• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

31 A. Jenis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah sebelumnya, yaitu Analisis Tingkat Efisiensi dan Pembiayaan Terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah. Maka penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka, kemudian diolah dan dianalisis untuk mendaatkan suatu informasi ilmiah di balik angka-angka tersebut.40

B. Jenis Dan Sumber Data

Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Yaitu data yang sudah tersedia di lembaga pemerintahan, perusahaan, badan-badan penelitian yang dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data.41 Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data runtut waktu (time series) dengan skala bulanan. Sumber data BOPO, Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dan Return on Asset dari laporan keuangan statistik perbankan syariah yang dipublikasikan dalam situs web ojk.go.id dari mulai tahun 2014-2017.

C. Populasi Data

Populasi dalam penelitian ini yaitu Bank Umum Syariah di Indonesia yang berjumlah 13 bank periode 2014-2017.

D. Definisi Operasional Variabel

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel dependen dan independen.

1. variabel dependen

Adapun yang variabel dependen dalam penelitian ini adalah Return on Asset (ROA). Istilah ROA dengan Net Earning Power Ratio yaitu kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilakan keuntungan neto, yaitu laba bersih setelah dikurangi beban bunga dan pajak dan dinyatakan dalam bentuk presentase. Rumus yang ditetapkan menurut SE BI Nomor

40Nanang,Martono,Metode Penelitian Kuantitatif:Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder,(Jakarta:Rajawali Press,2010),hal.19

41 Sugiyono,Metode Penelitian Bisnis.cetakan ke-6.(Bandung:CV.Alfa Beta,1999)

(2)

13/24/DPNP Tnaggal 25 oktober 2011, ROA dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

Beberapa alasan penelitian ini menggunakan alat ukur ROA yaitu42:

a. ROA dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen perusahaan, dengan begitu keputusan yang diambil untuk aktivitas yang dilaksanakan dengan pertimbangan pengembalian yang menguntungkan untuk perusahaan.

b. ROA menggambarkan besarnya laba yang diperoleh perusahaan sebelum didistribusikan baik kepada kreditur maupun pemilik perusahaan. Sedangkan ROE hanya dana yang berasal dari pemilik perusahaan saja.

c. ROA mengevaluasi risiko yang akan dihadapi dalam pengambilan keputusan, sedangkan ROE tidak mempertibangkan risiko.43

2. variabel Independen

a. Tingkat Efisiensi (BOPO) (X1)

Tingkat efisiensi diukur dengan menggnakan tingkatan Biaya Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO), digunakan untuk membandingkan biaya operasional dengan pendapatan operasional. BOPO dapat diukur menggunakan skala rasio (dalam persen). Berdasarkan SE BI No.

13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011 perhitungan BOPO dapat dihitung dengan:

b. Murabahah (X2)

Yaitu pembiayaan yang dilakukan dengan prinsip jual beli kepada nasabah untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja ataupun konsumtif, dari segi penambahan kualitas maupun kuantitas suatu barang. akad jual beli dilakukan dengan syarat yang diberikan oleh bank. Data dalam bentuk satuan Milyaran Rupiah

c. Mudharabah (X3)

42 Prastowo,Analisis Laporan Keuangan konsep dan Aplikasi,(Yogyakarta:Unit Penerbit dan Percetakan,2008),hal.91

43Eugene F.Brigham,Dasar-Dasar Manajemen Keuangan,(Jakarta:Salemba Empat,2006),Hal.125

(3)

Akad mudharabah yakni pembiayaan dengan prinsip bagi hasil dan lebih banyak diaplikasikan untuk pembiayaan dengan jenis permodalan kepada pengelola, dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Data dalam bentuk satuan Milyaran Rupiah.

d. Musyarakah (X4)

Akad ini sama dengan akad mudharabah namun terdapat perbedaan terkait dengan jumlah modal yang diberikan, resiko yang ditanggung serta bagi hasil yang ditetapkan. Untuk akad ini pada umumnya bagi hasilnya lebih besar kepada pengelolanya (atau sesuai dengan jumlah modal masing-masing). Data dalam bentuk satuan Milyaran Rupiah.

E. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dokumentasi.

Yaitu mengumpulkan data dengan cara mencatat dokumen yang berhubungan dengan penelitian ini. Pencatatan data yang terkait dengan BOPO, Murabahah, Mudharabah, Musyarakah terhadap Return on Asset.

F. Teknik Analisis Data

1. Regresi Linier Berganda

Penelitian yang digunakan untuk mengetahui Analisis Tingkat Efisiensi dan Pembiayaan Terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah, menggunakan metode analisis data yaitu analisis regresi linier berganda. Mengukur pengaruh variabel X1

sampai Xn terhadap variabel Y mengalami kenaikan atau penurunan. Misalkan kita memiliki satu serial data variabel Y, melalui analisis regresi linier berganda kita dapat membuat model variabel-variabel yang memiliki pengaruh terhadap variabel Y.

Hubungan antara variabel dalam analisis regresi bersifat kausalitas atau sebab akibat yang hasilnya positif atau negatif. Model umum regresi linier berganda yaitu44:

Model Semi Log:

Dimana:

i= 1,2,...n

= Intercept (konstanta)

44 Agus,Widarjono,Ekonometrika,(Yogyakarta:UPP STIM YKPN,2016),hal.16

(4)

= Nilai variabel dependen

= Parameter atau koefisien regresi dari variabel independen = Nilai variabel independen dari observasi ke-i

e = Nilai gangguan atau error dari observasi ke-i n = Banyaknya observasi

persamaan regresi linier berganda yang digunakan adalah sebagai berikut:

2. Uji Asumsi Klasik

Uji ini dalam penelitian digunakan untuk mengetahui kebenaran model regresi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan representatif, maka model tersebut harus diuji dan memenuhi asumsi klasik regresi. Ada 4 (empat) uji yang harus terpenuhi antara lain sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui model regresi variabel terikat dan bebas memiliki distribusi normal atau tidak. Karena metode regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mengetahui tingkat signifikansi data apakah terdistribusi normal atau tidak, maka dapat dilakukan analisis grafik atau dengan analisis statistik. Untuk analisis grafik, dapat dilihat melalui grafik normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Jika data terdistribusi normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti atau merapat ke garis digonalnya45.

b. Uji Multikolonieritas

uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika dalam model regresi yang terbentuk terdapat korelasi yang tinggi atau sempurna di antara variabel bebas maka dinyatakan mengandung gejala multikolinier46 Adapun cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya multikolinieritas antara lain sebagai berikut:

45Imam,Ghozali,Aplikasi Analisis Multavariete Dengan Program IBM SPSS 23,(Semarang:Univrsitas Diponegoro,2016),hal.154

46 Imam,Ghozali,Aplikasi Analisis Multavariete Dengan Program IBM SPSS 23,(Semarang:Univrsitas Diponegoro,2016),hal.103

(5)

a) Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independent. Jika antar variabel independen terdapat korelasi dengan nilai di atas 0,90 maka hal tersebut menunjukkan terdapat masalah kolinearitas.

b) Melihat besaran nilai variance inflation factors (VIF) dan Tolerance (TOL).

Suatu model regresi dapat dikatakan bebas multikolinea j k T L ≥ , u j k m m k VIF ≤ .

c. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Salah satu cara mendeteksi ada tidaknya autokorelasi adalah dengan uji Durbin-Waston (DW test). Terdapat kriteria pengambilan kesimpulan dalam uji Durbin-Waston untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi ada suatu data time series. Jika terdapat autokorelasi dari suatu model regresi maka varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasinya. Untuk itu dalam uji DW ini, kriteria yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut47:

Tabel 3.1

Kriteria uji Autokorelasi

DW Kesimpulan

< dL Ada autokorelasi (+)

dL s.d. dU Tanpa kesimpulan

dU s.d. 4 - dU Tidak ada autokorelasi 4 – Du s.d. 4 - dL Tanpa kesimpulan

> 4 - dL Ada autokorelasi (-) 3. Uji signifikasi

a. Uji F (Uji Simultan)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui secara bersama-sama apakah variabel bebas berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel pada j k h 5 m (α , 5). A b F h u g ≥ F b maka berarti variabel bebasnya secara bersama-sama memberikan pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat atau hipotesis pertama sehingga dapat diterima.48 b. Uji t (Uji Parsial)

47 Suliyanto,Ekonometrika Terapan (teori & aplikasi dengan SPSS),(Yogyakarta:CV.ANDI OFFSET,2011),hal.127

48 Agus Tri Basuki dan Nano Prawoto.Analisis Regresi dalam penelitian Ekonomi dan Bisnis.(Jakarta:

PT Raja Grafindo Persada,2017),hal 87

(6)

uji ini dilakukan dengan tujuan mengetahui seberapa besar pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen secara signifkan atau tidak. Kriteria pengambilan keputusan uji signifikansi ini adalah:

1) H m b : h u g ˂ b , u g f k < , 5.

2) Ho ditolak bila: t hitung > t table, atau signifikansi >0,05.

4. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui tingkat ketetapan paling baik selama analisa regresi, dimana hal yang ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi nol, berarti variabel independen sama sekali tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila koefisien determinasi mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Selain itu, koefisien determinasi dipergunakan oleh mengetahui persentase perubahan variabel terikat (Y) yang disebabkan oleh variabel bebas (X). Formula untuk menghitung koefisien determinasi adalah sebagai berikut 49:

=

=

49 Mudrajad Kuncoro,Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi (Jakarta:Erlangga, 2013)hal.246.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun penanggulangan kekerasan terhadap anak perspektif pendidikan agama Islam yang harus dilaksanakan oleh orangtua yaitu: memberikan keteladanan kepada anak,

Pada gambar 16 dapat dilihat untuk proses download video selama 1 menit dengan bandwidth 128 Kbps hanya mampu memainkan video selama 7 detik, pada web client video yang diplay

keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia dan Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia dan berbudi

Apabila user membandingkan koefisien determinasi dari model regresi linier, nampak R 2 dari model regresi eksponensial lebih besar, artinya variabilitas y lebih banyak

Alhamdulillah, segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Bauran

Setelah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah dan menafsirkan data. Dalam melaksanakan pengolahan data ini

1) Mengecek lembar jawaban yang telah diisi oleh responden untuk mengetahui kelengkapan hasil jawaban responden yang akan menentukan layak tidaknya lembar jawaban tersebut

Jika terjadi korelasi sempurna di antara sesama variabel bebas, maka konsekuensinya adalah: (i) koefisien regresi menjadi tidak dapat ditaksir dan (ii) nilai kesalahan standar