SOSIALISASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI
Teks penuh
(2) LAPORAN KEGIATAN SOSIALISASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI. OLEH. SUB BAGIAN TATA USAHA. Merauke, 28 Februari 2017 Mengetahui Kepala Kantor. Ka.Subbag Tata Usaha. Titi Sari Renowati.SKM, MScPH NIP.195909231982022001. Mariyanto NIP.196201021982121001. i.
(3) Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izinnya Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke telah dilaksanakan. Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai media komunikasi dan akuntabilitas Reformasi Birokrasi dalam menjalankan amanatnya mengemban Reformasi Birokrasi di lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke, dalam hal ini sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mendukung dan berupaya keras dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Meski demikian, masih banyak ruang-ruang perbaikan yang menjadi target Reformasi Birokrasi selanjutnya. Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang keseluruhan proses dan hasil Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke kepada pegawai, masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya. Kami sampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Semoga Laporan Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke Tahun 2017 dapat menjadi bahan evaluasi dan feed back untuk peningkatan capaian Reformasi Birokrasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke, hal tersebut diperlukan untuk mendukung terwujudnya Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, dan memiliki pelayanan publik yang berkualitas dan berkelas dunia. Salam Perubahan!. Merauke, 28 Februari 2017 Ka.Subbag Tata Usaha. Mariyanto NIP.196201021982121001. ii.
(4) DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………………………………………………………………….. i KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………………………………………………. ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………………………………………… iii I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………………………………………….. 1 A. LATAR BELAKANG ………………………………………………………………………………………………………………... 1 B. TUJUAN PELAKSANAAN ……………………………………………………………………………………………………….. 1 II. METODE KEGIATAN …………………………………………………………………………………………………………………… 2 A. JENIS KEGIATAN …………………………………………………………………………………………………………………… 2 B. KRITERIA PESERTA ………………………………………………………………………………………………………………. 2 C. JUMLAH PESERTA ……………………………………………………………………………………………………………….. 2 D. TEMPAT PELAKSANAAN DAN WAKTU …………………………………………………………………………………. 2 III. PEMBAHASAN ………………………………………………………………………………………………………………………….. 3 IV. PENUTUP ………………………………………………………………………………………………………………………………….. 5 A. KESIMPULAN ………………………………………………………………………………………………………………………. 5 B. SARAN ……………………………………………………………………………………………………………………………….. 5. iii.
(5) I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebijakan pembangunan Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan merupakan bagian terpenting dalam meningkatkan pelaksanaan pembangunan nasional. Kebijakan Reformasi Birokrasi pada akhirnya diharapkan dapat mencapai peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih baik, peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, dan peningkatan profesionalisme sumber daya aparatur pemerintah, serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. Reformasi. adalah. pengubahan,. perombakan,. penataan,. perbaikan. atau. penyempurnaan. Birokrasi adalah aparatur, lembaga/instansi, organisasi pemerintah, pegawai pemerintah, sistem kerja, dan perangkat kerja. Layanan kepada masyarakat harus berkualitas, bebas KKN, efektif dan efisien, empati, terjangkau, akuntabel, adil dan tidak diskriminatif. Reformasi Birokrasi merupakan upaya sistematis, terpadu dan komprehensif untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) yang meliputi aspek kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas, pengawasan, dan pelayanan publik. Reformasi Birokrasi diharapkan pada upaya mengatasi inefisiensi, inefektivitas, tidak professional, tidak netral, tidak disiplin, tidak patuh pada aturan, rekrutmen PNS tidak transparan, belum ada perubahan mindset, KKN yang marak di berbagai jenjang pekerjaan, abdi masyarakat belum terbangun, pemerintahan belum akuntabel, transparan, partisipatif, dan kredibel, pelayanan publik belum berkualitas dan pelayanan public prima belum terbangun secara luas. Reformasi Birokrasi menargetkan bahwa Indonesia memiliki pemerintahan yang berkelas dunia. Sejalan dengan hal tersebut, pelaksanaan reformasi birokrasi merupakan salah satu bidang utama dalam pembangunan nasional. Pelaksanaan reformasi birokrasi menjadi prioritas nasional. Oleh karena itu, keberlanjutan pelaksanaan reformasi birokrasi memiliki peran penting dalam mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik.. B. TUJUAN PELAKSANAAN Laporan pelaksanaan Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi disampaikan bertujuan untuk agar Aparatur Sipil Negara dapat memahami dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi dalam rangka pelaksanaan good governance. Dengan adanya laporan tersebut diharapkan jajaran di lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke dapat memiliki informasi yang akurat dan komprehensif, yang menjadi salah satu faktor dalam mendukung kebijakan Reformasi Birokrasi pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke.. 1.
(6) II.METODE KEGIATAN A. JENIS KEGIATAN Jenis kegiatan dari Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yaitu Sosialisasi Meliputi Paparan materi dari narasumber dan Tanya Jawab. B. KRITERIA PESERTA Peserta Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi adalah Pegawai ASN di Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke dan undangan dari SKPD/Instansi Kesehatan di Kabupaten Merauke. C. JUMLAH PESERTA Jumlah peserta yang hadir pada Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi adalah sebanyak 39 orang dan narasumber sebanyak 4 orang dari Biro Hukum dan Organisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. D. TEMPAT PELAKSANAAN DAN WAKTU Tempat diadakannya Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Aula Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke pada tanggal 24 Februari 2017.. 2.
(7) III.PEMBAHASAN Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan berisi berbagai program dan kegiatan di 8 (delapan) area perubahan yang dalam pelaksanaannya melibatkan peran serta seluruh pimpinan, staf, dan unit kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan dengan disertai penerapan Nilai-Nilai Kementerian Kesehatan, yaitu Pro-Rakyat, Inklusif, Responsif, Efektif, dan Bersih. Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan digunakan sebagai alat bantu dalam pengukuran pencapaian kinerja sera monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kementerian Kesehatan dalam menwujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke yang merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI telah melaksanakan Reformasi Birokrasi akan tetapi masih dipandang perlu dalam penguatan pemahaman Pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para ASN Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke sehingga sebagai penyelenggara negara maupun pelaksana pelayanan publik dapat lebih mengerti sasaran utama dalam Reformasi Birokrasi. Adapun sasaran-sasaran yang diharapkan dan masih perlu untuk ditingkatkan meliputi: 1. Birokrasi yang bersih dan akuntabel. 2. Birokrasi yang efektif dan efisien. 3. Birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas. Kemajuan dalam Pelaksanaan Reformasi Birokrasi melalui sasaran yang diharapkan tidak terlepas dari 8 (delapan) faktor pengungkit (area perubahan) yang terkandung dalam Road Map Reformasi Birokraksi yaitu: 1. Manajemen Perubahan ditujukan untuk mengubah mental model/perilaku ASN yang diharapkan akan mendorong terciptanya budaya kerja positif. 2. Penguatan Sistem Pengawasan ditujukan untuk memelihara, meningkatkan dan memperkuat pencegahan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam birokrasi, yang mendorong tumbuhnya perilaku koruptif dan/atau perilaku negatif lainnya menjadi kebiasaan. 3. Penguatan Akuntabilitas Kinerja ditujukan untuk terciptanya kemampuan ASN menunjukkan kinerja melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan. 3.
(8) dampak bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat mendorong ASN lebih berkinerja dan mampu mempertanggungjawabkan kinerjanya sesuai dengan semua sumber daya yang telah digunakannya. 4. Penguatan Lembaga ditujukan untuk terlaksananya kajian-kajian kelembagaan guna dapat dilakukannya perubahan yang mungkin dilakukan dan/atau disusunnya rekomendasi untuk perubahan pada periode mendatang, dalam rangka mencegah timbulnya proses yang berbelit, kelambatan pelayanan dan pengambilan keputusan yang dapat menciptakan budaya feodal pada aparatur. Program ini diharapkan akan mendorong efisiensi, efektivitas, dan percepatan proses pelayanan dan pengambilan keputusan dalam birokrasi. 5. Penguatan. Tata. Laksana. ditujukan. untuk. menciptakan. kejelasan. tatalaksana/tatakerja atau proses bisnis, guna mencegah terciptanya perilaku hirarkhies, feodal, dan kurang kreatif pada birokrat. Dengan demikian, program ini juga diharapkan dapat berdampak pada perubahan sistem dan prosedur kerja yang diperlukan untuk efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan, serta perubahan mental aparatur 6. Penguatan Sistem Manajemen ASN ditujukan untuk mengupayakan terbentuknya SDM ASN yang kompeten, melalui penerapan secara baik sistem manajemen SDM yang. meliputi. perencanaan,. pengadaan,. penempatan,. pengembangan,. dan. pemberhentian. 7. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik ditujukan untuk meminimalkan tumpeng tindih,. disharmoni, ketidakjelasan peraturan perundang-undangan di bidang. kesehatan, yang dapat membuka peluang untuk penyimpangan atau perilaku negatif aparatur. Dengan demikian diharapkan mengubah sistem peraturan perundangundangan kearah yang lebih efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat 8. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik ditujukan untuk diterapkannya sistem manajemen pelayanan publik yang sepenuhnya mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan, yakni yang lebih cepat, murah, berkekuatan hukum, nyaman, aman, jelas, dan terjangkau, serta dilandasi profesionalisme aparatur. Monitoring dilakukan untuk mempertahankan agar rencana aksi yang dituangkan dalam Road Map reformasi birokrasi dapat berjalan sesuai dengan jadwal, target-target, dan tahapan sebagaimana telah ditetapkan. Dari proses monitoring, berbagai hal yang perlu dikoreksi dapat langsung dikoreksi pada saat kegiatan RB dilaksanakan, sehingga tidak terjadi penyimpangan dari target-target yang telah ditentukan.. 4.
(9) IV.PENUTUP A. KESIMPULAN Reformasi Birokrasi adalah suatu perubahan signifikan elemen-elemen birokrasi seperti kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas, aparatur, pengawasan dan pelayanan publik, yang dilakukan secara sadar untuk memposisikan diri (birokrasi) kembali, dalam rangka menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan yang dinamis. Kondisi birokrasi di era reformasi pun belum bisa dikatakan baik, karena masih banyak. ditemukan. birokrat. yang. arogan. dan. menganggap. rakyatlah. yang. membutuhkannya, praktik KKN yang masih banyak terjadi, dan mentalitas birokrat yang masih jauh dari harapan. Untuk melaksanakan fungsi birokrasi secara tepat, cepat, dan konsisten guna mewujudkan birokrasi yang akuntabel dan baik, maka pemerintah telah merumuskan sebuah peraturan untuk menjadi landasan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia, yaitu peraturan nomor 80 tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025 B. SARAN Hubungan sebab-akibat antara Komponen Pengungkit dan Komponen Hasil dapat mewujudkan proses perbaikan bagi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke melalui inovasi dan pembelajaran, di mana proses perbaikan ini akan meningkatkan kinerja instansi pemerintah secara berkelanjutan. Komponen Pengungkit sangat menentukan keberhasilan tugas instansi, sedangkan Komponen Hasil berhubungan dengan kepuasan para pemangku kepentingan. Laporan ini dibuat masih jauh dari sempurna. Perbaikan dan saran dalam penyusunan Laporan Pelaksanaan Birokrasi ini sangat diperlukan sehingga dapat menghasilkan laporan yang akurat, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.. 5.
(10) KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE) SOSIALISASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI TAHUN 2017 Kementerian Negara / Lembaga Unit Eselon I. : :. Program Hasil. : :. Unit Eselon II / Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan. : : :. Satuan Ukur dan Jenis Keluaran. :. Volume. :. Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pengehan dan Pengendalian Penyakit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Meningkatnya Kualitas Layanan Melalui Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke Sosialisasi Reformasi Birokrasi Presentasi pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Reformasi Birokrasi dan Capaian Laporan Laporan Capaian Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Laporan. 1. LATAR BELAKANG a. Dasar hukum ● PERPRES No. 81/2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 2025 ● PERMENPAN RB No. 20/2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014. ● PERMENPAN RB No. 15/2011 tentang Mekanisme Persetujuan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Tunjangan Kinerja Bagi K/L ● PERMENPAN RB No 1/2012 tentang Pedoman Penilaian mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi ● PERMENPAN RB No 39/2012 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja ● PERMENPAN RB No 14/2014 Tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi ● PERMENPAN RB No 11/2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019 ● PERMENKES RI No. HK.02.02/MENKES/278/2016 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan 2015-2019. b. GAMBARAN UMUM Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan 2015 – 2019 merupakan dokumen yang digunakan sebagai alat bantu dalam pengukuran pencapaian kinerja serta monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi di Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik. Road Map ini memuat program dan kegiatan yang selaras dengan sasaran strategis Kementerian Kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan..
(11) Dalam Strategi Pembangunan Nasional 2015 – 2019, yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019, tata kelola dan reformasi birokrasi merupakan kondisi perlu untuk mewujudkan 3 (tiga) dimensi pembangunan. Aspek yang lain untuk dapat mewujudkan 3 dimensi tersebut adalah kepastian dan penegakan hukum, keamanan dan ketertiban, politik dan demokrasi. Dengan demikian, pelaksanaan Reformasi Birokrasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Tanpa adanya dukungan tata kelola yang baik, target-target pembangunan nasional tidak mungkin dapat dicapai dengan baik pula. Dalam rangka mewujudkan Reformasi Birokrasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit melaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi sebagai wujud dukuangan atas Reformasi Birokrasi secara berkelanjutan. 2. PENERIMA MANFAAT Penerima Manfaat dalam Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi adalah seluruh Pegawai ASN di Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke beserta SKDP di bidang Kesehatan. 3. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN a. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan ini adalah Sosialisasi berupa penyampaian materi dan tanya jawab. Narasumber dari Biro Hukum dan Organisasi Ditjen P2P Kemenkes RI. b. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan - Persiapan ● Pembentukan Panitian Sosialisasi ● Penetuan Narasumber ● Penentuan Peserta Sosialisasi ● Penentuan Waktu dan tanggal Kegiatan - Waktu Pelaksanaan ● Hari/Tanggal:24 Februari 2017 ● Waktu:09.00 – 16.30 WIT. No. Kegiatan. Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi 1 Birokrasi. 1. 2. 3. 4. 5. Bulan 6 7. 8. 9. 10 11 12.
(12) 4. BIAYA YANG DIPERLUKAN Dalam hal menunjang kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dibiayai oleh. DIPA. Kantor. Kesehatan. Pelabuhan. Kelas. III. Merauke. No.SP-DIPA-. 024.05.2.416057.2017 dengan PAGU sebesar Rp 30,670,000.. Merauke, Februari 2017 Ka. Subbag Tata Usaha. Mariyanto NIP.196201021982121001.
(13) 21/03/2017. REFORMASI BIROKRASI oleh : Kabag Hukormas Sekretariat Ditjen P2P Merauke, 24 Februari 2017. VISI DAN MISI VISI: ‘Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan” MISI: 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, berkeadilan 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan 4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. 1.
(14) 21/03/2017. Nilai-Nilai • Pro Rakyat Penyelenggaraan pembangunan kesehatan selalu. mendahulukan kepentingan rakyat dan haruslah menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. • Inklusif Semua kegiatan dalam program pembangunan. kesehatan harus melibatkan semua pihak, karena semua mempunyai peran yang penting.. • Responsif Program Kesehatan haruslah sesuai dengan. kebutuhan dan keinginan rakyat, serta tanggap dalam mengatasi permasalahan di daerah, situasi kondisi setempat, sosial budaya dan kondisi geografis. • Efektif Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai target yang telah ditetapkan dan bersifat efisien. • Bersih Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas. dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), transparan dan akuntabel. Area Penguatan Manajemen Manajemen Perencanaan Manajemen Keuangan Penguatan Organisasi Pengembangan Organisasi dan Sumber. Daya. 2.
(15) 21/03/2017. Manajemen Perencanaan. Manajemen Keuangan Penguatan Administrasi Keuangan. pencatatan & pelaporan cepat, tepat, & akurat Penguatan SDM Keuangan Berdasarkan PMK 190/PMK.05/2012 ttg Tata Cara Pembayaran dlm rangka Pelaksanaan APBN: a. Pengelola keuangan mjd pejabat perbendahara-an negara b. Pejabat perbendaharaan negara : KPA (ex officio), PPK, PPSPM c. KPA mengangkat PPK, PPSPM, Bendahara Pengeluaran, BPP. 3.
(16) 21/03/2017. Penguatan Organisasi Penguatan Per-UU-an yg terkait dg kelembagaan UPT Penguatan Tupoksi UPT Memperjelas satuan kerja di Unit Utama yg berperan. sebagai Pembina Teknis & Administrasi Penyusunan revisi Kepmenkes/Permenkes terkait UPT Ditjen P2P. Pengembangan Organisasi & Sumber Daya Penyesuaian jumlah dan nama Wilayah Kerja (Wilker)/. (usulan) Penyesuaian Nomenklatur beberapa UPT dan Kedudukan Kantor Induk Pengembangan instalasi UPT Implementasi susunan jabatan dan uraian jabatan di lingkungan UPT Peningkatan peran jabatan fungsional di UPT. 4.
(17) 21/03/2017. MANAJEMEN VS. RB. BIROKRASI sistem yang dijalankan oleh pegawai pemerintah (birokrat), mencakup: 1. Sistem pemerintahan (administrasi pemerintahan) 2. Sistem manajemen (pengelolaan sumber daya negara) 3. Sistem kelembagaan (organisasi pemerintah, tata laksana dan SDM aparatur). 5.
(18) 21/03/2017. Apa itu RB? Reformasi Birokrasi : “Proses perubahan mendasar penyelenggaraan pemerintah (birokrasi) ke arah yg lebih baik”. Mengapa Perlu RB? Tingkat kepuasan Pelayanan. Publik masih rendah Disiplin pegawai masih rendah Kinerja pegawai belum terukur Adanya dugaan KKN Program dan kegiatan kurang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat. 6.
(19) 21/03/2017. TUJUAN RB Membangun perilaku dan budaya kerja aparatur negara yang bertanggung jawab, produktif, dan mampu memberikan pelayanan yang prima kepada publik/masyarakat Membangun birokrasi yg bersih, efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam melayani dan memberdayakan masyarakat. MANFAAT RB Penyelenggaraan Pemerintahan yg bersih dan. bebas dari KKN Masyarakat mendapatkan pelayanan yg mudah, cepat, ramah, terjangkau, dan informatif Kemampuan dan rasa tanggung jawab pegawai terhadap pekerjaan semakin meningkat. 7.
(20) 21/03/2017. Quick wins Kementerian Kesehatan sesuai dengan Road Map RB Kemenkes 2011-2014 PTRC (Pusat Tanggap Respon Cepat) : Diubah menjadi Halo Kemkes dan sudah berjalan tetapi proses penanganan terhadap keluhan masyarakat dirasakan masih belum optimal karena banyaknya masalah-masalah yang terkait dengan pihak lain sehingga perlu menunggu proses penyelesaian dari pihak terkait. ULT (Unit Layanan Terpadu) : Sudah berjalan dan mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 manajemen mutu, audit surveilans dengan nilai baik, dan penilaian dari Ombudsman dengan nilai zona hijau. Rekruitment online : Sudah berjalan dengan baik tetapi masih perlu peningkatan dalam hal pembinaan terhadap pegawai. AREA PERUBAHAN. 8. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Penataan Tata Laksana Penataan Peraturan PerundangUndangan Penguatan Pengawasan Penataan dan Penguatan Organisasi Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur Penguatan Akuntabilitas Kinerja Manajemen Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja. 8.
(21) 21/03/2017. 5 Program Prioritas : Dari 8 (delapan) Program Area Perubahan RB, KementerianKesehatan menentukan 5 (lima) Program Prioritas, yaitu : 1. Manajemen Perubahan 2. Penataan dan Penguatan Organisasi 3. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur 4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 5. Penataan Peraturan Perundang-undangan. Kondisi Sebelum RB. Kondisi Yg Diharapkan Setelah RB. Tdk disiplin & tdk mentaati jam kerja. Disiplin jam kerja. Produktivitas peg krg. Produktivitas tinggi (penilaian kinerja jelas). Pelaksanaan program krg tepat sasaran. Menjalankan prog & keg tepat sasaran. Tdk bangga mjd PNS. Bangga mjd PNS sbg pelayan publik. Tdk berusaha u/ mempelajari hal2 yg baru. Selalu meningkatkan keahlian. Penempatan peg krg sesuai dg keahlian. Penempatan peg sesuai keahlian. Beban kerja karyawan tdk merata (ada yg sibuk, namun ada yg santai). Semua peg bekerja sesuai Tusi. Beban kerja beda tp penghasilan sama, yg tdk bekerja/bekerja sedikit penghasilannya juga ingin sama. Bekerja sesuai aturan. Memiliki pola pikir yg msh ingin dilayani. Melayani masy dg tulus. Krg tanggap thd tugas & tanggung jwb yg diberikan. Semua peg b’peran & b’komitmen dlm RB. Mau melayani karena ada imbalan. Meningkatnya mutu pelayanan kpd masy. Membuat laporan “Asal Bpk/Ibu Senang” Malu mengutarakan pendapat. 9.
(22) 21/03/2017. REFORMASI BIROKRASI UUD 1945 UU No.28/1999 UU No. 17/2007. INPUT : SUMBERDAYA APARATUR. Sumberdaya Aparatur: 1) Man (manusia) 2) Money (uang) 3) Material (bahan) 4) Machine 5) Timed (4M+T). Perpres No. 81/2010 Permenpan 15/2008 Permenpan & RB 53/2011 Permenpan & RB 1/2012. PROSES TRANSFORMASI: 1. UNSUR MANUSIA/SDM (MIND SET & CULTURAL SET) 2. UNSUR SISTEM MANAGEMENT (TATA KELOLA). LINGSTRA: GLOBALISASI POLEKSOSBUD TEKNOLOGI. OUTPUT: GOOD GOVERNANCE (PEMERINTAHAN NEGARA YG BAIK). Indikator output: Bebas dari KKN Pelayanan yg prima Peningkatan investasi Peningkatan APBN Tiada keluhan masy.. OUTCOME: PENINGKATAN KESEJAHTERAAN UMUM. Indikator outcome : Angka kemiskinan dan pengangguran berkurang. Aparatur Negara yang profesional & bermoral 19. Inspektorat Jenderal Kemenkes. 20. 10.
(23) 21/03/2017. STRATEGI IMPLEMENTASI NO. PROSES. PROGRAM. DAMPAK. 1. Membangun kepercayaan masyarakat. Program percepatan (Quick Win). Perbaikan sistem kerja dan perbaikan kualitas produk utama. 2. Membangun komitmen dan partisipasi. Manajemen Perubahan. Mengkomunikasi perubahan baik kpd masyarakat dalam rangka pembentukan perilaku yg diinginkan. 3. Mengubah pola pikir. Penataan Sistem. Perbaikan organisasi, ketatalaksanaan dan sistem manajemen SDM. 4. Memastikan keberlangsungan berjalannya sistem dan terjadinya perubahan. Penguatan unit organisasi; regulasideregulasi, peningkatan sistem pengawasan, perbaikan/ pengadaan sarana & prasarana. - Perubahan pola pikir - Perub budaya kerja - Perub perilaku. 21. KEGIATAN REFORMASI BIROKRASI KEMENKES :. 1. PROGRAM PERCEPATAN (QUICK WINS) 2. PENILAIAN KINERJA ORGANISASI SAAT INI 3. POSTUR BIROKRASI 2025 4. PROSES SOSIALISASI DAN INTERNALISASI 5. ANALISIS JABATAN, EVALUASI JABATAN DAN SISTEM REMUNERASI. 6. REDEFINISI VISI, MISI, STRATEGI 7. RESTRUKTURISASI 8. ANALISA BEBAN KERJA. 9. PENYUSUNAN TATALAKSANA YANG MENGHASILKAN SOP. 10. ELEKTRONISASI DOKUMENTASI/ KEARSIPAN (E-ARCHIEVE) 11. ASESMEN KOMPETENSI INDIVIDU BAGI PEGAWAI/TENAGA AHLI. 12. MEMBANGUN SISTEM PENILAIAN KINERJA 22. 11.
(24) 21/03/2017. KEGIATAN REFORMASI BIROKRASI KEMENKES :. 13. MENGEMBANGKAN SISTEM PENGADAAN DAN SELEKSI 14 MENGEMBANGKAN POLA PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN 15 MEMPERKUAT POLA ROTASI, MUTASI, PROMOSI. 16 MEMPERKUAT POLA KARIR 17 MEMBANGUN/MEMPERKUAT DATABASE PEGAWAI 18 PENGUATAN UNIT KERJA/ORGANISASI KEPEGAWAIAN. 19 PENGUATAN UNIT KERJA KEDIKLATAN. 20 PERBAIKAN SARANA DAN PRASARANA 21. MEMETAKAN REGULASI, DEREGULASI, MENYUSUN REGULASI BARU. 22. MENEGAKKAN DISIPLIN KERJA. 23. MENEGAKKAN KODE ETIK. 23. PMPRB? Penilaian Mandiri Pelaksanaan. Reformasi Birokrasi merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan secara mandiri (self assessement) oleh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.. 12.
(25) 21/03/2017. STRATEGI PMPRB ONLINE 1. Kesepakatan Dokumen PMPRB (level Kemenkes, Eselon 1, 2. 3. 4.. 5. 6.. Eselon 2); Mengumpulkan dokumen/evidence; Melakukan scaning dokumen/evidence; Melakukan upload hasil scan ke dalam aplikasi PMPRB Online pada Account Assesor (mencicil karena dokumen yang diupload sangat banyak); Pelaksanaan survei internal dan survei masyarakat atas kinerja dan pelayanan publik yang diberikan Kemenkes; Melakukan tahapan Panel 1 dan Panel 2 dengan koordinator, berupa konfirmasi level PDCA dan dokumen yang sesuai.. KOMPONEN PMPRB Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi mencakup penilaian terhadap dua komponen: 1. Pengungkit (Enablers) adalah seluruh upaya yang dilakukan oleh instansi pemerintah dalam menjalankan fungsinya (Komponen Pengungkit sangat menentukan keberhasilan tugas instansi); 2. Hasil (Results) adalah kinerja yang diperoleh dari komponen pengungkit (Komponen Hasil berhubungan dengan kepuasan para pemangku kepentingan).. 13.
(26) 21/03/2017. KRITERIA KOMPONEN HASIL HASIL PADA MASYARAKAT 2. HASIL PADA SDM APARATUR 3. KOMUNITAS LOKAL, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL 4. HASIL KINERJA UTAMA 1.. RAIH MANAJEMEN & RB DENGAN 4T. Tertib Administrasi. Tertib BMN. Tertib SPIP. Tertib perUUan. 14.
(27) 21/03/2017. Tugas Pimpinan Tupoksi Berjalan. Kesejahteraan Staf Meningkat. Karir Staf Meningkat 29. Pemecahan Masalah. • Komunikasi Kesempatan mengeluarkan pendapat, keterbukaan informasi). • Koordinasi ( Pembagian tugas dan wewenang sesuai dengan tugas dan fungsi). • Partisipasi (Peran serta/Kerjasama). 15.
(28) 21/03/2017. PROSES PENYELESAIN MASALAH SECARA BERJENJANG DI KOORD. DG. PIMPINAN SETEMPAT SELESAIKAN DENGAN . MUSYAWARAH MUFAKAT DI UNIT. SETEMPAT JK TDK BISA, PIMPINAN SECARA FORMAL BERSRT. KE DIT. JEN. P2P ( DIRJEN, SES DITJEN DAN DIREKTUR TERKAIT) DITINDAK LANJUTI/ DITERUSKAN KE SEKJEN MINAT KAROHUKOR KEMKES RI DIUPAYAKAN DISELESAIKAN DI UNIT UTAMA DITJEN P2P AKAN DISELESAIKAN TIM MASALAH HUKUM DITJEN P2P DAN BIRO HUKUM KEMKES. TERIMA KASIH. 16.
(29)
(30)
(31)
Dokumen terkait
Tahapan penelitian ini adalah pemeriksaan karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan gel berbasis HMPC (Hidroksi Propil Metil Selulosa) dan krim menggunakan
Artefak ini bisa jadi memuat kode-kode berbeda, presentasi, ekspresi numerik, dan kuantitas yang berbeda dalam kaitannya dengan satuan pengukuran, karenanya
Jika pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.. Jika pernyataan benar, alasan
Dimana dari faktor resiko yang paling dominan dan signifikan untuk terjadinya penyakit pada pen- derita dengan Demam Tifoid di Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu adalah
Berdasarkan grafik perbandingan P maksimum yang dapat diterima dinding BTPTP, pemberian tegangan awal / prestressed (berupa pengencangan baut) 60 Nm memiliki nilai yang
Dilihat dari aspek penyediaan RTH untuk tingkat RW dan tingkat RT berdasarkan hasil survei didapatkan, selain RW dan RT yang ditempati RTH tingkat kelurahan di Kelurahan
Apabila sub tema terdiri dari satu ayat dan ayatnya cukup panjang, maka digunakan pupuh yang jumlah barisnya lebih banyak, yang dalam pola berurutan K-S-A-D pupuh yang jumlah
Yang pertama akan disajikan adalah gambaran deskriptif tentang ketiga konstruk yang akan dianalisis dalam model prestasi belajar, yaitu self efficacy, attitude, dan