• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB XVI TEKNOLOGI PENGURANGAN EMISI KARBON BIOGAS DARI LIMBAH PADAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB XVI TEKNOLOGI PENGURANGAN EMISI KARBON BIOGAS DARI LIMBAH PADAT"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB XVI

TEKNOLOGI PENGURANGAN EMISI KARBON BIOGAS DARI LIMBAH PADAT

Feddy Suryanto, Sri Wahyono, Firman L. Sahwan, Manis Yuliani, Adi Mulyanto, Acep Waluyo, Sarkiwan, Suyadi

ABSTRAK

Gas metana (biogas) yang dihasilkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah harus dikelola dengan baik karena memberikan kontribusi terhadap emisi global tahunan gas rumah kaca. Untuk mencegah hal ini, maka perlu dilakukan recovery, purifikasi dan pemanfaatan gas metana. Tujuan purifikasi gas metana adalah untuk meningkatkan kadar gas metana melalui pengurangan kadar CO2, H2S serta kadar air sehingga gas metana layak sebagai bahan bakar generator listrik. Metode purifikasi yang dilakukan adalah kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia. Hasil yang dicapai dengan metode water scrubber telah dapat meningkatkan kadar CH4 dari 56,0% menjadi 75,4%, atau naik 34,64%. Kajian purifikasi kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia belum dapat dilaksanakan karena adanya pengurangan anggaran.

Kata Kunci : TPA, gas metana, purifikasi, generator listrik, gas rumah kaca.

16.1. Latar Belakang

Gas metana yang dihasilkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah mendapatkan perhatian besar karena memberikan kontribusi sekitar 3 sampai 4 persen terhadap emisi global tahunan gas rumah kaca. Selain itu, gas metana adalah gas yang mudah terbakar sehingga perlu dikelola dengan baik agar tidak terjadi kebakaran atau ledakan gas di TPA. Pengelolaan gas tersebut dapat dilakukan dengan me-recovery dan memanfaatkan menjadi sumber energi seperti bahan bakar kompor gas maupun bahan bakar generator listrik.

Untuk dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi sebagai bahan bakar generator listrik, maka gas metan yang berasal dari TPA harus dimurnikan (purifikasi) terlebih dahulu untuk meningkatkan kadar metan melalui pengurangan kadar CO2, H2S serta kadar air. Pengurangan kadar air dan CO2 diperlukan karena dapat mengurangi nilai kalor gas metan, sedangkan H2S dapat menyebabkan korosi pada komponen-komponen mesin. Adapun komposisi gas rata-rata di TPA Kota Probolinggo berdasarkan hasil survey pada tahun 2013 adalah CH4 sebesar 46,9%, CO2 sebesar 30,12%, O2 sebesar 2,52%, CO sebesar 10,2 ppm dan H2S 1,62 ppm.

Dalam Renstra BPPT Tahun 2015-2019 kegiatan ini adalah inovasi teknologi pengelolaan sampah dengan rincian peran yaitu mendapatkan teknologi purifikasi gas metan. Keberhasilan kegiatan ini dapat mendukung terimplementasinya UU No. 32 Tahun 2009 yang ditujukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta pembangunan rendah karbon.

Kajian purifikasi biogas dirancang dengan kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia. Metode water scrubber adalah scrubbing menggunakan air dimana air bertekanan disemprotkan dari atas dalam kolom scrubbing, sementara biogas dialirkan dari bawah kolom, sehingga terjadi aliran berlawanan. Penyerapan CO2 oleh air dipengaruhi oleh laju aliran gas dan air serta tekanan dalam kolom absorbser. Sedangan metode absorbsi kimia, adalah dengan mengalirkan

(2)

biogas melalui kolom (tabung) absorber yang masing-masing kolom diisi dengan absorben berupa zeolit, arang aktif dan ferrooksida. Pemilihan media absorben berupa zeolit, arang aktif, ferrooksida dan air, karena mudah didapat sehingga dapat diterapkan di daerah.

Kajian purifikasi biogas kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia ini merupakan pengembangan dari kajian purifikasi biogas dengan metode water scrubber yang dilakukan pada tahun 2015. Metode water scrubber hanya dapat menurunkan kadar CO2 dalam biogas, oleh karena itu untuk menurunkan kadar CO2, H2S serta kadar air secara bersamaan, maka perlu dilakukan kajian purifikasi kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia.

16.2. Tujuan dan Sasaran Tujuan dari kegiatan ini adalah :

 Mengkaji dan mengembangkan teknologi purifikasi biogas.

 Pemanfaatan biogas hasil purifikasi sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik.

Sedangkan sasaran dari kegiatan ini adalah :

Terbangunnya prototipe alat purifikasi biogas dengan kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia untuk menurunkan kandungan CO2, H2S, kadar air dan zat-zat pencemar lain yang bukan gas.

 Terlaksananya kajian unjuk kinera alat purifikasi biogas.

Pemanfaatan biogas hasil purifikasi sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik (genset).

16.3. Hasil Kegiatan

Dalam rangka pengembangan dan penguatan teknologi di bidang Teknologi Hijau, yaitu Pembangunan Rendah Karbon dan Aplikasi Teknologi Pengolahanan Air serta Limbah maka Pusat Teknologi Lingkungan BPPT menjabarkan tugasnya-tugasnya ke dalam kegiatan kerekayasaan melalui 7 (tujuh) Work Breakdown Structure (WBS) dengan 22 Work Package (WP). Kegiatan ini merupakan WP.6.2, yaitu Teknologi Pengurangan Emisi Karbon Biogas dari Limbah Padat yang berada pada WBS 6, yaitu Inovasi Teknologi Pengurangan Emisi karbon.

Kontribusi terhadap pelaksanaan kegiatan adalah dikuasainya teknik recovery, purifikasi dan pemanfaatan gas metan TPA sehingga kadar metannya meningkat serta layak untuk digunakan sebagai bahan bakar genset. Dengan dimanfaatkannya gas metan untuk memasak dan bahan bakar genset, maka akan mengurangi gas metan dari TPA Bestari Kota Probolinggo yang lepas ke udara sehingga dapat menyumbang dalam Pembangunan Rendah Karbon.

16.3.1. Koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Probolinggo Tentang Rencana Kegiatan 2016

Koordinasi dengan BLH dan UPT TPA Kota probolinggo telah dilakukan pada bulan April 2016. Koordinasi ini terutama berkaitan dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan di tahun anggaran 2016, serta harapan dukungan BLH Kota Probolinggo agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Pada kesempatan tersebut telah disampaikan, bahwa kajian purifikasi gas metan

(3)

kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia akan dilakukan terlebih dahulu di Gedung Geostech – Puspiptek, Tangerang Selatan. Setelah didapat perlakuan yang optimal dalam meningkatkan kadar metan, maka selanjutnya akan dilakukan kajian di TPA Kota Probolinggo.

16.3.2. Perbaikan Pemipaan Sumur Gas di TPA Bestari Kota Probolinggo

Instalasi recovery dan pemanfaatan biogas yang dibangun di TPA Kota Probolinggo meliputi sumur gas (gas well), pemipaan antar sumur gas, menara penangkap air (water trap tower), pompa penghisap (suction blower) dan penyimpan gas (gas holder). Untuk sumur gas dipergunakan pipa PVC berdiameter 4” dengan panjang 6 meter dan sebagiannya, sepanjang 4 meter diberi lubang- lubang dengan cara dibor menjadi perforated pipe. Pipa-pipa tersebut dipasang/ditanam secara vertikal pada kedalam + 5 meter, dengan bagian yang telah dilubangi berada pada bagian bawah.

Dengan demikian, lubang pipa (perforated pipe) yang paling atas berada 1 meter dibawah permukaan sampah. Pipa-pipa vertikal pada sumur gas dihubungkan dengan pipa-pipa horisontal yang kemudian dihubungkan dalam satu pipa utama yang selanjutnya diarahkan ke water trap tower.

Hasil pengukuran yang dilakukan pada musim kemarau tahun 2015 menunjukkan CH4 yang berasal dari TPA hanya sebesar 26,1 %. Angka ini terlalu rendah untuk kadar CH4 pada suatu TPA.

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya pipa-pipa vertikal yang bagian perforated berada dipermukaan sampah dan beberapa pipa penghubung yang retak. Kondisi ini telah menyebabkan masuknya udara atau O2 kedalam pipa-pipa tersebut, sehingga kadar gas CH4 menjadi rendah.

Berdasarkan rekomendasi dari tim kegiatan, maka UPT TPA Kota Probolinggo telah melakukan perbaikan pemipaan sumur gas dan pemipaan antar sumur gas. Perbaikan dilakukan dengan menambah lapisan sampah pada sumur-sumur gas, sehingga pipa-pipa vertikal perforated yang berada dipermukaan tertutup sampah kembali. Sedangkan perbaikan pada pipa-pipa penghubung yang retak, dilakukan dengan mengganti pipa yang retak tersebut.

16.3.3. Pengukuran / Purifikasi Biogas pada Musim Penghujan

Menurut berbagai literatur, konsentrasi biogas (gas metana) yang diproduksi TPA dipengaruhi juga oleh iklim dan waktu harian. Oleh karena itu pengukuran / purifikasi biogas di TPA Kota Probolinggo dengan sistem water scrubber dan bubbling akan dilakukan pada musim panas dan musim penghujan. Pengukuran / purifikasi biogas untuk musim panas telah dilakukan pada tahun anggaran 2015. Sedangkan pengukuran / purifikasi biogas untuk musim penghujan telah dilakukan pada tanggal 20 – 21 April 2016, oleh tim yang terdiri dari: Dr. Sri Wahyono (Ka. WBS), Drs. Feddy Suryanto, MM (Ka WP), dan Ir. Firman L. Sahwan MSi (ES).

Untuk mengetahui kinerja dari water scrubber, maka dibuat 4 (empat) variasi perlakuan yakni:

 Perlakuan 1 : Melewatkan biogas ke dalam water scrubber saja.

 Perlakuan 2 : Melewatkan biogas ke dalam model bubling saja.

 Perlakuan 3 : Melewatkan biogas ke dalam water scrubber kemudian dilanjutkan ke model bubling.

 Perlakuan 4 : Melewatkan biogas ke dalam model bubling, kemudian dilanjutkan ke water scrubber.

(4)

Hasil yang dicapai oleh alat purifikasi gas metan sistem water scrubber dan bubbling dalam meningkatkan kandungan gas metan TPA Bestari, disajikan pada Tabel 16.1.

Tabel 16.1. Hasil Pengukuran Kinerja Alat Purifikasi Biogas TPA Pada Musim Penghujan

Metoda Purifikasi CH4 (%) CO2 (%) O2 (%) BAL (%) Kenaikan CH4 (%)

Input Biogas TPA 56,0 34,3 0,2 9,5 -

Water Scrubber 75,4 3,3 0,8 20,52 34,64

Bubbling 62,6 27,2 0,9 9,8 11,78

Water Scrubber dan Bubbling 57,4 35,1 0,3 7,2 2,5

Bubbling dan Water Scrubber 66,4 4,7 1,0 27,9 18,57

16.3.4. Studi Literatur tentang Purifikasi Biogas dengan Metode Absorbsi Kimia yang Dapat Mengurangi Gas CO2, H2S dan Kadar Air

Salah satu tujuan dari kajian kegiatan ini adalah pemanfaatan biogas hasil purifikasi sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik (genset). Bila biogas akan digunakan sebagai bahan bakar genset maka biogas harus dimurnikan terlebih untuk mengurangi antara lain kandungan CO2, H2S dan kadar air dalam biogas.

Beberapa penelitian tentang purifikasi biogas adalah sebagai berikut :

 Untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar genset, kandungan CO2 dan H2S di dalam biogas harus diminimalkan, karena CO2 dapat mengurangi nilai kalor biogas, sedangkan H2S dapat menyebabkan korosi pada komponen-komponen mesin (Zhao dkk, 2010).

 Untuk mengurangi kadar CO2 dapat dilakukan dengan sistem scrubbing menggunakan air. Air bertekanan disemprotkan dari atas dalam kolom scrubbing, sementara biogas dialirkan dari bawah kolom, sehingga terjadi aliran berlawanan. Penyerapan CO2 oleh air dipengaruhi oleh laju aliran gas dan air serta tekanan dalam kolom absorbser (Vijay dkk, 2012).

 Pengurangan CO2 dan peningkatan konsentarsi metan dapat dilakukan dengan proses adsorpsi dengan adsorber zeolit yang diaktivitasi (Hamidi dkk 2011). Pada penelitian yang dilakukan oleh Hamidi dkk ini diketahui peningkatan konsentrasi metana setelah dilewati pada adsorber zeolit yang telah diaktivasi menggunakan larutan asam sulfat, yaitu dari 47,72 % menjadi 73,97 %.

 Sedangkan pengurangan kadar H2S, dapat dilakukan dengan senyawa NaOH (Aditya dkk, 2012), absorbsi arang aktif (Harihastuti dan Sari, 2011) dan ferro sulfat (Kwartiningsih, 2007).

16.3.5. Desain Konsep Alat Purifikasi Biogas Kombinasi Metode Water Scrubber dan Absorbsi Kimia

Desain konsep alat purifikasi biogas kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia yang akan dilakukan di Gedung Geostech, Puspiptek adalah seperti pada gambar berikut :

(5)

Gambar 16.1. Alat purifikasi biogas kombinasi metode water scrubber dan absorbs kimia

Alat purifikasi biogas kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia terdiri dari (1) Unit Digester Biogas, (2) Tabung Water Scrubber, (3) Tabung Purifier-Absorbsi Kimia 1, (4) Tabung Purifier-Absorbsi Kimia 2, (5) Tabung Demister, (6) Peralatan Pendukung, dan (7) Kelengkapan pendukung Purifikasi.

Konsep purifikasi gas metan yang akan dilakukan di Geostech adalah kombinasi water scrubber dan absorbsi, yaitu dengan menggunakan suction blower, gas didorong / dialirkan ke tabung water scrubber yang telah diberi media potongan-potongan pipa pvc serta air yang bersirkulasi untuk menurunkan kadar CO2 . Selanjut, biogas dialirkan ke tabung absorbsi kimia 1 dan 2, berisi media absorber zeolit, arang aktif, dan ferrooksida, untuk menurunkan kadar CO2, H2S dan zat-zat pencemar lain yang bukan gas. Terakhir gas metan dialirkan ke tabung demister untuk menurunkan kadar air.

Setelah didapat perlakuan yang optimal, maka akan dilakukan kajian purifikasi biogas yang sumber gas metannya berasal dari TPA, yaitu di TPA Kota Probolinggo.

16.3.6. Pengadaan Peralatan Purifikasi Biogas, Gas Holder dan Peralatan Pendukung

Peralatan-peralatan purifikasi biogas, gas holder dan peralatan pendukung yang telah diadakan adalah sebagai berikut :

 Peralatan purifikasi biogas, terdiri dari (1) Digester biogas kapasitas 1.000 liter, (2) Tabung water scrubber berbahan PVC, diameter 6” dan tinggi 400 cm, (3) Tabung purifier – absorbsi kimia 1 berbahan PVC, diameter 10” dan tinggi 140 cm dengan media isian NaOH atau zeolit, (4) Tabung purifier – absorbsi kimia 2 berbahan PVC, diameter 10” dan tinggi 140 cm dengan media isian desulfurisasi (ferrooksida), (5) Tabung demister berbahan PVC, diameter 10” dan tinggi 140 cm dengan media isian demister, (6) Diaphragma gas meter, (7) Sistem perpipaan, (8) dan supporting stand.

 Gas holder berbahan poly vinyl chloride, tebal 0.17 mm; panjang 200 cm; diameter 80 cm;

kapasitas tampung 1.5 m3 sd 2 m3, jumlah gas holder 4 buah.

(6)

 Generator berbahan bakar biogas tipe air cooled, 4 stroke, OHV, satu silinder istem pengapian : transistorized magneto dengan max AC Output (kVA) : 2,2 serta DC Output : 12 V 3A.

 Kompressor biogas dengan spesifikasi horse power 1 HP; oilless, daya listrik 750 Watt, kapasitas tangki 22 liter, kapasitas aliran udara 110 liter/menit, kecepatan Mesin 1450 rpm, tekanan 7 bar, noise 65 db, regulator, slang kompressor dan nozzle.

Gambar 16.2. Peralatan Purifikasi Biogas

 Suction Ring Blower power watt 250, voltage (V/Hz) 220/380/50, pressure (Pa) 12, air volume (m3/h) 35; Suction Ring Blower power watt 90, voltage (V/Hz) 220/380/50, pressure (Pa) 7.5, air volume (m3/h) 18 dan Biogas Booster Pump power electric 20 W, low pressure, biogas delivery distance 20 m.

 Peralatan pendukung meliputi battery charger, battery kering, power inverter, plastic welding, humidity dan temperature meter, electric punching cutter dan straight grinder.

16.3.7. Kajian Unjuk Kinerja Alat Purifikasi Biogas Kombinasi Metode Water Scrubber dan Absorbsi Kimia

Dengan adanya penghematan anggaran, maka penelitian kinerja prototipe gas metan kombinasi water scrubber dan absorbsi kimia tidak dapat dilakukan. Untuk itu hanya dilakukan test kebocoran dan pada tabung water scrubber dan absorbsi kimia. Test kebocoran yang dilakukan pada akhir bulan Nopember 2016 adalah sebagai berikut :

 Test kebocoran air pada tabung water scrubber dilakukan dengan mengisi air sampai penuh menggunakan pompa air. Setelah tabung bertekanan dipenuhi air, didiamkan beberapa saat dan

Digester Biogas Biogas Booster Pump dan

Diaphragma gas meter

Purifikasi Biogas Water Scrubber – Absorbsi Kimia

Generator Biogas Kompressor Biogas

(7)

dilihat pada tabung, sambungan-sambungan / flange dan sambungan perpipaan. Hasil test ini menunjukkan tidak adanya kebocoran pada tabung water scrubber dan sistem perpipaannya.

 Test kebocoran udara / gas pada tabung water scrubber dan tabung absorbsi kimia 1, tabung absorbsi kimia 2 serta tabung 3 (demister) dilakukan dengan mengalirkan udara yang didorong oleh suction blower. Dengan menggunakan sistem buka tutup valve, udara yang didorong oleh suction blower dialirkan ke masing-masing tabung dan diamati kebocorannya. Selain itu juga dilakukan test rangkaian tabung secara menyeluruh, yaitu udara didorong ke tabung water scrubber, kemudian dialirkan ke tabung absorbsi kimia 1, selanjutnya dialirkan ke tabung absorbsi kimia 2 dan terakhir dialirkan ke tabung demister. Hasil test ini menunjukkan tidak adanya kebocoran udara pada tabung water scrubber, tabung absorbsi kimia 1, tabung absorbsi kimia 2 dan tabung demister serta sistem perpipaannya.

16.4. Pemetaan Kegiatan

16.4.1. Keterkaitan Hasil Capaian Tahun 2016

Pada tahun 2015 telah dilakukan kajian purifikasi biogas untuk mengurangi kadar CO2

dengan metode water scrubber, yaitu air bertekanan disemprotkan dari atas dalam kolom scrubbing, sementara biogas dialirkan dari bawah kolom, sehingga terjadi aliran berlawanan. Penyerapan CO2

oleh air dipengaruhi laju aliran gas dan air serta tekanan dalam kolom absorbser. Hasil purifikasi yang dilakukan pada musim kemarau tahun 2015 tersebut telah berhasil menurunkan kadar CO2 dalam biogas dan meningkatkan kadar gas metan (CH4) dari 26,1% menjadi 34,56% (naik 32%).

Pada tahun 2016, saat musim penghujan telah dilakukan purifikasi biogas dengan metode yang sama seperti pada tahun 2015 dan telah berhasil menurunkan kadar CO2 dalam biogas serta meningkatkan kadar gas metan (CH4) dari 56,0% menjadi 75,4% (naik 34,64%). Namun demikian, terjadi peningkatan kandungan kadar air dari 72,4% menjadi 89,93%.

Kajian pada tahun anggaran 2016 merupakan lanjutan dari tahun 2015, yaitu kajian purifikasi untuk meningkatkan kadar gas metan (CH4) serta menurunkan kandungan CO2, H2S, kadar air dan zat-zat pencemar lain yang bukan gas. Metode yang dipergunakan adalah kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia.

16.4.2. Perbandingan Hasil Capaian Tahun 2016 dengan Sasaran Akhir Tahun 2016 Sasaran akhir tahun 2016 dari kegiatan ini adalah :

Terbangunnya prototipe alat purifikasi biogas dengan kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia untuk menurunkan kandungan CO2, H2S, kadar air dan zat-zat pencemar lain yang bukan gas.

 Terlaksananya kajian unjuk kinerja alat purifikasi biogas.

 Pemanfaatan biogas hasil purifikasi sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik (genset).

Dari sasaran tersebut hanya tercapai sasaran yang pertama, yaitu adanya prototipe alat purifikasi biogas dengan kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia untuk menurunkan kandungan CO2, H2S, kadar air dan zat-zat pencemar lain yang bukan gas.

(8)

16.4.3. Keterkaitan Hasil Capaian Tahun 2016 dengan Renstra BPPT 2015-2019

Dalam Renstra BPPT Tahun 2015-2019 kegiatan ini adalah inovasi teknologi pengelolaan sampah dengan rincian peran yaitu mendapatkan teknologi purifikasi gas metan. Keberhasilan kegiatan ini dapat mendukung terimplementasinya UU No. 32 Tahun 2009 yang ditujukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta pembangunan rendah karbon.

16.4.4. Perbandingan Teknologi yang Dihasilkan

Beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya hanya menggunakan metode water scrubber atau absorbsi kimia saja. Pada penelitian purifikasi yang direncanakan oleh kegiatan ini adalah menggabungkan / mengkombinasikan metode water scrubber dan absorbsi kimia.

16.4.5. Hasil Capaian Tingkat Kesiapan Teknologi Tahun 2016

Secara umum, status teknologi dalam kegiatan ini diukur melalui Technology Readiness Level (TRL). Untuk kegiatan pengembangan WP 6.2. berada pada TRL 6 dengan argumentasi bahwa komponen-komponen teknologi telah membentuk suatu prototipe dapat diuji dalam suatu lingkungan yang relevan.

16.4.6. Mitra dan Perannya Dalam Kegiatan ini

Mitra dari kegiatan ini adalah Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo dan UPT TPA Kota probolinggo. Peran mitra dalam kegiatan ini adalah menyediakan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan recovery gas metan TPA, yaitu berupa sumur gas (gas well), pemipaan antar sumur gas, menara penangkap air (water trap tower), pompa penghisap (suction blower) dan penyimpan gas (gas holder), serta tenaga pendukung.

16.4.7. Kendala yang Dialami

Untuk mendapatkan hasil purifikasi yang optimal dengan metode kombinasi water scrubber dan absorbsi kimia dalam meningkatkan kadar metan (CH4) dan mengurangi kandungan pencemar lainnya diperlukan perlakuan dengan komposisi bahan absorber yang berbeda-beda. Jika penelitian ini dilakukan dari awal di TPA Kota Probolinggo, maka akan membutuhkan dana operasional yang besar. Dengan keterbatasan dana, maka kajian purifikasi gas metan kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia akan dilakukan terlebih dahulu di Gedung Geostech – Puspiptek, Tangerang Selatan. Setelah didapat suatu perlakukan yang optimal, maka akan dilanjutkan di TPA Kota Probolinggo.

16.4.8. Kegiatan / Output Lain yang Terkait Dengan Keberhasilan / Kegagalan Capaian Kegiatan

Gas metan yang akan di purifikasi adalah gas metan yang berasal dari TPA. Oleh karena ini keberhasilan / kegagalan capain kegiatan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi instalasi recovery gas

(9)

metan yang meliputi sumur gas (gas well), pemipaan antar sumur gas, menara penangkap air (water trap tower), pompa penghisap (suction blower) dan penyimpan gas (gas holder).

16.4.9. Pengaruh Pengurangan Anggaran Terhadap Target Kegiatan

Target akhir dari kegiatan ini adalah pemanfaatan biogas hasil purifikasi sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik (genset). Dengan adanya pengurangan anggaran, maka hasil yang dicapai oleh kegiatan ini hanya terbatas adanya alat purifikasi biogas dengan kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia. Sedangkan kajian unjuk kinerja alat purifikasi tidak dapat dilaksanakan, sehingga target akhir, yaitu pemanfaatan biogas hasil purifikasi sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik (genset) tidak dapat dicapai.

16.5. Kesimpulan dan Saran 16.5.1. Kesimpulan

Dari pelaksanaan penelitian kegiatan Teknologi Pengurangan Emisi Karbon Biogas dari Limbah Padat, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

 Hasil pengukuran pada musim penghujan, dari 4 (empat) variasi perlakuan, maka perlakuan 1, yakni menggunakan water scrubber saja adalah yang tertinggi dalam meningkatkan CH4 dari 56,0% menjadi 75,4% (naik 34,64%). Kenaikan ini relatif sama dengan pengukuran saat musim kemarau yang menaikkan gas metan sebesar 32%.

 Walaupun water scrubber berhasil meningkatkan kandungan gas metan TPA, namun terjadi peningkatan kadar air dari 72,4% menjadi 89,93%.

 Dengan adanya pengurangan anggaran, maka kajian unjuk kinerja alat purifikasi kombinasi metode water scrubber dan absorbsi kimia tidak dapat dilaksanakan, sehingga target akhir, yaitu pemanfaatan biogas hasil purifikasi sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik (genset) tidak dapat dicapai.

16.5.2. Saran

Dengan semakin menipisnya persediaan bakar fosil dan potensi yang besar pemanfaatan gas metana (biogas) dari TPA sebagai bahan bakar untuk pembangkit tenaga listrik (genset) serta pengurangan emisi GRK, maka penelitian tentang peningkatan kadar metan TPA dan penurunan kadar air, H2S, dan zat-zat pencemar lain agar dipertimbangkan untuk dapat dilanjutkan pada tahun yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

1. Apriandi N., 2012. Pemurnian Biogas terhadap Gas Pengotor Kanrbon dioksida (CO2) dengan Teknik

2. Absorbsi Kolom Manometer (Manometer Colkumn). Fakultas Teknik Mesin, Universitas Udayana.

3. Badan Lingkungan Hidup, 2014. Laporan Akhir Studi Purifikasi Gas Metan dan Pemanfaatannya.

4. Pemerintah Kota Probolinggo.

(10)

5. Endang K., 2007. Pemurnian Biogas dari Kandungan Hidrogen Sulfida (H2S) Menggunakan Larutan

6. Absorben dari Besi Bekas (Besi Rongsok). Fakultas Teknik UNS.

7. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KNLH), 2008. Statistik Persampahan 8. Indonesia Tahun 2008.

9. Howarth R.W., 2014. A Bridge to Nowhere: Methane Emisions and The Greenhouse Gas Footprint og

10. Natural Gas. Energy Science and Engeenering, Volume 2, Issue2, Version of Record Online: 15 May

11. 2014.

12. Huang, L., C. Qing, H. Tao, Y. Wang and X. Liu, 2015. Experimental Study for Biogas Upgrading by

13. Water Scrubbing under Low Pressure. The Open Chemical Engineering Journal, 2015, 9, 34-38.

14. Pusat Teknologi Lingkungan, 2013. Laporan Penelitian Pengelolaan Sampah Berbasis Renewable

15. Energy Tahun 2013. Pusat Teknologi Lingkungan-BPPT.

16. Tchobanouglous, G., H. Theisen and S. Vigil, 1993. Integrated Solid Waste Management, 17. Engineering Principles and Management Issues. Mc Graw-Hill Inc., USA.

18. Themelis, N.J. and P.A. Ulloce, 2007. Methane Generation Landfills. Science Direct Renewable 19. Energy.

20. Vijay V.K., 2007. Biogas Refining for Production of Bio-Methane and Its Bottling for Automotive 21. Application and Holistic Development. Proceedings of International Symposium on Eco Topia 22. Science, ISETS07.

23. Vijay V.K., 2012. Biogas Purification Using Water Scrubbing Systems. Centre for Rural Development & Technology Indian Institute of Technology, New Delhi, India

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai studi kasus untuk mendapatkan suatu model kawasan pembangkit listrik dipilih Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung yang memiliki

STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS DARI LIMBAH KOTORAN SAPI DI DESA PULAU SEMAMBU S K R I P S I Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kurikulum Pada Tingkat Sarjana