8 BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Umum 2.1.1 Komunikasi
Menurut Weaver (1949), “Communication is all of the procedures by which one mind can affect another” yang juga berarti bahwa komunikasi merupakan prosedur untuk mempengaruhi orang lain dengan satu pemikiran. Mendukung defenisi tersebut, menurut Hovland, Janis, dan Kelley (1953), “Communication is the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal) to modify the behaviour of the other individuals (the audience)”. Defenisi tersebut menjelaskan bahwa komunikasi merupakan proses dimana individu mengirim pesan untuk mengubah perilaku individu lainnya (Miller, 2005:3).
Menurut Broom, “Communication is a reciprocal process of exchanging signals to inform, persuade, or instruct, based on shared meaning and conditioned by the communicator’s relationship and sosial context” (Broom, 2009:207). Defenisi Broom menjelaskan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi memiliki tujuan untuk menginformasi, mempengaruhi, dan mengintruksikan yang didasarkan pada kondisi dan makna atas hubungan komunikator dan konteks sosial.
Berbagai defenisi-defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan proses pertukaran pesan yang memiliki tujuan tertentu antara individu yang satu dengan individu yang lain baik informasi, persuasif, ataupun intruksi.
Komunikasi informasi biasanya dilakukan dengan tujuan untuk menginformasi sehingga penerima memberikan perhatian terhadap komunikator dan meningkatkan pengetahuan penerima. Komunikasi persuasif dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi dan memotivasi agar publik atau penerima mengubah kepercayaan, nilai, dan perilaku sehingga sesuai dengan yang diinginkan oleh komunikator.
PT Konsep Dot Net merupakan perusahaan bisnis, dimana penting bagi perusahaan untuk terus melakukan komunikasi terhadap publik perusahaan agar dapat berkembang dan bertahan diantara competitor. PT Konsep Dot Net biasanya melakukan komunikasi persuasif untuk mengajak klien untuk bekerja sama dengan perusahaan. Selain komunikasi persuasif, perusahaan juga melakukan komunikasi untuk memberikan informasi secara lengkap melalui media-media yang ada. Komunikasi intruksi biasanya dilakukan dalam internal perusahaan dan digunakan untuk menghasilkan produk serta layanan yang berkualitas. Sehingga dapat dikatakan bahwa komunikasi dilakukan oleh PT Konsep Dot Net setiap harinya baik untuk berkomunikasi dengan publik internal maupun external.
Element of the communication yang didasarkan pada model komunikasi Schramm:
1. Source (sumber)
Proses komunikasi dimulai dari sumber (source) yang merupakan individu ataupun kelompok yang memiliki ide, gagasan, atau pikiran. Sumber akan mengirimkan pesan ide dan gagasan kepada penerima. Menurut Anderson, sumber harus memiliki status, kehandalan, dan keahlian untuk mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Kredibilitas sumber tidak secara keluruhan mempengaruhi terhadap komunikasi, tetapi juga dipengaruhi oleh situasi penerima (Morissan, 2010: 44-45).
2. Encoding
Menurut Dominick, encoding merupakan kegiatan yang dilakukan sumber untuk menerjemahkan pikiran, ide atau gagasan ke dalam bentuk pesan yang dapat diterima oleh indra (Morissan, 2010: 45). Menurut Schramm, encoding merupakan proses menyandi-balik tanda-tanda atau pesan yang ada secara konstan (Mulyana, 2007:153)
3. Message (pesan)
Pesan adalah kata-kata yang diucapkan atau pun tulisan yang ditulis yang berisi ide, pikiran atau gagasan. Menurut Dominick, pesan adalah bentuk yang fisik dari encoding (Morissan, 2010: 46).
4. Channel (Saluran)
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan untuk sampai ke penerima. Contoh saluran adalah gelombang radio (media radio), gelombang suara (komunikasi secara tatap muka), dan lain-lain (Morissan, 2010:47).
5. Decoding
Decoding berlawanan dengan encoding. Decoding menurut Dominick adalah kegiatan menerjemahkan atau menginterpretasikan pesan-pesan fisik ke dalam bentuk yang memiliki arti bagi penerima (Morissan, 2010: 48). Menurut Schramm, decoding merupakan menafsirkan tanda-tanda atau pesan-pesan yang dikirimkan (Mulyana, 2007:153).
6. Receiver (penerima)
Penerima adalah sasaran atau target dari pesan yang dikirim oleh sumber. Pada komunikasi massa, penerima pesan disebut dengan audience. Penerima dapat berupa individu, kelompok, lembaga, atau sekumpulan manusia yang tidak saling mengenal atau berkaitan (Morissan, 2010: 48-49)
7. Feedback (umpan balik)
Umpan balik atau feedback adalah tanggapan atau respon dari penerima pesan atas pesan yang disampaikan oleh sumber. Umpan balik dapat timbul seketika apabila penerima memberikan reaksi langsung terhadap pesan. Tetapi ada umpan balik yang membutuhkan proses dan waktu karena beberapa alasan tertentu (Morissan, 2010: 50-51). Umpan balik memainkan peran yang penting dalam proses komunikasi, karena sumber dapat mengetahui bagaimana pesan ditafsirkan. Umpan balik dapat berbentuk gestures seperti gelengan kepala, anggukan, menguap; serta dapat juga berbentuk tulisan maupun ucapan (Mulyana, 2007: 153-154).
8. Noise (gangguan)
Gangguan adalah segala sesuatu yang dapat mengintervensi proses pengiriman pesan. Beberapa jenis gangguan: gangguan semantis (kata-kata yang memiliki banyak arti), gangguan mekanis (gangguan pada alat yang digunakan untuk komunikasi), gangguan lingkungan (gangguan yang ada pada lingkungan dan diluar unsur komunikasi) (Morissan, 2010:53-54).
Gambar yang menjelaskan model proses komunikasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 2.1 Model Proses Komunikasi Sumber: Morissan, 2010: 52
Pada proses komunikasi persuasif yang dilakukan PT Konsep Dot Net, public relations bertugas sebagai sumber yang mempersiapkan pesan-pesan dan menerjemahkan pesan-pesan kedalam kata-kata yang dapat dimengerti oleh publik. Salah satu publik dalam proses komunikasi persuasif adalah klien yang menjadi penerima pesan. Klien akan menerima pesan dan menafsirkan pesan yang dikirimkan oleh public relations dan jika klien mengerti pesan yang dikirimkan maka klien akan memberikan umpan balik kepada perusahaan. Pesan dapat dikirimkan biasanya berkaitan dengan layanan yang diberikan dan produk yang dihasil. Public relations menggunakan berbagai saluran untuk mengirimkan pesan-pesan tersebut seperti flyer, telepon, email, website, dan lain-lain.
Terdapat beberapa faktor-faktor yang menghambat komunikasi:
1. Hambatan sosio-antro, psikologis
a. Hambatan sosiologis merupakan gangguan yang menyangkut dengan lapisan sosial masyarakat yang dimiliki oleh individu sehingga mempengaruhi berlangsungnya komunikasi. Hambatan sosiologis terjadi karena adanya perbedaan status sosial, agama, tingkat pendidikan, dan lain-lain.
b. Hambatan antropologis merupakan gangguan yang menyangkut pada gaya hidup, norma, warna kulit, kebudayaan yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi yang dilakukan oleh komunikator
c. Hambatan psikologis merupakan faktor psikologi yang menjadi gangguan dan mempengaruhi proses berlangsungnya komunikasi yang dilakukan. Faktor-faktor psikologi seperti kondisi saat marah, sedang, stress, kecewa, dan lain-lain.
2. Hambatan semantis
Hambatan semantis menyangkut dengan bahasa yang digunakan komunikator dalam menyalurkan pemikiran, ide, gagasan ke komunikan. Hambatan semantis terjadi ketika komunikator salah mengucapkan atau menulis sehingga menyebabkan salah pengertian dan kemudian menyebabkan misscommunication.
3. Hambatan mekanis
Hambatan mekanis terjadi akibat gangguan media yang digunakan untuk melakukan komunikasi. Contoh hambatan mekanis adalah suara di telepon yang berisik akibat gelombang yang tidak bagus, huruf yang buram pada surat, dan lain-lain.
4. Hambatan ekologis
Hambatan ekologis merupakan hambatan yang terjadi akibat gangguan lingkungan dan mempengaruhi komunikasi yang berlangsung. Contoh hambatan ekologis adalah suara kebisingan lalu lintas, suara petir, suara orang berbicara, dan lain-lain (Effendy, 2008:11-16).
Komunikasi yang dilakukan selalu mengalami beberapa hambatan. Hambatan tersebut terkadang menimbulkan misscommunication sehingga terjadi masalah-masalah yang akan membentuk citra negatif bagi perusahaan. Hambatan juga terkadang terjadi pada komunikasi yang dilakukan PT Konsep Dot Net. Hambatan yang sering adalah hambatan antro-sosio-psiko (perbedaan konsep antara klien dan perusahaan), semantis (missunderstanding) dan hambatan mekanis (media komunikasi yang kurang lancar). Sehingga public relations dituntut untuk menghadapi hambatan yang ada agar dapat mempertahankan citra.
2.1.2 Public Relations
Public relations adalah unit departemen yang bertugas untuk mengelola komunikasi dan publicity dengan setiap publik baik internal maupun external yang berhubungan dengan perusahaan. Komunikasi yang dilakukan oleh public relations melalui berbagai media sesuai dengan strategi komunikasi yang telah direncanakan dengan matang. Setiap media harus konsisten dan jelas agar dapat mempengaruhi dan mengubah pemikiran publik sehingga citra yang dituju dapat tercapai. Public relations harus melakukan monitoring aksi dan opini yang terbentuk dari setiap publik selama komunikasi dilakukan. Sehingga public relations telah menyiapkan
diri dalam mengatasi masalah perubahaan sikap, opini, ataupun terjadi krisis pada perusahaan (Clow and Baack, 2007:372-374).
Menurut Cutlip, Centre, dan Broom (2000), “Public relations adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terciptanya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan, kerja sama antara organisasi dan berbagai publiknya”. Menurut Griswold (Wilcox,dkk. 2006),
“Public relations adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi publik, memperkenalkan publik, memperkenalkan berbagai kebijakan dan prosedur dari suatu individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan membuat perencanaan, serta melaksanakan suatu program kerja dalam upaya memperoleh pengertian dan pengakuan politik” (Ardianto, 2011:8-9).
Berbagai defenisi yang ada maka dapat disimpulkan bahwa public relations merupakan bagian dari manajemen yang berfungsi untuk perencanaan strategi dan melakukan komunikasi dengan berbagai publik untuk memperoleh citra dan goodwill. PT Konsep Dot Net membentuk public relations untuk membantu marketing dalam melakukan komunikasi dan juga pemasaran produk. Public relations pada PT Konsep Dot Net bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan strategi komunikasi agar dapat membangun hubungan dengan publik dan juga mempertahankan citra yang telah dibentuk selama ini.
Peran public relations diantaranya: merencanakan strategi pemasaran, mempersiapkan media-media yang digunakan untuk strategi pemasaran, mempersiapkan presentasi produk, menjalin hubungan dengan para stakeholder (Rangkuti, 2004:3-4). Beberapa peran lain dari public relations, yaitu:
1. Media Relation
2. Internal Communication 3. Social Media
4. Community Engagement
6. Stakeholder Relations 7. Sponsorship
8. Event Management 9. Issue Management 10. Crisis Communication
11. Government Relations and Lobbying 12. International Communication
13. Website development (Harrison, 2011:6).
Public relations dalam PT Konsep memiliki beberapa peran. Public relations betugas untuk membantu marketing dalam merencanakan strategi komunikasi pemasaran yang akan dilaksanakan. Selain itu, public relations juga bertugas untuk mempersiapkan media komunikasi secara lengkap seperti mempersiapkan portfolio dan mengembangkan website yang ada.
Beberapa fungsi public relations, yaitu:
1. Membuat image tentang perusahaan dan produk
2. Memberikan informasi yang akurat dan dapat dimengerti kepada publik 3. Menciptakan ketertarikan publik terhadap perusahaan
4. Membentuk penerimaan publik terhadap perusahaan terutama saat terjadi krisis 5. Meraih simpati dari publik (Hermawan, 2012:155)
PT Konsep Dot Net membentuk public relations untuk mempersiapkan informasi yang akan digunakan dan dikirimkan ke publik. Public relations berfungsi untuk mempertahankan citra yang ada dan meningkatkan ketertarikan publik terhadap perusahaan.
Menurut Cutlip, Center dan Broom, publik relations dalam melaksanakan program-programnya, memiliki 4 langkah:
1. Menentukan masalah
Langkah pertama adalah menganalisis situasi dengan mengumpulkan berbagai informasi terutama tentang pendapat, sikap dan perilaku publik.
2. Perencanaan atau Programming
Langkah kedua adalah menyusun program, tujuan, tindakan, dan strategi komunikasi yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah dengan dasar pijakan adalah informasi yang didapat dalam langkah pertama
3. Melakukan komunikasi
Langkah ketiga mencakup kegiatan melaksanakan tindakan dan melakukan komunikasi yang telah direncanakan agar mencapai tujuan.
4. Evaluasi Program
Langkah terakhir adalah mencakup penilaian atau evaluasi atas persiapan, pelaksanaan, dan hasil-hasil program sehingga mengetahui apakah tujuan telah tercapai atau belum tercapai (Morissan, 2010:108-109).
Setiap program yang dilakukan oleh PT Konsep Dot Net perlu direncanakan dan dievaluasi dalam pelaksanaannya agar setiap komunikasi dapat efektif dan efesien. Beberapa program yang dilakukan oleh PT Konsep Dot Net adalah program kerjasama, program dalam event marketing, dan juga program dalam pembentukan partnership.
2.1.3 Strategi
Para ahli mengemukakan beberapa defenisi strategi. Chandler (1962) mengemukakan “Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya”. Sedangkan menurut Porter (1985) mengemukakan “Strategi merupakan alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing”. Menurut Hamel dan Prahalad (1995), “Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan” (Rangkuti, 2004:3-4). Berbagai defenisi tersebut dapat disimpulkan strategi merupakan alat yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan unggul dalam bersaing pada jangka waktu panjang yang dimana selalu memprioritaskan apa yang menjadi keinginan dari publik perusahaan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Strategi dipersiapkan oleh public relations PT Konsep Dot Net dalam bentuk strategi komunikasi. Strategi komunikasi direncanakan oleh public relations untuk memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan maximal dan efektif. Strategi dibuat untuk mencapai tujuan PT Konsep Dot Net yaitu mampu membangun hubungan dengan para klien dan juga klien akan selalu kembali untuk bekerja sama dengan PT Konsep Dot Net.
Cutlip, Center, dan Broom (2000) memperkenal istilah 7-Cs PR Communications yang membantu pelaksanaan strategi public relations dalam melakukan komunikasi, yaitu:
1. Credibility (Kredibilitas)
Komunikator dalam melakukan komunikasi harus menciptakan suasana saling percaya agar menimbulkan respect dan keyakinan dari publik.
2. Contex (Konteks)
Komunikasi yang dilakukan harus berhubungan dengan lingkungan kehidupan sosial sehingga pesan harus disampaikan secara jelas dan sikap partisipatif yang dibutuhkan.
3. Content (Isi)
Pesan yang dikomunikasikan harus menyangkut dengan kepentingan orang banyak sehingga dapat diterima publik sebagai informasi yang memberikan manfaat.
4. Clarity (Kejelasan)
Pesan harus disusun dengan kata-kata yang dapat dimengerti dan jelas oleh sumber dan penerima, sehingga sumber dan penerima memiliki pengertian yang sama terhadap pesan.
5. Continuity and Consistency (kontinuitas dan konsistensi)
Komunikasi merupakan proses yang tidak pernah berakhir dan harus dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang agar pesan komunikasi memiliki efek sesuai dengan yang diinginkan.
6. Channels (Saluran)
Pesan yang dikomunikasi harus menggunakan saluran yang tepat agar memiliki efek. Public relations harus menggunakan saluran yang tepat dan sesuai dengan target audience karena setiap saluran memiliki efek yang berbeda.
7. Capability of the audience (Kapabilitas Khalayak)
Komunikasi yang dilakukan harus mempertimbangkan kemampuan dari target sasaran agar komunikasi menjadi efektif. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah kemampuan membaca, tingkat pengetahuan, dan lain-lain (Ruslan, 2012:122-123).
Setiap bagian dalam PT Konsep Dot Net harus memiliki rencana yang matang dalam tindakannya. Hal ini juga dilakukan oleh bagian public relations, dimana dalam strategi yang dibuat, public relations perlu memastikan bahwa strategi tersebut memiliki credibility, sesuai dengan contex lingkungan penerima, content pesan yang dikirimkan dapat memberikan manfaat, pesan juga harus clarity atau jelas, komunikasi yang dilakukan consistency dan continuity, pesan dikirim melalui saluran yang tepat dan menyesuaikan kemampuan dari penerima. Public relations perlu memastikan semua hal-hal tersebut agar tujuan PT Konsep Dot Net dapat tercapai.
2.2 Teori Khusus 2.2.1 Citra
Citra merupakan komponen atau nilai unik yang dimiliki oleh perusahaan untuk membedakan diri dengan para pesaing. Komponen dari citra adalah persepsi
dari publik tertentu (klien, media, partner, dan lain-lain) tentang keunggulan dan kemampuan layanan yang diberikan oleh perusahaan (Clow dan Baack, 2007:30). Komunikasi yang dilakukan oleh public relations perusahaan, digunakan untuk meningkatkan citra. Citra dipengaruhi oleh persepsi konsumen atas komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan (Hudiyanto dkk, 2009:47). Citra terdiri atas 2 element:
1. Tangible element
a. Barang dan jasa yang dijual b. Outlet yang menjual produk c. Pabrik untuk produksi
d. Advertising, Promotion, dan bentuk komunikasi lainnya e. Nama dan logo perusahaan
f. Label dan paket g. Karyawan 2. Intangible element
a. Perusahaan dan kebijakannya b. Ideal dan kepercayaan perusahaan c. Budaya negara dan lokasi perusahaan d. Laporan media(Clow dan Baack, 2007: 31)
Menurut pakar PR dari Inggris, Jefkins, “citra adalah kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalaman”. Citra merupakan kesan yang dibuat dengan sengaja oleh perusahaan sehingga publik memiliki perasaan dan gambaran diri terhadap perusahaan (Ardianto, 2011:62). Berbagai defenisi-defenisi tersebut disimpulkan bahwa citra merupakan pandangan atau kesan publik terhadap perusahaan yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan dan dibuat oleh perusahaan dengan sengaja. Citra sangat penting bagi perusahaan termasuk PT Konsep Dot Net. PT Konsep Dot Net berusaha keras dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan menghasilkan produk yang berkualitas agar membentuk citra yang baik dan mempertahankan citra tersebut. Citra juga terbentuk dari kemampuan perusahaan terutama public relations untuk berkomunikasi dan kemampuan dalam menghadapi masalah yang ada.
Terdapat beberapa jenis citra:
1. Citra bayangan (mirror image) adalah citra yang dibayangkan oleh pihak manajemen mengenai pandangan luar terhadap perusahaaan
2. Citra yang berlaku (current image) adalah pandangan yang dimiliki oleh pihak luar terhadap perusahaan. Citra ini merupakan kebalikan dari citra bayangan (Ruslan, 2012: 77-78).
3. Citra yang diharapkan (wish image) adalah citra yang diharapkan oleh perusahaan
4. Citra perusahaan (corporate image) adalah citra perusahaan secara keseluruhan 5. Citra majemuk (multiple image) adalah citra yang dimiliki oleh pegawai atau
cabang perusahaan (Ardianto, 2011:63).
PT Konsep Dot Net memberikan pelayanan yang terbaik dan produk yang berkualitas untuk membentuk citra. Parameter dalam mengukur citra yang ada adalah memastikan bahwa citra yang berlaku di publik telah sesuai dengan citra bayangan dan citra yang diharapkan oleh PT Konsep Dot Net. Kesesuaian tersebut dapat membantu memastikan bahwa citra perusahaan dan citra majemuk yang terbentuk juga baik dan positif.
Manfaat citra menurut Siswanto Sutojo:
1. Perusahaan dapat memenangkan kompetisi melalui citra yang ada.
2. Citra dapat menjadi perisai selama terjadi krisis karena masyarakat biasanya dapat memaafkan perusahaan yang memiliki citra yang baik.
3. Citra menjadi daya tarik perusahaan
4. Citra meningkatkan efektivitas strategi pemasaran
PT Konsep Dot Net membentuk citra sehingga dapat menjadi nilai tambahan bagi perusahaan dibandingkan perusahaan lain. Citra juga membantu PT Konsep Dot Net untuk membentuk word of mouth di antara para klien dan membantu dalam komunikasi-komunikasi lain, dimana citra yang baik akan mempertahankan word of mouth yang dibentuk. Dengan mempertahankan word of mouth, mampu membantu perusahaan untuk meningkatkan jumlah klien yang diajak bekerja sama.
2.2.2 Integrated Marketing Communication (IMC)
Menurut Schultz (2004):
“Integrated marketing communication (IMC) is a strategic business process used to plan, develop, execute, and evaluate coordinated, measurable, persuasive brand communications program over time with consumers, customers, prospects, employees, associates, and other targeted relevant external and internal audiences” (Harrison, 2011:631).
IMC merupakan proses strategi bisnis yang digunakan untuk merencanakan, mengembangkan, mengeksekusi dan mengevaluasi yang terkoordinasi, terukur, dan program komunikasi persuasif brand dari waktu ke waktu dengan konsumen, pelanggan, prospek, karyawan, asosiasi, dan target audience lain yang relevan baik eksternal maupun internal.
Menurut Duncan, “IMC merupakan sebuah proses untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pesan merek yang menciptakan hubungan dengan konsumen” (Wenats dkk, 2012:9). Menurut four As (The American Association of Advertising Agency),
“IMC adalah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah dari perencanaan komprehensif yang mengkaji peran strategis masing-masing bentuk komunikasi serta memadukannya untuk meraih kejelasan pesan, konsistensi, dan dampak komunikasi maksimal melalui keterintegrasian pesan” (Hermawan, 2012:52).
Dari ketiga defenisi yang ada disimpulkan IMC merupakan strategi perencanaan yang terkoordinasi dengan baik dan digunakan untuk memahami customer secara keseluruhan sehingga komunikasi yang dilakukan jelas, konsisten, dan maximal.
Beberapa teknik dalam IMC (Harrison, 2011:632):
1. Advertising
Advertising merupakan komunikasi yang dikontrol penuh oleh perusahaan (waktu dan media yang digunakan) dan perusahaan harus membayar untuk melakukan advertising di media massa. Advertising biasanya berisi pesan yang memberikan informasi, mempengaruhi perilaku pembelian dari publik. Advertising dapat dilakukan di media cetak, elektronik, internet, brosur, billboard, dan lain-lain (Harrison, 2011:613). Advertising memiliki peran penting untuk mendapatkan perhatian publik terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan (Hermawan, 2012:72)
2. Personal Selling
Menurut Nickels (1991), personal selling adalah interaksi antarindividu, saling bertatap muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungan dengan pihak lain. Personal selling merupakan komunikasi tatap muka atau langsung antara penjual dengan calon pelanggan untuk membentuk pemahaman terhadap produk dan layanan dengan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan (Hermawan, 2012:107-108).
3. Publicity
Publicity merupakan kegiatan menyebarluaskan informasi tentang kegiatan yang dilakukan perusahaan melalui berbagai media agar dapat diketahui oleh publik (Hermawan, 2012: 158). Publicity biasanya dilakukan tanpa ada bayaran dan publicity sering dilakukan public relations karena publicity mempunyai kredibilitas (Wenats dkk, 2012:6).
4. Sales Promotion
Sales Promotion ditujukan untuk mendorong publik merasakan manfaat produk terlebih dahulu. Sales promotion memiliki 2 bentuk yaitu orientasi konsumen dan orientasi dagang. Orientasi konsumen dapat dilakukan dengan memberikan sample, bonus, undian kepada konsumen yang dapat merangsang keputusan pembelian. Sedangkan orientasi dagang dilakukan dengan memberikan diskon, display, training program kepada retailer agar membantu mempromosikan produk perusahaan kepada konsumen (Kennedy dan Soemanagara, 2006:31-33).
5. Event Marketing
Duncan (2002) mendefenisikan Event marketing is a significant situation or promotional happening that has a central fokus and capture the attenttion and involvement of the target audience, yang menjelaskan bahwa event marketing merupakan event yang penting untuk promosi dan tujuan utamanya merebut perhatian dan mempengaruhi publik sasaran. Event marketing memiliki dampak yang besar karena publik secara langsung terlibat dan menjadi bagian dari event tersebut. Perusahaan melakukan event marketing untuk beberapa tujuan seperti mengikat publik sasaran, mengasosiasikan brand kepada publik, menjangkau publik yang sulit dijangkau, meningkatkan kesadaraan akan brand, dan memperoleh publicity.
Perusahaan dapat melakukan 3 jenis event: membuat event sendiri (Created Event), berpartisipasi dalam event yang ada (Participating Event), dan mensponsori event (Sponsored Event) (Wenats dkk, 2012:134-135).
6. Sponsorship
Menurut Duncan, Sponsorship is the financial support of an organization, person, or activity in exchange for brand publicity and association (Sponsorship adalah pendanaan yang dilakukan organisasi, perorangan atau sebuah aktivitas untuk melakukan kerjasama atau publisitas sebuah brand). Oleh karena itu, sponsorship dapat dikatakan merupakan dukungan financial yang diberikan untuk menyelenggarakan acara. Sponsorship dimaksudkan untuk mendapatkan citra dan goodwill dari para pengunjung acara. Biasanya sponsorship dilakukan untuk event-event yang sesuai produk organisasi atau perusahaan (Wenats dkk, 2012:136-137).
7. Direct Marketing
Menurut Direct Marketing Association, “Direct marketing adalah suatu sistem interaktivitas pemasaran yang menggunakan satu atau lebih media pemasaran untuk menimbulkan efek respon yang terukur dan transaksi pada lokasi manapun” (Hermawan, 2012:185). Direct marketing dapat dilakukan dengan berbagai media baik internet, telepon, surat, dan lain-lain (Hermawan, 2012:192). Salah satu media yang digunakan dalam direct marketing adalah telemarketing (via telepon). Telemarketing memiliki kelebihan lebih interaktive, personal dan komunikasi yang dilakukan secara 2 arah. Perusahaan dapat merespon secara langsung feedback yang di berikan oleh konsumen karena telemarketing bersifat komunikasi 2 arah. Tetapi telemarketing membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama (Hermawan, 2012:194-195). Selain telemarketing, direct marketing juga menggunakan media
internet seperti e-mail untuk mengirimkan pesan-pesan komunikasi seperti company profile, port folio, dan juga proposal design.(Hermawan, 2012: 198-199).
8. Internet/Interactive Marketing
Internet marketing adalah revolusi marketing yang mulai menggunakan teknologi untuk melakukan komunikasi interaktive dengan publik (Harrison, 2011:614). Perusahaan dapat mengurangi biaya yang digunakan karena internet marketing lebih terjangkau dan murah dibandingkan dengan tradisional marketing. Selain itu, sekarang ini publik mulai menggunakan internet untuk online sehingga dengan menggunakan internet marketing maka akan mempermudah untuk mengjangkau publik (Reed, 2011:5). Beberapa yang media yang digunakan dalam internet marketing adalah:
a. Website
Website merupakan media yang digunakan organisasi atau perusahaan untuk mencapai beberapa tujuan seperti membangun awareness, untuk memberikan informasi secara lengkap, membuat citra, membuat brand yang kuat, dan lain-lain. Informasi dalam website harus di up-date secara berkala agar tujuan dibuatnya website perusahaan dapat tercapai secara maximal. Website memiliki banyak manfaat seperti dapat membangun komunikasi dan memberikan informasi secara lengkap serta membuat informasi menjadi lebih menarik karena dilengkapi dengan design. Website juga memiliki batasan dimana website dapat berfungsi dengan baik apabila publik telah mencapai website. Website tidak mencari publik tetapi publik yang mencari media website. Tetapi website sulit untuk ditemukan dalam search engine karena keyword yang salah (Harrison, 2011:635-636).
b. Jejaring Sosial
Jejaring sosial merupakan media atau situs yang digunakan oleh publik untuk dapat memproduksi, mempublish, mengontrol, mengkritik, menggolongkan, berinteraksi dengan user lain melalui content online yang ada (Harrison, 2011:636). Melalui jejaring sosial, perusahaan dapat membangun hubungan dengan publik karena setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan dapat diinformasikan kepada publik. Perusahaan dapat mulai membangun word of mouth diantara publik dengan memberikan informasi tentang kegiatan perusahaan melalui jejaring sosial. Jejaring sosial bersifat interaktive diantara publik (Reed, 2011:130-131).
c. Blog
Blog lebih bersifat personal karena bukan dibuat oleh organisasi tetapi secara personal. Blog memiliki fungsi yang sama seperti website yaitu memberikan informasi kepada publik tentang produk. Tetapi content dalam blog lebih menarik publik karena blog lebih memberikan pesan-pesan yang berisi tentang informasi. Informasi blog sering di up-date dan membutuhkan biaya lebih rendah dalam memproduksi pesan dibandingkan dengan website (Harrison, 2011:642-643).
9. Word of Mouth
Menurut Sernovitz (2006), “Word of mouth adalah pembicaraan konsumen yang secara alami terjadi antar orang-orang seperti teman dan tetangga, rekan kerja dan anggota keluarga”. Menurut Ivanovic dan Collin (2004), “Word of mouth begitu efektif karena asal kepercayaannya adalah datang dari orang yang tidak mendapatkan keuntungan dari rekomendasi mereka” (Prabowo dan Lily, 2011:304). Word of
mouth merupakan strategi komunikasi yang kuat dalam kehidupan publik karena didasarkan pada reputasi yang terbentuk dari pengalaman yang dialami oleh publik (Hughes, 2012:91).
Strategi komunikasi yang dilakukan PT Konsep Dot Net adalah strategi menurut IMC. Advertising, publicity, sales promotion, event marketing, direct marketing, personal selling, internet marketing dan word of mouth merupakan metode komunikasi yang digunakan oleh PT Konsep Dot Net. Sponsorship merupakan metode yang tidak digunakan oleh PT Konsep Dot Net karena membutuhkan biaya yang sangat besar.
2.2.3 Saluran
Public relations menggunakan berbagai saluran media dalam menyebarkan pesan dan melakukan komunikasi. Setiap saluran media memiliki target sasarannya sendiri dan menghasikan dampak yang berbeda. Beberapa jenis saluran media yang digunakan oleh public relations dalam melakukan komunikasi:
1. Media di luar public relations
Media di luar public relations atau commercial press merupakan saluran media yang bukan dibuat oleh public relations tetapi menjadi mitra public relations. Public relations bisa mendapatkan publisitas untuk meningkatkan citra melalui media komersial. Sedangkan media komersil menganggap public relations sebagai sumber berita. Media komersial meliputi media dalam bentuk cetak (surat kabar, majalah) dan eletronik (siaran radio, siaran televisi). Akibat perkembangan teknologi pada publik, media komersial mulai berkembang menjadi media online seperti digital radio, digital television, newspapers online, magazine online.
2. Media yang dibuat oleh public relations
Media yang dibuat oleh public relations biasanya merupakan media yang dibuat untuk publik perusahaan dan sering dikenal dengan istilah private publications. Media yang dibuat oleh public relations meliputi house journal (majalah atau surat kabar perusahaan yang diterbitkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk diperjualbelikan), annual report (laporan tahunan), company profile (profil perusahaan), proposal, brosur, billboard cetak dan eletronik, media kits.
3. Media sosial online
Media sosial online adalah media online dimana para penggunanya dapat saling berkomunikasi, berbagi informasi, dan menciptakan isi. Media sosial online meliputi blog, facebook, twitter, wiki, forum, dan dunia virtual (Ardianto, 2011:135-165).
PT Konsep Dot Net menggunakan beberapa media online seperti www.teknojurnal.com, www.harianjogja.com, www.swa..co.id, dan lain-lain untuk publicity. PT Konsep Dot Net juga menyiapkan company profile, portfolio, dan brosur untuk memberikan informasi yang lebih lengkap. Selain itu, PT Konsep Dot Net juga menggunakan media website, facebook, twitter dan blog untuk memberikan informasi lengkap kepada publik.
2.2.4 Publik
1. Publik internal
Publik internal merupakan publik yang ada di dalam organisasi atau perusahaan seperti supervisor, karyawan, manajer, pemegang saham, direktur, dan lain-lain. Public relations membangun hubungan dengan publik internal yang disebut dengan hubungan internal. Hubungan internal dilakukan agar publik internal berupaya untuk memelihara budaya perusahaan yang kemudian akan membangun rasa memiliki dan tanggung jawab pada organisasi atau perusahaan.
Hubungan internal yang dibangun public relations berbeda dengan yang dilakukan oleh HRD atau Human Resources Development. HRD lebih berorientasi pada pengembangan karier publik internal sedangkan public relations lebih pada pembentukan citra pada publik internal agar publik internal merasa nyaman dan loyal terhadap perusahaaan (Nurjaman dan Umam, 2012:116). Publik internal dari PT Konsep Dot Net adalah karyawan dan pemegang saham.
2. Publik external
Publik external merupakan publik yang tidak secara langsung terkait dengan organisasi atau perusahaan seperti media, pemerintah, pelanggan, pemasok, dan lain-lain. Public relations harus membangun hubungan dengan publik external yang sering disebut hubungan external. Hubungan external dilakukan dengan public relations dengan menyerap keinginan dan kebutuhan dari publik external terhadap organisasi atau perusahaan. Sehingga public relations menjadi jembatan untuk menghubungkan kepentingan perusahaan dengan kepentingan publik (Ardianto, 2011:105). Publik external dari PT Konsep Dot Net adalah partner, media, dan klien.
2.3 Kerangka Teori
Gambar 2.2 Kerangka Teori
2.4 Kerangka Pikir