DAMPAK ISTRI BEKERJA DI LUAR RUMAH TERHADAP
KEHIDUPAN KELUARGA (STUDI KASUS: TANAH RUNTUAH RT 03
RW 12 KELURAHAN PAMPANGAN NAN XX KECAMATAN LUBUK
BEGALUNG KOTA PADANG)
ARTIKEL
RYAN HIDAYAT
11070056
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2015
DAMPAK ISTRI BEKERJA DI LUAR RUMAH TERHADAP
KEHIDUPAN KELUARGA (STUDI KASUS: TANAH RUNTUAH RT 03
RW 12 KELURAHAN PAMPANGAN NAN XX KECAMATAN LUBUK
BEGALUNG KOTA PADANG)
Ryan Hidayat
1Elvawati, M.Si
2Ariesta, M.Si
3Program Studi Pendidikan Sosiologi
STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
Fisherman's Wife's Involvement In Helping Families Economy At RT 03 RW 09 Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Padang. The goal of this study was to describe fishermen's wife’s involvement to improve the family economy and to describe the impact of fishermen's wife’s involvement in helping the family economy. The functional structural theory by Talcott Parson was the theory that the researcher used in this research. The results of the analysis showed that Fishermen's wife’s involvement at RT 03 RW 09, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang on living as drying fish, selling fish, selling food, and manage social gathering. Based on the form of the fishermen's wife’s involvement, there is the impact of fishermen's wife’s involvement in helping the family economy are fishermen's wives could help boost the economy of the family, caring for children is reduced because the time is reduced for work in public sector and family relationships become unbalanced.
1. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat Angkatan 2011 2. Pembimbing I dan Dosen STKIP PGRI Sumatera Barat
PENDAHULUAN
Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang dikenal oleh manusia. Seluruh anggota keluarga harus memahami serta menunaikan hak dan kewajiban masing-masing. Hal ini sangat penting untuk bekal dalam mengarungi kehidupan rumah tangga karena kehidupan dalam rumah tangga yang dijalani tidak selalu berjalan mulus dan seringkali tidak sesuai dengan apa yang diimpikan (Ahmadi, 2007: 221).
Junaedi (2007: 106) menjelaskan bahwa setelah lembaga keluarga terbentuk maka hal yang harus diperhatikan adalah pembinaannya. Dalam hal ini, hak dan kewajiban yang merupakan pilar tegaknya rumah tangga harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan seadil-adilnya. Dalam keluarga paling tidak, ada empat hak dan kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu : (1) Hak dan kewajiban istri terhadap suami. (2) Hak dan kewajiban suami terhadap istri. (3) Hak dan kewajiban orangtua terhadap anak. (4) Hak dan kewajiban anak terhadap orangtua. Apabila masing-masing hak dari anggota keluarga tersebut dapat terpenuhi, maka keharmonisan keluarga akan dapat tercipta dengan sendirinya. Seperti salah satu
hak orang tua dengan anak adalah
memberikan kasih sayang dan perlindungan,
apabila orangtua telah memberikan
perlindungan dan kasih sayang terhadap anaknya, maka anak akan senang dan hormat terhadap orangtuanya.
Namun demikian dengan
munculnya permasalahan perekonomian dan faktor lainnya membuat anggota keluarga
membantu anggota keluarga lainnya
sehingga peran seorang ibu yang seharusnya menjadi ibu rumah tangga memiliki peran ganda dengan ikut mencukupi ekonomi keluarga salah satunya adalah ikut bekerja (Suparlan, 2002: 1). Tradisi dan anggapan kultural dalam masyarakat kita bahwa perempuan kodratnya lebih pantas bekerja disektor domestik seperti mengurus dapur, membesarkan dan mendidik anak serta merawat suami.
Sementara laki-laki dianggap sebaliknya, punya tanggung jawab menghidupi rumah tangga, lebih kuat dan lebih rasional. Oleh karena itu juga laki-laki lebih cocok untuk bekerja disektor publik. Fenomena yang
terjadi dalam masyarakat adalah semakin banyaknya wanita membantu suami mencari
tambahan penghasilan, selain karena
didorong oleh kebutuhan ekonomi keluarga, juga wanita semakin dapat mengekspresikan dirinya di tengah-tengah keluarga dan masyarakat. Keadaan ekonomi keluarga mempengaruhi kecenderungan wanita untuk berpartisipasi di luar rumah, agar dapat
membantu meningkatkan perekonomian
keluarga (Fordanta, 2012: 29).
Berdasarkan observasi diperkuat dengan hasil wawancara dengan beberapa kasus keluarga yang istrinya bekerja di RT 03 RW 12 yang mengatakan alasan
mendorong kaum wanita yang telah
berkeluarga untuk bekerja diantaranya
adalah untuk mencukupi kebutuhan
keluarga, mengisi waktu kosong dan
menghindar rasa kebosanan adanya
ketidakpuasan dalam perkawinan,
mempunyai minat atau keahlian tertentu yang ingin dimanfaatkan, memperoleh status ataupun untuk mengembangkan diri dan memperoleh kepuasan, apaun alasannya mereka harus tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai seorang ibu rumah tangga
Berdasarkan batasan maslah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana Dampak Istri Bekerja Di Luar Rumah terhadap Kehidupan Keluarga (Studi Kasus: Tanah Runtuah RT 03 RW 12 Kelurahan Pampangan Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang)”?
Teori yang digunakan adalah
fungsional struktural fungsional yang di pelopori oleh Robert K. Merton yang memusatkan perhatiannya pada fungsi, disfungsi, fungsi laten, dan fungsi manifes.
Alasan peneliti menggunakan teori
fungsional struktural yang dikemukakan Robert K. Merton adalah karena pada teori
ini Merton menjelaskan fungsi dan
disfungsional, Jika seseorang dalam suatu system melakukan sebuah kegiatan maka akan mempengaruhi sistem yang lain, teori ini dapat membuktikan sebuah struktur yang menjadi berfungsi maupun yang tidak berfungsi dengan berperannya ibu dalam mencari nafkah atau ikut bekerja (Ritzer, 1992: 25).
Penilitian relevan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Roza (2013) dengan
judul “Aktivitas perempuan penjaja
makanan asongan di sekitar terminal sicincin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) aktivitas perempuan penjaja makanan asongan yang dapat dilihat dari: a) dekripsi waktu, yaitu pekerjaan di luar rumah sebagai penjaja makanan asongan dilakukan dari jam 08.00 WIB sampai 17.00 WIB, b) interaksi antar sesama penjaja makanan asongan dilihat adanya kerjasama, persaingan dan konflik, c) kiat penguasaan situasi pasar, yaitu memanfaatkan haru libur,
pembeli ingin didatangi, memberikan
potongan harga bagi pembeli, sudah
terbentuknya image telur asin dan pisang jantan rebus. (2) kendala-kendala yang
dialami perempuan penjual makanan
asongan adalah kendala dalam pekerjaan yaitu sopir dan penumpang bis tidak bersahabat, ketiadaan SPBU, pembeli hanya pada hari-hari tertentu.
Dan penilitian relefan kedua
dilakukan oleh Tama (2014) dengan judul “ Profil perempuan pekerja tambang mangan kasus : Tambang rakyat kamang saiyo nagari kamang kecamatan kamang baru kabupaten
sijunjung. Hasil penelitian ini
mengungkapkan bahwa: (1) profil
perempuan yang bekerja pada tambang mangan yaitu semua berusia 25 tahun ke atas dan pendidikan terakhir pada umumnya tamatan SD, dengan tanggungan anggota keluarga dan penghasilan rata-rata Rp 600.000 perbulan serta untuk menambah
kekurangan pendapatan sebahagian
prempuan memiliki lahan dan barang berupa kebun dan warung. (2) alasan perempuan memilih bekerja pada tambang mangan ini diantaranya yaitu: a) untuk memenuhi kebutuhan keluarga, b) pekerjaan tersebut tidak perlu punya keahlian khusus cukup hanya tenaga, c) melakukan pekerjaan tambang karena memanfaatkan lapangan pekerjaan yang ada.
Peniltian ketiga yang dlakukan oleh Rahayu (2014) dengan judul tentang “pengaruh istri sebagai penacari nafkah uatama terhadap kehidupan rumah tangga dalam perspektif hukum islam (studi kasus di dusun jolopo desa banjarsari kecamatan ngadirejo kabupaten tamanggung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istri
sebagai pencari nafkah utama memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap kehidupan rumah tangga. Pengaruh positif istri sebagai pencari nafkah utama yaitu menjadikan perekonomian rumah tangga menjadi lebih baik. Pengaruh negatifnya, kewajiban sebagai ibu rumah tangga menjadi terabaikan diantaranya yaitu istri menjadi kurang taat terhadap suami, istri kurang bisa menjaga kehormatan diri, kebutuhan seksualitas suami istri tidak terpenuhi dan pekerjaan rumah tangga terabaikan. Dalam perspektif hukum Islam wajibnya memperhitungkan seberapa besar dan kepentingan ketika menghindarkan sesuatu yang dapat menimbulkan kerugian. Istri sebagai pencari nafkah utama dalam subjek penelitian ini menimbulkan pengaruh negatif yang lebih besar dari pada pengaruh positifnya sehingga hal ini tidak sesuai dengan hukum Islam
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di di Tanah Runtuah RT 02 dan RT 03 RW 127 Kelurahan Pampangan Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif .
Metode pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling. Informan penelitian adalah orang-orang yang ada dalam rumah tangga yang terdiri dari istri, suami dan anak-anak yang dapat mendukung atau dijadikan sebagai sumber informasi dalam suatu penelitian (Moleong, 2008: 248). Teknik yang dipakai dalam pemilihan
informan adalah purposive sampling.
Menurut Riduwan (2010: 63) “Purposive
sampling adalah teknik sampling yang
digunakan peneliti, jika peneliti mempunyai
pertimbangan-pertimbangan tertentu di
dalam pengambilan sampelnya atau
penentuan sampel untuk tujuan tertentu”. Dengan kata lain informan di pilih dengan
cermat sehingga relevan dan desain
penelitian ini adalah orang-orang yang
terlibat dalam penelitian yang akan
memberikan informasi atau jawaban
mengenai apa yang akan menjadi objek penelitian. Para informan dicari berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh
peneliti dan peneliti mengetahui identitas orang-orang yang pantas menjadi informan dan keberadaan mereka diketahui oleh peneliti (Afrizal, 2008: 66). Adapun kriteria informan dalam penelitian ini adalah sebagai beriku:
1. Istri yang bekerja dan memiliki anak.
2. Istri bekerja lebih dari 1 tahun. 3. Suami dan anak istri yang bekerja. 4. Berdomisili di Tanah Runtuah RT
03 RW 12 Kelurahan Pampangan
Nan XX Kecamatan Lubuk
Begalung Kota Padang.
Informan di pilih dengan cermat sehingga relevan informan penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat dalam penelitian yang akan memberikan informasi atau jawaban mengenai apa yang akan menjadi objek penelitian. Berdasarkan penelitian lakukan jumlah data yg diperoleh sebanyak 15 orang informan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Model analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman (Miles dan Huberman 1992: 20).
HASIL PENELITIAN
1. Alasan-Alasan Istri Bekerja
Keluarga dari istri yang bekerja sebelumnya hidup dengan mata pencarian sebagai buruh, suami hanya bekerja buruh tidak tetap, kondisi itu rupanya belum dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak sehingga guna istri bekerja
untuk membantu suami mencukupi
kebutuhan keluarga, meskipun istri memiliki peran sebagai ibu rumah tangga yang merupakan peran mutlak yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Bahkan secara tidak langsung setiap istri pasti akan menjadi ibu rumah tangga dan memiliki jiwa keibuan. Ada banyak hal yang menjadi alasan yang mendorong seorang istri ingin ikut bekerja membantu suami mencari nafkah. Pada penelitian ini dikemukakan ada beberapa alasan istri bekerja sebagai berikut:
1.1. Untuk Memenuhi Kebutuhan
Ekonomi Keluarga
Sebelum istri ikut bekerja keadaan
ekonomi keluarga belum mencukupi
kebutuhan dalam rumah tangga, ditambah lagi kebutuhan pendidikan anak, keadaan ekonomi yang stabil tentunya akan bisa membawa dampak yang cukup signifikan
terhadap suasana ketenangan dalam
keluarga. Penghasilan suami yang cukup untuk menafkahi kebutuhan keluarga akan sangat menentukan kelanjutan kehidupan dalam rumah tangga. Ketika penghasilan
suami sudah mencukupi kebutuhan
keluarga, seperti memenuhi kebutuhan
tempat tinggal, makan, pakaian dan
pendidikan anak, maka istri tidak perlu repot membantu mencari nafkah dengan bekerja di luar rumah. Sehingga ia bisa fokus dan konsentrasi mengurusi urusan dalam rumah
tangga terutama anak-anak. Namun
kenyataannya kasus yang terjadi di Tanah Runtuah RT 03 RW 12 Kelurahan
Pampangan masih banyak kebutuhan
ekonomi keluarga yang belum terpenuhi oleh suami sehingga istri ikut bekerja agar
dapat memenuhi kebutuhan ekonomi
keluarga. Dengan terpenuhnya kebutuhan keluarga tadi keluarga akan jauh dari konflik di dalam keluarga tersebut. Hal ini di dalam suatu keluarga apabila tidak terpenuhi kebutuhan keluarga akan berdampak buruk terhadap keluarga tersebut.seperti anak yang membutuhkan biaya sekolah dan si istri untuk membeli kebutuhan peral;atan rumah tangga dan lain-lain. Jadi dengan bekerjanya sisitri tadi, kelurga akan terbantu untuk memenuhi kebutuhan di dalam keluarga.
1.2. Untuk Meningkatkan Status Sosial.
Keinginan untuk meningkatkan
status sosial juga menjadi salah satu alasan seorang istri yang telah menikah ikut bekerja, karena setiap masyarakat pasti mempunyai atau memiliki sesuatu yang dihargainya. Barang dihargai itu mungkin benda-benda yang punya sifat ekonomi,
tanah, kekuasaan, ilmu pengetahuan,
sesolehan dalam agama atau juga keturunan dari keluarga yang terhormat walaupun tidak senantiasa demikian halnya. Salah satu imbalan dari status yang tinggi adalah adanya pengakuan sebagai orang yang lebih berderajat tinggi. Jadi status sosial yang di inginkan para istri bekerja yaitu supaya
dipandang orang yang bisa memenuhi
kebutuhan keluarga sepertimembeli
peralatan rumah tangga dan menyekolahkan anaknya sampai selesai. Karena orang kaya dan bangsawan tampak seperti orang lain, maka mereka memerlukan berbagai cara agar kedudukan mereka bisa diakui.
2. Dampak Istri Bekerja
Sebelum bekerja istri yang
mengurus segala kebutuhan rumah tangga,
namun setelah bekerja waktu yang
digunakan untuk mengurus rumah tangga harus dibagi dengan waktu bekerja, hal
tersebut akan berdampak terhadap
kehidupan keluarga baik terhadap suami maupun anak. Di dalam menjalani peran istri bekerja si istri mempunyai strategi untuk keluarganya baik suami maupun anak, strategi yang di lakukan istri dengan cara membagi waktu supaya peran istri tidak lepas dari tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi seorang istri yang ikut bekerja akan menimbulkan dampak
terhadap kehidupan keluarga. Adapun
dampak dari istri yang bekerja akan dideskripsikan sebagai berikut:
2.1 Dampak Terhadap Anak
Seorang istri yang bekeja akan
berpengaruh pada pembinaan dan
pendidikan anak-anak. Bagi sang anak, ketiadaan seorang ibu disampingnya karena sibuk bekerja akan memicu terjadinya pendangkalan rasa cinta, kasih sayang, dan belaian ibunya. Selain itu, ketiadaan sang ibu di rumah atau disamping anak bisa
menyebabkan anak manja dan suka
menuntut, namun demikian dampak istri bekerja dapat juga mendidik anak memaham hidup dan lebih mandiri. Adapun dampak
istri bekerja terhadap anak dapat
dideskripsikan sebagai berikut:
1. Mendidik Anak Lebih Mandiri
Sebelum bekerja tugas mendidik anak dilakukan oleh seorang ibu, setelah bekerja waktu untuk mendidik anak menjadi berkurang. Seorang Ibu merupakan orang yang paling dekat dengan lingkungan anak karena itu peran seorang ibu dalam mendidik anak merupakan peran utama seorang ibu kepada anak, Namun demikian jika seorang
ibu ikut bekerja mencari nafkah maka peran tersebut akan menjadi berkurang sehingga anak harus lebih bias menjaga dan mengerjakan segala sesuatu secara mandiri. Sikapa yang mandiri yang didapatkan oleh si anak yaitu, si anak bisa memasak sendiri, menyuci baju sendiri dan membersihkan rumah sebelum orang tuanya pulang bekerja. Dengan pekerjaan telah dilakukan si anak bertujuan untuk membantu orang tua dalam pekerjaan rumah agar orang tuanya sesampai pulang dari tempat kerja tidak ada lagi pekerjaan rumah yang akan dilakukan lagi oleh orang tua. Selain itu si anak akan terbiasa akan pekerjaan sehari-hri yang dia lakukan tanpa disuruh orang tuanya. Karena sudah menjadi suatu kebiasaan bagi sianak dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kurangnya Perhatian Terhadap
Anak
Kurangnya komunikasi antara ibu
dan anak-anaknya bisa menyebabkan
keretakan sosial. Anak-anak merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya. Seorang ibu mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan suatu keluarga, baik peranannya bagi suami maupun anaknya. Di dalam kehidupan rumah tangga, seorang ibu berkewajiban untuk melayani suami dan anaknya dalam semua aspek yang ada dalam kehidupan keluarganya. Kewajiban seorang ibu tidak hanya berbelanja, memasak, mencuci, berdandan, mengatur keuangan, dan melahirkan, serta merawat anak, akan tetapi seorang ibu mempunyai peran yang lebih dominan dalam kehidupan suatu keluarga dibandingkan dengan peran suami.
Peran ibu merupakan peran yang paling utama dalam mendidik anak, karena ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkan. Dalam hal ini, ibu yang paling tahu mengenai keadaan anak. Oleh karena itu, ibu mempunyai tanggung jawab yang pertama dan utama terhadap anak. Baik atau buruknya keadaan anak pada waktu dewasa nanti tergantung pada pendidikan yang diterimanya sewaktu masih kecil, terutama pendidikan yang diberikan oleh seorang ibu.
2.2 Dampak terhadap Suami
Dikalangan para suami istri
bekerja, tidaklah mustahil menjadi suatu kebanggaan bila mereka memiliki istri yang pandai, aktif, kreatif, dan maju serta dibutuhkan masyarakat, Namun dilain sisi mereka mempunyai problem yang rumit dengan istrinya, istri yang ikut bekerja membantu suami mencari nafkah akan
berdampak terhadap anggota keluarga
terutama kepada suami. Hal ini terjadi jika istri yang bekerja tidak bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan urusan rumah tangga. Adapun dampak istri bekerja di luar rumah terhadap suami dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kurangnya Komunikasi
Keterlibatan seorang istri dalam
mencari nafkah atau bekerja untuk
membantu suami dalam mencukupi
kehidupan rumah tangga, akan membawa dampak positif. Dengan istri ikut bekerja, maka beban suami akan lebih ringan. Namun disisi lain, ada akibat negatif yang sangat fatal apabila tidak dipikirkan dengan matang. Kesibukan istri bekerja akan membawa konsekuensi waktunya di rumah akan semakin berkurang, seperti kurangnya komunikasi dengan suami. Komunikasi dalam sebuah keluarga merupakan hal yang sangat penting karena dengan berkomunikasi masing-masing keluarga akan dapat saling meluahkan rasa, namun demikian dengan banyaknya kesibukan dari masing-masing anggota keluarga komunikasi tersebut bisa menjadi berkurang. Akibatnya perhatian terhadap kebutuhan keluarga tidak akan terpenuhi dengan baik.
2. Kurangnya Hak dan Kewajiban Suami Istri
Istri yang bekerja di luar rumah setelah pulang dari kerjanya tentu ia merasa lelah, dengan demikian kemungkinan istri tidak dapat melayani suaminya seperti
menyediakan makanan untuk suami,
membuat segelas kopi, mengisi hari-hari bersama suami dan lain-lain. Sehingga suami merasakan kurangnya hak dan
kewajibannya sebagai suami. Dimana
diketahui bahwa hak dan kewajiban suami
adalah berhak dan berkewajiban memenuhi kebutuhan keluarga lahir dan bahtin. Hak dan kedudukan istri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam rumah tangga dan dalam pergaulan di masyarakat,
masing-masing pihak berhak untuk
melakukan perbuatan hukum, dan suami adalah kepala keluarga dan istri adalah ibu rumah tangga (Pasal 31). Suami dan istri harus mempunyai tempat kediaman yang tetap, tempat kediaman tersebut ditentukan oleh suami dan istri(Pasal 32).
.
3. Suami Merasa Tersaingi Oleh Istri
Setiap keluarga mempunyai
berbagai macam kebutuhan hidup sehari-hari yang harus dipenuhi dengan biaya yang
berasal dari pendapatan keluarga.
Pemenuhan kebutuhan hidup keluarga
sehari-hari merupakan upaya yang dilakukan
untuk memperoleh pendapatan guna
memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Namun demikian suami merupakan orang yang pertama bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga sedangkan seorang istri membantu suami dalam
mendidik anak dan memanajemen
pendapatan untuk kebutuhan keuarga,
namun demikian dengan pendapatan suami yang kurang mencukupi sehingga isri ikut berperan dalam mencari nafkah. Namun saat istri bekerja hal ini akan berdampak secara lansung kepada suami seperti pendapatan istri yang lebih besar dari suami, sehingga suami akan merasa tersaingi oleh istri dalam hal ini bukan berarti daalm keluarga ada persaingan, namun demikian suami sebagai kepala keluarga akan merasa tersaingi dengan pendapatan istri yang lebih sehingga akhirnya istri dapat melakukan segala sesuatu sendiri.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang
dilakukan dapat disimpulkan sebagai
berikut: 1) Alasan-alasan istri bekerja di Tanah Runtuah RT 03 RW 12 Kelurahan Pampangan Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, untuk meningkatkan status sosial. 2) Dampak istri bekerja dapat dilihat dalam dua aspek yaitu: 1) adanya dampak terhadap
anak seperti: mendidik anak lebih mandiri, dan kurangnya perhatian terhadap anak. Sedangkan 2) dampak terhadap suami yaitu kurangnya komunikasi, kurangnya hak dan kewajiban sebagai suami istri, dan suami merasa tersaingi oleh istri.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 2007. Psikologis Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Fordanta, Dityasa Hanin. 2012. Peranan Wanita dalam Menunjang Ekonomi Keluarga Miskin Diukur dari Sisi Pendapatan (Studi Kasus Kecamatan
Kaliwungu Kabupaten Kendal).
Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi
Universitas Diponegoro. Diakses
Tanggal 19 Februari 2015 di www. Google.com.
Junaedi, Dedi. 2007. Keluarga Sakinah. Jakarta: Akademika Aressindo.
Miles, B. Matthew dan A. Michel
Huberman.1992. Analisis data
kualitatif. Jakarta: UI Press
Riduwan. 2010. Belajar Mudah Penelitian
untuk Guru, Karyawan, dan Penelitian Pemula. Bandung: Alfabeta..
Suparlan, Supardi. 2002. Jurnal Sosiologi
Indonesia. Kredit Informal Bagi
Keluarga di Pedesaan.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
Tentang Perkawinan, Lembaran