• Tidak ada hasil yang ditemukan

Majalah Ilmiah Manajemen & Bisnis ISSN :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Majalah Ilmiah Manajemen & Bisnis ISSN :"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Article Type: Research Paper

Analisis Variabel Internal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan yang Listed di Bursa Efek

Indonesia

Dewi Ratna Sarei1), Isnaeni Rokhayati2), Harsuti3)

ABSTRAK

Nilai perusahaan mencerminkan nilai sekarang dari pendapatan yang diharapkan di masa depan. Fungsi manajemen keuangan dapat memaksimalkan nilai perusahaan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh struktur modal, kebijakan dividen dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan pada Sub Sektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia sebanyak 26 perusahaan, dengan menggunakan metode purposive sampling diproleh sampel sebanyak 12 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda data panel menggunakan bantuan program Eviews-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya bahwa perusahaan hendaknya tetap memperhatikan faktor internal perusahaan yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan seperti struktur modal dan ukuran perusahaan. Penelitian ini terbatas hanya melakukan analisis terhadap variabel leverage, struktur modal dan ukuran perusahaan saja. Hendaknya penelitian yang akan datang dapat menambah faktor eksternal perusahaan yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan seperti inflasi, suku bunga atau pajak, serta menambah waktu pengamatan lebih dari lima tahun.

Kata kunci: struktur modal, kebijakan dividen, ukuran perusahaan dan nilai perusahaan

ABSTRACT

The firm's value reflects the present value of the expected future income. The financial management function can maximize firm value. The purpose of this study was to determine the significance effect of capital structure, dividend policy and firm size on firm value in the Food and Beverage Sub-Sector Companies in Indonesia Stock Exchange. The population in this study were 26 companies from Food and Beverage Sub-Sector in Indonesia Stock Exchange, using a purposive sampling method obtained 12 companies. Data analysis technique using multiple linear regression panel data with the help of Eviews-10 program. The results showed that capital structure had a significant positive effect on firm value, dividend policy had no effect on firm value and firm size had significant negative effect on firm value. This means that the company should still pay attention to the internal factors of the company that can affect company value such as capital structure and company size. This research is limited to only analyzing the variable leverage, capital structure and company carving. Future research should be able to add the company's external factors that can affect firm value such as inflation, interest rates or taxes, as well as increase the observation time of more than five years.

Keywords: capital structure, dividend policy, firm size and firm value Vol 18, No 1, P 36-43

AFFILIATION:

1)2)3) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Wijayakusuma Purwokerto

*CORRESPONDENCE:

Email :

[email protected]

THIS ARTICLE IS AVALILABLE IN:

http://mimb-

unwiku.com/index.php/mimb

ARTICLE HISTORY Received:

30 Mei 2021 Reviewed:

14 Juni 2021 Revised:

20 Juni 2021 Accepted:

25 Juni 2021

HOW TO CITE:

Sarei, D.R., Rokhayati. I., & Harsuti, H. (2021). Analisis Variabel Internal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan yang Listed di Bursa Efek Indonesia, Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 18(1), 36-43.

(2)

Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 2021 │37 INTRODUCTION

Berdirinya suatu perusahaan harus mempunyai tujuan yang jelas. Tujuan perusahaan tersebut antara lain mendapat keuntungan yang maksimal, ingin memakmurkan pemilik perusahaan dan mengoptimalkan nilai perusahaan yang dapat dilihat dari harga sahamnya (Mahendra, 2011). Nilai perusahaan mencerminkan nilai saat ini dari pendapatan yang diinginkan dimasa mendatang dan indikator bagi pasar dalam menilai perusahaan secara keseluruhan (Kusumadilaga, 2010).

Nilai pasar dari suatu ekuitas perusahaan ditambah nilai pasar hutang merupakan nilai perusahaan dimana adanya penambahan hutang dari jumlah ekuitas maka dapat mencerminkan nilai perusahaan. Era globalisasi saat ini dunia usaha sangat tergantung pada masalah pendanaan perusahaan. Terjadinya kemunduran yang disebabkan oleh banyaknya lembaga keuangan yang mengalami kesulitan pendanaan dan menyebabkan kemacetan kredit yang tanpa memperhitungkan batas maksimum pemberian kredit dan masalah kelayakan kredit. Untuk mencegah hal tersebut, maka pihak manajemen perusahaan harus berhati-hati dalam menetapkan keputusan pendanaan perusahaan. Struktur modal dalam penelitian ini diukur menggunakan debt to equity ratio.

Kemampuan perusahaan dalam membayarkan dividen dapat mencerminkan nilai perusahaan. Jika pembayaran dividen tinggi, maka harga saham juga tinggi yang berdampak pada tingginya nilai perusahaan begitu juga sebaliknya (Susanti, 2010). Dengan demikian, kebijakan dividen merupakan salah satu keputusan yang paling penting (Murekefu and Ochuodho, 2012). Dalam penelitian ini kebijakan dividen diukur dengan dividend payout ratio.

Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara, antara lain: log total aktiva, log total penjualan, kapitalisasi pasar. Pada dasarnya menurut Suwito dan Herawaty (2005) ukuran perusahaan terbagi menjadi 3 kategori yaitu perusahaan besar (large firm), perusahaan sedang (medium –size) dan perusahaan kecil (small firm). Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Karena semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal.

LITERATURE REVIEW

Tujuan perusahaan ialah meningkatkan nilai perusahaan dan memakmurkan para pemegang saham. Menurut Puspita (2011) menyatakan bahwa nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemegang saham, sebab dengan nilai yang tinggi, menunjukan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan adalah perbandingan harga saham perlembar dengan nilai buku perlembar saham. Nilai perusahaan dihitung dengan Price to Book Value (Dani, 2015):

PBV = Harga Saham Per Lembar

Nilai Buku Per Lembar Saham x 100%

Struktur modal merupakan masalah yang penting bagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akan mempunyai efek langsung terhadap posisi finansial perusahaan, terutama dengan adanya hutang yang sangat besar akan memberikan beban

(3)

Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 2021 │38

kepada perusahaan. Struktur modal menurut Sartono (2012) didefinisikan sebagai perimbangan jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa. Struktur modal dihitung dengan rumus Total Debt to Equity Ratio (Sjahrial dan Purba, 2013) :

Rasio DER = Total Utang

Total Ekuitas x 100%

Kebijakan dividen adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan (dividen) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali (laba ditahan). Menurut Sartono (2012) kebijakan dividen adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa datang. Kebijakan deviden adalah perbandingan antara dividen perlembar saham dengan laba perlembar saham. Kebijakan dividen dihitung dengan rumus Dividend Payout Ratio (Sutrisno, 2013):

Rasio DPR = Dividen Per Lembar Saham

Laba Per Lembar Saham x 100%

Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara, antara lain: log total aktiva, log total penjualan, kapitalisasi pasar. Pada dasarnya menurut Suwito dan Herawaty (2005) ukuran perusahaan terbagi menjadi 3 kategori yaitu perusahaan besar, perusahaan sedang (medium –size) dan perusahaan kecil (small firm). Terdapat berbagai proksi yang biasanya digunakan untuk mewakili ukuran perusahaan, yaitu jumlah karyawan, total aset, jumlah penjualan, dan kapitalisasi pasar. Skala perusahaan merupakan ukuran yang dipakai untuk mencerminkan besar kecilnya perusahaan yang didasarkan kepada total asset perusahaan (Suwito dan Herawaty, 2005). Menurut Taliyang dan Mustaha (2011) ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan logaritma natural total aset. Skala pengukurannya adalah skala rasio.

Pengukuran variabel ukuran perusahaan adalah sebagai berikut:

Ukuran Perusahaan = Ln Total Aktiva

Hipotesis dalam penelitian ini pertama struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, hipotesis kedua kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia dan hipotesis ketiga ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

RESEARCH METHOD

Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif yang merupakan penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif menurut Sugiono (2009) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih, yaitu variabel independen/yang mempengaruhi (X) terhadap variabel dependen/yang dipengaruhi (Y). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang menggunakan data dalam bentuk angka pada analisis statistik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh dari struktur modal, kebijakan dividen dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan

(4)

Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 2021 │39

pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2019.

Obyek penelitian ini adalah struktur modal, kebijakan deviden, ukuran perusahaan dan nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Sumber data dari data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari Bursa Efek Indonesia berupa laporan keuangan yang dipublikasikan. Data yang diperlukan adalah data struktur modal, kebijakan dividen, ukuran perusahaan dan nilai perusahaan dari tahun 2016– 2019 pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Metode pengumpulan data dengan cara melihat dokumen yang dimiliki perusahaan (metode dokumentasi).

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 26 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono (2009) teknik purposive sampling merupakan teknik mengambil sampel dengan menyesuaikan berdasar kriteria atau tujuan tertentu (disengaja). Sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah 12 perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia.

Berdasarkan statistik deskriptif hasil olahan Eviews-10 bahwa simpangan data pada struktur modal, kebijakan deviden dan ukuran perusahaan relatif baik, sedangkan simpangan data pada nilai perusahaan relatif kurang baik. Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang telah distandarisasi pada model regresi data panel berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Untuk melihat apakah residual dari model yang berbentuk memiliki varians yang konstan atau tidak, maka dilakukan uji Heteroskedastisitas. Dari hasil regresi menunjukkan bahwa pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang terlalu signifikan (Prob. F-statistic dan Prob. t-statistic < 0,05) sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada common effect model.

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji untuk apakah dalam model regresi data panel yang terbentuk ada korelasi yang tinggi atau sempurna diantara variabel bebas.

Dari hasil pengujian menggunakan Eviews-10 menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi struktur modal, kebijakan deviden dan ukuran perusahaan semuanya kurang dari 0,80, maka dapat disimpulkan karena nilai koefisien korelasi tersebut kurang dari 0,80 itu artinya tidak terjadi gejala multikolinearitas dalam analisis tersebut.

Pengujian autokorelasi dilakukan dengan menggunakan koefisien Durbin Watson (DW). Hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien Durbin Watson sebesar 2.102. Hal ini merupakan bukti bahwa tidak ada autokorelasi positif dan negatif. Estimasi model data panel menunggunakan uji Chow. Uji Chow dilakukan untuk mengetahui metode manakah yang lebih tepat antara Common Effect Model (CEM) atau Fixed Effect Model (FEM).

Dengan dilakukanya uji Chow model yang terbaik yang dipilih adalah Fixed Effect Model.

Estimasi model data panel yang selanjutnya menunggunakan uji Hausman. Uji Hausman (Hausman Test) untuk mengetahui metode manakah yang lebih tepat antara Fixed Effect Model atau Random Effect Model. Dengan uji Hausman Test model terbaik yang dipilih adalah Fixed Effect Model. Jadi dapat disimpulkan bahwa model terbaik dalam penelitian ini adalah Fixed Effect Model.

RESULT AND DISCUSSION

Berdasarkan hasil analisis regresi data panel dengan menggunakan program Eviews-10, dan model terbaik yang digunakan adalah model fixed effect diperoleh hasil

(5)

Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 2021 │40

bahwa variabel struktur modal berpengaruh possitif signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan variabel leverage tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Dan variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif sinifikan terhadap nilai perusahaan.

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil perhitungan analisis regresi data panel, diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,988369 atau 98,8369

%. Hal ini berarti 98,8369 % nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel struktur modal, kebijakan deviden dan ukuran perusahaan sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar variabel yang diteliti.

Berdasarkan hasil uji hipotesis (uji t) struktur modal menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (2,820288 > 1,6802) sedangkan nilai probabilitasnya menunjukkan angka sebesar 0,0081 yang lebih kecil dari α (0,0081 < 0,05) yang berarti H0

ditolak, artinya ada pengaruh positif signifikan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan, sehingga berdasarkan uji t tersebut, hipotesis pertama yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, diterima.

Penelitian ini menunjukkan jika struktur modal meningkat maka nilai perusahaan semakin meningkat. Struktur modal dapat digambarkan sebagai kombinasi antara utang dan ekuitas yang akan digunakan sebagai pendanaan kegiatan perusahaan. Perusahaan yang menggunakan utang pada umumnya memiliki nilai lebih tinggi pada nilai sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menggunakan utang. Utang dinyatakan sebagai salah satu sumber pendanaan perusahaan yang dianggap sangat mempengaruhi perubahan nilai perusahaan. Penggunaan utang yang tinggi menunjukkan perusahaan mampu memperoleh laba yang lebih tinggi dari perusahaan yang menggunakan utang lebih kecil dengan meminimalisir pengeluaran dari pajak penghasilan. Gayatri dan Mustanda (2014), Chandra, Fachrudin, Sadalia dan Siburian (2017) dan Pantow, Murni dan Trang (2015) menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan hasil analisis kebijakkan dividen menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (-0,877691 < 1,6802) sedangkan nilai probabilitasnya menunjukkan angka sebesar 0,3865 yang lebih besar dari α (0,3865 > 0,05) yang berarti H0

diterima, artinya tidak ada pengaruh antara kebijakan deviden terhadap nilai perusahaan, sehingga berdasarkan uji t tersebut, hipotesis kedua yang menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, ditolak. Nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan deviden. Hal ini menunjukkan bahwa jika dividen menurun maka nilai perusahaan akan meningkat, karena dividen yang rendah akan menyebabkan menguatnya dana internal perusahaan karena laba ditahan perusahaan meningkat, sehingga kinerja perusahaan juga meningkat yang mengakibatkan naiknya nilai perusahaan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan hasil penelitian ini juga didukung oleh teori Franco Modigliani dan Miller (MM), yang mengatakan bahwa harga pasar dan nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen. Menurut MM yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah seberapa besar kesanggupan perusahaan untuk mendapatkan laba. Sedangkan membagi laba menjadi dividen dan laba ditahan tidak mempengaruhi nilai perusahaan (Brigham dan Houston, 2010). Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian dari Sondakh (2019), kebijakan deviden berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari nilai -t tabel (-2,827773 < -1,6802)

(6)

Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 2021 │41

sedangkan nilai probabilitasnya menunjukkan angka sebesar 0,0079 yang lebih kecil dari α (0,0079 < 0,05) yang berarti Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang negatif signifikan antara ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan, sehingga berdasarkan uji t tersebut, hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia, diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika ukuran perusahaan meningkat maka nilai perusahaan semakin menurun, sebaliknya jika ukuran perusahaan menurun maka nilai perusahaan meningkat.

Ukuran perusahaan dapat digambarkan dengan total aktiva yang dimiliki suatu perusahaan. Semakin besar total aktiva, maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan.

Pada dasarnya para investor ingin menanamkan sahamnya pada perusahaan yang memiliki prospek yang baik, tidak tergantung dengan besar kecilnya perusahaan tersebut, sebesar apapun perusahaan tersebut ketika terdengar isu bahwa perusahaan tersebut sedang mengalami kerugian dan diambang kebangkrutan maka secara otomatis para investor tidak akan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Hal ini tentunya berdampak pada turunnya nilai saham pada perusahaan tersebut. Besar kecilnya perusahaan tidak mempengaruhi para investor dalam menginvestasikan modalnya, akan tetapi investor lebih memilih perusahaan yang memberikan keuntungan. Hal tersebut didukung oleh penelitian dari Lumapow dan Tumiwa (2017) dan Hirdinis (2019) yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan.

CONCLUSION

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, sedangkan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia dan variable ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

Hasil penelitian ini diharapkan perusahaan mampu meningkatkan besarnya struktur modal, sehingga dapat meningkatnya nilai perusahaan dengan cara menambah modal eksternal dari hutang. Perusahaan sebaiknya tidak membagikan seluruh dividen atau dividen dibagikan setengahnya saja, kemudian dividen yang tidak dibagikan dapat digunakan untuk menambah modal atau untuk investasi. Perusahaan sebaiknya mengalokasikan modal tidak untuk menambah aset tetapi untuk investasi, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Keterbatasan penelitian ini adalah terbatas pada subjek penelitian perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Terbatas juga dalam penggunaan variabel - variabel independen yang meliput: struktur modal, kebijakan dividen dan ukuran perusahaan. Terbatas pada periode pengamatan 4 tahun yaitu tahun 2016-2019. Adapun saran untuk penelitian selanjutnya hendaknya menambah subjek penelitian lain tidak hanya pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, tetapi perusahaan sektor perbankan sektor infrastruktur, utilities dan transportation dan sektor lainnya.

Penelitian selanjutnya hendaklah menambah jumlah variabel independen yaitu faktor ekternal perusahaan seperti tingkat suku bunga, inflasi dan kondisi ekonomi serta menggunakan variabel intervening maupun variabel moderating. Penelitian selanjutnya hendaknya menambah tahun pengamatan penelitian. Misalnya menggunakan 7 tahun pengamatan atau lebih.

(7)

Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 2021 │42 REFERENCES

Brigham dan Houston. (2010). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Buku 1 (Edisi 11), Salemba Empat, Jakarta.

Chandra, Kartika, Fachrudin, Sadalia Isfenti dan Siburian, Rikson. (2017). The Effect of Capital Structure, Profitability and Dividend Policy on Intrinsic Value of Firm, Research Journal of Finance and Accaunting. Vol. 8, No. 14.

Dani, Kukuh Kartiko. 2015. Pengaruh Earnings Per Share, Struktur Modal, Return on Equity, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Naskah Publikasi, Universitas Negeri Yogyakarta.

Fatmala, Anandia Putri. 2018. Pengaruh Kebijaka Deviden, Kebijakan Hutang dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2012-2015), Publikasi Ilmiah, FEB UMS, Surakarta.

Gayatri, Ni Luh Putu Rassri dan Mustanda, I Ketut. 2014. Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividend dan Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan, e Jurnal Manajemen, Vol 3, No 4.

Hirdinis. (2019). Capital Structure and Firm Size on Firm Value Moderated by Profitability, International Journal of Economics and Business Administration, Volume VII, Issue 1.

Kusumadilaga, Rimba. 2010. Pengaruh Corporate Sosial Renponsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia), Tesis, UniversitasDiponegoro Semarang.

Lumapow, Lihard Stevanus dan Tumiwa, Ramon Arthur Ferry. (2017). The Effect of Dividend Policy, Firm Size, and Productivity to The Firm Value. Research Journal of Finance and Accounting, Vol.8, No.22.

Mahendra, Alfredo. 2011. Pengaruh Kinerja Keuanganterhadap Nilai Perusahaan (KebijakanDividenSebagaiVariabel Moderating) Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia, Tesis Program PascasarjanaUniversitasUdayana, Denpasar.

Murekefu, Timothy Mahalang’ang’a and Ochoudho, Peter Ouma. (2012). The Relationship Between Dividend Payout and Firm Performance: A Study of Listed Companies in Kenya. European Scientific Journal, Vol 8, Issue 9, pp: 199-215.

Pantow, Mawar Sharon R., Murni, Sri dan Trang, Irvan. 2015. Analysis of Sales Growth, Firm Size, Return on Asset, and Capital Structure on Firm Value of Companies listed at LQ 45 Index. ISSN 2303-1174. Jurnal EMBA Vol.3 No.1 Hal.961-971.

Puspita, Novita Santi. 2011. Analisi Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan, ukuran Perusahaan, dan profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal. Universitas Diponegoro Semarang.

Sartono, A. R. (2012). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. (Edisi ke 4). BPFE, Yogyakarta.

Sjahrial, Dermawan dan Djahotman, Purba. (2013). Analisis Laporan Keuangan. Mitra Wacana Media, Jakarta.

Sondakh, Renly. (2019). The Effect of Dividen Policy, Liquidity, Profitability and Firm Size on Firm Value in Financial Service Sector Industries Listed In Indonesia Stock Ecchange 2015-2018 Period, Journal Accountability Volume 08, Issue 02.

Sudiani, N. K. Ayu dan Wiksuana, I. G. B. (2018). Capital Structure, Investment Opportunity Set, Dividend Policy and Profitability as a Firm Value Determinants, RJOAS, 9 (81), September 2018.

(8)

Majalah Ilmiah Manajemen dan Bisnis (MIMB), 2021 │43 Sugiyono.(2009). Metode Penelitian Bisnis, Liberty, Yogyakarta.

Sutrisno. (2013). Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Ekonisia, Yogyakarta.

Suwito, Edy dan Herawaty Arleen. 2005. Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Tindakan Perataan Laba yang dilakukan oleh Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. Simposium Nasional Akuntansi VIII, Solo 15-16 September.

Taliyang, S. M., Latif, R. A., dan Mustafa, N. H. (2011). The Determinants of Intellectual Capital Disclosure Among Malaysian Listed Companies. International Journal of Knowledge Management, Vol. 4, No. 3.

Referensi

Dokumen terkait

“Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek

growth opportunity, struktur modal, dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek

Hal ini menunjukkan bahwa solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan sub sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek

Pertumbuhan penjualan yang telah diproksikan berpengaruh terhadap return saham dengan arah positif pada perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada

Pengaruh Struktur Modal dan Likuiditas Terhadap Return Saham Suatu Studi pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun

Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva, dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktor Sektor Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek

PENUTUP Kesimpulan Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek

1 Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek