ANALISIS KAPABILITAS PROSES PRODUKSI FILTER ROKOK SUPER
SLIM JENIS MONO DI PT. “X”
Utami Rizky Damayanti 1308 030 026
Dosen Pembimbing:
Dra. Sri Mumpuni R., MT
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pengendalian Kualitas
Program Quality Control PT. “X”
Strategi Peningkatan Kualitas
Penelitian Sebelumnya :
Kurnia W. P. (2007).
produk filter rokok reguler jenis dual secara statistik sudah terkendali dan memiliki tingkat kapabilitas sebesar 4,96952.
Dian S. D. (2008).
produk filter rokok reguler jenis mono secara statistik sudah terkendali dan memiliki tingkat kapabilitas sebesar 1,83326.
Apakah proses produksi dari filter rokok super slim jenis mono periode 4 April-13 April 2011 sudah terkendali dan bagaimana tingkat kapabilitas proses produksi dari filter rokok super slim jenis mono.
Perumusan Masalah :
Tujuan :
Mengetahui tingkat kapabilitas proses produksi dari filter rokok super slim jenis mono pada periode 4 April-13 April 2011.
Batasan masalah:
Difokuskan pada filter super slim jenis mono flavour dari mesin QTM SSB040001. Data yang digunakan adalah data hasil pemeriksaan dengan menggunakan mesin QTM dengan pengambilan sampel sebanyak 10 rods filter (batang) dan besar 10 sampel tersebut berdasarkan ketentuan dari menejemen
perusahaan.
TINJAUAN PUSTAKA
STATISTIKA DESKRIPTIF
Statistika deskriptif adalah ulasan yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu data sehingga
memberikan informasi yang berguna. (Walpole, 1995).
Mean : Nilai rata-rata suatu data jika tidak ada nilai
ekstrim
Nilai Maksimum : Nilai terbesar dari suatu data
Nilai Minimum : Nilai terkecil dari suatu data
Varian : jumlah kuadrat dari selisih nilai data pengamatan dengan rata-rata dibagi
banyak pengamatan
DISTRIBUSI NORMAL MULTIVARIAT
Hipotesis :
H0: Data mengikuti sebaran distribusi normal multivariat
H1: Data tidak mengikuti sebaran distribusi normal multivariat Statistik Uji:
Data dikatakan berdistribusi normal multivariat apabila nilai dengan data.
Langkah-langkah mencari distribusi normal Multivariat : 1. Menghitung nilai jarak kuadrat
2. Mengurutkan nilai dari yang terkecil sampai terbesar.
3. Mencari nilai dari tabel chi-square.
4. Membuat scatter plot antara pasangan ( ,qj).
) (
)'
( 1
2 X X S X X
d j = j − − j −
2
d j
q X
n
p j− =
2
5) , , 0 (
2
d j 2
) 5 , 0
; ( 2
p
j X
d ≤ d 2j > 50%
PETA KENDALI T 2 Hotelling
Peta kendali T2 Hotteling adalah peta kendali yang digunakan ketika dua atau lebih karakteristik kualitas yang berhubungan memerlukan pengendalin bersama-sama.
Dimana
= vektor rata-rata tiap subgroup variabel ke-k
= vektor rata-rata tiap variabel kualitas
) x x
( )
x x
(
jk k ' 1 jk k2
= n − S
−−
T
=
jk k k
jk
X ...
X X
X 2
1
=
k k
X ...
X X
X 2
1
Xjk
Xk
= matrik rata-rata kovarian sampel
sampel dan varians dihitung dari setiap sampel seperti biasa, yaitu,
= ∑
= n
i ijk
jk x
x n
1
1
∑ −
= −
= n
i ijk jk
jk x x
S n
1
2
2 ( )
1 1
=
=
m k
p j
,..., 2 , 1
,..., 2 , 1
=
=
m k
p j
,..., 2 , 1
,..., 2 , 1 1
S
-
=
2 2
3
2 23
2 2
1 13
12 2 1
k k k
S S
S S
S
S S
S S S
1 ,
1 ,
) 1 )(
1 (
−
−
+ −
−
−
−
= − F p mn m p
p m
mn
n m
BKA p α
Batas kendali untuk peta T2 Hotteling ini adalah
Dimana:
p = banyak karakteristik kualitas m = ukuran subgrup
n = ukuran sampel
= 0 BKB
PETA KENDALI DISPERSI
Peta kendali dispersi digunakan untuk mengendalikan variasi
proses. Dalam penelitian kali ini prosedur yang digunakan adalah pemantauan yang berbasis dengan sample generalized variance atau dapat ditulis dengan (Montgomery, 2005).
Batas kendali atas (BKA), garis tengah (GT), dan batas kendali bawah (BKB) untuk peta kendali dapat ditulis sebagai berikut:
Dimana:
(
b1 3b21/2)
BKA = ∑ +
∑
= b1 GT
(
b1 3b12/2)
BKB = ∑ −
( )
S = b1 ∑E
( )
S = b ∑ 2V
S
Analisis Kemampuan Proses Multivariat
Indeks nilai kapabilitas multivariat :
Adapun ketentuan interpretasi dari Cp adalah:
1. Jika Cp=1, proses dalam keadaan cukup baik.
2. Jika Cp>1, proses dalam keadaan baik.
3. Jika Cp<1, maka sebaran pengamatan berada di luar batas spesifikasi.
2 1
9973 . 0 ,
) 1
(
−
= S
p n
X Cp k
p
Peta Alur Proses Produksi
Taw Feeding Blooming PZ Applied
Wrapping
Packing Cutting Proses Control
Finish Good
METODOLOGI PENELITIAN
SUMBER DATA
Data tentang karakteristik kualitas filter super slim jenis mono diperoleh dari hasil pemeriksaan mesin QTM di PT. “X” pada
bagian Quality Control. Data yang digunakan adalah data sekunder hasil pemeriksaan pada proses produksi periode 4 April-13 April 2011. Data yang digunakan pada penelitian dapat dilihat pada lampiran A1.
VARIABEL PENELITIAN
Variabel penelitian yang dijadikan karakteristik kualitas filter super slim jenis mono pada penelitian ini ada 3 variabel yaitu:
1. Circumference atau Size (keliling dari filter)
2. Roundness atau Round (tingkat kebulatan filter ) 3. Presure Drop atau PD (daya hisap filter)
Secara teknis ketiga variabel tersebut saling berhubungan. Filter yang baik adalah filter dengan keliling yang konsisten dengan tingkat
kebulatan yang mendekati 100% serta memiliki daya hisap yang besar (antara filamen filter tidak longgar).
PENGAMBILAN SAMPEL
Mengambil sampel sebesar 10 rods filter dari produk filter super slim mono.
kemudian diperiksa secara bersama-sama melalui mesin QTM dengan mengukur circumference, roundness, presure drop. Pengambilan sampel
dilakukan 1 kali setiap shiftnya. Untuk shift 1 diambil antara pukul 06.00-14.00 WIB, shift 2 diambil antara pukul 14.00-22.00 WIB, dan shift 3 diambil antara pukul 22.00-06.00 WIB.
Sampel yang diambil pada periode 4 April 2011-13 April 2011 dijadikan sebanyak 30 subgrup dengan setiap subgrup ada 10 sampel, sehingga jumlah data yang digunakan adalah 300 data.
1 tray (kardus) 10 rods (batang)
Subgroup (i) Sampel (j)
Variabel Kualitas (k)
Circumference Roundness Presure Drop
1
1 X111 X112 X113
… … … …
j X1j1 X1j2 X1j3
… … … …
10 X1101 X1102 X1103
2
1 X211 X212 X213
… … … …
j X2j1 X2j2 X2j3
… … … …
10 X2101 X2102 X2103
… … … … …
i
1 Xi11 Xi12 Xi13
… … … …
j Xijk Xijk Xijk
… … … …
10 Xi101 Xi102 Xi103
1
X j
2
X j X j3
2 1
Sj
2 2
Sj 2
3
Sj 1
X j
2
X j X j3
2 1
Sj
2 2
Sj S2j3
X jk X jk X jk
2
2 1
S jS2j1
… … … … …
30
1 X3011 X3012 X3013
… … … …
j X30j1 X30j2 X30j3
… … … …
10 X30101 X30102 X30103
Rata-rata keseluruhan pengamatan
Varian keseluruhan pengamatan
X1 X 2 X3
2
S1 S22 S32
Lanjutan...
1
X j X j2 X j3
2 1
Sj S2j2 S2j3
Kesimpulan
Analisis Kapabilitas Proses Statistika Deskriptif
Uji Multivariat
Normal Transformasi
Peta T2 Hottelling Pembuangan observasi out of control
Tidak
Ya
Ya
Tidak Ya
Peta Dispersi Pembuangan observasi out of control
Ya
Tidak
ANALISIS DAN
PEMBAHASAN
STATISTIKA DESKRIPTIF
Variabel N Mean Varian Min. Max. Target Spesifikasi Circum-
ference 300 16,821 0,0029 16,69 16,95 16,8 16,73-16,87 Round-
ness 300 94,471 1,952 90,7 97,8 100 94-100,01 Presure
Drop 300 805,33 544,72 747 866 800 776-824 Statistika deskriptif ini berguna untuk mengetahui statistika dari karakteristik variabel kualitas filter super slim jenis mono secara univariat
UJI DIST. NORMAL MULTIVARIAT
H0: Data kualitas produk filter super slim jenis mono mengikuti sebaran distribusi normal multivariat
H1: Data kualitas produk filter super slim jenis mono tidak mengikuti sebaran distribusi normal multivariat
Statistik uji :
= 0,510000
Daerah penolakan : gagal tolak H0 jika 50% nilai jarak lebih kecil dari
Hasil pengujian menggunakan bantuan program Minitab diperoleh nilai jarak yang lebih kecil dari sebesar 51% yang artinya gagal tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data filter super slim jenis mono mengikuti distribusi normal multivariat.
) X X
( )'
X X
( − −
=
j − jj
S
d
2 12 ) 5 , 0
; 3
χ(
2 ) 5 , 0
; 3
χ(
PETA KENDALI T 2 Hotelling
semua titik pengamatan berada didalam batas kendali peta, hal ini berartiproses produksi filter super slim jenis mono periode 4 April - 13 April 2011 dalam keadaan terkendali dalam rata-rata.
28 25 22 19 16 13 10 7 4 1 16 14 12 10 8 6 4 2 0
Sample
Tsquared
BKA=15,65
Median=4,03
Nilai T
2Peta Kendali T
2Hotteling
Subgroup Subgroup
1 1,67 16 4,76
2 7,81 17 5,89
3 4,10 18 2,21
4 1,05 19 6,79
5 6,68 20 6,68
6 10,09 21 6,46
7 0,38 22 2,44
8 3,96 23 4,85
9 10,26 24 7,11
10 6,40 25 2,43
11 10,89 26 4,93
12 0,72 27 6,57
13 2,47 28 2,31
14 6,56 29 3,38
T 2
T 2
PETA KENDALI DISPERSI
semua titik pengamatan berada didalam batas kendali peta, hal ini berarti proses produksi filter super slim jenis mono
periode 4 April - 13 April 2011 dalam keadaan terkendali dalam variasi.
28 25 22 19 16 13 10 7 4 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
Sample
Generalized Variance
|S|=2,32 BKA=9,16
BKB=0
Nilai |S| Peta Kendali Dispersi Multivariat
Subgroup Subgroup
1 2,77 16 2,98
2 0,41 17 3,06
3 3,85 18 4,13
4 1,58 19 0,73
5 0,32 20 1,68
6 0,41 21 0,58
7 3,93 22 0,24
8 0,53 23 0,14
9 0,13 24 2,75
10 0,59 25 1,77
11 0,43 26 3,74
12 2,52 27 3,77
13 3,13 28 0,23
14 0,47 29 1,65
S S
S S
ANALISIS KEMAMPUAN PROSES
Nilai Cp dari data pengamatan proses produksi adalah sebesar 2,82351. Nilai indeks kapabilitas proses yang didapatkan
tersebut lebih besar dari 1 (Cp >1). Hal ini berarti bahwa data pengamatan proses produksi filter super slim jenis mono telah berada dalam batas spesifikasi perusahaan. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses produksi filter super slim jenis mono dalam keadaan baik atau kapabel.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
proses produksi filter super slim jenis mono pada periode 3 April-14 April 2011 dalam keadaan terkendali dalam rata-rata maupun
variasi. Berdasarkan analisis kapabilitas proses diperoleh bahwa proses produksi filter super slim jenis mono pada periode 3 April-14 April 2011 memiliki nilai indeks kapabilitas proses sebesar 2,82351, sehingga dapat disimpulkan bahwa proses produksi adalah kapabel yang artinya proses produksi berjalan dengan baik dan sebaran
data berada didalam batas spesifikasi.
SARAN
Yang dapat dilakukan oleh PT. “X” selanjutnya adalah melakukan evaluasi secara rutin atas hasil yang didapatkan guna
mempertahankan kepuasan pelanggan. Untuk penelitian
selanjutnya disarankan dapat mengaplikasikan metode statistik yang benar dengan menggunakan jumlah sampel yang sesuai dan menghasilkan informasi lebih banyak lagi dari jenis produk yang ada pada perusahaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Dian, P. 2008. Analisis Kapabilitas Proses Produksi Filter Rokok Reguler Tipe Mono Di PT. Filtrona Indonesia, Tugas Akhir Jurusan Statistika ITS, Surabaya.
Johnson, R. A and Wichren, D. W. 2002. Applied Multivariate Statistika Analysis. Prentice Hall. New Jersey.
Khunaifi, Muhammad, A. 2008. Analisis Kapabilitas Proses Produksi Filter Rokok Jenis Karbon Di PT. N Bulan Februari 2008 Pada Mesin 405, Tugas Akhir Jurusan Statistika ITS, Surabaya.
Kotz, S. and Johnson, N. L. 1993. Process Capability Indices First Edition. Champman and Hall. London.
Montgomery, Douglas C. 2005. Intruduction to Statistical Quality Control Fifth Edition.
John Wiley & Sons, inc. New York
Pribadi, Kurnia, W. 2008. Analisis Kapabilitas Proses Produksi Filter Rokok Reguler Jenis Dual Di PT. Filtrona Indonesia, Tugas Akhir Jurusan Statistika ITS, Surabaya.
Walpole, Ronald E. 1995. Pengantar Metode Statistika. PT. Gramedia, Jakarta.