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan 6. Meningkatnya kualitas pengawasan.
3. PROGRAM UTAMA dan KEGIATAN POKOK
Program utama pembangunan peradilan khususnya Pengadilan Agama Polewali 2010-2014 diupayakan fokus pada reformasi birokrasi yang mengacu pada rancangan Cetak Biru (blue print) Mahkamah Agung Tahun 2010-2035.
Enam sasaran strategis yang telah diuraikan di atas, merupakan arah bagi Pengadilan Agama Polewali untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan dan memuat rincian program dan Kegiatan Pokok yang akan dilaksanakan sebagai berikut :
1. Program Penyelesaian Perkara.
Tujuan : Terwujudnya Standar Operasional Prosedur dalam penyelenggaraan persidangan dan pelayanan
Sasaran 1: Meningkatnya penyelesaian perkara peradilan
Sasaran 2 : Putusan majelis hakim telah dapat disiapkan untuk para pihak maksimal 14 hari setelah dibacakan putusan
Sasaran 3: Meningkatnya Penyelesaian perkara melalui Mediasi / Penasehatan /Perdamaian
Sasaran 4 : Meningkatnya tertib administrasi perkara
Kegiatan Pokok : Menerima, mengadili dan menyelesaikan perkara Kegiatan 1 : Menyelenggarakan persidangan
Kegiatan 2 : Melaksanakan pencatatan administrasi persidangan
Kegiata 3 : Melaksanakan pencatatan produk hasil persidangan (Salinan Putusan/ Penetapan, Akta Cerai)
2. Program Pengelolaan dan Pengembangan Transparansi Informasi. Tujuan : Meningkatkan transparansi dan informasi peradilan
Sasaran 1 : Terwujudnya transparansi dan informasi perkara bagi masyarakat Sasaran 2 : Terselenggaranya pelayanan meja informasi dan pengaduan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 12
Kegiatan Pokok : Menyelenggarakan Transparansi Informasi peradilan dan Pengaduan Publik
Kegiatan 1 : Penginputan kondisi perkara yang diterima PA.Polewali
Kegiatan 2 : Uploding data perkara pada Website, Infoperkara.badilag dan Direktori Putusan Kepaniteraan MA RI
Kegiatan 3 : Menyelenggarakan pelayanan meja informasi (Information Desk) dan layanan pengaduan masyarakat
Kegiatan 4 : Penginputan data pengelolaan keuangan APBN, PNBP, profil pegawai, data arsip perakara, asset BMN dan kegiatan pegawai PA.Polewali pada WebSite
3. Optimalisasi Pelaksanaan Justice For All
Tujuan : Memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menjangkau pengadilan
Sasaran 1 : Terpenuhinya pelayanan bagi masyarakat yang tidak mampu Sasaran 2 : Terpenuhinya pelayanan bagi masyarakat yang jauh dari akses pengadilan.
Kegiatan Pokok : Menyelenggarakan pelayanan bagi masyarakat yang kurang mampu atas pelayanan peradilan (Justice For All)
Kegiatan 1 : Pelayanan Perkara Prodeo Kegiatan 2 : Pelaksanaan Sidang Keliling
4. Program Optimalisasi Anggaran Berbasis Kinerja
Tujuan : Mewujudkan pengelolaan anggaran berbasis kinerja
Sasaran 1 : Tercapainya tugas pokok aparatur peradilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
Kegiatan Pokok : Pendistribusian kebutuhan belanja didasarkan pada sasasan kinerja tahunan
Kegiatan 1 : Membuat dan menyusun perencanaan anggaran Kegiatan 2 : Inventarisasi kebutuhan berdasarkan sasaran kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 13
Kegiatan 3 : Menyusun kebutuhan berdasarkan prioritas sasaran kinerja Kegiatan 4 : Menyelenggarakan kegiatan pelaksanaan anggaran berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan
Kegiatan 5 : Mendistribusikan belanja APBN sesuai perencanaan dan program prioritas utama perencanaan kinerja satker
B. RENCANA KINERJA TAHUNAN 2016
Rencana Strategi lima tahunan (2015 – 2019) Pengadilan Agama Polewali sebagai Rencana Jangka Pembangunan Menengah (RJPM) yang telah ditetapkan dan dijadikan sebagai pedoman perencanaan jangka pendek yang dibuat setiap tahun anggaran.
Untuk merealisasikan tahapan perencanaan lima tahunan tersebut, Pengadilan Agama Polewali telah menyusun Rencana Kinerja Tahunan 2016 sebagaimana dikehendaki Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
Penyusunan Rencana Kinerja (RKT) 2016 telah diupayakan seiring dan sejalan pasca diberlakukannya Reformasi Birokrasi jilid II Mahkamah Agung RI dengan cetak birunya (blue print) dan sesuai dengan Rencana Startegis 2015-2019 PA. Polewali.
Rencana Kinerja Tahunan 2016, sebagai kelanjutan Pengadilan Agama Polewali dalam menancapkan pondasi-pondasinya dalam membangun sebuah sistem pelayanan berbasis jaminan kepastian bagi masyarakat dengan penerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Alur Kerja yang telah dibangun, hal ini dioptimalkan dan sebagai upaya perbaikan secara kontinyu sesuai dengan dinamika perubahan yang terjadi.
Adapun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 Pengadilan Agama Polewali, sebagai berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 14
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016
PENGADILAN AGAMA POLEWALI
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET
%
Peningkatan kinerja penyelesaian perka ra pada Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase mediasi yang diselesaikan 6 2. Prosentase sisa perkara yang
diselesaikan menjadi meningkat. 100 3. Prosentase perkara yang diselesaikan
menjadi meningkat. 96
01 4. Prosentase perkara yang diputus kurang
dari 5 (lima) bulan menjadi menurun. 98 5. Prosentase perkara yang diminutasi
menjadi meningkat 99,5
6. Prosentase putusan tingkat pertama yang
tidak banding menjadi meningkat. 98
Peningkatan tertib administrasi perkara pada Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase berkas yang diajukan secara
lengkap dapat terpenuhi. 100 2. Prosentase berkas yang diregister dan
siap didistribusikan ke Majelis dapat terpenuhi.
100 02 3. Prosentase pengiriman berkas banding,
kasasi dan PK yang dikirim ke
Pengadilan Tingkat Banding dan Kasasi tepat waktu.
100 4. Prosentase ketepatan laporan perkara
yang dibuat tepat waktu. 100 5. Prosentase berkas perkara yang masuk
box arsip 99,5 Peningkatan kualitas pengawasan pada Peradilan Agama Polewali.
1. Prosentase pengaduan yang ditindaklanjuti
dapat meningkat. 100
2. Prosentase pelaksanaan pengawasan
sesuai perencanaan. 100
03 3. Prosentase temuan yang ditindaklanjuti
tepat waktu. 100
4. Prosentase pelaksanaan sistem pengendalian internal dapat dilaksanakan.
100 Peningkatan
aksesibilitas masyarakat
- prosentase putusan tingkat pertama
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 15 04 terhadap Peradilan Agama Polewali (acces to justice) 05 Peningkatan kualitas SDM pada Peradilan Agama Polewali.
1. Prosentase Pembinaan Teknis Yustisial.
100 2. Prosentase Pembinaan Teknis Non
Yustisial. 100 Peningkatan dukungan manajemen dalam pelaksanaan tupoksi Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran layanan perkantoran dalam satu tahun anggaran.
100 06 2. Prosentase ketepatan penyelesaian
laporan keuangan. 100
3. Prosentase ketepatan pelayanan administrasi kepegawaian yang dilaksanakan.
100 4. Prosentase ketepatan penyelesaian
laporan BMN. 100 07 Peningkatan sarana prasarana dalam menunjang pelaksanaan tupoksi Pengadilan Agama Polewali.
- prosentase realisasi pelaksanaan anggaran pengadaan dalam satu tahun
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 16
C. PENETAPAN KINERJA 2015
Berdasarkan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, kemudian Menteri Negara PAN segeramenindaklanjuti dengan diterbitkannya Surat Edaran Menteri Negara PAN Nomor: SE/31/M.PAN/12/2004 tentang Penetapan Kinerja. Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.
Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk: 1. Meningkatkan akuntabilitas organisasi;
2. Transparansi, dan kinerja aparatur;
3. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah;
4. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi;
5. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; dan 6. Sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.
Pengadilan Agama Polewali telah membuat penetapan kinerja tahun 2015 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsi yang ada. Penetapan kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2015.
Penetapan kinerja Pengadilan Agama Polewali tahun 2015 disusun berdasarkan pada Evaluasi Rencana Kinerja Tahun 2015 / Lakip 2014 yang telah ditetapkan sehingga secara substansial Penetapan Kinerja Tahun 2015 tidak ada perbedaan dengan Rencana Kinerja Tahun 2015. Ringkasan Penetapan Kinerja Tahun 2015 selengkapnya sebagai berikut :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 17
PENETAPAN KINERJA TAHUNAN 2015
PENGADILAN AGAMA POLEWALINO. SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA TARGET
1. Peningkatan kinerja penyelesaian perkara pada Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase Mediasi Yang di selesaikan
5%
2. Prosentase sisa perkara yang diselesaikan menjadi meningkat
3. Prosentase perkara yang diselesaikan menjadi meningkat
4. Prosentase perkara yang diputus kurang dari 6 (enam) bulan menjadi menurun
5. Prosentase perkara yang diminutasi menjadi meningkat
6. Prosentase putusan tingkat pertama yang tidak banding menjadi meningkat. 100% 96% 98% 99,5% 98% 2. Peningkatan tertib administrasi perkara pada Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase berkas yang diajukan secara lengkap dan terpenuhi
100%
2. Prosentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 18
3. Prosentase pengiriman berkas banding, kasasi dan PK yang dikirim ke Pengadilan Tingkat Banding dan Kasasi tepat waktu
100%
4. Prosentase ketepatan laporan perkara yang dibuat tepat waktu
100%
5. Prosentase berkas perkara yang
masuk box arsip. 99,5%
3. Peningkatan kualitas pengawasan pada Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase pengaduan yang ditindak lanjuti dapat meningkat
100%
2. Prosentase pelaksanaan pengawasan sesuai perencanaan
100%
3. Prosentase temuan yang ditindak lanjuti tepat waktu
4. Prosentase pelaksanaan system pengendalian internal dapat dilaksanakan 100% 100% 4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap Pengadilan Agama Polewali (acces to justice)
-Prosentase putusan Pengadilan Tingkat Pertama yang
dipublikasikan menjadi meningkat 99,5%
5. Peningkatan kualitas SDM pada Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase pembinaan teknis yustisial
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah PA.Polewali Tahun 2014| 19
2. Prosentase pembinaan teknis non yustisial 100% 6. Peningkatan dukungan manajemen dalam pelaksanaan tupoksi Pengadilan Agama Polewali
1. Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran dalam satu tahun
anggaran 100%
2. Prosentase ketepatan penyelesaian laporan keuangan
100%
3. Prosentase ketepatan pelayanan administrasi kepegawaian yang
dilaksanakan 100%
4. Prosentase ketepatan penyelesaian laporan BMN
100%
7. Peningkatan Sarana dan Prasarana dalam menunjang
pelaksanaan tupoksi Pengadilan Agama Polewali
Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran pengadaan dalam satu
tahun anggaran 100%
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 23
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran Kinerja Tahun 2014
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Rincian capaian kinerja masing-masing-masing-masing indikator tersebut dapat digambarkan dalam tabel di bawah.
MENINGKATNYA PENYELESAIAN PERKARA
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Meningkatnya penyelesaian perkara
Prosentase Mediasi yang diselesaikan
4% 69 6,8%
Prosentase sisa perkara yang diselesaikan
100% 48 100
% Prosentase perkara yang
diselesaikan 95% 1012
95.4 % Prosentase perkara yang
diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 24
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
PENINGKATAN AKSEBILITAS PUTUSAN HAKIM
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Peningkatan Aksebilitas Putusan Hakim
Prosentase Perkara yang tidak mengajukan upaya
hukum :
- Banding 99% 11 99%
- Kasasi 99% 5 99%
- Peninjauan Kembali 100% - 100
%
PENINGKATAN EFEKTIFITAS PENGELOLAAN PENYELESAIAN PERKARA
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian
perkara
Prosentase berkas yang diajukan kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap
100% 5 90%
Prosentase berkas yang diregister dan siap
didistribusikan ke majelis 100% 1007 100%
Ratio majelis hakim
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 25
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
Prosentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak (prosentase akta cerai yang diserahkan penggugat/pemohon)
100% 369 95%
Prosentase penyitaan
tepat waktu dan tempat 100% - 100%
PENINGKATAN AKSEBILITAS MASYARAKAT TERHADAP PERADILAN (ACCES TO JUSTICE)
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap
peradilan (acces to justice)
Prosentase perkara prodeo yang
diselesaikan 100% 7 100%
Prosentase perkara yang dapat diselesaikan dengan cara sidang keliling
99% 132 100%
Prosentase (amar) putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses secara online dalam waktu
maksimal 1 hari kerja sejak putus
50% - 0%
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 26
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
MENINGKATNYA KEPATUHAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan
Prosentase permohonan eksekusi atas putusan perkara berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti
100% 7 100%
MENINGKATNYA KUALITAS PENGAWASAN
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Meningkatnya kualitas pengawasan
Prosentase pengaduan masyarakat
yang ditindaklanjuti 100% - 100%
Prosentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 27
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
TERCAPAINYA TUGAS POKOK APARATUR PERADILAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5 Tercapainya tugas pokok aparatur peradilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
Tersedianya Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Tekhnis Lainnya Mahkamah Agung
100% 3.388.964.824, 100% Pembayaran Gaji dan Tunjangan 100% 2.894.574.175, 100%
Penyelenggaraan Operasional dan
Pemeliharaan Perkantoran 100% 494.390.649 100% Honor Operasional Satuan
kerja 100% 72.000.000,- 100%
Perawatan Rumah Dinas 100% 4.400.000,- 100%
Perawatan Inventaris Kantor 100% 8.225.000,- 100%
Langganan Daya dan Jasa 100% 49.763.808,- 100% Operasional Perkantoran dan
Pimpinan 100% 109.595.000,- 100%
Poliklinik / Obat-obatan 100% 6.200.000,- 100%
Pakaian Dinas Pegawai 100% 21.060.000, 100% Pakaian
Supir/Pramubakti/Satpam 100% 2.440.000,- 100%
Rapat 100% 10.600.000,- 100%
Pembinaan dan Konsultasi 100% 117.919.750,- 100%
Perawatan Gedung kantor 100% 32.600.000,- 100%
Penyelenggaraan
Perpustakaan/Kearsipan dan Dokumentasi
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 28
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
Pertemuan jamuan tamu
100% 11.599.900,- 100%
Perawatan Kendaraan Dinas
100% 42.199.191,- 99% Jasa Pengiriman Surat 100% 1.800.000,- 100% Prosentase Penyediaan Sarana dan Prasarana
yang Mendukung Penyelenggaraan Peradilan 100% 196.000.000 100% Pengadaan kendaraan Dinas
Roda 4 100% 196.000.000 100%
Pelaporan Barang Milik Negara 15 item 15 item 100% Penerbitan Daftar Barang Ruangan 18 DBR 18 DBR 100% Terselenggaranya pembinaan dan
pengawasan
4 kegiatan
4
kegiatan 100%
Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian sasaran strategis berikut indikator kinerjanya, namun demikian juga terdapat beberapa sasaran strategis yang tidak berhasil diwujudkan pada tahun 2014. Terhadap sasaran maupun target indikator kinerja yang tidak berhasil diwujudkan tersebut, Pengadilan Agama Polewali telah melakukan beberapa analisis dan evaluasi agar terdapat perbaikan penanganan di masa mendatang. Analisis capaian kinerja tersebut selengkapnya tertuang pada bagian berikut ini.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 29
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
B. Analisa Akuntabilitas Kinerja
Analisa akuntabilitas kinerja diperoleh dengan cara mengukur pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan pengungkapan dan penyajian dari hasil pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja dilaksanakan untuk mengukur berhasil atau tidaknya pelaksanaan kegiatan berdasarkan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Pengadilan Agama Polewali. Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis dan selanjutnya membandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (2013-2014) untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan dalam rangka mencapai Rencana Strategis lima tahunan (2010-2014).
Adapun sasaran strategis yang hendak dicapai pada Pengadilan Agama Polewali pada 5 (lima) tahun mendatang dan progress report pada Tahun 2014 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya penyelesaian perkara 2. Peningkatan aksebilitas putusan hakim
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 30
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
Meningkatnya penyelesaian perkara
Tahun 2014, Sasaran 1 Pengadilan Agama Polewali pada penyelesaian perkara sebagai TUPOKSI utama peradilan dalam rangka implementasi kekuasaan kehakiman sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945, diperkuat dengan Program Prioritas Ditjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI hasil dari cetak biru Mahkamah Agung 2010-2035 dan Tema Rakernas Manado serta Rencana Strategi PTA Makassar.
Hasil evaluasi dari sasaran ini, dengan 4 (empat) indikator kinerja diperoleh angka rata-rata sebesar 75,6%, bahkan pada sasaran prosentase mediasi yang diselesaikan telah mencapai 6,8% sementara hanya ditargetkan 4 %.
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008, telah menjadi Program Prioritas Peradilan, tidak terlepas untuk Peradilan Agama sebagaimana Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung dalam beberapa pertemuannya selalu menggaungkan kata-kata “damai” sebagai program utama penyelesaian perkara.
Para pihak diajak untuk mencari solusi persoalan diantara mereka hingga mencapai kata sepakat (win-win solution).
Disini diupayakan pemahaman penyelesaian sengketa melalui penelaahan secara mendalam atas isi Perma No 1 Tahun 2008 atau tujuan diharuskannya proses mediasi. Upaya telah dilakukan oleh Majelis Hakim ataupun mediator untuk agar para pihak yang bersengketa merasa adanya kepuasan diantara mereka manakala mediasi atau perdamaian dapat dilakukan, baik melalui mediasi ataupun perdamaian dalam persidangan, dikarenakan hampir dapat dipastikan ada salah satu pihak (terutama Tergugat/Termohon) menyatakan rasa tidak puas, manakala putusan dijatuhkan oleh pengadilan (bersifat ajudikasi), sehingga langkah mediasi harus menjadi prioritas kinerja peradilan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 31
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
Adapun untuk Tahun 2014 mediasi yang dilakukan oleh hakim mediator cukup banyak yang berhasil diakhiri dengan kata sepakat untuk mencabut perkara dalam persidangan dan manakala mengacu pada hasil Rakernas 2012 di Manado dengan indikator keberhasilan mediasi dapat pula pada keberhasilan kesepakatan pada penyelesaian kumulasi atau rekonpensi, maka pada sasaran I (pertama) dapat ditemukan beberapa perkara yang berhasil dimediasikan pada kumulasi perkara dan pada rekonpensi (gugatan balik).
Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
Pengelolaan penyelesaian perkara terkait erat dengan pelayanan publik itu sendiri, maka kelalaian dalam pengelolaan penyelesaian perkara dapat mengakibatkan pelaksanaan pelayanan publik dapat terganggu, untuk itu aplikasi pengelolaan penyelesaian perkara harus didukung dengan sumber daya manusia yang unggul serta memiliki sarana prasaran yang memadai.
Sasaran ini mutlak ditargetkan setiap tahunnya mencapai 100% terutama menyangkut pencatatan pada buku-buku register yang telah disediakan sebagai kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Dari evaluasi yang dilakukan pada tahun 2013 hingga 2014, pencatatan pada buku register selalu mencapai target yang direncanakan, hal ini dapat dilihat dari indikator kinerja yang telah ditetapkan, diantaranya:
a. Prosentase berkas yang diajukan kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap.
b. Prosentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke majelis. c. Ratio majelis hakim terhadap perkara
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 32
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
Profesionalisme Sumber Daya Manusia sangat menunjang pada pencapaian sasaran ini, karena tertib dan akurasi serta validitas data yang ada mutlak sebagai sumber informasi utama, yang tentu ditunjang dengan kerapihan kerja dari pemegang administrasi perkara tersebut.
Peran Panitera/Sekretaris sangat menentukan dalam mengatur keberlangsungan Sasaran di Pengadilan Agama Polewali, diantaranya pada:
1. Pemegang buku induk perkara dibagi menjadi dua bagian;
2. Pemegang keuangan perkara terdiri dari 2 kelompok, yaitu pengelola biaya ATK dan panjar lainnya;
3. Adanya penunjukkan koordinator khusus pengelola keuangan perkara; 4. Pemegang buku induk terpisah dengan pemegang buku jurnal;
Adapun kesulitan yang dihadapi, diantaranya:
1. Pemegang buku induk perkara dirangkap oleh tenaga fungsional Panitera Pengganti;
2. Pemegang buku induk keuangan dan buku jurnal yang masih dirangkap oleh tenaga fungsional Panitera Pengganti;
3. Penulisan register masih dilakukan oleh tenaga honorer karena kurangnya SDM dan sulitnya menemukan kader penulisan register yang memiliki kemampuan tulisan rapi;
4. Penerbitan akta cerai yang belum sesuai dengan SOP atau belum sesuai dengan ketentuan Pasal 84 (4) UU No. 7 Tahun 1989, sehingga masih perlunya pembinaan SDM;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 33
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
PENINGKATAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT TERHADAP PERADILAN (acces to justice)
Adapun untuk sasaran ini, ada 3 (tiga) Indikator Kinerja yang ditetapkan, diantaranya:
1. Prosentase perkara prodeo yang diselesaikan
2. Prosentase perkara yang dapat diselesaikan dengan cara Sidang Keliling;
3. Prosentase (amar) putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak putus.
Adapun hasil evaluasi dari sasaran ini, Pengadilan Agama Polewali pada tahun 2013 mencapai rata-rata 1005 dari target yang direncanakan.
Pelaksanaan “ acces to justice ” yang digulirkan Ditjen Badilag salah satunya adalah pemberian pelayanan Cuma-Cuma atau prodeo. Untuk tahun 2014, Pengadilan Agama Polewali mendapatkan anggaran untuk 7 perkara prodeo sebesar Rp. 2.100.000,-. Dan untuk realisasinya dapat tercapai sebesar 100% atau 7 perkara.
Kemudian indikator yang lain adalah penyelesaian perkara dengan cara Pelaksanaan Sidang keliling, dimana sidang keliling merupakan salah satu bentuk upaya peningkatan pelayanan kepada publik yang dirasakan sulit mengakses peradilan. Dengan cara ini, masyarakat pencari keadilan bisa terbantu dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapinya.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 34
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
Peningkatan Kualitas Pengawasan
Sasaran ini difokuskan pada peningkatan tindak lanjut dari hasil pengawasan (temuan), khususnya pengawasan internal pada Pengadilan Agama Polewali yang dilaksanakan oleh unsur pimpinan dan hakim pengawas bidang yang telah ditetapkan dengan surat keputusan dan pengawasan yang dilakukan oleh Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama Makassar.
Untuk sasaran ke enam ini, Pengadilan Agama Polewali menetapkan dua indikator kinerja, yaitu :
1. Prosentase pengaduan yang ditindak lanjuti
2. Prosentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti
Meskipun kegiatan-kegiatan yang dijadikan sebagai indikator kinerja tetap dilaksanakan, namun belum sepenuhnya menyentuh esensi pelayanan publik itu sendiri, sehingga komponen untuk sasaran ini mutlak ditambah untuk diperbaharui seiring dengan perkembangan kinerja peradilan yang terus menerus diawasi oleh pimpinan maupun oleh publik dalam rangka memenuhi rasa keadilan masyarakat itu sendiri.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 35
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
BAB IV
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Laporan akuntabilitas kinerja Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014 dapat memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja, di bidang pelayanan publik yang menyangkut pelaksanaan kekuasaan kehakiman.
Laporan akuntabilitas ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas Pengadilan Agama Polewali dalam melaksanakan berbagai kewajiban pembangunannya, khususnya dalam kapasitasnya sebagai lembaga yudikatif. Sangat disadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dalam menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya masyarakat dan berbagai pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil kinerja dan pelayanan publik yang telah dilakukan oleh aparatur Pengadilan Agama Polewali untuk Tahun 2014.
Di masa mendatang Pengadilan Agama Polewali masih perlu melakukan berbagai langkah untuk lebih menyempurnakan pelaporan ini agar terwujud transparansi dan akuntabilitas yang kita ingin wujudkan bersama.
Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi sebagai implementasi cetak biru Mahkamah Agung RI jilid II. Pengadilan Agama Polewali sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman di daerah telah berusaha dengan berbagai upaya agar terwujud lembaga peradilan yang efektif, efisien, bersih serta berorientasi kepada rasa keadilan masyarakat.
Belum seluruh upaya tersebut mencapai hasil sesuai dengan harapan, namun setidaknya upaya berkelanjutan tetap akan dilakukan oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Polewali dalam mewujudkan reformasi birokrasi ini melalui penyusunan birokrasi yang efektif, ketatalaksanaan yang efisien,
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 36
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
ketersediaan SDM aparatur yang profesional, peningkatan akuntabilitas, penerapan sistem pengawasan yang integral, penerapan budaya kerja dan pada akhirnya mampu mewujudkan pelayanan publik yang sesuai dengan harapan masyarakat.
Dalam upaya tersebut, maka pada tahun mendatang Pengadilan Agama Polewali akan melakukan berbagai langkah koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah terkait untuk mensinergikan dan mengharmoniskan berbagai kebijakan yang terkait dengan Program Prioritas Peradilan Agama dalam pelaksanaan Justice For All.
Kiranya LAKIP Tahun 2014 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja dan pula khususnya bagi Pimpinan dan seluruh komponen organisasi Pengadilan Agama Polewali, LAKIP ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan penting dalam penyusunan dan implementasi: Rencana Kerja (Operational Plan), Rencana Kinerja (Performance Plan), Rencana Anggaran (Financial Plan), dan Rencana Strategis (Strategic Plan) pada masa-masa mendatang menuju akhir Rencana Strategis pada Tahun 2014
B. Saran
Pemaparan LAKIP 2014 Pengadilan Agama Polewali berupaya untuk menyajikan semua kinerja yang telah dilakukan sebagai bentuk transparansi akuntabilitas kinerja, sehingga Pengadilan Agama Polewali berharap kajian dan analisa yang dilakukan dapat bermanfaat.
Setelah dilakukan analisa dan kajian atas Rencana Kinerja Tahunan 2014, saran-saran yang dapat diberikan sebagai berikut:
- Sangat penting adanya pelatihan/bintek penyusunan LAKIP, serta perlu adanya kerja sama yang baik antara hakim, kepaniteraan dan kesekretariatan dalam menyusun LAKIP, sehingga ke depan tersusunlah LAKIP yang benar-benar
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 37
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
mencerminkan capaian kinerja pada suatu satker, tidak hanya sekedar memenuhi kewajiban pelaporan.
- Seluruh personil sebuah organisasi dioptimalkan untuk mengetahui sasaran yang telah ditetapkan sebagai perwujudan komitmen dalam melaksanakan kinerja dalam satu tahun anggaran
- Penerapan fungsi kontrol lebih dioptmalkan secara periodik, agar keberjalanan rencana organisasi dapat ditempuh dengan upaya maksimal
- Optimalisasi pengawasan yang lebih difokuskan pada capaian indikator kinerja utama sebagai bahan untuk beberapa kepentingan organisasi, diantaranya: a. Perencanaan jangka menengah
b. Perencanaan tahunan
c. Penyusunan dokumen penetapan kinerja d. Pelaporan akuntabilitas kinerja
e. Evaluasi kinerja instansi/organisasi
f. Pemantauan dan pengendalian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan-kegiatan.
- Program Prioritas instansi peradilan, khususnya Peradilan Agama lebih difokuskan pada beberapa item, diantaranya:
a. Penataan dan penguatan organisasi dalam penyelesaian perkara
b. Penataan tata laksana, dalam bidang pengelolaan website, implementasi SIADPA-Plus
c. Penataan manajemen SDM aparatur, dalam bidang pelayanan publik dan meja informasi
d. Penguatan pengawasan intern, diantaranya pengawasan justice for all e. Penguatan akuntabilitas kinerja, diantaranya penguatan supporting unit
instansi
f. Mekanisme monitoring g. Evaluasi dan pelaporan
h. Manajemen perubahan serta penataan peraturan-peraturan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi peradilan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Polewali Tahun 2014| 38
Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Polewali
- Keberhasilan pelaksanaan pencapaian sasaran sebagai modal awal untuk melangkah lebih baik dalam mencapai visi dan misi peradilan yang ditetapkan Mahkamah Agung, sedangkan kegagalan pencapaian sasaran sebagai bahan perencanaan kinerja lanjutan bagi instansi untuk melakukan penataan dan pengaturan manajemen organisasi menuju visi dan misi organisasi.