Penyusunan Materi Pembelajaran melalui Teknik Delphi Face to Face: Suatu Pengalaman
Effy Mulyasari Moh Salimi
Pendahuluan
Berlakunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasaan pada sekolah (guru) untuk mengembangkan kurikulum sesuai keperluan sekolah.
Pemerintah hanya memberikan Standar Isi dan Panduan Pengembangan, selebihnya sekolah (guru) yang mengembangkannya. Pengembangan kurikulum oleh guru terutama dalam hal perencanaan pembelajaran. Idealnya guru sudah dapat menyusun perencanaan yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri. Tapi, setelah dilakukan wawancara tidak terstruktur, guru mengakui kesulitan dalam menyusun RPP. Kelemahan guru tersebut adalah pada saat mengembangkan bahan ajar. Penyebab dari kelemahan tersebut salah satunya adalah tidak dilakukannya Analisis Standar Isi dan Analisis Materi Pelajaran (AMP), serta cenderung terpaku pada buku pelajaran.
Berdasarkan uraian di atas, cukup jelas bahwa keperluan guru adalah pengembangan secara bersama dan memperbaiki pengembangan bahan ajar dengan Analisis Standar Isi dan AMP. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan alternatif untuk memfasilitasi guru tersebut. Makalah ini akan membahas pengalaman guru-guru SDN Pasirkaliki 139 Kota Bandung dalam penyusunan materi pembelajaran secara kolaboratif melalui Teknik Delphi Face to Face.
Standar Isi
Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Pasal 1).
Dalam Standar Isi terdapat Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).
Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik, (BSNP, 2006).
Standar kompetensi merupakan kualifikasi minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester. Sementara Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi (Sukirman dkk, 2009).
Materi Pembelajaran
Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan (BNSP, 2008).
Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut (BNSP, 2008):
1. Fakta yaitu segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama- nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Contoh dalam mata pelajaran Sejarah:
Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemerintahan Indonesia.
2. Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti / isi dan sebagainya. Contoh, dalam mata pelajaran Biologi: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ, dsb.
3. Prinsip yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh, dalam mata pelajaran Fisika:
Hukum Newton tentang gerak, Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, Hukum 3 Newton, Gesekan Statis dan Gesekan Kinetis, dsb.
4. Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Contoh, dalam mata pelajaran TIK:
Langkah-langkah mengakses internet, trik dan strategi penggunaan Web Browser dan Search Engine, dsb.
5. Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja, dsb. Contoh, dalam mata pelajaran Geografi: Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, yaitu pengertian lingkungan, komponen ekosistem, lingkungan hidup sebagai sumberdaya, pembangunan berkelanjutan.
Delphi Face to Face
1. Pengetahuan umum tentang Delphi
Dalam metode Delphi, sekelompok ahli terpilih membentuk panel yang akan menghasilkan jawaban konsensus terhadap pertanyaan yang diajukan ke mereka.
Dalam lingkungan simulasi, panel mungkin terdiri dari manager dan pengguna sistem yang sedang dimodelkan dan pertanyaan adalah tentang perilaku atau kinerja sistem di bawah kondisi operasi tertentu. Metode Delphi tidak memasukkan diskusi tatap muka,oleh karena itu terhindar dari ketegangan diskusi kelompok seperti dominasi peserta paling vokal.
Metode ini bertujuan untuk menentukan sejumlah alternatif program. Mengeksplorasi asumsi-asumsi atau fakta yang melandasi “judgements” tertentu dengan mencari informasi yang diperlukan untuk mencapai suatu konsensus. Biasanya metode ini dimulai dengan melontarkan suatu masalah yang bersifat umum untuk diidentifikasi menjadi masalah yang lebih spesifik. Partisipan dalam metode ini biasanya orang yang dianggap ahli dalam disiplin ilmu tertentu (Ali, 2010).
2. Delphi Face to Face
Berikut adalah penjelasan rinci tentang Delphi Face to Face:
a. Kerja individual. Bekerja secara individual dan tanpa diskusi, setiap orang
menanggapi pertanyaan yang mendefinisikan informasi yang diperlukan. Idealnya, pertanyaan ini cukup spesifik untuk menghilangkan sebagian informasi yang tidak relevan.
b. Kelompok-kelompok kecil. Peserta berkumpul bersama-sama dalam kelompok- kelompok orang yang sama. Mereka menyiapkan kelompok daftar informasi disusun dalam urutan kepentingan.
c. Seluruh kelompok. Sediakan item penting dari masing-masing kelompok pada tulisan. Untuk ini, minta setiap kelompok pada gilirannya memberikan kontribusi penting item yang paling penting dalam daftar mereka yang belum ada pada daftar seluruh kelompok.
d. Seluruh kelompok. Memilih beberapa prosedur digunakan untuk peringkat item dari yang penting hingga yang kurang penting.
e. Kerja individual. Bekerja secara individual dan tanpa diskusi, setiap orang menanggapi pertanyaan yang mendefinisikan informasi yang diperlukan.
Mengkaji kembali hasil seluruh kelompok.
f. Kelompok-kelompok kecil. Peserta berkumpul bersama-sama dalam kelompok- kelompok orang yang sama. Mereka menyiapkan kelompok daftar informasi disusun dalam urutan kepentingan.
g. Seluruh kelompok. Sediakan item penting dari masing-masing kelompok pada tulisan. Untuk ini, minta setiap kelompok pada gilirannya memberikan kontribusi penting item yang paling penting dalam daftar mereka yang belum ada pada daftar seluruh kelompok.
h. Seluruh kelompok. Kembali ke langkah 4 untuk mengulang siklus sejauh langkah 7. Lanjutkan melalui langkah-langkah 4 sampai 7 sampai konsensus muncul konsensus.
Pelaksanaan
1. Substansi Delphi Face to Face
Pada tahap ini peneliti melakukan pelatihan selama 2 jam dengan materi substansi Delphi Face to Face. Adapun alur kegiatan ini sebagai berikut:
a. Brainstorming tentang harapan dari pelatihan ini. Beberapa hasil dari brainstorming ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Harapan Peserta
Peserta Harapan
Peserta 1 Ingin lebih semangat dalam penyampaian materi pembelajaran Ingin menyampaikan pembelajaran sesuai bahan ajar yang tepat Peserta 2 Ingin mengetahui bagaimana cara pembuatan bahan ajar yang sesuai
dengan SK-KD
Ingin mengetahui cara menuangkan bahan ajar yang sempurna pada RPP
Peserta 3 Dapat memahamkan saya dalam membuat bahan ajar yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik
Peserta 4 Memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan materi pembelajaran
Mengetahui cara yang tepat pembuatan bahan ajar
Dapat memberikan materi ajar dengan cara yang menyenangkan Peserta 5 Saya ingin pengetahuan bahasa Indonesia karena pengetahuan bahasa
Indonesia sangat kurang
Peserta 6 Menambah, pengetahuan dan wawasan Menjalin hubungan baik
Ingin pintar
Mempunyai bekal di masa yang akan datang
Peserta 7 Mengetahui bagaimana cara membuat bahan ajar, karena selama ini saya mengajar hanya melihat buku
Peserta 8 Dengan mengikuti kegiatan ini akan menjadi guru profesional Peserta 9 Lebih tahu memilih dan memilah bahan ajar untuk mendukung KBM
menjadi optimal
Peserta 10 Memahami pentingnya bahan ajar Bisa terampil dalam membuat bahan ajar
Mengetahui bahan ajar yang bagaimana yang sesuai dengan SK-KD Melihat beberapa hasil brainstorming di atas maka dapat dapat disimpulkan harapan peserta pada pelatihan ini adalah:
1) Mengetahui cara atau teknik membuat bahan ajar 2) Mengetahui bahan ajar yang tepat sesuai SK-KD 3) Mengetahui bahan ajar yang sesuai dengan peserta didik
b. Simulasi Delphi Face to Face. Pada kegiatan ini dilakukan delapan tahap sebagai berikut:
Tabel 2. Aktivitas Simulasi
Tahap Aktivitas
Analisis Individu Peserta disajikan gambar Presiden SBY, kemudian peserta menuliskan beberapa hal penting yang terdapat dalam gambar Analisis
Kelompok Kecil Peserta secara berkelompok kecil (3-4 orang) menganalisis kembali hasil individunya dan menuliskan hasil diskusi dengan kelompok kecil tentang gambar Presiden SBY
Analisis
Kelompok Besar Wakil kelompok kecil menuliskan hasil diskusi tentang gambar Presiden SBY di papan tulis
Wakil kelompok menjelaskan apa yang ditrulis di papan tulis Kelompok kecil saling komentar dan klarifikasi
Judgement
Kelompok Besar Seluruh peserta memberikan kesepakatan terhadap hasil analisis kelompok besar
Analisis Kembali
Individu Peserta mengamati hasil judgement kelompok besar yang terdapat dalam papan tulis, kemudian menuliskan kembali dalam kertas
Analisis Kembali
Kelompok Kecil Peserta secara berkelompok kecil (3-4 orang) menganalisis kembali hasil individunya
Analisis Kembali
Kelompok Besar Wakil kelompok kecil menuliskan hasil diskusi di papan tulis Wakil kelompok menjelaskan apa yang ditrulis di papan tulis Kelompok kecil saling komentar dan klarifikasi
Judgement Kembali Kelompok Besar
Seluruh peserta memberikan kesepakan terhadap hasil analisis kelompok besar
Dengan simulasi ini dirasakan cukup mewakili cara Delphi Face to Face yang akan dilakukan pada tahap Analisis dan Penyusunan.
c. Refleksi kegiatan. Ini dilakukan untuk mengungkap kesan-kesan yang peserta rasakan terhadap materi yang telah disampaikan. Beberapa hasil refleksi dari kegiatan ini sebagai berikut:
Tabel 3. Kesan Peserta setelah Pelatihan
Peserta Kesan
Peserta 1 Mengetahui delapan langkah Delphi Face to Face Materi yang diberikan harus sesuai dengan peserta didik Peserta 2 Saya masih pesimis apakah bisa dilaksanakan teknik ini melihat
keterbatasan waktu bapak dan ibu guru
Peserta 3 Mendapat pengetahuan tentang Delphi dan langkah-langkah- langkahnya
Menambah pengalaman dalam diskusi sehingga menambah kemampuan berbahasa
Peserta 4 Sudah tergambar dalam benak saya bagaimana teknik dalam pengembangan bahan ajar
Ternyata diskusi itu penting, dan hasilnya cepat terlihat Peserta 5 Agak terbuka dalam penyusunan bahan ajar
Peserta 6 Mengetahui langkah-langkah pembuatan bahan ajar Mendapat gambaran dalam pembuatan bahan ajar Menganalisis esensi bahan ajar
Peserta 7 Mengetahu langkah-langkah Delphi dalam menyususn bahan ajar Diskusi itu penting
Bisa belajar menulis dan berbicara
Peserta 8 Melatih keberanian untuk berpendapat dan berbicara Peserta 9 Mengetahui beberapa tahap yang akan dilalui
Peserta 10 Pengembangan bahan ajar harus diterapkan di kelas masing-masing
Melihat kesan yang disampaikan peserta dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1) Mengetahui cara/ teknik pengembangan bahan ajar berupa teknik Delphi yang terdiri dari delapan langkah
2) Diskusi itu penting dan cepat terlihat hasilnya
3) Melatih keberanian untuk berpendapat dan berbicara serta kemapuna menulis
2. Analisis dan Penyusunan (Analisis Keterampilan Mendengarkan)
Pada kegiatan ini dilalui beberapa tahap yaitu: pendahuluan, analisis melalui teknik Delphi dan refleksi. Adapun hasil kegiatan sebagai berikut:
a. Pendahuluan. Pada kegiatan ini fasilitator kembali mengingatkan kembali peserta terhadap delapan langkah Delphi dan jenis materi pembelajaran berdasarkan BNSP (2008).
b. Analisis melalui Delphi. Delapan langkah Delphi telah dilalui, adapun hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Analisis Keterampilan Mendengarka Standar Kompetensi/
Kompetensi Dasar AMP Tahap 1
(langkah 1-4) AMP Tahap 2 (langkah 5-8) Mendengarkan
5. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun 5.1 Menyampaikan
kembali isi pengumuman yang dibacakan
Kelompok 1 1. cara membuat
pengumuman 2. isi pengumuman 3. definisi pengumuman 4. waktu pengumuman Kelompok 2
1. isi pengumuman 2. hal-hal penting dalam
pengumuman 3. waktu pengumuman 4. yang menyampaikan
pengumuman 5. tempat membuat
pengumuman Kelompok 3 1. isi pengumuman 2. pokok-pokok
pengumuman (untuk siapa, dari siapa, waktu pembuatan dan pelaksanaan)
Kelompok 4 1. isi pengumuman
2. untuk siapa pengumuman 3. waktu pelaksanaan 4. yang membuat
pengumuman 5. waktu pembuatan
pengumuman Kesimpulan 1 1. isi pengumuman 2. bagian-bagian
pengumuman (siapa, tempat, waktu) 3. cara menyampaikan
pengumuman 4. definisi pengumuman
Kelompok 1 1. isi pengumuman 2. cara menyampaikan
Kelompok 2 1. isi pengumuman
(siapa, waktu) 2. ciri kalimat
pengumuman
Kelompok 3 1. bagian-bagian
pengumuman (siapa, waktu, tempat) 2. isi pengumuman
Kelompok 4 1. isi pengumuman 2. cara menyampaikan
(keutuhan dan kejelasan) Kesimpulan 2 1. Isi pengumuman 2. Bagian-bagian
pengumuman 3. Cara menyampaikan
(utuh, jelas)
Standar Kompetensi/
Kompetensi Dasar AMP Tahap 1
(langkah 1-4) AMP Tahap 2 (langkah 5-8) 5.2 Menirukan
pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
Kelompok 1 1. intonasi 2. artikulasi 3. ekspresi
Kelompok 2
1. aturan membuat pantun (sampiran isi)
2. cara membaca pantun (artikulasi, lafal, intonasi, ekspresi)
Kelompok 3
1. cara pembacaan pantun (intonasi)
2. penjedaan kata
Kelompok 4
1. bagian-bagian pantun (sampiran isi) 2. cara membaca pantun
(lafal, intonasi, mimik, dinamika suara) 3. rima
Kesimpulan 1
1. lafal (jelas, benar, tepat) 2. intonasi (jeda kata,
panjang-pendek, tinggi- rendah)
Kelompok 1 1. lafal (jelas, benar,
tepat)
2. intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 2 1. lafal (jelas, benar,
tepat)
2. intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 3 1. lafal (jelas, benar,
tepat)
2. intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 4 1. lafal (jelas, benar,
tepat)
2. intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah)
Kesimpulan 2 1. lafal (jelas, benar, tepat)
2. intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah)
c. Refleksi. Ini dilakukan untuk mengungkap kesan kesan yang peserta rasakan terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Beberapa hasil refleksi dari kegiatan ini sebagai berikut:
Tabel 5. Kesan Peserta setelah Analisis
Peserta Kesan
Peserta 1 Setelah menyimak bahan ajar tersebut mudah-mudahan dapat tersampaikan kepada peserta didik
Peserta 2 Saya jadi tahu bagaimana ketika menganalisis materi pelajaran sesuai dengan SK-KD
Dalam kegiatan tersebut didiskusikan hal-hal yang paling urgen untuk dikuasai siswa sehingga guru mengajar tidak akan melenceng
Jadi tahu jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai)
Peserta 3 Lebih mendalami langkah Delphi Face to Face
Mengerti pembuatan materi ajar yang sebelumnya masih samar antara indikator dan materi ajar
Peserta 4 Dapat menentukan penilaian apa saja yang harus dibuat agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai
Peserta 5 Memperoleh cara menganalisis materi pelajaran
Dengan cara itu analisis materi dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai SK-KD
Peserta 6 Mendapat cara-cara menganalisis materi pembelajaran
Peserta 7 Dengan mengalisis materi kita bisa mengetahui bahan ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik
Kita bisa mempersiapkan materi lebih mudah
Peserta 8 Saya merasa bangga karena jadi tahu bagaimana menganalisis materi pembelajaran dan tidak terfokus pada buku pelajaran saja Peserta 9 Selama proses penyusunan bahan ajar bagi saya kesulitan untuk memilih dan memilah bagian-bagian penting dalam menentukan bahan ajar untuk siswa sesuai prosedur sehingga konsep yang kita inginkan dapat tercapai
Peserta 10 Jadi mengerti apa yang pokoknya atau yang penting untuk disampaikan ke peserta didik
Melihat kesan yang disampaikan peserta dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1) Lebih mendalami langkah Delphi Face to Face
2) Dapat menentukan hal-hal yang penting untuk dikuasai siswa
3) Menganalisis materi pelajaran tidak harus terpaku pada buku pelajaran saja 4) Mengetahui jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip,
prosedur, sikap dan nilai)
Kesimpulan
Dari pelaksanaan penelitian tersebut didapat langkah Delphi Face to Face dalam penyusunan materi pembelajaran adalah: 1) analisis individu; 2) analisis kelompok kecil;
3) analisis kelompok besar; 4) judgement kelompok besar (kesimpulan sementara);
5) analisis kembali individu; 6) analisis kembali kelompok kecil; 7) analisis kembali kelompok besar; 8) judgement kembali kelompok besar (kesimpulan akhir).
Setelah melakukan delapan langkah tersebut dihasilkan beberapa contoh materi pembelajaran sesuai SK-KD seperti: 1) SK: Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun, KD: Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan, Materi: Isi pengumuman, Bagian-bagian pengumuman, Cara menyampaikan pengumuman (utuh, jelas); 2) SK: Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun, KD: Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat, Materi: lafal (jelas, benar, tepat) dan intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah).
Selain itu, terungkap hal-hal yang dikemukakan guru setelah pelaksanaan diantaranya: 1) lebih mendalami langkah Delphi Face to Face; 2) dapat menentukan materi yang penting untuk dikuasai siswa; 3) menganalisis materi pelajaran tidak harus terpaku pada buku pelajaran saja; 4) mengetahui jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai).
Rujukan
Ade Rukmana & Asep Suryana. (2006). Pengelolaan Kelas. UPI PRESS:Bandung Ali. (2010). Apa Itu Metode Delphi [On line]. Tersedia: http://www.aliperbanas.blogspot com/delphi-method_30.html
Bognan & Biklen. (1982). Qualitative Research For Education An Introduction to Theory and Methods. Boston, Allyn and Bacon.Inc.
Danin Sudarwan. (2000). Penelitian Kualitatif. Bandung: Bina Aksara.
Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Indikator. Jakarta: Dirjen Mandikdasmen Depdiknas.
---. (2008). Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran. Jakarta: Dirjen Mandikdasmen Depdiknas.
Dick, B. (2000) Delphi Face to Face [On line]. Tersedia: http://www.scu.edu.au/
schools/gcm/ar/arp/delphi.html
Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Sudarya et.al. (2010). Pembinaan Guru Melalui Implementasi Lesson Study Tingkat Sekolah Dasar Di Kota Bandung. Bandung: LPPM.
Sukirma et.al. (2009). Perencanaan Pembelajaran SD. Bandung: UPI Press.