• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 12 PROKSI KEMERDEKAAN DAN PROSES TERBENTUKNYA NKRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 12 PROKSI KEMERDEKAAN DAN PROSES TERBENTUKNYA NKRI"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 12

PERISTIWA PROKLAMASI DAN TERBENTUKNYA NKRI

TUJUAN PEMBELAJARAN

Dengan mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:

 mendeskripsikan pembentukan

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan

Indonesia (BPUPKI);

 mendeskripsikan penyusunan

dasar dan konstitusi negara oleh BPUPKI;

 mendeskripsikan pembentukan

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI);

 mendeskripsikan penyusunan

(2)
(3)

PERBEDAAN PERSPEKTIF ANTARKELOMPOK SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN

INDONESIA

Terdapat dua komponen bangsa yang

berbeda pendapat dalam memproklamasikan

kemerdekaan Indonesia, golongan itu adalah

golongan tua

dan

golongan muda

.

Pertentangan golongan tua dan golongan

muda

tentang cara dan waktu

proklamasi

memuncak dengan peristiwa

yang disebut

Peristiwa Rengasdengklok

.

Golongan muda dan golongan tua kemudian

bersepakat bahwa

proklamasi

akan

(4)

PERBEDAAN PERSPEKTIF ANTARKELOMPOK SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN

INDONESIA

Chairul Saleh

beserta golongan

muda lainnya

berbeda

pendapat dengan

golongan tua

mengenai

Proklamasi

(5)

KRONOLOGI

PROKLAMASI

KEMERDEKAAN

INDONESIA

Penyusunan teks

Proklamasi

Kemerdekaan

Indonesia

di

rumah

Laksamana

Maeda.

Naskah

ditulis oleh

Soekarno

dan

(6)

KRONOLOGI

PROKLAMASI

KEMERDEKAAN

INDONESIA

(7)

KRONOLOGI

PROKLAMASI

KEMERDEKAAN

INDONESIA

Naskah yang telah

disetujui kemudian

diketik oleh

Sajoeti

Melik

kemudian

ditandatangani oleh

Soekarno dan Moh.

Hatta.

Di kemudian hari

naskah ini dikenal

sebagai teks

(8)

NASKAH PROKLAMASI

YANG DITULIS OLEH

(9)

NASKAH PROKLAMASI

SETELAH DIKETIK OLEH

(10)

KRONOLOGI

PROKLAMASI

KEMERDEKAAN

INDONESIA

Pukul 10.00 WIB, teks proklamasi dibacakan

oleh Soekarno dan didampingi oleh Moh. Hatta. Pembacaan dilakukan di kediaman

Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 (sekarang Jl. Proklamasi), Jakarta.

 Setelah pembacaan teks Proklamasi oleh

Soekarno dilakukan pengibaran bendera

Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan

Suhud. Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 Sejak saat itu lahirlah negara baru yang

(11)

KRONOLOGI

PROKLAMASI

KEMERDEKAAN

INDONESIA

(12)

KRONOLOGI

PROKLAMASI

KEMERDEKAAN

INDONESIA

Pembacaan teks proklamasi oleh

(13)

KRONOLOGI

PROKLAMASI

KEMERDEKAAN

INDONESIA

(14)

PENYEBARLUASAN BERITA

PROKLAMASI KEMERDEKAAN

INDONESIA

Pada 17 Agustus pagi, teks proklamasi telah sampai ke

tangan Waidan B. Palenewen (Kepala Bagian Radio dari kantor Domei).

 Atas perintah Palenewen teks proklamasi kemudian

dibacakan oleh F. Wuz.

 Walaupun sempat dihentikan oleh Jepang, berita

proklamasi tetap disiarkan setiap setengah jam sampai pukul 16.00 saat siaran radio ini berhenti.

 Meskipun demikian, para pemuda tetap bertekad

menyiarkan berita proklamasi ke seluruh penjuru dunia.

 Mereka menciptakan pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK I.

 Mereka juga membuat surat selebaran.

 Bahkan, semua harian di Jawa memuat berita proklamasi

(15)

SIKAP RAKYAT

DI JAKARTA

Di Jakarta,

rakyat Jakarta

menyambut proklamasi dengan

berpawai keliling Jakarta.

Sementara itu, para pemuda yang

dipelopori oleh

komite Van Aksi

Menteng 31

merencanakan untuk

mengerahkan masa agar pemimpin

mereka dapat berbicara dengan

(16)

SIKAP RAKYAT

DI YOGYAKARTA

 Di Jawa, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII dari Yogyakarta merupakan tokoh pertama yang memberi ucapan selamat atas terselenggaranya Proklamasi Kemerdekaan

Indonesia.

 Ucapan selamat ini disampaikan kepada Soekarno

dan Moh. Hatta pada tanggal 18 Agustus 1945.

 Keesokan harinya, Sri Sultan Hamengku Buwono

IX dan Sri Paku Alam VIII mengadakan sidang istimewa di gedung Sono Budoyo.

 Sidang ini antara lain memutuskan mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan

(17)

SIKAP RAKYAT

DI YOGYAKARTA

Hamengku Buwono

IX mengucapkan selamat atas

terselenggaranya Proklamasi

Kemerdekaan Indonesia.

 Bersama Sri Paku

Alam VIII mereka mendukung

proklamasi dan tunduk pada perintah dari

(18)

SIKAP RAKYAT

DI SURABAYA

 Salah satu penyambutan proklamasi kemerdekaan

yang amat heroik terjadi di Surabaya.

 Ketika itu rakyat Surabaya menyerbu Hotel

Yamato di Tunjungan. Mereka marah ketika melihat bendera Belanda Merah-Putih-Biru

dikibarkan di hotel tersebut.

 Setelah upaya diplomasi Residen Sudirman

gagal, rakyat beramai-ramai menurunkan dan merobek bagian yang biru dan mengibarkan kembali bendera yang merah dan putih.

 Tokoh-tokoh yang mengobarkan semangat

(19)

SIKAP RAKYAT

DI SURABAYA

Penyerbuan Hotel

Yamato sebagai

sikap rakyat

Indonesia

(20)

SIKAP RAKYAT

DI BANDUNG

Penyambutan kemerdekaan di

Bandung

diwarnai dengan usaha

para pemuda mengambil alih

Pangkalan Udara Andir dan

pabrik senjata bekas ACW

(Artilerie Constructie Winkel)

yang dikuasai Jepang.

Usaha ini terus berlangsung hingga

(21)

SIKAP RAKYAT

DI SEMARANG

 Berita proklamasi kemerdekaan membuat rakyat

Semarang merasa telah menjadi tuan di rumah sendiri.

 Karena Jepang menembak Dr. Karjadi dari

Rumah Sakit Rakyat yang sedang memeriksa air minum, yang diduga diracuni orang.

 Rakyat Semarang melakukan perlawanan

terhadap tentara Jepang.

 Pertempuran berlangsung lima hari tanggal

15-20 Oktober 1945.

 Untuk mengenang keberanian para pemuda itu

(22)

SIKAP RAKYAT

DI ACEH

Penyambutan proklamasi kemerdekaan di

Aceh

dilakukan dengan membentuk

organisasi yang bernama

Angkatan

Pemuda Indonesia (API).

Para pemuda Aceh melakukan gerakan

pengambilalihan kantor-kantor pemerintah

dan mengibarkan bendera Merah Putih di

tempat-tempat penting.

Mereka juga melucuti tentara Jepang di

(23)

SIKAP RAKYAT

DI SUMATRA SELATAN

 Penyambutan proklamasi kemerdekaan di

Palembang dilakukan dengan mengadakan

upacara bendera di kantor karesidenan Sumatra Selatan.

 Mereka menaikkan bendera Merah Putih

sebagai lambang bahwa Sumatra Selatan adalah bagian dari negara Indonesia yang telah

merdeka.

 Upacara ini dihadiri seluruh pegawai

Gunseikanbu dan dipimpin langsung oleh

Residen Sumatra Selatan, A.K. Gani.

 Kegiatan ini diikuti oleh kantor-kantor lain di

(24)

SIKAP RAKYAT

DI SULAWESI

SELATAN

Gema proklamasi sampai juga di

Sulawesi

Selatan

.

Kaum muda Sulawesi Selatan

mengorganisasi kelompok-kelompoknya untuk

mengambil alih gedung-gedung vital (penting)

dari tangan Jepang.

Kelompok-kelompok pemuda ini terdiri dari

kelompok Barisan Berani Mati (

Bo-ei

Taishin

), bekas Kaigun Heiho,

dan

pelajar

.

(25)

SIKAP RAKYAT DI

MANADO DAN

GORONTALO

Para pemuda Manado yang tergabung dalam

Pasukan Pemuda Indonesia (PPI) menyambut kemerdekaan dengan menyerang tangsi putih

dan tangsi hitam di Manado.

 Mereka membebaskan para tokoh republik yang

ditahan seperti Taulu, Wuisan, Sumanti, dan Kusno Dhanuprojo. Selanjutnya, mereka

menahan Komandan Garnisun Manado.

 Penyambutan kemerdekaan di Gorontalo juga

diwarnai dengan pengambilalihan senjata tentara Jepang. Para pemuda Gorontalo

(26)

SIKAP RAKYAT

DI KALIMANTAN

Penyambutan proklamasi kemerdekaan

di

Kalimantan

dilakukan dengan

aktivitas-aktivitas politik, seperti

rapat-rapat politik, demonstrasi, pengibaran

bendera Merah Putih di rumah dan di

kantor-kantor penting.

Walaupun saat itu Kalimantan telah

dikuasai Sekutu, masyarakat tetap

(27)

SIKAP RAKYAT

DI NUSA TENGGARA

Gema proklamasi disambut dengan hangat

oleh masyarakat

Nusa Tenggara

.

Mereka mengibarkan bendera Merah–

Putih dan melucuti tentara Jepang.

Di Pulau Sumbawa

, pemuda-pemuda

menyerang markas tentara Jepang dan

melucutinya.

Di Gempe dan Raba

terjadi kontak

senjata antara para pemuda dan tentara

(28)

SIKAP RAKYAT

DI BALI

Rakyat Bali

menyambut kemerdekaan

dengan membentuk beberapa organisasi

seperti

AMI

dan

Pemuda Republik

Indonesia

.

Organisasi-organisasi ini ingin menegakkan

kedaulatan Republik Indonesia di Bali.

Mereka bermaksud melakukan

perundingan tetapi dihalangi oleh Jepang.

Para pemuda Bali kemudian menyerang

(29)

Referensi

Dokumen terkait