vii ABSTRAK
Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi semakin pesat yang menyebabkan lalu lintas perpindahan paket data (informasi) dalam jaringan komputer menjadi semakin padat dan luas. Untuk mengirim dan menentukan proses paket data sampai di tujuan dibutuhkan proses routing Aspek terpenting pada proses routing adalah protokol routing salah satunya OSPF. Routing dalam pengiriman paket data dapat menggunakan jaringan berbasis IP dan jaringan MPLS. Pada penelitian ini akan menguji bagaimana pengaruh penerapan jaringan MPLS dan tanpa MPLS sebagai forwarding paket data pada mekanisme routing OSPF yang digunakan.
Dalam penelitian ini menggunakan dua buah skenario pengujian. Skenario pertama yaitu menerapkan routing OSPF pada jaringan tanpa MPLS sedangkan skenario kedua yaitu menerapkan routing OSPF pada jaringan MPLS. Pada setiap skenario pengujian dilakukan tiga perlakuan berbeda untuk mengetahui dan membandingkan setiap rute yang dilalui dengan menggunakan emulator GNS3 pada PC sebagai software simulasi pengujian.
Hasil pengujian penerapan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS dengan tiga perlakuan yang berbeda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rute paket data, hal ini dikarenakan penggunaan jaringan MPLS yang berada pada layer 2,5 OSI dalam proses pemilihan rute paket data akan mengikuti mekanisme routing OSPF pada layer 3 OSI.
.
Kata kunci : Routing, OSPF, IP, MPLS, GNS3, OSI
viii ABSTRACT
Nowadays, the rapid development of information technology led to the traffic displacement of data packets (information) in computer networks become complex and wide. The routing process is required to send and define the process data packets arrive at the destination. The most important aspect of the routing process are routing protocol which one of them is OSPF. Routing in the delivery of data packets can use IP-based network and MPLS network. This research will examine how the effect of the application MPLS network and without MPLS as the forwarding of data packets on OSPF routing mechanism.
In this research using two type of scenarios. The first scenario is the applied of the OSPF routing on the network without MPLS and the second scenario is the applied of the OSPF routing on the MPLS network. In every scenario testing was conducted three different treatments to determine and comparing each route followed by using GNS3 emulator in PC as software for testing simulation.
The test results on the application of the OSPF routing with MPLS networks and without MPLS with three different treatments showed that no differences routes packets of data, it is because the use of MPLS network which is at 2.5 OSI layer in the selection process will follow the route data packets OSPF routing mechanism at layer 3 of the OSI.
Keywords: Routing, OSPF, IP, MPLS, GNS3, OSI
ix DAFTAR ISI
SAMPUL DALAM ... i
PRASYARAT GELAR ... ii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
UCAPAN TERIMAKASIH ... v
ABSTRAK ... vii
ABSTACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xvi
DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH ... xix
DAFTAR LAMPIRAN ... xxi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian ... 3
1.4 Manfaat Penelitian ... 4
1.5 Batasan Masalah ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Mutakhir ... 6
2.2 Tinjauan Pustaka ... 9
2.2.1 OSI (Open System Interconnection) ... 9
2.2.1.1 Layer OSI (Open System Interconnection) ... 9
2.2.1.2 Kelebihan OSI (Open System Interconnection) ... 13
2.2.1.3 Pengelompokkan OSI (Open System Interconnection).. .. 14
2.2.1.4 Transformasi OSI (Open System Interconnection) ... 14
2.2.1.5 Perangkat Network Pada OSI (Open System Interconnection) ... 15
x
2.2.2 Routing Protocol ... 18
2.2.2.1 Bagian – Bagian Routing Protocol ... 18
2.2.2.2 Jenis – Jenis Routing Protocol ... 19
2.2.2.3 Algoritma Dynamic Route ... 19
2.2.2.4 Jenis – Jenis Protocol Dynamic Routing ... 22
2.2.3 OSPF (Open Shortest Path First) ... 23
2.2.3.1 Bagian – Bagian Link State ... 24
2.2.3.2 Proses Routing Link-State ... 24
2.2.3.3 Algoritma OSPF (Open Shortest Path First) ... 25
2.2.3.4 Bagian – Bagian OSPF (Open Shortest Path First) ... 25
2.2.3.5 Kelebihan OSPF (Open Shortest Path First) ... 41
2.2.4 MPLS (Multi Protocol Label Switching) ... 42
2.2.4.1 Circuit Switched Dan Packet Switched ... 42
2.2.4.2 Komponen MPLS ... 44
2.2.4.3 Elemen Dasar MPLS ... 46
2.2.4.4 Header MPLS ... 47
2.2.4.5 Enkapsulasi Packet MPLS ... 48
2.2.4.6 Arsitektur MPLS ... 48
2.2.4.7 MPLS Cloud ... 49
2.2.4.8 Struktur Jaringan MPLS ... 50
2.2.4.9 Prinsip Kerja MPLS ... 51
2.2.4.10 Kelebihan dan Kekurangan MPLS ... 52
2.2.5 Ethernet Card ... 52
2.2.5.1 Jenis – Jenis Ethernet Card ... 53
2.2.6 Cisco ... 54
2.2.7 GNS3 (Graphical Network Simulator) ... 54
2.2.7.1 Fitur Utama GNS3 (Graphical Network Simulator) ... 55
2.2.7.2 Kelebihan dan Kekurangan GNS3 (Graphical Network Simulator) ... 55
2.2.7.3 Fitur GNS3 (Graphical Network Simulator) ... 55
2.2.7.4 Fitur Lainnya GNS3 (Graphical Network Simulator) ... 56
xi BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 58
3.2 Sumber dan Jenis Data Penelitian ... 58
3.2.1 Sumber Data ... 58
3.2.2 Jenis Data ... 59
3.2.3 Teknik Pengumpulan Data ... 59
3.3 Tahapan Penelitian ... 60
3.4 Skenario Pengujian ... 62
3.4.1 Skenario I ... 68
3.4.1.1 Pengujian Skenario I ... 68
3.4.2 Skenario II ... 69
3.4.2.1 Pengujian Skenario II ... 70
3.5 Jadwal Penelitian ... 74
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Umum ... 75
4.2 Perangkat Yang Digunakan ... 76
4.3 Instalasi Aplikasi Simulasi GNS3 ... 76
4.4 Topologi Jaringan ... 78
4.5 Konfigurasi IP ... 84
4.6 Konfigurasi Routing OSPF ... 92
4.7 Konfigurasi MPLS ... 99
4.8 Pengujian Rute Paket Data Pada Skenario I ... 104
4.9 Pengujian Rute Paket Data Pada Skenario II ... 109
4.10 Hasil Perbandingan Rute Paket Data Pada Skenario I dan Skenario II .. 113
4.11 Pengujian Delay Paket Data Pada Skenario I ... 120
4.12 Pengujian Delay Paket Data Pada Skenario II... 122
4.13 Perbandingan Delay Paket Data Pada Skenario I dan Skenario II ... 123
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan ... 127
5.2 Saran ... 128
xii
DAFTAR PUSTAKA ... 129 LAMPIRAN
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Perbandingan Router dan Bridge ... 15
Tabel 3.1 Bitrate Yang Sama Pada Interface Masing – Masing Perangkat Simulasi ... 72
Tabel 3.2 Bitrate Berbeda Pada Interface Masing – Masing Perangkat Simulasi ... 73
Tabel 3.3 Jadwal Penelitian ... 74
Tabel 4.1 IP Loopback Pada Masing-Masing Router ... 87
Tabel 4.2 IP Address dan Netmask Pada Masing-Masing Router ... 91
Tabel 4.3 Source IP Address, Destination IP Address dan CIDR Pada Masing-Masing VPCS ... 92
Tabel 4.4 Pemberian Router ID, Network Address, Wildmask dan Area Pada Masing-Masing Router ... 95
Tabel 4.5 Neighbor Pada Masing-Masing Router ... 98
Tabel 4.6 Pemberian Interface Pada Masing-Masing Router Untuk Konfigurasi MPLS ... 101
Tabel 4.7 Hasil Pengujian Neighbor Pada Masing-Masing Router Pada Skema Pengujian Bitrate Sejenis ... 104
Tabel 4.8 Hasil Trace Pada Penerapan Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS (Skenario I) Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 105
Tabel 4.9 Hasil Trace Pada Penerapan Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS (Skenario I) Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen) ... 106
Tabel 4.10 Hasil Trace Pada Penerapan Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS (Skenario I) Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) ... 108
xiv
Tabel 4.11 Hasil Trace Pada Penerapan Routing OSPF Pada Jaringan Dengan MPLS (Skenario II) Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 110 Tabel 4.12 Hasil Trace Pada Penerapan Routing OSPF Pada Jaringan
Dengan MPLS (Skenario II) Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen) ... 111 Tabel 4.13 Hasil Trace Pada Penerapan Routing OSPF Pada Jaringan
Dengan MPLS (Skenario II) Dari PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable)... 112 Tabel 4.14 Hasil Perbandingan Trace Pada Skenario I dan Skenario II Dari
PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 113 Tabel 4.15 Hasil Perbandingan Trace Pada Skenario I dan Skenario II Dari
PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis Sejenis (Heterogen) ... 115 Tabel 4.16 Hasil Perbandingan Trace Pada Skenario I dan Skenario II Dari
PC1 Ke PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) ... 117 Tabel 4.17 Hasil Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS
Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 121 Tabel 4.18 Hasil Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS
Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen)... 121 Tabel 4.19 Hasil Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS
Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) ... 121
xv
Tabel 4.20 Hasil Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan Dengan MPLS Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 122 Tabel 4.21 Hasil Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan Dengan MPLS
Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen)... 122 Tabel 4.22 Hasil Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan Dengan MPLS
Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) ... 123 Tabel 4.23 Hasil Perbandingan Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan
Tanpa MPLS dan Dengan MPLS Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 123 Tabel 4.24 Hasil Perbandingan Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan
Tanpa MPLS dan Dengan MPLS Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen) ... 124 Tabel 4.25 Hasil Perbandingan Delay Pada Routing OSPF Pada Jaringan
Tanpa MPLS dan Dengan MPLS Dari PC1 Menuju PC2, PC3, PC4 Pada Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) ... 125
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Distance Vector vs Link State ... 21
Gambar 2.2 Link-State Network Discovery ... 24
Gambar 2.3 Jenis LSA Pada OSPF ... 28
Gambar 2.4 Pembagian Hirarki OSPF ... 29
Gambar 2.5 Stub Area, Backbone Area 0, NSSA ... 30
Gambar 2.6 Normal/Regular Area ... 31
Gambar 2.7 Stub and Totally Stub Area ... 31
Gambar 2.8 Not-So-Stuby Area ... 32
Gambar 2.9 Link-State Update (LSU) ... 34
Gambar 2.10 OSPF Multiaccess Network ... 35
Gambar 2.11 OSPF Point-to-Point Network ... 36
Gambar 2.12 OSPF Point-to-Multipoint Network ... 36
Gambar 2.13 OSPF Nonbroadcast Multiaccess Network ... 37
Gambar 2.14 OSPF Virtual Link Network... 38
Gambar 2.15 Circuit-Switched Network ... 43
Gambar 2.16 Packet-Switched Network ... 43
Gambar 2.17 Perancangan Arsitektur MPLS ... 44
Gambar 2.18 Struktur dan Komponen MPLS 1 ... 45
Gambar 2.19 Struktur dan Komponen MPLS 2 ... 46
Gambar 2.20 MPLS Header ... 47
Gambar 2.21 Enkapsulasi Packet MPLS... 48
Gambar 2.22 Arsitektur MPLS ... 49
Gambar 2.23 MPLS Cloud ... 50
Gambar 2.24 Proses Switching Pada Jaringan MPLS... 51
Gambar 3.1 Flowchart Tahapan Penelitian ... 61
Gambar 3.2 Topologi Simulasi Dengan 5 Area ... 63
Gambar 3.3 Topologi Backbone MPLS ... 65
Gambar 3.4 Flowchart Skenario Pengujian... 66
Gambar 4.1 Proses Instalasi GN3 ... 77
xvii
Gambar 4.2 Proses Menambahkan IOS Router ... 77
Gambar 4.3 Proses Penambahan IOS Router Seri 3600 ... 78
Gambar 4.4 Proses Akhir Penambahan IOS Router ... 78
Gambar 4.5 Menambahkan IOS Router Ke Jendela Kerja GNS3 ... 79
Gambar 4.6 Proses Pemberian Slot Interface Pada Router ... 80
Gambar 4.7 Menambahkan VPCS dan Switch Ke Jendela Kerja GNS3 ... 81
Gambar 4.8 Topologi Dengan Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) 82 Gambar 4.9 Topologi Dengan Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen) ... 83
Gambar 4.10 Topologi Dengan Skema Pengujian Salah Satu Link Terputus (Disable) ... 83
Gambar 4.11 Langkah Masuk Pada Menu Konfigurasi ... 85
Gambar 4.12 Command Prompt Pada Menu Console Router ... 85
Gambar 4.13 Perintah Konfigurasi IP Loopback ... 86
Gambar 4.14 Konfigurasi IP Loopback Pada Router P1 ... 87
Gambar 4.15 Perintah Konfigruasi IP Address Pada Router ... 89
Gambar 4.16 Perintah Konfigruasi IP Address Pada VPCS ... 90
Gambar 4.17 Perintah Konfigruasi IP Address Pada Router P1 Dengan Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 92
Gambar 4.18 Perintah Konfigruasi IP Address Pada VPCS PC1 ... 92
Gambar 4.19 Pengertian Perintah Pada Konfigurasi Routing OSPF ... 94
Gambar 4.20 Perintah Konfigurasi Routing OSPF Pada Router P1 ... 96
Gambar 4.21 Hasil Dari Pengujian Show IP Route ... 97
Gambar 4.22 Hasil Dari Pengujian Show IP OSPF Neighbor ... 98
Gambar 4.23 Ping Dari VPCS PC1 Ke VPCS PC2 ... 99
Gambar 4.24 Ping Dari VPCS PC1 Ke VPCS PC3 ... 99
Gambar 4.25 Ping Dari VPCS PC1 Ke VPCS PC4 ... 99
Gambar 4.26 Pengertian Perintah Konfigurasi MPLS ... 100
Gambar 4.27 Perintah Konfigurasi MPLS Router P1 Skema Pengujian Bitrate Sejenis... 102
xviii
Gambar 4.28 Hasil Pengujian Neighbor Pada Router P1 Pada Skema Pengujian Bitrate Sejenis... 103 Gambar 4.29 Trace Dari VPCS PC1 Ke VPCS PC2 Pada Skenario
Pengujian I Dengan Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen)... 105 Gambar 4.30 Perintah Shutdown Router P1 Menuju Router P4 Untuk
Skema Pengujian Interface Terputus (Disable) Pada Skenario I dan Skenario II ... 108 Gambar 4.31 Perbandingan Trace Pada Skenario I dan Skenario II Skema
Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 114 Gambar 4.32 Perbandingan Trace Pada Skenario I dan Skenario II Skema
Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen) ... 116 Gambar 4.33 Perbandingan Trace Pada Skenario I dan Skenario II Skema
Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Bitrate Tidak Sejenis) ... 118 Gambar 4.34 Perintah Pengujian Delay Dengan Ping Pada Command
Prompt PC1 ... 120 Gambar 4.35 Pengujian Delay Pada PC1 Menuju PC2 Dengan Ping Pada
Command Prompt PC1 ... 120 Gambar 4.36 Grafik Perbandingan Delay Pada Skenario I dan Skenario II
Pada Skema Pengujian Bitrate Sejenis (Homogen) ... 124 Gambar 4.37 Grafik Perbandingan Delay Pada Skenario I dan Skenario II
Pada Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen) ... 125 Gambar 4.38 Grafik Perbandingan Delay Pada Skenario I dan Skenario II
Pada Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) Dengan Bitrate Tidak Sejenis ... 126
xix
DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH
ABR : Area Border Router
AS : Autonomous System
ASBR : Autonomous System Border Router
ASCII : American Standard Code for Information Interchange
ATM : Asynchronous Transfer Mode
BDR : Backup Designated Router
BGP : Border Gateway Protocol
Bit : Binary Digit
CIDR : Classless Inter Domain Routing
CLI : Command Line Interface
DR : Design Router
EGP : Exterior Gateway Protocol
EIGRP : Enhanced Interior Gateway Routing Protocol
ELSR : Edge Label Switching Routers
FIFO : First in First Out
GNS3 : Graphical Network Simulator 3
Internet : Interconnection Networking
IOS : Cisco Internetworking Operating System
IP : Internet Protokol
IS-IS : Intermediate System to Intermediate System
LAN : Local Area Network
LDP : Label Distribution Protocol
LER : Label Edge Router
LLC : Logical Link Control
LS ACK : Link State Acknowledgment
LS : Link State
LSA : Link State Advertisement
LSDB : Link State Database
xx
LSP : Label Switched Path
LSR : Label Switched Router
LSU : Link State Update
MAC Address : Media Access Control Address
Mbps : Mega bit per second
MPLS : Multiprotocol Label Switching
NBMA : Non Broadcast Multiple Access
NFS : Network File System
NSSA : Not So Stubby Area
OSI : Open System Interconnection
OSPF : Open Shortest Path First
P : Provider
PC : Personal Computer
PDU : Protocol Data Unit
PE : Power Edge
QoS : Quality of Service
RID : Router ID
RIP : Routing Information Protocol
RPC : Remote Procedure Call
RSVP-TE : ReSerVation Protocol with Traffic Engineering SMTP : Simple Mail Transfer Protocol
SPF : Shortest Path First
SSH : Secure Shell
TCP/IP : Transmission Control Protocol/Internet Protocol
UDP : User Datagram Protocol
VPCS : Virtual Personal Computer Simulator
VPN : Virtual Private Network
WWW : World Wide Web
xxi
DAFTAR LAMPIRAN
1. Konfigurasi IP Loopback, IP Address, Subnet Mask Pada Jaringan MPLS Dan Tanpa MPLS
2. Konfigurasi Routing OSPF Pada Jaringan MPLS Dan Tanpa MPLS (Seluruh Router)
3. Konfigurasi MPLS Pada Router Yang Berada Pada Area 0 (Backbone Area) Pada Skenario II
4. Hasil Ping Antar PC Menggunakan Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS
5. Hasil Ping Antar PC Menggunakan Routing OSPF Pada Jaringan MPLS 6. Hasil Ping Antar PC Menggunakan Routing OSPF Skema Pengujian Bitrate
Tidak Sejenis (Heterogen) Kondisi Interface Pada Router P1 Menuju P4 Terputus
7. Hasil Trace Antar PC Menggunakan Routing OSPF Pada Jaringan Tanpa MPLS
8. Hasil Trace Antar PC Menggunakan Routing OSPF Pada Jaringan MPLS 9. Hasil Trace Antar PC Menggunakan Routing OSPF Skema Pengujian
Bitrate Tidak Sejenis (Heterogen) Kondisi Interface Pada Router P1 Menuju P4 Terputus
10. Hasil Capture Delay Menggunakan Wireshark Skema Pengujian Bitrate Sejenis Pada Jaringan Tanpa MPLS
11. Hasil Capture Delay Menggunakan Wireshark Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis Pada Jaringan Tanpa MPLS
12. Hasil Capture Delay Menggunakan Wireshark Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) Bitrate Tidak Sejenis Pada Jaringan Tanpa MPLS
13. Hasil Capture Delay Menggunakan Wireshark Skema Pengujian Bitrate Sejenis Pada Jaringan Dengan MPLS
xxii
14. Hasil Capture Delay Menggunakan Wireshark Skema Pengujian Bitrate Tidak Sejenis Pada Jaringan Dengan MPLS
15. Hasil Capture Delay Menggunakan Wireshark Skema Pengujian Salah Satu Interface Terputus (Disable) Bitrate Tidak Sejenis Pada Jaringan Dengan MPLS
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Internet merupakan jaringan komputer yang saling terhubung antara satu komputer dengan komputer yang lain yang membentuk sebuah jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga dapat saling berinteraksi, berkomunikasi, saling bertukar informasi atau tukar menukar data. Dalam jaringan komputer selain melibatkan perangkat yang digunakan untuk membentuk sebuah konsep jaringan, juga akan melibatkan jalur yang digunakan untuk mengirimkan paket yang dikirimkan oleh komputer sumber ke tujuan. Pada jaringan dengan skala besar, misalnya Internet tentunya akan melibatkan banyak jalur. Dari beberapa jalur yang ada tidak semua jalur akan digunakan, sehingga akan dilakukan proses pemilihan jalur/rute yang disebut routing (Nugroho, 2016)
Routing dalam pengiriman paket data dapat menggunakan jaringan berbasis IP dan jaringan MPLS. Pada jaringan berbasis MPLS memiliki kelebihan yaitu bersifat connection-oriented sedangkan pada jaringan berbasis IP bersifat connectionless. MPLS yang bekerja sebagai forwarding paket data dan merupakan jaringan yang berada pada layer 2,5 OSI adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket (Purnomo, 2013).
Dalam proses routing terdapat salah satu aspek terpenting yaitu protocol routing. Salah satu protocol routing yang sering digunakan adalah OSPF. OSPF merupakan protocol routing berjenis Interior Gateway Protocol yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal dimana masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Diantara protocol routing yang ada, OSPF merupakan protocol yang berstandar terbuka, yaitu routing protocol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya dan dimanapun routing protocol ini dapat diimplementasikan (Sofana, 2012).
2
Beberapa penelitian yang ada sebelumnya, telah melakukan pengujian terhadap pemanfaatan jaringan MPLS dan Non MPLS dari sisi QOS dengan menerapkan protocol routing OSPF. Penelitian-penelitian tersebut diantaranya:
penelitian yang dilakukan oleh Malayusfi, dkk (2009) menguji perbandingan unjuk-kerja Protokol Transport pada jaringan MPLS dan non MPLS: studi kasus jaringan di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung dan hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut adalah waktu delay pengiriman paket dalam jaringan MPLS relatif kecil. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Handayani, dkk (2012) menguji simulasi jaringan Multiprotocol Label Switching (MPLS) menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3) dan hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut adalah GN3 merupakan simulator jaringan grafis yang digunakan untuk mensimulasikan jaringan MPLS, pertukaran data melalui MPLS dapat meningkatkan kinerja jaringan, topologi dengan MPLS akan meningkatkan kinerja jaringan berdasarkan hasil perbandingan waktu tunda yang relatif kecil dibandingkan jaringan tanpa MPLS. Dan pada penelitian yang dilakukan oleh Silaban, dkk (2015) menguji analisa perbandingan Quality of Service (QoS) pada jaringan Backbone Non-MPLS dengan jaringan Backbone MPLS menggunakan Routing Protocol OSPF di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Witel Ridar Riau dan hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut adalah hasil pengujian parameter delay, throughput, jitter pada jaringan MPLSlebih baik daripada jaringan tanpa MPLS.Dari hasil ketiga penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa delay dengan routing OSPF pada jaringan MPLS lebih kecil daripada dengan routing OSPF pada jaringan tanpa MPLS.
Dari ketiga penelitian yang telah dilakukan sebelumnya telah menunjukkan kelebihan jaringan dengan MPLS dari sisi delay pada QOS tersebut relatif lebih kecil daripada jaringan tanpa MPLS, maka pada penelitian ini peneliti akan menguji bagaimana pengaruh penerapan jaringan MPLS yang digunakan sebagai forwarding paket data dalam memilih jalur/rute paket data dengan penerapan jaringan tanpa MPLS menggunakan routing OSPF, sehingga nantinya diketahui bahwa pengiriman paket data pada jaringan MPLS dengan tanpa MPLS berpengaruh atau tidak pada routing OSPF yang digunakan. Penelitian ini akan
3
mengujikan jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan emulator Graphical Network Simulator (GNS3) dengan menggunakan tiga perlakuan yang berbeda.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan penulis gunakan sebagai acuan dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana membangun routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3)?
2. Bagaimana mengetahui rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima pada bitrate yang sejenis (homogen) menggunakan satu media interface yaitu: fast ethernet dengan membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3)?
3. Bagaimana mengetahui rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima pada bitrate yang tidak sejenis (heterogen) menggunakan dua media interface yaitu: fast ethernet dan ethernet dengan membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3)?
4. Bagaimana mengetahui rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima apabila salah satu link pada interface terputus (disable) dengan membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3) pada bitrate yang sama (homogen) dengan satu media interface yaitu: fast ethernet dan pada bitrate yang berbeda (heterogen) dengan dua media interface yaitu:
fast ethernet dan ethernet?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Dapat membangun routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3).
4
2. Mengetahui rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima pada bitrate yang sejenis (homogen) menggunakan satu media interface yaitu: fast ethernet dengan membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3).
3. Mengetahui rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima pada bitrate yang tidak sejenis (heterogen) menggunakan dua media interface yaitu: fast ethernet dan ethernet dengan membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3)
4. Mengetahui rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima apabila salah satu link pada interface terputus (disable) dengan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3) pada bitrate yang berbeda (heterogen) dengan menggunakan dua media interface yaitu: fast ethernet dan ethernet.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penulisan skripsi ini adalah:
1. Bagi Penulis
a. Mengetahui secara detail konsep routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja yang saat ini telah menggunakan teknologi tersebut terutama perusahaan service provider internet.
b. Dapat langsung melakukan konfigurasi routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS dengan Graphical Network Simulator (GNS3).
c. Menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama perkuliahan terutama tentang jaringan komputer sebagai dasar penelitian ini.
2. Bagi Universitas
a. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi pelajaran yang diperoleh dibangku kuliah.
5
b. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dan sebagai bahan evaluasi.
c. Sebagai tolak ukur bagi penelitian selanjutnya untuk dapat menyempurnakan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS.
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam melakukan penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS dengan rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima pada bitrate yang sama (homogen) dengan satu media interface yaitu: fast ethernet menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3).
2. Penelitian ini membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS dengan rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima pada bitrate yang tidak sama (heterogen) dengan dua media interface yaitu: fast ethernet dan ethernet menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3).
3. Penelitian ini membandingkan routing OSPF pada jaringan MPLS dan tanpa MPLS dengan rute paket data yang dilalui dari host pengirim untuk sampai ke host penerima apabila salah satu link pada interface terputus (disable) menggunakan Graphical Network Simulator (GNS3) pada bitrate yang berbeda (heterogen) dengan dua media interface yaitu: fast ethernet dan ethernet.