• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH AGROUST VOL 4 NO 1, MARET 2020:66-75

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JURNAL ILMIAH AGROUST VOL 4 NO 1, MARET 2020:66-75"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN : 2549-9386

PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MACAM PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA BAWANG MERAH

(Allium ascalonicum L.) VARIETAS THAILAND DAN SARMO

THE EFFECT OF VARIOUS KINDS ORGANIC FERTILIZERS ON GROWTH AND YIELD OF SHALLOT (Allium ascalonicum L.) THAILAND

AND SARMO VARIETIES Wiwin Fauzia, Yekti Maryani*, Darnawi

Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

*Email korespondensi: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara berbagai macam pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil pada bawang merah varietas Thailand dan Sarmo. Penelitian dilaksanakan di desa Sukorukun, kecamatan Jaken, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lokasi ini berada pada ketinggian 10-35 meter dpl dengan suhu berkisar antara 24 – 33 ºC. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) 2 faktorial. Faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri dari 2 aras, yaitu bawang merah varietas Thailand (K1) dan bawang merah varietas Sarmo (K2). Faktor kedua adalah macam pupuk organik yang terdiri dari 4 aras, yaitu tanpa pupuk (P0), pupuk kandang sapi (P1), pupuk kandang ayam (P2), dan pupuk kandang kambing (P3), sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Dari 8 kombinasi dengan 3 kali ulangan, didapatkan 24 unit percobaan dengan pengambilan sampel tiga tanaman per petak. Variabel pengamatan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, bobot Segar tanaman per rumpun, bobot kering tanaman per rumpun, bobot segar umbi per rumpun dan hasil per hektar. Hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil analisis menunjukkan tidak terjadi interaksi pada kombinasi perlakuan varietas bawang merah dan macam pupuk organik pada seluruh variabel pengamatan kecuali variabel pertumbuhan berat kering tanaman. Perlakuan varietas bawang merah Thailand dan macam pupuk kandang ayam memberikan pertumbuhan bawang merah terendah dibanding kombinasi perlakuan lain. Varietas bawang merah Sarmo dan pupuk kandang sapi memberikan hasil berat kering tertinggi. Perlakuan macam pupuk organik memberikan hasil bawang merah lebih tinggi daripada kontrol. Varietas bawang merah tidak berpengaruh terhadap hasil bawang merah.

Kata kunci: varietas bawang merah, pupuk organik.

(2)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 67 ABSTRACT

This research aims to find out the interaction between various types of organic fertilizers on growth and yields on Thailand and Sarmo shallot varietes. The research was conducted in Sukorukun village, Jaken sub-district, Pati district, Central of Java. This location is at an altitude of 10-35 meters above sea level with temperatures ranging from 24 - 33 ºC. This research used Split Plot Designs with 2 factorial. The first factor is the shallot varieties consisting of 2 levels, namely Thailand shallot varieties (K1) and the Sarmo shallot varieties (K2). The second factor is the kind of organic fertilizer consisting of 4 levels, namely without fertilizer (P0), cow manure (P1), chicken manure (P2), and goat manure (P3), so that obtained 8 treatment combinations. From 8 combinations with 3 replications, 24 trial units were obtained by sampling three crop in one plot. Observation variables observed included plant height, number of leaves in a clump, number of tubers in a clump, Fresh weight of plants in a clump, dry weight of plants in a clump, fresh weight of tuber in a clump and yield in one hectare. The observations were analyzed using variance analysis, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at α = 5%. The results of the analysis showed that there was no interaction between combination of shallot varieties and kinds of organic fertilizer in all observed variables except the dry weight of plant on growth variables. The treatment of Thailand shallot varieties and kinds of chicken manure gave the lowest shallot growth compared to other treatment combinations. Sarmo shallot varieties and cow manure provide the highest dry weight yield. Treatment of various kinds of organic fertilizer gives higher shallot yields than controls. Shallot varieties has no effect on the yield of Shallot.

Keyword: Shallot varieties, Organic fertilizer

PENDAHULUAN

Bawang merah merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia. Bawang merah memiliki nilai ekonomi penting yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Berkembangnya bisnis kuliner dan industri bahan pangan seperti mie instan, makanan ringan, restoran siap saji dan sebagainya turut serta mempengaruhi permintaan bawang merah yang cenderung mengalami peningkatan (Dewi, 2012). Selain sebagai campuran bumbu masak, bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah bubuk, minyak astiri, bawang goreng bahkan sebagai bahan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, gula darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat,

(3)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 68 potensi pengembangan bawang merah masih terbuka lebar tidak saja untuk kebutuhan dalam negeri tetapi juga luar negeri (Suriani, 2012).

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat. Bawang termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubtitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Berdasarkan data dari the National Nutrient Database bawang merah memiliki kandungan karbohidrat, gula, asam lemak, protein dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh manusia (Waluyo dan Sinaga, 2015 ).

BPS Provinsi Jawa tengah (2015) menyatakan bahwa Provinsi Jawa tengah memiliki luas panen, produksi dan produktivitas bawang merah pada tahun 2014 adalah 46.233 ha, 519.356 ton dan 11,23 ton/ha mengalami penurunan produktivitas dari tahun 2013 yaitu luas panen 36.715 ha menghasilkan produksi 419.472 ton dengan produktivitas 11,42 ton/ha.

Salah cara untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah intensifikasi maupun ekstensifikasi, yaitu perluasan areal pertanaman pada lahan-lahan marginal yang merupakan lahan kering seperti tanah berkapur. Pemanfaatan tanah kapur di Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi pertanian belum banyak dilakukan. Tanah kapur memiliki sifat yang kurang subur. Menurut Hardjowigeno (2003), tanah kapur adalah tanah yang memiliki kriteria kadar C total < 1,00 % dan P tersedia. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah tersebut melalui pemupukan. Pemberian pupuk anorganik secara berlebihan memberikan dampak serius bagi tanah. Pupuk anorganik jika digunakan dalam jangka panjang dapat mengeraskan tanah dan menurunkan stabilitas agregat tanah (Humberto &

Alan 2013). Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah dampak negatif dari pupuk kimia anorganik ini adalah dengan mengganti penggunaannya dengan pupuk organik.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa – sisa tanaman, hewan dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mempebaki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pemberian pupuk kandang diperlukan untuk memperbaiki struktur

(4)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 69 tanah dan meningkatkan jumlah organisme tanah yang berguna dalam proses penguraian bahan organik menjadi bahan yang tersedia bagi tanaman. Selain itu pupuk kandang juga berguna menahan air dalam tanah. Meskipun demikian pupuk kandang mempunyai hara yang relatif sedikit dibandingkan dengan pupuk buatan (anorganik). Oleh karena itu, selain pupuk kandang diperlukan juga pupuk buatan (Syukur dan Riflianto, 2013). Pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam dan kotoran kambing merupakan termasuk ke dalam jenis pupuk organik. Menurut Roidah (2013) kotoran sapi mengandung N 0,29% dan K2O 0,35% dan 0,17% P2O5. Berdasarkan penelitian Mayun (2007) penggunaan kompos kotoran sapi dengan dosis 30 ton per hektar meningkatkan bobot umbi pada bawang merah. Menurut Roidah, (2013) kotoran ayam mengandung N 1,7% dan K2O 1,5% dan 1,90% P2O5.

Perlakuan pupuk kandang ayam memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan jenis pupuk kandang kotoran kambing dan sapi (Marsono, 2008). Menurut Silvia et al. (2012) memiliki kadar K yang lebih tinggi dari pada kadungan K pada pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi dan kerbau, namun lebih rendah dibandingkan dengan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam, babi, dan kuda. Unsur K sendiri sangat berperan penting dalam hal metabolisme pada bagian tubuh tanaman seperti halnya pada pembelahan sel dan proses sintesis protein, serta berperan penting dalam pembentukan buah bagi tanaman. Sementara kadar hara P hampir sama dengan dengan pupuk kandang lainnya.

Penggunaan varietas yang tepat juga berpengaruh terhadap hasil bawang merah, ada banyak jenis varietas bawang merah yang tersebar di Indonesia baik lokal maupun unggul. Varietas Thailand merupakan salah satu varietas yang banyak digunakan diseluruh Indonesia, bawang merah ini cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 30 m dpl. Bawang merah varietas ini tidak tahan terhadap air, sehingga cocok ditanam pada awal musim kemarau dan pada tanah yang pH-nya berkisarantara 5,5-7,0. Bawang merah jenis ini dapat dipanen pada umur 60-70 hari sejak ditanam dengan produktivitas dapat mencapai 10 ton/ha umbi kering. Umbi bawang merah varietas Thailand memiliki anakan ±5 – 15 anakan, varietas Thailand berwarna merah muda sampai merah tua dan berbentuk agak bulat (Pasaribu, 2017).

Varietas bawang merah Sarmo adalah salah satu varietas lokal yang banyak ditanam

(5)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 70 di daerah Pati, Jawa Tengah. Varietas bawang merah Sarmo memiliki penampilan yang hampir mirip dengan varietas Bima Brebes, varietas jenis ini memiliki daun yang berbentuk silindris berlubang berwarna hijau, bentuk umbinya lojong bercincin kecil pada leher cakram dengan warna merah muda.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di desa Sukorukun, kecamatan Jaken, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lokasi ini berada pada ketinggian 10-35 meter dpl dengan suhu berkisar antara 24 – 33 ºC berlangsung pada bulan Januari – Maret 2020.

Alat yang digunakan antara lain cangkul, ember, timbangan elektrik, oven, penggaris, gembor. Bahan yang digunakan antara lain bibit bawang merah varietas Thailand dan Sarmo, pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kotoran kambing, pupuk NPK Mutiara.

Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) 2 faktorial. Faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri dari 2 aras, yaitu bawang merah varietas Thailand (K1) dan bawang merah varietas Sarmo (K2).

Faktor kedua adalah macam pupuk organik yang terdiri dari 4 aras, yaitu tanpa pupuk (P0), pupuk kandang sapi (P1), pupuk kandang ayam (P2), dan pupuk kandang kambing (P3), sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Dari 8 kombinasi dengan 3 kali ulangan, didapatkan 24 unit percobaan dengan pengambilan sampel tiga tanaman per petak.

Variabel pengamatan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, bobot Segar tanaman per rumpun, bobot kering tanaman per rumpun, bobot segar umbi per rumpun dan hasil per hektar.

Hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan terdiri dari variabel pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tanaman, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman. Dan variabel hasil yaitu bobot segar umbi dan hasil per hektar, data yang diperoleh disajikan dalam tabel berikut.

(6)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 71 Tabel 1. Rerata tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tanaman, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman.

Keterangan: angka rerata pada baris yang sama diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak ada beda nyata pada DMRT taraf 5%

Tabel 2. Rerata bobot segar umbi perumpun dan hasil per hektar

Pelakuan Bobot Segar Umbi Hasil per Hektar

Thailand 15,31p 3,83p

Sarmo 18,19p 4,55p

Tanpa Pupuk 14,61b 3,65b

Pupuk Sapi 18,56a 4,64a

Pupuk Ayam 16,00ab 4,00ab

Pupuk Kambing 17,83a 4,96a

Keterangan: angka rerata pada baris yang sama diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak ada beda nyata pada DMRT taraf 5%

Interaksi antara varietas bawang merah dengan pemberian macam pupuk organik tidak memberikan pengaruh nyata pada seluruh variabel pertumbuhan tanaman kecuali berat kering tanaman. Variabel pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi perumpun, dan bobot segar tanaman per rumpun. Hal ini karena selama penelitian berlangsung pemberian dosis pupuk susulan terlalu besar, yaitu pupuk NPK Mutiara (16 – 16 – 16) sebesar 0,04 kg/m2 setara dengan dosis 400 kg/ha akibatnya tidak ada beda nyata pada variabel tersebut. Diketahui bahwa kandungan unsur hara yang terdapat pada pupuk organik sedikit, menurut Hartatik dan Widowati (2006) secara umum, kandungan hara dalam kotoran hewan lebih rendah daripada pupuk kimia.

Perlakuan Tinggi

Tanaman

Jumlah Daun

Jumlah Tanaman

Bobot Segar Tanaman

Bobot Kering Tanaman

Thailand 26,49p 9,06p 8,92p 19,53p 2,52

Sarmo 26,81p 8,64p 6,69p 23,00p 2,95

Tanpa Pupuk 24,65a 8,50a 7,67a 18,61a 2,46 Pupuk Sapi 26,23a 9,50a 8,22a 23,39a 2,96 Pupuk Ayam 27,33a 8,56a 7,28a 20,89a 2,60 Pupuk Kambing 28,38a 8,83a 8,06a 22,17a 2,92

(7)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 72 Perlakuan varietas bawang merah Thailand dan macam pupuk kandang ayam memberikan pertumbuhan bawang merah terendah dibanding kombinasi perlakuan lain, yaitu menghasilkan berat kering sebesar 2,12 gr per rumpun hal ini karena kandungan pada pupuk kandang ayam memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pupuk kandang lainnya akan tetapi pupuk kandang ayam termasuk golongan pupuk panas, menurut Helmi (2017) pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing, kuda dan ayam. Pupuk jenis ini jika tidak terfermetasi dengan baik akan menimbulkan panas yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu varietas bawang merah Thailand kurang cocok ditanam pada musim penghujan, menurut Pasaribu (2017) bawang merah varietas Thailand tidak tahan terhadap air sehingga cocok ditanam dimusim kemarau. Sedangkan saat penelitian berlangsung bawang merah ditanam di musim penghujan. Faktor – faktor tersebutlah yang menyebabkan didapat rerata bobot kering terendah pada kombinasi pelakuan pupuk kandang ayam dengan varietas bawang merah Thailand.

Varietas bawang merah Sarmo dan pupuk kandang sapi memberikan hasil berat kering tertinggi. Hal ini karena kandungan hara yang terdapat pada pupuk kandang sapi dapat meningkatkan pertumbuhan pada varietas bawang merah Sarmo, menurut Roidah (2013) pupuk kandang sapi mengandung 0,29% N, 0,17%

P2O5 dan 0,35% K2O.

Perlakuan macam pupuk organik memberikan hasil bawang merah lebih tinggi daripada kontrol. Perlakuan macam pupuk organik menunjukan pengaruh terhadap hasil bawang merah. Variabel hasil meliputi berat segar umbi dan hasil per hektar. pemberian pupuk kandang sapi dan kambing memberikan bobot segar umbi dan hasil per hektar lebih tinggi dibandingkan kontrol. Hal ini karena kandungan hara yang terdapat pada pada pupuk kandang sapi dan kambing dapat memenuhi nutrisi pada dua varietas bawang merah tersebut, menurut Roidah (2013) pupuk kandang sapi mengandung 0,29% N, 0,17% P2O5 dan 0,35% K2O. Pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing memiliki beberapa keunggulan, yaitu menurut Parnata (2010) Kotoran kambing mengandung nitrogen dan kalium lebih

(8)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 73 tinggi dibandingkan dengan kotoran sapi. Pada perlakuan kontrol didapat hasil yang lebih rendah jika dibanding perlakuan lainnya, hal ini karena bawang merah ditanam pada tanah kapur yang memiliki sifat kurang subur, menurut Buckman dan Brady (1982) tanah kapur ialah tanah alkalin dan memiliki pH tanah di atas 7 yang bersifat basa. Kandungan mineral terbesarnya ialah kalsium yang berada dalam bentuk CaCO3. Kadar kalsium karbonat yang tinggi ini mengakibatkan terjadinya pengendapan fosfat karena fosfat yang tersedia akan bereaksi baik dengan ion Ca2+

maupun dengan garam karbonatnya membentuk Ca3(PO4)2 yang sukar larut dalam tanah dan berada dalam bentuk tidak tersedia. Dari hasil analisis terbukti bahwa kandungan unsur haranya yang rendah, yaitu unsur N sebesar 0,11%, kandungan unsur P sebesar 1,44 mg kg -1, K 0,33 me/100 g dan Ca 7,04 me/100 g. Penambahan pupuk organik dapat memperbaiki kesuburannya dimana menurut Elisabeth (2013) aplikasi bahan organik pada berbagai komposisi dapat meningkatkan kandungan nitrogen tanah yang semula 0,16 % menjadi 0,17 %-0,24 %. Peran bahan organik dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek tanah dan tanaman. Dari aspek tanah, pelapukan bahan organik dapat memberikan unsur N, P, dan K dalam tanah yang dibutuhkan tanaman, memperbaiki struktur tanah melalui agregasi, aerasi tanah, memperbaiki sifat fisik tanah dalam hubungannya dengan kapasitas menahan air.

Sedangkan dari aspek tanaman, hasil pelapukan bahan organik dapat mengandung asam organik yang dapat meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dan dapat diserap tanaman dengan segera. Hasil bobot segar umbi tertinggi didapat pada rerata perlakuan pupuk kandang sapi 18,56 gr per rumpun, diikuti rerata perlakuan pupuk kandang kambing 17,83 gr per rumpun dan hasil terendah pada rerata kontrol 14,61 gr per rumpun. Hasil per hektar tertinggi didapat pada rerata perlakuan pupuk kandang sapi 4,64 ton per hektar diikuti rerata perlakuan pupuk kandang kambing 4,46 ton per hektar dan terendah pada rerata perlakuan konrol 3,65 ton per hektar.

Perlakuan varietas menunjukkan tidak berpengaruh terhadap hasil bawang merah. Variabel hasil meliputi berat segar umbi dan hasil per hektar. Hal ini disebabkan pertumbuhan tanaman selama penelitian terganggu sehingga tidak didapat hasil yang baik. Menurut Gardner et al. (1985), bahwa daya tumbuh dan pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor luar dan dalam. Faktor dalam

(9)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 74 salah satunya adalah sifat genetik dari varietas tersebut. Sedangkan faktor luar adalah iklim, suhu, kelembaban, curah hujan, ketersediaan hara dan intensitas sinar matahari. Penelitian kali ini dilaksanakan pada musim penghujan sedangkan bawang merah varietas Thailand tidak tahan terhadap musim penghujan akibatnya tanaman mudah terserang penyakit, dimana menurut menurut Pasaribu (2017) bawang merah varietas Thailand tidak tahan terhadap air sehingga cocok ditanam dimusim kemarau, hal ini menyebabkan pertumbuhan varietas bawang merah Thailand terganggu dan tidak dapat memberikan hasil yang maksimal. Hal yang sama terjadi pada varietas bawang merah Sarmo akibat tanaman ditanam pada musim penghujan, hama dan penyakit menyerang tanaman bawang merah tersebut sehingga pertumbuhan terganggu dan hasil yang didapat pada varietas bawang merah Sarmo tidak optimal. Ulat grayak menyerang tanaman bawang merah pada umur 15 HST, daun menjadi layu menerawang dan tampak bercak – bercak putih serta bagian ujung daun tampak terpotong – potong akibatnya pertumbuhan terganggu dan hasil yang didapatkan tidak optimal, selain itu penyakit moler menyerang varietas bawang merah Thailand dan varietas bawang merah Sarmo pada umur 40 HST, penyakit moler disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. cepae, penampakannya tanaman menjadi kerdil daunnya meliuk-liuk rebah dan pucat, hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu dan hasil tidak optimal.

KESIMPULAN

Perlakuan macam pupuk organik dan varietas menunjukkan tidak ada interaksi terhadap variabel pertumbuhan dan hasil bawang merah kecuali bobot kering tanaman. Perlakuan varietas bawang merah Thailand dan macam pupuk kandang ayam memberikan pertumbuhan bawang merah terendah dibanding kombinasi perlakuan lain. Varietas bawang merah Sarmo dan pupuk kandang sapi memberikan hasil berat kering tertinggi. Perlakuan macam pupuk organik memberikan hasil bawang merah lebih tinggi daripada kontrol, varietas bawang merah tidak berpengaruh terhadap hasil bawang merah.

(10)

Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk

(Wiwin Fauzia, Yekti Maryani, Darnawi) 75 DAFTAR PUSTAKA

BPS Provinsi Jawa Tengah. 2015. Jawa Tengah dalam Angka 2015. Badan

Pusat Statitik Provinsi Jawa Tengah.

www.jateng.bps.go.id/website/publikasi/Jawa-Tengah-Dalam-Angka-2015 Buckman, H. O. dan N.C., Brady. 1982. Pengantar Ilmu Tanah. Bintara Karya

Aksara. Jakarta.

Dewi, N. 2012. Untung Segunung Bertanam Aneka Bawang. Pustaka Baru Press.

Yogyakarta

Elisabeth, D.W. 2013. Pengaruh Pemberian Berbagai Komposisi Bahan Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 1(3) : 21 – 29.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.

Hartatik, W dan L, R. Widowati. 2006. Pupuk Kandang. Artikel- Ilmiah-Jurnal-

Pupuk Kandang.

http://balitanah.litbang.deptan.go.id/dokumentasi/buku/pupuk/pupuk4.pdf Helmi, S. 2017. Pupuk Organik Untuk Peranian Bekelanjutan. Litbang Pertanian.

http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/24-

PUPUKORGANIKUNTUKERTANIANBERKELANJUTAN

Humberto Blanco-Canqui & Alan, JS. 2013. ‘Implications of inorganik fertilization of irrigated corn on soil properties: lessons learned after 50 years’, Journal of Environment Quality. 42(3): 861.

Mayun, I.A. 2007. Efek Mulsa Jerami Padi dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah di Daerah Pesisir. Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Bali.

Parnata, A.S. 2010. Meningkatkan Hasil Panen dengan Pupuk Organik. PT Agro Media Pustaka. Jakarta.

Pasaribu, S. 2017. Pengaruh Dosis Pupuk Kompos Gulma Siam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah. Fakultas Pertanian Universitas Mercubuana, Yogyakarta (tidak dipublikasikan).

Roidah, I.S. 2013. Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah.

Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO. 1(1).

Silvia, M., Gt. M. Sugian Noor dan M. Ematn Erhaka. 2012. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabe Rawit (Capsicum frutescentL.) terhadap Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Kambing Pada Tanah Ultisol. Agriculture. 19(3).

Suriani, N. 2012. Bawang Bawa Untung. Budidaya Bawang Merah dan Bawang Merah. Cahaya Atma Pustaka. Yoyakarta

Syukur, M. dan A. Riflianto (2013). Jagung Manis. Penebar Swadaya. Jakarta.

Waluyo, N. dan R. Sinaga. 2015. Bawang Merah yang di Rilis oleh Balai Penelitian Sayuran. Iptek Tanaman Sayuran.. 004.

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dapat disimpulkan bahwa mahasiswa responden dapat mencetuskan ide usaha (value proposition) yang reliable melalui fitur curah gagasan pada platform pembelajaran

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat serta Hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

Untuk mengevaluasi implementasi kurikulum 2013 di SMAN 1 Waingapu khususnya pada mata pelajaran biologi, peneliti menggunakan model evaluasi kesenjangan oleh Malcolm

Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berhubungan dengan.

Selanjutnya, adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dari siklus pertama ke siklus kedua menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif

Hasil penelitian menunjukkan media terbaik untuk induksi kalus untuk padi varietas Ciherang, Inpari 13, dan Pokkali adalah MS + 2,4-D 3 mg/l, sedangkan untuk varietas Inpari 3 dan

Pada data di atas, tokoh Aku menunjukan bahwa kesunyian yang dialaminya pada saat kejayaan sudah menjauh darinya merupakan merupakan sutu tanda bahaya yang

Perbedaan hasil penelitian tersebut membuat peneliti ingin melakukan penelitian lebih lanjut pada variabel Personal Cost terhadap pendeteksian Fraud ditambah dengan