33 4.1 Pelaksanaan Eksperimen
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini menekankan pada masalah pembelajaran IPS siswa kelas 3 SD Blotongan 01 Salatiga.
Eksperimen yang diberikan dalam penelitian ini berupa pendekatan pembelajaran saintifik yang berpengaruh terhadap hasil belajar IPS. Besarnya pengaruh pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS dapat diketahui, apabila dalam pelaksanaan eksperimen menggunakan satu kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat membedakan pengaruh pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Oleh karena itu, kedua kelompok harus homogen dan berdistribusi normal. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian eksperimen adalah:
1. Menentukan kompetensi dasar tentang sejarah uang
2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta perangkat (berisi materi pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, kisi-kisi pengukuran hasil belajar IPS, instrumen pengukuran butir soal untuk pretest dan posttestdan lembar observasi aktivitas tindakan pendekatan pembelajaran saintifik untuk guru dan siswa).
3. Membuat 25 butir soal baik dan melakukan uji coba instrumen butir soal ke 20 siswa kelas 3 SDN Mangunsari 03 Salatiga.
4. Hasil ujicoba instrumen butir soalpretest dan posttestdianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas dan tingkat kesukaran butir soal. Hasil analisis butir soal yang valid dan reliabel, serta tingkat kesukaran butir soal sedang, maka butir soal itu baik.
5. Dari butir soal yang telah baik itu, maka butir soal pretestdiberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, untuk mengetahui besarnya skor tes yang akan digunakan untuk melakukan uji homogenitas dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta menghitung distribusinya normal atau tidak.
6. Setelah hasil uji menunjukkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol homogen, dan memiliki distribusi normal, maka eksperimen baru dapat dilakukan.
7. Eksperimen dilakukan melalui aktivitas pembelajaran IPS
8. Pembelajaran IPS kelompok eksperimen mengimplementasikan RPP dengan pendekatan pembelajaran saintifik, sedangkan pembelajaran IPS kelompok kontrol mengimplementasikan RPP dengan pendekatan pembelajaran konvensional.
9. Proses pembelajaran IPS kelompok eksperimen menggunakan langkah belajar sebagai berikut: berdoa, mengamati gambar jenis uang, menanya jeni suang, mengumpulkanin formasi jenis uang, menganalisisin formasi jenis uang dan mempersentasikan hasil, berdoa dan postest. Sedangkan pembelajaran IPS kelompok kontrol menggunakan langkah belajar sebagai berikut:menyampaikan materi, tanya jawab, menerima tugas, mengerjakan tugas, menyimpulkan pelajaran, dan mengerjakan postest. Ada perbedaan kegiatan di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, serta ada perbedaan dalam mengukur hasil belajar.
Pada saat pembelajaran IPS, ada observer untuk kedua kelompok untuk mengamati kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan RPP.
10. Setelah pembelajaran selesai, dilakukan pengukuran hasil posttest, kemudian penghitungan skor hasil belajar, yang selanjutnya skor hasil belajar dari masing-masing kelompok diinput ke excel dan kemudian dianalisis dengan bantuan SPSS untuk perhitungan uji t untuk mengetahuiperbedaan rata-rata duasampel yang berhubunganatauberpasangan (paired sample t-test).
4.2 Hasil Penelitian
Penyajian hasil penelitian eksperimen terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
4.2.1 KelompokEksperimen
Hasil penelitian eksperimen, yang diperoleh dari eksperimen pembelajaran yang didesain menggunakan pendekatan saintifik, adalah hasil dari pengukurannon tes dan postest.
Pengukuran non tes menggunakan instrumen observasi yang dilengkapi dengan rubrik pengukuran sikap religius dan sikap sosial, seperti tersaji dalam tabel 4.1 di halaman berikut.
Tabel 4.1
Rubrik Pengukuran Sikap Religius dan Sikap Sosial
No.
Urut
Variabel Indikator Aktivitas Skor
1 2 3 4
1 Sikap Religius
1. Menghargaia jaran agama yang dianut
Berdoa sebelum pelajaran dimulai
10 15
Memberisalampadaawalp ersentasi
10 15
Berdoa sesudah pelajaran selesai
10 15
2 Sikap Sosial
2.Tanggungja wab
Melaksanakantugasindivi dudengan baik
12 13
Menerimaresiko tindakan yang dilakukan
12 13
Tidakmenyalahkanorang lain tanpa bukti
12 13
3.Toleransi Tidakmengganggu teman yang berbedapendapat
17 8
Menerimakesepakatanme skipunberbedadenganpen dapatnya
17 8
Dapatmenerimakekuranga n orang lain
17 8
Jumlah 36 120 69
Sumber: Olahan Data Primer
Dari tabel 4.1, nampak hasil pengukuranterhadapsikap spiritual menghargaiajaran agama yang dianuttidakadasiswa yang mendapatskor 1 dan 2, skor yang diperolehyakni 3 dan 4. Pada rubric penilaian sikap spiritual, siswa yang mendapat skor 3 terdapat 10 siswa artinya bahwa terdapat 40 % dari seluruh siswa (25 siswa) dalam menghargai ajaran agama yang dianut adalah baik, sedangkan siswa yang lain dalam menghargai ajaran agama yang dianut nampak baik sekali mencapai 15 siswa atau 60 % dari seluruh siswa.
Hasil pengukuran terhadap sikap sosial tanggung jawab siswa, nampak ada 12 atau 48
% dari seluruh siswa yang sikap bertanggung jawabnya kurang baik, dan selebihnya 13 siswa (52%) tanggung jawab siswa baik. Sedangkan hasil pengukuran terhadap sikap sosial toleransi siswa yang menunjukkan sikap toleransiyang baik sebanyak 17 siswa atau 68 % dari seluruh siswa, dan yang menunjukkan sikap toleransi yang baik sekali sebanyak 8 siswa atau 32 %.
Dari hasil pengukuran yang diperoleh kriteria sikap spiritual dan sikap sosial siswa yang terendah adalah sikap kurang baik mencapai 16 % yakni sikap bertanggung jawab terhadap tugas mata pelajaran IPS. Sedangkan sikap siswa yang berkriteria baik mencapai 53,33% yakni menghargai ajaran agama yang dianut, sikap bertanggung jawab dan sikap toleransi terhadap teman dalam melaksanakan tugas mata pelajaran IPS, dan sikap siswa yang baik sekali mencapai 30,67 % yakni sikap menghargai ajaran agama yang dianut dan sikap toleransi
Hasil pengukuran sikap secara individual disajikan melalui tabel4.2 distribusi frekuensi skor sikap siswa berikut ini:
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Skor Sikap Religius dan Sikap Sosial
Interval Skor Kriteria Frekuensi Persentase (%)
51-75 Baik 23 92
76-100 Baik Sekali 2 8
Jumlah 25 100
Sumber : Data Primer
Dari tabel 4.2 menunjukkan bahwa, secara keseluruhan skor kelompok eksperiman antara 51-75 dengan kriteria baik mencapai 23 siswa atau 92 % dari seluruh siswa, sedangkan kelompok eksperimen yang memperoleh skor antara 76-100 dengan kriteria baik sekali mencapai 2 siswa atau 8 %. Hasil pengukuran ini dapat digambarkan melalui gambar 4. 1 di halaman berikut ini.
Gambar 4.1
Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Skor Sikap Religius dan Sikap Sosial
Pengukuran hasil belajar selain pengukuran non tes yang berupa skor sikap dan skor ketrampilan yang dilakukan pada proses pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik, juga dilakukan pengukuran tes yang dilakukan pada hasil pembelajaran IPS yang dinamakan dengan posttest. Adapun hasil skor Posttest secara rinci disajikan melalui tabel 4.3 berikut ini:
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Skor Posttest Kelompok Eksperimen
Sumber : Olahan Data Primer
Kriteria skor posttest dibedakan menjadi 4 (empat) yakni untuk interval skor 1-25 kriteria rendah sekali; interval skor 26 – 50 kriteria rendah; interval skor 51-75 kriteria sedang; dan interval skor 76-100 kriteria tinggi. Dari tabel 4.3 menunjukkan bahwa tidak terdapat siswa yang memiliki skor posttest antara 1-50. Skor posttest yang diperoleh siswa
92%
8%
Baik Baik Sekali
Interval Skor Kriteria Frekuensi Persentase (%)
51-75 Sedang 3 12
76-100 Tinggi 22 88
Jumlah 25 100
terbanyak adalah skor antara 76-100 mencapai 22 siswa atau 88 % dari seluruh siswa dengan kriteria tinggi. Sedangkan 12 % dari seluruh siswa mencapai skor antara 51-75 dengan kriteria sedang. Jika digambarkan melalui diagram lingkaran, distribusi posttest kelompok eksperimen, nampak melalui gambar 4.2 berikut ini.
Gambar 4.2
Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Skor Posttest Kelompok Eksperimen
Pemberian bobot terhadap pengukuran sikap spiritual, sikap sosial dan kognitif, yakni 15 % sikap spiritual, 15% sikap sosial dan 70 % kognitif. Pengukuran hasil belajar IPS yang dilakukan mencakup 2 aspek tujuan belajar, sedangkan aspek ketrampilan tidak dilakukan pengukuran. Adapun hasil pengukuran hasil belajar IPS, secara rinci disajikan melalui tabel 4.4 berikut ini.
Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Kelompok Eksperimen
Sumber : Olahan Data Primer
Dari tabel 4.4 menunjukkan bahwa tidak terdapat siswa yang memiliki hasil belajar IPS dengan kriteria sangat rendah dan kriteria rendah. Nampak bahwa hasil belajar IPS siswa dengan diberikan perlakuan atau eksperimen mencapai skor minimal (skor antara 51-75)
88%
12%
Tinggi Sedang
Interval Skor Kriteria Frekuensi Persentase (%)
51-75 Rendah 4 16
76-100 Tinggi 21 84
Jumlah 25 100
maupun skor maksimal (skor antara 76-100). Skor hasil belajar IPS yang diperoleh siswa terbanyak adalah skor antara 76-100 mencapai 21 siswa atau 84 % dari seluruh siswa (25 siswa) dengan kriteria tinggi. Sedangkan 16 % dari seluruh siswa mencapai skor antara 51-75 dengan kriteria sedang. Jika digambarkan melalui diagram lingkaran, distribusi hasil belajar IP Skelompok eksperimen, nampak melalui gambar 4.3 berikut.
Gambar 4.3
Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPSKelompok Eksperimen
Dari gambar 4.3 nampak hasil belajar IPS dengan eksperimen menunjukkan hasil yang maksimal (kriteria tinggi) dengan persentase yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar IPS yang berkriteria sedang yakni 84%>16 %.
4.1.2 Kelompok Kontrol
Hasil pengukuran pretest dari kelompok kontrol dipergunakan untuk mengetahui butir soal pretest baik atau tidak. Butir soal yang baik dipergunakan untuk memberikan pretest, dan skor pretest yang diperoleh dipergunakan untuk mengetahu homogenitas dan
normalitas data kelompok kontrol bersama kelompok eksperimen.
Pembelajaran yang dilakukan di kelompok kontrol menggunakan pembelajaran yang konvensional yang biasa dilakukan dan tanpa ada perlakuan atau eksperimen. Setelah pembelajaran selesai dilakukan pengukuran posttest. Hasil posttest ini merupakan hasil belajar IPS. Pengukuran hasil belajar IPS di kelompok krontol hanya dilakukan melalui posttest saja, pengukuran proses yang berupa sikap siswa tidak dilakukan pengukuran,
16%
84%
Sedang Tinggi
sehingga hasil belajar IPS melalui posttest diberi bobot 70 %. Hasil belajar IPS kelompok kontrol secara rinci ditunjukkan melalui tabel 4.5 dihalaman berikut ini.
Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Kelompok Kontrol
Sumber : Olahan Data Primer
Kriteria skor hasil belajar IPS kelompok kontrol sama dengan kriteria skor hasil belajar IPS kelompok eksperimen, yang dibedakan menjadi 4 (empat) kriteria yakni kriteria rendah sekali, kriteria rendah, kriteria sedang dan kriteria tinggi. Berdasarkan tabel 4.5, hasil belajar IPS kelompok kontrol tidak ada yang berkriteria rendah sekali dan tidak ada yang berkriteria tinggi. Dari tabel 4.5 nampak bahwa siswa memiliki skor hasil belajar IPSantara 26-75. Skor hasil belajar IPSyang diperoleh siswa terbanyak adalah skor antara 51-75 mencapai 21 siswa atau 91,31 % dari seluruh siswa (23 siswa) dengan kriteria sedang.
Sedangkan 8,69 % dari seluruh siswa mencapai skor antara 26-50 dengan kriteria rendah.
Jika digambarkan melalui diagram lingkaran distribusi hasil belajar IPSkelompok kontrol, nampak seperti yang tergambar melalui gambar 4.4berikut ini.
Gambar 4.4
Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPSKelompok Kontrol
Dari gambar 4.4 tentang diagram lingkaran distribusi frekuensi hasil belajar IPS kelompok kontrol, nampak proporsi yang tajam antara hasil belajar IPS yang berkriteria
8,69
91,31
Rendah Sedang
Interval Skor Kriteria Frekuensi Persentase (%)
26-50 Rendah 2 8,69
51-75 Sedang 21 91,31
Jumlah 23 100
sedang dan kriteria rendah. Hasil belajar IPS yang berkriteria sedang mencapai 91,31 %, dan hasil belajar IPS yang berkriteria rendah mencapai 8,69 %.
Dari hasil belajar IPS kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan uji t yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 3 SDN Blotongan 01 Salatiga semester II tahunpelajaran 2015/2016. Hasil uji t disajikan melalui tabel 4.6 berikut ini.
Tabel 4.6
Uji T Hasil Belajar Pendekatan Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil Belajar IPS
Paired Differences
t df
Sig. (2- tailed) Mean
Std.
Deviation
Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the
Difference
Lower Upper Pair 1 Eksperimen
_Kontrol 83.354 8.879 1.282 80.776 85.932 65.044 47 .000
Sumber : Hasil Olahan SPSS
Dari tabel uji t nampak t hitung sebesar 65,044 dengan signifikansi 0,000. Degree of freedom (derajat kebebasan) sebanyak 47 (n-1).
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
Pembuktian hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruhyang signifikan pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 3 SDN Blotongan 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2015/2016 perlu dilakukan uji t.
Uji t digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata dua sampel yang berhubungan atau berpasangan (Paired Sample T-Test). Sampel yang berhubungan adalah sampel pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Melalui pengujian t ini dapat diketahui signifikansi perbedaan rata-rata dua kelompok sampel yang saling berhubungan.
Berdasarkan perbandingan nilai probabilitas (signifikansi) untuk 2-tailed, maka signifikansi hitung sebesar 0,000< 005, maka H0 ditolak. Dengan demikian, H0 yang menyatakan tidak
terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 3 SDN Blotongan 01Salatiga semester II tahun pelajaran 2015/2016 tidak terbukti, artinya terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 3 SDN Blotongan 01Salatiga semester II tahun pelajaran 2015/2016.
Pembuktian hipotesis dapat juga didasarkan pada perbandingan antara t hitungdan t tabel. Hasil pengolahan uji t, menunjukkan t hitung sebesar 65.044 > 2,064, maka H0 ditolak. Artinya H0 yang menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 3 SDN Blotongan 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2015/2016 tidak terbukti, artinya terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 3 SDN Blotongan 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2015/2016.
Jadi pembuktian berdasarkan probabilitas (signifikansi 2 tailed) dan perbandingan antara t hitung dan t tabel, menunjukkan bahwa Ho ditolak. Dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruhyang signifikan pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 3 SDN Blotongan 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2015/2016, terbukti.
Pembuktian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Wardani Naniek Sulistya (2012:16), yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang positif signifikan penggunaan lingkungan alam terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh hasil uji t sebesar 8,608 dengan probabilitas signifikan equal variances assumed <0,05 (0,000). Jadi pembuktian uji t juga dilakukan peneliti lain untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidak.
Dalam penelitian ini terdapatnya pengaruh pendekatan pembelajaran saintifik terhadap hasil belajar IPS, juga ditunjukkan oleh adanya perbedaan rata-rata hasil belajar IPS. Rata-rata hasil belajar IPS kelompok eksperimen sebesar 81,93 dan rata-rata hasil belajar IPS kelompok kontrol sebesar 57,79. Jadi terdapat perbedaan yang cukup tajam dan terdapat selisih 24,14.