Pemkab Buton Dukung Penuh KPN Wakatobi
Teks penuh
(2) Pendidikan & Pendapat. 2 Rakyat Sultra. Rabu, 1 Desember 2021 REPORTER: DIRMA Editor: ALFIN. KOLAKA - Sebagai upaya dala m melestarika n kebudayaa n da n mencega h gempura n budaya luar, seora ng Sastrawa n Sultra, Sri Elita Sari, S.Pd menga ngkat sebua h cerita rakyat kolaka dala m bentuk buku ya ng berjudul “Konggaa ha”. Kini seda ng dilakuka n sosialisasi di kala nga nga n para siswa Sekola h Dasar da n Sekola h Menenga h Perta ma di Sulawesi Tenggara (Sultra).. S. eba g ai p e n u l i s buku, Sri Elita Sari mengungkapkan, sosialisasi sudah dilakukan sejak Oktober, dimulai pada daerah asal cerita ini yakni Kolaka. Kurang lebih ada sekitar 30 sekolah yang dilakukan sosialisasi dan tersebar di enam kecamatan. Hal ini bisa terlaksana berkat fasilitasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kolaka untuk menyelenggarakan sosialisasi mengenai cerita rakyat Konggaaha. “Tujuan dari sosialisasi adalah untuk mengenalkan cerita Konggaaha kepada anakanak. Dimana harapan saya cerita ini bisa terkenal di seluruh Sulawesi Tenggara dan Indonesia, karen kita inginkan cerita Konggaaha ini sama dengan cerita Malin Kundang ataupun Bawang Merah Bawang Putih,” ungkapnya, Senin (29/11). Ia merencanakan, di awal tahun depan nanti ia akan berge-. ser ke Kendari untuk melakukan sosialisasi mengenai cerita rakyat tersebut dan selanjutnya dilanjutkan ke kabupaten yang lain sihngga luar Sulawesi Tenggara. Yang pasti, ia menginginkan cerita Konggaaha ini menjadi cerita rakyat nusantara. Sri Elita Sari menerangkan, buku cerita rakyat Konggaahan menceritakan tentang terbentuknya Kolaka dimana pertamakali dikenal sebagai mekongga, dimana tokoh Larumbalangi memimpin pasukan untuk membasmi burung Kongga (Burung Raksasa) sehingga ia diangkat menjadi raja pertama kerajaan mekongga. Untuk itulah ia ingin mengangkat cerita rakyat tersebut agar terpublikasi secara nasional. “Sebelumnya cerita ini belum pernah terbit dalam bentuk buku namun sudah termuat dalam rangkuman cerita rakyat serta sudah lama ada. Sebelum buku ini dibuat, saya telah melakukan riset dalam bentuk kuesioner. Siswa Diperkenalkan Cerita ‘Konggaaha’ dari Kolaka. kepada para masyarakat Kolaka khususnya para anak-anak Kolaka sendiri dan rata-rata mereka tidak tahu tentang cerita tersebut padahal cerita ini sudah lama ada. Jadi saya berpikir un-. Kemendikbud Fokus Program Kursus untuk Anak Putus Sekolah. Kursus dan pelatihan turut berperan dalam menekan angka pengangguran. JAKARTA - Pembelajaran pada kursus dan pelatihan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbu-. S. dristek), kini difokuskan kepada program-program peningkatan kompetensi pada anak-anak putus sekolah. Dengan upaya itu diharapkan setiap anak di. DIRMA/ RAKYAT SULTRA. Suasana sosialisasi cerita Konggaaha di salah satu sekolah di Kolaka, baru-baru ini.. Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kualitas hidupnya. “Pada akhirnya, kursus dan pelatihan turut berperan dalam. tuk membuatnya dalam bentuk buku cerita agar para anak-anak senang membacanya dan pada akhir mereka tahu, apalagi kita terus melakukan sosialisasi,” ujarnya.. Sri Elita Sari mengatakan, salah satu alasan membuat buku cerita ini adalah untuk melestarikan budaya cerita rakyat agar tidak punah serta membentengi gempuran budaya luar.. menekan angka pengangguran dan meningkatkan SDM berkompeten,” ucap Direktur Jenderal Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, di sela diskusi di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Jaya Negara, Kota Ambon, Senin (29/11). Salah satu wilayah yang dijadikan prioritas pembangunan adalah wilayah timur Indonesia. Pemerintah berharap ke depan akan semakin banyak LKP yang berkembang dan turut berperan membangun daerahnya. Pembelajaran pada kursus dan pelatihan sendiri berada di bawah pembinaan Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek. LKP disebut memiliki kekhasan tersendiri. Jam pembelajaran yang singkat dan padat dalam program kursus memungkinkan peserta didik mengasah keterampilannya dengan cepat sehingga mereka bisa langsung bekerja atau membuka rintisan usaha berdasarkan keterampilan yang mereka dapatkan. Program-program kursus dan pelatihan yang dijalankan juga disebut lebih fleksibel dan mudah diintegrasikan ke pendidikan formal. Hal yang dapat membantu para peserta didiknya mengikuti programprogram pembelajaran turunan lain yang terkait.. Wikan juga mengatakan, kesuksesan lulusan vokasi di dunia kerja bergantung pada kemampuan mereka beradaptasi, kemauan untuk terus belajar, dan karakter yang kuat. “Bagi industri yang ingin mendapat lulusan terbaik, tidak ada salahnya untuk datang ke LKP maupun SMK, minta lulusan terbaik dari mereka,” kata dia. Sementara itu, Ketua Yayasan LKP Jaya Negara, Nur Ija, berharap para lulusan LKP dapat mengaplikasikan potensi mereka setelah selesai menimba ilmu di LKP. Dia menjelaskan, dengan program direktorat, yakni PPK SDM, pihaknya sudah dibina untuk semakin link and match dengan industri dan dunia kerja. “Kami harap seluruh pihak terkait bisa mengambil bagian bersama sehingga Lembaga pelatihan ini betul-betul dapat meramu anak didik sesuai dengan kebutuhan DUDI,” ujar Nur yang telah mengawal LKP tersebut selama 15 tahun. Sebagai lembaga pendidikan nonformal, LKP melengkapi pendidikan formal dalam bentuk pendidikan singkat yang berfokus pada peningkatan kompetensi keterampilan bidang tertentu yang diminati oleh peserta didik. LKP Jaya Negara di Kota Ambon adalah lembaga kursus bidang komputer yang berupaya menghasilkan ribuan lulusan yang melek teknologi komputer. (ro). Opini. “Jika menganggap sepele budaya dan cerita rakyat kita yakin dan percaya satu saat budaya daerah kita akan hilang dan habis dan kita akan hanya mengadopsi budaya luar jadi. jangan anggap sepele mengenai hal ini karena suatu saat kita akan hanya akan bangga dengan budaya luar sedangkan budaya kita telah punah dan habis,” pungkasnya. (cr5/b/alp). Pesan Penting Ketum PGRI untuk Guru dan Tendik, Siap-Siap! JAKARTA - Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi meminta para guru dan tenaga kependidikan (tendik) menyiapkan diri menghadapi era pembelajaran hybrid. Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) menuntut guru menyiapkan diri dengan model pembelajaran baru, yakni bauran antara daring dan luring. Para guru dan tendik harus terbuka mindset-nya serta terus berinovasi. “Kami mohon pemerintah pusat dan daerah menyiapkan era baru ini,” kata Unifah dalam sambutan HUT ke-76 PGRI dan HGN 2021 di Gedung Guru Indonesia, dikutip kemarin. Dalam pembelajaran hybrid ini, ketum PGRI meminta pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbudristek membuat aturan jelas, sosialisasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak terutama Pemda. Unifah berharap PGRI di semua tingkatan menyambut era baru ini untuk serentak menjadi pelopor perubahan. PGRI membuka ruang terbuka bagi guru, dosen, dan tendik untuk terus berkarya serta mengabdi dalam naungan PGRI.. Unifah Rosyidi Lembaga Kajian, PSLCC, APKS, Perempuan PGRI, Lembaga Pendidikan, LKBH, DKGI adalah ruang pengabdian yang mengajak pendidik dan tendik memberikan yang terbaik bagi pendidikan Indonesia. “Bangkit guruku maju negeriku, Indonesai tangguh, Indonesia tumbuh. Semoga pengabdian kita memberikan makna bagi bangsa, negara, kemanusiaan, serta sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” harapnya. (jn). Menentukan Hukuman Terbaik Bagi Anak Berkonflik dengan Hukum. angat dilematis ketika harus menentukan hukuman yang terbaik bagi anak pelaku tindak pidana. Selain sebagai pelaku, anak yang melakukan tindak pidana sebenarnya juga merupakan korban. Anak yang seharusnya menghabiskan waktunya untuk bermain dan belajar pada akhirnya terjebak oleh lingkungan dan pengaruh buruk dari pergaulan akibat dari kurangnya pengawasan dan kesalahan pola asuh orang tuanya. Oleh karena itu penjara belum tentu menjadi tempat yang terbaik untuk memberikan hukuman kepada anak-anak yang melakukan tindak pidana. Berbicara tentang anak, berarti berbicara tentang harapan dan masa depan. Karena tongkat estafet dari semua unsur yang ada di dunia ini akan jatuh ke tangan seorang anak yang akan beranjak dewasa nantinya. Menurut santrock (2010), periode perkembangan manusia itu terdiri atas tiga periode, yaitu : anak (childhood), remaja (adolescence), dan dewasa. (adulthood). Adapun priode anak itu diklasifikasi lagi menjadi beberapa periode, yaitu: Periode Sebelum Kelahiran (Pranatal), Masa Bayi (Infacy), Masa Awal Anak-Anak (Early Childhood), Masa Pertengahan dan Akhir Anak (Midle and Late Childhood). Setiap periode perkembangan anak akan terjadi banyak sekali pertumbuhan dan perubahan, mulai dari fisiknya, mentalnya dan intelektualnya. Semua itu di pengaruhi oleh asupan gizi yang di terima, pola asuh orang tuanya, serta kondisi lingkungan sosialnya. Hal tersebut secara tidak langsung membentuk karakter dan kepribadian anak, serta menjadi dasar dalam berpikir untuk berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat. Sehingga seorang anak tidak melakukan suatu tindakan yang merugikan diri sendiri, orang lain dan tindakan yang bisa melanggar hukum. Di sisi lain banyak anak berkonflik dengan hukum (ABH) karena kebutuhankebutuhan dasarnya tidak. Oleh: Sukarni, S.H.. (Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Kelas II Kendari). terpenuhi. Mereka tumbuh menjadi individu yang rentan terhadap perilaku menyimpang sehingga pada akhirnya mereka melakukan tindak pidana. Anak yang melakukan tindak pidana atau beronflik dengan hukum tentu akan menerima konsekuensinya, seperti pidana penjara, pengawasan, pelatihan kerja atau hukuman sosial yang bisa mengguncangkan kondisi psikologisnya Dasar Pidana Pelatihan Kerja Dari latar belakang tersebut bisa disimpulkan bahwa di perlukan adanya hukuman yang efektif bagi anak yang berkonflik dengan hukum (ABH), yaitu hukuman yang bisa memberikan efek jera tapi juga sangat membangun. Pada prinsipnya Di dalam pasal 71 ayat (1) Undang-undang. Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012 telah di jelaskan beberapa hukuman pidana pokok bagi anak yang meliputi, pidana peringatan dan pidana dengan syarat yang. terdiri dari pembinaan di luar lembaga, pelayanan masyarakat, pengawasan. Kemudian ada juga pidana pelatihan kerja, pembinaan dalam lembaga dan yang terakhir pidana penjara. Dari berbagai opsi pidana tersebut, mungkin pelatihan kerja bisa menjadi solusi yang potensial karena bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap anak. Selain itu dengan adanya pelatihan kerja maka anak bisa mendapatkan ketrampilan baru sesuai minat bakat serta bisa di gunakan untuk bekal di masa mendatang. Dalam hal pelaksanaan pelatihan kerja, anak tetap mendapatkan kebebasan untuk berinteraksi dengan keluarganya walaupun wajib di dampingi dan di awasi oleh petugas pembimbing kemasyarakatan (PK) dan pekerja sosial, sehingga semuanya. bisa berjalan dengan kondusif. Petugas pembimbing kemasyarakatan juga memiliki peran besar terhadap putusan pidana pelatihan kerja dari Hakim anak terhadap anak. Hal tersebut berdasarkan pada hasil penelitian kemasyarakatan yang bersifat objektif sesuai dengan kondisi atau latar belakang anak dan keluarganya. Hakim anak wajib mempertimbangakan rekomendasi dari Pembimbing Kemasyarakatan yang di tuangkan di dalam laporan hasil penelitian kemasyarakatan, karena pidana penjara tidak selalu menjadi hukuman yang terbaik bagi anak. Putusan pidana pelatihan kerja harus di laksanakan dengan maksimal, karena hal ini bukan hanya bersifat formalitas melainkan hukuman yang harus di pertanggung jawabkan dengan bukti laporan dan dokumentasi dari pembimbing kemasyarakatan. Di pasal 78 ayat (1) dan (2) UU SPPA di jelaskan bahwa pidana pelatihan kerja dilaksanakan di lembaga yang melaksanakan pelatihan kerja yang sesuai dengan usia anak serta dikenakan. paling singkat 3 (tiga) bulan dan paling lama 1 (satu) tahun. Dampak Pelatihan Kerja Dengan pidana pelatihan kerja tersebut, di harapkan anak menjadi matang secara emosional karena adanya tanggung jawab yang melekat. Dengan adanya tanggung jawab dan pengawasan yang ketat maka anak akan berpikir beberapa kali untuk melakukan suatu perbuatan yang menyimpang. Anak juga akan terus fokus untuk memahami dan menyelesaikan program pelatihan kerja yang di berikan karena sesuai dengan minat dan bakat anak tersebut. Mungkin masih banyak pertimbangan lain untuk memberikan hukuman bagi anak, dan mungkin pidana pelatihan kerja bukanlah yang terbaik dalam beberapa kasus tertentu. Dalam hal inilah kompetensi petugas pembimbing kemasyarakatan diuji, karena keberlangsungan dan keberhasilan program pembinaan dari hasil laporan penelitian kemasyarakatan bisa menentukan masa depan anak tersebut. (***).
(3) EKOBIS. Rakyat Sultra rabu, 1 Desember 2021. 3. Disperindag Komitmen Pulihkan UMKM. Suprianto/Rakyat Sultra.. Hj Siti Saleha.. KENDARI - Pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin menunjukkan trend perbaikan dengan menurunnya kasus Covid-19. Olehnya itu, pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Hj Siti Saleha mengungkapkan Disperindag Sultra terus menggenjot pertumbuhan UMKM ditengah pandemi Covid-19. Meskipun banyak tantangan yang mesti diha-. dapi. “Jadi, tidak hanya monoton memberikan stimulus bantuan UMKM bagi yang terdampak Covid-19, namun Pemprov juga turut melakukan pendampingan dan pembinaan untuk pemulihan dan kebangkitan UMKM,” ungkapnya saat ditemui di Kendari, Selasa (30/11). Pihaknya secara intens terus menggenjot pelaku UMKM supaya bangkit kembali dan bisa pulih seperti sediakala. Pasalnya, selama pembatasan sosial, geliat pertumbuhan ekonomi juga menurun sehingga dapat dirasakan juga oleh. UMKM. Namun, dengan adanya pembinaan dan pendampingan diharapkan bisa kembali bangkit. Dia menuturkan, selain pendampingan dan pembinaan, pihaknya juga melakukan pelatihan terhadap penggiat Industri Kecil Menengah (IKM) untuk bisa melakukan pemasaran hingga keluar daerah bahkan bisa menjadi eksportir. “Kita berupaya bisa menjangkau semua sektor usaha. Terutama dari segi produksi dan kemasan yang dihasilkan agar bisa menjadi eksportir. Kami lakukan untuk mendorong pemuli-. han ekonomi dan membuka peluang bagi masyarakat,” ujarnya. Lanjutnya, keberadaan IKM sangat berkontribusi pada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Pertumbuhan UMKM diharap memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat. “Kami sudah melakukan ekspor beberapa pelaku usaha IKM seperti di bidang pertanian, ada kelapa dan lada. Dari sektor perikanan seperti ikan tuna, cakalang dan gurita,” ucapnya. Dirinya berharap agar pandemi Covid-19 cepat. berlalu. Untuk mewujudkan hal itu, masyarakat harus mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan percepatan vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh sehingga kasus Covid-19 terus menurun. “Dengan bangkitnya UMKM, berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat. Demikian halnya dengan konsumsi masyarakat dan rumah tangga. Kalau semuanya pulih, investasi dan belanja pembangunan bisa kembali normal,” tutupnya. (r5/b/efn). Bank Sultra Dorong Efektivitas Penerimaan Pajak Reporter: SUPRIANTO Editor: MUHAMAD EFENDI. KENDARI - Ba nk Sultra memba ngun sinergi da n kerjasa ma ya ng baik a ntar lembaga dala m meningkatka n efektivitas pemajaka n sehingga penerimaa n daera h lebih optimal da n dapat mendukung perekonomia n khususnya di Kota Kendari. Direktur pemasaran Bank Sultra, Hayati Hasan mengungkapkan ditengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya komitmen mengembangkan layanan berbasis teknologi digital melalui layanan pajak digital untuk mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kendari. “Peningkatan PAD ditengah pandemi ini, turut mendorong geliat pembangunan Kota Kendari kedepan. Layanan pajak digital sangat mudah diakses dalam melakukan pembayaran pajak,” ungkap Hayati Hasan saat ditemui di Swiss Belhotel Kendari, Selasa (30/11). Dijelaskan, Bank Sultra bersama Walikota Kendari, serta seluruh pimpinan OPD lingkup Kota Kendari sebagai salah satu penyedia jasa pembayaran pajak bersinergi melalui pembayaran pajak di mesin-mesin. ATM Bank Sultra. Sampai dengan saat ini Bank Sultra telah menyediakan 134 mesin ATM yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota Se-Sultra. Hayati Hasan menuturkan, Bank Sultra selaku Bank Daerah senantiasa berkomitmen untuk mengoptimalkan peran serta kontribusi bagi pembangunan daerah. Berbagai layanan dikembangkan untuk mendukung program jerja pemerintah daerah antara lain integrasi aplikasi keuangan daerah dan sistem bank atau Kasda Online yang digunakan untuk transaksi belanja modal pemda melalui pengembangan aplikasi satker Online yang digunakan untuk belanja rutin pemda. “Kemudian integrasi aplikasi pajak daerah dengan sistem pembayaran di bank, pengadaan aplikasi monitoring pajak daerah untuk pemda,. integrasi aplikasi pajak kendaraan bermotor serta pembuatan aplikasi sistem informasi dan manejemen rumah sakit yang terintegrasi dengan sistem pembayara bank dan masih banyak solusi non tunai lainnya yang telah kami implementasikan,” ujarnya. Namun hal ini tentu tidak dapat dilakukan tanpa dukungan Walikota Kendari serta seluruh jajarannya, semoga dimasa mendatang kepercayaan ini dapat terus ditingkatkan. “Kami juga berkoitmen untuk terus berbenah dan berinovasi untuk dapat menyediakan sarana dan layanan dalam rangka mempermudah dan memperluas jaringan pembayaran pajak bagi masyarakat sehingga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ucapnya. Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Kendari, Sri Yusnita mengatakan, Pemkot Kendari fokus melakukan pengembangan elektronifikasi percepatan pembangunan daerah disektor penerimaan pajak melalui pembayaran pajak di ATM Bank Sultra. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Bank Sultra yang sudah mensupport percepatan penerimaan pajak melalui layanan pajak digital. Semoga lebih mengoptimalkan penerimaan pajak Kota Kendari ditengah pandemi Covid-19,” tutupnya. (r5/b). Dukung Proyek EBT RI. Jerman Sediakan Dana Rp28 Triliun JAKARTA – Pemerintah Jerman berkomitmen mendukung proyek energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dengan menyediakan dana sekitar US$2 miliar atau setara dengan Rp28 triliun. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Asean dan Timor Leste Ina Lepel mengatakan bahwa negara tersebut secara aktif mendukung transisi energi yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Nusa Tenggara. “Dukungan [dilakukan] pada proyek pengembangan geothermal [panas bumi], hydropower, [dan disentralisasi] minihydro, dan PLTS. Kami juga mendukung pelatihan keterampilan,” katanya saat webinar Indonesian-German Renewable Energy Day 2021, Selasa (30/11) Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pemerintah Jerman telah mengguyur dana untuk proyek energi terbarukan sekitar dua pekan terakhir. Pengemban-. gan EBT tersebut dilakukan bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam prosesnya, Jerman membuat program khusus elektrifikasi untuk menjalankan kolaborasi dalam pengembangan pembangkit listrik. Kerja sama dengan sektor swasta juga dilakukan terkait energi terbarukan di dalam negeri. “Kami mendukung industri yang menggunakan energi di sektor swasta untuk menggunakan efisiensi energi,” terangnya. Selain itu, Dubes Jerman juga mengakui Indonesia telah menjadi mitra global dalam komitmennya mengembangan EBT. Kata dia, komitmen transisi energi tersebut akan meningkatkan permintaan untuk pembangkit listrik, baik angin maupun surya. S ementara itu, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian. ESDM Dadan Kusdiana mengatakan bahwa Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menyediakan tenaga listrik dan layanan energi modern. “Dalam hal ini pembangkit listrik dari EBT sangat penting berkontribusi pada capaian energi hijau. Kami sedang mengupayakan besaran energi terbarukan melalui konsep desentralisasi,” katanya. Pemerintah mematok target bauran energi bersih mencapai 23 persen pada 2025. Upaya tersebut, kata Dadan, harus diiringi peningkatan permintaan dan suplai energi dari EBT. Selain itu, dalam upaya desentralisasi, pemerintah akan berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca untuk meningkatkan penggunaan EBT. Proyek tersebut dapat dilihat dari rencana PLN mengonversi sekitar 500 MW listrik dari energi batu bara ke energi hijau. (bc). JUFRIANTO KASIM / Rakyat Sultra. Walikota Kendari H. Sulkarnain Kadir saat melaunching layanan pajak digital dan pasar rakyat digital tahap II Kota Kendari, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Kendari, Selasa (30/11)..
(4) 4 Rakyat Sultra. Rabu, 1 Desember 2021. Bangkitkan Ekonomi Warga Melalui Program Cash For Work (CFW). Metro. Kendari. Editor: NURHADI. KENDARI - CFW Progra m KOTAKU atau padat karya tunai berasal dari Kementria n PUPR ya ng tujua nnya untuk memberika n ba ntua n tunai dala m bentuk upa h kerja kepada Masyarakat da n masyarakat ya ng terda mpak Covid-19. Seba nyak 16 Kelura ha n di Kota Kendari menerima Ba ntua n Pemerinta h untuk Masyarakat (BPM) Cash For Work (CFW) ta hun 2021.. P. enyerahan itu ditandai dengan penyerahan CFW dari Wali Kota Kendari kepada 16 perwakilan kelurahan. Penyerahan itu berlangsung di Kantor Lurah Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Senin (29/11). Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, mengatakan untuk memperoleh program tersebut tiap kelurahan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Seperti dokumen atau berkas pendukung yang yang menjadi syarat jalannya kegiatan tersebut. Wali Kota Kendari juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran. BPM CFW kepada beberapa kelurahan di Kota Kendari dan berharap agar kegiatan ini dapat memberikan semangat dan manfaat jangka panjang terhadap program KOTAKU di Kota Kendari. “Kita pertahankan komitmen kita ini agar nantinya program ini dapat terus disalurkan kepada kelurahan-kelurahan yang belum mendapatkan. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat yang selalu mendukung program Pemkot Kendari. Tentu keberhasilan program-program tersebut tak luput dari campur tangan dan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat Kota Kendari,” ungkap Wali Kota Kendari. Sebanyak 16 Kelurahan di Kota Kendari menerima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Cash For Work (CFW) tahun 2021. Sulkarnain Kadir. Untuk diketahui, 16 Kelurahan di Kota Kendari yang menerima BPM CFW atau Padat Karya yaitu Kelurahan Andonouhu, Rahandouna,. Poasia, Benua Nirae, Tobimeita, Alolama, Baruga, Lepolepo, Watubangga, Wundudopi, Anaiwoi, Wawowangu, Pondambea, Mokoau, Watulondo dan Wuawua.. Selain program padat karya CFW 2021, ada pula kegiatan skala lingkungan yang nilainya Rp1 Milyar per kelurahan. Untuk tahun ini ada 2 kelurahan. “Utamanya dalam mengatasi. dampak pandemi Covid-19 secara langsung atau tidak langsung,” ujarnya. Diantaranya dengan melakukan rehab infrastruktur yang telah terbangun dalam program. Kotaku. “Kegiatan yang dikerjakan oleh masyarakat, diawasi masyarakat dan direncanakan masyarakat dan melibatkan masyarakat setempat,” ujarnya. (*). Kelurahan Wawombalata. Memberikan Kenyamanan dalam Melayani Masyarakat “Karena pelaksanaan tugas pegawai di Kelurahan Wawombalata ini sesuai tupoksi, adapun pegawai yang tidak hadir, maka pegawai lain yang akan tangani. Terlebih agar masyarakat tidak kecewa dan merasa nyaman saat pelayanan,” sambungnya. Meski telah berbuat maksimal, dalam pelayanan, Sirajuddin mengaku masih banyak yang perlu dibenahi. Seperti pembangunan drainase, pembukaan jalan, lampu jalan dan butung-butung. ”Kalau yang mau dibenahi sebenarnya masih banyak. Misalnya seperti drinase, pembu-. Sirajuddin MANDONGA - Kelurahan Wawombalata terus mengedepankan kenyamanan dalam pelayanan publik masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Lurah Wawombalata, Sirajuddin pada saat diwawancarai dikantornya, Senin (29/11). “Terkait untuk pelayanan publiknya, di Kelurahan Wawombalata, masyarakat yang datang kami layani sepenuhnya. Terlebih kami juga memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Kami selalu menyapa dengan masyarakat apa yang mereka minta kita berikan pelayanan dengan baik. Kami tidak membangun ruang untuk membatasi kenyaman antara pegawai ASN di Kelurahan Wawombalata dengan masyarakat,” beber Sirajuddin.. Kantor Lurah Wawombalata.. kaan jalan, lampu jalan. Khususnya di lorong-lorong harus ada lampu jalan untuk menerangi. Walaupun sebenarnya di jalan-jalan sudah ada lampu, tapi karena lorong-lorongnya banyak jadi harus membutuhkan lampu jalan untuk menerangi setiap lorong,” ucapnya. “Sementara untuk drinase sendiri di Kelurahan Wawombalata ini baru ada sebagian. Jadi tahun ini Kelurahan Wawombalata bersama ketua LPM dan masyarakat melakukan musrembang terkait program kerja untuk membangun drainase ini,” tutupnya. (mg4/hdi). Kelurahan Benubenua. Bakal Gelar Pemilihan RT dan RW Serentak KENDARI -- Kelurahan Benu benua Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari bakal menggelar pemilihan ketua rukun tetangga (RT) serentak pada tanggal 11 Desember 2021 mendatang. Pemilihan RT ini agak berbeda, karena pada umumnya pemilihan ketua RT/ RW dipilih langsung melalui musyawarah tanpa adanya pesta demokrasi layaknya pemilu. Lurah Benu Benua, Juhardin Dema S Sos M AP mengatakan rencana pelaksanaan pemilihan Ketua RT dan Ketua RW akan digelar di dua lokasi Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Kelurahan Benubenua. Beberapa rangkaian kegiatan persiapan telah digelar panitia pemilihan di antaranya, pengumuman kepada warga Benu Benua yang berminat menjadi Ketua RT maupun RW.. Bakal calon harus memenuhi beberapa syarat diantaranya : Menunjukkan bukti pelunasan PBB, Bukti Vaksin, Ijazah miniman SLTA. “ Semua tahapan telah dilaksanakan dan berkas pemohon yang dinyatakan lulus telah diumumkan pada 19 November 2021 kemarin. Selanjutnya dilakukan tes wawancara yang dilakukan oleh panitia dan dirangkai dengan kegiatan penanda tanganan fakta integritas serta pencabutan nomor urut peserta,”ucap juhardin. Lanjut Juhardin mengatakan Pemilihan RT serentak mengacu pada peraturan perundangundangan atau pemilihan ini secara jujur, bebas, umum, dan rahasia. “ Kita ingin memberikan Pembelajaran demokrasi agar warga bisa leluasa menentukan pemimpin sesuai hati nurani. Juhardin Dema dengan harapan RT/RW yang terpilih dapat menjembatani kebutuhan warga Khususnya di wilayah RT/RW, jadi pemilihan secara demokrasi langsung dan ada TPS juga,” katanya. Juhardin berharap kontestasi pemilihan langsung ketua RT dan RW di Kelurahan Benubenua ini merupakan pertama kalinya, namun bukanlah ajang persaingan, melainkan kebersamaan yang ingin dibangun dalam RT maupun RW. Untuk diketahui, di Kelurahan Benubenua terdiri 11 RT dan 4 RW. Bakal calon RT yang ikut mendaftar sebanyak 11 Calon RT dan lulus berkas 10 Calon RT, namun yang memenuhi syarat untuk diadakan pemilihan sebanyak lima calon RT saja. (p2/b/hdi).
(5) SULTRA Raya. Rakyat Sultra. RABU, 1 DESEMBER 2021. 5. 10 Petahana Tumbang di Pilkades Serentak BATAUGA- Hajatan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 14 desa di Buton Selatan 2021 sudah berakhir. Dalam Pilkades yang dihelat akhir pekan lalu, 10 petahana harus merelakan tahtanya untuk dijabat pendatang baru. Kesepuluh kades petahana yang tumbang itu yakni, Desa Wacuala Ali Makrudin dengan perolehan suara mencapai 469 mengungguli ketiga kompetitor lainnya. Desa Tadoasa dengan 5 calon kades, Hediyanto mengungguli pesaingnya dengan jumlah perolehan suara mencapai 199 suara. Desa Batu Atas Liwu, yang hanya menampilkan 2 kandidat, La Harimana unggul dengan perolehan suara sebanyak 337 dari 731 suara sah. Desa Baana Bungi, Laode Ibrahim mengungguli petahana dengan perolehan suara mencapai 309 suara berbanding 298 suara. Desa Waonu yang memperebutkan 634 suara, Suharno berhasil keluar sebagai pemenang dengan selisih suara hanya sebanyak 62 suara. Desa Lipu dengan 4 kompetitor Sukman berhasil menggungguli pesaingnya dengan perolehan suara mencapai 186 berbeda 5 suara dengan pemenang kedua yakni Hasiruddin Hasri. Desa Baana Bungi Selatan diambil alih tahta kades oleh Mukmin dengan perolehan suara sebanyak 354 suara. Desa Gerak Makmur berhasil membawa Laode Rismanton menjadi pemenang Pilkades dengan perolehan suara mencapai 554 suara. Desa Burangasi Rumbia dengan jumlah wajib pilih sebanyak 1.128 pemilih, berhasil mengantarkan Muslim menjadi Kades mengungguli petahana (La Rubi,red) yang hanya memperoleh jumlah suara sebanyak 395 suara. Sementara, Desa Molona dan Desa Lalole masingmasing mengantarkan Laode Mustafa dan Laode Tau sebagai pemegang tongkat estafet kades sebelumnya. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMDes) Kabupaten Busel, Muhammad Tahir me-. MUBAR PPPK Nonguru Hanya Luluskan Enam Orang LAWORO- Penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) nonguru di Kabupaten Muna Barat (Mubar) hanya meluluskan enam orang peserta saja. Jumlah itu, untuk mengisi formasi penyuluh pertanian serta Hanur Alkadirun Layanan Pengadaan Barang dan jasa Secara Elektronik atau LPSE. Dari jumlah yang termuat, tidak memenuhi kuota yang ada, karena di LPSE alias kosong. Untuk penyuluh pertanian, kuota yang ada memenuhi formasi sebanyak lima orang. Sementara, LPSE diproyeksikan sebanyak 10 formasi. Sementara, yang lulus cuma satu orang saja. Itu artinya, ada sembilan formasi yang kosong di layanan pengadaan barang dan jasa tersebut. Sementara, yang ikut seleksi PPPK non guru secara keseluruhan 40 orang. “Penyuluh pertanian memenuhi kuota, kalau LPSE banyak yang kosong. Banyak, yang tidak memenuhi syarat,” kata Kabid Pengembangan dan Dokumentasi BKPP Mubar, Hanur Alkadirun, saat ditemui di kantornya, Selasa (30/11). Formasi yang tak terisi, lanjut dia, dibiarkan begitu saja atau kosong. Sedangkan, yang dinyatakan lulus, saat ini, calon PPPK sedang mengikuti tahapan selanjutnya yakni pemberkasan. Untuk selanjutnya, menunggu SK pengangkatan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). “PPPK tesnya cuman sekali saja. Saat ini, sementara berproses . Mereka juga sudah lakukan pemberkasan. Tinggal tunggu saja SK yang sementara diproses,” imbuhnya. Penerimaan PPPK, kata Hanur, sangat penting, untuk membantu tugas-tugas penyelenggaran pemerintahan. Sehingga, dalam prosesnya nanti,. Salah satu TPS saat melangsungkan pemungutan suara dalam hajatan Pilkades serentak di 14 Desa se-Kabupaten Busel 2021, Minggu (28/11). nuturkan pemungutan suara mencari kepala desa di 14 desa se-Kabupaten Buton Selatan kini telah berakhir. Namun demikian, pihaknya masih menunggu hasil keputusan pihak kecamatan untuk diajukan kepada pembina politik di Busel. “Saat ini tengah dilakukan BPM. untuk menetapkan pemenang Pilkades dimasing-masing desa yang kemudian keputusan itu akan diantarkan ke kami di BPMDes. Dimana, dari keputusan tersebut kemudian kami ajukan kepada Bupati Buton Selatan untuk diketahui dan ditindak lanjuti,” tuturnya Kata dia, meski telah menetapkan. pemenang dalam hajatan pesta demokrasi ditingkat desa itu, pihaknya masih memberi ruang kepada para calon kades untuk mengajukan keberatan. Dimana, pihaknya menetapkan jangka waktu pengajuan keberatan paling lama 3 hari sejak selesainya pemungutan suara dilakukan.. “Ada masa sanggah bagi para calon kades yang mengajukan keberatan atau gugatan atas keputusan pemenang itu. Dan kami tunggu sampai besok (hari ini,red) untuk pengajuan gugatan itu,” tutupnya. (m2/b/aji). Telkom Luncurkan Digital Island 100 Persen Fiber di Butur Bupati Ingatkan OPD. Pro Aktif dalam Kegiatan Pemerintahan. Bupati Butur, Ridwan Zakariah bersama General Manager Telkom Perwakilan Sultra, Feronika Sampe.. Reporter: AL JALILU Editor: MUHAMAD ABDUL MAJID BURANGA - PT Telkom Indonesia bersa ma Pemerinta h Kabupaten Buton Utara (Butur), resmi meluncurka n digital isla nd 100 persen fiber di daera h itu. Giat ya ng dihelat Sabtu (27/11) beberapa waktu lalu itu berla ngsung di Aula Bappeda daera h setempat.. P. ELUNCURAN tersebut tersebut dilakukan atas dasar Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Butur dan PT Telkom wilayah Sultra yang ditandatangani sejak tanggal 15 Maret 2021. Bupati Butur Muhammad Ridwan Zakariah dalam sambutannya menuturkan, Pemkab Butur akan terus bekerja sama dengan pihak Telkom sampai seluruh wilayah bisa terkoneksi dengan fiber optik ini. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya. “Kami sadar sepenuhnya bahwa bagi kami ini adalah kebutuhan yang sangat vital apalagi di era digitalisasi seperti ini masyarakat dituntut secara alamiah untuk seluruh lapisan masuk menjadi pengguna. internet,” ungkap Ridwan Zakariah. Ridwan mengakui hampir semua kegiatan sehari-sehari semua sudah dilakukan secara daring (online). Belum lagi dalam manajemen pengelolaan sistem pemerintahan semua sudah berbasis online dan aplikasi seperti e-planning, ebugdeting, SIMDA, SIPD dan lain sebagainya. “Telkom 100 persen fiber kini sudah hadir untuk menjawab kebutuhan itu, baik masyarakat maupun pemerintah daerah,” tegasnya. Ridwan juga menyadari, bahwa di era saat ini digitalisasi dinilai sangat dibutuhkan masyarakat, baik itu di semua lini manajemen yang ada di pemerintahan maupun di pelayanan publik sehingga lebih efektif dan efisien.. “Kita berharap, tingkat layanan internet di wilayah Buton Utara semakin baik dan secara langsung akan bermuara pada kualitas pelayanan birokrasi, kemajuan ekonomi, budaya dan sosial kemasyarakatan,” harapnya. Sementara itu, General Manager Telkom Perwakilan Sultra, Feronika Sampe dalam sambutannya menyampaikan bahwa jangkauan layanan untuk kebutuhan digitalisasi di Butur oleh Telkom dilakukan secara bertahap. “Sebagai langkah awal saat ini baru menjangkau beberapa Desa dan Kelurahan di area Kecamatan Kulisusu, mulai dari Desa Loji hingga Linsowu. Menurut Feronika, di wilayah Sulawesi Tenggara yang baru diklaim sebagai digital Island baru di Kabupaten Buton Utara. Sehingga kata dia ini mungkin sebuah momentum sejarah bagi Telkom dan juga bagi Kabupaten Buton Utara. “Jadi walaupun agak sedikit terlambat masuk dibandingkan kabupaten yang lain, tetapi ada kelebihan karena di sini satu-satunya yang bisa kami klaim sebagai kabupaten yang sudah digital Island,” imbuhnya. (r3/b/aji). LABUNGKARI - Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin terus mengingatkan kepada bawahannya untuk selalu pro aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan. Samahuddin juga menekankan agar para kepla Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serius dan tak mengeluh kepada DPRD dalam penyusunan anggaran yang kini tengah dibahas. “Saya ingatkan kalau para kepala OPD jangan coba-coba kalau pembahasan anggaran itu mengeluh pada DPRD, karena mereka itu adalah orang politik. Kalau memang anggaran yang dibahas atau diminta kurang, cukup dibahas dengan Pak Sekda saja dengan saya dan keuangan,” kata Samahuddin. Lebih lanjut, Samahuddin meminta agar para kepala OPD bisa membedakan antara tugas eksekutif dan legislatif agar roda pemerintahan berjalan harmonis. “Kalau ada hal-hal seperti itu tidak perlu bicara dengan DPRD, cukup ini Pak Sekda selalu mengingatkan OPD ini. Apalagi saya di titik akhir pembahasan APBD. Hargailah pimpinan kepala daerah, OPD dengan Sekda, cerita biasa saja apalagi hari ini kita punya daerah yang sudah terbebani, terutama belanja pegawai sudah sangat luar biasa,” ujarnya. Maka dari itu, Samahuddin menyadari untuk melakukan pembangunan di Buteng kini agak berat apalagi dengan adanya P3K. “Kemarin saya sempat diskusi dengan dirjen dua minggu yang lalu tentang masalah gaji, Saya sempat protes, dulu kok digaji APBN begitu kita kirim nama-nama yang lolos di kembalikan ke APBD, kita kewalahan ambil dimana uang,” ucapnya. Terakhir Samahuddin kembali malakukan penegasan kepada seluruh SKPD yang sempat hadir agar di sisa masa pemerintahan yang sisa kurang lebih 5 bulan ini untuk selalu bahu membahu dan bekerja untuk membangun daerah Buteng yang berkah. (cr3/b/aji). Wabup Sampaikan Nota Keuangan APBD 2022 PASARWAJO - Wakil Bupati Buton, Iis Elianti menyampaikan nota keuangan APBD Pemkab Buton tahun anggaran 2022 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Buton. Giat itu berlangsung di kantor DPRD Buton, Senin (29/11). Sidang itu dipimpin langsung Ketua DPRD Buton, Hariasi Salad. Mewakili Bupati Buton, La Bakry, Iis Elianti yang menyampaikan nota APBD tahun 2022 diajukan dalam rangka penjelasan umum terhadap rancangan APBD tahun 2022. “Rancangan umum APBD 2022 tetap mengacu pada kemampuan pendapatan keuangan di daerah yang berasal dari berbagai sumber pendapatan,” ujarnya.. Berdasarkan sumber pendapatannya maka dapat dijelaskan bahwa pendapatan asli daerah tahun 2022 direncanakan sebesar Rp 27 miliar lebih, pendapatan transfer Rp 676 miliar sehingga total pendapatan direncanakan tahun anggaran 2022 adalah Rp 704 lebih kecil sebesar kurang lebih Rp 108 miliar dari tahun sebelumnya. Dari sisi belanja sebesar Rp 694 miliar lebih atau lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama sebesar Rp 962 miliar lebih. Besarnya pendapatan dibanding belanja mengakibatkan posisi keuangan surplus Rp 9,5 miliar lebih. Adanya kondisi ini dimaksudkan untuk mengim-. bangi pengeluaran pembiayaan dan penerimaan sehingga didapat kondisi seimbang dalam penggunaan anggaran. ”Dengan kondisi yang sangat terbatas tersebut dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin untuk menjawab berbagai prioritas daerah diantaranya peningkatan SDM dalam penguatan sektor pendidikan kesehatan utamanya persoalan stunting dan permasalahan kesehatan lainnya. Di samping itu mendorong peran perempuan dalam mendukung menyelesaikan pemerataan pembangunan,” ujarnya. Lanjut dia, sarana prasarana yang mendukung pemanfaatan potensi sumber daya alam yang sangat tinggi agar. diperoleh pertumbuhan yang berkesinambungan di masa selanjutnya, selain itu pergerakan ekonomi di masa pandemi covid-19 dan dampaknya tetap harus mendapat perhatian. “Agenda lainnya menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang direncanakan pada tahun 2022,” tandasnya lagi. Dia menambahkan dengan adanya prioritas tersebut tentu dimaksudkan agar pendapatan yang sangat terbatas dapat dimanfaatkan seefektif mungkin dan seefisien mungkin tentunya ini tidak dapat memuaskan semua pihak untuk itu diperlukan kesabaran dan dukungan agar apa yang direncanakan dalam. kondisi yang sangat terbatas dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sebelumnya, Bupati Buton, La Bakry menyampaikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Buton tahun anggaran 2022 diperkirakan berkurang sebesar Rp 108 miliar karena kebijakan pemerintah pusat mengurangi Dana Alokasi Umum (DAU). La Bakry mengatakan bahwa pengurangan itu juga karena ada Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) tentang kemungkinan akan ditariknya kembali anggaran untuk penanganan Covid-19 seperti tahun sebelumnya. “Anggaran kita berkurang Rp 100 miliar lebih,” tandasnya. (pub).
(6) SULTRA Raya. 6 Rakyat Sultra. RABU, 1 Desember 2021. Bupati “Bisniskan” Lahan Pekarangan Masyarakat. KONAWE. Sekda Konawe Ferdinand Sapan saat menandatangi nota kesepahaman yang disaksikan oleh Ketua DPRD Konawe Ardin di Gedung Paripurna DPRD Konawe.. Tahun 2022, APBD Konawe Diproyeksi Rp 1.474 Triliun Lebih UNAAHA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar rapat paripurna penandatanganan nota kesepahaman rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022. Rapat paripurna ini dilaksanakan setelah sebelumnya, dilakukan pembahasan anggaran antara tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Konawe. Adapun Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disetujui dalam rapat paripurna tersebut yakni APBD Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2022 berjumlah Rp1.474 Triliun Lebih. Total anggaran tersebut terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah sebesar Rp1.471 triliun. Belanja Daerah yakni Rp1.438 triliun surplus/ defisit Rp32.680 miliar. Pembiayaan daerah, yakni penerimaan Rp3 miliar, pengeluaran Rp35.680 miliar, pembiayaan Rp32.680 miliar, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Rp0. Pendapatan daerah yang direncanakan tersebut bersumber dari pendapatan asli, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Konawe Ferdinand Sapan menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPRD Konawe atas sinergitas yang terbangun selama ini. Bupati Konawe berharap anggaran pendapatan dan belanja daerah yang telah disetujui tersebut nantinya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Konawe. Ketua DPRD Konawe H. Ardin saat ditemui usai rapat paripurna mengatakan dengan selesainya rapat paripurna penandatanganan nota kesepahaman RAPBD Kabupaten Konawe tahun 2022 maka kewenangan DPRD sudah selesai. Menurut Ardin, setelah diserahkannya nota kesepahaman tersebut ke Pemda Konawe dalam hal ini bupati, maka kewenangan penetapan anggaran sudah sepenuhnya ada di eksekutif. “Semoga apa yang telah kami bahas bersama Pemda dan telah disetujui semua Fraksi DPRD Konawe dapat memberikan manfaat sebesarbesarnya untuk kemajuan daerah dan yang paling penting dalam hal ini adalah kesejahteraan masyarakat Konawe,”pungkasnya. (cr2/b/aji). Reporter: ERWIN Editor: MUHAMAD ABDUL MAJID WANGGUDUPemerinta h Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) menggelar rapat Pengemba nga n Progra m Kebun Pekara nga n (PPKP) ya ng diikuti seluruh pejabat eselon II, III da n IV, Senin (29/11).. R. ENCANA pengembangan kebun pekarangan itu, sesuai misi ketiga Konasara Jilid II yaitu mewujudkan keadilan sosial dan nilai tambah dalam pengelolaan sumber daya alam guna meningkatkan daya saing ekonomi. Atas dasar itu Pemkab Konut mewajibkan seluruh OPD maupun pejabat ling-. Pemkab Konut saat menggelar rapat Pengembangan Program Kebun Pekarangan kup Pemkab Konut mengelola setiap pekarangan yang ada, baik lahan sendiri maupun masyarakat. Nanti, pengembangan kebun pekarangan ini bakal dituangkan dalam bentuk peraturan daerah (Perda). Setiap OPD maupun pejabat diwajibkan membiayai. kerja sama atau MoU dengan Perumda dan Bulog serta salah satu perusahaan di Morowali untuk memenuhi kebutuhan pasar 48 ton per 3 hari. “Dalam hal ini Perumda siap menampung atau membeli hasil dari pengelolaan pekarangan tersebut,” ungkapnya.. Bimtek Menuju Kota Cerdas Pemkab Konsel Tuntas ANDOOLO - Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan arah dan tujuan master plan Kota Cerdas (smart city) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memasuki tahap IV dan merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan. Sebelumnya sebanyak tiga tahap sukses terlaksana. Berakhirnya kegiatan menuju smart city ini ditandai dengan penandatanganan komitmen antara kepala daerah yang ditandatangani Bupati Konsel H Surunuddin Dangga ST MM dan Wakil Bupati Rasyid S.Sos M.Si, Sekretaris Daerah Ir Drs H Sjarif Sajang M.Si, dengan dewan smart city, tim pelaksana, pimpinan OPD dan pihak terkait. Bupati Konsel, Surunuddin Dangga menutup kegiatan, Selasa (30/11) menyampaikan, jauh sebelum kegiatan smart city digelar dirinya pada periode pertama 2016-2021 telah memikirkan kemajuan daerah di bidang teknologi informasi infrastruktur jaringan internet, yakni dengan menanam kabel fiber optik. Ketika itu banyak orang menyangsikannya karena dianggap mahal dan tidak bermanfaat. Namun sekarang bisa dinikmati hasilnya. “Terutama di masa. Jasa Raharja Latih Nahkoda dan ABK Kapal Keselamatan Berlayar KENDARI - PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan bagi Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) terkait keselamatan dalam berlayar, Senin (29/11) di Claro Hotel Kendari. Pelatihan yang diikuti sebanyak 37 orang ini dihadiri Kepala Jasa Raharja Sultra, Saldhy Putranto beserta narasumber kegiatan mulai dari Basarnas Kendari, Dinas Perhubungan Pemprov Sultra dan KSOP Kendari. Kepada media, Saldhy Putranto mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan informasi bagi para nahkoda dan ABK mengenai tata tertib dalam melakukan pelayaran. Termasuk kewajiban dari nahkoda dan ABK itu sendiri. “Kemudian, memberikan infomasi mengenai tata cara keselamatan bagi masyarakat pengguna alat angkutan umum dengan harapan para nahkoda dan ABK ini bisa memberikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang kapalnya,” ungkap Saldhy. Lebih lanjut, orang nomor satu di Jasa Raharja Sultra ini, menjelaskan, tata tertib yang dimaksud diantaranya sebelum melakukan pelayaran terlebih dahulu melengkapi administrasi pelayaran yang telah ditentukan. “Sebelum berlayar kan hasus ada administrasi yang harus dilengkapi. Administrasi dilengkapi dulu dan itu menjadi syarat sebelum melakukan pelayaran,” cetusnya kepada media. Saldhy pun memastikan, setiap Kapal yang sudah memiliki izin dan melakukan pembayaran iuran wajib kapal laut, setiap penumpang dan kru tercover asuransi jika terjadi sebuah kecelakaan. “Semua penumpang dan kru kapalnya jika. pemanfaatan pekarangan ataupun lahan tidur masyarakat dengan memanfaatkan kelompok tani ataupun petani, petambak maupun peternak di Konut. Bupati Konut, H. Ruksamin dalam sambutanya mengaku sudah melakukan penandatangan perjanjian. Dia berharap kepada OPD maupun pejabat lingkup Pemkab Konut agar memperdayakan para kelompok tani/ petani karena tidak perlu para pejabat menanam, biarkan para petani yang melakukan. OPD maupun pejabat tinggal wajib membiayai. “Sehingga tercipta kesejahteraan para petani melalui program ini. Di mana hasilnya dapat dirasakan bersama. Karena di tahun 2022, TPP sudah kita naikkan lagi demi menunjang kesejahteraan ASN,” ujarnya. “Saya berharap Inovasi kecil ini bisa berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat Konawe Utara, demi terwujudnya Konut yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” tambahnya. Dia menambahkan, masyarakat yang memiliki lahan silakan membuka untuk dikelola oleh OPD maupun pejabat Pemkab Konut dan prioritaskan pada lahan yang berada di pinggir jalan, agar sepanjang jalan memberikan nuansa atau ciri khas ketika berada di wilayah Konut. (p3/b/aji). mengalami kecelakaan itu di cover asuransinya oleh Jasa Raharja,” pungkasnya. Diketahui, seluruh perserta pelatihan tidak hanya berasal dari Kota Kendari, melainkan juga berasal dari Kabupaten Muna dan Kota Baubau. Sementara itu, pemateri pelatihan, Ni Kadek Wiriawan selaku Analis Operasi Basarnas Kendari, mengucapkan terima kasih atas undangan pihak Jasa Raharja Sultra untuk memberikan edukasi kepada para nahkoda dan ABK. Katanya, dalam kesempatan ini Basarnas Kendari memberikan edukasi terkait pentingnya keselamatan dalam bertransportasi di laut. Terutama masalah Safety. “Kami memberikan kepeserta bahwa pentingnya keselamatan kenyamanan dalam bertrasportasi di laut, khususnya maslaah safety. Masalah kelengkapan-kelengkapan alat bantu keselamatan, alat bantu navigasi, alat bantu komunikasi, apabila terjadi halhal tidak diinginkan biar kami cepat dapat laporan dan informasinya,” pungkas Ni Kadek. (r6/b/aji). pandemi saat pembatasan kegiatan, video conference melalui zoom meeting bisa terlaksana dan dirasakan seluruh OPD, karena jaringan internet telah tersambung di semua instansi,”sebutnya. Tentunya, terpilihnya Kabupaten Konsel menjadi salah satu kabupaten di Indonesia dalam program gerakan menuju smart city pada tahun 2021 melalui penyelenggaraan Bimtek bagian dari itu. Sehingga program smart city, kata Surunuddin sangat membantu Pemda Konsel dalam menciptakan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). “Adanya master plan smart city mempermudah pemda mengurai masalah, khususnya Ibu Kota Kabupaten, Andoolo dan mendorong OPD bekerja pintar pada semua lini dan bertranformasi digital demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya Namun, kesuksesan gerakan menuju smart city bergantung pada kolaborasi, sinergi seluruh stakeholder baik pemerintah, masyarakat dan swasta dengan perencanaan matang, terintegrasi dan tepat sasaran. Menutup sambutannya, tak lupa Surunuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dirjen Aplikasi. Informatika Kemenkominfo RI yang sudah memfasilitasi kegiatan, serta kepada pembimbing dan tenaga ahli yang telah mendampingi dan mengarahkan Pemda Konsel dalam penyusunan master plan smart city daerah dimensi periode tahun 2022-2031. Sementara, Ketua Tim Tenaga Ahli sekaligus pembimbing penyusunan smart city Kemenkominfo RI, Windy Gambetta mengatakan, bimtek dilaksanakan dalam kaitannya mendukung kawasan pariwisata prioritas nasional Wakatobi yang mencakup 4 (empat) Kabupaten yakni Kota Baubau, Buton, Wakatobi dan Kabupaten Konsel yang disusun berdasarkan RPJMD daerah masing-masing. Kegiatan ini merupakan pengelolaan kota berkesinambungan yang sifatnya inovatif, partisipatif dan kolaboratif yang bukan hanya melibatkan satu OPD dalam bekerja namun seluruh elemen masyarakat. “Karena terkait kawasan pariwisata Wakatobi, maka bagaimana juga mendorong sektor pariwisata yang ada di Konsel termasuk unggulan lainnya dengan pelibatan semua pihak,” tekannya. Dosen ITB ini mengungkapkan, tujuan pelaksanaan bimtek dengan empat tahapan adalah menciptakan in-. Penutupan Bimtek Penyusunan arah dam tujuan master plan Konsel menuju kota cerdas tegritas, sinkronisasi dan sinergi antara perencanaan pengembangan kota cerdas di tingkat pusat dan daerah dan mendorong proses kota cerdas yang efektif, efisien, inklusif dan partisipatif serta menjamin terakomodasinya sasaran pembangunan dalam RPJMN dalam dokumen perencanaan smart city daerah. “Tujuannya selain itu bagaimana membangun kesiapan kabupaten menjadi smart city dengan mendorong SDM dan insfratruktur jalan serta internet tanpa meninggalkan tradisi daerah,” timpalnya Selanjutnya, akan dibuatkan laporan dokumen yang dituangkan dalam Buku I (analisa keuangan, kesiapan, strategi visi dan pembangunan ), Buku II (kerangka, arah dan pro-. gram), Buku III (executive summary), Buku IV (Quick Win) dan Buku V (master plan kawasan pariwisata Prioritas Nasional Wakatobi) Diketahui, pelaksanaan Bimtek yang diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Konsel dibawah tanggung jawab kepala dinas, Drs Anas Mas’ud M.Si bersinergi dengan Kemenkominfo Pusat lebih fokus pada enam dimensi rencana aksi baik smart Governance/pemerintahan, smart branding/pariwisata, smart economy/ekonomi umkm, smart living/ kesehatan dan mobilitas transportasi, smart society/ kemasyarakatan maupun smart environment/penanganan limbah sampah. (ram/aji). PT Pertamina Bangun Terminal LPG di Kolaka KOLAKA – Untuk mendukung peningkatan ketersediaan Elpiji di Provinsi Sulawesi Tenggara, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk membangun Terminal Liquefied Petroleum Gas (TLPG) Pertamina di Kabupaten Kolaka. Dimulainya proyek pembangunan terminal LPG tersebut ditandai seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking di Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara pada Jumat (26/11). Lokasi proyek terminal LPG tersebut berada tepat di sebelah Tenggara Fuel Terminal Per-. Kepala Jasa Raharja Sultra, Saldhy Putranto bersama peserta pelatihan usai kegiatan pelatihan.. tamina Kolaka di kelurahan Kolakaasi. Groundbreaking yang dilakukan oleh EPN merupakan bagian dari upaya untuk mendukung Pertamina (Persero) dalam menjaga cadangan LPG, dan juga sesuai keputusan Menteri ESDM 2157 K/lO/MEM/2017 mengenai pembangunan sarana dan infrastuktur penyimpanan Elpiji. Seremoni turut dihadiri Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Haris Syahrudin, jajaran Direksi Elnusa Petrofin di antaranya VP Joint Terminal Service Operation Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Isnanto Isnanto Suseno, Executive GM Marketing Operation Region VII (Sulawesi) Pertamina Agus Dwi Djatmoko, serta Bupati Kolaka Ahmad Safei dan jajaran Forkominda setempat. Ke depan, terminal LPG Kolaka nantinya akan diintegrasikan dengan Fuel Terminal Kolaka dengan luas lahan kurang lebih 9.589 m2 untuk lokasi sarana fasilitas TLPG dan luas area 2.718 m2 sebagai area pembangu-. nan sarana fasilitas Terminal LPG. Nantinya total luasan areal pembangunan Terminal LPG kolaka 12.000 m2. Pembangunan Terminal LPG Kolaka ini mencakup Tangki Bola (Spherical Tank) kapasitas 2 x 1.500 MT dengan kelengkapan sarana fasilitas Pompa LPG, Loading Bay ke Skid tank LPG, dan sarana pendukung operasional yang mumpuni dengan estimasi penyelesaian pembangunan selama 24 Bulan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian CSR secara simbolis kepada Yayasan Pendidikan Islam Nursyamzam sebagai wujud Elnusa Petrofin terhadap pendidikan di wilayah tersebut. Haris Syahrudin selaku Direktur Utama PT Elnusa Petrofin dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan keberadaan Terminal LPG ini mampu mendukung pemenuhan kebutuhan LPG khususnya di Sulawesi Tenggara dan mendorong akselerasi perekonomian daerah setempat. Sedangkan VP Joint Ter-. minal Service Operation Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Iswanto Suseno menyatakan bahwa groundbreaking kali ini merupakan komitmen wujud kedaulatan energi Pertamina Grup bagi masyarakat dan negara. Karena itu jajaran direksi EPN mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap pembangunan TLPG Kolaka. Dalam kesempatan yang sama Bupati Kolaka Ahmad Safei menyatakan harapannya kehadiran TLPG akan memberi dampak multiplayer efect positif. Untuk diketahui, EPN adalah anak perusahaan PT Elnusa Tbk. PT Elnusa Tbk sendiri merupakan anak PT. Pertamina Hulu Energi, Sub Holding Upstream PT Pertamina (Persero). PT Elnusa Petrofin bergerak di bidang jasa logistik dan distribusi BBM, terutama Jasa Transportasi BBM, Energy Storage Management (Fuel, Gass, Aviation), Industry and Marine Fuel, Lubricant dan Chemical Integrated Service. (pub).
(7) Ragam. Rakyat Sultra rabu, 1 Desember 2021. Dispar Sultra Siap Gelar Workshop Ekonomi Kreatif Lanjutan dari Halaman 1 banyak kendala di lapangan terkait vaksinasi. Diantaranya, masyarakat termakan hoaks terkait vaksinasi. “Mungkin masih belum timbul adanya kesadaran maka dari itu saya mengimbau kepada masyarakat, varian ketiga ini sudah mulai muncul itu varian omnicron. Tidak menutup kemungkinan namanya pandemi itu cepat menyebar,” ujarnya. Sehingga, Wasis menekankan, agar personil Bhabinkamtibmas untuk bekerja serius dalam mencapai target vaksinasi ini. Tak main main, Polisi dengan dua bunga di pundak ini tak segan segan mencopot Kapolsek yang tidak mampu menggerakan masyarakat melalui personilnya. “Saya akan ambil tindakan pencopotan Kapolsek kalau memang ada yang mengangkat bendera, lempar handuk tinggal saya datakan, saya laporkan ke Pimpinan, copot Kapolsek,” tegasnya. Mantan Kapolres Buton Utara ini menuturkan, untuk mempermudah warga dalam melakukan vaksinasi, kini masyarakat dapat melakukan vaksinasi di mana saja seperti Polres Konawe dan Puskesmas terdekat. Kemudahan ini dimaksudkan agar percepatan vaksinasi dapat berjalan secara maksimal. Untuk itu ia berharap dengan adanya kegiatan ini membantu masyarakat Kabupaten Konawe yang belum melakukan vaksinasi untuk divaksin Covid-19, guna. mengurangi penyebaran virus korona. “Bagi masyarakat yang belum vaksinasi dosis tahap pertama dan kedua, segera melaksanakan vaksinasi di gerai vaksinasi kantor daerah pada Kamis 2 Desember 2021,” pungkas alumni Akabri 1999 ini. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Konawe memutuskan menjadikan kartu vaksin sebagai syarat dalam mengurus administrasi di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (PTSP). Pernyataan ini diungkap langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinand Sapan saat rapat koordinasi percepatan vaksinasi di pendopo Kantor Bupati Konawe, Selasa (30/11/2021). Ferdinand mengatakan, hal ini merupakan upaya pihaknya dalam mendorong percepatan vaksinasi di Kabupaten Konawe. “Pengurusan data kependudukan yang ada di catatan sipil maupun perizinan nanti di PTSP kita sudah mempersyaratkan itu semua,” kata Ferdinand. Dengan begitu, masyarakat termotivasi untuk melakukan vaksinasi. Sementara itu, untuk Camat dan Lurah, Ferdinand melanjutkan, memiliki tugas pokok untuk meyakinkan masyarakat agar terlindungi dari semua aspek termasuk kesehatan. “Jika dia (Camat dan Lurah ) tidak capai kinerja itu kita ingin tahu alasannya apa, supportingnya kenapa. Kalau misalnya ele-elean ya kita copot saja,”. tegasnya. Sedangkan untuk Kepala Desa (Kades) yang tidak mencapai kinerja vaksinasi terancam mendapat sanksi terkait penundaan penyaluran kewajiban Kabupaten kepada Desa seperti ADD. Ferdinand mengungkapkan, stok vaksin yang dimiliki saat ini juga masih banyak. Namun, antusiasme warga untuk vaksin masih kurang. “Solusi jangka pendeknya adalah kita akan vaksinasi massal lagi, rencana Hari Kamis lusa dan kita juga sudah membagi kuota setiap Puskesmas dan Kecamatan,” tambahnya. Dengan upaya tersebut, Ferdinand menjelaskan, pihaknya dapat menargetkan masyarakat yang divaksin sebanyak 2000 orang/hari untuk mengejar target sampai dengan Desember sebesar 70 persen atau total sekira 200 ribu orang vaksin. Ferdinand juga mengatakan, vaksinasi ini bakal terikat sanksi bagi Aparatur Sipil Negera (ASN) di Konawe. ASN yang akan mengurus kenaikan pangkat harus melakukan vaksinasi dibuktikan dengan sertifikat vaksin. “Termasuk jika mereka promosi akan menduduki suatu jabatan harus ada kartu vaksinnya,” ujarnya. Bahkan, Ferdinand menegaskan, sanksi terberatnya yakni penundaan gaji bagi ASN yang belum vaksin untuk Desember 2021. Sehingga, kata Ferdinand, berdasarkan data dari dinas masing-masing untuk memastikan semua PNS/ASN sudah di vaksin. (Cr2/B/idu). Monumen Pers Nasional akan Gelar Pelatihan Jurnalistik Lanjutan dari Halaman 1 online maupun offline,” kata Widodo, Senin (29/11) . Dikatakan Widodo, agenda. tersebut rencananya akan di buka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) Johnny G. Plate. “Insha Allah, Johnny G. Plate. akan turut membersamai kita,” ujarnya. Tak lupa dirinya berharap dari penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Sulawesi Tenggara bahwa, seluruh masyarakat di Sultra bisa turut menyukseskan hajatan besar ini. “Karena apa, seperti yang kita ketahui ketika seluruh mata dunia karena ada tamu-tamu asing juga seperti yang di sampaikan tadi tertujunya kesini, jadi kesuksesan acara ini akan membawa dampak yang sangat besar khususnya dalam bidang investasi, karena di daerah ini ternyata banyak hasil tambang yang sangat luar biasa, tadi saya sudah di ceritakan,” bebernya. Maka dari itu, momentum HPN di Sultra harus di jadikan kesempatan untuk memberikan trust kepada dunia bahwa, daerah ini memiliki potensi yang luar biasa. Nah ketika kepercayaan masyarakat dunia itu yakin dengan pemerintah kita maka mereka dengan senang hati akan berinvestasi di Sultra. Untuk diketahui, sejarah hari pers tidak lepas dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sebab, pada 9 Februari 1946, terbentuklah PWI. Selanjutnya pada 23 Januari 1985, Presiden Soeharto kemudian menetapkan bahwa tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. (rls/idu). 7. Gugatan Dahlan Abu Bakar dkk ke PWI Sulsel Ditolak. Hakim Sebut Cacat Formil. MAKASSAR-Gugatan terhadap PWI Sulsel dan pusat mental. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar mengatakan gugatan yang diajukan oleh Dahlan Abu Bakar, Hasan Kuba, Andi Patarai, dan M Anwar Sanusi cacat formil. Rusdiyanto Loleh yang bertindak sebagai ketua majelis hakim, dalam amar putusannya mengatakan berdasarkan hasil musyawarah menilai gugatan yang dilakukan penggugat ca-. cat formil. Ada pihak yang seharusnya ikut digugat namun tidak ikut digugat, yakni panitia pelaksana atau Organizing Committee (OC). Peran OC dalam pemilihan sangat penting karena sebagai pelaksana, namun tidak ikut digugat. Sedangkan tergugat pertama adalah pengurus yang terpilih dan tergugat kedua sebagai yang melantik. “Perkara ini dinyatakan cacat Formil, ada pihak yang tidak. ikut digugat. Karena cacat formil makanya kami tidak akan lagi mempertimbangkan keterangan dan barang bukti alias tidak masuk dalam pokok perkara,” kata Rusdiyanto Loleh, Selasa 30 November. Hakim kelahiran Gorontalo 14 September 1970 ini juga menuturkan atas putusan tersebut pihaknya juga membebankan biaya perkara ke pihak penggugat. Penggugat membayar biaya perkara Rp1,2 juta.. Pemda dan Kodim 1417/Kendari Bakal Gelar Vaksinasi Massal Lanjutan dari Halaman 1 sebagai pimpinan baru Dandim Kendari. Terimakasih atas sambutan hangatnya, semoga dapat terbangun sinergi pada bidang lain secara berkelanjutan,”ucap Dandim Waluyo mengawali dialognya. Dirinya meminta dukungan dari Pimpinan Daerah dan masyarakat Konawe Selatan dalam menjalankan tugas memelihara dan menciptakan kondusifitas bersama Pemerintah, unsur Polri dan elemen masyarakat. Dikesempatan itu Bupati Surunuddin menyampaikan selamat datang dan selamat menjalankan tugas baru, sekaligus menyatakan kesiapannya mendukung pro-. gram kerja Dandim 1417/Kendari, khususnya yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan dan dalam memelihara keamanan serta ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Dialog dalam suasana penuh kekeluargaan dan penuh keakraban kedua pimpinan lembaga tersebut berkembang dan menjurus pada rencana kerja. Terungkap, demi meningkatkan cakupan persentase sasaran vaksin, Pemda bakal menjalin kerjasama dengan melaksanakan vaksinasi massal yang melibatkan instansi vertikal yang ada di Konawe Selatan. Salah satu yang melandasi rencana kolaborasi dibidang kesehatan itu, karena stok vaksin jenis sinovac yang masih. lumayan ada di tubuh Kodim Kendari termasuk tenaga kesehatan, sedangkan Pemda Konsel sangat membutuhkannya demi memenuhi kebutuhan masyarakat untuk vaksin kedua pada jenis vaksin tersebut, yang mana, stok kebanyakan merk vaksin moderna dan pfizer, sementara sesuai anjuran Kemenkes bagi warga yang ingin vaksin kedua mesti sesuai dengan jenis pertama. Olehnya itu, Bupati Surunuddin meminta rencana besar sinergitas antar lembaga itu segera diimplementasikan, yang disahuti penuh semangat Dandim Windarto, juga di iyakan Wabup Rasyid dan Sekda Konsel. “Segera kita jalankan kerjasama ini untuk meningkatkan caku-. “Atas putusan ini pihak penggugat diberikan waktu 14 hari untuk mengajukan upaya hukum,” ucapnya. Kuasa hukum penggugat, Hadi Sutrisno mengatakan pihaknya masih akan berkordinasi dengan kliennya sebelum mengambil tindakan. Mereka punya 14 hari untuk mengambil tindakan. “Kami akan berkodinasi dahulu. Nanti diinfokan jika ada upaya hukum,” ungkapnya. (fjr) pan persentase vaksinasi agar terbentuk herd immunity sehingga masyarakat bisa hidup normal berdampingan dan menganggap virus ini seperti virus flu biasa. Dan akhirnya roda perekonomian bisa pulih lebih cepat menuju terwujudnya masyarakat Konsel sehat dan sejahtera,”tandas Surunuddin. Sementara, Wabup Rasyid menambahkan bahwa sebelum dilaksanakan vaksinasi massal bersama, ia akan mengumpulkan OPD terkait, instansi vertikal dan pesantren untuk membahas dan mematangkan waktu pelaksanaan, termasuk mengecek jumlah masyarakat yang belum tervaksin dan jenis yang digunakan. Jika tak ada aral, rencana kolaborasi vaksinasi massal serentak seluruh Kecamatan se- Konsel akan digelar pada pekan depan awal Desember 2021. (ram/idu). Pemkab Buton Dukung Penuh KPN Wakatobi Lanjutan dari Halaman 1 budaya, maka event yang ada dikawasan penyangga bisa disinkronkan,” katanya pada acara Focus Group Discussion (FGD) Smart City Kawasan Nasional Wakatobi di salah satu hotel di Kendari, Sabtu pekan lalu (27/11). Hal ini lanjut mantan Kadis Perikanan Buton itu, dapat dilakukan dengan menyinkronkan kalender event yang ada di empat wilayah tersebut. Salah satunya event akbar yang bertajuk Festival Pesona Budaya. Tua Buton . FGD dibuka langsung Koordinator Layanan Aplikasi Informatika Pemerintah Daerah Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo, Dwi Elfrida Martina Simanungkalit S.Ip MPPA melalui zoom meeting. “Kami dari Kementerian Kominfo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Kominfo Kabupaten/Kota yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Wakatobi, atas terselenggaranya FGD dengan baik,” kata Dwi saat membuka kegiatan secara virtual. dari Kantor Kemenkominfo di Jakarta. Dikatakannya, kegiatan tersebut digelar untuk mempererat silaturahim para penyusun master plan smart city di wilayah penyanggah dalam satu forum, setelah sebelumnya bersinergi menyusun master plan smart city. “Dalam penyusunan master plan smart city, kami membaginya menjadi 6 dimensi, sehingga di undangan bukan lagi atas nama OPD-nya tapi atas nama dimensinya,” jelas Dwi. Menurutnya tantangan terbesar dalam mewujudkan Smart City Kawasan Taman Nasional Wakatobi, yang mesti dibangun yakni masih minimnya pemenuhan infrastruktur dasar, termasuk dukungan transportasi. “Kita tidak bisa pungkiri hal itu.. Sehingga ke depan perlu lebih ditingkatkan plus pembangunan fasilitas sarana dan prasarana memadai. Tidak ada lagi ego sektoral, semua bersatu padu mewujudkan kawasan pariwisata Wakatobi berskala internasional,” katanya. Keterlibatan wilayahwilayah penyanggah diharapkan nantinya, para wisatawan yang hendak berkunjung ke Wakatobi terlebih dahulu menyinggahi atau berkunjung ke wilayah tersebut. Konsel misalnya merupakan pintu masuk dengan Bandara Haluoleonya, Baubau juga demikian termasuk Kabupaten Buton sebagai kawasan paling dekat. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kota Baubau, La Ode Darussalam, Ssos, MSi, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Konawe Selatan, Drs. Anas Mas’ud, MSi, Kadis Kominfo Wakatobi, Dr. Suruddin, SPd, MPd, Tim ahli Kemenkominfo, Dr. Ir. Harya Widiputra, ST, Mkom, IPM. (rls/idu).
Dokumen terkait
Dengan tujuan penelitian ini adalah terciptanya pemerataan dan pemahaman materi pendidikan lingkungan hidup pada siswa pendidikan dasar, yang akan membentuk sikap
Tujuan khusus dari pelaksaan kegiatan magang / kerja praktek ini adalah untuk mengetahui dan terlibat secara langsung dalam kegiatan teknis maupun non teknis
Berdasarkan Penelitian diatas yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya selain tempat, objek, dan waktu adalah ketiga penelitian sebelumnya
Penelitian tentang Peran Pemba- ngunan Pemanfaatan sebagai lahan budi- daya dan pariwisata sebagai Upaya Stra- tegis dalam Peningkatan Eksistensi Keda- ulatan Maritim
Raktiniai žodžiai: Vilniaus universitetas, Lietuvių mokslo kursai, matematikos studijos, matema- tikos
konkurso būdu buvo išrink - tas Vilniaus universiteto Pedagogikos ir9. psichologijos katedros vyresniuoju
Menurut Varga dan Kolver (1997), kecernaan serat bukan merupakan nilai yang statis karena merupakan kompetisi antara kecepatan pencernaan itu sendiri dengan laju
Dari proses refleksi maka diperoleh rekomendasi interaksi dialog hospitalitas yang mendukung pengembangan hospitalitas gereja dalam perencanaan strategis. Ada beberapa